e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
4995 research outputs found
Sort by
Kajian Fenimisme Dalam Hubungan Internasional Kontemporer Studi Kasus : Peranan Beauty Vlogger Dalam Perdagangan Kosmetik Internasional
This article describes about the Role of Women in contemporary era. In the Contemporary era, women doesnt focus on fight to get their equality of her rights. But, she to take a part in all of the field, such as politic,economy,internasional organization, and soon. In contemporary era, we’ve known that we have multipolar pattern, and individu can to be actor of international relations. One of the example in this cases role of Beauty Vlogger or Influencer as fight of feminist in contemporary era. She doesnt look for equality but she shows her capabilities to join in a lot of fied. She can to be Brand Ambassador, Mediator and Comunicator of the International Cosmetic. Beside that, she can giving influence to society to buy the cosmetics from arond the world. She can empowerment her self to influence someone for the better future on her life. She use Social Media like youtube and instagram to promote her capabilities. This article use Liberal Feminsim to answer this fenomena, because of women can get her right, for example Women can empowerment her self, and can giving impact from her role to be Beauty Vlogger or Influencer. The Role of Beauty Vlogger has important meaning for International Trade of Cosmetics. It can increase of international or Local Tradeof Cosmetics and separate the self-acceptance and support each other for similar gender.Abstrak :Artikel ini menjelaskan tentang Peran Perempuan di era kontemporer. Di era Kontemporer, perempuan tidak fokus pada perjuangan untuk mendapatkan kesetaraan hak-haknya. Tapi, dia berkiprah di segala bidang, seperti politik, ekonomi, organisasi internasional, dan sebagainya. Di era kontemporer, kita telah mengetahui bahwa kita memiliki pola multipolar, dan individu dapat menjadi aktor hubungan internasional. Salah satu contohnya dalam hal ini peran Beauty Vlogger atau Influencer sebagai perjuangan feminis di era kontemporer. Dia tidak mencari kesetaraan tetapi dia menunjukkan kemampuannya untuk bergabung dalam banyak medan. Dia bisa menjadi Brand Ambassador, Mediator dan Komunikator Kosmetik Internasional. Selain itu, ia dapat memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk membeli kosmetik dari seluruh dunia. Dia dapat memberdayakan dirinya untuk mempengaruhi seseorang untuk masa depan yang lebih baik dalam hidupnya. Dia menggunakan Media Sosial seperti youtube dan instagram untuk mempromosikan kemampuannya. Artikel ini menggunakan Feminsim Liberal untuk menjawab fenomena ini, karena wanita bisa mendapatkan haknya, misalnya Wanita dapat memberdayakan dirinya sendiri, dan dapat memberikan dampak dari perannya menjadi Beauty Vlogger atau Influencer. Peran Beauty Vlogger memiliki arti penting bagi Perdagangan Internasional Kosmetik. Hal ini dapat meningkatkan Perdagangan Kosmetika Internasional atau Lokal dan memisahkan penerimaan diri dan saling mendukung untuk sesama jenis
Perdagangan Manusia Di Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2016-2017
The Crime of human trafficking is a form of modern slavery and basically transnational in nature. East Nusa Tenggara is the province with the highest number of victims of trafficking in Indonesia, which continues to experience an increase in the number of victims each year. The purpose of this study was to determine the causes of human trafficking in East Nusa Tenggara 2016-2017. The study found that the increasing number of victims was caused by several factors. This study uses a qualitative descriptive method used through library research and interviews. From the results of the analysis using the concept of the Portuguese protocol there are several factors that are causes, namely poverty, education, culture, unemployment, and low law enforcement. To overcome human trafficking crimes in East Nusa Tenggara, intervention from many parties is needed to eradicate the factors that make it easy for people to become human trafficking
Pengaruh Tekanan Compression Moulding Terhadap Kekerasan dan Densitas Daur Ulang High-Density Polyethylene (HDPE) Sebagai Kandidat Bahan Baku Ubin
