e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
Not a member yet
    4995 research outputs found

    Pengaruh Pretreatment Microwave Terhadap Delignifikasi Limbah Nanas Sebagai Rujukan Bahan Baku Bioethanol

    No full text
    Bioethanol merupakan salah satu sumber energi alternatif yang ramah lingkungan untuk mewujudkan global zero emission. Proses produksi bioethanol juga tergolong sangat sederhana melalui peroses fermentasi anaerob dari biomassa yang sangat melimpah. Pemanfaatan bahan baku yang terintegrasi mampu mengatasi permasalahan limbah dan meningatkan nilai ekonomis dari limbah tersebut. Limbah nanas yang berpotensi sebagai rujukan bahan baku bioethanol memiliki kandungan lignin yang akan menghambat hidrolisis bahan organic menjadi bioethanol. Maka dari itu perlu dilakukan suatu usaha untuk menghilangkan kandungan lignin dalam limbah nanas melalui pretreatment gelombang mikro (microwave). Dalam penelitian ini digunakan beberapa variabel proses yaitu: rasio 1:20 (b/v), waktu kontak 10 menit, dan variabel suhu 70, 80 dan 90oC. Dari hasil analisa dengan menggunakan metode Chesson-Data didapatkan hasil yang menujukan bahwa pengaruh pretreatment microwave cukup signifikan dengan kondisi optimum operasi pada suhu 90oC dengan hasil lignin yang terlarutkan sebanyak 9,05%, Hal tersebut juga berimbas positif terhadap selulosa yang terlarut sebanyak 29,42% jauh lebih banyak dibandingkan tanpa pretreatmant. Analisa dilanjutkan dengan menggunakan FTIR (Fourier Transformed Infrared Spectroscopy) yang menunjukan penurunan wavenumber yang mengidentifikasikan pengaruh pretreatment microwave terhadap struktur lingnin yang terdapat pada limbah nanas. Daerah tersebut berada pada panjang gelombang yang cukup tinggi antara (2800 - 3500 cm-1) dan panjang gelombang relative cukup rendah yaitu (800 - 1700 cm-1) yang keduanya merupakan daerah serapan selulosa

    ANALISIS PENDAPATAN PETANI DAN NILAI TAMBAH PENGOLAHAN PRIMER KOPI ROBUSTA DI KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS

    No full text
    Primary processing is the most important aspect of enhancing the added value of Robusta Coffee, but some farmers didn't. This study aims to analyze the reasons why Robusta coffee farmers sell in the form of cherry or beans coffee, analyze the compare in farmers income that sells coffee cherry and beans, and analyze the added value of coffee beans. The research was conducted in January-February 2023 in Dawe District, furthermore two villages were selected with criteria for the largest Robusta Coffee land area in Japan Village and Colo Village. This research used a survey method. The determination of the sample using simple random sampling. Furthermore, the sample size in each group is the determination of the sample proportional random sampling with 61 farmers selling coffee cherry and 44 farmers selling coffee beans. The analytical method used descriptive, income, and Hayami's added value analysis. Income difference analyzed by Independent Sample t-Test. The result showed the main reason farmers sell coffee cherry was the needed quick refund of their capital. While the main reason farmers sell coffee beans was highly profitable. The income of farmers who sell coffee cherry and coffee beans is IDR 16.433.627/ha/year and IDR 23.230.330/ha/year with an average land area of 0,84 ha and 0,90 ha. The income of farmers who sells coffee beans is differ significantly from those who sells cherry. The added value of primary processing is IDR 1.530/kg with a medium category value added ratio of 19,03%.Keywords: Coffee cherry, green beans, Hayami, income, primary processin

    Preparasi Tablet Likuisolid Ramipril dengan Beberapa Pelarut dan Adsorben Neusilin-Aerosil

