Miqot Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Not a member yet
    262 research outputs found

    PENERIMAAN DAN PENOLAKAN PESAN DAKWAH DALAM INTERAKSI SIMBOLIK DA’I DAN MAD’U PADA JAMAAH TABLIGH DI KOTA PADANG

    Get PDF
    Abstrak:Penelitian ini tentang interaksi simbolik dai danmad‘u dalam penerimaan dan penolakan pesan dakwah olehmad‘upada Jamaah Tabligh Kota Padang. Pertanya- annya, kenapa mad‘u menerima atau menolak bahkan menentang pesan dakwah serta bagaimana bentuk penerimaan dan penolakannya dalam interaksi  simbolik dai danmad‘u pada Jamaah Tabligh Kota Padang. Dengan pendekatan fenomenologis untuk mengkaji aktivitas Jamaah Tabligh Kota Padang sangat relevan dan dipadukan dengan teori ethnometodologi. Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa audiens Padang menerima pesan dakwah Jamaah Tabligh antara karena aspek ideologis dan keyakinan, pendekatannya yang persuasif, bahasa yang menarik dan tidak mem- persoalkan khilafiyah. Namun ada juga masyarakat kota Padang yang menolak dakwah mereka, di antaranya karena cenderung fatalistis,tidak mementingkan duniawi dan perilaku yang kurang simpatik.Abstract:The Response of Preaching Message in Symbolic Interaction between Preacher and the Audience in Jamaah Tabligh in Padang City. This paper studies symbolic interaction of preacher and the audience in accepting and reputing the message by audience of Jamaah Tabligh in Padang City. By means of phenomenological approach to study Jamaah Tabligh activities is perceived very relevant and combined with ethnomethodological theory. The result of the research shows that audience of the Padang city accepts the message of the Jamaah Tabligh due to the ideology and faith, its persuasive approach, interesting language and without taking divergence of opinion into account. On the other hand, some community of Padang city reputes the preaching in view of it being fatalistic, denial of wordly affairs and a rather sympathetic character.Kata Kunci : dai,mad‘u, interaksi simbolik, Jamaah Tabligh, Padang, komunikas

    PEMIKIRAN POLITIK ISLAM MUHAMMAD ‘ABID AL-JABIRI: Telaah terhadap Buku al-‘Aql al-Siyâsi al-‘Arabî: Muhaddidâtuh wa Tajalliyâtuh

    Get PDF
    Abstrak: Sistem politik di dunia Arab modern yang umumnya dikesankan sebagai otoriter dan despotis, menarik perhatian al-Jabiri untuk menelaah akar permasalah- annya. Ia telah melakukan penelaahan secara jeli dan kemudian menemukan akar permasalahannya. Menurutnya, ada tiga hal mendasar dalam nalar politik bawah sadar masyarakat Arab yang memengaruhi realitas sistem politik dunia Arab yang cenderung tidak demokratis saat ini, yakni nalar qabîlah, ghanîmah, dan ‘aqîdah. Qabîlah merupakan representasi dari nalar politik yang nepotis dan sektarian, ghanîmah adalah manifestasi dari sistem keuangan negara yang tidak sehat (karena cenderung konsumtif), sedangkan ‘aqîdah adalah representasi dari paham ataupun ideologi politik yang doktriner. Untuk mengatasinya, ketiga pola pikir yang mendasar tesebut perlu diubah menjadi sistem partai yang egaliter dan profesional; sistem fiskal yang produktif dan sustainable; dan pola pikir yang rasional dan objektif.Abstract: Muhammad‘Abid al-Jabiri’s Islamic Political Thought: A Study of his al-‘Aql al-Siyâsi al-‘Arabî: Muhaddidâtuh wa Tajalliyâtuh.The political system in theArab modern world generally perceived as authoritarian and despotic attracted al-Jabiri to examine the root of the problem. He has conducted a sharp review and then find the root of the problem. According to him there are three fundamental elements in political reasoning subconscious Arab society that affect the reality of the political system of the Arab world who tend not democratic today, the reasonof qabîlah, ghanîmah, and ‘aqîdah. Qabîlahwas a logical representation of political and sectarian nepotistic, ghanîmah is a manifestation of the country’s financial system that is not healthy, while ‘aqîdah is a representation of understanding or doctrinaire political ideologies. To overcome this, such the three basic proficiency level mindset needs to be changed, the mindset qabîlah who was nepotistic and ethnocentric converted into an egalitarian party system and professional; reason ghanîmah converted into productive systems and sustainable fiscal; and ‘aqîdahreason converted into a mindset that is rational and objective.Kata Kunci: politik Islam, al-Jabiri, nalar qabilah, nalar ghanîmah, nalar ‘aqîda

