Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Analisis Banjir pada Polder Sunter Timur II dengan Menggunakan HEC-RAS (Ras Mapper)
Abstrak Banjir di Jakarta menimbulkan kerusakan dan kerugian, menjadi latar belakang dilakukannya analisis banjir di Polder Sunter Timur II yang disajikan dalam makalah ini. Wilayah hilir Jakarta terbagi menjadi 43 sistem polder dan salah satunya adalah Polder Sunter Timur II. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan luas daerah banjir rencana Polder Sunter Timur II. Analisis hidrologi menggunakan software HEC-HMS dan analisis banjir menggunakan HEC-RAS (Ras Mapper). Data input yang digunakan dalam pemodelan yaitu Digital Elevation Model (DEM), hidrograf, peta penggunaan lahan. Daerah tangkapan air polder Sunter Timur II sebesar 1,328 km2. Hasil simulasi HEC-HMS didapat debit banjir rencana kala ulang 5, 10 dan 25 tahun yaitu sebesar 185 m3/dt, 208,7 m3/dt, 234,3 m3/dt. Hasil simulasi HEC-RAS menunjukkan luas daerah banjir dengan debit banjir kala ulang 5, 10 dan 25 tahun adalah 857,08 Ha, 885,62 Ha, 979,59 Ha. Kata kunci: banjir, sistem polder, analisis hidrologi, HEC-HMS, HEC-RAS Abstract Flood in Jakarta cause damage and losses are the reason for flood analysis of the East Sunter II Polder presented in this paper. Downstream area of Jakarta is divided into 43 polder systems and one of them is East Sunter II Polder. This study aims to obtain the flood area of Polder East Sunter II plan. Hydrological analysis using HEC-HMS software and flood analysis using HEC-RAS (Ras Mapper). Input data used in modeling are Digital Elevation Model (DEM), hydrograph, land use map. Catchment area of the East Sunter II polder is 1,328 km2. The result of HEC-HMS, for 5-, 10- and 25-year return period flood discharge is 185 m3/s, 208,7 m3/s, 234 m3/s. The results of HEC-RAS show that the flood area with 5, 10 and 25-year return period flood discharge is 857,08 Ha, 885,62 Ha, 979,59 Ha. Keywords: flood, polder system, hydrology analysis, HEC-HMS, HEC-RA
Pengaruh Hidrodinamika Terhadap Letak Alternatif Hard Structure Pantai Bemu, Pulau Seram
Abstrak Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan garis pantai yang panjang, menghadapi tantangan abrasi dan erosi akibat faktor alam dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi kerusakan pantai Bemu, Pulau Seram, yang terletak di tepi Laut Banda, melalui analisis hidrodinamika guna menentukan penempatan struktur keras (revetment) yang tepat. Metode penelitian mencakup pengumpulan data primer melalui survei lapangan, seperti data pasang surut, arus, dan gelombang, serta pengolahan data sekunder berupa data angin. Analisis juga dilakukan dengan bantuan perangkat lunak untuk memvalidasi model. Hasil menunjukkan bahwa struktur keras revetment perlu diletakkan pada ketinggian 1,50 meter untuk mereduksi kerusakan pantai lebih lanjut. Kecepatan angin dominan dari arah selatan (59,87%), dan jenis gelombang rencana adalah swell dengan tinggi gelombang ekstrim 1,58 meter. Penelitian ini menekankan pentingnya penanggulangan abrasi secara efektif melalui pendekatan berbasis hidrodinamika. Kata kunci: kerusakan pantai, pulau seram, hard structure Abstract Indonesia, as an archipelagic country with an extensive coastline, faces challenges of coastal erosion and abrasion due to natural factors and human activities. This research aims to mitigate coastal damage at Bemu Beach, Seram Island, located along the Banda Sea, by utilizing hydrodynamic analysis to determine the optimal placement of hard structures (revetments). The research methodology includes primary data collection through field surveys, such as tidal, current, and wave data, along with secondary data analysis, including wind data. The analysis was supported by software modeling to validate the results. Findings indicate that the revetment should be placed at an elevation of 1.50 meters to effectively reduce further coastal damage. The dominant wind speed is from the south (59.87%), with the planned wave type being swell, having an extreme wave height of 1.58 meters. This study underscores the importance of effective coastal abrasion control through hydrodynamic approaches. Keywords: coastal damage, Seram Island, hard structur