    No full text
    Ramipril merupakan antihipertensi golongan Angiotensin Converting Enzym (ACE) inhibitor yang termasuk ke dalam BCS kelas II dengan karakteristik kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi dalam gastrointestinal. Kelarutan obat yang rendah akan berakibat disolusi berjalan lambat, sehingga absorpsinya eratik dan bioavailabilitasya rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan disolusi sehingga peningkatan bioavailabilitas ramipril dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan disolusi tablet likuisolid ramipril. Tablet likuisolid ramipril 10 mg dibuat menggunakan pelarut PEG 400, propilenglikol dan Tween 80 dan adsorben Neusilin-Aerosil 200. Semnilan formula telah dikembangkan dan dievaluasi parameter prakompresi seperti daya alir dan juga parameter paska kompresi. Semua formula sistem likuisolid yang dikembangkan menunjukkan aliran yang baik sesuai data standar. Semua tablet likuisolid memenuhi karakteristik tablet yang baik meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur serta kandungan zat aktif. Uji disolusi dalam medium dapar fosfat pH 6,8 menunjukkan semua formula mampu melepaskan zat aktif lebih dari 80% pada menit ke-30 dan nilai DE30 lebih besar dibandingkan dengan tablet konvensional yang dibuat tanpa sistem likuisolid

    Deciphering the Molecular Basis of Mutated Binding Site Bromodomain-Ligand Complexes: Insights from Molecular Dynamics Simulations and Decoded Interaction Fingerprint Analysis

    Get PDF
    This study aims to predict structural stability changes and to identify the molecular determinants of ligand-bromodomain complex interactions that undergo mutations in the ligand binding site (LBS) using computational chemistry methods. The stability changes of the complexes were investigated using Molecular Dynamics (MD) simulations during a 25 ns production run. The identification of molecular interaction determinants was performed by decoding the interaction fingerprint, utilizing the output of trajectory data of the MD simulations, which were converted into a series of pdb files along the time step. The system preparations were done using CHARMM-GUI. The MD simulations were carried out using the GROMACS program. Protein-ligand interaction fingerprints (PLIF) were identified using the PyPLIF-HIPPOS program. This study successfully predicted the stability of both wild-type and mutated ligand-bromodomain complex structures, where the W81A mutation led to a decrease in complex stability. The key residues and non-hydrophobic interaction types responsible for the stabilities were identified as TRP81 aromatic edge-to-face, TYR139 aromatic edge-to-face, and TYR139 aromatic face-to-face

    Pengaruh Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) sebagai Variabel Intervening Pada Tenaga Penjualan

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya suatu permasalahan belum tercapainya secara optimal kinerja karyawan yang sesuai dengan kemampuan dan standar kompetensi yang telah ditetapkan sehingga tidak bisa memenuhi target kerja yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi  terhadap kinerja karyawan dengan OCB sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 58 responden. Sampel yang digunakan adalah dengan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dengan teknik analisis regresi linier berganda. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB. OCB berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.Kata kunci: kepuasan kerja, kinerja karyawan, komitmen organisasi, OC

    Tingkat Kesadaran Sertifikat Halal Pelaku UMK di Pulau Madura

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesadaran pelaku UMKM di sektor kuliner di Pulau Madura terkait sertifikasi halal. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dan merupakan data primer. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman yang berlokasi di Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep di Pulau Madura. Sampel responden dipilih dengan cara convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMK tahu dengan sertifikat halal (95%), dimana sumber informasi tentang sertifikasi halal berasal dari pejabat pemerintah (46%) serta media sosial (23%). Meski, seluruh pelaku UMK dalam penelitian ini adalah pelaku UMK yang belum memiliki sertifikat halal.Kata kunci : Sertifikat Halal; UMK; Madura; Kesadara

    Peningkatan Digital Capabilities pada Santri Pondok Pesantren Darul Ilmi dalam Mewujudkan Pondok Pesantren yang Mandiri Secara Finansial

