e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    Pengembangan Konsep Game Edukasi Tentang Pengenalan Makanan Tradisional Indonesia kepada Anak-Anak Usia Dini

    Get PDF
    Minat anak terhadap makanan tradisional Indonesia saat ini mulai berkurang. Hal tersebut karena terpengaruhnya anak-anak terhadap budaya luar yang tersaji diberbagai media serta memudarnya kecintaan terhadap makanan tradisional Indonesia. Maka dibutuhkan suatu media pengenalan tentang makanan tradisional Indonesia melalui media game Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan konsep aplikasi game edukasi untuk memperkenalkan kembali makanan tradisional nusantara kepada anak usia dini. Perancangan game edukasi makanan tradisional nusantara memerlukan sebuah konsep yang baik agar tujuan game edukasi ini dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini merupakan bagian dari metode perancangan MDLC yaitu tahap konsep dan perancangan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini berupa konsep dasar aplikasi game edukasi makanan tradisional nusantara yang disajikan dalam bentuk flowchart aplikasi dan storyboard aplikasi. Dengan konsep yang dibuat dengan detail, maka aplikasi ini nantinya dapat mudah dipahami dan digunakan oleh masyakat khususnya anak usia dini

    Cover

    No full text
    cove

    Segmentasi Loyalitas Pelanggan dengan Model RFM Menggunakan Algoritma Clarans

    Get PDF
    Dalam menentukan upaya kelompok-kelompok pelanggan yang setia perlu melakukan pemeriksaan yang cermat menentukan karakteristik setiap pelanggan dalam bertransaksi. Dengan memiliki karakteristik untuk membuat suatu pengelompokan pelanggan juga perlukan dalam konsep segmentasi pelanggan. Hal tersebut diperlukan karena untuk mengetahui perilaku-perilaku pelanggan sehingga dapat membantu dalam penerapan strategi penjualan yang tepat untuk meningkatkan keuntungan bagi pihak perusahaan. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi kelompok pelanggan - pelanggan dengan algoritma CLARANS berdasarkan model RFM. Metode CLARANS adalah metode klasterisasi yang berbasis partisi k-medoid, dengan menggunakan graf abstraksi untuk menentukan k-medoidsnya. Dalam penelitian ini membahas mengenai segmentasi loyalitas pelanggan yang menggunakan metode CLARAN dan berdasarkan model RFM. Berdasarkan hasil analisis interpretasi RFM yang dilakukan memiliki objek yang terbentuk sebanyak 3 cluster dengan 787 pelanggan berada di cluster 1, 1456 pelanggan berada di cluster 2, 2798 pelanggan berada di cluster 3. Adapun hasil pengujian akurasi terdapat beberapa nilai K, hasil nilai yang paling tinggi dengan mendekati 1 yaitu pada nilai K = 3 dengan nilai Silhouette Coefficient 0.766840732467501 dimana nilai K = 3 tersebut dikategorikan “Klasifikasi Kuatâ€. Dapat di simpulkan penelitian ini dapat mengelompokan tingkat loyalitas pelanggan menggunakan model RFM dan algoritma CLARANS. Berdasarkan hasil analisis interpretasi RFM yang dilakukan memiliki objek yang terbentuk sebanyak 3 cluster dengan 787 pelanggan berada di cluster 1, 1456 pelanggan berada di cluster 2, 2798 pelanggan berada di cluster 3. Adapun hasil pengujian akurasi terdapat beberapa nilai K, hasil nilai yang paling tinggi dengan mendekati 1 yaitu pada nilai K = 3 dengan nilai Silhouette Coefficient 0.766840732467501 dimana nilai K = 3 tersebut dikategorikan “Klasifikasi Kuatâ€. Dapat di simpulkan penelitian ini dapat mengelompokan tingkat loyalitas pelanggan menggunakan model RFM dan algoritma CLARANS. Berdasarkan hasil analisis interpretasi RFM yang dilakukan memiliki objek yang terbentuk sebanyak 3 cluster dengan 787 pelanggan berada di cluster 1, 1456 pelanggan berada di cluster 2, 2798 pelanggan berada di cluster 3. Adapun hasil pengujian akurasi terdapat beberapa nilai K, hasil nilai yang paling tinggi dengan mendekati 1 yaitu pada nilai K = 3 dengan nilai Silhouette Coefficient 0.766840732467501 dimana nilai K = 3 tersebut dikategorikan “Klasifikasi Kuatâ€. Dapat di simpulkan penelitian ini dapat mengelompokan tingkat loyalitas pelanggan menggunakan model RFM dan algoritma CLARANS. hasil nilai yang paling tinggi dengan mendekati 1 yaitu pada nilai K = 3 dengan nilai Koefisien Silhouette 0.766840732467501 dimana nilai K = 3 tersebut dikategorikan “Klasifikasi Kuatâ€. Dapat di simpulkan penelitian ini dapat mengelompokan tingkat loyalitas pelanggan menggunakan model RFM dan algoritma CLARANS. hasil nilai yang paling tinggi dengan mendekati 1 yaitu pada nilai K = 3 dengan nilai Koefisien Silhouette 0.766840732467501 dimana nilai K = 3 tersebut dikategorikan “Klasifikasi Kuatâ€. Dapat di simpulkan penelitian ini dapat mengelompokan tingkat loyalitas pelanggan menggunakan model RFM dan algoritma CLARANS