    REFORMULASI ISTINBÂTH HUKUM ISLAM DARI AL-SUNNAH DALAM PERSPEKTIF YÛSUF AL-QARDHÂWÎ

    Get PDF
    Abstrak:Tulisan ini difokuskan pada pemikiran Yûsuf al-Qardhâwî tentang al-Sunnah dalamistinbâth hukum Islam. Teori asasi pemikiran Yusuf al-Qardhâwî berkenaan dengan metode komprehensif (manhaj syumûlî), metodebalance (manhaj mutawâzin) dan metode yang memudahkan (manhaj muyassir) menjadi pisau analisis kajian ini. Pada gilirannya, pengkajian atas peran dan fungsi yang melekat pada Rasulullah SAW. adalah urgen guna menguak subtansi al-Sunnah. Menurutnya, terkadang Rasulullah SAW. bersabda dalamkapasitasnya sebagai hakim, sekali waktu muncul dari perannya sebagai kepala negara. Beliau juga terkadang berfatwa dalam posisinya sebagai Rasul, atau sebagai manusia biasa. Sebab itu, memperhatikan konteks di mana dan kapan sabda itu dinyatakan adalah sebuah keniscayaan. Penulis menemukan bahwa Yûsuf al-Qardhâwî menformulasikan delapan prinsip pola istinbâth hukum Islam dari al-Sunnah agar relevan dengan perkembangan tempat dan waktu, dengan tetap berpijak pada spirit al-tasyrî‘dan maqâshid al-syarî‘ah.Abstract:Reformulation of Distillation of Islamic Law in the Perspective of Yûsuf al-Qardhâwî.This article is focused on the thought of Yûsuf al-Qardhâwî about al-sunnah in theistinbâth of Islamic law. The principle theory of Yûsuf al-Qardhâwî’s thought consist of comprehensive method, balance method and simplifying method becomes the theoretical analysis for this study. In turn, the study on the role of Prophet Muhammad is urgently considered to reveal the substance of al-Sunnah. For al-Qardhâwî, at one time, the Prophet could act in the capacity as a judge but in another time as a leader, and as a messenger of Allah which is applicable for universal use. What’s more, his own utterance may also represent his personal expression as a lay person. Hence, looking at the context where and when the decree is stated becomes a necessity. The writer finds that Yûsuf al-Qardhâwî formulates 8 principles ofistinbâth pattern of Islamic law from al-Sunnah to make it relevant to the development of the space and time, by holding tight to the spirit ofal-tasyrî‘ andmaqâshid al-syarî‘ah.Kata Kunci: al-Sunnah, reformulasi, spirital-tasyrî‘,maqâshid al-syarî‘ah, hukum Isla

    HISAB IMKAN RUKYAT AN EFFORT UNIFICATION IN DETERMINING OF THE BEGINNING OF MONTHS OF QAMARIAH

    No full text
    Abstrak: Hisab imkan rukyat: Suatu Upaya dalam Penyatuan Penentuan Awal Bulan Qamariyah. Studi ini mencoba untuk menjelaskan mengenai eksistensi hisab imkan rukyat dalam upaya penyatuan penentuan awal bulan qamariyah di Indoensia. Kondisi perbedaan penentuan awal bulan qamariyah khsususnya bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah menjadi motivasi dan ketertarikan dalam penulisan ini. Metode hisab imkan rukyat merupakan metode yang mencoba untuk menjembatani dua metode penentuana awal bulan qamariyah yang telah ada sebelumnya yaitu hisab dan rukyat. Metode hisab dan rukyat telah menjadi sebuah rumusan yang diperpegangi organisasi Islam Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Persoalan yang serius adalah terjadinya perbedaan dalam penentuan awal bulan qamariyah yang berkelanjutan. Melalui metode hisab imkan rukyat diharapkan menjadi sebuah solusi untuk menemukan titik temu dalam penentuan awal bulan qamariyah. Dalam hal ini penulis mencoba untuk menunjukkan bahwa eksistensi hisab imkan rukyat menjadi penting dalam upaya penyatuan penentuan awal bulan qamariyah dengan mengikuti ketentuan yang disepakati.Abstract: This study attempts to explain the existence of hisab imkan rukyat as effort the unification of determination of qamariyah in Indonesia. The condition of difference in determining qamariyah especially Ramadan, Shawwal, and Dzulhijjah is motivation and interest in this writing. Hisab imkan rukyat’s method is a method that tries to bridge the two methods the determining of beginning of qamariyah that had existed before the hisab and rukyat. The method of hisab and rukyat has become a formula be holder Islamic organization Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah. A serious problem is the difference in determining the beginning of the month qamariyah sustainable. Through the method of hisab imkan rukyat expected to be a solution to find common ground in determining the beginning of the month qamariyah. In this case the author tries to show that the existence of hisab imkan rukyat is important in unification of determining of the beginning of qamariyah following the agreed conditions.Keywords: hisab, ru'yat, hisab imkan rukya