Analisa Risiko Penyebab Keterlambatan pada Proyek Konstruksi Pabrik Pupuk di Kabupaten Gresik Dengan Metode Pohon Kesalahan
Abstrak Guna mendukung produktivitas pertanian Indonesia maka PT Petrokimia Gresik mendirikan pabrik pupuk NPK Cair. Namun, pelaksanaan konstruksi pabrik mengalami keterlambatan sehingga biaya proyek meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan inti masalah keterlambatan pada proyek konstruksi pabrik tersebut secara komprehensif menggunakan metode analisa risiko dan Fault Tree Analysis (FTA). Kuisioner dan wawancara dilakukan dalam proses pengumpulan data. Hasil dari analisa risiko didapatkan 6 (enam) risiko dengan kategori high yaitu: (1) Izin Kerja terlambat, (2) Kualitas dan kuantitas pekerja kurang, (3) Pengiriman ulang material karena perbedaan gambar dan spesifikasi, (4) Kesalahan perhitungan volume pekerjaan sehingga dilakukan pemesanan tambahan, (5) Pemesanan tambahan material karena perubahan spesifikasi serta (6) Pemesanan tambahan material karena perubahan desain yang mendadak. Akar penyebab risiko tersebut dicari dengan FTA, didapatkan 11 basic event dan 5 kombinasi basic event. Pemesanan tambahan material karena perubahan spesifikasi memiliki signifikansi terbesar sebagai penyebab keterlambatan proyek (Q sebesar 0,003994). Kata kunci: konstruksi pabrik, risiko, keterlambatan proyek, Fault Tree Analysis, structured interviewed Abstract In order to support Indonesia\u27s agricultural productivity, PT Petrokimia Gresik established a new factory. However, the factory project is delayed which has increased project costs. This research aims to present a comprehensive method for exploring the root cause that causes delays using risk analysis and Fault Tree Analysis (FTA). Questionnaires and interview were carried out in the data collection process. The results of the risk analysis showed that there were 6 (six) risks in the high category, namely: (1) Late work permits, (2) Insufficient quality and quantity of workers, (3) Re-delivery of materials due to differences in drawings and specifications, (4) Errors in calculating BOQ, (5) additional materials order due to changes in specifications and (6) Orders for additional materials due to sudden design changes. The results obtained 11 basic events and 5 basic event combinations. Additional material orders due to changes in specifications have the greatest significance as a cause of delays in the project (Q=0.003994). Keywords: factory construction, risk, project delay, Fault Tree Analysis, structured interviewe
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Biaya Operasional Kendaraan Pada Depan Pasar Simpang Baru, Kota Pekanbaru
Abstrak Aktivitas Pasar Simpang Baru pada Jalan HR. Soebrantas merupakan hambatan samping yang mengurangi kapasitas jalan dan kecepatan kendaraan. Akibatnya akan berdampak pada kinerja jalan dan biaya operasional kendaraan (BOK). Maka perlu diketahui seberapa besar pengaruh hambatan samping terhadap BOK. Analisis berdasarkan kondisi eksisting dan kondisi tanpa hambatan, serta menggunakan analisis statistik untuk menghitung pengaruhnya. Besar hambatan samping tertinggi adalah 744,3 bobot kejadian, Derajat kejenuhan tertinggi adalah 0,732 (tingkat pelayanan C). BOK kendaraan kondisi eksisting yaitu sebesar Rp. 1.662,22/km untuk kendaraan ringan, Rp. 2.384,86/km untuk kendaraan berat dan Rp. 362,41/km untuk sepeda motor. Setelah hambatan samping dihilangkan nilai derajat kejenuhan menjadi 0,593 (tingkat pelayanan A), BOK kendaraan ringan menjadi 1.423,60/km, BOK kendaraan berat menjadi Rp. 2.260,13/km; dan BOK sepeda motor menjadi Rp. 319,24/km. Besar pengaruh hambatan samping terhadap BOK LV yaitu 50,5%, pengaruh hambatan samping terhadap BOK HV sebesar 38,1%, dan pengaruh hambatan samping terhadap BOK MC sebesar 57,7%. Kata kunci: hambatan samping, biaya operasional kendaraan, kinerja jalan Abstract Simpang Baru market activities