Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    Pengaruh Pemakaian Difa Soil Stabilizer Terhadap Daya Dukung Tanah Lempung Untuk Konstruksi Jalan

    Full text link
    Abstrak Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh penambahan bahan difa soil stabilizer terhadap daya dukung dan potensi pengembangan tanah lempung. Tanah lempung berasal dari Lampung Selatan, dibagi menjadi lima variasi penambahan bahan tambah: variasi 1 (tanah asli), variasi 2 (tanah asli ditambah 8% semen dan 0% difa), variasi 3 (tanah asli ditambah 4% semen dan 3% difa), variasi 4 (tanah asli ditambah 6% semen dan 3% difa) dan variasi 5 (tanah asli ditambah 8% semen dan 3% difa). Untuk pengujian CBR, setiap variasi diberikan empat perlakuan yaitu pemeraman empat hari, pemeraman tujuh hari, pemeraman 14 hari, dan pemeraman empat hari dilanjutkan perendaman empat hari. Sedangkan untuk pengujian potensi pengembangan, benda uji direndam selama empat hari sebelum dilakukan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan penambahan difa soil stabilizer meningkatkan nilai CBR tanpa atau dengan rendaman untuk semua perlakuan dan menurunkan potensi pengembangan lempung. Dengan demikian dapat mengurangi ketebalan lapisan pondasi struktur perkerasan jalan. Kata kunci: difa soil stabilizer, sifat mekanik, stabilisasi, tanah lempung.  Abstract The objective of this study was to investigate the effect of difa soil stabilizer on the bearing capacity and swell potential of clay. The clay was divided into five variations: variation 1 (clay only), variation 2 (clay plus 8% cement and 0% difa), variation 3 (clay plus 4% cement and 3% difa), variation 4 (clay plus 6% cement and 3% difa) and variation 5 (clay plus 8% cement and 3% difa). For the CBR test, each variation was given four treatments, namely four-day curing, seven-day curing, 14-day curing, and four-day curing followed by four-day soaking. As for the swell potential test, the specimens were soaked for four days before testing. The results showed that the addition of difa soil stabilizer increased the CBR value without or with soaking for all treatments and decreased the clay swell potential, thereby reducing the thickness of the foundation layer of the pavement structure. Keywords: clay, difa soil stabilizer, mechanical characteristics, stabilizatio

    Kajian Laboratorium Penggunaan Serat Daun Nanas dan Serat Ijuk Pada Campuran Stone Matrix Asphalt

    Full text link
    Abstrak Stone Matrix Asphalt merupakan jenis beton aspal hotmix dengan campuran bahan agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi dan aspal yang membentuk mortar dengan aspal sebagai bahan pengikat yang dicampur dalam keadaan panas. Campuran beraspal ini didesain menggunakan agregat kasar dan aspal dengan kadar tinggi yang distabilisasi dengan serat selulosa sehingga lebih tahan terhadap deformasi (rutting), mempunyai ketahanan gelincir (skid resistence) yang tinggi, keretakan (cracking) serta tahan lama dan mampu melayani kendaraan berat dengan lebih baik. Dikarenakan kandungan aspal pada stone matrix asphalt yang sangat tinggi maka cenderung terjadi bleeding. Penelitian ini mencoba melakukan kajian laboratorium terhadap pemanfaatan serat alami berupa serat daun nanas dan serat ijuk sebagai bahan tambah serat selulosa pada campuran stone matrix asphalt. Berdasarkan hasil uji laboratorium bahwa variasi penambahan 0.3% serat daun nanas dan 0.3 % serat ijuk memiliki nilai durabitas tertinggi dibandingkan dengan variasi persertase penambahan yang lainnya yaitu sebesar 95,23%. Penambahan serat daun nanas dan serat ijuk pada campuran stone matrix asphalt dapat mengatasi bleeding pada aspal serta menambah daya dukung dan keawetan pada jalan. Kata kunci: Durabilitas, serat daun nanas, serat ijuk, stone matrix asphalt.  Abstract Stone Matrix Asphalt is a type of hot mix asphalt concrete with a mixture of coarse aggregate, fine aggregate, filler and asphalt which forms a mortar with asphalt as a binder which is mixed in hot conditions. This asphalt mixture is designed to use coarse aggregate and high-grade asphalt stabilized with cellulose fibers so that it is more resistant to deformation (rutting), has high skid resistance, cracking (cracking) and is durable and able to serve heavy vehicles with better. Because the asphalt content in the stone matrix asphalt is very high, it tends to bleed. This research attempts to conduct a laboratory study of the use of natural fibers in the form of pineapple leaf fiber and palm fiber as an added ingredient for cellulose fiber in a mixture of stone matrix asphalt. Based on the results of laboratory tests, the variations in the addition of 0.3% pineapple leaf fiber and 0.3% palm fiber had the highest durability value compared to the other addition variations, namely 95.23%. The addition of pineapple leaf fibers and palm fiber fibers to the stone matrix asphalt mixture can overcome bleeding on asphalt and increase the carrying capacity and durability of the road. Keywords: Durability, Pineapple leaf fiber, Ijuk fiber, Stone Matrix Asphalt