    RADIKALISME AGAMA DAN POLITIK DEMOKRASI DI INDONESIA PASCA-ORDE BARU

    Get PDF
    Abstrak: Artikel ini menganalisis kemunculan radikalisme Islam di Indonesia pasca-Orde Baru dalam kaitannya dengan politik demokrasi serta implikasinya terhadap kebijakan negara atas radikalisme. Dengan menggunakan pendekatan politik-hukum, artikel ini berargumen bahwa kelompok radikal harus diperlakukan secara hati-hati dalam kerangka prinsip-prinsip demokrasi karena demokrasi harus menggaransi kebebasan berpendapat untuk semua. Dalam konteks ini, keberadaan radikalisme Islam tidak bisa dikekang atas alasan ideologis yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan negara yang represif-antagonistik atas kelompok radikal. Kebijakan semacam ini dapat membawa pendulum ke arah kontra produktif bagi demokrasi itu sendiri karena kelompok radikal justru dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk mengon- solidasikan dan mendiseminasikan ideologi radikalisme di kalangan masyarakat luas. Artikel ini merekomendasikan Undang-undang(UU) baru dan/atau addendum baru dalam rangka mengisi ruang kosong yang tidak disentuh oleh kedua UU tentang pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebelumnya.Abstract: Religious Radicalism and the Politics of Democracy in Post New-Order Indonesia.This paper attempts at scrutinizing the emergence of Islamic radicalism in the post-New Order Indonesia and its mutual relationship with democratic politics as well as its implications to the state policy towards radicalism. This paper argues that the radical groups must be treated with deserve care in the framework of democratic principles on the ground that democracy must guarantee the idea of freedom of expression for all. In this context, the existence of Islamic radicalism cannot be curbed on an ideological basis manifested through an antagonist state policy towards radical groups. Such a policy, nevertheless, can swing the pendulum to a less productive to democracy itself. It may result in the consolidation and dissemination of radical ideology among the Muslim society within the framework of democracy. This paper recommends that a new act be necessary in order to fill the legal gap left by the two Acts on the counterterrorism policy.Keywords: radikalisme Islam, demokrasi, Pancasila, UUD 194

    MARKET FAIRNESS IN ISLAMIC ECONOMICS LAW AND ETHICS: A Study on Modern and Traditional Market Regulations in Indonesia

    Get PDF
    Abstrak: Keadilan Pasar dalam Hukum dan Etika Ekonomi Islam: Studi tentang Peraturan Pasar Modern dan Tradisional di Indonesia. Studi ini dilatarbelakangi kondisi pasar yang tidak adil berupa ketersingkiran pasar tradisional di Indonesia disebabkan persaingan yang tidak seimbang dengan pasar modern. Tulisan ini berusaha menemukan formulasi hukum yang adil untuk menjaga keberadaan pasar kecil. Untuk menemukan formulasi hukum tersebut, penulis akan membahas pengaturan pasar dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, menganalisa serta menemukan hal yang harus dioptimalisasikan untuk membuat pengaturan pasar yang adil dalam perspektif hukum Islam. Studi ini mengajukan paradigma bahwa pasar bukan hanya sebagai institusi bisnis tetapi juga insitusi ibadah dan sosial berdasarkan persaudaraan yang mengharuskan saling menghormati, saling bertanggungjawab. Terdapat preskriptif hukum untuk menjaga keberadaan pasar tradisional di Indonesia, yakni mengoptimalkan konsep kepemilikan pasar sebagai bentuk kepemilikan umum dan mengoptimalkan regulasi kerjasama antara pasar tradisional dan modern berdasarkan doktrin hukum ekonomi Islam.Abstract: This study has been motivated by unfair market conditions in the form of marginalization of traditional markets in Indonesia due to unequal competition with the modern market. This article tries to find a fair legal formulation to maintain the existence of a small market (traditional). To find the legal formulation, the author attempts to discuss market regulation in Indonesian legislation, analyzed and found it to be optimized to create a fair market arrangements in the perspective of Islamic law. This study propose a paradigm that the market functions not only as an business institution but also as religious and social institutions based on brotherhood which requires mutual respect and responsibility. There are prescriptive law to maintain the existence of traditional markets in Indonesia, which optimizes the concept of ownership as a form of common ownership and optimize the regulation of cooperation between the traditional and the modern market economy based on the doctrine of Islamic law.Keywords:Islamic business ethics, modern and traditional market, monopol