    Pemanfaatan Sampah 4K1P dari TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Sebagai Bahan Baku Briket

    Get PDF
    AbstrakTempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA) Griyo Mulyo Jabon Kabupaten Sidoarjo dengan timbulan sampah mencapai 350 ton/hari, sehingga berpotensi diolah menjadi bahan baku Refused Derived Fuel (RDF). Bahan bakar RDF berasal dari briket residu sampah yang mengandung komposisi kertas, kayu, kain, karet, dan plastik (4K1P). Briket yang dapat dijadikan sebagai bahan baku RDF adalah yang memiliki karakteristik sesuai standar SNI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosentase komposisi penyusun briket yang berpotensi menghasilkan RDF dan kualitas standar RDF yang dihasilkan . Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel sampah dilakukan setiap minggu sebanyak empat kali  dengan variasi waktu detensi 2,4, dan 6 jam. Metode perhitungan nilai kualitas standar RDF sesuai dengan SNI 01-6235-2000 dengan parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu, kadar volatile/uap dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan komposisi briket terbaik yang dihasilkan dari residu sampah 4K1P adalah pada sampel dengan komposisi 20% kayu, 10% kertas, 10% karet/kain dan 60% plastik Kualitas briket terbaik dengan kadar air 5,5%, kadar abu 4,9%, kadar uap 15,9% dan nilai kalor 8996 cal/gram. Kata kunci: Kadar abu, kadar air, kadar zat menguap, nilai kalor, RDF, TPA Sampa

    Online Dispute Resolution untuk Meningkatkan Akses Keadilan Bagi Konsumen

    Get PDF
    Penyelesaian sengketa online (ODR) menjadi salah satu cara untuk meningkatkan akses keadilan di dunia digital. Studi ini bertujuan mendorong ODR yang awalnya merupakan alat bantu teknologi dalam penyelesaian sengketa didorong untuk menjadi prosedur penyelesaian sengketa di samping manfaat dari mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan litigasi tradisional dan penyelesaian sengketa alternatif. Pendekatan eksplorasi metode campuran digunakan, menggunakan pendekatan kuantitatif (survei) dan terutama pendekatan kualitatif untuk mengumpulkan data. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa sistem penyelesaian melalui ODR dibutuhkan untuk memperluas akses keadilan dan perlindungan kepada masyarakat. Akhirnya, temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dan regulator

    Sejarah Sosial Politik Kerajaan Majapahit

    No full text
    The greatness of the Majapahit empire has been a source of inspiration for Indonesia's past glory which was formed as a state in the following centuries after the fall of Majapahit. Modern Indonesian nationalists, including those involved in the National Awakening Movement in the early 20th century, have pointed to Majapahit as a shining example of the past glories of the Indonesian nation. Like Majapahit, the Republic of Indonesia covers a large area and is politically centered on the island of Java. The Majapahit Empire is not only an icon of the heyday of Javanese-Hindu civilization, but also historical evidence of the socio-political struggles that occurred in the process of Islamization in the Nusantara

    PENGARUH PENAMBAHAN FILTER SELULOSA ACETATE YANG BERLUBANG PADA BAGIAN POROSNYA (HOLLOW) PADA KARAKTERISTIK KIMIAWI SUBSTANTIF SIGARET KRETEK TANGAN

