Online Journals Universitas Kristen Indonesia
Not a member yet
2989 research outputs found
Sort by
MANIFESTASI LAKU DALAM KAWRUH: TINJAUAN DESKRIPTIF PADA CERPEN “MEGURU” KARYA SENGKUNI
Abstrak
Dalam budaya Jawa, dikenal berbagai macam konsep-konsep religi. Konsep-konsep tersebut mengarah kepada perilaku mistik. Perilaku-perilaku tersebut biasanya terwujud dalam laku. Laku, dalam konteks budaya Jawa atau manusia Indonesia, merupakan sebuah upaya mencapai suatu tujuan yaitu kesempurnaan. Kawruh merupakan salah satu bentuk perilaku mencari tahu dengan berguru pada orang lain atau buku. Dalam kawruh sebagai sebuah kegiatan mencari tahu/berguru, terdapat bentuk-bentuk tindakan yang dapat dikategorikan sebagai laku. Cerpen berjudul “Meguru” karya Sengkuni memperlihatkan kelindan laku dan kawruh di dalam gambaran kehidupan masyarakat Jawa tradisional. Artikel ini akan membedah bentuk-bentuk laku yang merupakan manifestasi dari kawruh yang termuat dalam cerpen “Meguru” karya Sengkuni tersebut. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dan teknik pembacaan dekat. Untuk menelaah lebih jauh kelindan laku dan kawruh tersebut akan dirujuk konsep-konsep religi Jawa yang relevan. Dari pembacaan dekat ini, ditemukan bahwa laku-laku dalam cerpen “Meguru” ini diwujudkan dalam bentuk-bentuk seperti lelana brata, ritual dialog dengan guru, dan tindakan-tindakan asketis yang menjadi ciri keseharian tokoh yang merepresentasikan filosofi masyarakat Jawa tradisional.
Kata kunci: kawruh, laku, kanoman, kasepuhan.
Abstract
In Javanese culture, there are various religious concepts. These concepts lead to mystical behaviors. These behaviors are usually manifested in practices. Laku, in the context of Javanese culture or Indonesian humans, is an effort to achieve a goal of perfection. Kawruh is a form of behavior to find out by studying with other people or books. In kawruh as an activity of finding out/teaching, there are forms of action that can be categorized as practice. The short story "Meguru" by Sengkuni shows the intertwining of laku and kawruh in the life of traditional Javanese society. This article will dissect the forms of laku that are manifestations of kawruh contained in the short story "Meguru" by Sengkuni. This article uses qualitative methods and close reading techniques. To further examine the intertwining of laku and kawruh, relevant Javanese religious concepts will be referred to. From this close reading, it is found that the practices in the short story "Meguru" are manifested in forms such as lelana brata, ritual dialogue with the teacher, and ascetic actions that characterize the daily life of the characters who represent the philosophy of traditional Javanese society.
Keywords: kawruh, laku, kanoman, kasepuhan.
 
KONSEP DOXA DALAM BUDAYA BALI DAN MAKASSAR: KOMPARASI TEKS GEGURITAN JAYAPRANA DAN SINRILIK I DATUK MUSENG
Abstrak
Tulisan ini mengungkapkan konsep doxa yang terdapat di dalam teks Geguritan Jayaprana dan Sinrilik I Datu Museng. Keduanya adalah teks yang berkisah tentang lingkungan istana yang memiliki legitimasi membangun konstruksi budaya. Geguritan yang berbentuk puisi dibacakan dengan cara ditembangkan, begitu pula dengan Sinrilik yang disampaikan melalui nyanyian atau deklamasi dengan iringan musik tradisional. Keduanya berasal dari dua budaya berbeda, yaitu Bali dan Makassar. Namun, kedua karya sastra ini menggambarkan konsep doxa yang dianggap sebagai sebuah kebenaran tanpa perlu diperdebatkan. Terdapat perbedaan wacana dalam konsep doxa keduanya. Dalam Geguritan Jayaprana, konsep doxa yang dipakai adalah wacana orthodoxy atas tunduknya Jayaprana terhadap titah raja dan pati wrata (bunuh diri) yang dilakukan oleh Ni Layonsari sebagai bentuk kesetiaan istri kepada suaminya. Berbeda halnya dengan kisah dalam Sinrilik I Datu Museng, konsep doxa yang terlihat adalah wacana heterodoxy dengan berusaha melawan nilai-nilai yang berlaku yang diberikan oleh kelompok dominan (penjajah). Budaya siri’ untuk membela harga diri adalah hal yang wajib dilakukan dalam tradisi Bugis dan Makassar, seperti halnya semangat puputan yang terjadi di Bali.
