Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS MODEL KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN SIMPANG 4 BIREUN (PERBANDINGAN DENGAN METODE GREENSHIELD, GREENBERG, UNDERWOOD)
AbstractCharacteristics of the traffic flow are studied and analyzed using several methods. This study aims to analyze the comparison of traffic characteristic model on Simpang 4 Bireun road using MKJI 1997 method, and to compare with Greenshield, Greenberg and Underwood models. The effectiveness and efficiency of the data presentation presented by each method. The results of the mathematical model for Greenshield Model are (S) = 40.6231 km/hr, Greenberg (S) = 37.92 km/hr and Underwood (S) = 40.668 km/hr. For the relationship of density velocity, Greenberg has a better approach, whereas for the density volume relationship, they show almost the same result, and for the volume velocity relationship, the Greenshield and Underwood approaches are still better. Keywords : Greenshield, Greenberg, Underwood, Speed Vehicles, Traffic Flow, Density of Traffic
STUDI REKAYASA LALU LINTAS PADA SIMPANG TUJUH ULEE KARENG DENGAN MERENCANAKAN BUNDARAN (ROUNDABOUT)
Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan persimpangan dengan jumlah pertemuan ruas jalan yang paling banyak di Kota Banda Aceh tanpa adanya pengaturan lalu lintas, sehingga mengakibatkan terjadi tundaan dan kemacetan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah rekayasa lalu lintas dari simpang tak bersinyal menjadi persimpangan dengan bundaran. Data volume lalu lintas diambil dengan bantuan kamera video dan data kecepatan diambil dengan alat bantu speed gun. Data yang dikumpulkan adalah data geometrik jalan, volume lalu lintas dan kecepatan setempat. Data awal yang digunakan untuk adalah volume jam puncak (VJP) dari volume yang diamati dan kemudian disimulasikan ke software VISSIM 6.00-22 dengan tipe bundaran R10-22. Kapasitas terbesar di ruas jalinan yaitu 6629 kend/jam. Arus bagian jalinan terbesar di ruas jalinan AB yaitu 3184 kend/jam. Tundaan terbesar di ruas jalinan AB yaitu 2,30 detik/kendaraan. Untuk Derajat Kejenuhan (DS) didapat dari perbandingan arus bagian jalinan dengan kapasitas. DS terbesar di ruas jalinan AB yaitu 0,50 dan Peluang Antrian terbesar dari pembacaan grafik MKJI adalah 6%-13,5%.
The Effect Of Using Rice Husk Ash Waste and Viscocrete 1003 For Quality of Normally Concrete With UPV Test
Suatu bahan yang menggandung pozzolan seperti abu sekam padi mampu meningkatkan kekuatan tekan pada beton, tetapi dengan adanya abu sekam padi tersebut akan mempengaruhi kelecakan pada beton, sehingga digunakan bahan Viscocrete 1003 untuk meningkatkan kelecakan betonnya. Pengujian yang dapat dilakukan untuk mengetahui nilai kekuatan dan modulus elastis beton ialah pengujian destruktif . Namun pengujian ini dianggap kurang efektif karena harus merusak sample beton yang akan diuji. Pengujian dengan metode UPV dapat menjadi solusi dalam memperkirakan kuat tekan maupun modulus elastisitas beton berdasarkan nilai kecepatan rambat gelombangnya. Adapun Persentase ViscoCrete 1003 yang digunakan pada penelitian ini ialah 0,6% terhadap berat semen dan variasi penambahan abu sekam padi sebesar 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% terhadap berat semen dengan benda uji silinder 15 cm x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan beton, kecepatan rambat gelombang dan modulus elastisitas terus meningkat hingga penambahan abu sekam sebesar 20 %. Modulus elastis dinamik menghasilkan nilai 39%-45% lebih besar dibandingkan dengan modulus elastis static dikarenakan perbedaan homogenitas pada variasi silinder.One of the pozzolan added ingredients that can increase compressive strength is rice husk ash, but the use of rice husk ash will affect the slackness of the concrete, so Viscocrete 1003 is used to increase the concrete slack. Tests that can be done to determine the strength and elastic modulus of the concrete are destructive testing. However, this test is considered to be