Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Keefektifan Penambahan Kapasitas Saluran dan Dinding Penahan Tanah pada Sungai Brantas Hulu di Kediri dalam Mitigasi Banjir
Mitigasi banjir merupakan hal penting dilakukan pada wilayah terdampak bencana, misalnya saluran, sungai, drainase, dan lain-lain. Namun, perlu dilakukan penilaian terlebih dahulu agar mitigasi yang dilakukan bersifat efektif. Penelitian ini berfokus di Sungai Brantas bagian hulu di Kediri. Evaluasi pentingnya pelebaran saluran dan pembangunan dinding penahan tanah di kawasan tersebut perlu dilakukan karena dinilai tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang terdiri dari analisis banjir, analisis stabilitas lereng, dan evaluasi skenario baru yang diwacanakan pada saluran yang ditinjau. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS, analisis stabilitas lereng menggunakan SLOPE/W, dan simulasi skenario baru menyimpulkan bahwa intervensi penambahan dimensi kapasitas saluran dan penambahan perkuatan lereng tidak efektif pada Sungai Brantas bagian hulu yang memiliki frekuensi kejadian banjir yang sedikit
PROBABILITAS BANGKITAN PERJALANAN BERBASIS AKTIVITAS DARI KAWASAN PERUMAHAN DI KOTA KUPANG
Generally, trip generation is based on activities from the household. Each household member, of course, has different travel destinations in a household, there will be several trips that are caused by the activity. This study is aimed at determining the factors that influence the trip generation and predict the magnitude of trip generation originating from residential areas based on activities in Kupang city. Travel activities were divided into three categories i.e. work activities, school activities and other activities. Data collection was done by distributing questionnaires to 444 households through random sampling technique. Based on the calibration of the modelling results with multinomial logit regression analysis, the factors that significantly influence trip generation from residential areas were the number of family members who did activities, the average distance travelled and the average travel time. The probability of trip generation was predicted to be 55.48% for work activities, 25.61% for school activities and 18.90% for other activities
TINJAUAN UMUR RENCANA JALAN PADA TAHUN KE 3 TERHADAP PENURUNAN KINERJA JALAN
AbstractHighway is a land transportation infrastructure that forms a transportation network to connect an area to other regions, so that the wheels of the economy and development can rotate well. This research was based on the road age of the third year of the road Krueng Geukueh - Beureughang, so the researchers wanted to know what factors were the causes of performance degradation on the road and the relationship between the decline in road performance on the material used. In this study includes 3 stages, namely, Core drill, Marshall Test testing and testing of Test Extracts that have been achieved using 8 (Eight) samples. So it can be concluded that there has been a decrease in asphalt levels on the road resulting in damage and decreased performance on the road. Coupled with increased charges within 3 (three) years, therefore repairs to the road are needed. From this research, it is expected to be able to provide input to improve the quality of the material and the layer of road surface pavement. Keywords : Decreasing Road Performance, Core Drill, Marshall Test, Test Extract, Asphalt Level
Studi Material Tanah Longsor Akibat Gempa Lombok 2018
Abstrak Pada umumnya, tanah longsor terjadi dengan skala yang kecil dan dampak yang dihasilkan tidak parah sebagaimana letusan gunung berapi, gempa atau tsunami. Namun, perhatian terhadap bencana ini seringkali diabaikan oleh masyarakat dan perencanaan pembangunan kota. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam meneliti tanah longor, salah satunya adalah mineral tanah. Dalam studi ini, sampel tanah diambil dari Lombok Utara akibat dari gempa Lombok 2018. Penelitian ini dilakukan dengan mengelompokkan tanah berdasarkan USCS dan AASTHO, kemudian dilanjutkan dengan analisis mineralogi menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope). Berdasarkan klasifikasi USCS, tanah termasuk kategori pasir berlanau dan campuran lanau (SM); dan lempung anorganik dengan plastisitas rendah sampai sedang, lempung berkerikil, lempung berpasir, lempung berlanau, lempung kurus (lean clays). Pada klasifikasi AASHTOO, hasilnya adalah tanah berlanau (A-4); kerikil dan pasir yang berlanau atau berlempung (A-2-4); dan pasir halus (A-3). Berdasarkan hasil mineralogi menggunakan XRD dan SEM, material utama pada sampel tanah adalah Albite Calcian, Microline and Kuarsa. Kata kunci: longsor, mineralogi, XRD, SEM Abstract Landslides generally occur on a small scale and the impact is not as severe as volcanic eruptions, earthquakes, or tsunamis. However, attention to these disasters is often ignored by the community and city development planning. In assessing the factors causing landslides there are many factors that need to be considered, one of which is soil minerals. The samples of soil in this study were taken from North Lombok as a result of the 2018 earthquake. This research is conducted by classifying the soil based on USCS and AASHTO, then proceed with mineralogical analysis using XRD (X-Ray Diffraction) and SEM (Scanning Electron Microscope). Based on USCS classification, the result of the analysis shows that soil samples have a classification of silty sand, and silt mixtures (SM); and inorganic clays or low to medium plasticity, gravelly clays, sandy clays, silty clays, lean clays (CL). For AASHTO classification, the result shows the sample belong to silty soil (A-4), silty or clayey gravel sand (A-2-4) and fine sand (A-3). Based on the results of mineralogical analysis using XRD and SEM, it is known that the dominant minerals making up the soil in the sample are Albite Calcian, Microline and Quartz Keywords: landslide, mineralogy, XRD, SE
