e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Kombinasi Vigenere-Aes 256 dan Fungsi Hash Dalam Kriptografi Aplikasi Chatting
Aplikasi chatting adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengirim pesan secara langsung atau real time tanpa jarak dari dunia internet. Berbagai jenis aplikasi perpesanan yang tersedia saat ini belum tentu memiliki keamanan yang baik karena tidak ada aturan baku yang digunakan untuk melindungi pesan dalam aplikasi tersebut. Dalam enkripsi, data atau informasi dilindungi dengan cara menyandikan data tersebut sehingga makna aslinya tidak dapat langsung ditafsirkan oleh pembaca. Vigenere Cipher adalah algoritma enkripsi klasik sederhana yang pengkodeannya menggunakan kotak yang disebut tabel Vigenere. AES (Advanced Encryption Standard) adalah salah satu teknik enkripsi modern yang menggunakan permutasi, permutasi, dan beberapa putaran atau putaran yang diterapkan pada setiap blok yang dienkripsi/didekripsi. Dengan demikian, dalam penelitian ini, kami mengimplementasikan kombinasi password klasik dan modern, yaitu Vigenere Cipher dan AES. Hasil eksperimen membuktikan bahwa kombinasi enkripsi menghasilkan nilai entropi informasi yang tinggi sebesar 4,125937 dan nilai koefisien korelasi mendekati nol sebesar 0,00722057 untuk pesan 1024 byte
Pengaruh Zat Aditif Fenol dalam Memperbaiki Nilai Tegangan Tembus (Breakdown Voltage) Minyak Transformator Terkontaminasi
Karakteristik tegangan tembus (breakdown voltage) pada minyak transformator mengalami penurunan jika terdapat kontaminan pada minyak transformator tersebut. Pada penelitian ini, penulis ingin mencari alternatif untuk meningkatkan kualitas minyak transformator dengan penambahan zat aditif Fenol untuk mengikat serta menghilangkan partikel kontaminan yang terkandung pada minyak transformator. Penulis melakukan pengujian dengan menambahkan kandungan Fenol sebesar 40m, 45 ml, 50 ml. Untuk parameter pengujian penulis mengambil pengujian tegangan tembus, massa jenis serta viskositas. Serta penambahan kontaminan berupa bubuk karat 8 gr dan air hujan 8 ml. Hasil yang diperoleh, minyak isolasi bekas dengan penambahan fenol menunjukkan adanya peningkatan nilai tegangan yang memenuhi SPLN 49-1: 1982, yaitu ≥40 kV/2,5. Zat aditif Fenol mampu meningkatkan sampel minyak yang telah mengalami penurunan kualitas, dengan nilai tegangan tembus tertinggi sebesar 48,57 kV; massa jenis tertinggi sebesar 1,01 g/m³ serta viskositas tertinggi sebesar 20,01 cS
Investigasi Eksperimental Kekuatan Dielektrik Isolator pada Saluran Transmisi 150 kV Koto Panjang – Payakumbuh
Saluran transmisi 150 kV Koto Panjang – Payakumbuh memiliki panjang saluran 86 km dengan jumlah menara 248, diantaranya terdapat 63% tower pada lingkungan perbukitan dengan jumlah flashover 82%, 20% tower berada di lingkungan sawah dengan jumlah flashover 16%, dan 16% tower terletak di lingkungan gurun dengan jumlah flashover 2%. Posisi tower biasanya berpengaruh terhadap flashover yang terjadi pada isolator. Selain itu faktor lain yang mempengaruhi terjadinya flashover pada isolator adalah aktivitas petir yang tinggi, tahanan kaki menara yang besar, panjang span dan panjang gap arching horn yang berbeda-beda, serta kondisi lingkungan sekitar isolator yang menyebabkan kontaminasi pada permukaan isolator. Lapisan kontaminan di permukaan isolator disebabkan oleh polutan yang berterbangan di udara dimana lapisan tersebut dapat berubah menjadi konduktor apabila terkena kelembaban, hujan, dan kabut. Hal tersebut merupakan langkah awal terciptanya flashover pada permukaan isolator. Untuk meminimalisir terjadinya flashover maka dapat dilakukan analisa tentang jenis kontaminan yang terdapat pada permukaan isolator. Analisa yang dilakukan yaitu menguji nilai kekuatan dielektrik pada isolator. Hasil pengujian menunjukan bahwa lumut merupakan kontaminan pada permukaan isolator yang mengakibatkan isolator mudah terkena flashover yang dibuktikan dengan terjadinya flashover sebelum mencapai BIL. Berdasarkan hasil pengujian pada gambar dapat dilihat bahwa kekuatan dielektrik isolator berkurang sebesar 83,73%. Pada saat pengujian XRD didapatkan kandungan kontaminan yang mengandung Silicon Oxide dengan score 26 jadi kandungan kontaminan berpengaruh terhadap terjadinya penurunan kekuatan dielektrik isolator