Pengolahan sampah plastik salah satunya dengan menjadikan sebagai kandidat bahan baku ubin, sehingga dapat mengurangi sampah plastik dan meningkatkan nilai jual. Dengan menggunakan mesin compression moulding, sampah plastik akan dibuat menjadi produk ubin. Pada penelititan ini telah dilakukan pembuatan sampel ubin dengan bahan High Density Polyethlene (HDPE) daur ulang ukuran 22 x 22 cm pada variasi tekanan 5 kg/cm2, 7 kg/cm2, dan 10 kg/cm2 pada suhu kompresi 200ºC. Spesimen dilakukan pengujian kekerasan dan pengujian densitas. Pengujian kekerasan dilakukan menggunakan alat durometer dengan metode Hardess Shore D. Dalam pengujian kekerasan dapat dibaca hasil kekerasan 1 detik dan 15 detik. Waktu 1 detik nilai kekerasan tertinggi pada tekanan 10 kg/cm2 mencapai 61,8 Shore D dan waktu 15 detik nilai kekerasan tertinggi pada tekanan 10 kg/cm2 mencapai 56,3 Shore D namun pada tekanan 7 kg/cm2 waktu 15 detik nilai kekerasan menurun menjadi 54,7 Shore D. Menurut pengamatan yang dilakukan pada tekanan 7 kg/cm2 waktu 15 detik terdapat cacat porositas sehingga pada pengujian kekerasan waktu 15 detik nilai kekerasan mengalami penurunan. Nilai densitas terkecil terjadi pada variasi tekan 5 kg/cm2 yaitu 0,90 g/cm3, dan nilai tertinggi pengujian densitas pada variasi tekan 10 kg/cm2 yaitu 0,98 g/cm3. Hasil tersebut didapatkan bahwa semakin tinggi tekanan yang diberikan maka semakin tinggi pula nilai kekerasannya dan semakin tinggi tekanan akan meningkatkan nilai densitas plastik daur ulang jenis HDPE
POLITIK ENERGI RUSIA TERHADAP UNI EROPA MELALUI GAZPROM PADA TAHUN 2013-2015
From a political point of view, energy is used as a tool in foreign policy in achieving domestic interests and becomes a top priority in the policy agenda. The European Union is a region that is highly dependent on Russian energy, especially natural gas. Gazprom sees the EU as a great opportunity to dominate the EU market and is a leading exporter in the European and world gas markets. This study aims to analyze how Gazprom runs its business by following the energy policy of Russia. This research data was collected through library research techniques. The theory used by the author is energy security and foreign policy in accordance with the current situation in Russia and the European Union. This study finds that the EU's dependence on Gazprom's natural gas is very large, Gazprom's abundant gas ownership and sanctions have made Gazprom diversify its export routes with other potential buyers- China.Keywords: Energy policy, dependency, Energy security ABSTRAKArtikel ini bertujuan mengeksplorasi politik energi Rusia atas Uni Eropa melalaui Gazprom, sebagai salah satu perusahaan miliknya. memperlihatkan kekuatan energinya khususnya energi minyak dan gas alam. Dalam sudut pandang politik, energi dijadikan sebagai alat dalam kebijakan luar negeri dalam mencapai kepentingan dalam negeri suatu negara dan menjadi prioritas utama dalam agenda kebijakan. Teori yang digunakan penulis adalah energy security dan kebijakan luar negeri sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi oleh Rusia dan Uni Eropa. Dalam penelitian ini menemukan bahwa ketergantungan Uni Eropa pada gas alam Gazprom sangat besar, kepemilikan gas yang melimpah oleh Gazprom serta adanya sanksi membuat Gazprom mendiversifikasi rute ekspornya dengan pembeli potensial lainnya, yaitu Tingkok.  Kata kunci: Politik Energi, Ketergantungan, Keamanan Energ
Rekrutmen PDIP dalam Pilkada 2020: Antara Strategi Pemenangan dan Pelembagaan Partai Politik
This paper describes the winning strategy and institutionalization of political parties in the recruitment of PDIP candidates in 21 districts/cities in the 2020 simultaneous regional head and deputy regional head elections in Central Java Province. The research uses a literature study method with a qualitative approach. The results showed that the recruitment of PDIP candidates in the simultaneous regional head elections was capitalized as part of a winning strategy rather than party institutionalization. Using Adman Nursal's concept, found 7 recruitment patterns, which are based on four strategies: a) reinforcement, b) rationalization, c) inducement, and d) confrontation.From the point of view of party institutionalization based on the concept of Vicky Randall and Lars Svasand, it can be seen that the magnitude of the push as a floating party is indicated by the degree of (1) systemness, (2) value identity, (3) autonomy