Miqot Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman
Not a member yet
262 research outputs found
Sort by
PAKIAH AND SADAKAH: The Phenomenon of Mamakiah Tradition in Padang Pariaman
Abstrak: Pakiah dan Sadakah: Fenomena Tradisi Mamakiah di Padang Pariaman. Artikel ini mengungkap fenomena mamakiah pada komunitas pakiah, santri pesantren tradisional Padang Pariaman. Niimma mengklaim sadakah yang diperoleh oleh pakiah pada beberapa pesantren, diserahkan kepada buya. Penulis menelusuri latarbelakang historis kapan mamakiah terbentuk, faktor-faktor apa yang memotifasi munculnya, serta bagaimana sikap dan respon masyarakat. Melalui pendekatan fenomenologi ditemukan bahwa mamakiah telah eksis semenjak Islam masuk di Ulakan Sumatera Barat sekitar abad kelimabelas. Penulis berargumen bahwa pakiah disuport oleh masyarakat dan institusi. Selanjutnya menurut penulis Pakiah melakukan aktivitas mamakiah untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka selama proses belajar di surau. Dua motif lainnya adalah kultural dan pemahaman keagamaan. Penulis menyimpulkan bahwa selain motif di atas, pakiah memiliki modal kultural. Abstract: This article reveals the phenomenon of mamakiah in pakiah community, students of traditional Islamic boarding school (pesantren) Padang Pariaman. Niimma claims that sadakah obtained by pakiah in some pesantren, submitted to buya. The author traces the historical background to when mamakiah is formed, what factors motivate the emergence, and how the attitude and response of the community. Through the phenomenological approach it is found that mamakiah have existed since Islam entered Ulakan Sumatera Barat around the fifteenth century. The author argues that pakiah is supported by society and institutions. Furthermore, according to the author pakiah perform mamakiah activities to meet their basic needs during the learning process in surau (a simple form of mosque). Two other motifs are cultural and religious understanding. The writer believes that in addition to these motives, pakiah has also a cultural capital. Keywords: pakiah, buya, sadakah, mamakiah traditio
KONSTRUK TEOLOGIS ISLAMISME RADIKAL DI INDONESIA PASCA-ORDE BARU
Abstract: Theological Construct of Islamic Radicalism in Post New Order Indonesia. This article seeks to investigate the theological foundation of radical Islamism in post-New Order Indonesia. It basically argues that an attempt at delineating the nomenclature of Islamism from its pejorative connotation becomes imperative in order not to lump such words as pure salafis with salafi jihadist. In addition, the venture of all types of radical Islamism begins with the creed that the establishment of Islamic realm on earth based on the Qur’an and Hadith is a holy duty and regarded as compulsory upon every adult Muslim male. As such, the article analyses 1) the account of belief system of radical Islamism, 2) the transformation process of violence into a sacred creed, and 3) the centrality of such doctrines as jihad and istisyhâd (martyrdom). Kata Kunci: Islamism, radikal, jihad, istisyhâ
RADIKALISME POLITIK KELAS MENENGAH MUSLIM INDONESIA PASCA REFORMASI
Abstrak: Tulisan ini berupaya menstudi mengenai munculnya kelompok uncivil society di Indonesia. Pengertian uncivil society sendiri dapat diartikan sebagai bentuk kelompok masyarakat sipil yang melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan demokrasi. Problematika mengenai uncivil society tersebut merupakan ekses dari proses transisi dan konsolidasi demokrasi yang tidak sempurna. Hal itulah yang menjadikan proses artikulasi kepentingan kemudian menjadi arena kompetisi satu sama lainnya. Implikasinya kemudian adalah menguatnya perilaku tindak kekerasan yang dialamatkan demi tercapainya suatu kepentingan. Selain itu pula masalah krusial lain yang dihadapi dalam masyarakat sipil adalah fragmentasi ideologi, identitas, maupun juga kepentingan yang berbeda sehingga terkesan pembentukan masyarakat sipil lebih bersifat elitis. Maka munculnya uncivil society adalah puncak gunung es terhadap proses pendalaman demokrasi yang belum sepenuhnya usai di ranah masyarakat. Abstract: Political Radicalism of Indonesian Muslim Middle Class in the Reformation