on HR. Soebrantas road is a side friction that reduce road capacity and vehicle speed. As a result, it will have an impact on road performance and vehicle operating costs (VOC). So it is necessary to know how much influence side friction on VOC. The analysis based on existing conditions and without side friction conditions, and used statistical analysis to calculate the effect. The highest amount of side friction is 744.3 event. The highest degree of saturation is 0.732 (level of service C). BOK for vehicles in existing condition is Rp. 1,662.22/km for light vehicles, Rp. 2,384.86/km for heavy vehicles and Rp. 362.41/km for motorcycles. After removing side friction, the value of the degree of saturation becomes 0.593 (level of service A), the BOK for light vehicles becomes 1,423.60/km, the BOK for heavy vehicles becomes Rp. 2,260.13/km; and BOK for motorcycles becomes Rp. 319.24/km. The influence of side friction on BOK LV is 50.5%, the influence of side friction on BOK HV is 38.1%, and the influence of side resistance on BOK MC is 57.7%. Keywords: side friction, vehicle operating cost, road performanc
Pola Perilaku Mahasiswa dalam Penggunaan Energi di Ruang Komunal Kampus
Abstrak Penelitian ini menginvestigasi pola perilaku penggunaan energi yang dilakukan oleh mahasiswa di ruang komunal kampus. Penggunaan energi yang efisien dan berkelanjutan telah menjadi perhatian global, dan kampus merupakan tempat yang relevan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan ini. Penelitian ini menggunakan metode survei, observasi, dan analisis data untuk mengumpulkan informasi tentang perilaku mahasiswa dalam penggunaan energi di lingkungan kampus, khususnya dalam penggunaan gadget seperti handphone/smartphone, laptop, dan tablet. Data tersebut dianalisis untuk mengidentifikasi pola perilaku, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan potensi perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan variasi dalam perilaku penggunaan energi mahasiswa di dalam dan di luar ruangan (indoor/outdoor) kampus. Faktor-faktor seperti kesadaran lingkungan, ketersediaan fasilitas pengisian daya gadget, dan norma sosial mempengaruhi pola perilaku dalam penggunaan energi. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan untuk meningkatkan kesadaran terhadap desain ruang komunal terhadap mahasiswa yang berkelanjutan serta merancang lingkungan kampus yang lebih efisien secara energi. Kata kunci: pola perilaku, mahasiswa, ruang komunal kampus, energi, gadget Abstract This research investigates the patterns of energy usage behavior among students in campus communal spaces. Efficient and sustainable energy usage has become global concern, and the campus is a relevant place to identify potential improvements in this regard. The research employs survey methods, observations, and data analysis to collect information on student behaviors regarding energy usage in the campus environment, particularly in the use of gadgets such as handphones/smartphones, laptops, and tablets. The data is analyzed to identify behavior patterns, influencing factors, and potential changes towards more sustainable behavior. The research findings indicate variations in students\u27 energy usage behaviors both indoors and outdoors on campus. Factors such as environmental awareness, the availability of gadget charging facilities, and social norms influence behavior patterns in energy usage. The findings of this research can provide insights to enhance awareness of sustainable communal space design for students and to design a energy-efficient campus environment. Keywords: behavior patterns, students, campus communal spaces, energy, gadget
Pengaruh Normalisasi Terhadap Kinerja Drainase di Jalan G. Obos XII Kota Palangka Raya
