Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
RELIABILITY-BASED APPROACH FOR RESIDUAL LIFE PREDICTION OF BRIDGES SUBJECTED TO EARTHQUAKE SHOCKS DEGRADATION
Structural degradation caused by sudden damaging extreme events (e.g. earthquake) has significant impact on residual life of bridges and ultimately the collapse of bridges. This paper presents a reliability-based approach of a bridge subjected to shock degradation caused by earthquake events. In particular, this study develops a numerical procedure for assessing time dependent probability of failure to estimate the residual life a bridge. Key factors that govern the residual life of a bridge (e.g., damage size caused by earthquake shocks and loss of initial structural capacity) were investigated. The results of study show that both damage size caused by earthquake shocks and loss of initial structural capacity are key factors that govern residual life of a bridge. Keywords: residual life, earthquake, shock degradation, bridge
PENGARUH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN PENGGUNAAN PASIR BESI TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON
Pasir besi merupakan sedimen yang mempunyai komposisi oksida besi (Fe2O3), silika dioksida (SiO2), dan magnesium (MgO) dengan ukuran butiran 80-100 mesh. Tempurung kelapa merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, dan metoksil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kuat tarik belah beton dengan penggunaan pasir besi sebesar 100% sebagai agregat halus dengan perbandingan terhadap pasir sungai. Variasi campuran tempurung kelapa digunakan sebagai subtitusi agregat kasar sebesar 0%, 5%, dan10% dengan mutu beton yang direncanakan adalah 20 MPa. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder dengan diameter 150 mm x 300 mm sebanyak 20 buah. Hasil pengujian kuat tarik belah beton normal pada umur 28 hari (BN) sebesar 3,08 Mpa. Nilai kuat tarik belah beton pasir besi (BPB) 100% sebesar 2,97 MPa. Nilai kuat tarik belah beton pasir besi 100% dengan variasi tempurung kelapa terhadap campuran beton mengalami penurunan sebanding dengan penambahan kadar tempurung kelapa. Nilai kuat tarik belah dengan variasi tempurung kelapa masih dapat dikategorikan dalam beton struktural.Kata kunci : Pasir besi, tempurung kelapa, kuat tarik belah beto
ESTIMASI EROSI DAN SEDIMENTASI LAHAN PADA DAS LANGSA BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)
DAS Langsa terus mengalami kerusakan lingkungan akibat perubahan tutupan lahan. Kerusakan lingkungan mempengaruhi besaran erosi pada DAS dikarenakan pada saat hujan menghasilkan energi kinetik membawa butiran tanah yang disalurkan menuju lahan terendah, tetapi proses pengangkutan erosi berpengaruh terhadap kerapatan vegetasi dan lereng lahan yang dilintasinya, semakin besar nilai kerapatan vegetasi lahan maka penyaluran erosi akan semakin mudah dan cepat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengestimasi besaran erosi dan sedimentasi lahan menggunakan persamaan USLE dan persamaan Vestraten 2007 dengan menyajikan estimasi menggunakan SIG. Hasil analisa menyatakan bahwa tingkat bahaya erosi (TBE) pada DAS Langsa masuk dalam kategori sedang dan proses penyaluran erosi dari tiap unit lahan berdasarkan arah aliran menghasilkan sedimentasi lahan yang tertinggi sebesar 908,39 ton/ha/tahun dan umumnya berada pada bagian hulu DAS dan yang paling rendah berada sub DAS bagian hilir sebesar 3,447 ton/ha/tahun dan bahkan ada beberapa sub DAS tidak terjadi sedimentasi lahan seluas 2.944,63 ha dan volume erosi yang tersalurkan di estuari kuala langsa sebesar 10.512,25 m3/tahun sebagai penyebab pendangkalan disepanjang alur estuari kuala langsa.Kata Kunci: Erosi Lahan, kapasitas angkutan sedimen, sedimentasi lahan dan SI
