e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Rekomendasi Penempatan Produk Fashion dalam Meningkatkan Peminatan Pembelian Menggunakan Association Rules Mining
Dalam Persaingan di dunia bisnis khususnya dalam industri fashion, menuntut para pengusaha untuk menemukan suatu strategi pemasaran yang dapat meningkatkan penjualan produk. Salah satu strategi yang dapat di terapkan untuk menarik minat konsumen yaitu dengan menata tata letak, penempatan tata letak yang tepat dan sesuai dengan kebiasaan pembelian pelanggan akan meminimalisasikan waktu saat pelanggan akan mencari dan membeli barang dan tata letak yang tepat juga dapat menghindari loss opportunity to sell akibat ketidaktahuan konsumen akan lokasi produk. Berdasarkan latar belakang yang ada, tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningktkan peminatan pembelian dengan cara mengatur tata letak produk, Data transaksi penjualan yang dapat dimanfaatkan kembali dengan mengolah data transaksi tersebut menjadi suatu informasi yang baru dengan menggunakan teknik mining association rule mining dengan pendekatan algoritma fp growth dapat digunakan untuk menemukan hubungan diantara data dengan algoritma untuk mencari kandidat aturan asosiasi. Pada penelitian dengan menggunakan teknik association rules pendekatan algoritma fp growth menghasilkan beberapa aturan, aturan tertingginya yaitu dengan nilai minimum support 18% dan nilai minimum confidance 72%, konsumen cenderung membeli produk shirt dan t shirt, sehingga item produk shirt dan t shirt di rekomendasikan tata letak penyimpanannya saling berdampingan
Analisis Performansi Pengendali PID pada Motor DC Menggunakan Metode Tuning Cohen-Coon
Kontroler PID merupakan kontroler yang bisa dipakai untuk mendapatkan tanggapan atau respon yang diinginkan dalam sebuah sistem, karena kontroler ini telah terbukti mampu memberikan performasi yang baik dengan akurasi hasil perkiraan yang bagus dan mempunyai tingkat error yang kecil. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa 2 motor DC dengan kendali PID terhadap perhitungan rumus dengan perhitungan di Simulink Matlab, menganalisa respon sistem overshoot, rise time, settling time memakai metode Cohen-Coon. Metode yang digunakan yaitu metode Cohen-Coon. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pada Motor DC Shunt respon sangat tidak stabil, yang mana masih terdapat banyak osilasi serta nilai overshoot yang sangat tinggi yaitu 97 %, untuk settling time yaitu 55.1 second dan nilai rise time yaitu 0.156 second. Pada Motor DC Pittman respon sistem dari motor DC Pittman sangat tidak stabil, yang mana masih terdapat banyak osilasi serta nilai overshoot yang sangat tinggi yaitu 98.5 %, untuk settling time yaitu 3.75s dan untuk rise time 0.0049s. Pada Motor DC Shunt respon sistem atau hasil dari running pada matlab dengan mengunakan pengendali PID, dengan menginputkan nilai P = 49.38, I = 0.1214 dan D = 0.0181. Sehingga dapat dianalisa bahwa respon sistem telah stabil dengan tidak adanya overshoot serta tidak ada osilasi pada grafik, kemudian respon waktu naik dari grafik juga telah stabil ditunjukkan dengan nilai dari rise time yaitu 2.67 serta settling time yaitu 4.78. Pada Motor DC Pittman respon sistem atau hasil dari running program pada matlab dengan mengunakan pengendali PID, dengan menginputkan nilai P = 49.38, I = 0.1214 dan D = 0.0181. Sehingga dapat dianalisa bahwa respon sistem telah stabil dengan tidak adanya overshoot serta tidak ada osilasi pada grafik, kemudian respon waktu naik dari grafik juga telah stabil ditunjukkan dengan nilai dari rise time yaitu 0.139 serta settling time yaitu 0.242
Analysis of Pharmacists and Doctors Collaboration in Handling Diabetes Mellitus Patients: Pharmacists Perspective
Background: Diabetes mellitus is a complex disease, a chronic disease which requires continuous medical care. To improve patient clinical outcomes and success in therapy requires an inter professional collaboration. Objective: This study was aimed to analyse the collaboration of physicians and pharmacists in community healthcare centers throughout Surabaya, especially in dealing with diabetes mellitus patients from pharmacist's perspective. Method: This was a cross sectional study that was conducted within 3 months in 63 community healthcare centers in Surabaya with 63 pharmacists as respondents. The instrument used was the “Pharmacists Collaboration Questionnaire†which contained independent variables from Collaborative Working Relationship (CWR) models including exchange characteristics with trust domain, initiation relationship and role specifications. The Dependent variable was collaborative practice. Data analysis used was non-parametric analysis with Rank Spearman Test correlation to determine the relationship between the exchange characteristics variable. Result: The results of data analysis showed that there was a significant relationship (p = 0.000) between each of the three domains and collaborative practice of physician and pharmacist. The initiation relationship pharmacists was a domain that had strongest influence on collaboration practice followed by specification role and trust. Conclusion: Despite the result that all three domains in CWR had correlation with collaborative practice, further information about the real implementation of collaborative practice.  Keywords: collaboration, diabetes mellitus, intervention, pharmacist and docto