Analisa Arus Hubung Singkat untuk Over Current Relay (OCR) pada Jaringan Distribusi 20 kV di Gardu Induk Kambang
Feeder Painan di Gardu Induk Kambang adalah feeder yang memiliki panjang saluran 55 km dan menggunakan kawat AAAC dengan luas penampang 150 mm2. Penelitian ini membahas tentang arus gangguan per km dari panjang saluran yakni 1%, 5%, 10%, 25%, 50%, 75%, 100%. Melakukan perhitungan impendasi sumber, impedansi transformator tenaga, impedansi jaringan, arus hubung singkat 3-fasa dan 2-fasa. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa arus hubung singkat dipengaruhi oleh jarak titik gangguan, semakin dekat jarak titik gangguannya maka semakin besar arus gangguan hubung singkatnya dan begitu pula sebaliknya, dengan arus gangguan hubung singkat 3-fasa di jarak 1% = 7620 A, 5% = 6193 A, 10% = 4973 A, 25% = 3079 A, 50% = 1867 A, 75% =1336 A, 100% = 1040 A dan arus gangguan hubung singkat 2-fasa di jarak 1% = 6599 A 5% = 5363 A, 10% = 4307 A, 25% = 2667 A, 50% = 1616 A, 75% = 1157 A, 100% = 900 A. Untuk perbandingan jarak saluran 3-fasa dan 2-fasa terlihat arus hubung singkat 3-fasa lebih tinggi dari arus hubung singkat 2-fasa.  Kata kunci : Gangguan Hubung Singkat, OCR, ETAP 12.
Sistem Pengolahan Nilai Raport Berbasis Web pada SMA Tunas Patria Ungaran
Pada saat ini penggunaan teknologi informasi di SMA Tunas Patria Ungaran masih belum dimanfaatkan sepenuhnya. Adanya komputer dan internet hanya dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk mencari materi dan mengunduhnya serta digunakan jika diperlukan saja. Saat ini di SMA Tunas Patria Ungaran pengolahan nilai laporan hasil belajar masih dilakukan secara manual yaitu dengan cara guru kelas harus menuliskan dalam lembar penilaian hasil belajar siswa yang sudah disediakan oleh sekolah berdasarkan mata pelajaran yang diampu kemudian dikumpulkan ke bagian kurikulum dengan batas waktu yang sebelumnya sudah disepakati bersama. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Waterfall. Penelitian yang dilakukan menghasilkan sistem pengolahan nilai raport berbasis yang dapat mempermudah guru dalam menginput maupun memperbarui nilai raport
Sistem Manajemen Santri Berbasis Web pada Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semarang
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki santri dengan kegiatan yang bermacam-macam. Mulai dari kegiatan harian, mingguan, mau pun bulanan. Pada studi kasus Pondok Pesantrean Luhur Wahid Hasyim Semarang, data santri selama ini disimpan secara konvensional atau belum terkomputerisasi. Data santri tersebut meliputi daftar santri, data kamar santri, data santri keluar, pendaftaran santri, dan pelaporan data santri. Hal ini menyulitkan pengasuh atau pengurus pondok pesantren dalam melakukan pendataan santri secara rapi dan efisien, rekapitulasi dan pencarian data. Sehingga peneliti membangun sistem informasi manajemen santri berbasis web untuk membantu pengurus dalam mengelola data santri pada ponpes. Sistem yang diusulkan merupakan sistem berbasis web melalui beberapa tahap yaitu analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian sistem menggunakan metode Black Box. Dari hasil pengujian, didapatkan kesimpulan bahwa sistem manajemen santri berbasis webyang dibangun dapat berjalan sesuai dengan rancangan. Sistem dapat digunakan untuk menyimpan data santri, melakukan pendaftaran santri baru dan pendataan santri yang keluar dari ponpes serta pendataan kamar santri
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK ETANOLIK DAUN TEKELAN (Chromolaena odorata L.)