PENILAIAN PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi jumlah biaya dan penggunaan waktu yang telah digunakan pada proyek Peningkatan Jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa konsep nilai hasil (earned value analysis) mengkaji kecenderungan varian jadwal dan varian biaya pada suatu periode selama proyek berlangsung. Dengan melakukan studi dengan earned value ini dilakukan evaluasi penyelesaian proyek dengan BCWP sebesar Rp. 864,310,464.06, BCWS sebesar Rp. 393,436,638.08, dan ACWP sebesar Rp. 591,235,630.69, Ditinjau dari varian biaya (CV) > 0 dengan Indeks kinerja biaya (CPI) > 1 sehingga diperoleh biaya penyelesaian proyek (EAC) sebesar 68% dari anggaran rencana yaitu sebesar Rp. 2,037,182,494.70, Sedangkan dari aspek jadwal proyek mengalami pengurangan waktu sebesar 47% atau dari rencana 16 minggu menjadi 9,45 minggu sebagaimana ditunjukkan nilai SPI > 1
ANALISIS PENGELUARAN TRANSPORTASI RUMAH TANGGA (TRANSPORTATION EXPENDITURE) DI KOTA BANDA ACEH
Hingga saat ini, kota Banda Aceh terus mengalami perkembangan pesat baik dalam infrastruktur transportasi maupun peningkatan populasi. Sebagai akibatnya, hal ini mempengaruhi jumlah orang yang melakukan perjalanan untuk kegiatan rutin mereka. Dengan menghabiskan lebih banyak waktu untuk bepergian memiliki pengaruh signifikan terhadap biaya transportasi rutin mereka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengeluaran transportasi di Banda Aceh. Model yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengeksplorasi karakteristik pengeluaran perjalanan dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Stratified random sampling digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Total 400 sampel dikumpulkan dan digunakan dalam penelitian ini. Survei berbasis rumah tangga dilakukan untuk menanyakan pertanyaan terkait informasi responden seperti pengeluaran perjalanan, sosial-ekonomi, dan atribut mobilitas mereka. Kuesioner dibagikan pada ke enam kecamatan di Banda Aceh, yaitu Syiah Kuala, Ulee Kareng, Lueng Bata, Meuraxa, Kuta Raja dan Kuta Alam, di mana kecamatan terpilih memiliki kecamatan yang paling padat penduduknya. Kami memodelkan regresi linier menggunakan metode rata-rata kuadrat terkecil untuk mengestimasi parameter regresi model. Model yang dikalibrasi untuk pengeluaran transportasi adalah Y = 0,278 X2 + 0,017 X4 + 0,168 X6 + 0,334 X14 + 0,266 X15. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh dalam model sebesar 0,965. Temuan empiris kami mengungkapkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran transportasi rumah tangga termasuk tujuan perjalanan (X2), waktu perjalanan (X4), total pendapatan rumah tangga (X6), jumlah kepemilikan mobil (X14) dan jumlah kepemilikan sepeda motor (X15)
KAJIAN STABILITAS COUNTERFORT WALL PADA ESCAPE HILL TERHADAP FREEBOARD DAN RUN UP LEVEL
Mengingat berbagai ancaman gempa yang menimbulkan tsunami dan masih kurangnya upaya yang optimal dalam pembangunan tempat evakuasi maka perlu dilakukan kajian-kajian terhadap tempat evakuasi sementara yaitu bukit buatan (escape hill). Salah satu cara penanggulangan konstruksi bangunan terhadap pengaruh freeboard dan run up level adalah penggunaan dinding tegak pada salah satu model tempat evakuasi tsunami yang perlu dianalisis ketinggian maksimum yang kokoh terhadap gaya lateral dari tumbukan gelombang tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung stabilitas dinding tegak pada escape hill dengan mempertimbangkan tinggi run up level dan freeboard dan melihat faktor keamanan dari dinding tegak yang dihasilkan. Penelitian ini dilakukan pada Desa Tibang, Kecamatan Syiah Kuala diperoleh tinggi run up maksimum pada saat tsunami 2004 mencapai 3,70 m. Data yang diperoleh dihitung dengan menggunakan program Plaxis. Kajian dinding penahan tanah pada tempat evakuasi sementara ini menggunakan dinding penahan tipe counterfort wall, stabilitas dinding diperoleh pada ketinggian 8 m. Dari pemodelan yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa pemodelan material site dengan variasi c - 25% dan φ + 5% dengan faktor keamanan 2,614, menghasilkan faktor keamanan yang paling tinggi dibandingkan dengan variasi yang lain. Nilai-nilai parameter tanah (material site) dengan variasi c - 25% = 0,032kN/m2 dan φ + 5% = 32,469º dapat diusulkan untuk menetapkan TOR (Term Of Reference) dan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat) dalam pelaksanaan pembangunan escape hill ini
