e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN GENERAL UNIVERSITY IN THE POST REFORM ERA

    Get PDF
    This study aims to describe and analyze Islamic learning in public universities in the reform era. This research is a qualitative research with the type of case study on Islamic Religious Education in Public Universities. Data collection is done through observation, analysis and document review. The data were analyzed according to the research focus and conclusions were drawn. The results of the study show that firstly, the content of Islamic Religious Education courses at General Colleges consists of three main aspects of Islamic teachings, namely aqidah, sharia and morals with various material developments. Second, strengthening PAI material at PTU in the ecosystem and discourse at PTU. Third, strengthening character in PAI at PTU to produce plus graduate graduates. The implication of this research is to emphasize the importance of revitalizing Islamic Religious Education courses at public universities / PTU both from the materials, methods and evaluation techniques used. Keywords: Islamic Religious Education Course, Public Universities

    THE DYNAMICS OF THE EDUCATIONAL MODEL OF PESANTREN IN THE NATIONAL EDUCATION SYSTEM

    Get PDF
    Historically, pesantren education has undergone several changes, both related to the model, curriculum, objectives, and management system. The renewal was carried out so that pesantren education as an Indonesian Islamic educational institution was able to answer the challenges and demands of changing times. This paper aims to describe the Islamic education model of pesantren and its dynamics in the national education system, because until now pesantren still seems to be in two dilemma choices: whether pesantren will continue to maintain its tradition by maintaining its unique values or follow the times with all its dynamics. library research method with a descriptive analysis approach, the authors found that there are several models of Islamic boarding schools that are legally recognized in Law no. 18 of 2019 concerning Islamic Boarding Schools. that is; a. Islamic boarding schools that organize education in the form of the study of the Yellow Book; b. Islamic Boarding Schools that provide education in the form of Islamic Dirasah with Muallimin Education Patterns; or c. Islamic boarding schools that provide education in other forms that are integrated with general education. Keywords: model, pesantren education, national educatio

    Kepentingan Intervensi Militer Arab Saudi Dalam Konflik Yaman Sejak Tahun 2015

    No full text
    Pada tahun 2014, pemberontak Houthi berhasil menguasai ibukota Yaman, Sana’a. Hal ini menyebabkan terjadinya instabilitas di Yaman dan membuat negara-negara tetangga Yaman menjadi terganggu, salah satunya Arab Saudi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kepentingan nasional Arab Saudi melakukan intervensi dalam konflik Yaman yang dipimpin oleh Abdur Rabbuh Mansour Hadi, yang sedang berperang melawan pemberontak Houthi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan data skunder sebagai sumbernya dan dilengkapi dengan teori kepentingan nasional yang dikemukakan oleh Donald E. Neuchterlein. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil dalam penelitian ini menyebutkan bahwa intervensi militer yang dilakukan oleh Arab terhadap Yaman didorong oleh adanya kepentingan nasional meliputi kepentingan pertahanan, kepentingan ekonomi, kepentingan tatanan dunia, dan kepentingan ideologi.Kata Kunci : Intervensi, Kepentingan Nasional, Kekuatan Regional,  Ideolog

