Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    PENINGKATAN PEMANFATAAN DANAU RAWA PENING

    Get PDF
    Abstrak Danau Rawa Pening mempunyai peranan sebagai reservoir alami yang dimanfaatkan untuk PLTA, sumber air baku, irigasi, perikanan, dan pariwisata serta pemeliharaan Sungai Tuntang. Salah satu permasalahan di Danau Rawa Pening adalah sedimentasi yang berdampak pada menurunnya kapasitas tampungan, oleh karena kondisi Danau Rawa Pening saat ini maka diperlukan upaya penanganan untuk meningkatkan pemanfaatan Danau Rawa Pening guna mendukung kegiatan irigasi pertanian, perikanan, pariwisata, supply air baku dan pembangkit listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peningkatan pemanfaatan Danau Rawa Pening yang merupakan waduk alami, tidak mempunyai intake dan pelimpah seperti waduk - waduk pada umumnya. Pengaturan outflow dari danau ada di Bendung Gerak Jelok yang berjarak ± 5 km dari outlet danau. Oleh karena itu peningkatan pemanfaatan danau akan dilakukan dengan membuat intake dan pelimpah sehingga pengeluaran dapat diatur sesuai kebutuhan yang diperlukan Tahapan analisis yang dilakukan adalah analisis kebutuhan air, analisis ketersediaan air, analisis laju sedimentasi, analisis kebutuhan tampungan dan analisis kinerja. Berdasarkan hasil analisis peningkatan pemanfaatan Danau Rawa Pening dapat dilakukan dengan membuat intake pada elevasi + 460,5 m dan pelimpah pada elevasi puncak + 462,72 m. Pada kondisi ini dapat disediakan tampungan efektif sebesar 31,9 juta m3, tampungan mati sebesar 1,264 juta m3 dan tampungan utk perikanan dan pariwisata sebesar 10,311 juta m3, dengan kinerja pelayanan 89%.Kata kunci: Sedimentasi, peningkatan pemanfataan danau, Danau Rawa Pening Abstract Lake Rawa Pening has a function as a natural reservoir that is used for hydropower plants, raw water, irrigation, fisheries, tourism and maintenance of the Tuntang River. The problems in Lake Rawa Pening is sedimentation which has an impact on decreasing storage capacity. Because of the current condition of Lake Rawa Pening, efforts are needed to improve the use of Lake Rawa Pening to support irrigation, fisheries, tourism, raw water supply and power generation. The purpose of this study was to analyze the increase in the utilization of Lake Rawa Pening. Lake Rawa Pening is a natural reservoir, does not have intake and spillway like ather reservoirs in general. The outflow arrangement from the lake is at Jelok Weir which is ± 5 km from the lake outlet. Therefore, increasing the use of lakes will be carried out by building intake and spillway so that release can be adjusted according to the demand. The stages of the analysis carried out are water demand analysis, water availability analysis, sedimentation rate analysis, storage needs analysis and performance analysis. Based on the results of the analysis of increasing utilization of Lake Rawa Pening, it can be done by building intake at an elevation +460.5 masl and spillway at elevation of +462.72 masl. In this condition, an effective storage capacity of 31.9 million m3, a dead storage capacity of 1,264 million m3 and a storage for fisheries and tourism of 10.311 million m3 can be provided, with performance of 89%.Keywords: Sedimentation, Increased use of the lake, Lake Rawa Penin

    PERENCANAAN SALURAN DRAINASE KAMPUS INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

