Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    DETERMINAN PREFERENSI PUBLIK DALAM PEMILIHAN LOKASI PERUMAHAN TERJANGKAU BERSUBSIDI DI KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Ketersediaan perumahan untuk masyarakat merupakan indikasi pembangunan nasional, dan menjadi tujuan pemerintah Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh, ibukota provinsi Aceh untuk menyediakan perumahan bagi keluarga dengan pendapatan rendah yang terjangkau. Untuk tujuan ini, pemerintah memperkenalkan skema perumahan terjangkau bersubsidi guna meningkatkan kepemilikan perumahan untuk masyarakat. Namun, terlepas dari langkah-langkah ini, perumahan di Kota Banda Aceh telah banyak terbangun dan tersebar hingga ke pinggiran kota dengan standar kondisi perumahan yang sangat variatif baik dari kelayakan bangunan rumah, fasilitas prasarana dan sarana pendukungnya. Variasi ini terjadi dikarenakan pengembang (developer) dari masing-masing lokasi perumahan terjangkau menawarkan lokasi, tipe rumah yang dibangun, fasilitas yang disediakan, serta harga dan cara pemilikan rumah yang berbeda-beda. Oleh karena itu, paper ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan preferensi publik atau masyarakat dalam pemilihan lokasi perumahan terjangkau sehingga faktor determinan tersebut dapat dijadikan sebagai pertimbangan aspek yang harus disediakan oleh pengembang. Kajian ini dilakukan di Banda Aceh dengan target responden adalah penduduk masuk ke Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel sebanyak 150 jiwa. Kuesioner disebarkan dengan mengadopsi teknik sampling acak berstrata (stratified random sampling). Determinan yang dikaji adalah faktor aksesibilitas, kelengkapan prasarana dan sarana, fasilitas, kondisi lingkungan, harga dan pelayanan, dan bangunan. Metode analisis faktor Principle Component Analysis (PCA) digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar faktor dengan indikator pemilihan lokasi perumahan terjangkau. Hasil empiris menunjukkan bahwa determinan preferensi publik yang dominan dalam pemilihan lokasi perumahan adalah faktor aksesibilitas dan pelayanan dengan varian sebesar 24.8%, kelengkapan sarana dan prasarana dengan varian 18.95% dan fasilitas dan kepemilikan rumah dengan varian 16.51%. Ketiga faktor tersebut menentukan keputusan konsumen dalam pemilihan lokasi perumahan terjangkau dengan varian total 60%. Hasil empiris menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memilih lokasi perumahan karena faktor aksesibilitas ke pusat perbelanjaan dan sarana dan prasarana yang ditawarkan oleh pengembang seperti ketersediaan jaringan listrik, air bersih dan persampahan menjadi indikator utama penentu pemilihan lokasi oleh konsumen

    ANALISIS ESTIMASI BIAYA DENGAN METODE COST SIGNIFICANT MODEL SEBAGAI DASAR PERHITUNGAN KONSTRUKSI JEMBATAN BETON BERTULANG DI KABUPATEN ACEH TAMIANG

    Get PDF
    Salah satu elemen penting dalam proyek adalah tahap estimasi biaya. Sering kali saat proyek masih pada tahap awal ,informasi untuk mengestimasi belum terlalu detail, sehingga hasil estimasi cenderung tidak begitu akurat, oleh karena itu dibutuhkan model estimasi biaya yang dapat menjelaskan sebagian besar proyek berdasarkan informasi yang sesedikit mungkin. Metode estimasi yang digunakan adalah Cost Significant Model, model ini menggunakan biaya pekerjaan yang secara signifikan berpengaruh terhadap biaya total proyek. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keakuratan model estimasi biaya pada pembangunan jembatan beton bertulang terhadap biaya actual proyek. Data dihimpun dengan menggunakan metode sampling dan diperoleh berupa 5 paket proyek konstruksi jembatan beton bertulang dari tahun 2013 sampai 2017. Dengan hasil yang didapatkan berupa persamaan model estimasi yaitu Y=-19.832.201,418+1,948X1  +0,889X2  +4,274X3, dengan Cost Model Factor sebesar 0,9844. Tingkat keakuratan hasil estimasi berkisar antara -3,37% sampai +1,69%. Dilihat dari persentase keakuratan hasil estimasi tersebut, AACE International menunjukkan model ini dapat digunakan untuk pengecekan perkiraan penawaran