    SOSIALISASI KESEHATAN TERKAIT GANGGUAN GERAK OTOT RANGKA AKIBAT KERJA (GOTRAK) PADA PENGRAJIN DI KUB MAMPU JAYA

    No full text
    Home industri sandal dan sepatu merupakan salah satu contoh komoditi industri skala kecil menengah yang cukup diminati. KUB Mampu Jaya merupakan salah satu kelompok usaha produksi sandal hotel dan sandal-sepatu fashion yang seluruh proses kerjanya melibatkan anggota gerak tubuh, yakni penggunaan tangan secara berulang dan bekerja dengan sikap duduk dalam waktu yang lama. Tentu, pengrajin dapat berpotensi mengalami penyakit akibat kerja (PAK), seperti gangguan pada otot rangka (Musculoskeletal Disorders). Menindaklanjuti permasalahan tersebut, sosialisasi diperlukan untuk mengedukasi pengrajin terhadap bahaya dan risiko ergonomi yang ada sehingga dapat diminimalisir atau dicegah. Sebelumnya dilakukan Survey Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja secara subjektif sebagai skrining awal ini dengan tujuan guna mengidentifikasi keluhan subjektif Musculoskeletal Disorders (MSDs). Hasil analisis risiko keluhan GOTRAK menunjukkan segmen tubuh yang mengalami rasa sakit/nyeri dari 71% pekerja hampir pada semua anggota tubuh, kecuali bagian lengan dan kaki. Sosialisasi diselenggarakan dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan pemberian media edukasi berupa poster. Selanjutnya, tindak lanjut menggunakan instrumen wawancara pre-test dan post-test sebagai evaluasi kegiatan. Sasaran sosialisasi adalah pengrajin KUB Mampu Jaya sebanyak 9 responden. Evaluasi dari sosialisasi yang telah diselenggarakan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan terhadap hasil pre test sebelumnya. Hal ini mencakup pada seluruh topik materi sosialisasi.  Indikator keberhasilan dari sosialisasi ini adalah meningkatnya pengetahuan umum mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta terkait Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja yang diukur dengan evaluasi melalui post test yang dilakukan. Kegiatan sosialisasi ini dikatakan dapat berhasil dan mampu meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya kesehatan selama bekerja terhadap penyakit akibat kerja (PAK), seperti Gangguan Otot Rangka Akibat Kerja.Kata kunci: Muscoleskeletal Disorders, GOTRAK, Sosialisasi, Pengetahuan, K

    PERAN FILANTROPI ISLAM DALAM KEMAJUAN PENDIDIKAN, EKONOMI DAN DAKWAH DI PEDESAAN (STUDI KASUS DI DUSUN PENDEM, DESA PUCANGANOM, GIRITONTRO, WONOGIRI JAWA TENGAH)

    No full text
    The people of Pendem, Pucanganom, Giritontro, Wonogiri, Central Java, have the same conditions and problems as other rural communities. Lack of opportunities in education, an economy that does not meet needs, and other social and religious problems. With the influx of Islamic philanthropy, it can make changes in several areas of life. The author aims to determine the role of Islamic philanthropy in the progress of rural communities with a case study in Pendem. Using field research and a qualitative approach, this research produced several points, including that Islamic philanthropy plays a significant role in the advancement of education and da'wah in  Pendem, Pucanganom, Giritontro, Wonogiri, Central Java. However, due to several inhibiting factors, Islamic philanthropy has not significantly impacted the economy.Keywords : village, philanthropy, ziswaf                                                        AbstrakMasyarakat dusun Pendem, Pucanganom, Giritontro, Wonogiri Jawa Tengah mempunyai keadaan dan permasalahan-permasalahan yang sama dengan masyarakat pedesaan yang lainya. Kurangnya kesempatan dalam pendidikan, perekonomian yang belum memenuhi kebutuhan, dan permasalahan sosial dan keagamaan lainya. Dengan adanya filantropi Islam yang mulai banyak masuk, bisa membuat perubahan pada beberapa bidang kehidupan. Penulis bertujuan untuk mengetahui peran filantropi Islam dalam kemajuan Masyarakat pedesaan dengan studi kasus di dusun Pendem. Dengan penelitian lapangan dan pendekatan kualitatif, penelitian ini menghasilkan beberapa point diantaranya filantropi islam sangat berperan dalam kemajuan pendidikan dan dakwah di dusun Pendem, Pucanganom, Giritontro, Wonogiri Jawa Tengah. Namun karena beberapa faktor penghambat, filantropi islam belum berdampak siknifikan dalam perekonomian.Kata kunci : desa, filantropi, ziswa