    Get PDF
    Abstrak Sebagai kampus baru, pembangunan infrastruktur Institut Teknologi Sumatera (ITERA) disegala sektor terus dilakukan demi upaya menunjang proses pembelajaran, namun berdampak pada perubahan alih fungsi lahan sehingga daya resap air semakin berkurang dan limpasan air permukaan semakin meningkat, sehingga perlu dilakukan perencanaan drainase yang terintegrasi dengan pembangunan. Perencanaan drainase meliputi analisis curah hujan, pengukuran lapangan dan perhitungan dimensi saluran serta simulasi pada software HECRAS. Metode rata-rata aljabar digunakan untuk analisis curah hujan wilayah dengan distribusi log pearson III. Dimensi saluran berupa persegi dengan lebar 0,56 m dan tinggi 0,73 m. Adapun debit saluran 0,53 m3/det dengan metode rasional, sedangkan total biaya perencanaan drainase sepanjang 1282,1 m ini sebesar Rp. 1.107.523.000 (Satu Milyar Seratus Tujuh Juta Lima Ratus Dua Puluh Tiga Ribu Rupiah). Dengan terbangunnya drainase diharapkan mampu mengalirkan limpasan air permukaan yang terjadi. Kata Kunci: ITERA, Drainase, Debit, HEC-RAS  Abstract As a new campus, the infrastructure development of the Sumatera Institute of Technology (ITERA) in all sectors continues to support the learning process, however it has an impact on changes in land use so that water absorption capacity is decreasing and surface runoff is increasing, so it is necessary to carry out drainage planning that is integrated wit development. Drainage planning includes analysis of rainfall, field measurements and calculation of channel dimensions as well as simulations on the HECRAS. The aljabar method is used for the analysis of regional rainfall with a pearson III log distribution. The dimensions of the channel are square with widht of 0,56 m and height of 0,73 m. the channel discharge is 0,53 m3/s using the rational method. While total cost of drainage planning along the 1282,1 m is Rp 1.107.523.000, (one billion one hundred seven milion five hundred twenty three thousand rupiah). With the construction of the drainage is expected to be able to drain the surface runoff that occurs. Keywords: ITERA, Drainage, Discharge, HEC-RA

    KUAT TEKAN BETON POLIMER BERBAHAN ABU VULKANIK GUNUNG SINABUNG DAN RESIN EPOKSI

    Get PDF
    Beton polimer merupakan suatu jenis beton yang terbuat dari bahan polimer sebagai binder penggati semenportland. Dibanding dengan semen portland, beton yang terbuat dari polimer relatif lebih baik dalam hal: kuat tekan, stabilitas volume, dan durabilitas.Pada penelitian ini, semen Portland tipe I merk Andalas sebagai binderdisubstitusi dengan kombinasi abu vulkanik Gunung Sinabung (AV) dan resin epoksi (RE) sebagai material polimer.Agregat kasar dan agregat halus dipakai berupa kerikil dan pasir sungai. Benda uji beton dicetak menggunakan silinder berukuran 150 mm x 300 mm untuk masing-masing variasi polimer sebanyak 5 sampel dan untuk beton normal 5 sampel. Adapun kombinasi variasi polimer yang digunakan adalah: (5% AV + 5% RE), (12% AV + 7% RE), dan(25% AV + 10% RE) dengan mutu beton normal rencana sebesar 17,50 MPa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa besarnya kuat tekan yang dihasilkan untuk masing-masing variasi di atas secara berutan adalah: 14,83 MPa, 22,53 MPa dan 25,36 MPa, sedangkan beton normal memiliki kuat tekan sebasar 18,74 MPa. Kombinasi variasi (12% AV + 7% RE) dan(25% AV + 10% RE) memberi hasil kuat tekan lebih baik dibanding beton normal, masing-masing meningkat sebesar 20,22% dan 35,32%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kuat tekan dapat dicapai dengan menggunakan kombinasi polimer lebih besar dari 5%.Kata kunci: kuat tekan,beton polimer, abu vulkanik, resin epoksi

    PERBANDINGAN SISTEM RAINWATER HARVESTING DI KOTA DAN DESA SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KEKERINGAN (STUDI KASUS DESA KRAJAN TIMUR DAN DESA PANDUMAN, KAB. JEMBER)