Abstrak Kawasan sekitar Jalan G. Obos XII di Kota Palangka Raya awalnya merupakan permukiman jarang, kemudian berkembang menjadi kawasan permukiman dan perdagangan yang padat. Salah satu dampaknya, drainase Jalan G. Obos XII rentan banjir. Pada tahun 2022, pemerintah daerah melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan G. Obos XII. Penelitian ini meliputi analisis dari aspek teknis dan aspek persepsi masyarakat. Hasil analisis secara teknis menunjukkan, normalisasi berpengaruh sebesar 100% terhadap pengurangan panjang drainase yang berpotensi banjir dan berpengaruh sebesar 381,16% terhadap peningkatan kinerja drainase. Hasil analisis secara statistik dengan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan, sebanyak 98% dari responden menyatakan bahwa kinerja drainase meningkat sesudah normalisasi; nilai z hitung sebesar 6,024 lebih besar daripada nilai z kritis adalah 0,00003; nilai signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil daripada signifikansi kritis sebesar 0,05. Jadi, normalisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja drainase menurut persepsi responden. Kata kunci: normalisasi, kinerja drainase, analisis teknis, analisis persepsi masyarakat Abstract The area around G. Obos XII Street in Palangka Raya City initially was sparsely populated, then developed into a densely populated residential and commercial area. One of its consequences is the susceptibility of G. Obos XII Street drainage to floods. In 2022, the local government conducted drainage channel normalization on G. Obos XII Street. This study includes analyses from both technical and community perception aspects. The technical analysis results indicate that normalization has a 100% impact on reducing the length of flood-prone drainage and a 381.16% impact on improving drainage performance. The results of statistical analysis using the Wilcoxon Signed-Rank Test show that 98% of respondents stated that drainage performance improved after normalization; the calculated z-value as 6.024 is greater than the critical z-value is 0.00003; the significance value as 0.000 is smaller than the critical significance as 0.05. Therefore, normalization significantly influences drainage performance according to respondents\u27 perceptions. Keywords: design discharge, drainage capacity, drainage performance, public perception
Pemanenan Air Hujan Dengan Metode Roof Catchment Sebagai Pengawetan Air Bangunan Gedung Institut Teknologi Sumatera
Abstrak Institut Teknologi Sumatera memiliki lahan dengan total 275 Ha dan diprediksi dapat menampung 64.000 mahasiswa pada 25 tahun kedepan. Laju penerimaan mahasiswa akan berbanding dengan pembangunan dan perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan meningkatnya limpasan permukaan dan menurunnya ketersediaan air tanah. Perlu dikakukan upaya preventif seperti pemanenan air hujan sebagai bentuk konservasi sumber daya air tanah. Kebutuhan air salah satu gedung sebesar 3.024 m3/tahun, direncanakan metode pengawetan air secara pemanenan air hujan, menghasilkan pasokan air sebesar 2.690,086 m3/tahun. Sistem pemanenan air hujan dapat menghemat penggunaan air tanah sebesar 40% dari penggunaan air gedung pertahunnya. Sistem pemanenan air hujan diharapkan mampu mengurangi penggunaan air tanah, dan upaya konservasi sumber daya air sehingga dapat meminimalisir terjadinya krisis air tanah. Kata kunci: Tataguna lahan, Kebutuhan dan pasokan air, Pemanenan air hujan, Abstract Sumatra Institute of Technology has a total land area of 275 ha and is predicted to be able to accommodate 64,000 students in the next 25 years. New student admission will be proportional to development and land use changes, which cause a decrease in groundwater supply and an increase in surface runoff. Preventative methods such as rainwater harvesting as a form of groundwater resource conservation need to be strengthened. One of the buildings has a 3,024 m3/year water requirement. A water preservation method is planned using rainwater harvesting, resulting in a water supply of 2.690,086 m3/year. Rainwater harvesting system can reduce annual building water demand by up to 40%. It\u27s hoped that the rainwater harvesting system will be able to reduce groundwater use and conserve water resources so that it can minimize the occurrence of groundwater crises. Keywords: Land use, Water demand and supply, Rainwater harvestin