    No full text
    Kemandirian finansial santri dapat dibentuk dengan membentuk bisnis secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan skill digital dalam mendorong kemandirian bisnis santri. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Periode pengamatan dan pelaksanaan dilakukan pada bulan Maret – Juli 2022 dengan indepth interview, dokumentasi dan pendampingan. Hasil yang dicapai adalah pondok pesantren darul ilmi memiliki potensi pengembangan bisnis yang tinggi. Dengan adanya pendampingan terbukti dapat mendorong santri untuk memulai bisnis dan terbentuknya bisnis layanan jasa oleh santri pondok pesantren.Kata kunci: kemampuan digital, wirausaha, pondo

    Upaya Tindakan Korektif Sebagai Bentuk Progresivitas Prosedur Dalam Menyelesaikan Maladministrasi Ombudsman

    No full text
    INTISARIOmbudsman ialah suatu Lembaga negara independen yang memiliki wewenang untuk mengawasi kinerja pelayanan publik agar terhindar dari penyalah gunaan kekuasaan. Adanya kehadiran ORI diharapkan mampu untuk mengawasi  penyelenggaraan pelayanan publik. Tahapan pemeriksaan laporan masyarakat kepada ombudsman yaitu tahapan pemeriksaan dan verifikasi, tahap pemeriksaan dan tahap resolusi serta monitoring. Adanya laporan masyarakat menandakan terdapat penyalahgunaan wewenang terhadap pihak terlapor maupun suatu instansi tertentu dengan kata lain hal ini termasuk maladministrasi pelayanan publik. Upaya yang dilakukan  ombudsman mengenai adanya maladministrasi yaitu dengan  menggunakan tindakan korektif atau suatu tindakan perbaikan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis prosedur tindakan korektif bagi Ombudsman dalam menyelesaikan maladministrasi. Penelitian ini mengguakan pendekatan normatif yuridis dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan. Tindakan korektif terhadap maladministrasi ini dipahami sebagai masukan dari Ombudsman sebelum dikeluarkannya surat rekomendasi untuk terlapor atau instansi terkait. Sebelum Ombudsman mengeluarkan rekomendasi, tindakan korektif menjadi pilihan yang tepat untuk menangani maladministrasi.Kata Kunci: Ombudsman, Tindakan korektif, MaladministrasiABSTRACTOmbudsman is an independent state institution that has the authority to oversee the performance of public services in order to avoid abuse of power. The presence of ORI is expected to be able to oversee the implementation of public services. The stages of examining community reports to the ombudsman are the examination and verification stage, the examination stage and the resolution and monitoring stage. The existence of community reports indicates that there is abuse of authority against the reported party or a certain institution, in other words, this includes maladministration of public services. The ombudsman's efforts regarding maladministration include corrective action or corrective action. Thus, the purpose of this study is to analyze corrective action procedures for the Ombudsman in resolving maladministration. Penelitian ini mengguakan pendekatan normatif yuridis dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang relevan. Tindakan korektif terhadap maladministrasi ini dipahami sebagai masukan dari Ombudsman sebelum dikeluarkannya surat rekomendasi untuk terlapor atau instansi terkait. Sebelum Ombudsman mengeluarkan rekomendasi, tindakan korektif menjadi pilihan yang tepat untuk menangani maladministrasi.Keywords: Ombudsman, Corrective actions, Maladministratio

    PERAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DALAM MENANGULANGI TERORISME DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    No full text
    Permasalah penelitian adalah:  Bagaimanakah peran Polri khususnya Densus 88 dalam mengantisipasi terorisme di Yogyakarta? Dan  Apakah kendala Polri khususnya Densus 88 dalam mengantisipasi terorisme di Yogyakarta?       Jenis   penelitian  adalah  normatif dengan pendekatan yuridis kasuistis, data yang digunakan adalah data sekunder, sedangkan pengumpulan data adalah wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. analisis data deskriptif kualitatif.       Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Polri membentuk  Satuan Tugas Anti Teror bernama Detesamen Khusus 88 Anti Teror POLRI (Densus 88/AT), Densus 88/AT juga berkoordinasi dengan beberapa lembaga antara lain Lembaga Pemasyarakatan, Polda DIY, BNPT, kejaksaan dan masyarakat, melakukan Patroli siber untuk memerangi paham radikal di internet, melakukan tindakan represif yakni dengan menangkap pelaku tindakan yang memenuhi unsur terorisme.  Beberapa kendala Polri dalam mengantisipasi aksi teror di Yogyakarta adalah konflik internal di tubuh Polri mengandung resiko konflik internal,  adanya kendala eksternal yakni perdebatan tugas Polri dan TNI, minimnya informasi dari masyarakat terkait dengan orang-orang yang mencurigakan di daerah sekitar, tidak sepenuhnya Standar Operasional Prosedur (SOP) Detasemen Khusus 88 dilakukan di lapangan, karena personel teroris juga melakukan perlawanan, baik perlawanan secara fisik maupun pakai senjata serta terkadang Densus 88 harus menggunakan tindakan-tindakan yang melanggar kode etik untuk melakukan penangkapan di karenakan gagalnya negosiasi dengan teroris

    Rekonstruksi Fatwa DSN MUI No.08/DSN-MUI/1V/2000 Tentang Pembiayaan Musyarakah dengan Metode Qiraa’ah Mubaadalah

    Get PDF
    Musyarakah financing contract is an interpretation of the existence of mutual help between fellow beings. In this financing contract the MUI DSN Fatwa is a reference for the implementation of the contract in the field. Musyarakah which is a form of mixed financing that has an equal nature in principle. However, in this study, it was found that the issue of being equal in principle in musyarakah was not poured out in the financing process because there was still the use of collateral, because this was not in line with the contention of the fatwa. The existence of an equal principle contained in this musyarakah is in line with the principle of Qiraa'ah Mubaadalah. Where in the reading of texts this is used through reading using a method that is not lame. Furthermore, the mubaadalah instrument is reading the various verses using the Qowaid, mabadi 'and juz'i reading methods where from the existence of one legal source (text) with another there should be no inequality. By using this critical paradigm, we can examine the reconstruction of the MUI DSN fatwa through the method of reading the text contained in the fatwa, because in this case the MUI DSN Fatwa is the primary legal source in this study.Abstrak Akad pembiayaan musyarakah merupakan interpretasi dari adanya tolong menolong antar sesama. Dalam akad pembiayaan ini Fatwa DSN MUI merupakan acuan atas adanya pelaksanaan akad tersebut dilapangan. Musyarakah yang merupakan bentuk pembiayaan campuran yang memiliki sifat setara pada prinsipnya. Namun dalam kajian ini ditemukanlah isu bahwa setara secara prinsip musyarakah tidak tercurahkan dalam proses pembiayaannya karena masi adanya penggunaan agunan, karena hal ini tidak selaras denga nisi yang terdapat dalam fatwa tersebut. Adanya prinsip setara yang tertuang dalam musyarakah ini selaras dengan prinsip Qiraa’ah Mubaadalah. Dimana dalam pembacaan teks teks hal ini digunakan melalui pembacaan menggunakan metode yang tidak timpang. Selanjutnya dalam instrument mubaadalah membaca berbagai macam ayat itu dengan menggunakan metode pembacaan Qowaid,mabadi’ dan juz’i dimana dari adanya sumber hukum yang satu (teks) dengan yang lainnya tidak boleh ada ketimpangan. Dengan menggunakan paradigma kritis hal ini dapat mengkaji mengenai rekonstruksi fatwa DSN MUI melalui metode pembacaan teks yang tertera di dalam fatwa tersebut, karena dalam hal ini Fatwa DSN MUI merupakan sumber hukum primer dalam penelitian ini.Kata kunci  : Musyarakah, Fatwa DSN MUI, Qiraa’ah Mubaadala

    2,412

    full texts

    4,995

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Publikasi Ilmiah Unwahas (Universitas Wahid Hasyim)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