    KECERDASAN GURU DALAM PERSPEKTIF BARAT DAN ISLAM

    Get PDF
    Abstrak: Untuk mencapai pembelajaran yang optimal, peran guru masih sangat penting sehingga seorang guru dituntut untuk memiliki berbagai kecerdasan untuk menopang profesionalismenya. Dalam konteks kekinian, kajian-kajian tentang kecerdasan masih tetap didominasi oleh penemuan-penemuan Barat, padahal dalam Islam tidaklah menutup kemungkinan persoalan ini terekam dalam sumber ajaran Islam secara rapi. Untuk mengetahui itu, dalam tulisan ini akan diulas dengan metode library research untuk mengungkap bagaimana kecerdasan guru perspektif Barat dan Islam. Kecerdasan merupakan daya dalam diri manusia yang mempengaruhi kemampuan seseorang di berbagai bidang. Dalam perspektif Barat, teori tentang kecerdasan banyak sekali bentuknya, namun tetap dalam lingkup pengembangan kualitas diri manusia. Dalam perspektif Islam, kecerdasan (al-dzaka) memiliki beberapa aspek, dan setiap aspek yang ada tetap sejalan dalam mewujudkan orientasi kehidupan dunia dan akhirat yang lebih baik.Abstract: Teachers’ Intelligence in the Perspectives of the West and Islam. To achieveoptimal learning, the teacher’s roleis still very important that a teacheris required to have a variety of intelligence to sustain professionalism. In thepresent context, studies on intelligenceis still dominated by the discoveries of the West, but Islam does not rule out the possibility of this issueis recorded in the source of Islamic teachings neatly. To know that, in this paper we review the methods of library research to reveal how intelligence perspective teachers the West and Islam. Intelligence is a power in man which affectone’s ability invarious fields. In the perspective of the West, theories about intelligence in numerable forms, but still with in the scope of the development of quality human beings. In the perspective of Islam, intellect (al-dzaka) has several aspects, and each aspect that is still consistent in realizing the orientation of the life of the world and the here after better.Kata Kunci: kecerdasan majemuk, pendidikan, guru, Isla

    FATWA MUI TENTANG ALIRAN SESAT DI INDONESIA (1976-2010)

    Get PDF
    Abstrak: Sampai saat ini, tampaknya klaim kebenaran dan penyesatan, bahkan pengkafiran (takfîr), masih terus berlangsung. Di Indonesia, adanya Fatwa ‘Sesat’ Majelas Ulama Indonesia (MUI) mengindikasikan adanya klaim ini. Tulisan ini berupaya melacak pemikiran aliran yang disesatkan MUI. Penulis berargumen bahwa berdasarkan penelitian terhadap Fatwa MUI Bidang Aqidah dan Aliran Keagamaan (1976-2010) dapat diketahui bahwa klaim ini semata-mata merefleksikan peran MUI sebagai pengawal dan penjaga aqidah umat. Selanjutnya, penulis menyatakan bahwa pemikiran aliran-aliran sesat di Indonesia berakar dalam Sejarah Pemikiran Islam dan Fatwa MUI tentang aliran-aliran sesat di Indonesia dan hal ini tidak lebih dari representasi sikap tegas kelompok mayoritas di sepanjang sejarah Islam terhadap kelompok minoritas yang dipandang telah sesat atau kafir keluar dari mainstream. Kendati demikian, kelihatannya aliran sesat akan tetap ada di bumi Indonesia.Abstract: The Ruling of Indonesian Council of Ulama on Heretical Sects in Indonesia (1976-2010). The claims of truth and deception, even condemnation of unbeliever (takfir), still continue to happen to the present time. In Indonesia, the introduction of the Council of Ulama (MUI) ruling or fatwa on misleading sect may proof the widespred claim. This paper attempts to trace the historical dynamics of acclaimed ambiguous sects by the MUI. However, the author argues that based on the study of the MUI fatwa section of Islamic faith and religious school of thoughts (1976-2010) it is revealed that such claim is purely a reflection of the MUI’s role as a safeguard and keeper of the faith of Islamic community. In addition, he further maintains that the thought of the misleading sects in Indonesia is deeply rooted in the history of Islamic thought and MUI fatwa of heretical sects in Indonesia is nothing more than a representation of a firm attitude of the majority throughout Islamic history against minorities of whom have been considered being misguided and go beyond the mainstreams, but nonetheless, it seems that such a sect will remain in the land of Indonesia.Kata Kunci: fatwa, aliran sesat, takfîr, Majelis Ulama Indonesia (MUI), akida