    PENGGUNAAN ABU BATU KARANG SEBAGAI FILLER DAN PASIR BESI SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP PARAMETER MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL AC-BC

    Get PDF
    Abstrak Campuran beraspal panas adalah kombinasi antara agregat yang dicampur merata dan dilapisi oleh aspal. Bahan penyusun dari campuran AC-BC hampir sama dengan bahan penyusun campuran aspal beton lainnya yaitu agregat halus, agregat kasar, filler dan aspal, yang membedakan adalah komposisi gradasi masing-masing lapisan. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh penggantian Filler pada perkerasan jalan aspal beton AC-BC. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan Abu batu karang sebagai Filler dan pasir besi sebagai agregat halus terhadap karakteristik Marshall terhadap campuran Aspal AC-BC (Asphalt Concrete - Binder Course) terhadap stabilitas dengan metode Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 Revisi 3, Benda uji yang didapatkan dari kadar aspal optimumnya adalah sebesar 6,2 % dan untuk benda uji penambahan variasi yang digunakan adalah abu batu karang dan pasir besi  25% - 50% -75% - 100%. Adapun Hasil dari pengujian di laboratorium di dapatkan hasil grafik yang naik turun, peningkatan nilai stabilitas didapat dari penambahan kadar variasi 25%, 50%, 75%, dan mengalami penurunan pada penambahan 100% variasi pasir besi dan abu batu karang, sedangkan nilai Density meningkat pada variasi 100%,  VMA , VIM dan FLOW dengan penambahan pasir besi dan abu batu karang menurun pada variasi 50%-100%, sedangkan VFA, MQ  terjadi Peningkatan yang tidak terlalu signifikan pada variasi 100%. Maka dapat disimpulkan variasi penambahan abu batu karang dan dan pasir besi  sebagai pengganti filler dan penganti agregat halus memenuhi spesifikasi bina marga 2010 revisi 3. Kata Kunci: Spesifikasi 2010 rev 3, Filler, Agregat halus, Parameter Marshall  Abstract Hot asphalt mixture is a combination of aggregates that are mixed evenly and coated with asphalt. The composition of AC-BC mixture is almost the same as the composition of other concrete asphalt mixers, namely fine aggregate, coarse aggregate, filler and asphalt, the difference is the gradation composition of each layer. This study discusses the effect of Filler replacement on AC-BC asphalt concrete pavement. The purpose of this research is to find out how the influence of the use of coral ash as fillers and iron sand as fine aggregate on the Marshall characteristics of the Asphalt Concrete - Binder Course asphalt mixture against stability with the General Reinforcement 2010 Revised 3 General Specifications method, The specimens obtained from the optimum asphalt content is 6.2% and for specimens the addition of variations used is rock ash and iron sand 25% - 50% -75% - 100%. As for the results of testing in the laboratory graph results get up and down, increasing the value of stability obtained from adding levels of variation 25%, 50%, 75%, and decreased in the addition of 100% variation of iron sand and rock ash, while the Density value increased at variations of 100%, VMA, VIM and FLOW with the addition of iron sand and coral ash decreased at a variation of 50% -100%, while VFA, MQ occurred a not too significant increase at 100% variation. Then it can be concluded that variations in the addition of coral ash and iron sand as a substitute for filler and substitute for fine aggregate meet the specifications of the 2010 revision 3.Keywords: 2010 rev 3 specification, filler, fine aggregate, Marshall parameter