    PROSEDUR PENEGAKKAN HUKUM BAGI PELAKU PELANGGARAN EKONOMI SYARIAH

    No full text
    Sharia economics, which is based on Islamic principles, has developed significantly in various countries, including Indonesia. The basic principles of sharia economics include the prohibition of riba (interest), the prohibition of maysir (excessive speculation), and the prohibition of gharar (uncertainty), which place integrity, fairness, and transparency as key elements in sharia economic activities. However, along with the growth of the sharia finance and sharia banking industry, significant challenges have also emerged in the form of violations of sharia economic principles. These actions include fraud in sharia-based investments, money laundering in sharia transactions, violations of fund management principles, and so on. These kinds of actions not only harm society, but also threaten the integrity and development of the sharia economy which is based on the principles of the Islamic religion. In this context, the Prosecutor's Office as a law enforcement agency plays an important role in monitoring, enforcing the law and preventing sharia economic violations. The prosecutor's office is responsible for supervising, providing guidance, and ensuring that sharia economic actors comply with sharia principles. The prosecutor's office can also carry out prosecutions, implement court decisions and recover assets in sharia economic crime cases involving sharia banks or sharia business units. The Prosecutor's Office can also collaborate with other institutions related to sharia banking, such as Bank Indonesia, the Financial Services Authority, the Deposit Insurance Corporation and the Indonesian Ulema Council.Keywords : sharia economics, law enforcement,  prosecutor's office.Abstrak Ekonomi syariah, yang didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, telah berkembang secara signifikan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Prinsip-prinsip dasar ekonomi syariah mencakup larangan riba (bunga), larangan maysir (spekulasi berlebihan), dan larangan gharar (ketidakpastian), yang menempatkan integritas, keadilan, dan transparansi sebagai unsur-unsur kunci dalam aktivitas ekonomi syariah. Namun, seiring dengan pertumbuhan industri keuangan syariah dan perbankan syariah, muncul pula tantangan yang signifikan dalam bentuk pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ekonomi syariah. Tindakan tersebut termasuk penipuan dalam investasi berbasis syariah, pencucian uang dalam transaksi syariah, pelanggaran prinsip pengelolaan dana, dan lain sebagainya tindakan-tindakan semacam ini tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengancam integritas dan perkembangan ekonomi syariah yang berdasarkan prinsip-prinsip agama Islam. Dalam konteks ini, Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memegang peran penting dalam pengawasan, penegakan hukum, dan pencegahan pelanggaran ekonomi syariah. Kejaksaan bertanggung jawab dalam mengawasi, memberikan panduan, dan memastikan bahwa pelaku ekonomi syariah mematuhi prinsip-prinsip syariah. Kejaksaan juga dapat melakukan penuntutan, pelaksanaan putusan pengadilan dan pemulihan aset terhadap perkara-perkara pidana ekonomi syariah yang melibatkan bank syariah atau unit usaha syariah. Kejaksaan juga dapat melakukan kerja sama dengan lembaga-lembaga lain yang terkait dengan perbankan syariah, seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan dan Majelis Ulama Indonesia.Kata kunci :ekonomi syariah, penegak hukum, kejaksaan

    DIPLOMASI KOMUNITAS DIASPORA INDONESIA DALAM INDONESIA SUNDAY MARKET DI HO CHI MINH CITY VIETNAM

    No full text
    AbstrakPeran aktor non state dalam diplomasi budaya dapat sangat penting dalam mempromosikan pemahaman, hubungan yang lebih baik, dan kerja sama antara negara-negara. Komunitas Diaspora sebagai aktor non state bisa melengkapi diplomasi jalur pertama untuk mencapai kepentingan nasional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor pendorong Komunitas Diaspora Indonesia dalam penyelenggaraan “Indonesia Sunday Market (ISM)†di Ho Chi Minh City (HCMC). Teori diplomasi budaya dari Miton C. Cummings, dipakai untuk menganalisis fenomena ini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka atau literatur review. Temuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan rasa mutual understanding (saling pengertian/memahami) antara Masyarakat Vietnam dengan Masyarakat Indonesia dan untuk mempromosikan atau memperkenalkan berbagai produk yang dimiliki oleh Indonesia di Vietnam.Kata kunci : Aktor Non State, Komunitas Diaspora, Diplomasi budayaAbstractThe role of non-state actors in cultural diplomacy can be very important in promoting understanding, better relations and cooperation between countries. Diaspora communities as non-state actors can complement the first line of diplomacy to achieve national interests. The purpose of this study is to determine the driving factors of the Indonesian Diaspora Community in organizing the "Indonesia Sunday Market (ISM)" in Ho Chi Minh City (HCMC). The theory of cultural diplomacy from Miton C. Cummings, is used to analyze this phenomenon. This study used a qualitative descriptive research method and collected data through interviews and literature review or literature review. The findings of this research are to increase the sense of mutual understanding between the Vietnamese and Indonesian people and to promote or introduce various products owned by Indonesia in Vietnam.Keywords: Non-State Actors, Diaspora Community, Cultural Diplomac

    Pengembangan Analisis Metil Paraben dan Propil Paraben Pada Sediaan Kosmetik dengan Menggunakan Spektrofotometer Derivatif dan Kemometrik Multivariat

