Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
Prioritas Pembangunan Jembatan di Kabupaten Aceh Besar
Abstrak Pemerintah Kabupaten Aceh Besar telah mengusulkan pembangunan jembatan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 5 ruas untuk dibangun pada tahun 2021. Usulan pembangunan jembatan tersebut di tahun 2021 tidak dapat dibangun semua, karena adanya keterbatasan anggaran. Oleh karena itu 5 ruas pembangunan jembatan yang diusulkan, perlu ditentukan skala prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam pembangunan jembatan dan menganalisis prioritas pembangunan jembatan di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui kuesioner. Teknik analisis data digunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria yang dominan perlu dipertimbangkan dalam pembangunan jembatan adalah kriteria ekonomis dengan nilai rata-rata gabungan eigen sebesar 0,35. Prioritas pembangunan jembatan adalah Jembatan Kr. Keumeuruek sebagai prioritas 1 dengan bobot sebesar 0,46, Jembatan Siron II dan Jembatan Blang Baro I sebagai prioritas 2 dengan bobot sama-sama sebesar 0,20, serta Jembatan Alue Jeumpung dan Jembatan Inong Balee sebagai prioritas 3 dengan bobot sama-sama sebesar 0,07. Kata kunci: prioritas, pembangunan, jembatan, kriteria, alternatif Abstract The Aceh Besar District Government has proposed building a bridge to the Ministry of Public Works and Public Housing (PUPR) as many as 5 sections to be built in 2021. The proposed bridge construction in 2021 cannot all be built, due to budget constraints. Therefore, the 5 proposed bridge construction sections need to determine the priority scale. This study aims to analyze the dominant criteria that need to be considered in bridge construction and to analyze the priority of bridge construction in Aceh Besar District. This study uses a quantitative method through a questionnaire. The data analysis technique used is Analytical Hierarchy Process (AHP). The results showed that the dominant criterion that needs to be considered in the construction of a bridge is an economic criterion with an average combined eigenvalue of 0.35. The bridge construction priority is the Kr Bridge. Keumeuruek as priority 1 with a weight of 0.46, Siron II Bridge and Blang Baro I Bridge as priority 2 with equal weight of 0.20, and Alue Jeumpung Bridge and Inong Balee Bridge as priority 3 with equal weights of 0 , 07. Keywords: priority, development, bridges, criteria, alternative
STRATEGI PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR JALAN DI KABUPATEN ACEH UTARA
Jalan raya merupakan salah satu sektor untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang pada dasarnya merupakan sektor utama yang menghubungkan berbagai macam aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya. Ketersediaan jalan yang baik dan stabil berpengaruh terhadap kelancaran lalulintas. Pengelolaan yang baik serta pemeliharaan jalan yang terus menerus mampu mempertahankan umur rencana jalan. Mengingat dana yang sangat terbatas yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara setiap tahunnya untuk pemeliharaan jalan, maka perlu dilakukan skala prioritas pelaksanaan pemeliharaan jalan yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui urutan prioritas penanganan pemeliharaan jalan, berdasarkan data survei yang dianalisis dengan skala Likert. Parameter yang diperhitungkan meliputi kondisi permukaan jalan, lalulintas harian rata-rata, kapasitas jalan dan tingkat pelayanan jalan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan pengumpulan data di lapangan. Selanjutnya melakukan analisa data untuk dapat mengetahui nilai urutan prioritas berdasarkan parameter yang telah ditentukan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jalan jalan di kabupaten Aceh Utara, skala prioritas pemeliharaan jalan dilakukan berdasarkan kondisi permukaan jalan dan lalulintas harian rata-rata. Urutan dari skala prioritas pemeliharaan jalan adalah ruas jalan Krueng Mane - Sawang 14 poin (1), ruas jalan Sawang - Riseh Tunong 11 poin (2), ruas jalan Mane Tunong - Pinto Makmur 10 poin (3), ruast jalan Kuta Meuligo - Blang Reuleung 9 poin (4), ruas jalan Menasah Pulo - Teupin Reuseup 8 poin (5), dan ruas jalan Krueng Mane - Bungkah 7 poin (6). Urutan 1-3 masuk dalam peningkatan jalan dan urutan 4-6 merupakan pemeliharaan berkala