KEWENANGAN PERAWAT DALAM TINDAKAN TENS-EMS SECARA HOMEVISITE DAN PENERAPAN KESELAMATAN PASIEN PADA TINDAKAN TENS-EMS
Banyak perawat memiliki keahlian yang diperoleh dari pengalaman, sehingga tidak jarang ditemukan di beberapa lokasi, seorang perawat melakukan tindakan di luar kompetensinya seperti melakukan tindakan-tindakan yang seharusnya dilakukan oleh dokter, fisioterapi, dan juga farmasis. Apabila hal ini terus dilanjutkan maka dikhawatirkan akan terjadi malpraktik administratif, sebab keselamatan pasien adalah sasaran utama dalam pemberian asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran bagaimana kewenangan perawat dalam tindakan TENS-EMS secara homevisite dan bagaimana penerapan keselamatan pasien pada tindakan TENS-EMS. Metode penelitian yang digunakan adalah melalui pendekatan yuridis normatif dengan pengumpulan data dari studi kepustakaan. Hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh bahwa perawat memiliki kewenangan dalam melakukan terapi TENS-EMS karena ini sudah menjadi bagian dari standar intervensi penatalaksanaan nyeri yang dikeluarkan oleh Organisasi Profesi PPNI. Disamping itu, penatalaksanaan EMS juga menjadi bagian dari tugas yang diperintahkan oleh Peraturan pada perawat yang melakukan praktik mandiri. Ini membuktikan bahwa perawat yang melakukan tindakan TENS-EMS secara homevisite diberikan kewenangan secara atributif oleh Peraturan Perundang-Undangan, dengan catatan bahwa homevisite yang dilakukan adalah merupakan bagian integral dari pelayanan keperawatan praktik mandiri perawat. Penerapan keselamatan pasien pada tindakan TENS-EMS yaitu dengan cara mengidentifikasi pasien dengan benar, meningkatkan keamanan obat-obatan emergency, memastikan tindakan terapi dilakukan pada lokasi rangsangan dengan benar, mengurangi risiko infeksi saat dilakukan terapi, dan mengurangi risiko cedera akibat arus listrik yang tidak stabil
KEMUDAHAN DAN KEUNTUNGAN MENDIRIkAN PERSEROAN TERBATAS (PT) BERDASARKAN UU CIPTA KERJA NO. 11 TAHUN 2020
Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu badan hukum untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan bisa dilakukan tanpa membubarkan perusahaan. Kehadiran Perseroan Terbatas (PT) sebagai suatu bentuk badan usaha dalam kehidupan sehari-hari tidak lagi dapat diabaikan. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa kehadiran Perseroan Terbatas (PT) sebagai salah satu sarana untuk melakukan kegiatan ekonomi sudah menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Praktik bisnis yang dilakukan oleh para pelaku usaha, baik itu pedagang, industrial, investor, kontraktor, distributor, bankir, perusahaan ansuransi, pialang, agen dan lain sebagainya tidak lagi dipisahkan dari kehadiran Perseroan Terbatas (PT). Berbisnis dengan mempergunakan Perseroan Terbatas (PT), baik dalam skala mikro, kecil, menengah maupun berskala besar merupakan model yang paling banyak dan paling lazim dilakukan Perseroan Terbatas (PT) yang merupakan bentuk usaha yang paling disukai saat ini.Â
Penggunaan Linier Programing Pada Sirkuit Hidrolik Memanfaatkan Ragam Pembukaan Katup Pembatas Tekanan
Simulator sistem hidrolik atau yang lebih dikenal dengan hydraulic training unit merupakan alat pembelajaran yang digunakan untuk memahami sistem hidrolik. Pada hydraulic training unit terdapat tiga jenis katup pembatas tekanan yaitu; relief valve, flow control valve dan shut off valve. Tujuan riset ini yakni untuk mendapatkan energi listrik yang optimal pada rangkaian sistem hidrolik dengan mengatur pembukaan katup pembatas tekanan. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengukuran tegangan, arus dan faktor daya yang terjadi pada masing-masing pembukaan katup pembatas tekanan. Menghitung daya listrik serta menghitung daya mekanik dari rangkaian sistem hidrolik. Melakukan optimisasi menggunuakan linier programing dan di uji menggunakan software Lindo.. Hasil yang diperoleh, pada rangkaian silinder hidrolik, pembukaan ¼ relief valve merupakan pembukaan optimal, energi listrik yang terjadi 390,6 Watt Jam. Pembukaan ¼ flow control valve merupakan pembukaan optimal, energi listrik yang terjadi 390,68 Watt Jam. Pembukaan ¼ shut off valve merupakan pembukaan optimal, energi listrik yang terjadi 390,68 Watt Jam
Pengaruh Suhu Microwave Asissted Extraction (MAE) Dalam Proses Delignifikasi Limbah Kulit Nanas Dengan Pelarut Aquades untuk media optimasi produksi biogas