in decision making, and (4) knowledge or public image (reification) of a political party.The pattern of PDIP regional election recruitment that is closed but seems open confirms the development of the character of a “floating partyâ€, namely a political party that is less responsible and less responsive to its constituents. Luckily, in a floating mass atmosphere that is not politically literate, PDIP candidates won the majority of the 2020 simultaneous regional elections in Central Java.Keywords: Political Recruitment, Winning Strategy, Political Institutionalization, Floating PartyAbstrakPenelitian ini ingin menjelaskan strategi pemenangan dan pelembagaan partai politik dalam rekrutmen calon PDIP di 21 kabupaten/kota pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan rekrutmen calon PDIP pada pilkada serentak dikapitaliasi sebagai bagian strategi pemenangan dibanding pelembagaan partai. Menggunakan konsep Adman Nursal, ditemukan 7 pola rekrutmen, yang didasarkan pada empat strategi: a) penguatan (reinforcement strategy), b) rasionalisasi (rationalization strategy), c) bujukan (inducement srategy), dan d) konfrontasi (confrontation strategy). Dari sudut pelembagaan partai berdasarkan konsep Vicky Randall dan Lars Svasand terlihat besarnya dorongan sebagai partai mengambang (floating party) yang diindikasikan dari derajat (1) kesisteman (systemness), (2) identitas nilai (value infusion), (3) otonomi dalam pembuatan keputusan (decisional autonomy), dan (4) pengetahuan atau citra publik (reification) terhadap suatu partai politik. Pola rekrutmen pilkada PDIP yang tertutup tapi terkesan terbuka mengkonfirmasikan terbangunnya watak “partai mengambang†(floating party), yakni partai politik yang kurang bertanggungjawab dan kurang tanggap terhadap konstituen. Beruntung, dalam atmosfer massa mengambang (floting mass) yang tidak melek politik, calon-calon PDIP memenangi mayoritas pilkada serentak tahun 2020 di Jawa Tengah.Kata Kunci : Rekrutmen Politik, Strategi Pemenangan, Pelembagaan Politik, Partai Mengamban
‘VACCINE DIPLOMACY’ AND ‘VACCINE NATIONALISM’ IN THE POSTCOVID-19 ERA: AN APPRAISAL FROM THE BANGLADESHI PERSPECTIVE
The impact of global political actors on vaccine diplomacy and vaccine nationalism will be discussed in depth in this research study. First, vaccine pulls in developed countries long before vaccines were discovered and manufactured. Second, vaccine diplomacy and nationalism have emerged as a new tool for safeguarding inter-state relations; it is a weapon for extending imperialism in contemporary international politics. As a result, many governments have competed to announce vaccine gifts or advance supplies to other countries to sway public opinion while failing to meet their needs. For example, the Seram Institute of India failed to produce the promised vaccine due to the severe corona infection and complete failure of the death-oxygen-health system in India. As a result, 1.3 million people out of 3.5 million who received the first dose could receive the second dose. Bangladesh's government has stepped up diplomatic efforts outside India to gather and manufacture vaccines with Russia and China. Furthermore, Bangladesh's government is stepping up diplomatic attempts to obtain vaccines from the USA, Japan, and the UK. Finally, this study will examine how vaccine diplomacy and vaccine nationalism work in Bangladesh regarding vaccine collection.Keywords: Diplomacy, Nationalism, Negotiation, Globalization, Pandemic, Covid-19AbstrakArtikel ini membahas tentang Dampak aktor politik global terhadap diplomasi vaksin dan nasionalisme vaksin. Pertama, penarikan vaksin di negara maju jauh sebelum vaksin ditemukan dan diproduksi. Kedua, diplomasi vaksin dan nasionalisme telah muncul sebagai alat baru untuk menjaga hubungan antar negara; itu adalah senjata untuk memperluas imperialisme dalam politik internasional kontemporer. Akibatnya, banyak pemerintah bersaing untuk mengumumkan hadiah vaksin atau memajukan pasokan ke negara lain untuk mempengaruhi opini publik sementara gagal memenuhi kebutuhan mereka. Misalnya, Institut Seram India gagal memproduksi vaksin yang dijanjikan karena infeksi korona yang parah dan kegagalan total sistem kesehatan oksigen kematian di India. Akibatnya, 1,3 juta orang dari 3,5 juta yang menerima dosis pertama dapat menerima dosis kedua. Pemerintah Bangladesh telah meningkatkan upaya diplomatik di luar India untuk mengumpulkan dan memproduksi vaksin dengan Rusia dan China. Selain itu, pemerintah Bangladesh meningkatkan upaya diplomatik untuk mendapatkan vaksin dari Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris. Terakhir, penelitian ini akan mengkaji bagaimana diplomasi vaksin dan nasionalisme vaksin bekerja di Bangladesh terkait pengumpulan vaksin.Kata kunci: Diplomasi, Nasionalisme, Negosiasi, Globalisasi, Pandemi, Covid-1