PENGARUH KADAR FILLER ABU BATU KAPUR DAN ABU TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-BC
Perkerasan jalan AC-BC yang terlalu dini rusak tidak sesuai dengan umur rencana biasanya di sebabkan oleh faktor beban berlebih dan mutu campuran aspal itu sendiri. Dewasa ini telah banyak diteliti tentang bahan pengisi (filler) dari material lokal yang banyak digunakan dan ramah lingkungan untuk memodifikasi sifat-sifat aspal dalam campuran aspal beton sehingga dapat memperbaiki kinerja perkerasan dari sisi nilai-nilai parameter Marshallnya. Penelitian ini membahas mengenai pengaruh kadar filler abu batu kapur (ABK) dan abu tempurung kelapa (ATK) pada perkerasan jalan AC-BC dengan metode Spesifikasi Umum Bina Marga Revisi 3. Masalah yang ditinjau adalah karakteristik Marshall, dengan membandingkan perilaku campuran AC-BC yang menggunakan filler ABK dan ATK dengan campuran normal. Pada penelitian ini KAO yang didapatkan sebesar 6 % dan untuk benda uji dengan filler ABK dan ATK dengan variasi 100:0, 0:100, 25:75, 50:50,75:25. Hasil pengujian di laboratorium perbandingan nilai stabilitas menunjukkan nilai stabilitas yang didapat dari penggunaan filler ABK dan ATK dengan metode spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3 meningkat dibandingkan dengan tanpa ada penggunaan filler ABK dan ATK yaitu nilai stabilitasnya sebesar 1562,95 kg, sedangkan campuran normal sebesar 1430,19 kg. Untuk nilai density, VFWA, stabilitas, dan flow mengalami peningkatan pada semua variasi, sedangkan nilai VMA, VITM, dan MQ mengalami penurunan dan masih dalam spesifikasi yang disayaratkan, selanjutnya untuk nilai durabilitas adalah sebesar 80,3%, nilai tersebut belum memenuhi nilai yang disyaratkan. Pada penelitian ini hanya pada variasi filler 25% ABK dan 75% ATK yang menunjukan seluruh nilai parameter Marshall telah memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 3
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN PERILAKU TRANSPORTASI DIGITAL DI KOTA JOMBANG
Abstrak Saat ini, kegiatan TIK (Informasi, Komunikasi dan Teknologi) menggantikan beberapa kegiatan fisik sehari-hari menjadi kegiatan non-fisik di era digital. Penggunaan TIK juga dapat menentukan perilaku perjalanan baik jumlah perjalanan dan rantai perjalanan para pelancong yang juga akan mempengaruhi volume lalu lintas, terutama di jalan-jalan kota. Pengguna transportasi mencoba untuk meningkatkan efisiensi perjalanannya melalui berbagai cara, tetapi sekarang orang cenderung memiliki aktivitas yang lebih bervariasi, sehingga perilaku perjalanan telah berubah, serta pola perjalanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi rumah tangga pada perilaku perjalanan dengan pengaruh penggunaan TIK. Pengguna transportasi yang menggunakan TIK lebih sering mungkin memiliki pilihan berbeda pada moda transportasi dari seseorang yang tidak melakukan kegiatan online. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan aktivitas buku harian. Lokasi survei difokuskan di Kota Jombang Indonesia, dan batas kota terdekat, sampel yang digunakan adalah 200 sampel rumah tangga. Teknik analisis dalam penelitian ini menggunakan Regresi Logistik dengan metode Purposive Sampling dengan membangun sejumlah model berdasarkan catatan data perjalanan harian aktivitas fisik individu, data yang diperoleh diharapkan mampu menggambarkan pola perjalanan dan penggunaan pilihan moda pada skala rumah tangga. Kata kunci: aktivitas buku harian, pola perjalanan, sosial ekonomi, perilaku transportasi, kota Jombang. Abstract Undertaking healthy activities and trips is manifested from a set of daily activities and travels. The consequences of undertaking healthy activities and trips also includes reducing the time of some unhealthy activities. At present, ICT (Information, Communication and Technologies) activities are replacing some daily physical activities into non-physical daily activities in the digital age. The