    STRUKTUR DINDING PELINDUNG LERENG DENGAN METODE KAKI BELALANG TIRUAN

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuik memberikan gambaran tentang spesifikasi, bentuk, dimensi dan konfigurasi struktur dinding pelindung tanah dengan metode kaki belalang serta metode pelaksanaannya di lapangan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian terpakai dan penelitian ini sekaligus sebagai technical notes success story aplikasi struktur pelindung lereng dengan metode kaki belalang tiruan pada pembangunan reservoir pengendali banjir di kota Balikpapan. Hasil penelitian menunjukan, metode kerja pemasangan struktur dinding pelindung lereng dengan metode kaki belalang tiruan dapat diaplikasikan dengan baik dan aman tanpa terjadi incident. Stabilitas dinding penahan lereng ini terletak pada penggunaan pondasi jenis paku dibagian bawah, pasangan tapak-tapak penumpu dinding pelindung lereng, ground anchor dan pasangan saluran drainase.       Kata kunci: dinding pelindung lereng, kaki belalang, three point contact.  Abstract The research objective is to provide an overview of the specifications, shape, dimensions and configuration of the structure of the protective walls of the land with the method of grasshopper and its method of implementation in the field. This research method used the used research method and this study as well as a technical notes success story application of slope protective structures with artificial grasshopper foot method in the construction of flood control reservoirs in the city of Balikpapan. The results showed that the working method of the installation of a slope protective wall structure with artificial grasshopper foot method can be applied properly and safely without incident. The stability of the slope retaining wall lies in the use of nail type foundations at the bottom, pairs of tread supporting walls, ground anchors and pair of drainage channels. Keywords: protective slope walls, grasshopper feet, three point contact

    Analisis Tebal dan Panjang Landasan Pacu Bandara International Sultan Iskandar Muda Blang Bintang

    Get PDF
    Bandar udara merupakan prasarana penting dalam kegiatan transportasi udara. Bandar udara Internasional Sultan Iskandar Muda merupakan Bandar udara terbesar di Provinsi Aceh, yang mengalami perkembangan arus lalu lintas udara setiap tahunnya, terutama pada keberangkatan haji dan musim liburan. Tahun 2007 adalah terakhir dilakukan pengembangan, dimana panjang landasan pacu ditambah menjadi 3000 meter untuk dapat menampung pesawat jenis Airbus 330-300. Bandar udara ini juga beroperasi pesawat jenis Boeing 747-400 yang memiliki berat lebih besar dan kebutuhan panjang landasan pacu lebih panjang dari pesawat rencana. Data yang digunak adalah data primer berupa data beban pesawat rencana, data CBR tanah dan jumlah lintas pesawat, sedangkan data sekunder berupa kelas bandara, layout, jumlah penumpang, jumlah pesawat terbang, jenis pesawat dan rute penerbangan, kondisi lingkungan dan jenis tanah. Metode yang diguanakan adalah Metode FAA. Hasil perhitungan kebutuhan landasan pacu untuk pesawat rencana yaitu jenis Airbuss 330-300 adalah 3650 meter dan kebutuhan panjang untuk pesawat terbesar yang telah beroperasi yaitu jenis Boeing 747-400 adalah 4550 meter. Untuk kebutuhan tebal pekerasan untuk pesawat jenis Airbuss 330-300 adalah, surface = 13 cm, base course = 18 cm, dan subbase course = 59 cm. Sedangkan untuk jenis pesawat Boeing 747-400 memiliki kebutuhan tebal pekerasan adalah, surface = 13 cm, base course = 26 cm, dan subbase course = 77 cm. Artinya diperlukan analisis ulang terhadap landasan pacu agar dapat digunakan secara maksimal terutama untuk melayani pesawat berbadan lebar secara aman dan nyaman. Kata Kunci:Analisis,Bandara, Runway, Pavemen