Analisis Wilayah Kerentanan Bencana Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kota Lhokseumawe
Abstrak Lhokseumawe merupakan wilayah yang sering terjadi banjir atau genangan. Pencegahan banyaknya korban serta kerugian material dapat dilakukan dengan zonasi wilayah rentan banjir. Metode analisis penelitian adalah deskriptif analitik. Sistem informasi geografis yang merupakan sistem informasi berbasis komputer digunakan dalam penelitian. Aplikasi Software Arcgis 10.8 digunakan untuk penyajian informasi dan pemetaan zonasi kerentanan banjir. Setiap parameter dilakukan proses scoring menggunakan metode AHP dan klasifikasi nilainya dilakukan overlay. Tujuan penelitian adalah mengklasifikasi data dasar parameter kerentanan banjir dalam bentuk spasial, pemetaan wilayah rentan banjir, serta diketahuinya faktor penyebab banjir yang paling dominan. Hasil penelitian diperoleh wilayah sangat rentan banjir 51,08 km2 (37,27%), rentan 81,42 km2 (59,40%), kerentanan sedang 3,75 km2 (2,74%), sedikit rentan 0,41 km2 (0,30%) dan tidak rentan 0,39 km2 (0,29%). Faktor penyebab banjir yang paling dominan adalah densitas drainase dengan kategori sangat buruk dan buruk dengan persentase 95,37% sehingga kurang baiknya sistem pengaliran. Kata kunci: zonasi, kerentanan, banjir, arcgis, AHP Abstract Lhokseumawe an area that often experiences flood or inundation. Preventing large numbers of victims and material losses can be done by zoning areas prone to flooding. The research analysis method is descriptive analytic. Geographic information systems, which are computer-based information systems, are used in research. The Arcgis 10.8 software application is used to present information and map flood vulnerability zoning. Each parameter is subjected to a scoring process using the AHP method and the value classification is overlaid. The aim of the research is to classify basic data on flood vulnerability parameters in spatial form, map flood vulnerable areas, and identify the most dominant factors causing floods. The research results showed that the area was very vulnerable to flooding 51.08 km2 (37.27%), vulnerable 81.42 km2 (59.40%), moderately vulnerable 3.75 km2 (2.74%), slightly vulnerable 0.41 km2 (0.30%) and not susceptible 0.39 km2 (0.29%). The most dominant factor causing flooding is drainage density in the very poor and poor categories with a percentage of 95.37% so that the drainage system is not good. Keywords: zonation, vulnerability, flood, Arcgis, AH
Pengaruh Asal Tenaga Kerja Konstruksi Terhadap Produktifitas kerja, Studi Kasus Proyek CWM - 01 Universitas Malikussaleh
Abstrak Tenaga kerja menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan dan faktor penunjang keberhasilan proyek yang baik. Kemampuan tenaga kerja lokal dan luar daerah berpengaruh dalam percepatan pembangunan dan efisien pembangunan, dan besar pengaruh tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar daerah terhadap pekerjaan. Metode observasi dan kuesioner dilakukan dengan pengamatan dilapangan untuk menghitung besarnya produktivitas dan rasio pemanfaatan tenaga kerja, hasil Perhitungan uji realibilitas kostruk didapat nilai 0,847 menunjukan good reability, setelah dilakukan pengujian hubungan krateristik model pada sofware SEM Amos versi 23 menunjukan bahwa CMIN/DF 3,076 maka syarat ‰¤ 2 telah terpenuhi maka dinyatakan goodness of fit, maka rasio pemenfaatan tenaga kerja lokal 0,076 jam atau 25,5% sedangkan tenaga kerja non lokal 0,077 jam atau 25,8% pengaruh produktifitas tenaga kerja lokal dan non lokal pada persentase kemampuan bekerja Pasangan Dinding Bata 34,57%, plesteran dinding bata 7,20% dan setatus pekerja non lokal lebih cepat dari pekerja lokal pada pemasangan keramik didapatkan 16,48% lebih cepat penyelesaiannya terhadap pekerja lokal maka besarnya pengaruh asal tenaga kerja terhadap produktifitas kerja mempuyai pengaruh yang sangat signifikan terhadap rasio pemanfaatan tenaga kerja. Kata kunci: Produktifitas, Rasio Pemanfaatan Tenaga Kerja, Pengaruh Asal Abstract Labor is one of the most important parts in development and