penetration of ICT might also determine the trip arrangement either number of trips and trip chains of the travelers that will also influence the traffic volume, especially on urban streets. Travelers try to improve their travel efficiency through a variety of ways, but now people have more varied activities, so that their travel behavior has changed, as well as their travel patterns. The purpose of this study is to analyze the characteristics of household socio-economic on different trip arrangement with the influence of ICT penetration. The ones who use ICT more often might have different choice on transport modes from someone who undertakes no online activities. Data collection is done using an activity diary. The survey location was focused on Jombang City of Indonesia, and the nearest city boundary, the sample used was 200 household samples in this study. The analysis technique in this study uses Logistic Regression with the Purposive Sampling method by constructing a number of models based on individual daily physical activity travel data records, the data obtained are expected to be able to describe travel patterns and mode choice use on a household scale based. Keywords: activity diary, travel patterns, socio-economic, trip arrangement, Jombang cit
OPTIMASI BIAYA OPERASIONAL MRT JAKARTA FASE I MENGGUNAKAN METODE VOGEL APPROXIMATION DENGAN SOFTWARE POM-QM FOR WINDOWS
Abstrak Operasional MRT Jakarta pada saat pertama kali diopersikan berjalan dengan lancar dan diharapkan kondisi ini akan terus optimal sampai jangka panjang dan memiliki biaya operasional yang efisien. PT MRT Jakarta sebagai perusahaan penyedia jasa transportasi, merupakan perusahaan distribusi penumpang. Biaya operasional yang efiesien dipengaruhi biaya tetap, biaya variable dan biaya perjalanan. Agar operasional MRT Jakarta dapat berjalan secara optimal diperlukannya minimalisasi biaya operasional untuk menunjang biaya lainnya seperti biaya pemeliharaan. Tujuan penelitian yaitu mengetahui biaya operasional MRT Jakarta Fase I, biaya perjalanan, dan jumlah penumpang untuk proses hitung matriks biaya operasional dan mengoptimalisasikan hasil hitungan matriks biaya dengan menggunakan software POM QM for windows sehingga didapatkan hasil yang minimum. Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan diperoleh hasil optimum biaya operasional sebesar Rp.1.267.110.000.000, biaya tersebut diperoleh dari perhitungan matriks perjalanan. Variabel yang digunakan adalah jumlah penumpang MRT Jakarta Fase I pada tahun 2019-2020, biaya perjalanan dan kapasitas angkut MRT eksisting. Tyonardo mengasumsikan variabel jumlah penumpang yang diperoleh berdasarkan peran area stasiun MRT dan biaya yang memepengaruhi operasional dengan pemodelan finansial. ptimasi biaya POM QM diharapkan dapat menjadi faktor utama dalam menentukan seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari PT MRT Jakarta dengan pemberlakuan tariff perjalanan yang sudah berlangsung serta penggunaan software mempermudah dalam mengambil suatu keputusan mengenai biaya operasional dan dapat digunakan untuk monitoring biaya perbulan dan pertahunnya. Kata Kunci: Biaya Operasional, MRT Jakarta Fase I, Optimasi, POM QM Abstract The operation of MRT Jakarta when it was first operated was running smoothly and it is hoped that this condition will continue to be optimal in the long term and have efficient operating costs. PT MRT Jakarta as a transportation service provider company, is a passenger distribution company. Efficient operational costs fixed costs, variable costs and travel expenses. In order for MRT Jakarta operations to run optimally, it requires minimizing operational costs to support other costs such as maintenance costs. The research objective is to monitor the operational costs of MRT Jakarta Phase I, travel costs, and the number of passengers for the calculation of the operational cost matrix and to optimize the calculation of the cost matrix using POM QM software for windows so as to get minimum results. Based on the results of the analysis and discussion, the optimum operational result is Rp. 1,267,110,000,000, the