Kata Kunci: Doxa, Geguritan, Sinrilik, Bali, Makassar.
Abstract
This article elaborates on the concept of doxa as portrayed in the texts Geguritan Jayaprana and Sinrilik I Datu Museng, originating from revered royal settings and carrying significant cultural weight. Geguritan is presented in poetic form, and recited through singing, while Sinrilik is conveyed through singing or declamation with traditional musical accompaniment. Despite their distinct cultural origins in Bali and Makassar, both texts exemplify doxa as an accepted truth that transcends debate. It is important to note the disparities in the discourse surrounding the concept of doxa within both texts. In Geguritan Jayaprana, the concept of doxa highlights the discourse of orthodoxy, emphasizing Jayaprana\u27s adherence to the king\u27s command and Ni Layonsari\u27s pati wrata (suicide) as an expression of spousal loyalty. Conversely, in Sinrilik I Datu Museng, the concept of doxa is rooted in the discourse of heterodoxy, depicting resistance against the prevailing values of the dominant colonizers. The cultural practice of siri\u27, aimed at defending one\u27s honor, is an obligatory facet of Bugis and Makassar traditions, akin to the puputan spirit in Bali.
Keywords: Doksa, Geguritan, Sinrilik, Bali, Makassar,
This article elaborates on the concept of doxa as portrayed in the texts Geguritan Jayaprana and Sinrilik I Datu Museng, originating from revered royal settings and carrying significant cultural weight. Geguritan is presented in poetic form, and recited through singing, while Sinrilik is conveyed through singing or declamation with traditional musical accompaniment. Despite their distinct cultural origins in Bali and Makassar, both texts exemplify doxa as an accepted truth that transcends debate. The concept of doxa is investigated within the framework of genetic structuralism theory, also known as Pierre Felix Bourdieu\u27s constructivist structuralism. It is important to note the disparities in the discourse surrounding the concept of doxa within both texts. In Geguritan Jayaprana, the concept of doxa highlights the discourse of orthodoxy, emphasizing Jayaprana\u27s adherence to the king\u27s command and Ni Layonsari\u27s pati wrata (suicide) as an expression of spousal loyalty. Conversely, in Sinrilik I Datu Museng, the concept of doxa is rooted in the discourse of heterodoxy, depicting resistance against the prevailing values of the dominant colonizers. The cultural practice of siri\u27, aimed at defending one\u27s honor, is an obligatory facet of Bugis and Makassar traditions, akin to the puputan spirit in Bali.
Keywords: Doksa, Geguritan, Sinrilik, Bali, Makassar, 
Penerapan Penilaian Kognitif dalam Kelas Katekisasi: Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran di Gereja
Penilaian dan evaluasi merupakan komponen esensial dalam proses pendidikan yang bertujuan untuk mengukur pencapaian, memberikan umpan balik, serta meningkatkan motivasi dan kualitas pembelajaran. Namun, penelitian tentang penerapan penilaian kognitif dalam konteks pendidikan gereja, khususnya pada kelas katekisasi, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan meneliti pentingnya penerapan penilaian kognitif dalam kelas katekisasi di gereja. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, yang memungkinkan adanya analisis mendalam terkait teori dan praktik penilaian kognitif dalam pendidikan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan penilaian kognitif secara signifikan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, partisipasi aktif peserta didik, serta kualitas lulusan kelas katekisasi. Penilaian kognitif yang menitikberatkan pada pemahaman konsep dan penerapan praktisnya dalam kehidupan sehari-hari terbukti mendorong peserta didik untuk terlibat lebih aktif dalam proses pembelajaran. Dampak positif dari penerapan ini terlihat pada peningkatan kualitas lulusan dan perbaikan proses pembelajaran di gereja secara keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa pentingnya penilaian kognitif dalam meningkatkan efektivitas kelas katekisasi di gereja.Assessment and evaluation are essential components of the educational process aimed at measuring achievement, providing feedback, and enhancing motivation and learning quality. However, research on the implementation of cognitive assessment within the context of church education, particularly in catechism classes, is still very limited. This study aims to fill this gap by examining the importance of cognitive assessment implementation in catechism classes in churches. This research employs a literature review method, allowing for an in-depth analysis of the theory and practice of cognitive assessment in church education. The results indicate that the implementation of cognitive assessment significantly improves learning quality, active student participation, and the overall quality of catechism graduates. Cognitive assessment, which emphasizes conceptual understanding and its practical application in everyday life, has been proven to encourage students to be more actively involved in the learning process. The positive impact of this implementation is evident in the improved quality of graduates and the overall enhancement of the learning process in the church. These findings highlight the importance of cognitive assessment in increasing the effectiveness of catechism classes in churches