    طُرق ترجمة القرآن الكريم إلى اللغة الإندونيسية دراسة مقارنة

    No full text
    Abstrak: Metode Penerjemahan al-Qur’an ke dalam Bahasa Indonesia: Suatu Studi Perbandingan. Urgensi pengalihbahasaan Kitab Suci al-Qur’an meru­pakan hal yang tidak dapat dipungkiri dalam penyampaian pesan yang dikandung­nya agar tepat pada audiens yang dihadapi. Perkembangan penerjemahan al-Qur’an di Indonesia memiliki kekhasan gaya dan metode. Di antara karya penting terlihat seperti dalam karya Mahmud Yunus, HAMKA, dan Departemen Agama Republik Indonesia. Penerjemahan di dalam ketiga kitab tersebut telah mengakomodasi istilah Arab yang ditemukan baik secara lafal maupun makna. Dalam tulisan ini diketengahkan perbandingan penerjemahan menggunakan tiga metode yang berbeda dari masing-masih penerjemah tersebut. Berdasarkan hasil analisis penulis, dipahami bahwa kosakata yang berkaitan dengan masalah keagamaan memiliki pengaruh besar dalam penulisan penerjemahan. Abstract: The Qur’an Translation Method into Indonesian Language: A Comparative Study. The importance of the translation of the Qur’an is undeniable in order that its message can be properly conveyed to its audience faced. The development of Qur’anic translation in Indonesia has its distinct style and method. Amongst the most important ones are such works as Mahmud Yunus, HAMKA, and Departemen Agama Republik Indonesia (Department of Religious Affairs Ministry of the Republic of Indonesia). The translations of these works have accommodated Arabic expression both in verbal and meaning. This essay tries to compare the method of translation employed in those three works of translation. The author maintains that vocabularies that are related to religious matters have tremendous effect on translation process in Indonesia. Keywords:   metode penerjemahan, al-Qur’an, perbandingan, bahasa Indonesi

    BLUSUKAN: Menelisik Gaya Kepemimpinan Nizam al-Muluk

    Get PDF
    Abstrak: Dalam menjalankan roda pemerintahan, belakangan ini beberapa pemimpin terjun langsung ke masyarakat untuk memahami kebutuhan rakyat secara langsung, populer sebagai blusukan. Konsep Blusukan ternyata memiliki akar dalam sejarah Muslim, meskipun di Indonesia baru popular belakangan ini. Nizam al-Muluk (Bani Saljuk) memanfaatkan blusukan dalam kepemimpinannya. Tulisan ini membahas kepemimpinan blusukan Nizam al-Muluk dan relevansinya terhadap Indonesia kontemporer. Blusukan setidaknya memiliki beberapa keistimewaan: pemimpin mendapatkan informasi paling mendesak dilakukan dari tangan pertama; informasi yang akurat memungkinkan formulasi solusi yang tepat; terbinanya kedekatan psikologis antara pemimpin dan rakyat. Jelas sekali bahwa ketiga aspek tersebut sangat dibutuhkan dalam realitas kepemimpinan Indonesia saat ini. Abstract: Blusukan: In Search of the Style of Nizam al-Mulk’s Leadership. In running the government, many a leaderopt to practice what popularly known as blusukan, i.e. going to and meeting the lower section of the society in person in order to understand the real problems of the grass root society. Popular in Indonesian context only in recent times, blusukan ­has in fact a deep root in Muslim Political history. The Great Nizam al-Mulk of Saljuk Dynasty practiced it as part of his leadership. This article discusses blusukan as practiced by Nizam al-Mulk and tries to see its relevance to contemporary Indonesian political leadership. Blusukan has some merits: it allows a leader to receive first-hand and right-from-the-spot knowledge; accurate information and knowledge help to formulate an accurate solution; and it facilitates a strong psychological tie between the leader and his subjects. Apparently these three aspects are of utmost important in the reality of contemporary Indonesian leadership.Kata Kunci: blusukan, Nizam al-Muluk, Daulah Abbasiya

    248

    full texts

    262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Miqot Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