Pengaruh sepeda motor terhadap kapasitas bagian jalinan pada perencanaan bundaran di Simpang Tujuh Ulee Kareng
Kapasitas jalinan sangat berperan penting untuk perencanaan bundaran lalu lintas terutama pada lalu lintas campuran dengan komposisi lalu lintas didominasi kendaraan roda dua (sepeda motor). Simpang Tujuh Ulee Kareng merupakan simpang tak bersinyal dengan kondisi lalu lintas campuran dengan proporsi roda dua sangat tinggi. Maka, penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh proporsi roda dua terhadap kapasitas bagian jalinan. Metode analisis digunakan simulasi lalu lintas dengan menggunakan simulator VISSIM 6.00-22. Lokasi penelitian dipilih Simpang Tujuh Ulee Kareng dimana berdasarkan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan Simpang Tujuh Ulee Kareng yang direncanakan oleh pemerintah Kota Banda Aceh dengan konstruksi Bundaran. Hasil penelitian dengan menggunakan simulator lalu lintas VISSIM 6.00-22 kapasitas bagian jalinan hanya mengalami perubahan kecil pada skenario komposisi roda dua 40% - 90%. Penurunan kapasitas bagian jalinan terjadi saat komposisi roda dua/motorcycle (MC) pada skenario 10% - 30% yang diakibatkan meningkatnya komposisi kendaraan ringan/light vehicle (LV) sehingga membuat banyaknya ruang antara (gap) kendaraan yang kosong. Panjang antrian dan tundaan yang terjadi semakin rendah saat komposisi roda dua (MC) pada skenario 40% - 90%. Dari hasil simulasi dapat dilihat bahwa roda dua (MC) memberikan keleluasaan pada ruang jalan sehingga arus menjadi lebih lancar. Seiring meningkatnya komposisi kendaraan ringan (LV) atau roda empat mengakibatkan ruang jalan menjadi lebih sempit. Kendaraan yang berada di jalinan cukup sulit untuk bergerak sehingga kecepatan menurun yang berdampak pada antrian kendaraan yang panjang dan menyebabkan menurunnya kapasitas bagian jalinan Bundaran
EVALUASI JALUR EVAKUASI KEBAKARAN PADA KANTOR BUPATI NAGAN RAYA
Kantor Bupati adalah bangunan tempat kepala daerah melakukan kegiatan administrasi dan sebagai tempat penyelenggaraan pusat pemerintahan. Bangunan publik ini secara umum belum sepenuhnya memenuhi syarat jalur evakuasi dari Permen PUPR RI No. 14/PRT/M/2017. Jalur evakuasi yang baik dapat menggerakkan manusia dalam jumlah besar dengan waktu terbatas, sedangkan bila jalur evakuasi tidak dibangun atau tidak tersedia dengan baik, maka dapat menghambat waktu evakuasi serta juga dapat menyebabkan kematian bagi pengguna bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting jalur evakuasi di Kantor Bupati Kabupaten Nagan Raya, mengidentifikasi persepsi pegawai dan pengunjung terhadap jalur evakuasi di Kantor Bupati, dan merumuskan strategi pengurangan risiko bencana kebakaran di Kantor Bupati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara, dan metode kuantitatif melalui penyebaran kuesioner. Narasumber dan responden dalam merumuskan strategi ditujukan kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dan Asisten Administrasi Umum. Responden untuk persepsi jalur evakuasi ditujukan kepada para pegawai dan pengunjung. Pengolahan data menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas, sedangkan analisa data menggunakan analisis deskriptif melalui bantuan software Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22 