ANALISIS PENGHAMBAT PENERAPAN BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) PADA KONTRAKTOR DI KOTA DENPASAR
ABSTRACT
Technological developments in the construction industry have led to digitalization. One of them is the construction industry starting to implement Building Information Modeling (BIM). BIM is a system for managing information into building models in digital form. BIM processes input into information in the form of building modeling as an aid in the decision-making process at each stage of a construction project. In its application, BIM is still not optimal and has many obstacles. Of the 68 contractors in the city of Denpasar, only 3 contractors have used BIM in implementing their construction projects. Therefore, it is necessary to carry out a study to find out the factors that hinder the implementation of BIM among contractors in the city of Denpasar. The data collection method was carried out using a closed questionnaire which was distributed to 68 contractors in the city of Denpasar. The collected data was analyzed using Principal Component Analysis (PCA) factor analysis. The analysis carried out produced 3 factors that hindered the implementation of BIM in the city of Denpasar. These 3 factors include: difficulty in starting to implement BIM, high costs in implementing BIM, BIM is not a target for contractors. The third factor, namely that BIM is not the contractor\u27s target, is the most dominant factor with the highest mean data value of 3.907.
Keywords: Building Information Modeling (BIM); Obstacle Factor; Contractor; Factor Analysis
ABSTRAK
Perkembangan teknologi dalam industri konstruksi sudah mengarah menuju digitalisasi. Salah satunya adalah mulainya industri konstruksi menerapkan Building Information Modeling (BIM). BIM merupakan sistem untuk mengelola informasi menjadi permodelan bangunan dalam bentuk digital. BIM memproses input menjadi informasi dalam bentuk pemodelan bangunan sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan dalam setiap tahapan proyek konstruksi. Dalam penerapannya, BIM masih belum optimal dan memiliki banyak hambatan. Dari 68 kontraktor di kota Denpasar, hanya 3 kontraktor saja yang sudah menggunakan BIM dalam pelaksanaan proyek konstruksinya. Oleh karena itu perlu dilakukan studi untuk megetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat penerapan BIM pada kontraktor di kota Denpasar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner tertutup yang disebar ke 68 kontraktor di kota Denpasar. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis faktor Principal Component Analysis (PCA). Analisis yang dilakukan menghasilkan 3 faktor yang menjadi penghambat penerapan BIM di kota Denpasar. 3 faktor tersebut antara lain: sulitnya memulai penerapan BIM, biaya yang tinggi dalam menerapkan BIM, BIM tidak menjadi target kontraktor. Faktor ketiga yaitu BIM tidak menjadi target kontraktor menjadi factor yang paling dominan dengan nilai mean data tertinggi sebesar 3,907.
Kata kunci: Building Information Modeling (BIM); Faktor Penghambat; Kontraktor; Analisis Fakto
MITIGASI RISIKO MELALUI PENDEKATAN MULTIKULTURALISME JALAN KELUAR DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN NASIONAL
Tujuan dari penelitian ini diarahkan untuk dalam rangka mitigasi peoblem ketahanan nasional saat ini, serta urugensi pendekatan multikultural terhadap ketahanan nasional. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang berusaha mendeskripsikan berbagai informasi dengan melakukan kajian analitis kritis terhadap informasi atau data yang diperoleh tersebut
Hasil penelitian menunjukan bahwa mitigasi risiko melalui pendekatan multikulturalisme merupakan pendekatan yang harus dikembangkan di dalam masyarakat. Sebab pendekatan multikulturalisme merupakan paradigma pendekatan yang mampu memitigasi risiko penurunan ketahanan dengan transformasi kesadaran akan perbedaan. Alternatif pendekatan ini menawarkan pendekatan berwawasan perbedaan dalam persatuan yang menyatukan. Paradigma mitigasi risiko berwawasan multikulturalisme tersebut bermuara pada terciptanya sikap masyarakat yang mau menghargai, menghormati perbedaan etnis, agama dan budaya dalam masyarakat.. Hasil kajian menunjukan mitigasi risiko melalui pendekatan multikulturalisme harus difahami sebagai strategi pendekatan dalam mengatasi problem penurunan ketahanan nasional Indonesia saat ini.