    Tinjauan Kuat Tekan Dan Unsur Pembentuk Kekuatan Pasangan Batu Bata Ikatan Flemish

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan menyelidiki kuat tekan pasangan bata merah ikatan flemish, pengaruh plesteran pada dinding, dan unsur pembentuk kekuatan dinding, serta diperoleh berat volume dinding sebagai data beban mati dalam perencanaan struktur. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen. Benda uji dinding dibuat tersusun 4 lapis bata ke atas dan 2 bata ke samping dengan dimensi 40 cm x 8 cm x 30 cm. Variasi benda uji dibuat dinding tanpa plesteran, plesteran 1 sisi dan plesteran 2 sisi. Proses penelitian diawali dengan mempersiapkan alat dan bahan, menentukan mortar yang digunakan untuk spesi/siar dan plesteran, dan membuat benda uji dinding tersebut. Pengujian dinding mengacu pada SNI 03-4164-1996. Hasil kuat tekan pasangan dinding tanpa plesteran, plesteran 1 sisi dan plesteran 2 sisi berturut- turut sebesar 3,248 MPa, 5,016 MPa, dan 9,034 MPa. Unsur kekuatan terlemah pada dinding terletak antara ikatan permukaan bata dengan mortar/spesi. Pengaruh plesteran meningkatkan kuat tekan sampai 80,10% dibandingkan dinding tanpa plesteran. Berat volume dinding tanpa plesteran sebesar 2067,969 kg/m³ yang melebihi standar 1700 kg/m3. Sehingga beban mati dalam perencanaan struktur untuk dinding bata ikatan flemish perlu menyesuaikan dengan nilai yang sebenarnya.Kata kunci: Dinding bata, plesteran, kuat tekan, berat volume   Abstract This study aims to investigate the compressive strength of the Flemish bonded red masonry, the effect of plastering on the walls, and the elements forming the strength of the walls, and to obtain the volume weight of the walls as dead load data in structural design. The research was conducted using an experimental method. The wall test object is made of 4 layers of bricks to the top and 2 bricks to the side with dimensions of 40 cm x 8 cm x 30 cm. Variations of the test specimens were made of walls without plastering, 1-sided plastering and 2-sided plastering. The research process begins with preparing tools and materials, determining the mortar used and plastering, and making the wall test object. Wall testing refers to SNI 03-4164-1996. The results of the compressive strength of wall pairs without plastering, 1-sided plastering and 2-sided plastering were 3,248 MPa, 5,016 MPa, and 9,034 MPa, respectively. The weakest strength element in the wall lies between the bonding of the brick surface with the mortar. The effect of plastering increases compressive strength up to 80,10% compared to walls without plastering. The volume weight of the wall without plaster is 2067.969 kg/m³ which exceeds the standard of 1700 kg/m3. So that the dead load in the structural design for the Flemish bonded brick wall needs to be adjusted to the actual value. Keywords: Brick wall, plastering, compressive strength, volume weigh