cost is obtained from the travel matrix calculation. The variables used are the number of MRT Jakarta Phase I passengers in 2019-2020, travel costs and the existing MRT transport capacity. Tyonardo assumes a variable number of passengers based on the area of the MRT station and costs that affect operations with financial modeling. The POM QM cost is expected to be a major factor in ensuring that no profit is obtained from PT MRT Jakarta by enacting existing travel rates and using software in making decisions about operational costs and can be used to monitor monthly and yearly costs. Keyword: Operational Costs, MRT Jakarta Phase I, Optimization, POM QM
MODEL OPTIMALISASI FUNGSI PASAR TRADISIONAL DI KOTA BANDA ACEH (Studi Kasus Pasar Newtown Lamdom)
Abstrak Pasar tradisional adalah salah satu aspek yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi di Kota Banda Aceh. Pasar Tradisional Newtown Lamdom (PTNL) merupakan salah satu pasar tradisional di Kota Banda Aceh yang belum berfungsi sebagaimana mestinya, tidak ada satupun pedagang yang berjualan di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang memiliki pengaruh terhadap tidak optimalnya fungsi PTNL dan merumuskan strategi dalam meningkatkan pengelolaan PTNL. Strategi dalam mengoptimalkan fungsi pasar tradisional sudah diidentifikasi dengan menyebarkan kuesioner melalui observasi lapangan dan melalui google form, data kuesioner diolah menggunakan metode analisis regresi ordinal, kemudian akan diperoleh hasil penyebab tidak optimalnya fungsi pasar tradisional Newtown Lamdom selanjutnya, faktor-faktor tersebut dianalisis dengan menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). hasil dari serangkaian analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa lokasi PTNL memiliki pengaruh 82,1%, sarana PTNL memiliki pengaruh sebesar 74,7% dan prasarana PTNL memiliki pengaruh sebesar 22,7% terhadap factor yang mempengaruhi tidak optimalnya fungsi PTNL, untuk dapat mengoptimalkan fungsi PTNL perlu menyiapkan lokasi dan sarana sesuai dengan kebutuhan pasar seperti ketersedian lahan parkir, tersedianya transportasi umum menuju pasar, air bersih, listrik dan ketersediaan bahan baku, selain itu juga perlu ditinjau aspek kebijakan pemerintah seperti melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pembeli untuk dapat mengoptimalkan fungsi PTNL. Kata Kunci: Strategi, optimalisasi pasar, pasar tradisional, fungsi pasar Abstract Traditional market is one of the supporting aspects for economic growth in Banda Aceh. Newtown Lamdom Market (PTNL) is one of traditional markets in Banda Aceh that has not been functioning properly from year to year as there is no single trader who sells there. This study aims to determine the factors causing the function of the traditional market is not optimal and to formulate the strategy in order to improve the management of Newtown Lamdom Traditional Market. The author identified the strategy in optimizing the function of traditional market by conducting field observation. The results of observation are then analyzed by using the Ordinal Regression Method to determine the factors causing the function of the traditional market are not optimal. Afterwards, those factors are analyzed through Focus Group Discussion (FGD) with the determined informants. The results of series of analyses conducted show that the City Government of Banda Aceh is required to rehabilitate the Newtown Lamdom market buildings, equip the market facilities and infrastructure, provide raw material needs, and conduct socialization to traders and buyers in order to optimize the function of Newtown Lamdom Market. Keywords: Strategy, Market Optimization, Traditional Market, market functio
TINGKAT AKURASI EMPERICAL AREA REDUCTION METHOD (EARM) UNTUK MEMPREDIKSI KURVA H-V DI WADUK MRICA