    Get PDF
    Sejarah mencatat, bahwa orang Indonesia sudah memulai kebiasaan mengkonsumsi tembakau sebagai rokok sejak tahun 1601, setahun setelah tembakau mulai ditanam di Jawa. Perkembangan rokok di Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya barat yang mana jika ditinjau dari kata “rokok†dalam bahasa Indonesia, kata tersebut merupakan serapan dari bahasa Belanda “rokkenâ€. Dalam perjalanannya, rokok terus mengalami evolusi alamiah dalam konteks perubahan bentuk dan citarasanya mengikuti permintaan pasar. Proses evolusi tersebut mencapai puncaknya pada tahun 1970an, dimana penerapan teknologi yang pada masa tersebut diprakarsai oleh perusahaan-perusahaan rokok besar di Indonesia mulai memproduksi rokok dengan menggunakan mesin dan menambahkan filter. Selulosa acetate merupakan yang digunakannya, filter berada pada bagian pangkal ujung hisapnya. Selulosa acetate itu sendiri, merupakan komponen berbasis karbon yang disebut pirolisis serta memiliki sifat thermoplastic, absorbsi selektif, dan mampu berikatan dengan plasticizers. Seiring majunya teknologi manufacture dalam memproduksi filter selulosa acetate, semakin banyak varian bentuk dari filter yang dapat ditemukan di pasar, baik yang berbentuk padat berpori hingga berlubang pada bagian poros tengahnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan filter selulosa acetate yang berlubang pada bagian porosnya (hollow) pada sigaret kretek tangan (SKTF-Hollow) terhadap komposisi kimianya dibandingkan dengan sigaret kretek tangan pada umumnya sebagai referensi (SKT-R). Parameter nikotin, tar coresta, tar SNI, puff number, dan CO diuji menggunakan Smoking Machine Rotary dan Gas Chromatography (GC). Hasil pengujian yang diperoleh secara berurutan pada SKT Hollow 1,39; 36,78; 30,94; 12,14;21,09 sedangkan pada SKT-R 1,93; 40,86; 34,26;17,85’22,68. Hasil menunjukkan komposisi kimia SKT-R berbeda nyata dengan SKTFHollow. Simpulan penelitian ini, filter selulosa acetate yang berlubang pada bagian poros tengahnya (hollow) memberikan fungsi filtrasi kimiawi terhadap kandungan rokok SKT-R sehingga penambahan filter selulosa acetate yang berlubang dibagian porosnya (hollow) pada rokok sigaret kretek tangan tidak bisa masuk kedalam kategori SKT.Â

    UJI ANALISA PERBANDINGAN BERAT SERBUK KAYU MANGGA (Mangifera indica) DAN AMPAS TEBU TERHADAP DAYA PATAH DAN DAYA ELASTIS PADA IMPREGNASI DENGAN PENAMBAHAN RESIN POLISTILENE

    Get PDF
    Ampas tebu merupakan limbah padat dari pengolahan industri gula tebu dan termasuk biomassa yang mengandung lignoselulosa. kayu mangga juga merupakan salah limbah padat yang kurang menarik minat masyarakat untuk megolahnya. Impregnasi merupakan suatu metode penggabungan dua atau lebih material polimer baik memiliki sifat yang sama maupun berbeda untuk menghasilkan produk yang lebih kompatibel. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh berat serbuk kayu dan ampas tebu dengan berbagai variasi terhadap keefektifan impregnasi serta menentukan hasil yang optimun nilai Kuat Patah(MOR), Modulus Elastisitas(MOE). Penelitian ini dilakukan dengan metode impregnasi dengan berbagai variasi campuran serbuk kayu mangga dan ampas tebu dengan tekanan 1 atm, Resin yang digunakan adalah Polistirena sebanyak 40 gr dan pelarut yang digunakan benzene sebanyak 150 ml pada suhu impregnasi 150 °C selama 30 menit. Hasil optimum yang diperoleh nilai MOR dari penelitian ini adalah campuran serbuk kayu mangga 60% dan ampas tebu 40% dengan nilai 69,87436 kg/cm2 dan nilai MOE terdapat pada campuran serbuk kayu mangga 50% dan Ampas tebu 50% dengan nilai 0,35792 kg/cm2. Menurut Standart Nasional Indonesia (SNI 03 3527-1994) tentang Mutu Kayu maka kayu yang diperoleh tergolong dalam kelas kuat golongan V.Kata kunci:Serbuk kayu mangga, ampas tebu, impregnasi, resin polistilen