    Analisis Risiko Rantai Pasok Beton Ready Mix Pada Proyek Konstruksi Gedung

    Full text link
    Abstrak Risiko adalah salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari hari, termasuk dalam pelaksanaan konstruksi. Keterlibatan banyak pihak secara tidak langsung akan membentuk rantai pasok yang kompleks dan menimbulkan risiko. Kompleksitas rantai pasok ini memerlukan suatu manajemen pengelolaan hubungan antar mata rantai yang terlibat terutama dalam aktivitas rantai pasok beton ready mix yang merupakan penunjang utama dalam pelaksanaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang termasuk kategori risiko tinggi dalam aktivitas rantai pasok beton ready mix pada proyek konstruksi gedung. Metode penelitian yang dilakukan yaitu melalui penyebaran kuesioner kepada para pakar yang terlibat dalam aktivitas rantai pasok beton ready mix (kontraktor, supplier, dan suppliers supplier). Analisis risiko menggunakan Severity Index dan Probability and Impact Matrix. Risiko tinggi tersebut akan menjadi fokus peneliti untuk mengetahui cara penanganannya dan dapat meminimalisir risiko yang terjadi. Kata kunci: Analisis risiko, rantai pasok, ready mix, probability and impact matrix  Abstract Risk is one thing that cannot be separated from everyday life, including in construction. The involvement of many parties will indirectly form a complex supply chain and pose risks. The complexity of this supply chain requires management of the relationship between the links involved, especially in the ready-mix concrete supply chain activity, which is the main support in the implementation of construction. This study aims to analyze the risks included in the high-risk category in ready-mix concrete supply chain activities in building construction projects. The research method used is the distribution of questionnaires to experts involved in ready-mix concrete supply chain activities (contractors, suppliers, and suppliers\u27 suppliers). A severity index, probability matrix, and impact matrix are used in risk analysis. This high risk will be the focus of researchers\u27 efforts to find out how to handle it and minimize the risks that occur. Keywords: Risk analysis, supply chain, ready mix, probability and impact matri

    Studi Komparasi Metode American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) 1993 dan Metode Bina Marga 2017 Pada Perencanaan Tebal Lapis Perkerasan

    Full text link
    Abstrak Tebal perkerasan yang diteliti akan dikomparasi antara 2 metode yaitu metode Bina Marga 2017 dan metode AASHTO 1993 dengan tujuan untuk mengetahui besarnya komparasi tebal lapis pekerasan jalan. Hasil dari Metode Bina Marga 2017 menggambarkan bahwa tebal total perkerasan 54,5 cm erupa lapisan permukaan 10 cm terdiri dari lapis AC-WC 4 cm dan lapis AC-BC 6 cm, lapisan pondasi 44,5 cm terdiri dari lapis AC Base 14,5 cm dan lapis pondasi bawah 30 cm. Hasil dari Metode AASHTO 1993 didapat tebal total 83 cm berupa lapisan permukaan 15 cm, lapis pondasi 68 cm terdiri dari lapis pondasi atas 15 cm dan lapis pondasi bawah 53 cm. Lapis perkerasan AASHTO 1993 lebih tebal 65,6% berupa lapis permukaan lebih tebal 66,6%, lapis pondasi lebih tebal 65,4% dari Metode Bina Marga 2017. Kata Kunci: Komparasi, metode bina marga 2017, metode aashto 1993, perkerasan lentur, tebal perkerasan   Abstract The thickness of the pavement under study will be compared between the 2 methods, namely the 2017 Bina Marga method and the 1993 AASHTO method with the aim of knowing the magnitude of the thickness comparison of road pavement layers. The results of the 2017 Highways Method illustrate that the total pavement thickness is 54.5 cm, with a surface layer of 10 cm consisting of 4 cm AC-WC layer and 6 cm AC-BC layer, 44.5 cm foundation layer consisting of 14.5 AC Base layer. cm and 30 cm subbase layer. The results of the 1993 AASHTO method obtained a total thickness of 83 cm in the form of a 15 cm surface layer, 68 cm foundation layer consisting of 15 cm top layer and 53 cm bottom layer. The 1993 AASHTO pavement layer was 65.6% thicker in the form of a 66.6% thicker surface layer, 65.4% thicker foundation layer than the 2017 Highways Method. Keywords: Comparison, 2017 Bina Marga Method, 1993 AASHTO Method, Flexible Pavement, Pavement Thicknes