less effective because it must damage the concrete samples to be tested. Testing with the UPV method can be a solution in estimating compressive strength and modulus of elasticity of concrete based on the value of the wave velocity. The percentage of ViscoCrete 1003 used in this study is 0.6% of the weight of cement and variations in the addition of rice husk ash by 0%, 5%, 10%, 15% and 20% to the weight of the cement with cylindrical specimens 15 cm x 30 cm. The results showed that the value of concrete compressive strength, wave propagation velocity, and elastic modulus continued to increase until the addition of husk ash by 20%. Dynamic elastic modulus produces a value of 39% -45% greater than the static elastic modulus due to differences inhomogeneity in cylinder variations
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH PEMBAKARAN BATUBARA (FLY ASH) Ex PLTU RUM PADA CAMPURAN BETON
Beton adalah material yang umum digunakan dalam dunia pembangunan infrastruktur seperti Gedung, jembatan, jalan raya, dan insfrastruktur lainnya. PLTU Rum Tidore Kepulauan menggunakan batubara sebagai bahan bakar, yang menghasilkan produk sampingan berupa limbah abu terbang (fly ash). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan tambah (additive) pada campuran beton. Komposisi fly ash yang digunakan dengan variasi kadar 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% terhadap berat semen. Beton tanpa penambahan fly ash sebagai benda uji kontrol. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah 90 buah.Hasil penelitian menunjukan Nilai kuat tekan optimum terjadi pada variasi fly ash 20% sebesar 29,43 Mpa yang meningkatkan kuat tekan sebesar 26,45% dari beton tanpa bahan tambah fly ash.
PENGGUNAAN KAPUR SEBAGAI FILLER PADA CAMPURAN ASPAL(AC-BC) TERHADAP PARAMETER MARSHALL
Abstrak Jalan yang merupakan salah satu prasarana transportasi darat mempuyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah. Kekuatan dan ketahanan sebuah perkerasan jalan dalam memikul beban lalulintas sangat dipengaruhi oleh material pembentuknya. Semakin baik material yang digunakan semakin baik pula mutu perkerasan yang dihasilkan. Sehubungan hal tersebut pada penelitian ini ingin dicoba apakah penggunaan kapur sebagai bahan pengganti sebahagian filler pada campuran aspal AC-BC dapat meningkatkan nilai parameter marshall. Adapun metode yang digunakan mengikuti persyaratan sesuai yang telah disyaratkan AASHTO dan ASTM (spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 2). Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa penggunaan kapur sebagai pengganti sebahagian filler (variasi 25%-100%) ternyata tidak dapat meningkatkan nilai parameter marshall ( tadak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 2). Adapun nilai yang tidak memenuhi spesifikasi tersebut adalah nilai VMA dan VITM, sedangkan nilai VFWA, Stability, Flow dan MQ memenuhi. Dikarekan ada beberapa nilai parameter yang tidak memenuhi syarat, maka dapat dikatakan kapur sebagai bahan penggati sebahagian filler atau seluruhnya tidak dapat digunakan pada campuran aspal AC-B
EFEK PENAMBAHAN DEBIT KEBUTUHAN PADA DAERAH LAYANAN TERHADAP KONDISI EXISTING PIPA AIR BERSIH KOTA LANGSA
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Langsa berada di desa Kemining 6 km di Barat Laut kota Langsa dikelola PDAM Tirta Keumuneng dengan sumber air baku dari Krueng Langsa dan Waduk Alue Gampu, kapasitas debit 100-200 lt/det. Daerah pelayanan air bersih terdiri dari 37 desa di daerah Langsa Timur, Langsa lama dan Langsa Kota, Survai/penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan pemenuhan air di wilayah Kecamatan Langsa lama dan Langsa Timur. Pendistribusian air bersih sampai dengan tahun 2020 pada wilayah Kecamatan Langsa lama dan Langsa Timur direncanakan dibagi dalam 13 daerah layanan, Perencanaan jaringan melalui penyambungan pipa 227 dengan Node Pipa 256-157 yang berlokasi di Jalan Meurandeh sepanjang 4618 meter. Laju pertumbuhan penduduk dilakukan analisis dengan metode Aritmatik. dan Geometric. Total jumlah penduduk dari daerah layanan 2-1 sampai dengan 2-13 adalah 59.928 jiwa. perhitungan kehilangan pada setiap node menggunakan Software EPANET v 2.0. Hasil analisis pada konfigurasi sistem jaringan transmisi telah memberikan hasil yang optimal. Hal ini diindikasikan dengan tidak adanya nilai tekanan yang bernilai negatif pada setiap node dan Kondisi ini sudah sesuai dengan besaran tekanan yang disyaratka
