Online Journals Universitas Kristen Indonesia
Not a member yet
2989 research outputs found
Sort by
Penyuluhan Manajemen Misi dan Pertumbuhan Gereja bagi Orang Percaya dalam Pendidikan Agama Kristen
This community service study aims to implement the discourse idea of managing mission and church growth within the Indonesian Muria Christian Church, specifically at the Ark of God. The growth of church members enables the management of the church through mission and church growth, manifesting the love of God to others. This idea reflects the most excellent command of Jesus in Matthew 28:18-20, which is the command to share our lives with others throughout the world. Therefore, the concept of mission and church growth invites management to apply knowledge in planning, implementing, and evaluating the program. This community service utilizes an outreach method to the church community. This method incorporates the results of mission management and church growth, as guided by the most excellent command of Christ. The conclusion is to present the eagerness of the church community to create the program as a practical program ahead of time.Studi pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan gagasan wacana pengelolaan misi dan pertumbuhan gereja di lingkungan Gereja Kristen Muria Indonesia, khususnya di Ark of Worship. Pertumbuhan jemaat memungkinkan pengelolaan gereja melalui misi dan pertumbuhan gereja, mewujudkan kasih Allah kepada sesama. Gagasan ini mencerminkan perintah Yesus yang paling utama dalam Matius 28:18-20, yaitu perintah untuk berbagi hidup kita dengan orang lain di seluruh dunia. Oleh karena itu, konsep misi dan pertumbuhan gereja mengajak manajemen untuk menerapkan pengetahuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pengabdian kepada masyarakat ini memanfaatkan metode penjangkauan kepada komunitas gereja. Metode ini menggabungkan hasil pengelolaan misi dan pertumbuhan gereja, sebagaimana dipandu oleh perintah Kristus yang paling utama. Kesimpulannya adalah untuk menyajikan keinginan komunitas gereja untuk membuat program sebagai program praktis sebelumnya
Pelatihan Pengoperasian Mesin CNC Milling di SMTK Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur
The development of technology is increasingly rapid, especially in the world of machinery or industry, so improving the competence of student graduates is very important to prepare the workforce needed in the industrial environment. SMTK Sabu Raijua East Nusa Tenggara is currently unable to have a craft technique based on science and technology that supports the industrial era 4.0. as an initial competency in the production process for small and medium industries in the field of manufacturing technology and engineering. Therefore, the Universitas Kristen Indonesia through the PkM Team, conducted CNC milling machine programming training for teachers and students. This training aims to improve the abilities or competencies of students in preparation for entering the industrial world which is packaged in extracurricular lessons. The method of implementing this PkM activity uses the training and evaluation method. This training activity includes selecting milling eyes, a simple product design process on Vetric software, creating G-Code files on Vetric software, calibration between system coordinates and machine coordinates, and operating CNC machines. The training was attended by 36 participants consisting of students and teachers of SMK HKBP Pematang Siantar on January 27-29, 2025. After training and observation, it was concluded that participants were able to produce simple products such as key chains based on CNC machines according to the standards determined by the team.Perkembangan teknologi semakin pesat khususnya di dunia permesinan ataupun industri, sehingga peningkatan kompetensi lulusan siswa didik sangat penting untuk mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan di lingkungan industri. SMTK Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur saat ini belum mampu memiliki teknik craft yang berbasis IPTEK yang mendukung era industri 4.0. sebagai kompetensi awal dalam proses produksi bagi industri kecil dan menengah pada bidang teknologi manufaktur dan rekayasa. Oleh sebab itu, Universitas Kristen Indonesia melalui Tim PkM, melaksanakan pelatihan pemrograman mesin CNC milling bagi guru dan siswa. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi para siswa dalam persiapan memasuki dunia industri yang dikemas dalam pelajaran ekstrakurikuler. Metode pelaksanaan kegiatan PkM ini menggunakan metode pelatihan dan evaluasi. Kegiatan pelatihan ini meliputi pemilihan mata milling, proses desain produk sederhana pada software Vetric, proses pembuatan file G-Code pada software Vetric, kalibrasi antara koordinat sistem dan koordinat mesin, serta pengoperasian mesin CNC. Pelatihan diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari siswa dan guru SMK HKBP Pematang Siantar pada tanggal 27-29 Januari 2025. Setelah dilakukan pelatihan dan pengamatan, disimpulkan bahwa peserta mampu memproduksi produk sederhana seperti gantungan kunci berbasis mesin CNC sesuai dengan standar yang ditentukan oleh tim
Pelatihan Peningkatan Literasi Digital bagi Guru di SD Negeri Citra Indah Sukamaju
The advancement of information and communication technology has not only introduced sophisticated digital devices, but also demanded changes in teaching and learning processes. Integrating technology into education has become essential to meet curriculum demands and keep pace with the dynamic developments of the times. Therefore, teachers need to possess adequate digital literacy, including the ability to utilize interactive e-modules through applications such as flipbooks. Flipbooks enable the integration of text, animation, video, and audio, allowing students not only to read but also to interact directly with digital learning materials. This Community Service (PkM) activity was conducted over two days and participated in by 36 teachers. The training results showed an 81% improvement in teachers’ digital literacy skills, based on pretest and posttest comparisons covering indicators such as digital access, understanding, creative production skills, and attitudes toward digital impact. The training received highly positive responses: the material was considered relevant and supportive of teacher