Mitigasi risiko ketahanan nasional Indonesia yang merupakan kekuatan inti bagi eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia tergantung dari kemampuan nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) untuk menghadapi arus perubahan nilai-nilai global
DEMAM REUMATIK DENGAN CHOREA SYDENHAM: LAPORAN KASUS
Demam reumatik merupakan penyakit peradangan akut yang dapat menyertai faringitis yang disebabkan oleh Streptococcus beta-hemolitikus grup A. Chorea Sydenham terjadi pada 15% kasus demam reumatik dan sangat jarang pada dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan yang tepat untuk kasus demam reumatik. Studi ini menggunakan desai case report dari satu pasien yang mengeluhkan gerakannya tidak terkontrol, Pengumpulan data menggunakan data rekam medis dan wawancara dari ibu pasien. Data yang didapat dari pasien akan dibandingkan dengan kajian literatur. Manifestasi chorea muncul dalam 1-6 bulan setelah infeksi streptokokus. Pada pasien dengan diagnosis demam reumatik disertai chorea perlu di berikan Benzatin Penicillin G IM 1.200.000 U sebagai pencegahan primer dan sekunder terhadap infeksi Streptokokus beta-hemolitikus grup A pada faring yang berulang. Untuk mengobati gejala chorea perlu diberikan obat Haloperidol. Pemberian asam Valproat juga disarankan karena lebih cepat waktu penyembuhannya, lebih minim efek samping dan tidak memberikan resiko rekurensi. Pasien dengan demam reumatik dengan atau tanpa karditis perlu dilakukan tirah baring di rumah sakit untuk memantau perkembangan penyakit apabila penyakit berkembang kearah karditi
HUBUNGAN ANTARA TANGGUNG JAWAB KESEHATAN PRIBADI DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA MAHASISWA FISIOTERAPI
Latar belakang: Faktor kesehatan sering kali tidak menjadi prioritas seseorang dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Menjadi hal penting dan mahal ketika seseorang sakit dan sudah mengganggu aktifitas dan berdampak pada produktifitas kerja. Mahasiswa Fisioterapi sebagai bagian dari masyarakat intelektual yang akan membangun derajat kesehatan Indonesia, memiliki tanggung jawab moral dalam mempromosikan gaya hidup sehat dan perilaku hidup sehat di lingkungannya. Secara umum masyarakat berharap, tenaga kesehatan termasuk fisioterapis harus menerapkan gaya hidup sehat serta memiliki perilaku kesehatan yang berdampak positif. Melakukan aktifitas fisik yang benar dan sesuai usia, akan berdampak positif terhadap kesehatan fisik, mental dan social seseorang. Dengan rutin melakukan aktifitas fisik maka orang tersebut sudah berkontribusi terhadap tanggung jawab kesehatan secara pribadi.Tujuan: untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara variable aktifitas fisik dan tanggung jawab kesehatan pada mahasiswa Fisioterapi . Metode: deskriptif korelatif dengan sample 108 mahasiswa yang hadir pada waktu yang telah ditentukan (accidental sampling), pengumpulan data dengan kuesioner HPLP-II yang mengukur perilaku hidup sehat. Analisis data dengan SPSS dengn mencari nilai rata-rata variable aktifitas fisik dan tanggung jawab kesehatan serta diuji korelasi dua variable. Hasil: nilai aktifitas fisik rata-rata 1.960 dan tanggung jawab kesehatan 2.431. Uji korelasi bernilai 0,996 yang berarti kedua variable memiliki hubungan yang tinggi. Kesimpulan: semakin rendah tanggung jawab kesehatan seseorang maka semakin rendah juga aktifitas fisik yang dilakukan seseorang. Hubungan antara tanggung jawab kesehatan dan aktifitas fisik mahasiswa fisioterapi memiliki hubungan yang tinggi (asosiasi sempurna
EVALUASI PENGARUH RASIO CEPAT DAN RASIO KAS TERHADAP PENINGKATAN PERTUMBUHAN PAJAK PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE: THE EFFECT OF QUICK RATIO AND CASH RATIO ON INCREASING TAX GROWTH OF PROPERTY AND REAL ESTATE COMPANIES