    Marshall Stability of Porous Asphalt with Oyster Shell Ash Filler Substitution and High Density Polyethylene

    Full text link
    Abstrak Aspal porus merupakan campuran beraspal yang memiliki rongga udara yang besar yang menyebabkan aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah. Untuk meningkatkan nilai stabilitas diperlukan bahan tambah lain yang memiliki potensi seperti limbah Abu Cangkang Tiram (OSA) dan limbah High Density Polyethylene (HDPE). OSA mempunyai sifat kimia yang mengandung kapur dan silika yang berfungsi untuk keawetan dan mengunci antar agregat pada perkerasan jalan. Sedangkan HDPE memiliki kekuatan yang tinggi dan kaku serta perilaku untuk mengikat sehingga dapat memperkuat ikatan antara agregat dan OSA dan menambah perkuatan terhadap campuran aspal porus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (OAC) pada campuran aspal porus, dan menganalisis variasi persentase terbaik OSA dan limbah HDPE sebagai substitusi aspal pen 60/70. Pengujian yang dilakukan adalah pemeriksaan terhadap parameter Marshall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi filler 50% OSA : 50% PC dengan 4%, 6% HDPE dapat meningkatkan nilai stabilitas Marshall pada campuran aspal porus serta memenuhi spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Kata kunci: aspal porus, marshall, abu cangkang tiram, HDPE   Abstract Porous Asphalt is the asphalt mix containing large air void resulting low stability of porous asphalt. The improvement of stability requires another potential additive material as Oyster Shell Ash (OSA) and High Density Polyethylene (HDPE) waste. OSA contains of chemical characteristics consisting of calcium and silica for durability and locking the aggregate and road pavement. While HDPE is rigid, high strength, and binder that it can strengthen the bond of aggregate and OSA as well as strengthen porous asphalt mix. The research aims to determine OAC to porous asphalt mix, and analyze the best percentage variation of OSA filler substitution and HDPE waste as asphalt pen 60/70 substitution. The test was carried out was Marshall Parameter investigation. The output explained that the variation of 50% OSA filler: 50% PC using 4%, 6% HDPE can improve the Marshall stability on porous asphalt mix and meet specification of Australian Asphalt Pavement Association (AAPA).   Keywords: Porous asphalt, marshall, oyster shell ash, HDP

    Kajian Limpasan Permukaan pada DAS Mampang Menggunakan Model SWAT

    Full text link
    Abstrak Pemahaman mengenai proses dan besarnya limpasan yang terjadi beserta faktor yang mempengaruhinya sangat diperlukan sebagai acuan untuk pelaksanaan manajemen pada kawasan perkotaan yang lebih efektif. Studi ini dilakukan di DAS Mampang yang di dalamnya merupakan area Jakarta Selatan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji besarnya limpasan di DAS Mampang menggunakan model SWAT (Soil and Water Assesment Tool). Data input yang digunakan dalam pemodelan SWAT yaitu Digital Elevation Model (DEM), peta tanah, peta penggunaan lahan dan data iklim serta debit observasi untuk keperluan kalibrasi dan validasi menggunakan perangkat lunak SWAT-CUP. Hasil studi ini menunjukkan bahwa rata-rata limpasan yang terjadi di DAS Mampang adalah sebesar 709 mm/bulan dengan curah hujan 1170 mm/bulan atau dengan koefisien limpasan sebesar 0,61 hal ini menunjukkan bahwa limpasan yang terjadi di DAS Mampang adalah sebesar 61% dari tinggi hujan yang terjadi. Kata kunci: Limpasan, DAS Mampang, SWAT, SWAT-CUP  Abstract An understanding of the process and amount of runoff that occurs as well as the factors that influence it are needed as a reference for urban areas management to be more effective. This study was carried out in the Mampang watershed located in Southern Jakarta. The purpose of this study is to assess the amount of runoff in the Mampang Watershed using the SWAT (Soil and Water Assessment Tool) model. The input data used in the SWAT modeling are the Digital Elevation Model (DEM), soil maps, land use maps and climate data as well as observation discharge for calibration and validation purposes using the SWAT-CUP software. The results of this study indicate that the average runoff that occurs in the Mampang Watershed is 709 mm/month with a rainfall of 1170 mm/month or with a runoff coefficient of 0.61. This shows that the runoff that occurs in the Mampang watershed is 61% of the rainfall that occurs. Keywords: Runoff, Mampang Watershed, SWAT, SWAT-CU