    PENGARUH KUAT LENTUR BETON TERHADAP PENAMBAHAN SERAT TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

    Get PDF
    Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang telah umum digunakan untuk bangunan gedung, jembatan, jalan, dan lain-lain. Kelemahan beton sebagai bahan konstruksi adalah kuat lentur yang rendah dan sifatnya yang getas. Perbaikan kelemahan sifat beton tersebut bisa dengan menambahkan serat (fiber) dalam adukan beton. Bahan campuran beton antara lain yaitu semen, agregat halus, agregat kasar, air dan bahan tambah lainnya (zat adiktif, serat). Pada penelitian ini bahan tambah yang digunakan adalah serat tandan kosong kelapa sawit (STKKS). Tujuan Penelitian ini mengetahui pengaruh penambahan serat tandan kosong kelapa sawit terhadap kuat lentur beton pada setiap variasi serat. Proses pengelolahan serat yaitu serat direndam dan dibilas menggunakan 10% larutan NaOH selama 12 jam kemudian dikeringkan didalam oven, panjang serat yang digunakan 40 mm. Variasi persentase serat dengan mengurangi berat volume semen di dalam campuran adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%.  Hasil Kuat lentur rata-rata yang dihasilkan pada tiap-tiap variasi serat yaitu 0% (3,51 Mpa), 5% (4,18 Mpa), 10% (4,09 Mpa), 15% (4,53 Mpa), dan 20% (4,62 Mpa). Dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan serat pada campuran beton menunjukkan kenaikan terhadap kuat lentur beton pada titik persentase serat 5%, 10%, 15%, dan 20%, bila dibandingkan dengan beton normal (0%)

    PENGARUH SUBSTITUSI PASIR POZZOLAN SEBAGAI AGREGAT HALUS TERHADAP KUAT TEKAN BETON PASCA BAKAR DENGAN DAN TANPA PERENDAMAN

    Get PDF
    Salah satu kegagalan pada konstruksi beton adalah saat terjadi kebakaran pada konstruksi tersebut, hal ini mempengaruhi kualitas/kekuatan struktur beton. Beton mutu tinggi merupakan beton dengan kuat tekan lebih besar dari 41,4 Mpa. Pasir pozzolan dihasilkan dari alam yaitu dari hasil sedimentasi gunung berapi yang mengandung senyawa silika dan alumina seperti yang terkandung di dalam semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar mutu kuat tekan beton pasca bakar dengan dan tanpa perendaman. Obyek dalam penelitian ini adalah beton segar menggunakan pasir pozzolan 10% sebagai pengganti sebagian agregat halus, dan menggunakan superplasticizer1,5% dari berat semen. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 50 buah, 25 sampel Beton Normal dan 25 sampel Beton Pozzolan. Pengujian kuat tekan untuk beton normal dan pasca bakar tanpa perendaman dilakukan pada umur 28 hari, sedangkan pada beton pasca bakar dengan perendaman dilakukan setelah 42 hari perendaman. Dari hasil penelitian diperoleh kuat tekan beton optimum yang mengunakan substitusi pasir pozzolan pasca bakar 200° C dengan perendaman sebesar 45,10 Mpa, sedangkan mutu beton yang terendah terdapat pada beton pasca bakar 400° C tanpa perendaman sebesar 31,97 Mpa. Penggunaan substitusi pasir pozzolan sebagai agregat halus terhadap beton pasca bakar dengan dan tanpa perendaman dapat meningkatkan mutu beton yang dibakar dengan suhu 200°C dan 400°C dibandingkan dengan beton normal pada perlakuan yang sama. Kata Kunci : Pozzolan, Kuat Tekan Beton, Pasca Bakar, Perendama