ANALISIS PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA KONSTRUKSI (STUDI KASUSS PROYEK THE MANHATTAN MALL & CONDOMINIUM)
Untuk mengurangi kecelakaan kerja perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi diwajib menerapkan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) yang sesuai dengan aturan pemerintah guna meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja disebuah proyek. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara pasrsial dan simultan terhadap kinerja pekerja konstruksi proyek Pembangunan The Manhattan Mall and Condominium. Metedologi penelitian yaitu menentukan variabel yang digunakan, selanjutnya mendesain kuisioner penelitian yang kemudian melakukan pengambilan data dengan metode sample random sampling. Data yang diperoleh dari kuisioner dijelaskan melalui uji instrument data dan uji analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas keselamatan kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) berpengaruh poisitif dan searah terhadap variabel kinerja pekerja (Y) dengan persamaan uji regresi linier berganda yaitu Y = 0,189 + 0,361X1 + 0,245X2 + 12,898. Sedangkan secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel kinerja pekerja konstruksi dengan nilai 4,963 > 2,39, untuk secara parsial juga berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel kinerja pekerja konstruksi dengan nilai 2,286 > 1,295 dan 1,743 > 1,295. Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel keselamatan kerja (X1) berpengaruh dominan dibandingkan variabel kesehatan kerja (X2) dengan melihat nilai regresi linier berganda sebesar 0,361
ANALISA STABILITAS KELONGSORAN LERENG TERBATAS DENGAN PROGRAM BANTU SOFTWARE GEOSTUDIO 2007
Penelitian ini membahas tentang analisa mekanisme gerakan longsor yang terjadi pada areal sekitar lokasi dusun Bidadari, desa Leubok Pusaka, kecamatan Langkahan, kabupaten Aceh Utara, Kondisi bentang alam yang cukup curam dan kondisi tanah yang kurang stabil, menjadikan tanah di areal lokasi merupakan tanah yang berpotensi longsor. Analisa stabilitas lereng difokuskan pada areal 3 lokasi pengamatan, lokasi titik 01 dan 02 mewakili kelongsoran B-B dan titik 03 dan 04 mewakili kelongsoran lokasi C-C dan titik 05 dan 06 mewakili daerah kelongsoran A-A. Berdasarkan hasil pengujian lapangan sondir (CPT test) dan geoslistrik (geosismis) diperoleh data tentang lapisan tanah berupa silty clay, verystiff, berupa lanau-kelempungan-kerikil, lanau-pasir dan lapisan bebatuan. Untuk mengetahui kemantapan lereng (slope stability) digunakan program bantu Geostudio 2007, metode Morgenstern Price. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan lereng pada lokasi B-B sebesar 2.54>1.5 (relatif aman), pada lokasi C-C sebesar 1.07<1.5 dan pada lokasi A-A sebesar 1.15<1.5. Kedua lokasi ini menunjukkan nilai factor stabilitas lereng kurang dari yang dipersyaratkan dengan kondisi lereng yang berpotensi terjadi longsor. Selain itu hasil analisa resiko bagi pemukiman dan kondisi bangunan serta kemantapan badan jalan masih berada dalam taraf beresiko menengah dan beresiko tinggi. Disarankan penanganan lereng yang berpotensi longsor dapat dilakukan dengan beberapa alternative, seperti memproteksi lereng dengan tembok penahan tanah (retaining wall), memasang turap (sheet pile), beronjong (gabion) dan memberi perkuatan lereng (geotextile). Dari beberapa metode proteksi tersebut, cara yang paling mudah dalam pelaksanaan adalah dengan memasang sheet pile dari baja galvanis hingga kedalaman20 meter melewati bidang gelincir telah dapat meningkatkan nilai faktor keamanan > 1.