Era. This paper attempts to study the emergence of uncivil society groups in Indonesia. The uncivil society itself can be interpreted as a form of civil society groups that perform actions that are contrary to democracy. The problem of the uncivil society is an excess of the transitional process and the imperfect consolidation of democracy. As such, it leads to the articulation process of interest then become the arena of competition with each other. The implication then is the strengthening of the behavior of violence that is addressed for the achievement of an interest. In addition, other crucial problems encountered in civil society are the fragmentation of ideology, identity, as well as different interests so as to impress the formation of civil society more elitist. So the emergence of uncivil society is the tip of the iceberg to the process of deepening democracy that has not been completely over in the realm of society. Kata Kunci: Indonesia, kelas menengah Muslim, demokrasi, uncivil society, kekerasa
INTERAKSI MUSLIM DAN KRISTIANI DALAM IKATAN KEKERABATAN DI SUMATERA UTARA
Abstrak: Asumsi dasar yang dibangun pada penelitian ini adalah, hubungan muslim dan kristiani di Sumatera Utara berlangsung dalam berbagai domain dimana interaksinya bisa terjadi secara harmonis dan bisa pula disharmonis. Berpijak pada asumsi tersebut, permasalahan pada penelitian ini ditegaskan dalam pertanyaan “bagaimana hubungan muslim-kristiani di Sumatera Utara dalam ikatan kekerabatan?”. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan Sosiologi Agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan muslim dan kristiani di Sumatera Utara pada domain kekerabatan berlangsung harmonis ketika keduanya mengalami interaksi yang berkesinambungan; melebur dalam berbagai aktivitas sosial; saling menghormati dan melahirkan kesadaran saling membutuhkan satu sama lain. Sementara hubungan disharmonis terjadi ditandai dengan sikap saling mencurigai, persaingan satu sama lain serta lahirnya konflik-konflik yang tersembunyi (hidden conflict).Abstract: Muslim Christian Interaction within Kinship Tie in Sumatra Utara. The basic assumption of this study is that there has been a muslim and christian relations in North Sumatra in various domains, the interactions of which may occur in harmony, but also disharmony. Based on these assumption, the problem of this study is to answer the extent to which the muslim-christian relations occur in North Sumatra. Specifically, it traces the Muslims and Christians relations with regard to kinship. The study was conducted by using the socio-religious approach. The results of this study showed that the Muslim and Christian relations in North Sumatra, in the kinship domain run in harmony when both experienced continuous interaction, immerse themselves in various social activities, mutual respect and raise awareness of reciprocal relationship. While the disharmonious relationship occurred emanated from mutual suspicion, competition with one another and the hidden conflict.Kata Kunci: Muslim, Kristiani, Sumatera Utara, interaksi agama-agam
PENDEKATAN SAINTIFIK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan pendekatan saintifik pembelajaran PAI pada SDIT di Kota Medan, berdasarkan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknis kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyusun RPP pembelajaran PAI pada SDIT di kota Medan sudah melakukan variasi pencapaian dalam berbagai aspek yaitu dalam aspek pencapaian tujuan pembelajaran, pencapaian karakter yang diharapkan dalam pembelajaran PAI. Kemudian dalam menyusun kalimat dalam langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan tuntutan pendekatan saintifik telah dituangkan dengan terurai meskipun indikator pencapaiannya belum terlihat secara jelas, dan juga sudah diterapkan meskipun ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan konsep pendidikan dan perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Penulis menyimpulkan bahwa kendala yang dihadapi di SDIT kota Medan (al-Fityan, Bunayya dan An-Nizam) tidak jauh berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Abstract: Scietific Approach of Islamic Religious Learning in Islamic Integrated Primary