    SIMULASI BIAYA PENANGANAN JALAN ANTARA PERKERASAN KAKU DAN PERKERASAN LENTUR

    Get PDF
    Jenis perkerasan jalan di Indonesia umumnya menggunakan perkerasan lentur sebagai pilihan utama dibandingkan tipe perkerasan kaku dengan pertimbangan biaya pembangunan (initial cost) yang lebih murah, keterbatasan anggaran serta tuntutan pemerataan pembangunan. Pemilihan perkerasan lentur diprediksikan memiliki biaya total pemeliharaan/penanganan jalan yang lebih mahal dibandingkan dengan perkerasan kaku. Penelitian ini mengkaji perbandingan biaya siklus penanganan/pemeliharaan jalan serta perbandingan tingkat umur layan antara perkerasan kaku dengan perkerasan lentur dengan life-cycle cost analysis (LCCA) selama masa layan rencana 40 tahun. Metode analisis yang digunakan adalah permodelan penurunan kondisi perkerasan jalan (road deterioration model) berdasarkan nilai ketidakrataan jalan (IRI) dan umur masa layan sebagai variabel utama berdasarkan rumus dan pendekatan yang digunakan pada manual HDM-4 Versi kedua. Adapun variabel perbandingan yang digunakan adalah biaya pembangunan, kemantapan jalan, tingkat umur layan perkerasan, biaya pemeliharaan tahunan dan biaya total selama 40 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pembangunan perkerasan kaku lebih mahal 33,63 % dan kemantapan jalan lebih rendah 1,75 % dari perkerasan lentur. Sedangkan disisi lainnya, rasio tingkat umur layan perkerasan kaku lebih baik 68,99 % dari perkerasan lentur, dan biaya pemeliharaan tahunan (termasuk biaya rekonstruksi) perkerasan kaku lebih hemat 64,12 % dari perkerasan lentur, dan biaya total selama LCCA perkerasan kaku lebih hemat 45,98 % dari perkerasan lentur. Berdasarkan LCCA, perkerasan kaku memiliki waktu siklus yang lebih baik, biaya total penanganan dan pemeliharaan tahunan yang lebih hemat dibandingkan dengan perkerasan lentur

    HUBUNGAN KAUSAL ANTARA VARIABEL SOSIAL-EKONOMI, PERILAKU PERJALANAN TERHADAP LATEN DETERMINAN AKSEPTASI PUBLIK: STUDI KASUS PADA KORIDOR I TRANS KOETARADJA

    Get PDF
    Abstrak Transportasi merupakan salah satu sektor yang mengalami kemerosotan seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kemampuan masyarakat membeli kendaraan pribadi menjadi penyebab ketergantungan pada moda transportasi pribadi di Banda Aceh. Keterbatasan prasarana jalan dan tingginya permintaan perjalanan menyebabkan kemacetan dan naiknya angka kecelakaan. Strategi handal yang telah berhasil meminimalkan dampak negatif kemacetan adalah perpindahan dari moda transportasi pribadi ke moda umum. Langkah ini telah ditempuh di Jakarta dan dipromosikan/diterapkan di kota-kota lain di Indonesia, termasuk Banda Aceh yaitu Trans Koetaradja (TK). Untuk memastikan kebijakan ini tepat sasaran bagi pengguna/masyarakat maka kajian dari bawah (harapan masyarakat) perlu dilakukan guna menangkap dan merumuskan informasi-informasi penting dari para pengguna Trans Koetaradja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap kebijakan TKdengan studi kasus pada koridor 1 (Pusat Kota - Darussalam). Metode pengambilan data yang digunakan adalah Stated Preference (SP) dengan jumlah 150 responden secara acak bertingkat (stratified random sampling). Kuesioner SP berisikan informasi tentang sosial-ekonomi, perilaku perjalanan, dan persepsi responden. Pemodelan yang digunakan adalah Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) yang parameter regresinya dikalibrasi menggunakan software Lisrel 9.2.Hasil model empiris menunjukkan bahwa terdapat hubungan kausal yang signifikan antara variabel sosial-ekonomi, perilaku perjalanan terhadap laten determinan akseptasi publik kebijakan TK. Hasil menyimpulkan bahwa variabel laten sangat signifikan menentukan penerimaan kebijakan TK. Kata kunci: Trans Koetaradja, Persepsi, Indikator, Laten Variabel, MIMIC, Akseptasi  Abstract Transportation is one of the deteriorating sectors along with the economic growth in the society. The ability of people to purchase private vehicles is a major caused of private mode-dependency in Banda Aceh. The limitations of road infrastructure and the increasing demand to travel caused traffic congestion and increasing in the number of accidents. A well recognized policy that has succeeded in mitigating the negative impact of traffic congestion is shifting their means of transport from the private mode to the public transportation. This step has been taken in Jakarta and promoted and implemented in other cities in Indonesia, including Banda Aceh, namely Trans Koetaradja (TK). To ensure that this policy is effective for the public, a bottom up study is needed in order to capture and formulate important information from TK users. Therefore, this study aims to examine public perceptions in terms of public acceptance toward TK policy, and taken corridor 1 (City Center - Darussalam) as a case study. The data collection method used is the Stated Preference (SP) with a number of 150 respondents collected by using stratified random sampling. The SPquestionnaire contains information about socio-economics, travel behavior, and perceptions of respondents. The modeling used is the Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC) whose regression parameters are calibrated using Lisrel 9.2 software. The results of the empirical model show that there is a significant causal relationship among socio-economic variables, travel behavior and the latent determinants of public acceptability towards TK policy. The results conclude that latent determinants are crucially significant in determining the acceptance of TK policy. Keywords: Trans Koetaradja, Perception, Indicators, Latent Variables, MIMIC, Acceptabilit