PENGARUH BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK KERAMIK QUADRA TANGERANG
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja pekerja proyek konstruksi PT. Satyaraya Keramindoindah pada proyek pembangunan pabrik keramik Quadra Tangerang yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 25 Tangerang. Jumlah populasi pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut sebanyak 68 orang dan 58 orang yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dari kuesioner. Data sekunder sebagai data pendukung diperoleh dengan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Data diperoleh melalui program SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pekerja proyek berdasarkan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,616 atau 61,6% dan sisa 38,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: Kesehatan dan keselamatan kerja, kinerja pekerja proyek konstruksi Abstract This study aims to determinate the effect of health and safety environment on the performance of construction project workers on PT. Satyaraya Keramindoindah in construction of the Quadra big slab factory located on Jalan Raya Serang KM 25 Tangerang. The total population of workers involved in the project was 68 people ang 58 people are were taken using incidental sampling technique. The data collection method used in this study is primary data obtained from the questionnaire. Secondary data as supporting data obtained by interview and documentation. Data analysis method uses multiple linier regression method. Data obtained through the SPSS version 21 program. The result of this study indicate that occupational health and safety environment has strong influence on the performance of project workers based on multiple correlation coefficient values of 0.616 or 61.6% and the remaining 38.4% is influenced by other factors not discussed in this study. Keywords: Health and safety environment, performance of project workers
STUDI EKSPERIMEN PERILAKU DINAMIK JEMBATAN PCI GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN AKSELEROMETER
Abstrak Jembatan merupakan salah satu sarana infrastruktur transportasi penghubung yang penting. Dalam masa layan kerusakan struktur sebuah jembatan dipengaruhi oleh bermacam faktor beban dan kondisi lingkungan. Struktur jembatan yang sudah menua (ageing bridge) dan kenaikan beban lalu lintas adalah subjek yang harus dimonitor pada pemeliharaan jembatan. Dalam rangka pengukuran kapasitas struktur perlu dilakukan pengawasan rutin dan evaluasi integritas konstruksi sipil dengan menggunakan metode tanpa merusak benda uji (Non Destructive Testing Techniques). Metode ini dapat memberikan informasi tentang respon struktur jembatan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data percepatan dengan menggunakan akselerometer yang akan diolah untuk mendapatkan respon struktur berupa frekuensi alami dan lendutan yang terjadi pada tengah bentang jembatan. Selanjutnya dengan menggunakan software Geopsy diperoleh frekuensi alami sebesar 4,3256 Hz. Sedangkan lendutan diperoleh dengan menggunakan software DADiSP sebesar 0,43 cm pada pembebanan truk 28 ton dan lendutan sebesar 0,5 cm pada beban lalu lintas normal. Kata kunci: Akselerometer, frekuensi alami, jembatan, lendutan, perilaku dinamik Abstract Bridges are crucial transport infrastructure. In practice, structural damage of a bridge accumulates over its life-span caused mainly by loadings and environmental condition. Ageing bridge structures subject to increasing demand from heavy traffic loading is subject in monitoring and maintenance of bridges. Structural capacity and integrity of bridges need to be routinely monitored and evaluated using non dectructive testing (NDT) techniques. The NDT method could provide information on structural respond of bridges. This study investigates structural respond of a bridge (e.g., natural frequency and displacement) using accelerometer sensor. The results of study show that the natural frequency obtained using Geopsy software is 4,3256 Hz. Using DADiSP software, the displacement of the bridge is obtained 0,43 cm under design truck load of 28 ton and displacement of 0,5 cm under normal traffic condition. Keywords: Accelerometer, natural frequency, bridge, displacement, dynamic behaviou
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN PELAT BETON SISTEM KONVENSIONAL DENGAN SISTEM BOUNDECK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH BERSAMA POLITEKNIK NEGERI FAKFAK
memungkinkan pengelola proyek untuk memilih salah satu metode pelaksanaan konstruksi tertentu dari beberapa alternatif metode pelaksanaan konstruksi yang ada. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Hal ini memunculkan inovasi sistem pelat menggunakan boundeck sebagai alternatif lain dari sistem pelat konvensional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional dengan pekerjaan pelat beton sistem boundeck, pada Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Fakfak. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional sebesar Rp. 5.174.957.000,00 sedangkan anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem boundeck sebesar Rp. 5.476.603.000,00. Selisih anggaran biaya dari kedua metode pelaksanaan pekerjaan pelat beton sebesar Rp. 301.646.000,00, dimana anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional lebih ekonomis dibandingkan dengan anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem boundec
PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP ASPEK TEKNIS PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA BANDA ACEH
Abstrak Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis dan menyeluruh yang harus diimbangi oleh pemerintah serta masyarakat sebagai pelaku penghasil sampah. Secara umum penghasil sampah perkotaan terbesar adalah sektor rumah tangga selaku wadah yang menampung segala aktifitas dinamis masyarakat. Kota Banda Aceh yang dihuni 65.288 Kepala Keluarga (KK) menghasilkan sampah 76,4 m3 sampah rumah tangga pada setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga yag diukur dengan preferensi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif yang bertumpu pada pengumpulan data primer dan data sekunder. Rancangan penelitian menggunakan metode Stratified Proposional Random Sampling dan analisis Multidimensional Scaling untuk mendeskripsikan fenomena pengelolaan sampah rumah tangga di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data preferensi terhadap keterlibatan masyarakat terbesar berada pada aspek pewadahan yaitu 56%. Selanjutnya diikuti oleh aspek pengangkutan yaitu 48%. Kemudian disusul oleh aspek pengumpulan 47% dan yang terakhir ditempati oleh pengelolaan sampah berbasis komunal 45% dan tempat pemprosesan akhir 42%. Kata Kunci: Pengelolaan Sampah, Rumah Tangga, Preferensi, Analisis Multidimensional Scaling. Abstract Solid waste management is a systematic and comprehensive that must be carried out by the government and the community as the producers of waste. Generally, the household is the biggest producer of manucipal where the dynamic activities community done. Banda Aceh, which inhabited by 65,288 of the family (KK) produces 76.4 m3 of household waste every year. The objective is this research is to find out the community involvement in municipal solid waste management thoroughout measuring community preferences. Descriptive qualitative research relies on primary and secondary data collection. This study design used Stratified Proposional Random Sampling method and Multidimensional Scaling analysis to describe the phenomenon of household waste management in Banda Aceh. The results showed community involvement in the landfill technical management aspects is 56%, the transportation aspects is 48.3%, collection 47%, the communal solid waste management aspects is 45% and landfill management aspects is 42%. Keywords: Waste Management, Household, Preference, Analisis Multidimensional Scalin
ANALISA PERILAKU SAMBUNGAN BALOK-KOLOM SESUAI PBI 1971 TERHADAP BEBAN SIKLIK
Abstrak Kolom dan balok adalah komponen struktur utama yang berfungsi menyangga beban struktur lainnya untuk sebuah bangunan. Daerah pada sambungan (joint) balok-kolom harus didesain dengan akurat sehingga mampu menyebarkan energi yang diterima dengan baik pada saat terjadi gempa. Sebagai komponen struktur dengan peran dan fungsi tersebut, kolom dan balok menempati posisi penting dalam bangunan. Kemampuan joint balok kolom untuk berdeformasi terhadap beban siklik dapat memberikan struktur yang baik. Kegagalan joint balok-kolom berpengaruh langsung pada komponen struktur lain yang berhubungan dengannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan struktur bangunan pada elemen joint balok kolom dalam menahan beban siklik sesuai dengan peraturan PBI 1971. Benda uji yang dibuat adalah benda uji dengan panjang penyaluran tulangan tidak berkait sesuai PBI 1971, dengan mutu beton 23,02 MPa. Balok berukuran 120 x 30 x 40 cm dan kolom berukuran 30 x 30 x 200 cm menggunakan tulangan 8Ø14 mm dengan tegangan leleh (fy) 310,03 MPa dan tulangan sengkang Ø10-100 mm dengan tegangan leleh (fy) 374,59 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban siklik di ujung balok dengan pembebanan 2,5 ton; 5 ton; 7,5 ton dan monotonik yaitu beban hingga benda uji hancur. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah sambungan balok kolom yang berdasarkan PBI 1971 mampu menahan kapasitas beban siklik sampai dengan 7,47 tf untuk beban tekan dan 5,19 tf untuk beban tarik pada displacement 24 mm. Kata Kunci: Sambungan Balok-Kolom, PBI 1971, Beban Siklik. Abstract Columns and beams are the main structural components that serve to support the burden of other structures for a building. The beam-column areas must be designed accurately in order to be able to distribute the received energy properly when an earthquake occurs. Columns and beams occupy important positions in buildings as structural components with these roles and functions. The ability of column-beam joints to deform cyclic loads provides a good structure. The beam-column joint failure has a direct effect on other structural components associated with it. The purpose of this study was to study the ability of building structures on beam-column joint elements in holding cyclic loads in accordance with PBI 1971. The specimen was created with length of unbalanced reinforcement distribution in accordance with PBI 1971, with 23.02 MPa of concrete quality. Beams measuring 120 x 30 x 40 cm and columns measuring 30 x 30 x 200 cm using reinforcement 8Ø14 mm with melting stress (fy) 310.03 MPa and stirrup reinforcement Ø10-100 mm with melting stress (fy) 374.59 MPa. The test is carried out by giving cyclic load to the end of the beam with a load of 2.5 tf; 5.0 tf; 7.5 tf; and monotonic that is the load until the test object is destroyed. The results achieved in this study as the specimen is able to hold the maximum load 7.47 tf to pressure loads and 5.19 tf to strain loads in the displacement of 24 mm Keywords: Joint Beam-Column, PBI 1971, Cyclic Load