School. This study aims to examine the application of scientific approach of PAI learning at SDIT in the city of Medan, based on qualitative approach with phenomenology method. Data analysis was performed using qualitative techniques of Miles and Huberman models. The results showed that in preparing the RPP of learning PAI at SDIT in Medan city has done variation of achievement in various aspect that is in aspect of achievement of learning goal, achievement of character expected in learning of PAI. Then in composing the sentences in the learning steps in accordance with the demands of the scientific approach has been poured down even though the indicators of achievement have not been clearly seen, and also applied even though there are some things that are not in accordance with the concept of education and need to get more serious attention. The author concludes that the obstacles encountered in SDIT Medan in such schools as Al-Fityan, Bunayya and An-Nizam, are not much different from one another. Kata Kunci: pendidikan Islam, pendekatan saintifik, SDI
RESISTENSI ULAMA DAYAH ACEH TAMIANG TERHADAP HAK-HAK PEREMPUAN DALAM KHI
Abstrak: KHI menurut beberapa kalangan sebagai wujud pembaharuan hukum Islam di Indonesia yang juga diklaim sebagai hukum yang banyak membela hak-hak perempuan, sekalipun masih ada kalangan yang berpendapat sebaliknya. Tulisan ini mengkaji bagaimana respons Ulama Dayah Aceh Tamiang terhadap pemberlakuan Kompilasi Hukum Islam (KHI), khususnya yang terkait dengan hak-hak kaum perempuan yang diatur dalam masalah pencatatan nikah, keabsahan talak dan harta bersama. Tulisan ini berangkat dari penelitian yang dilakukan terhadap Ulama Dayah Aceh Tamiang dengan menggunakan metode interviu dan observasi. Ada tiga teori yang dipergunakan dalam menganalisis data penelitian ini, yakni; Teori Relasi Negara dan Agama, Teori Otoritas Ulama dan Negara, dan Teori Concervative Turn. Penulis menemukan bahwa penentangan Ulama Dayah terhadap KHI dapat diidentifikasi pada dua tingkatan. Pertama, mereka tidak sependapat dengan beberapa aspek dari KHI seperti; pendaftaran pernikahan, harta kekayaan bersama dan prosedur hukum perceraian. Kedua, secara faktual bahwa Ulama Dayah tidak sepenuhnya terlibat dalam proses penyusunan rancangan naskah KHI tersebut. Abstract: The Resistance of Ulama Dayah Aceh Tamiang Against Women’s Rights in Compilation of Islamic Law (KHI).This article provides the latest information on how the Ulama Dayah Aceh Tamiang's response to the implementation of the Compilation of Islamic Law (KHI), particularly related to women's rights regulated in the issue of marriage registration, the validity of divorce, and joint property. This paper is based on research conducted on Dayah Aceh Tamiang Ulama by using interview and observation method. There are three theories used in analyzing this research data, namely; theory of relations of state and religion, theory of ulama and state authority, and theory of conservative turn. The finding of this article reveals that the resistance of the Ulama Dayah against KHI can be identified in two levels. Firstly, they disagreed with some aspects of KHI in such as marriage registration, joint property, and divorce legal procedures. Secondly, the fact that Ulama Dayah were not involved in the process of legal drafting of the KHI. Kata Kunci: KHI, ulama dayah, hukum, keluarga, wanit
ISLAMIC EDUCATION DURING LANGKAT SULTANATE ERA IN 1912-1946: A Historical Study of Jam’iyah Mahmudiyah li Thalibil Khairiyah Langkat
Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengungkap pendidikan Islam pada masa Kesultanan Langkat 1912-1946, khususnya tentang Jam‘iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah Tanjung Pura Langkat ditinjau dari aspek kelembagaan, isi pendidikan, tenaga pendidik dan siswa, serta manajemen. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan pendekatan sejarah sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jam‘iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah menggambarkan lembaga pendidikan modern formal pertama di Sumatera Timur. Dari aspek kelembagaan, Jam‘iyah Mahmudiyah memiliki visi misi, struktur organisasi, prasarana dan sarana yang modern, serta pendanaan yang jelas. Pada tahun 1912 Jam‘iyah Mahmudiyah mengadakan pembaruan di lembaga tersebut yang dimulai dengan pemberlakuan ujian dan berhak mendapatkan ijazah. Pendidiknya terdiri dari ulama yang memiliki latar belakang pendidikan dari Ummul Qurâ’ dan al-Azhar. Menurut penulis hal ini semakin kuat dengan kendali pengelolaan pendidikan yang langsung dikendalikan oleh organisasi yang dibawahi oleh Sultan Langkat. Abstract: Islamic Education in Langkat Sultanate During 1912-1946: A Historical Study of Jam'iyah Mahmudiyah li Thalibil Khairiyah Langkat. This study aims to reveal the Islamic education during the Langkat Sultanate 1912-1946, especially about Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah Tanjung Pura Langkat in terms of institutional aspects and management. This research is a historical research with social history approach. The results show that Jam'iyah Mahmudiyah Li Thalibil Khairiyah represents the systematic, planned, modern and first formal education institution in East Sumatra. As for the institutional aspect, the Jam'iyah has a vision of mission, organizational structure, infrastructure and modern facilities, as well as fixed budgeting. In 1912 the Jam'iyah reformed evaluation method, as well as standardized the qualification of the teachers of Umm al-Qurâ’ and Al-Azhar. According to the author, the system is getting stronger with the control of education management directly controlled by the organization that was under Sultan Langkat. Keywords: Indonesia, Malay, Langkat sultanate, Islamic education, Jam’iyah Mahmudiya
DINAMIKA LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DI INDONESIA
Abstrak: Tulisan ini berupaya menganalisis dinamika perkembangan Pendidikan Tinggi Islam di Indonesia dari perspektif sejarah. Penulis mengklaim bahwa Perguruan tinggi Islam pertama di Indonesia adalah STI (Sekolah Tinggi Islam) didirikan di Jakarta pada tahun 1945, yang tiga tahun kemudian ditransformasi menjadi UII (Universitas Islam Indonesia) di Yogyakarta. Pada tahun 1951, selanjutnya, pemerintah mendirikan PTAIN di Yogyakarta dengan menegerikan fakultas agama Islam pada UII. Disamping itu, pemerintah mendirikan ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama) di Jakarta pada tahun 1957. Hasil perkawinan kelembagaan antara PTAIN dan ADIA melahirkan IAIN atau al-Jamiah al-Islamiyah al-Hukumiyah didirikan pada tahun 1960 di Yogyakarta. Cabang-cabang IAIN di daerah ditingkatkan statusnya oleh pemerintah pada tahun 1997 menjadi STAIN. Perkembangan paling signifikan terjadi pada tahun 2002 dimana beberapa IAIN dan STAIN dikonversi menjadi UIN. Penulis mengklaim bahwa format terakhir ini merupakan perkembangan paling sentral di era globalisasi dengan konsep integrasi ilmu. Abstract: The Dynamics of Islamic Higher Education Institutions in Indonesia. This paper seeks to analyze the dynamics of the development of Islamic Higher Education in Indonesia from a historical perspective. The author claimed that the first Islamic College in Indonesia was the STI (Islamic High School) founded in Jakarta in 1945, which three years later was transformed into UII (Islamic University of Indonesia) in Yogyakarta. In 1951, furthermore, the government established PTAIN in Yogyakarta integrated in UII. In addition, the government established ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama) in Jakarta in 1957. The result of institutional marriage between PTAIN and ADIA gave birth to IAIN or al-Jamiah al-Islamiyah al-Hukumiyah was founded in 1960 in Yogyakarta. The IAIN branches in the region were upgraded by government in 1997 to become STAIN. The most significant developments occurred in 2002 where some IAIN and STAIN were converted to UIN. The author claims that this last format is the most central development in the era of globalization with the concept of science integration. Kata Kunci: Indonesia, lembaga pendidikan tinggi, UIN, IAIN, STAI