Abstrak Sedimentasi waduk merupakan permasalahan yang sangat penting dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan waduk. Perkembangan sedimentasi waduk dapat dilihat dari hubungan antara kapasitas tampungan dan elevasi atau sering disebut kurva H-V. Kurva ini dapat dibuat dengan melakukan pengukuran echosounding secara periodik. Namun, dalam beberapa kasus banyak waduk tidak melakukan ini karena pertimbangan biaya, oleh karena itu, perlu digunakan pendekatan model seperti Emperical Area Reduction Method (EARM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi model distribusi sedimen EARM agar dapat digunakan untuk memprediksi kurva H-V.Lokasi penelitian inidi Waduk Mrica yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.Tahapan analisis meliputi menganalisis kondisi sedimentasi waduk, menganalisis prediksi kurva H-V dengan model EARM, dan mengevaluasi kesesuaian model untuk mengetahui tingkat akurasi berdasarkan nilai korelasi (R) dan Relative Mean Error (RME).Waduk Mrica mengalami tingkat sedimentasi yang sangat tinggi dengan laju sedimentasi waduk rerata sebesar 3,951 juta m3/tahun. Laju sedimentasi berangsur mengalami penurunan akibat mulai adanya pengelolaan sedimentasi di Waduk Mrica. Pendekatan dengan model Emperical Area Reduction Method (EARM) untuk memprediksi kurva H-V sangat ideal digunakan di Waduk Mrica. Hasil evaluasi dari prediksi model terlihat nilai korelasi mendekati kondisi ideal (R2 = 1) dan nilai RME hanya bekisar antara 0 - 11%, artinya prediksi kurva H-V dengan model EARM menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan data lapangan dari pengukuran echosounding. Kata kunci: Distribusi Sedimen, Empirical Area Reduction Method (EARM), Kurva H-V, Sedimentasi Waduk, Waduk Mrica Abstract Reservoir sedimentation is a very important issue in reservoir operation and maintenance activities. The development of reservoir sedimentation can be seen from the relationship between the reservoir capacity and elevation or often is called H-V curve. This curve can be made with periodic echosounding measurements. However, in some cases many reservoirs dont perform due to cost considerations,therefore, it requires a modeling approach such asEmperical Area Reduction Method (EARM). This study aims to determine the level of accuracy of EARM sediment distribution model so that it can be used to predict the H-V curve. The location of this research was in Mrica Reservoir, Bawang District, Banjarnegara Regency. The stages of analysisinclude: analyzing the sedimentation conditions ofreservoir, analyzing the H-V curve prediction withEARM model, and evaluating the suitability of the model to determine the level of accuracy based on the correlation value (R) and Relative Mean Error (RME). As results, Mrica Reservoir experienced a very high sedimentation rate with an average reservoir sedimentation rate of 3,951 million m3/year. The sedimentation rate has gradually decreased due tosedimentation management in the Mrica Reservoir. The Emperical Area Reduction Method (EARM) approach to predict the H-V curve is ideal for used inMrica Reservoir. The evaluation results ofprediction model show that correlation value approach ideal conditions (R2 = 1) and RME value is only in the range of 0 - 11%, It meaning thatH-V curve prediction with the EARM model shows a very strong correlation with field data from echosounding measurements. Keywords: Sediment Distribution, Empirical Area Reduction Method (EARM), H-V Curve, ReservoirSedimentation, Mrica Reservoir
ANALISIS KEBUTUHAN DAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN ELEVATOR GEDUNG KEMENTRIAN DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah elevator di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jakarta Kementerian Dalam Negeri, daya elevator, dan anggaran yang dibutuhkan untuk pemeliharaan elevator. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengamati secara langsung data utama yang diperoleh dari pengguna elevator pada jam sibuk. Data pelengkap diperoleh dari wawancara dan dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis jumlah penghuni gedung, analisis beban puncak, analisis waktu tunggu, analisis waktu pulang pergi, analisis jumlah elevator, dan metode preventif untuk pemeliharaan elevator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan elevator paling banyak 4, konsumsi listrik dalam waktu 10 jam adalah 34 kWh, dan metode perawatan preventif akan mempengaruhi kinerja mesin elevator. Kata Kunci: jumlah elevator, perawatan, dayalistrik Abstract This study aims to determine the number of needs for elevators, elevator electric power, and the budget needed for elevator maintenance at the Ministry of Internal Affairs, Jakarta Human Resources Development Agency Building. The data collection method used in this research is primary data obtained from direct observation of elevator users during busy hours. Secondary data obtained from interviews and documentation. The data analysis method uses analysis of the number of building occupants, peak load analysis, waiting time analysis, round trip time analysis, number of elevators analysis, and preventive methods for elevator maintenance. The results showed that the need for elevators as many as 4 units with electricity needs of 34 kwh in 10 hours and preventive maintenance methods can affect the performance of the machine in the elevator. Keywords: number of elevators, maintenance, electric power
APLIKASI TEKNIK LOT SIZING PADA PROYEK GEDUNG LABORATORIUM KEBENCANAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Abstrak Salah satu faktor mempengaruhi kelancaran dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi adalah pengadaan material ke lokasi. Keterlambatan datangnya material konstruksi yang menyebabkan stockout persediaan material saat akan digunakan membuat pekerjaan menjadi tertunda. Hal ini secara tidak langsung dapat mempengaruhi total waktu pelaksanaan serta biaya proyek. Penentuan tingkat persediaan yang tepat dapat diaplikasikan dengan mengunakan metode Material Requirement Planning (MRP). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui ukuran pemesanan dan biaya pengadaan material yang paling efisien dari dua teknik lotsizing yaitu teknik Period Order Quantity (POQ) dan teknik Economic Order Quantity (EOQ) pada Gedung Laboratorium Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK) di Kota Banda Aceh. Proses yang terdapat dalam MRP meliputi netting, lotting, offsetting, dan explosion. Metode MRP diterapkan pada proyek Gedung Laboratorium Kebencanaan USK, dengan menghitung jumlah kebutuhan material berdasarkan data Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisis Harga Satuan (AHS), dan jadwal pelaksanaan terhadap 28 (dua puluh delapan) material di lokasi proyek. Berdasarkan dari teknik yang dianalisa, teknik lotsizing yang menghasilkan biaya total paling ekonomis untuk semua material adalah teknik Periodic Order Quantity (POQ) dengan biaya sebesar Rp. 9.850.848.30, Sedangkan yang mempunyai biaya pengadaan material sangat tinggi ditunjukkan oleh teknik EOQ, Rp. 9.852.102.40, artinya biaya yang dikeluarkan lebih kecil yaitu Rp. 1.234.00 (97%). Kata Kunci: Gedung Universitas Syiah Kuala, Material Requirement Planning, Lotsizing, Period Order Quantity, Economic Order Quantity Abstract One of the factors influencing the continuity running of a construction project is material procurement to the site. The delay in the arrival of construction materials which causes a stockout of material supplies when they will be used makes the work delayed. This can indirectly affect the total implementation time and project costs. by using the Material Requirement Planning method. The purpose of this study was to determine the order size and the most efficient material procurement costs from the two lotsizing inventory control techniques, namely the Period Order Quantity (POQ) and the Economic Order Quantity (EOQ) at Disaster Laboratory Building University of Syiah Kuala in Banda Aceh city. The processes contained in MRP is netting, lotting, offsetting, and explosion. The MRP method is applied to the Disaster Laboratory Building University of Syiah Kuala project, by calculating the amount of material needed based on the Budget Plan data, Unit Price Analysis, and the project schedule which includes its 28 materials. Based on the analyzed technique, the lotsizing technique that produces the most economical total cost for all materials is the Periodic Order Quantity (POQ) technique with a cost of Rp. 9,850,848.30, while those who have very high material procurement costs are indicated by the EOQ technique, Rp. 9,852.102.40, meaning that the costs incurred are smaller, namely Rp. 1.234.00 (97%). Keywords: Building University of Syiah Kuala, Material Requirement Planning, Lotsizing, Period Order Quantity, Economic Order Quantit
