Miqot Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Not a member yet
    262 research outputs found

    HISTORIOGRAFI ISLAM: Bio-biografi dan Perkembangan Mazhab Fikih dan Tasawuf

    Get PDF
    Abstrak: Studi bio-biografi dalam historiografi Islam, menempati posisi strategis terutama dalam penguatan dan pembentukan mazhab-mazhab di dunia Islam, khususnya dalam bidang fikih dan tasawuf. Tulisan ini mencoba menelusuri dan memetakan bagaimana arah dan model perkembangan studi bio-biografi dalam historiografi Islam. Penulis mengemukakan bahwa hubungan antara sebuah karya dengan dinamika kultural pada setiap ruang dan waktu, mencerminkan masing- masing karya sejarah semakin sarat dengan muatan kepentingan kultural yang sangat kompleks. Kajian bio-biografi tidak hanya terbatas pada bentuk sîrah, thabaqât, tarjamah, ansâb, namun yang paling fenomenal adalah munculnya hagiografi (manâqib), sebuah kajian yang menempatkan seseorang sebagai tokoh puncak intelektual dan spiritual. Kitab manâqib merupakan simbol dalam ikatan mazhab membentuk kohesivitas psikologis bagi para pengikut mazhabnya. Abstract: Islamic Historiography; the Bio-biography and the Development of schools of Fiqh and Tasawuf. The study of bio-biography in Islamic historiography occupies a strategic position, particularly in strengthening and establishing the schools in the Islamic world especially in the realm of fiqh and tashawuf. This paper traces and attempts to map the direction and development of bio-biographical studies in Islamic historiography. The author argues that the relationship between a work and the cultural dynamics at any given time and space, reflecting their respective historical work that highly motivated by the complex cultural interest. The study of bio-biography is not only confined to such works as thabaqât, tarjamah, and ansâb, but it may also be in the form of manâqib, that let someone enjoy the position as the most important intellectual and spiritual figure. The manâqib also symbolizes the schools bond that forms a psychological cohesiveness to the disciples of respective mazhab.Kata Kunci: bio-biografi, historiografi, ketokohan, fikih, tasawu

    TAREKAT NAQSHABANDIYYAH KHALIDIYYAH IN MALAYSIA: A Study on the Leadership of Haji Ishaq bin Muhammad Arif

    Get PDF
    Abstrak: Tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah di Malaysia: Suatu Studi Kepemimpinan Haji Ishaq bin Muhammad Arif. Tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah pimpinan Haji Ishaq memilik banyak pengikut juga terkenal di kalangan tarekat di Malaysia. Artikel ini akan menelusuri kepemimpinan Haji Ishaq bin Muhammad Arif, muncul dan berkembangnya tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah di Malaysia. Data dikumpulkan tidak hanya melalui manuskrip tulisan Haji Ishaq, akan tetapi juga karya-karya muridnya. Observasi lapangan juga dilakukan di beberapa situs yang diidentifikasi sebagai pusat pergerakan. Untuk memperkuat argumen-argumen data manuskrip, beberapa murid senior Haji Ishaq juga diwawancarai. Kajian ini menemukan bahwa tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah pimpinan Haji Ishaq merupakan komunitas besar yang memiliki banyak pengikut dari latar belakang yang berbeda termasuk para akademisi dan profesional. Kekuatan kelompok ini tercermin dari terciptanya pusat-pusat jaringan luas di berbagai negara bagian Malaysia.Abstract: The Tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah lead by Haji Ishaq has many followers and is also known especially among other tarekat followers in Malaysia. This article is navigating through the leadership of Haji Ishaq Bin Muhammad Arif, the emergence of tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah  he lead and its evolution in Malaysia. Beside the data collected through the manuscript written by Haji Ishaq, his murids works were also studied. Field observations were also performed at several sites that are identified to be the centers of the movement. Also, some senior students of Haji Ishaq were interviewed to strengthen the arguments of the manuscript data. This study had discovered that tarekat Naqshabandiyyah Khalidiyyah lead by Haji Ishaq was large group with many followers, made up of diverse backgrounds, including academicians and professionals. The power of this group is reflected in the extensive network of centers that are located in several states in Malaysia.Key Words: Tarekat, Haji Ishaq bin Muhammad Arif, Naqshabandiyyah Khalidiyya