POLITIK HUKUM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Abstrak: Politik hukum merupakan sesuatu yang mendasari kebijakan dasar diundangkannya suatu regulasi, dan dasar kebijakan diberlakukannya suatu regulasi tertentu dalam tatanan sistem hukum nasional. Pengaturan dan keberlakuan regulasi perbankan syariah di Indonesia dalam perspektif politik hukum adalah sesuatu yang patut untuk dipahami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan komparatif deskriptif sebagai analisis berpikirnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa regulasi perbankan syariah menjadi cerminan dalam dimensi kebijakan dasar (basic policy). Regulasi perbankan syariah merupakan respons atas perkembangan industri perbankan syariah yang membutuhkan jaminan kepastian hukum dan keadilan hukum dalam suatu regulasi yang jelas. Dalam dimensi kebijakan keberlakuan hukum (enactment policy) regulasi perbankan syariah diyakini memberikan manfaat (utility) dan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia dan dipandang sejalan dengan tujuan ekonomi nasional. Eksistensi regulasi perbankan syariah di Indonesia saat ini memperkuat teori positivisasi hukum Islam dan memperkuat paradigma hukum profetik dalam sistem hukum nasional.Abstract: Legal Policy of Islamic Banking in Indonesia. Legal policy is something that underlies basic policy of a regulation and a basic policy of enactment specific regulation in the national legal system order. Setting and enforceability of Islamic banking regulations in Indonesia on political law perspective is something that deserves to be understood. This study uses qualitative research with descriptive comparative as its thinking analysis. This study shows that the regulation of Islamic banking was a reflection of basic policy dimension. Islamic banking regulation was a response to growing Islamic banking industry that need of legaly and legal justice in a clear regulation. In the enactment of policy dimension, regulation of Islamic banking is believed to provide utility and benefit for Indonesia people and seen as a goal of national economic objectives. The existence of Islamic banking regulations in Indonesia nowadays reinforces the theory of Islamic law positivism and strengthening the legal prophetic paradigm in the national legal system.Kata Kunci: politik hukum, perbankan syariah, positivisasi, hukum profeti
PERKEMBANGAN FILSAFAT ISLAM DI MESIR MODERN
Abstrak: Tulisan ini mengungkap perkembangan filsafat Islam di Mesir kontemporer. Dengan menggunakan metode historis, deskriptif, dan analitis, artikel ini membahas aspek kajian yang meliputi akar filsafat Islam, perubahan orientasi filsafat Islam menjadi pemikiran Islam, isu-isu filsafat Islam, tokoh penting, metode dan sistem perkuliahan. Dalam kajian ini penulis menemukan bahwa filsafat Islam berasal dari Yunani melalui proses migrasi orang-orang Yunani ke Mesir. Tidak terlepas dari unsur politik, di abad modern terjadi perubahan orientasi filsafat Islam menjadi pemikiran Islam karena cakupan filsafat meluas ke ranah kajian kalam, tasawuf dan usul fikih. Persoalan yang sedang dihadapi adalah munculnya pemikiran salafi yang tidak memberi peluang untuk memberi interpretasi terhadap nash, bertentangan dengan pemikiran Barat yang terbuka lebar dan liberal dalam pemikiran. Ada tiga metode yang dipakai dalam filsafat Islam dengan mengikuti tokoh penggunanya. Metode kritik analitik Musthafâ ‘Abd al-Râziq, metode komparatif Muhammad Iqbal dan metode historis Ibrâhîm Madkûr.Abstract: The Development of Islamic Philosophy in Modern Egypt. This article deals with the current development of Egyptian Islamic philosophy. Using descriptive and historical methods of analysis, this study discusses the very root of this philosophy in the modern Egypt, its orientation which gradually turns into popular thought, its methods and luminous figures, and current situation amidst the intellectual approaches of Muslim fundamentalists. In the final analysis this study reveals that the Egyptian Islamic philosophy originates from the Greece brought by her migrating people to the land of Pharaoh. It also suffers changing orientation since it deals with Islamic Theology, mistisism, ushûl fiqh. As for its methodological inquiries, modern Islamic philosophy in this country follows either Mustafâ ‘Abd al-Râziq’s method of critical analysis, Muhammad Iqbal’s comparative method or Ibrâhîm Madkûr’s historical analysis.Kata Kunci: filsafat Islam, perkembangan pemikiran, modern, Mesi