    Get PDF
    Abstrak Air adalah sumber daya yang terus dibutuhkan manusia. Dengan menggunakan sistem Rainwater Harvesting RWH), air hujan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini tidak hanya membahas potensi air yang dapat dimanfaatkan dari sistem RWH yang ada pada satu lokasi saja, akan tetapi mempertimbangkan dua lokasi yang merupakan lokasi yang lebih padat penduduk dan dikategorikan sebagai wilayah kota (Desa Krajan Timur, Sumbersari) dan lokasi yang lebih jarang penduduknya dan dikategorikan sebagai wilayah desa (Desa Panduman, Jelbuk). Dalam penelitian ini digunakan beberapa data yaitu peta lokasi, data curah hujan, dan data kebutuhan air penduduk. Untuk mengetahui kebutuhan air dan sumber air yang digunakan penduduk sehari-hari, dilakukan survey kepada masyarakat yaitu 20 rumah di wilayah kota dan 20 rumah di wilayah desa. Perhitungan potensi air dari sistem RWH dilakukan dengan metode F. J. Mock menggunakan debit andalan 50%. Dari studi ini diperoleh hasil bahwa pada 20 rumah di wilayah kota, sistem RWH berpotensi menghasilkan air sejumlah 3,168 liter/bulan sampai 31,825 liter/bulan. Adapun pada 20 rumah di wilayah desa, potensi air dari sistem RWH pada setiap rumah berkisar antara 15,090 liter/bulan sampai 33,952 liter/bulan. Potensi air tersebut dapat memenuhi seluruh kebutuhan air pada 20 rumah di desa dan 17 rumah di kota, serta dapat memenuhi 44% sampai 72% kebutuhan air pada 3 rumah di wilayah kota. Kata kunci: Rainwater harvesting, kebutuhan air, kesetimbangan air, kota, desa  Abstract Water has always become a vital resource that is needed by a human being. Rainwater may play an essential role as a domestic water supply by rainwater harvesting system. This study compares potential rainwater harvested at two locations considered an urban area with higher population density and a rural area with lower population density. The studied urban area and rural area are Desa Krajan Timur, Sumbersari and Desa Panduman, Jelbuk, respectively. Several data utilized in this study are location maps, precipitation data, and water needs data. Surveys are conducted by interviewing twenty residences in each urban and rural area to obtain water needs and water sources data. Water harvested potential was calculated using F J Mock method. The study results showed that rainwater harvesting system in 20 houses in the urban area could produce 3,168 liters/month until 31,825 liters/month of water. While the rainwater harvesting system in 20 houses in the rural area could produce 15,090 liters/month until 33,952 liters/month of water. The harvested water could fulfill all water needs in 20 houses in the rural area, 17 houses in the urban area, and 44% until 72% of water needs in 3 houses in the urban area. Keywords: Rainwater harvesting, water needs, water balance, urban area, rural are

    STRUT AND TIE MODEL STRUKTUR BALOK TINGGI BERLUBANG

    Get PDF
    Abstrak Mendesain suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon dibutuhkan perencanaan yang ekonomis tanpa mengurangi kekuatan dan keindahan dari bangunan tersebut. Balok tinggi berlubang dengan material struktur beton digunakan untuk menghindari terjadinya sistem utilitas pada suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon. Balok tinggi berlubang ini ditinjau menggunakan metode Strut and Tie Model (STM). Untuk mengatasi permasalahan yang ada biasanya para perencana merancang daerah D (Disturbed Region) dengan menggunakan konsep pendetailan berdasarkan aliran gaya, sehingga metode strut and tie merupakan pendekatan yang sesuai untuk menganalisis struktur beton di daerah D. Program analisa struktur digunakan untuk melakukan analisis gaya dalam berupa momen dan geser pada struktur beton balok tinggi berlubang. Hasil analisis yang diperoleh pada struktur beton balok tinggi berlubang yaitu bahwa semakin dekat lubang balok dengan tumpuan maka nilai tulangan lentur akan lebih tinggi dan semakin bertambah pula tulangan gesernya. Kata kunci: Balok Tinggi Berlubang, Daerah D, Metode Strut and Tie  Abstract Designing a high rise building without using a ceilings requires an economical plan without reducing the strength and the art of the building. The deep beam with holes, which have the structure of concrete materials is need to be used to avoid the utility system in a high rise building without ceilings. This deep beam with holes is reviewed by the Strut and Tie Model (STM) method. To solve the existing problems, planners usually design the D region (Disturbed Region) use the concept of detail based on the flow of force. So the strut and tie method is an appropriate method to analyze the structure of concrete at D region (Disturbed Region). The program of analysis structure is used to analyze the internal forces, which are Moment and Shear, in the deep beams with holes\u27 structure. The result of the analysis in the  deep beam concrete with holes is the more position of the hole is close to its pedestal, the value of the Flexural reinforcement will be more increase, and teh Shear reinforcement will be higher too. Keywords: Deep Beam Hollow, D Region, Strut and Tie Mode