Daun tekelan (Chromolaena odorata L.) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder seperti steroid, tanin, dan flavonoid. Kandungan flavonoid dan tanin yang ada pada daun tekelan memiliki aktivitas biologis seperti penyembuh luka dan antibakteri. Salah satu bentuk sediaan yang cocok untuk penyembuhan luka adalah sediaan salep. Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat salep dari ekstrak daun tekelan dengan berbagai macam basis. Pada penelitian ini, daun tekelan diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstrak etanol daun tekelan dibuat dalam bentuk sediaan salep dengan basis hidrokarbon, serap air, mudah dicuci dan larut air. Hasil uji menunjukkan bahwa basis berpengaruh terhadap sifat fisik salep. Berdasarkan hasil uji, salep F4 (basis larut air) merupakan salep yang memiliki sifat fisik yang paling baik dibandingkan ketiga basis lainnya. Salep larut air berwarna coklat muda, berbau wangi, memiliki konsistensi semi padat, homogen, memiliki pH 5, daya sebar 3,5 cm dan daya lekat 8 detik
Kalibrasi Arah Kiblat Masjid Agung Parepare Prespektif Fiqih dan Ilmu Falak
Syekh Ali As-Shobuni in his Tafsir Ayatul Ahkam explained that according to Imam As-Syafi'i, the obligation to face the Qibla is an absolute obligation to face the 'ainul ka’bah (building of the Kaaba) both for those who are inside the Grand Mosque or outside the Grand Mosque . As for those who are outside the Grand Mosque and cannot see the Kaaba directly, they must study knowledge that can accurately and accurately give directions facing the Qibla, namely Astrology. The existence of Astrology and the spread of Astrology is the reason why calibration of the Qibla direction of mosques is mandatory, so is the Great Mosque of A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle, Parepare City. The initial conclusions of the researchers were based on Google Earth-based measurements of the Qibla direction of the Great Mosque of A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle, Parepare City deviated to the south. The purpose of this study is to describe the use of the Qibla direction method at the Great Mosque of A.G. KH. Abdul Rahman Ambo Dalle, Parepare and analyzed history and calibrated Qibla direction with contemporary reckoning using the Google Earth application tools, istiwa sticks and theodolite. The results showed that the method of measuring the Qibla direction of the Great Mosque of Parepare City uses the Compass method. Qibla direction calibration based on the Google Earth method found Qibla deviation. As for the calibration results with the Stick of Istiwa' method, it was found that the Qibla direction was deviated by 5o 30'. The Qibla Direction Calibration result with the theodolite method is 6o. Based on these 3 methodologies it was concluded that the Qibla direction of the Grand Mosque of Parepare City is not accurate.
Keywords: Effectiveness; Harmony; Tolerance
Syekh Ali As-Shobuni dalam karyanya Tafsir Ayatul Ahkam menjelakan bahwa menurut Imam As-Syafi’i, kewajiban menghadap kiblat merupakan kewajiban muthlak manghadap ‘ainul ka’bah (bangunan ka’bah) baik bagi yang berada di dalam Masjidil Haram ataupun diluar masjidil haram. Adapun yang berada diluar Masjidil Haram dan tidak dapat melihat langsung ka’bah maka wajib mempelajari ilmu yang dapat dengan tepat dan akurat memberikan arah menghadap kiblat yakni Ilmu Falak. Eksistensi Ilmu Falak dan menyebarnya Ilmu Falak menjadi sebab kalibrasi arah kiblat masjid menjadi wajib, begitu juga Masjid Agung A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare. Kesimpulan awal peneliti berdasarkan pengukuran berbasis Google Earth arah kiblat Masjid Agung A.G.K.H. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare melenceng ke arah selatan. Tujuan Penelitian ini yang mendeskripsikan penggunaan metode arah kiblat Masjid Agung A.G. KH. Abdul Rahman Ambo Dalle Kota Parepare dan menganalisis historis dan kalibrasi arah kiblat dengan hisab kontemporer menggunakan alat aplikasi Google Earth, tongkat istiwa’ dan theodholite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengukuran arah kiblat Masjid Agung Kota Parepare menggunakan metode Kompas. Kalibrasi arah kiblat berdasarkan metode Google Earth ditemukan kemelencengan arah kiblat. Adapun hasil kalibrasi dengan metode Tongkat Istiwa’ ditemukan kemelencengan arah kiblat sebesar 5o 30’. Hasil Kalibrasi Arah Kiblat dengan metode theodholite ialah 6o. Berdasarkan 3 metodologi tersebut disimpulkan bahwa arah kiblat masjid agung kota parepare tidak akurat.