    TINJAUAN KELAYAKAN RUANG HENTI KHUSUS (RHK) BERDASARKAN TINGKAT KETERISIAN DI SIMPANG BERSINYAL KOTA BANDA ACEH

    Get PDF
    Simpang bersinyal merupakan suatu elemen yang cukup penting dalam sistem transportasi di kota besar seperti Simpang Jambo Tape di Kota Banda Aceh. Simpang Jambo Tape merupakan salah satu dari jaringan jalan yang menghubungkan beberapa tempat penting yang ada di Kota Banda Aceh, seperti pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan pemukiman penduduk. Hal ini  menyebabkan aktifitas lalu lintas pada simpang tersebut sangat tinggi, sehingga dapat mengakibatkan kemacetan dan tundaan pada beberapa kaki persimpangan. Salah satu masalah yang dihadapi simpang bersinyal ialah kurang efektifnya prasarana sehingga menjadi tidak layak prasaran tersebut yang telah dibangun oleh pemerintah setempat untuk masyarakat dalam menggunakan prasarana transportasi itu sendiri seperti Ruang Henti Khusus (RHK). Karna prasarana yang dibangun seperti RHK tersebut untuk dapat melancarkan arus lalu lintas di simpang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan RHK simpang bersinyal yaitu Simpang Jambo Tape di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan berupa perbandingan pada tahun 2013 sebelum adanya RHK dan tahun 2018 setelah adanya RHK pada Simpang Jambo Tape. Untuk kelayakan RHK berdasarkan tingkat keterisian dengan metode dari Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan (2012) yang dihubungkan dengan kinerja simpang bersinyal dari metode dari PKJI 2014. Hasil dari penelitian didapat kelayakan RHK yang dilihat dari tingkat keterisian ialah rata-rata 50% yang artinya kurang berhasil diterapkan sedangkan untuk kinerja simpang bersinyal semakin bertambah dimana didapat nilainya ‰¥0,85 dimana artinya arus lalu lintas macet. Kesimpulannya bahwa fungsi RHK tidak membuat kinerja simpang bersinyal menjadi baik sehingga RHK yang ada di Simpang Jambo Tape tidak layak. Untuk itu diharapkan kepada Pemerintah setempat dengan hasil ini dapat menjadi acuan dalam evaluasi RHK di Simpang Jambo Tape sehingga kelayakan Zona RHK tersebut menjadi baik

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