Negara Indonesia memiliki banyak biomass sebagai salah satu sumber energi. Satu diantaranya limbah kulit nanas memiliki kandungan selulosa cukup besar yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku energi terbarukan. Akan tetapi adanyan lignin dalam kulit nanas menjadi penghambat dalam proses degradasi sel. Sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai proses optimasi selulosa limba kulit nanas dengan dengan metode delignifikasi MAE (microwave asissted extraction). Metode MAE memanfaatkan pancaran gelombang mikiro terhadap bahan polar sehingga terjadi interaksi antar molekul atau rotasi dipol yang menghasilkan panas sehingga dapat membantu memecah struktur bahan yang komplek menjadi struktur yang lebih sederhana. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan memvariaskan suhu operasi pada 70oC, 80oC dan 90oC didapatkan hasil bahwa kelarutan lignin meningkat seiring dengan kenaikan suhu operasi. Sampel kontrol yang digunakan sebagai pembanding memperoleh kelarutan lignin dan selulosa sebesar 2,68% dan 17,39% dari berat sampel. Sedangkan pada sampel yang dilakukan proses delignifikasi MAE mampu menaikan kelarutan lignin dan selulosa mencapai 9,04% dan 29,42% dari berat sampel pada suhu operasi 90oC, waktu 20 menit dan rasio 1:20 (b/v) yang menjadi kondisi optimum operasi delignifikasi MAE dengan variabel suhu. Sedangkan pada suhu 700C dan 800C secara berurutan mampu melarutkan  28.1955 %, 28.1389 % selulosa dan 7.4248 %, 7.3909 lignin
Pengaruh Orientasi Kognitif Terhadap Kesalahan Pelaporan dengan Sistem Pengendalian Manajemen sebagai Variabel Moderasi
The purpose of this study was to determine the effect of cognitive orientation on misreporting with the management control system as a moderating variable. This study used a sample of 67 postgraduate Management Master students at Pancasakti University, Tegal. The sampling technique in this study used a non-probability sampling method, namely purposive sampling. Data analysis was performed using 2X2 analysis of variance (ANOVA) with the help of SPSS 16 software. The test results show that the management control system has a positive and significant effect on misreporting. Cognitive orientation has a positive and significant effect on misreporting
Pengaruh Kinerja Keuagan Terhadap Return Saham Dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) Sebagai Variabel Moderasi Pada Bank Umum Konvensional
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap return saham dengan capital adequacy ratio (CAR) sebagai variabel moderasi pada bank umum konvensional yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019. Kinerja keuangan diukur dengan rasio-rasio keuangan yaitu: return on assets (ROA), Loan to deposit ratio (LDR), net performing loan (NPL) sedangkan return saham diukur dengan menghitung rasio return saham. Populasi penelitian ini meliputi bank umum konvensional yang terdaftar di BEI tahun 2017-2019. Sampel untuk penelitian ini dengan purposive sampling untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Sampel dalam penelitian ini ada 24 bank umum konvensional. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan periode 2017-2019 yang dipublikasikan di IDX. Teknik analisis data menggunakan uji statistik deskriptif, asumsi klasik, regresi berganda, pengujian hipotesis, dan moderated regression analysis (MRA) untuk uji interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham, LDR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap return saham, dan NPL tidak berpengaruh terhadap return saham. Variabel moderasi CAR tidak dapat memperkuat pengaruh ROA, LDR dan NPL terhadap return saham atau CAR tidak memoderasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen
PELATIHAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR
Menulis termasuk salah satu dari empat jenis keterampilan berbahasa. Dengan menulis diharapkan seseorang mampu mengekspresikan dirinya, sehingga dapat menyampaikan ide secara kreatif. Tujuan menulis yaitu menginformasikan, mengajak, meyakinkan, menghibur, dan mengekspresikan perasaan serta emosi. Kreatifitas seseorang penulis, khususnya menulis puisi dapat dilihat dari pemilihan kata. Menurut guru kelas IV SD Negeri 01 Tegalreja, Kabupaten Brebes bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi masih kurang. Hal ini dapat diketahui dari hasil pembahasan tema 6, subtema 1 pada kompentensi dasar melisankan puisi hasil karya pribadi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat sebagai bentuk ungkapan diri. Hal ini disebabkan karena siswa kesulitan dalam menentukan tema dan diksi. Tujuan pengabdian masyarakat ini mampu memahami teknik menulis puisi dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pemaparan materi terkait konsep dasar puisi dan menulis puisi menggunakan teknik latihan terbimbing. Kegiatan ini menghasilkan pengetahuan dan pengalaman baru bagi peserta tentang puisi, khususnya teknik menulis puisi. Peserta juga sangat antusias mengikuti pelatihan. Siswa mengamati, meniru dan termotivasi untuk mengimplementasikan teknik menulis puisi sesuai tahapan dalam menulis puisi. Siswa merasakan manfaat selama proses pelatihan, terutama teknik terbimbing menulis puisi. Siswa sudah dapat memilih kata dan penggunaan majas.Kata Kunci: menulis puisi, siswa, sekolah dasa