ANALISIS ELEMEN HINGGA NONLINIER BALOK GESER BETON MEMADAT MANDIRI dan BETON MUTU TINGGI
Abstrak Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana gempa bumi. Banyak rumah atau gedung di Indonesia dibangun dengan menggunakan material beton bertulang. Kerusakan geser pada elemen beton bertulang tersebut sangat berbahaya, hal ini dikarenakan kerusakan ini terjadi secara tiba-tiba dan biasanya terjadi secara eksplosif. Analisis nonlinier elemen hingga tiga dimensi balok beton memadat mandiri dan beton mutu tinggi dengan pemadatan mekanis dilakukan dengan software MSC Marc/Mentat. Baja dimodelkan dengan tertanam di beton. Kriteria kegagalan Linier Mohr-Coulomb digunakan untuk beton dan Von Mises untuk baja tulangan. Hasil kurva hubungan beban-lendutan untuk kedua balok beton memadat mandiri dan beton mutu tinggi pemadatan mekanis hampir sama dengan hasil kurva eksperimen di daerah elastic, namun setelah melewati fase elastik, kurva analisis berbeda sedikit dengan kurva eksperimen. Hasil analisis teoritis kekuatan beton hampir sama dengan hasil analisis elemen hingga balok beton tanpa tulangan. Hasil analisis kontak juga memperlihatkan terjadi kontak dan perlepasan pada bidang kontak baja tumpuan beban dan tumpuan balok dengan beton. Kata kunci: beton memadat mandiri, mutu tinggi, elemen hingga, MSC Marc/Mentat Abstract Indonesia is a country that is prone to earthquakes. Many houses or buildings in Indonesia are built using reinforced concrete material. Shear damage to reinforced concrete elements is very dangerous, because this damage occurs suddenly and usually occurs explosively. The nonlinear three-dimensional finite element analysis of self-compacting concrete beam and high strength concrete beam by mechanical compaction were carried out using the MSC Marc/Mentat software. Steel is modeled by being embedded in concrete. The Mohr-Coulomb Linear failure criterion is used for concrete and Von Mises for reinforcing steel. The results of the load- deflection curves for both self-compacting and mechanical compaction high-strength concrete beams are almost the same as those of the experimental curves in the elastic area, after elasticity, the analysis curve differs slightly from the experimental curve. The results of the theoretical analysis of the strength of the concrete are almost the same as the results of the analysis of the finite element concrete beams without reinforcement. The results of the contact analysis also showed that there was contact and detachment in the contact area of the load bearing steel and the beam support with the concrete. Keywords: self-compacting concrete, high strength, finite element, MSC Marc/MentatIndonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana gempa bumi. Banyak rumah atau gedung di Indonesia dibangun dengan menggunakan material beton bertulang. Kerusakan geser pada elemen beton bertulang tersebut sangat berbahaya, hal ini dikarenakan kerusakan ini terjadi secara tiba-tiba dan biasanya terjadi secara eksplosif. Analisis nonlinier elemen hingga tiga dimensi balok beton memadat sendiri dan beton mutu tinggi dengan pemadatan mekanis dilakukan dengan software MSC Marc/Mentat. Baja dimodelkan dengan tertanam di beton. Kriteria kegagalan Linier Mohr-Coulomb digunakan untuk beton dan Von Mises untuk baja tulangan. Hasil kurva hubungan beban-lendutan untuk kedua balok beton memadat sendiri dan beton mutu tinggi pemadatan mekanis hampir sama dengan hasil kurva eksperimen di daerah elastik. Namun setelah melewati fase elastik, kurva analisis berbeda sedikit dengan kurva eksperimen. Hasil analisis teoritis kekuatan beton hampir sama dengan hasil analisis elemen hingga balok beton tanpa tulangan. Hasil analisis kontak juga memperlihatkan terjadi kontak dan perlepasan pada bidang kontak baja tumpuan beban dan tumpuan balok dengan beton