    MITIGASI BANJIR STRUKTURAL MENGGUNAKAN MODEL HEC-RAS DAN GEO-STUDIO PADA WILAYAH SUNGAI TOBA-ASAHAN, SUMATERA UTARA

    Get PDF
    Abstrak Permasalahan banjir menjadi isu utama di Indonesia dan di dunia. Strategi manajemen pengendalian banjir dapat berupa upaya mitigasi struktural dan non-struktural. Adanya perkembangan penelitian menyebutkan bahwa mitigasi non-struktural memiliki dampak yang baik dalam mereduksi banjir. Penelitian ini mengambil studi kasus di daerah studi yaitu Wilayah Sungai Toba-Asahan, tepatnya di Sungai Silau. Apakah mitigasi struktural dalam pengendalian banjir signifikan? Analisis kapasitas hidrolika menggunakan software HEC-RAS adanya penurunan limpasan banjir dari kondisi eksisting ke kondisi skenario normalisasi sungai. Begitu pula nilai safety factor lereng sungai pada lokasi tinjauan menggunakan software Geo-Studio yang naik sebesar 139%. Opsi usulan desain bendungan urugan juga dapat mereduksi banjir sebesar 24,83%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa mitigasi struktural signifikan dalam pengendalian banjir. Namun, mitigasi struktural tidak bersifat sustainable bagi pemangku kepentingan, sehingga perlu ada skenario simulasi menggunakan mitigasi non-struktural. Kata kunci: pengendalian banjir, mitigasi struktural, mitigasi non-struktural, flood routing  Abstract The problem of flooding is a major issue in Indonesia and in the world. Flood control management strategies can take the form of structural and non-structural mitigation measures. The development of research states that non-structural mitigation has a good impact in reducing flooding. This research took a case study in the study area, namely the Toba-Asahan River Basin, to be precise in the Silau River. Is structural mitigation in flood control significant? Analysis of hydraulic capacity using HEC-RAS software shows a decrease in flood runoff from existing conditions to river normalization scenario conditions. Likewise, the river slope safety factor value at the review location using Geo-Studio software increased by 139%. The proposed option for embankment dam design can also reduce flooding by 24.83%. Thus, it can be concluded that structural mitigation is significant in flood control. However, structural mitigation is not sustainable for stakeholders, so there needs to be a simulation scenario using non-structural mitigation. Keywords: flood management, structural mitigation, non-structural mitigation, flood routin

    Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Sub-Sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran (KST)

    Get PDF
    Abstrak Perubahan tata guna lahan mempengaruhi puncak debit banjir pada suatu DAS. Setiap tahunnya, Kota Ponorogo dilanda bencana banjir pada saat musim penghujan tiba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap puncak debit banjir di sub-sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran dengan menggunakan program bantu SWAT (Soil and Water Assessment Tool). Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan tata guna lahan berdampak pada peningkatan puncak debit banjir. Puncak debit banjir tertinggi terjadi pada tanggal 12 Maret 2018, dengan luas hutan 29,55% (tata guna lahan tahun 2015) menghasilkan puncak debit banjir 573,70 m3/s. Pada waktu dan penggunaan data curah hujan yang sama, puncak debit banjir terendah terjadi saat luas hutan 31,07% (tata guna lahan tahun 1990) yaitu 572,50 m3/s. Berdasarkan kondisi existing tata guna lahan saat ini, masih terjadi banjir sehingga diperlukan skenario pola tata guna lahan. Skenario tiga merupakan pola tata guna lahan yang optimal, dengan luasan hutan 45,37% menghasilkan puncak debit banjir 563,50 m3/s  (siaga normal). Kata kunci: puncak debit banjir, skenario, sub-sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran, SWAT, tata guna lahan  Abstract Land-use change impacts the peak of flood discharge on a watershed. Every year, Ponorogo was hit by a flood during the rainy season. This research aims to analyze the impact of land-use change to the peak of flood discharge in sub-sub watersheds Keyang-Slahung-Tempuran using SWAT (Soil and Water Assessment Tool). The result shows that land-use change has an impact on increasing the peak of flood discharge. The highest peak of flood discharge occurred on March 12, 2018, with a forest cover 29.55 % (land-use in 2015)  has a peak of flood discharge 573.70 m3/s. At the same time and use of the same rainfall data, the lowest peak of flood discharge occurred when 31.07 % of forest cover (land-use in 1990) was 572.50 m3/s. Based on the existing condition of land-use, floods are still occurring so a land-use scenario is needed. Scenario three is the optimal land-use, with a forest cover 45.37 % obtained a peak of flood discharge 563.50 m3/s (normal alert). Keywords: peak of flood, scenario, sub-sub watersheds of Keyang-Slahung-Tempuran, SWAT, land-us