    ISLAMISASI DI SUMATERA UTARA: Studi Tentang Batu Nisan di Kota Rantang dan Barus

    Get PDF
    Abstrak: Manakala membicarakan tentang proses islamisasi di Indonesia, para ahli akan fokus pada pembahasan tentang Aceh. Pada hal di Sumatera Utara, khususnya di sekitar kota Medan dan Barus banyak  dijumpai situs makam kuno yang membuktikan agama Islam sudah lama bertapak di daerah ini. Dengan menganalisis tipologi dan kronologi nisan Aceh dan inskripsi yang terdapat pada batu nisan di Kota Rantang dan Barus, Sumatera Utara diketahui bahwa proses islamisasi di Sumatera Utara sudah terjadi sejak abad ke-13 M. Proses islamisasi itu akhirnya membentuk sebuah komunitas politik bercorak Islam pada abad ke-13 M yakni munculnya Kerajaan Haru di Kota Rantang, Hamparan Perak.Abstract: Islamization in North Sumatra: A Study of Gravestone in Rantang and Barus Cities. When talking about the process of islamization in Indonesia, many an expert will focus on discussing Aceh. Where as in North Sumatra, especially around the city of Medan and Barus many ancient gravestones found that proves the Islamic religion has long foothold in this area. By analyzing the typology and chronology of Aceh tombstones and inscriptions found in gravestones in the cities of Rantang and Barus, North Sumatra Province is known that the process of islamization in North Sumatra have occurred since the 13th century AD. The process of islamization was eventually formed a political community of Islam in the design of the 13th century AD ie the emergence of the Kingdom of Haru in the Kota Rantang, Hamparan Perak.Kata Kunci: Islamisasi, tipologi, batu nisan, Kota Rantang, Barus, Kerajaan Ar

    TELAAH SIGNIFIKANSI KONSEP MANUSIA MENURUT AL-GHAZÂLÎ

    Get PDF
    Abstrak: Al-Ghazâlî lahir pada masa kejayaan pemikiran rasional Islam klasik abad ke-10. Setelah melakukan serangkaian petualangan intelektual—yang pada titik tertentu membawanya ke titik krisis mental—ia menjadi salah seorang pemikir multi disiplin yang berpengaruh sangat luas. Artikel ini berargumentasi bahwa pemikirannya tentang spiritualisme memiliki potensi besar untuk menjawab berbagai pertanyaan yang menghantui kehidupan manusia modern. Lebih khusus, penulis berpendapat bahwa manusia modern sangat membutuhkan teori al-Ghazâlî yang memadukan indera, akal, dan intuisi sebagai sumber pengetahuan yang absah. Teori ini dapat menyediakan dasar epistemologi yang kokoh sekaligus satu cara yang berimbang dalam melihat hidup manusia.Abstract: An Analysis of the Significance of al-Ghazâlî’s Concept of Men. Born at the heyday of Islamic classical rationalism of the tent century, and after going through series of intellectual adventures that at points bring him to mental breakdown, al-Ghazâlî established himself as an Islamic polymath of towering influence. The present article argues that his thought on spiritualism is of great potential in answering the many questions faced by modern man. More specifically, our present author is of the opinion that modern man is in dear need of al-Ghazâlî’s theory of integrating senses, reason, and intuition as equally legitimate sources of knowledge. This theory could provide not only a sound epistemological basis but also a balanced way of perceiving human life.Kata Kunci: Al-Ghazâlî, spiritualitas, epistemologi, manusia, tasawu

    EFEK GANDA PENGELOLAAN WAKAF UANG

    Get PDF
    Abstrak: Selama ini pemanfaatan wakaf cenderung tidak produktif dan meng- abaikan kemungkinan potensi untuk kesejahteraan umum. Tulisan ini mendiskusikan perubahan dan implikasi yang timbul dengan dikeluarkannya Undang-undang Nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf. Penulis mengemukakan bahwa wakaf uang dapat ber- peran dalam menunjang proses pembangunan secara menyeluruh, baik pembangunan sumber daya manusia, maupun ekonomi dan sosial. Investasi wakaf uang dapat disalurkan untuk membantu biaya operasional lembaga-lembaga pendidikan, kese- hatan dan sosial. Di sinilah wakaf uang berperan sebagai salah satu sumber pendanaan alternatif untuk peningkatan kesejahteraan umat. Menurut penulis, introduksi Undang- Undang ini menjadi momentum pemberdayaan wakaf secara produktif.Abstract:TheMultiplier Effects of Currency Endowment Management. The employment of wakaf or endowment thus far tends to be unproductive disregarding the possibility of its potential for the public interest. This writing discusses changes and implication brought by the introduction of Regulation No. 41/2004 concerning Wakaf. The author maintains that currency endowment may function to supporting the process of development throroughly, both in human resources and social economy. Currency endowment investment may be distributed as a mean of assisting operational funding of educational, health and social institutions. It is on this that currency endowment plays the role as an alternative financial resource for the betterment of social prosperity. According to the author, the introduction of this regulation would become an avenue for empowering endowment productively.Kata Kunci: wakaf uang, ekonomi umat, UU No. 41/200