    No full text
    Bahan pengawet yang sering digunakan pada kosmetik yaitu metil paraben dan propil paraben. Panjang gelombang metil paraben dan propil paraben berdekatan dan spektrum tumpang tindih sehingga perlu dilakukan analisis dengan spektrofotometer derivatif dan kemometrik multivariat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode analisis dan menetapkan kadar metil paraben dan propil paraben menggunakan spektrofotometer derivatif dan kemometrik multivariat. Penelitian ini menggunakan model Partial Least Squares (PLS) 18 set kalibrasi dengan spektrum normal dan data derivatif. Metode tersebut divalidasi hingga didapatkan data spektrum normal yang baik. Hasil linieritas metil paraben 0,999 dan propil paraben 0,998. Hasil batas deteksi metil paraben 1,026 mg/L dan propil paraben 1,208 mg/L. Hasil batas kuantitasi metil paraben 3,419 mg/L dan propil paraben 4,026 mg/L. Akurasi metil paraben 88,16%-110,271% dan propil paraben 86,23%-108,397%. Presisi metil paraben 1,685%-5,106% dan propil paraben 2,348%-6,353%. Penetapan kadar senyawa metil paraben terdeteksi, sedangkan propil paraben tidak terdeteksi, hal ini disebabkan absorbansi senyawa dapat tertutupi oleh senyawa lain dalam sampel

    Analisis Pengetahuan dan Karakteristik Tenaga Kefarmasian tentang Swamedikasi Kortikosteroid Berdasarkan Daftar Obat Wajib Apotek (OWA)

    No full text
    Swamedikasi merupakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter, ditujukan untuk mengobati penyakit ringan. Tingginya pengetahuan tenaga kefarmasian akan swamedikasi kortikosteroid dapat membantu pasien dalam menjamin keamanan obat serta tercapainya efektivitas terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan karakteristik tenaga kefarmasian tentang swamedikasi kortikosteroid berdasarkan daftar OWA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pendekatan studi potong lintang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tertutup yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Kuesioner disebarkan menggunakan link form melalui Whatsapp group organisasi profesi PC IAI dan PC PAFI. Sampel penelitian berupa tenaga kefarmasian (Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian) yang berada di wilayah Apotek Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-random sampling dengan voluntary sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 63% Tenaga Kefarmasian mempunyai pengetahuan tergolong cukup tentang swamedikasi kortikosteroid. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan terakhir, dan lama bekerja responden terhadap pengetahuan swamedikasi kortikosteroid (p<0,05). Namun, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dan pekerjaan responden terhadap pengetahuan tentang swamedikasi kortikosteroid (p>0,05). Kesimpulan, tenaga kefarmasian mempunyai pengetahuan cukup tentang swamedikasi kortikosteroid. Hal ini, terlihat dengan semakin dewasanya usia, pendidikan tinggi, lama bekerja berhubungan dengan pengetahuan swamedikasi kortikosteroid

    Analisis Kualitatif Bahan Kimia Obat dalam Jamu Pegal Linu di Wilayah Magelang

    No full text
    Jamu pegal linu merupakan obat tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena memiliki banyak manfaat. Bahan Kimia Obat (BKO) sering ditambahkan pada jamu pegal linu untuk menambah khasiatnya. BKO yang banyak ditambahkan dalam sediaan jamu adalah ibuprofen, natrium diklofenak dan fenilbutazon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan bahan kimia obat pada jamu pegal linu di wilayah Magelang sehingga menjadi referensi keamanan jamu. Sampel adalah 6 (A, B, C, D, E, F) jamu pegal linu yang diperoleh dari toko jamu di wilayah Magelang. Identifikasi BKO dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan fase diam silika gel 60 F254, fase gerak kloroform:etanol (8:1), etil asetat:n-heksan (3:2), etanol:kloroform:aseton (6:4:1) dan dideteksi sinar UV 254 nm. Hasil uji organoleptis menunjukkan bentuk dari semua jamu yaitu serbuk halus dan semuanya memiliki rasa yang pahit, mempunyai bau khas jamu. Sampel C memiliki aroma khas cengkeh. Hasil KLT tidak ditemukan kandungan fenilbutazon dan natrium diklofenak pada seluruh sampel. Sampel E dan F positif mengandung ibuprofen

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