Kata kunci: Efektifitas; Kerukunan; Tolerans
IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI MADRASAH IBTIDAIYAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi implementasi PPK di MI Kota Semarang. Minimnya sosialisasi menyebabkan belum meratanya implementasi PPK di MI Kota Semarang. Terbukti dari 83 Madrasah Ibtidaiyah secara legal formal yang telah melaksanakan PPK hanya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sumurejo Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, pengintegrasian PPK dalam Kurikulum 2013 pelaksanaanya masih mengalami banyak kendala. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan atau lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. Penelitian ini guna menggali informasi tentang implementasi penguatan pendidikan karakter di MI Kota Semarang. Data ini dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Untuk menambah, mengkonfirmasi dan menajamkan data maka dalam penelitian ini juga diperlukan FGD (Focus Group Discussion) dengan mengundang pihak-pihak terkait. Beberapa hal yang dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak terkait antara lain: (1) Pemerintah kota semarang dalam hal ini Kemenag Kota seharusnya mensosialisasikan perpres no.87 tahun 2018 terkait dengan penguatan pendidikan karakter dan melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan. (2) Kepada pihak sekolah selalu pro aktif dan menjalin kerjasama antara sekolah maupun madrasah yang sudah mengetahui informasi maupun pengimplementasian terkait perpres no.87 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter.         Kata kunci: Implementasi, Penguatan Pendidikan Karakter, Madrasah IbtidaiyahAbstractThis study aims to determine information on the implementation of PPK in all Madratsah Ibtidaiyah of Semarang. The lack of socialization led to the uneven implementation of PPK in all Madratsah Ibtidaiyah of Semarang. It was evident from 83 legally formal Madrasah Ibtidaiyah who had implemented PPK only Sumurejo State Madratsah Ibtidaiyah Semarang. Based on the results of the study, the integration of KKP in the 2013 Curriculum implementation still faced many obstacles.  The approach and type of research uses a descriptive qualitative approach with using the type of field research or natural environment as a direct data source. This research is to explore information about the implementation of strengthening character education in all Madratsah Ibtidaiyah of Semarang. This data is collected through observation and in-depth interviews. To add, confirm and sharpen the data, in this study is also needed FGD (Focus Group Discussion) by inviting relevant parties. Somethings that can be recommended to relevant parties include: (1) Semarang city government in this case the City Ministry of Religion should socialize Perpres No. 87 of 2018 related to strengthening character education and conducting socialization as well as mentoring. (2) The school is always pro-active and cooperates between schools who already know the information and implementation related to Presidential Regulation No.87 of 2018 concerning strengthening character education.          Keywords: Implementation, Strengthening Character Education, Madrasah Ibtidaiya
Pemenuhan Hak Narapidana Pada Masa Pandemi Covid-19 di Rutan Kelas IIB Purbalingga
AbstrakSetiap warga negara yang sedang menjalani hukuman pidana penjara memiliki seperangkat hak yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2022 dan wajib dipenuhi oleh negara. Dalam hal pemenuhan hak tersebut oleh negara melalui sebuah Lapas atau Rutan yang menjadi instansi tempat narapidana untuk menjalani hukuman. Namun saat ini dunia sedang dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mana hal tersebut bisa menyebabkan ada perbedaan dalam pemenuhan hak-hak narapidana tersebut. Untuk mengetahui pemenuhan hak narapidana di masa pandemi dilakukan sebuah penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk bisa menelaah yang menjadi permasalahan di dalam penelitian ini. Lokus yang dipilih untuk dilakukan penelitian adalah di Rutan Kelas IIB Purbalingga. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui di Rutan Kelas IIB Purbalingga dalam pemenuhan hak narapidana khususnya pada masa pandemi terdapat sedikit perbedaan. Beberapa hak ada yang tetap diberikan namun dalam pelaksanaanya dikurangi atau dilakukan pembatasan. Dan ada hak yang tidak diberikan dan digantikan dengan alternatif lain seperti hak kunjungan keluarga. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pemenuhan hak menggunakan alternatif lain untuk bisa tetap memenuhi hak narapidana. Rutan Purbalingga diharapkan lebih menekankan penerapan protokol kesehatan untuk bisa memutus mata rantai penyebaran virus dan tidak ada narapidana yang terpapar kembali