creativity (93.9%), the combination of theory and practice was deemed effective (88.9%), the resource persons were rated as competent and communicative (93%), and the supporting facilities were evaluated as adequate (91.6%). Overall, the training received a positive response of 92%, indicating that the activity successfully enhanced teachers\u27 digital competence, creativity, and confidence in developing engaging and interactive flipbook-based learning mediaKemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya menghadirkan perangkat digital canggih, tetapi juga menuntut perubahan dalam proses belajar dan mengajar. Integrasi teknologi ke dalam pembelajaran kini menjadi keharusan untuk memenuhi tuntutan kurikulum dan mengikuti dinamika perkembangan zaman. Oleh karena itu, guru perlu memiliki literasi digital yang memadai, salah satunya dengan menguasai media pembelajaran berupa e-modul interaktif melalui aplikasi flipbook. Flipbook memungkinkan penggabungan teks, animasi, video, dan suara, sehingga siswa tidak hanya membaca, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan bahan ajar digitalnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh 36 guru. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan literasi digital guru sebesar 81% berdasarkan perbandingan pretes dan postes yang mencakup indikator akses digital, pemahaman, keterampilan kreasi, dan sikap terhadap dampak digital. Pelatihan mendapat sambutan sangat baik: materi dinilai relevan dan mendukung kreativitas guru (93,9%), metode kombinasi teori dan praktik dinilai efektif (88,9%), narasumber dinilai kompeten dan komunikatif (93%), serta fasilitas pendukung dinilai memadai (91,6%). Secara keseluruhan, pelatihan mendapat respon positif sebesar 92%, menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi digital, kreativitas, dan kepercayaan diri guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis flipbook yang menarik dan interakti
Gerakan Bersih dan Berbagi
The “Clean and Share Movement” is an initiative aimed at fostering environmental awareness and social care through concrete actions, namely cleaning a public park and sharing food with the surrounding community. The program involved the organizers as active participants and the community as beneficiaries, creating positive social interactions and practical experiences in service. The activity was implemented using a participatory method, where all participants were directly involved in cleaning the environment and distributing food, supported by documentation for evaluation purposes. Results showed that participants experienced increased empathy, care, cooperation, and understanding of Christian values such as love, humility, and social responsibility. The community responded positively, expressing appreciation and even participating in the activities. Evaluation highlighted the need for improved coordination, logistics, and regular program development to strengthen sustainability values. Overall, this initiative demonstrates that simple but well-planned actions can serve as a platform for character education, fostering individuals who are environmentally conscious, socially sensitive, and capable of becoming agents of positive change in society.Kegiatan “Gerakan Bersih dan Berbagi” merupakan inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kepedulian sosial melalui aksi nyata, yaitu membersihkan taman dan berbagi makanan kepada masyarakat sekitar. Program ini melibatkan panitia sebagai peserta aktif dan masyarakat sebagai penerima manfaat, sehingga terjadi interaksi sosial yang positif dan pengalaman praktis dalam pelayanan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode partisipatif, di mana seluruh panitia terlibat langsung dalam pembersihan lingkungan serta proses berbagi makanan, didukung dengan dokumentasi kegiatan untuk evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan empati, kepedulian, kerja sama, serta pemahaman nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kerendahan hati, dan tanggung jawab sosial. Respon masyarakat juga positif, memberikan apresiasi dan bahkan ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Evaluasi kegiatan menekankan perlunya penyempurnaan koordinasi, logistik, dan pengembangan program secara rutin agar nilai-nilai keberlanjutan dapat tertanam lebih kuat. Secara keseluruhan, kegiatan ini membuktikan bahwa tindakan sederhana namun terencana dapat menjadi sarana pembelajaran karakter, membentuk individu yang peduli lingkungan, peka terhadap sesama, dan mampu menjadi agen perubahan positif di masyarakat
AUTOCRATIC LEGALISM IN THE 2024 ELECTIONS: DISTORTIONS OF THE RULE OF LAW IN INDONESIA’S DEMOCRACY
This study examines the rise of autocratic legalism in Indonesia’s 2024 elections, highlighting how legal mechanisms were manipulated to consolidate power, suppress dissent, undermine electoral fairness, and weaken public accountability.The research identifies five core patterns of autocratic legalism: (1) manipulation of judicial institutions, (2) misuse of internal political party mechanisms, (3) enactment of manipulative legislation, (4) politicization of public policy, and (5) instrumentalization of the state bureaucracy. Using a normative legal method, this study applies statutory, case-based, and conceptual approaches, relying on legal documents, court rulings, and scholarly works on constitutional democracy. It draws from both primary and secondary legal sources, as well as governance indicators, to demonstrate the impact of autocratic tendencies on Indonesia’s democratic quality.The findings reveal that autocratic legalism, when normalized, endangers the foundation of Indonesia’s constitutional democracy. Theoretically, this study contributes to understanding how autocratic regimes weaponize legal frameworks to dismantle democratic norms from within, accelerating processes of democratic backsliding. It emphasizes the need to reconceptualize democratic resilience, not merely as institutional endurance, but as the capacity to resist legal manipulations from within. Accordingly, the study recommends reforms to secure judicial independence, revise the Political Party Law, expand civil liberties, and foster meaningful public participation. These measures are vital to restoring democratic integrity and upholding the rule of law as mandated by the 1945 Constitution.