    KEPERCAYAAN ANIMISME DAN DINAMISME DALAM MASYARAKAT ISLAM ACEH

    Get PDF
    Abstrak:  Masyarakat Aceh dikenal sebagai masyarakat yang religius. Agama Islam memainkan peranan penting dalam mengarahkan perilaku keseharian masyarakatnya. Namun, dalam kenyataan, masih terdapat beberapa unsur kepercayaan pra Islam yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini berusaha menggali unsur kepercayaan animisme dan dinamisme dalam masyarakat Islam Aceh, mulai dari kelahiran sampai kematian maupun kepercayaan yang masih dipertahankan. Penelitian eksploratif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Studi ini menemukan bahwa, masyarakat Islam Aceh hingga sekarang ini masih mengamalkan dan memercayai ajaran agama dan kepercayaan yang ditinggalkan oleh nenek moyang mereka. Mereka percaya dan menganggap bahwa objek tertentu mempunyai kekuatan gaib serta dapat memberikan pertolongan, suatu kepercayaan yang berbau bid’ah dan tahayul yang sudah menyatu menjadi bentuk kepercayaan yang tidak terpisahkan dalam keseharian masyarakat.Abstract: Animism and Dynamism amongst the Achehnese Islamic Society. The Achehnese has been widely known to be religious society. Islamic religion plays an important role in leading the daily activities amongst the Achehnese. In reality, however, some pre Islamic believes still continue to developed in the society. This paper attempts to study the aspects of animism and dynamism believes in the Islamic society of Acheh, be they from the birth until death or the belief that is still preserved. This explorative research utilizes a qualitative approach. The study reveals that Achehnese Muslim thus far, though they adhere to religious teachings they still practise the beliefs inherited from their ancestors. They believe that certain object may have spiritual power and to be sought assistance, a belief categorized as innovation and imagination inherent in the form of belief indivisible in daily social lives.Kata Kunci: teologi, kepercayaan, animisme dan dinamism

    PERANAN ULAMA DALAM MEMBINA MASYARAKAT BANJAR DI KALIMANTAN SELATAN

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan ulama dalam pembinaan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Peneliti menyimpulkan bahwa ulama memainkan peranan tradisional, meskipun mereka hidup di era Modern. Tanpa memandang tipologinya, ulama telah membawa masyarakat Banjar dalam kesatuan. Ulama memainkan peran besar dalam membina keseimbangan, keharmonisan dan ketunggal-ikaan dari berbagai pandangan, kepentingan dan kelompok masyarakat Banjar. Penelitian juga menemukan bahwa faktor demografi dan sosial budaya tidak memiliki kaitan erat dengan peranan ulama, kecuali faktor religiositas. Dalam masyarakat Banjar, ulama menempati kedudukan yang tinggi karena keilmuan, keterpujian akhlak, kesalehan dan peranan konkret yang mereka lakukan dalam membina masyarakat. Lebih dari itu, karena religiositasnya, pendapat ulama terhadap perubahan sosial, modernisasi, dan pembangunan di Kalimantan Selatan direspons secara positif oleh masyarakat.Abstract: The Role of Ulama in Developing Banjarese Society of South Kalimantan. This research aims at comprehending the role of ulama in developing Banjar society of South Kalimantan. The author concludes that ulama plays traditional role, provided that they live in modern era. Without considering the typology, ulama has brought the Banjarese society into unity. They have also taken important role in keeping up stability, harmony and diversity from various perspectives, interest, and social groups of Banjarese. It is also revealed that demographic and socio-cultural factors are not closely related with the role of ulama, except that of religiosity. In Banjarese society, ulama is regarded as having high esteem position, due to their knowledge, good character, piety, and their concrete role in social development. In addition, due to their religiosity, their opinions on such fields as social transformation, modernization and development in South Kalimantan are positively responded.Kata Kunci: ulama, masyarakat Banjar, Kalimantan Selata