Peran Keluarga Menanggulangi Terorisme Tinjauan Hukum Islam dalam Kursus Pra Nikah
This paper seeks to strengthen the opinion or concept that states the importance of the family in dealing with the terrorism crisis in Indonesia. This paper is the result of qualitative research on a variety of data sources (works); books and articles discussing and or researching the role of the family in dealing with terrorism emergencies. Berger's theory of social construction is used to see the role and or function of writing, where this paper is still at the level of externalization, of three steps; externalization, objectification, and internalization to become Social Actions, to become people's habits. Meanwhile, in order to control social actions, it employs preventive and repressive measures, while on the process side, it employs persuasive, coercive, and curative measures. As a result, three conclusions are possible. First, terrorism remains a social problem in Indonesia, requiring serious, substantial, and long-term solutions. Second, there are several reasons and or reasons why terrorism remains a social problem, but the core of the problem is the role and or function of the family that does not work or runs optimally. Third, in order for the family role and or function to function properly, both the husband and wife must be competent in the field of family roles and or functions. These competencies are attained by husband and wife through participation in the Pre-Marriage Course, Bride and Groom Candidate. As a result, husbands and wives to be must attend a marriage course and all of its variations at least once before marriage, and it is preferable to be present during marriage.Keywords: Role/function of family; Counter terrorism; Marriage course.Tulisan ini bertujuan menguatkan pendapat atau konsep yang menyatakan betapa penting peran keluarga dalam menanggulangi darurat terorisme di Indonesia. Tulisan ini merupakan hasil penelitian kualitatif terhadap sejumlah sumber data (karya), buku dan artikel dan atau hasil penelitian mengenai pentingnya peran keluarga dalam menanggulangi darurat terorisme. Untuk melihat peran dan atau fungsi tulisan digunakan teori konstruksi social berger, dimana tulisan ini masih berada pada level ekternalisasi, dari tiga langkah; eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi untuk menjadi tindakan sosial. Sementara dalam upaya pengendalian tindakan sosial dari sisi sifatnya menggunakan usaha preventif dan represif, dari sisi prosesnya menggunakan usaha persuasif, koersif dan kuratif. Hasilnya ada tiga kesimpulan yang dapat dicatat. Pertama, terorisme masih menjadi masalah sosial di Indonesia, yang membutuhkan penanganan serius, substansial dan berkelanjutan. Kedua, ada beberapa alasan dan atau penyebab mengapa terorisme masih menjadi masalah sosial, namun inti dari masalahnya adalah peran dan atau fungsi keluarga yang kurang berjalan maksimal. Ketiga, agar peran keluarga berjalan dengan baik, pasangan suami dan isteri harus mempunyai kompetensi bidang peran dan atau fungsi keluarga. Kompetensi itu didapat oleh pasangan suami dan isteri di antaranya adalah dengan mengikuti Kursus/bimbingan calon pengantin.  Karena itu, mengikuti kursus perkawinan dan segala jenisnya harus diikuti calon suami dan isteri, minimal sekali sebelum perkawinan, malah akan lebih baik ada juga selama dalam perkawinan
ANALISIS FILM SYAMIL DODO SERTA RELEVANSINYA DENGAN MATA PELAJARAN FIKIH MATERI RUKUN ISLAM DI MI