Pandemi Covid -19 meninggalkan dampak yang sangat masif berimbas terhadap bisnis properti dan real estate di Indonesia. Turunnya daya beli masyarakat di Indonesia, otomatis akan sangat berimbas terhadap kinerja dari perusahaan properti dan real estate dimana banyak masyarakat yang mengurungkan niatnya dalam kepemilikan rumah. Maka banyak perusahaan yang tidak mampu membayar sebagian ataupun seluruh kewajiban jatuh tempo yang dimilikinya tepat waktu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian asosiatif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh antar variabel yang diteliti yakni rasio cepat, rasio kas dan tingkat pertumbuhan pajak. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan properti dan real estate yang tersedia pada website resmi perusahaan dan atau data yang berasal dari website Bursa Efek Indonesia. Hipotesis pertama mengenai pengaruh rasio cepat terhadap tingkat pertumbuhan pajak tidak memiliki pengaruh, sedangkan hipotesis kedua bertentangan dengan hipotesis pertama dimana rasio kas memiliki pengaruh terhadap hubungannya dengan tingkat pertumbuhan pajak. Sedangkan hipotesis terakhir memiliki kesimpulan yang sama dengan hipotesis pertama dimana pada hipotesis ketiga menyatakan bahwa rasio cepat dan rasio kas tidak memiliki pengaruh yang parsial dan signifikan terhadap tingkat pertumbuahan pajak. Variabel rasio cepat dan variabel rasio kas secara simultan berpengaruh hanya sebesar 6,3% terhadap tingkat pertumbuhan pajak . Sedangkan sisanya senilai 93,7% dipengaruhi oleh variabel lainnya . Sehingga bagi peneliti selanjutnya dianjurkan untuk menambah variabel lain diluar dari variabel yang digunakan dalam penelitian ini sehingga dapat meningkatkan persentase pengaruh diantara variabel yang ditelit
ANALISA VARIASI KUAT ARUS LAS GTAW TERHADAP STRUKTUR KRISTAL, KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK PADA MATERIAL SS 316 L
Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi tentang variasi kuat arus pengelasan GTAW terhadap kekerasan dan kekuatan tarik dari material Stainless Steel 316 L, karena material tersebut umum digunakan sebagai bagian shell tank pada basic tank yang pembuatannya memerlukann proses pengelasan. Perlakuann panas terhadap material yang mempengaruhi nilai kekerasan, dan nilai kekuatan tarik material. Material uji dibedakan menjadi 3 variasi kuat arus dan 3 posisi titik pengujian yaitu kuat arus 60 A, 70 A, dan 80 A dengan waktu 3 menit yang konstan dan posisi titik pengujian Body, HAZ, dan Pusat Las. Material dipotong menggunakan gerinda tangan lalu dilakukan proses pengelasan. Hasil pengelasan tersebut dilakukan pengujian, yaitu pengujian pengujian kekerasan metode brinell dengan hardness tester, pengujian kekuatan tarik dengan alat yang sama yaitu hardness tester dikonversikan nilainya. Dari hasil penelitian menunjukan kondisi material setelah proses pengelasan dengan variasi kuat arus nilai kekerasan dan kekuatan tarik terbesar terletak pada kuat arus 70 A dengan nilai kekerasan 147 HB, sedangkan nilai terbesar kekuatan tarik 496 N/mm² pada titik pusat las
Penyuluhan Penulisan Karya Ilmiah di Sekolah Tinggi Teologi Agapes Jakarta
The writing of scientific papers plays a crucial role in the development of knowledge across various fields. Challenges in writing scientific papers often involve the use of proper grammar, a clear writing style, and strong argumentation. Students, particularly at the Agapes Theological College Jakarta, frequently encounter difficulties in understanding the structure of scientific papers, including the introduction, literature review, and other sections. The selection of an appropriate topic and difficulties in finding relevant literature also present obstacles. Through structured guidance, students receive training to enhance their writing skills. This process involves situation analysis, problem mapping, and training in grammar skills and writing organization. With effective time management and institutional support, students are expected to produce scientific papers that contribute positively to the advancement of knowledge and the broader community.Penulisan karya ilmiah memiliki peran penting dalam pengembangan pengetahuan di berbagai bidang. Tantangan dalam menulis karya ilmiah sering melibatkan penggunaan tata bahasa yang baik, gaya penulisan yang jelas, dan argumentasi yang kuat. Mahasiswa, khususnya di Sekolah Tinggi Teologi Agapes Jakarta, sering kali menghadapi kesulitan dalam memahami struktur karya ilmiah yang meliputi pendahuluan, tinjauan pustaka, dan bagian lainnya. Pemilihan topik yang tepat serta kesulitan dalam pencarian literatur relevan juga menjadi halangan. Melalui penyuluhan yang terstruktur, mahasiswa diberikan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan menulis mereka. Proses ini melibatkan analisis situasi, pemetaan permasalahan, dan pembinaan keterampilan tata bahasa dan organisasi penulisan. Dengan manajemen waktu yang efektif dan dukungan institusi, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat luas