Keywords: autocratic legalism, 2024 elections, sustainable democracy, electoral integrity, rule of la
THE INFLUENCE OF RETURN ON EQUITY, DEBT TO EQUITY RATIO, AND CURRENT RATIO ON PRICE EARNING RATIO (STUDY ON AUTOMOTIVE & COMPONENT SUBSECTOR COMPANIES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE PERIOD OF 2015-2019
This study aimed to investigate the impact of Return on Equity, Debt to Equity Ratio, and Current Ratio on the Price Earning Ratio. The study focused on automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2015 to 2019. Purposive sampling was employed, resulting in the selection of seven automotive companies over a five-year period. The analysis utilized multiple regression analysis. The findings indicated that Return on Equity had a positively significant effect on Price Earning Ratio, while Debt to Equity Ratio had a negatively significant impact. However, Current Ratio was found to have no influence on Price Earning Ratio.
Keywords: Price Earning Ratio (PER), Return on Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Current Ratio (CR
Analisis Pengendalian Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada Aktivitas Bongkar di Dermaga Pelabuhan Gresik Menggunakan Metode Hirarc
Angka kecelakaan kerja yang masih tinggi di indonesia, Aktivitas bongkar di PT. BMS yang cukup padat memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi, penulis ingin mengananalisis pengendalian risiko di pt berlian manyar sejahtera menggunakan metode HIRARC. metode HIRARC menjadi salah satu metode yang sangat efektif dalam mendeteksi risiko beserta penanggulangannya. penelitian ini bersifat kuantitatif berdasarkan metode HIRARC. Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control) adalah tahapan-tahapan untuk mengendalikan sebuah risiko dengan cara mengidentifikasi sebuah bahaya dari aktivitas, lalu menilai sebuah bahaya atau risiko tersebut sehingga dapat dilakukan pengendalian agar bisa dikurangi ataupun dihilangkan. metode ini penting dalam sistem K3 karena berkaitan dengan pencegahan risiko dan pengendalian bahaya.Peneliti menemukan pada tahapan identifikasi bahaya terdapat 18 sumber bahaya. Pada tahap penilaian risiko, dari 18 sumber bahaya ditemukan 15 sumber bahaya dengan tingkat moderate risk (nilai 5-9) dan 3 sumber bahaya dengan tingkat low risk (nilai 1-4). Pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian risiko yaitu dengan cara eliminasi, substitusi, perancangan sistem, administrasi dan penggunaan APD.Hasil identifikasi bahaya menghasilkan 12 jenis bahaya pada aktivitas stevedoring, 4 jenis bahaya pada aktivitas cargodoring serta 2 jenis bahaya pada aktivitas delivery. Hasil penilaian risiko dari 12 jenis risiko yang ada pada aktivitas stevedoring, sebagian besar mendapatkan nilai risiko moderate risk (nilai 5-9) Pengendalian risiko yang dapat dilakukan di PT. BMS mencakup berbagai pendekatan sesuai hierarki pengendalian risiko.