    PENGARUH LIMBAH SERAT KULIT PINANG TERHADAP SERAPAN AIR DAN KUAT TEKAN PADA PAVING BLOCK

    Get PDF
    Paving block merupakan komposisi bahan bangunan yang dibuat dari paduan semen atau bahan perekat hidrolis, air, dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan lainya. Penambahan bahan lainya bisa berupa limbah alami atau limbah kimia dalam material paving block. Dalam penelitian ini dilakukan penambahan limbah alami (serat pinang) dalam material paving block. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat kulit pinang terhadap serapan air dan kuat tekan pada paving block. Metode penambahan serat kulit pinang dilakukan dengan cara subsitusi dari volume pasir, dengan panjang serat 1 - 3 cm, perbandingan komposisi 1Pc : 3Ps, faktor air semen 0.35, kalsifikasi mutu rencana mutu D. Variasi campuran serat yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, dengan cetakan berukuran 8 x 8 x 11,6 cm dan slinder 15 x 30 cm, masing-masing varian memiliki 5 sampel. Pengujian dilakukan pada sampel berumur 28 hari. Dengan hasil rata-rata serapan air variasi 0% sebesar 9,57%, rata-rata serapan air variasi 5% sebesar 15,17%, rata-rata serapan air variasi 10% sebesar 15,56%, rata-rata serapan air variasi 15% sebesar 15,96%, rata-rata serapan air variasi 20% sebesar 16,65%. Nilai rata-rata kuat tekan variasi 0% sebesar 8,83 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 5% sebesar 7,44 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 10% sebesar 6,23 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 15% sebesar 5,13 MPa, rata-rata kuat tekan variasi 20% sebesar 4,20 MPa. Dari hasil pengujian menggambarkan bahwa, pengaruh pemanfaatan serat kulit pinang pada pembuatan paving block meningkatnya nilai serapan air dan menurunnya nilai kuat tekan. Kata kunci: paving block, serapan air paving block, kuat tekan paving block

    PENGGUNAAN EKSTRAK TEMBAKAU SEBAGAI INHIBITRO PADA BETON BERTULANG MENGGUNAKAN PASIR LAUT DAN AIR LAUT

    Get PDF
    Korosi dapat didefenisikan secara umum sebagai pengrusakan bahan oleh lingkungannya. Struktur beton bertulang akan mengalami kerusakan akibat serangan korosi, apabila tidak ditangani akan membutuhkan biaya yang relative mahal untuk memperbaikinya. Korosi pada baja tulangan harus ditangani secara khusus. Oleh sebab itu diperlukan solusi untuk mengatasi masalah ini. Pencegahan korosi bergantung pada jenis korosi yang terjadi pada material terkorosi. Salah satu metode yang terus di kaji saat ini adalah pencegahan korosi dengan menggunakan inhibitor. Dalam penelitian ini, inhibitor yang digunakan adalah inhibitor ekstrak daun tembakau dengan variasi dan konsentrasi yang telah ditentukan yakni 0%,4% dan 8%. Metode yang digunakan untuk menganalisis laju korosi yang terjadi yaitu metode Weight Loss (kehilangan berat). Pengujian dilakukan dengan cara memberikan aliran listrik terhadap benda uji dengan menggunakan voltase sebesar 5V. Pengaliran dilakukan secara bertahap dengan interval tertentu, sehingga diperoleh efeisiensi inhibisi dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan inhibitor ekstrak tembakau dengan metode weight loss pada konsentrasi 4% dan 8% mampu menurunkan rapat arus anodik dan katodik yang mengakibatkan laju korosi pada baja tulangan, Peningkatan konsentrasi inhibitor ekstrak tembakau pada masing-masing variasi campuran beton memiliki efesiensi inhibitor yang baik yakni 64,44%  dengan air pencampur air tawar dan 20% untuk air laut pada setiap konsentrasi inhibitor 8% ekstrak tembakau. 

    Cover Belakang

    No full text

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