a factor that supports the success of a good project. The ability of local and non-regional workers influences the acceleration of development and efficient development, and the large influence of local and non-regional workers on employment. Observation and questionnaire, question sheets and direct observation in order to obtain input data to calculate the amount of productivity and labor utilization ratio, of the construction reliability test calculation, a value of 0.847 is obtained, indicating good reliability, after testing. The model characteristic relationship in SEM Amos software version 23 shows that CMIN/DF is 3.076, then the condition ‰¤ 2 has been fulfilled, then it is declared goodness of fit, then the utilization ratio of local labor is 0.076 hours or 25.5% while non-local labor is 0.077 hours or 25. 8% influence of local and non-local labor productivity on the percentage of work ability of brick wall masonry 34.57%, brick wall plastering 7.20% and one hundred non-local workers faster than local workers and for ceramic installation 16.48% quicker completion for local workers, the magnitude of the influence of the origin of the workforce on work productivity has a very significant influence on the labor utilization ratio. Keywords: Productivity, Labor Utilization Ratio, Effect of Origi
Kolaborasi Metode Empiris dan Mekanistik-Empiris Guna Identifikasi dan Evaluasi Kinerja Perkerasan Jalan
Abstrak Kerusakan jalan yang tidak teratasi dengan baik dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, sehingga kondisi ini harus segera diantisipasi dengan berupa proses identifikasi dan evaluasi terhadap kinerja perkerasan baik itu secara empiris, mekanistik-empiris, ataupun kolaborasi antara keduanya. Pada metode empiris, solusi alternatif yang dapat diberikan adalah berupa analisis Pavement Condition Index (PCI) dan Surface Distress Index (SDI), sedangkan pada metode mekanistik-empiris solusi alternatif yang dapat diberikan adalah analisis software KENPAVE. Ruas Jalan Yogyakarta-Pulowatu merupakan jalan provinsi dengan kondisi volume lalulintas kendaraan tinggi serta memiliki kerentanan terhadap penurunan kinerja, sehingga ruas ini dipilih sebagai objek yang akan dianalisis menggunakan kolaborasi dua metode analisis. Pada metode empiris, kondisi ruas jalan memiliki nilai PCI sebesar 31,68 (very poor) dengan saran penanganan berupa major maintenance, sedangkan pada nilai SDI didapatkan angka 267,25 (rusak berat) dengan saran penanganan berupa rehabilitasi jalan. Pada metode mekanistik-empiris, desain eksisting teridentifikasi tidak mencapai umur rencana 20 tahun dan disarankan untuk melakukan redesain menggunakan kriteria FFF6 agar desain dapat memenuhi standar umur rencana. Kata kunci: PCI, SDI, KENPAVE, Penilaian Kondisi, Kerusakan Jalan Abstract Road deterioration, if left unaddressed, can significantly disrupt economic activities and community mobility. Hence, it is imperative to promptly anticipate this condition through the identification and evaluation of pavement performance, whether through empirical methods, mechanistic-empirical approaches, or a combination of both. In empirical methods, potential solutions may involve analyzing the Pavement Condition Index (PCI) and Surface Distress Index (SDI), while in mechanistic-empirical approaches, solutions may entail utilizing KENPAVE software for analysis. The Yogyakarta-Pulowatu Road, a provincial thoroughfare experiencing high traffic volume, is prone to performance deterioration, making it a prime candidate for analysis using both methods. In the empirical method, the road segment registers a PCI value of 31.68 (very poor), suggesting the need for major maintenance, whereas the SDI value stands at 267.25 (severely damaged), indicating the necessity for road rehabilitation. In the mechanistic-empirical method, the existing design is identified as not meeting the planned 20-year lifespan and is recommended to redesign using the FFF6 criteria to meet the planned lifespan standards. Keywords: PCI, SDI, KENPAVE, Condition Assesment, Road Damag