Kata kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), HIRARC, Pengendalian Risik
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT LUMAJANG DI DUNIA FOTOGRAFI TAHUN 1990-AN – 2011
Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa, Perubahan sosial di dunia fotografi yang terjadi pada masyarakat di Lumajang ini bukan hanya terjadi pada para tukang foto atau para pelaku bisnis fotografi, akan tetapi perubahan sosial di dunia fotografi ini juga dapat dirasakan oleh masyarakat Lumajang tentang kebutuhannya akan dunia fotografi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan sosial masyarakat Lumajang di dunia fotografi pada tahun 1990-an - 2011, dan untuk mengetahui tentang latar belakang munculnya komunitas fotografi di Lumajang, serta untuk mengetahui pengaktualisasian perubahan sosial pada masyarakat Lumajang di dunia fotografi dengan teori perubahan sosial John Lewis Gillin & John Philip Gillin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pada metode sejarah di dalamnya terdapat beberapa komponen yang terdiri dari pengumpulan sumber atau yang disebut dengan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi, dan historiografi atau yang disebut sebagai penulisan seuatu penelitian sejarah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, perubahan sosial di dunia fotografi yang ada di Lumajang mulai terjadi cukup signifikan mulai tahun 1990-an yang ditandai dengan maraknya tren foto keluarga pada saat hari raya idul fitri, hingga puncaknya perubahan sosial ini terjadi mulai awal tahun 2000-an – 2011 mulai muncul adanya komunitas fotografi dan seminar fotografi yang diikuti oleh beberapa tukang foto yang ada di Lumajang, serta mulai adanya handphone yang dilengkapi dengan fitur kamera sebagai bentuk dari kemajuan teknologi di dunia fotografi pada masyarakat Lumajang.
ABSTRAK
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa, Perubahan sosial di dunia fotografi yang terjadi pada di masyarakat Lumajang ini bukan hanya terjadi pada para tukang foto atau para pelaku bisnis fotografi yang ada di wilayah Lumajang saja, akan tetapi perubahan sosial di dunia fotografi ini juga dapat dirasakan oleh masyarakat Lumajang tentang kebutuhannya akan dunia fotografi Fokus pada penelitian ini ada tiga , yaitu : (1 ) Bagaimana perubahan sosial masyarakat Lumajang di dunia fotografi pada tahun 1990-an - 2011? (2) Bagaimana latar belakang munculnya komunitas fotografi di Lumajang ? (3) Bagaimana pengaktualisasian perubahan sosial pada masyarakat Lumajang di dunia fotografi dengan teori perubahan sosial John Lewis Gillin & John Philip Gillin ?. Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan sosial masyarakat Lumajang di dunia fotografi pada tahun 1990-an - 2011, dan untuk mengetahui latar belakang munculnya komunitas fotografi di Lumajang, serta untuk mengetahui pengaktualisasian perubahan sosial pada masyarakat Lumajang di dunia fotografi dengan teori perubahan sosial John Lewis Gillin & John Philip Gillin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Pada metode sejarah di dalamnya terdapat beberapa komponen yang terdiri dari pengumpulan sumber atau yang disebut dengan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi, dan historiografi atau yang disebut sebagai penulisan seuatu penelitian sejarah .
Kata Kunci : Fotografi , Perubahan Sosial, Lumajang
 
Development of an E-Module Based on the SAVI Learning Model on the Topic of Buffer Solutions
The purpose of this research focuses on the development of electronic modules (e-modules) based on the SAVI (Somatic, Auditory, Visual, and Intellectual) learning model, which specifically targets high school students studying buffer solution materials. This research uses the 4-D model development framework, including the defining, designing, and developing stages. Initial needs analysis showed a significant gap in the utilization of electronic learning media at SMA Negeri 1 Pancur Batu. The resulting e-module consists of 39 pages and is designed to meet diverse learning styles through interactive elements and multimedia aids. Validation by experts showed that the e-module was very feasible, with an average value of 78.37% material expert assessment and 88.3% media expert assessment. In addition, feedback from teachers and students showed strong engagement and effectiveness, with an average teacher assessment score of 90.75% and 89% average student assessment. This research highlights the importance of integrating modern technological advances into chemistry education to improve student learning outcomes.
Keywords: Development, E-module, Buffer solution, SAV
Plugged versus Unplugged Activities within Problem-based Learning for Computational Thinking Skills: A Meta-Analytic Review
The integration of technology in 21st-century education brings considerable advantages, particularly through "plugged" activities within problem-based learning (PBL) frameworks to enhance computational thinking (CT) skills. However, the impact of plugged activities in PBL on CT skills development has shown inconsistency. Additionally, how do plugged activities compare with unplugged activities within PBL for optimizing CT skills? This study addresses this question by comparing the effects of plugged and unplugged activities integrated into PBL on students\u27 CT skills. A meta-analysis was conducted on 17 empirical studies published between 2011 and 2023, which produced 31 effect sizes in g units and included data from 1,376 students. Using the Q Cochrane and Z tests, facilitated by the Comprehensive Meta-Analysis (CMA) software, the data were analyzed to determine these effects. The findings showed that, descriptively, plugged activities in PBL (g = 0.818; p < 0.05) had a stronger effect on enhancing CT skills than unplugged activities (g = 0.649; p < 0.05). Statistically, sufficient evidence indicated that plugged activities within PBL are more effective than unplugged activities for improving students’ CT skills. Therefore, educators, including teachers and lecturers, may consider using plugged activities as part of a PBL framework to support the development of CT skills in students