    POTENSI PEMBENTUKAN ASAM NITRAT DARI PENANGKAPAN UDARA BEBAS MELALUI PLASMA DISCHARGE

    No full text
    Asam nitrat atau HNO3 merupakan salah satu produk penting bagi pelaku industri, karena dapat digunakan untuk bahan baku proses pembuatan pupuk, industri tekstil, bahan peledak dan sebagai bahan pemurnian logam. Salah satu proses pembuatan asam nitrat yaitu dengan menggunakan proses ostwald, akan tetapi proses ini menghasilkan berbagai macam limbah yang merugikan untuk lingkungan. Pada percobaan ini, reaktor plasma discharge berbahan baku udara bebas diberikan variasi parameter yaitu jarak antar elektroda 0,5 cm dan 1 cm, tegangan 4,8 kV dan 6 kV, serta laju aliran udara 0,2 L/m, 0,4 L/m, dan 1 L/m.  Semakin besar jarak elektroda, tegangan, dan waktu akan menurunkan pH dan meningkatkan konsentrasi nitrat di air penampungan. Lain halnya dengan laju alir yang semakin besar akan memperoleh konsentrasi nitrat lebih sedikit. Nilai konsentrasi nitrat tertinggi sebesar 21,94 ppm (pH=2,9) diperoleh dengan perlakuan berupa jarak elektroda 1 cm,  laju aliran udara 0.2 L/m, tegangan 6kV dan waktu treatment selama 40 menit. Reaktor plasma dapat menghasilkan nitat cair yang asam sehingga berpotensi dalam pembentukan asam nitrat, namun perlu penelitian lebih lanjut. Asam nitrat atau HNO3 merupakan salah satu produk penting bagi pelaku industri, karena dapat digunakan untuk bahan baku proses pembuatan pupuk, industri tekstil, bahan peledak dan sebagai bahan pemurnian logam. Salah satu proses pembuatan asam nitrat yaitu dengan menggunakan proses ostwald, akan tetapi proses ini menghasilkan berbagai macam limbah yang merugikan untuk lingkungan. Pada percobaan ini, reaktor plasma discharge berbahan baku udara bebas diberikan variasi parameter yaitu jarak antar elektroda 0,5 cm dan 1 cm, tegangan 4,8 kV dan 6 kV, serta laju aliran udara 0,2 L/m, 0,4 L/m, dan 1 L/m.  Semakin besar jarak elektroda, tegangan, dan waktu akan menurunkan pH dan meningkatkan konsentrasi nitrat di air penampungan. Lain halnya dengan laju alir yang semakin besar akan memperoleh konsentrasi nitrat lebih sedikit. Nilai konsentrasi nitrat tertinggi sebesar 21,94 ppm (pH=2,9) diperoleh dengan perlakuan berupa jarak elektroda 1 cm,  laju aliran udara 0.2 L/m, tegangan 6kV dan waktu treatment selama 40 menit. Reaktor plasma dapat menghasilkan nitat cair yang asam sehingga berpotensi dalam pembentukan asam nitrat, namun perlu penelitian lebih lanjut

    Augmented Reality sebagai Media Edukasi Pengenalan Hewan Berdasarkan Jenis Makanannya

    Get PDF
    Seiring berkembangnya waktu teknologi informasi berkembang sangat cepat. Perkembangan teknologi juga mempengaruhi bidang pendidikan. Teknologi dapat menciptakan suatu aplikasi pembelajaran yang dapat digunakan untuk menyampaikan isi materi yang melibatkan perangkat bergerak seperti ponsel, laptop dan tablet. Tampilan animasi pada dunia pendidikan membantu pengajar dalam penyampaian materi sebuah program tutorial dengan menggunakan suatu aplikasi android. Ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan mata pelajaran yang ditujukan agar siswa mempunyai wawasan tentang alam sekitar. Salah satu materi pelajaran IPA yang diberikan disekolah membahas mengenai pengelompokan hewan berdasarkan jenis makanan. Pada materi pelajaran tersebut siswa diharapkan agar dapat mengetahui perbedaan antara hewan herbivora, karnivora, dan omnivora. Pengembangan aplikasi dimulai dari tahap konsep, perancangan, pengumpulan bahan, percobaan, pembuatan, hingga tahap distribusi. Dalam aplikasi ini penulis menggunakan aplikasi unity untuk membangun sistem dan SDK vuforia

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