dan analisis Strengths Weaknesses Opportunities Threats (SWOT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur evakuasi untuk gedung A sebagian besar terpenuhi syarat yaitu sebanyak 16 persyaratan (53%), gedung B dan gedung C hampir sebagian besar terpenuhi syarat yaitu sama-sama sebanyak 15 persyaratan (56%). Hampir seluruh pegawai sebanyak 50 orang (93,87%) dan pengunjung sebanyak 37 orang (79,26%), sudah mempunyai pengetahuan yang baik terhadap jalur evakuasi di Kantor Bupati. Strategi pengurangan risiko bencana kebakaran di Kantor Bupati adalah melakukan kegiatan pengembangan melalui sistem proteksi aktif dan proteksi pasif, mengevaluasi tingkat kedisiplinan pegawai terhadap peraturan larangan merokok dalam gedung Kantor Bupati, dan memberikan pendidikan dan pelatihan kepada pegawai terkait upaya pengurangan risiko bencana. Kata Kunci: Jalur evakuasi, bangunan publik, risiko, bencana, kebakara
STUDI PEMETAAN DAERAH GENANGAN BANJIR DAS SEI KAMBING DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Sei Sikambing River Basin is one of the Sub Das of Deli River which has an important role in water requirement in Medan City. Rainfall with high intensity is supported by changes in land use causing floods which reach 0.6 m to 1 m from river banks. The purpose of this study was to map the Sei Kambing River basin flood inundation area as information to the public in disaster mitigation efforts. The scope of this research is to analyze the maximum daily rainfall with a return period of 2 to 100 years, analyze flood discharge with a return period of 2 to 100, analyze flood water levels with HECRAS software, and spatially map flood inundation areas with GIS. The results showed that the return flood rate of the Sikambing watershed with a 25-year return period of 211.94 m3/s caused the flood level of the Sikambing watershed to be between 1.7 m to 3.7 m. The Sikambing watershed flood inundation area reached an area of 1.19 Km2 which resulted in the impact of flooding on 5 sub-districts in Medan, namely Medan Selayang District, Medan Sunggal, Medan Petisah, Medan Helvetia, and West Medan
STUDI PENENTUAN TARIF TOL RENCANA RUAS JALAN TOL BANDA ACEH - SIGLI
Pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama merupakan pilihan yang logis dan strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus untuk mengejar ketertinggalan. Beberapa Kota di Indonesia saat ini aktif membangun infrastruktur untuk menunjang aktifitas dan fasilitas masyarakat yang semakin berkembang. Pemerintah Aceh sedang aktif melakukan pembangunan insfrastruktur transportasi diantaranya pembangunan tol ruas jalan Banda Aceh-Binjai. Tol Aceh ini, terdiri dari 4 ruas jalan dengan panjang total 455 km yang terdiri dari ruas jalan tol Banda Aceh-Sigli 75 km, ruas jalan tol Sigli-Lhokseumawe 135 km, ruas jalan tol Lhokseumawe-Langsa 135 km, dan ruas jalan tol Langsa-Binjai 110 km. Pembangunan ruas tol pertama dimulai pada koridor ruas jalan Banda Aceh-Sigli, jalan tol ini nantinya akan menjadi jalan tol pertama di aceh, sehingga diperlukan penelitian terhadap tarif tol rencana untuk ruas jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tarif tol berdasarkan 70% dari Besar Keuntungan Biaya Operasional Kendaraan (BKBOK). Survey dilakukan untuk mendapatkan jumlah volume lalu lintas dijalan eksisting. Jenis kendaraan yang ditinjau hanya kendaraan golongan I, IIA dan IIB. Analisis biaya operasional kendaraan menggunakan metode Pacific Consultant International (PCI) (2000). Tarif dihitung berdasarkan 70% dari BKBOK untuk Golongan I (LV) di dapat tarif sebesar Rp. 70,375 dari keuntungan BKBOK untuk Golongan IIA (MHV) di dapat sebesar Rp. 248,456 dan untuk Golongan IIB (LT & LB) di dapat tarif sebesar Rp.89,737 dari keuntungan BKBOK.Kata kunci: Analisis, Kendaraan, Jalan, Tarif Tol,BOK, BKBO