This study aims to determine the educational values of worship contained in the Syamil and Dodo films, as well as the relevance of the Syamil and Dodo films to fiqh subjects, the material of the pillars of Islam, which can later be used as teaching materials in teaching the material of the pillars of Islam to students, so that in addition to understanding the Islamic law itself, students can also deepen their understanding. This study employs a semiotic method in conjunction with a qualitative approach. The author gathers information from the selected Syamil and Dodo films in order to identify the signs in each episode. The study’s findings indicate that the film Syamil and Dodo contains educational worship values, specifically worship of mahdhah and worship of ghair mahdhah. Furthermore, the episode Pengertian Dua Kalimat Syahadat, Doa dan Shalat, Rukun Shalat, Shalat Berjamaah, Macam-macam Zakat, Zakat dan Hukumnya, Adab Puasa, Keutamaan Ramadhan, Hukum Haji dan Manasik Haji in the film Syamil and Dodo has relevance to fiqh subjects on material Pillars of IslamPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan ibadah yang terdapat pada film Syamil dan Dodo serta mengetahui relevansi dari film Syamil dan Dodo terhadap mata pelajaran fikih materi rukun Islam yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan ajar dalam mengajarkan materi rukun Islam kepada siswa agar selain memahami dari syariat Islam itu sendiri juga agar mendalami pemahaman yang telah dimilikinya. Penelitian ini menggunakan metode semiotik dengan pendekatan kualitatif. Penulis mengumpulkan informasi dari film Syamil dan Dodo yang telah dipilih untuk kemudian ditemukan tanda yang terdapat pada setiap episode tersebut. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pada film Syamil dan Dodo terdapat nilai-nilai pendidikan ibadah yang terkandung di dalamnya yaitu ibadah mahdhah dan ibadah ghair mahdhah. Selain itu film Syamil dan Dodo memiliki relevansi dengan mata pelajaran fikih materi rukun Islam yang terdapat pada episode Pengertian Dua Kalimat Syahadat, Doa dan Shalat, Rukun Shalat, Shalat Berjamaah, Macam-macam Zakat, Zakat dan Hukumnya, Adab Puasa, Keutamaan Ramadhan, Hukum Haji dan Manasik Haji sehingga nantinya dapat dijadikan sebagai bahan ajar ataupun media pembelajaran oleh guru dalam mengajarkan mata pelajaran fikih materi rukun Islam
DAYA SERAP ADSORBEN AMPAS TEBU DAN SERBUK GERGAJI KAYU TERHADAP PENCEMARAN PELUMAS BEKAS DI AIR
Pelumas bekas merupakan limbah kategori limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yang sering kita jumpai di lingkungan sekitar terutama di bengkel. Sedangkan ampas tebu dan serbuk gergaji juga merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui daya serap adsorben ampas tebu dan serbuk gergaji kayu pada limbah pelumas dan pelumas bekas yang tercemar dalam air. Pembuatan adsorben dilakukan dengan cara menjemur adsorben, menghaluskan, kemudian mengayaknya dengan ukuran 1-3 mm, selanjutnya diturunkan kadar airnya dengan cara dioven pada suhu 110o C selama 1 jam. Adsorben dimasukan ke dalam kantong kain yang diberi tali dengan presentase volume ampas tebu dengan serbuk gergaji kayu yaitu 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25%. Adsorbsi dilakukan dengan cara memasukan adsorben ke dalam adsorbat dengan variasi waktu 15 menit dan 30 menit. Hasil yang didapatkan adsorben dengan komposisi ampas tebu dan serbuk gergaji 75%:25% selama 30 menit memiliki daya adsorbsi terbesar yaitu 4,67 g/g pada pelumas bekas. Sedangkan daya serap adsorben tertinggi pada pelumas bekas dalam air terjadi pada adsorben dengan komposisi volume 25%: 75% ampas tebu dan serbuk gergaji kayu dengan waktu kontak 15 menit memiiki daya adsorbsi 1,33 g/g
UJI COBA ZEOLIT ALAM KLINOPTILOLIT SEBAGAI KATALIS PADA PEMBUATAN BIOADITIF DARI GLISEROL DAN ASAM ASETAT
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana performa zeolit alam Lampung jika digunakan sebagai katalis pada reaksi esterifikasi reaksi antara gliserol dan asam asetat menjadi triacetin dengan perlakuan awal pada kondisi tertentu dan mengkolaborasikan faktor-faktor yang berpengaruh pada reaksi kimia seperti suhu reaksi, kecepatan pengadukan, serta ukuran partikel katalisator zeolit alam Lampung. Pengamatan dilakukan menggunakan reaktor bacth berupa labu leher tiga dengan perbandingan pereaksi 1:3 mol gliserol/mol asam asetat, pada variasi suhu reaksi 90-110oC, ukuran katalis zeolit alam Lampung 40-50 mesh, dan kecepatan pengadukan 600-700 rpm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi operasi terbaik dihasilkan pada suhu reaksi 110oC, kecepatan pengadukan 700 rpm, dan ukuran katalisr 50 mesh dengan konversi sebesar 27% dan selektivitas triacetin sebesar 2,03%