    PENGELOLAAN ZAKAT DI ACEH PASCA DEKLARASI SYARIAT ISLAM

    Get PDF
    Abstract: Zakat Management in the Post Declaration of Islamic Syariah in Aceh. One of the most noted consequences of declaration of the implementation of Syariat Islam in Aceh has been a spirit for the management of zakat which was resulted in the introduction of several regulations. The author argues that by referring to these laws and qanun there is a tendency that the management of zakat are being managed by the government. However, such system is not similar to that of the BAZIS (Badan Amil Zakat Infaq and Shadaqah). This article is an attempt to analyze the management of zakat focusing on systems applied in Baitul Mal and in the BAZIS, the extent to which they are similar or different. The author maintains that the system used in Baitul Mal is more effective and as such makes such institution closer to society and cuts down bureaucratic complexity.Kata Kunci: pengelolaan zakat, BAZIS, Baitul mal, Ace

    FATWA OF THE COUNCIL OF THE INDONESIAN ULAMA ONGOLPUT(VOTE ABSTENTION): A Study of Contemporary Islamic Legal Thought in Indonesia, 2009

    Get PDF
    Abstrak: Fatwa MUI Tentang Golput, Studi Pemikiran Hukum Islam di Indonesia, 2009. Isu tentang golput (golongan putih) merupakan fenomena baru dalam pemilihan umum di Indonesia yang banyak mengundang kontroversi. Sekalipun pemerintah telah meyakinkan untuk melaksanakan pemilihan umum yang aman, jujur dan adil, tampaknya golput mengarah pada sebuah gerakan yang dapat menggagalkan Pemilu 2009. Tulisan ini mengkaji fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2009 tentang pengharaman golput. Penulis mengemukakan bahwa fatwa ini telah mengundang kritikan dan mempertanyakan otoritas MUI. Sementara pihak yang medukung meng- anggap fatwa ini sebagai langkah cerdas dalam rangka meningkatkan peran serta pemilih sebagai sarana meningkatkan pembangunan bangsa. Penulis menyimpulkan bahwa fatwa ini mencerminkan pergulatan pemikiran hukum Islam dengan konteks sosial- politik yang terus menjadi wacana sepanjang sejarah Islam di Indonesia.Abstract: The issue of vote abstention is a new phenomenon in Indonesia general election that appeals to controversy. Although the government has assured that the general election to be conducted fair, just and peacefull, it seemed that vote abstention tended to transform into a movement that would threaten the 2009 general election. This paper studies the fatwa of the Indonesian Council of Ulama (MUI) of 2009 on the prohibition of vote abstention. The author maintains that this fatwa has led to criticism and questioned the authority of MUI. Those who support, however, considered this fatwa as brilliant move to boost voters’ participant in improving the national development. The author concludes that this fatwa reflects the dynamics of Islamic legal thought in the socio-political context that would become a discourse in the Islamic history in Indonesia.Kata Kunci: Islamic law, fatwa, council of Indonesian ulama,democracy

    RUSSIAN SCHOLARS AND THE QUR’ÂN: Historical Perspective of The Development of Russian Orientalists In The 19th–20th Centuries

    Get PDF
    Abstrak: Ilmuan Rusia dan al-Qur’an: Perspektif Sejarah Perkembangan Orientalis Rusia abad ke 19 dan 20. Setelah keberhasilan Mullah Usman Ibrahim pada abad ke 18, studi al-Qur’an di Rusia sejak abad ke 19 tidak mengalami kemajuan signifikan. Kondisi ini berlanjut hingga G.S. Sablukov dan D.N Boguslavskiy pada akhirya menciptakan karya sendiri mereka tentang tafsir al-Qur’an pada masa paruh kedua abad ke 19. Perkembangan tradisi Rusia dalam pengkajian al- Qur’an semakin pesat ketika ilmuan Rusia yang lain, I. Yu. Krachkovsky, memper- kenalkan pendekatan baru dalam memahami dan menginterpretasi Kitab Suci al- Qur’an bagi masyarakat Rusia pada awal abad ke 20. Dalam makalah ini penulis mengemukakan bahwa sangat disayangkan, ilmuan Rusia memasuki era kegelapan dalam pengkajian al-Qur’an ketika regim Komunis Soviet menagmbil alih kendali pemerintahan dan memperkenalkan kebijakan dan propaganda ateistis pada paruh kedua abad ke 20. Makalah ini berupaya untuk menganalisa sejarah perkembangan studi al-Qur’an dalam kondisi sosial, kultur dan politik atmosfir akademis Rusia.Key Words: Qur’an, Qur’anic studies, Russian Orientalists, interpretatio

    248

    full texts

    262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Miqot Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