KUAT TEKAN BETON YANG MENGANDUNG ABU AMPAS KOPI DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER
Penggunakan material posolan yang berasal dari bahan organik dalam adukan beton terus meningkat. Material posolan ini dapat berupa hasil sampingan dari produk pertanian/perkebunan. Salah satu produk sampingan dari pengolahan produk perkebunan adalah ampas kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetetahuinilai kuat tekan dari beton yang mengandung abu ampas kopi (AAK) sebesar 5% dengan bahan tambah superplasticizer pada variasi 0,5%, 1% dan 2% dari berat semen. Abu ampas kopi didapat dengan cara dibakar pada suhu 700 OC, kemudian dihaluskan hingga lolos saringan no.200 (75 µm). Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diamater 150 mm x 300 mm sebanyak 40 buah. Mutu beton yang direncanakan adalah 35 MPa dengan fas 0,385. Hasil pengujian kuat tekan beton normal pada umur 28 hari (BN) sebesar 35,98 MPa. Pada pengurangan air adukan 10% dan penambahan superplasticizer 0,5%, 1% dan 2% didapat nilai kuat tekan sebesar 42,32 MPa, 43,33 MPa, dan 47,83 MPa, meningkat sebesar 17 % sampai 33% dari kuat tekan beton normal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwasubstitusiabu ampas kopi 5% terdadap berat semen tanpa superplasticizermemberi peningkatan kuat tekan sebesar 3,78% dari beton normal.Pada substitusiAAK sebesar 5% dan dengan tambahan superplasticizer sebesar 0,5%, 1% dan 2%, dihasilakn kuat tekan masing-masing sebesar 44,71 MPa, 45,90 MPa dan 49,74 MPa. Ketiga mutu beton ini dapat di katagorikan dalam beton mutu tinggi
PENGARUH PENGGUNAAN ABU JERAMI DENGAN PENAMBAHAN ZAT ADDITIVE SIKACIM CONCRETE TERHADAP KUAT TEKAN BETON
AbstrakKekuatan pada beton sangat tergantung pada komposisi dan kekuatan dari masing-masing material pembentuk beton, seperti agregat, semen, air, dan bahan tambah. Banyak penelitian dilakukan untuk membuat beton bertambah kuat dan kemudahan dalam pekerjaan (workabilitas) dengan menambahkan bahan admixture (zat tambahan). Dengan melakukan metode pengujian di laboratorium sesuai dengan ketentuan SNI terhadap agregat halus dan agregat kasar dilakukan perencanaan formula campuran (mix design) dengan kekuatan beton fc 25 Mpa, persentase penambahan abu jerami dan Sikacim Concrete Additive kedalam campuran beton adalah 1% dan penambahan abu jerami padi terhadap massa semen sebesar 10%, 20%, 30% dari volume semen. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Abu jerami dan bahan tambah (sikacim concrete additive) terhadap kenaikan kuat tekan beton. Benda uji yang dibuat berupa silinder berukuran tinggi 30 cm, diameter 15 cm. Dengan tanpa menggunakan abu jerami dan bahan tambah sikacim concrete additive diperoleh nilai kuat tekan beton sebesar 26.2 Mpa, dengan penggunaan abu jerami 10% dan sikacim concrete sebesar persentase 1% kekuatan betonnya adalah 27.3Mpa, terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 1.1 % dari kuat tekan beton normal. Dengan penggunaan abu jerami 20% dan sikacim concrete sebesar persentase 1% kekuatan betonnya adalah 22.3 Mpa, terjadi penurunan kuat tekan sebesar 3.9% dari kuat tekan beton normal. Dengan penggunaan abu jerami 30 % dan sikacim concrete sebesar persentase1% kekuatan betonnya adalah 16.7 Mpa, terjadi penurunan kuat tekan sebesar 9.5 % dari kuat tekan beton normal.Kata kunci : Kuat Tekan Beton, Workabilitas, Sikacim Concrete Additive