    Analisis Kapasitas Kolom Dengan Penerapan Base Isolation Pada Gedung Terintegrasi Universitas Teuku Umar

    Full text link
    Abstrak Base isolation adalah alat yang disisipkan antara struktur bawah dengan struktur atas. Metode ini merupakan salah satu teknologi yang sedang dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan struktur dalam penggunaan isolator dan tanpa isolator. Sehingga mengetahui seberapa jauh isolator dapat meredam gaya gempa yang ditinjau dari gaya geser dasar, displacement, dan gaya dalam. Gedung yang ditinjau berlantai 4 dengan tinggi 20,95 m. Perancanaan desain gedung yaitu struktur tanpa isolator (fixed base) dan struktur dengan isolator (base isolation) menggunakan software SAP2000. Isolator yang digunakan adalah tipe elastomeric rubber bearing. Analisis gaya gempa menggunakan metode gempa statis dengan menggunakan respon spektrum. Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh dimensi isolator diameter 0,85 meter. Hasil analisa menunjukan bahwa gaya-gaya dalam dapat tereduksi seperti gaya geser 49,3%, gaya momen 4,0%, gaya aksial 43,4%. Displacement yang terjadi pada struktur menggunakan base isolator lebih besar dari struktur tanpa menggunakan isolator yaitu rata-rata 44,91% arah X dan 41,14% arah Y. Kata kunci: Kolom persegi, Perilaku struktur, Beban gempa, Base isolation Abstract Base isolation is a tool that is inserted between the lower structure and the upper structure. This method is one of the technologies being developed. This study aims to determine the structure comparison in the use of isolators and without isolators. So that it knows how far the insulator can dampen the earthquake forces in terms of the base shear force, displacement, and internal force. The building under review has four story with a height of 20,95 meters. Building design planning namely structure without isolators (fixed base) and structure with isolators (base isolation) using SAP2000 software. The isolation used is the type elastomeric rubber bearing. Earthquake force analysis uses the static earthquake methods using a response spectrum. Based on the planning results obtained isolator dimensions of 0,850 meters. The result of the analysis show that the internal forces can be reduced by Shear forces of 49,3%, moment force of 4,0%, axial force of 43,4%. Displacement that occurs in structure using base isolation is greater than structure without using isolation namely an average of 44,91% in the x direction, and 41,14% in the y direction. Keywords: Square columns, Structure responses, Earthquake loads, Base isolatio

    Analisis Kerentanan Struktur Gedung C Rumah Sakit Rujukan Regional Kota Langsa Menggunakan Metode Pushover Analysis

    Full text link
    Abstrak Fenomena gempa merupakan gejala alam yang sangat berpengaruh terhadap bangunan, terutama pada bangunan tinggi. Perencanaan struktur bangunan gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas sedang hingga tinggi. Kajian penelitian adalah Rumah sakit rujukan regional kota Langsa dengan struktur bangunan 4 lantai dan tinggi 19,25 meter. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kriteria level kinerja struktur dan mengetahui pola keruntuhan bangunan sehingga dapat diketahui joint-joint yang mengalami kerusakan dan kehancuran. Metode analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis beban gempa guna mengetahui perilaku keruntuhan struktur dari hasil nilai performance point menggunakan ATC-40 dan nilai target displacement FEMA-356 dan FEMA 440. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa berdasarkan ATC-40 untuk arah-x diperoleh nilai drift aktual sebesar 0,0082 mm berada di level kinerja Immediate occupancy dan untuk arah-y sebesar 0,0072 berada di level kinerja Imediated Occupancy. Sedangkan menurut FEMA 356 dan FEMA 440 drift aktual untuk arah-x sebesar 0,015 yang berada di level kinerja Damage Control, sementara arah-y sebesar 0,037 berada pada level kinerja Life safety. Kata kunci: kerentanan struktur, rumah sakit, gempa, pushover analysis, level kinerja Abstract Earthquake phenomena are natural phenomena that greatly affect buildings, especially tall buildings. The planning of earthquake-resistant building structures is very important in Indonesia, considering that most of the area is located in an earthquake area with moderate to high intensity. The research study was the Langsa city regional hospital with a 4-storey building structure and a height of 19.25 meters. The purpose of this study was to determine the criteria for the level of structural performance and to determine the pattern of building collapse so that the joints that were damaged and destroyed could be identified. The pushover analysis method is one of the methods used to analyze earthquake loads to determine the collapse behavior of structures from the results of performance point values using ATC-40 and displacement target values of FEMA-356 and FEMA 440. The results show that based on ATC-40 for the x-direction the actual drift value of 0.0082 mm is obtained at the Immediate Occupancy and for the y-direction of 0.0072 at the Immediate Occupancy performance level. Meanwhile, according to FEMA 356 and FEMA 440 the actual drift for the x-direction is 0.015 which is at the Damage Control, while the y-direction is 0.037 at the Life safety performance level. Keywords: structure vulnerability, hospital, earthquake, pushover analysis, performance leve

    Analisis Kinerja Parkir di Tepi Jalan Umum Wilayah Kota Malang

    Full text link
    Abstrak Parkir di kawasan Kota Malang masih menjadi persoalan terutama terkait dengan kinerja parkir dan kelancaran lalu lintas serta potensinya menimbulkan kemacetan. Untuk itu mengetahui kinerja parkir menjadi sesuatu yang sangat penting apabila akan melakukan evaluasi secara komprehensif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja parkir di Kota Malang. Metode pengambilan data berupa survei karakteristik parkir untuk mengetahui jenis dan jumlah kendaraan yang masuk dan keluar tempat parkir serta lamanya parkir melalui metode vehicle count. Metode analisis dilakukan dengan menghitung volume parkir, akumulasi parkir, tingkat pergantian parkir, indeks parkir, dan Satuan Ruang Parkir (SRP). Hasil kajian diperoleh bahwa tingkat pergantian parkir tertinggi terjadi di lokasi Mal Ramayana dengan nilai sebesar 1,16 kendaraan/SRP/jam.  Sedangkan indeks parkir tertinggi berada di lokasi Ruko BRI Soehat dengan nilai 57,01 kendaraan/SRP/jam. Secara umum dapat disimpulkan bahwa kinerja parkir yang dilihat dari tingkat pergantian parkir dan indeks parkir  di kawasan kota Malang cukup tinggi, terutama pada waktu siang hari. Kata kunci: kinerja parkir, tepi jalan, pergantian parkir, indeks parkir    Abstract Parking in the Malang City area is still a problem, especially related to parking performance and smooth traffic and its potential to cause congestion. For this reason, knowing parking performance is very important if you are going to do a comprehensive evaluation. The purpose of this study was to determine parking performance in Malang City. The data collection method is a survey of parking characteristics to determine the type and number of vehicles entering and leaving the parking lot and the length of time they have been parked using the vehicle count method. The method of analysis is carried out by calculating parking volume, parking accumulation, parking turnover rate, parking index, and Parking Space Unit (PSU). The results of the study found that the highest parking turnover rate occurred at the Ramayana Mall location with a value of 1.16 vehicles/PSU/hour. While the highest parking index is at the BRI Soehat Ruko location with a value of 57.01 vehicles/PSU/hour. In general, it can be concluded that parking performance as seen from the parking turnover rate and parking index in the Malang city area is quite high, especially during the day.. Keywords: parking performance, on streets parking, parking, turnover parking, parking index

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