Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
395 research outputs found
Sort by
ANALISIS FUNGSIONAL EMBUNG URONG KAYEE MIRAH TERHADAP PENYEDIAAN AIR IRIGASI MELALUI KAJIAN HIDROLOGI DAN SURVEY INVESTIGASI
Embung Urong kayee Mirah berada di wilayah Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh utara tidak dapat melayani kebutuhan air persawahan disebabkan terjadi kerusakan pada bagian pintu bendung dan pada bagian-bagian embung lainnya. Luas areal persawahan yang harus dilayani 1.938 Ha. Pada kondisi eksisting Embung Urong Kayee Mirah mempunyai luas genangan kurang lebih 4 Ha hanya mampu mengairi sawah seluas 500 Ha. Kondisi embung dalam keadaan tidak berfungsi sehingga tidak dapat melayani persawahan masyarakat. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar kemampuan pelayanan embung dalam menyediakan air irigasi dan seberapa besar tingkat kerusakan yang terjadi pada embung. Metode yang dilakukan melalui kajian hidrologi dan survey investigasi agar pelaksanaan perbaikan sesuai sasaran, maka sehingga diperoleh suatu gambaran untuk fungsional pelayanan. Hasil kajian menyatakan bahwa Berdasarkan curah hujan rata yang terjadi di wilayah embung, hasil analisis hidrologi menggambarkan bahwa Debit Periode Ulang 2 tahunan sebesar 10,20 m3/det, Untuk periode ulang 5 tahunan sebesar 13,47 m3/det, periode ulang 10 tahunan sebesar 15,64 m3/det dan periode ulang 25 tahunan sebesar 18,37 m3/det. Hal ini menunjukkan bahwa potensi air pada embung Urong Kayee mirah sangat memadai, terjadinya masalah tidak berfungsinya embung disebabkan oleh kerusakan pada bagian pintu pembagi dan banyaknya tanaman kelapa sawit di area sekitar bendung. Kemampuan tampungan embung masih memadai sehingga tidak diperlukan penggalian Saran dan rekomendasi adalah perlu dilakukan perbaikan pada pintu bangunan bendung, meminta kepada masyarakat untuk mengganti tanaman sawit (replanting) dengan tanaman lain seperti jati, sengon atau tanaman lain yang tidak membutuhkan banyak air dalam pembudidayaannya.Kata Kunci: Hidrologi, Survey Investigasi, Kapasitas Pelayana
ANALISIS KEKERINGAN METEOROLOGI MENGGUNAKAN METODE STANDARDIZED PRECIPTATION INDEX (SPI) DI DAS BEDADUNG KABUPATEN JEMBER
Abstrak Bencana kekeringan di DAS Bedadung terindikasi dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan pasokan air. Kekurangan air akibat defisit curah hujan menjadi indikator kekeringan meteorologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai indeks kekeringan di DAS Bedadung kabupaten Jember. Metode Standardized Precipitation Index (SPI) digunakan untuk mendapatkan tingkat kekeringan. Tingkat kekeringan meteorologi yang dihitung tergantung jumlah curah hujan yang terukur pada alat penakar di stasiun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indeks kekeringan ekstrim terjadi pada tahun 2018 dan 2019. Nilai indeks kekeringan (SPI-6) memiliki nilai tertinggi sebesar -2,69 di stasiun Ajung dan nilai -1,13 di stasiun Kottok. Hasil pemetaan sebaran indeks kekeringan memiliki kesesuaian dengan kondisi kekeringan observasi. Hal ini ditunjukkan dari nilai validasi sebaran kekeringan antara SPI-6 dan data kekeringan observasi dengan tingkat keandalan sebesar 82%. Kata kunci: DAS Bedadung, bencana kekeringan, indeks kekeringan meteorologi, SPI Abstract Drought disaster in the Bedadung watershed is indicated by the unfulfilled sociaty needs for water supply. Lack of water due to deficit in rainfall is an indicator of meteorological drought. This study aims to obtain the drought index value in the Bedadung watershed, Jember district. The Standardized Precipitation Index (SPI) method is used to obtain the drought saverity index. The meteorological drought index depends on the amount of rainfall observed on the rainfall gauge stations. The results of this study indicated that extreme drought index occurred in 2019. The drought index value (SPI-6) had the highest value of -2.69 at the Ajung station and a value of -1.13 at the Kottok station. The results of the mapping of the distribution of the drought index are suitable with drought existing conditions. This is indicated by the validation value of the drought distribution between SPI-6 and the observed drought data with a reliability level of 82%. Keywords: Bedadung watershed, drought disaster, meteorological drought index, SP
PENGARUH DENSITAS ARUS TERHADAP PERILAKU RETAK BETON BERTULANG YANG MENGALAMI KOROSI TULANGAN
Abstrak Korosi pada struktur beton betulang dapat mengurangi kinerja struktur dan umur layannya karena volume tulangan yang berkurang. Besarnya jumlah korosi yang dipengaruhi oleh laju korosi dapat digambarkan melalui besarnya densitas arus yang terjadi. Jumlah korosi yang terjadi mempengaruhi perilaku retak pada beton bertulang, oleh karen itu, pada studi ini dilakukan uji eksperimental untuk mengevaluasi pengaruh densitas arus terhadap perilaku retak permukaan beton dari struktur beton bertulang yang mengalami korosi tulangan. Pengujian dilakukan dengan mengaplikasikan variasi densitas arus yaitu 900 µA/cm2, 500 µA/cm2, 200 µA/cm2 and 100 µA/cm2 pada pengujian korosi secara elektrik menggunakan larutan NaCl sebagai elektrolit untuk menghasilkan ion Cl-. Benda uji yang digunakan adalah balok dengan luas penampang 150x150 mm2 dan panjang benda uji 300 mm. Tulangan baja diameter 19 mm digunakan pada tengah penampang. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perilaku retak dari beton bertulang yang mengalami korosi pada tulangannya memiliki kurva yang bilinear. Selain itu, hasil pengujian menunjukkan bahwa densitas arus yang rendah memiliki kecepatan retak permukaan beton yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan benda uji dengan menggunakan densitas arus yang tinggi. Kata kunci: korosi, beton bertulang, produk korosi, retak, densitas arus Abstract Corrosion in reinforced concrete structure can reduce structure performance and its service life due to rebar mass loss. Corrosion amount influenced by corrosion rate can be figured out by using current density. Corrosion amount influences the crack behavior of reinforced concrete, therefore, in this study, experimental study was performed to evaluate the effect of current density to surface concrete cracking behavior of corroded reinforced concrete structure. Accelerated corrosion test tests were conducted with various current density. It was 900 µA/cm2, 500 µA/cm2, 200 µA/cm2 and 100 µA/cm2. NaCl solution was used as electrolyte to produce ion Cl-. The specimens were beam with cross section area 150x150 mm2 and 300 mm in length. Rebar with diameter 19 mm was applied in the center of specimen. The results showed that cracking behavior of corroded rebar has bilinear curve that shows the effect of corrosion products movement through cracks. Furthermore, lower corrosion rate has higher cracking speed than higher corrosion rate. Keywords: corrosion, reinforced concrete, corrosion products, cracking, current densit
PERENCANAAN ULANG SISTEM MANAJEMEN LALU LINTAS DARI TIGA FASE MENJADI EMPAT FASE
Untuk meningkatkan pelayanan suatu jaringan jalan, mengurangi potensi konflik, pengurangan panjang antrian serta peningkatkan kapasitas simpang perlu dilakukan sebuah perencanaan ulang sistem manajemen lalu lintas yang baik dan terpadu. Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan sistem bersinyal untuk mengurangi potensi konflik lalu lintas yang terjadi. Analisis menggunakan Metode (MKJI) 1997 dengan bantuan program Sidra Intersection 5.1. Data primer terdiri dari volume lalu lintas, sedangkan data sekunder terdiri dari kondisi lingkungan, termasuk ukuran kota dan jumlah penduduk. Hasil pada kondisi eksisting didapatkan nilai derajat kenjenuhan 0.60, panjang antrian 61 m, tundan 31.5 detik, dan level of service (LOS) C dimana arus lalu lintas pada persimpang tersebut masih stabil, tetapi kecepatan perjalanan dan kebebasan bergerak dipengaruhi oleh besarnya volume lalu lintas, sehingga pengemudi tidak dapat lagi memilih kecepatan yang diinginkan. Sedangkan hasil yang didapatkan setelah dilakukan perubahan fase dari 3 (tiga) fase ke 4 (empat) fase didapatkan nilai DS 0,87, panjang antrian 135 m, tundan 53,3 detik, dan LOS D, artinya arus lalu lintas mulai tidak stabil, perubahan volume lalu lintas sangat berpengaruh terhadap besarnya kecepatan perjalanan, hal ini menunjukkan perubahan Sistem Manajemen Lalu Lintas pada Simpang Empat Baiturrahim Kota Lhokseumawe belum tepat dilakukan perubahan jumlah fase dari 3 (tiga) fase ke 4 (empat) fas
KAJIAN SPASIAL DAN PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN BANJIR DI KABUPATEN ACEH UTARA
Setiap tahun sungai Krueng Keureuto menimbulkan bencana banjir di daerah pengalirannya terutama di kecamatan Matangkuli, Lhoksukon, Baktiya, Tanah Pasir dengan lama genangan 7 hari sampai 15 hari serta tinggi genangan 60 cm sampai 100 cm. Kontradiksi antara kebutuhan lahan untuk pengembangan pembangunan wilayah dengan kebutuhan lahan yang mampu menjadi penyangga air perlu diatasi melalui suatu kajian optimasi spasial agar kedua kebutuhan tersebut dapat terpenuhi namun juga dapat mereduksi kelebihan air yang akan berakibat banjir. Disamping itu perlu dilakukan upaya partisipasi masyarakat sebagai salah satu stake holders dalam melakukan tindakan preventiv maupun mitigasi bencana banjir. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa partisipasi masyarakat masih rendah dan kurangnya peluang yang diberikan oleh pemerintah daerah pada keikutsertaan masyarakat. Untuk penanggulangan banjir dengan pendekatan struktural (structural approach) mempunyai kecenderuangan terhadap tingginya biaya yang diperlukan sementara keterbatasan anggaran pada pemerintah daerah merupakan konstrain pada aspek tersebut sehingga perlu dilakukan strategi non structural approach dengan melibatkan masyarakat dan mengandalkan konsep modal sosial yaitu trust (kepercayaan),Kata Kunci : Spasial, Partisipasi Masyarakat, Banji
ANALISIS KEGAGALAN STRUKTUR BETON AKIBAT KOROSI BAJA TULANGAN
Kegagalan struktur beton pada baja tulangan khususnya di lingkungan laut sering terjadi akibat korosi. Korosi pada baja berkibat rusaknya struktur beton. Kegagalan yang terjadi akibat korosi ini diawali dengan perusakan selaput pasif protektif. Pemicu pelarutan selaput pasif protektif disebabkan penetrasi ion-ion agresif dan oksigen terlarut. Produk korosi yang mungkin terbentuk FeOOCl, Fe3O4, Fe2O3, dan FeO dan berakibat desakan ekpansif terhadap selimut beton. Pencegahannya harus dilakukan saat perencanaan pembentuk struktur beton baja tulangan yang lebih matang, dan pengendalian saat struktur terpasang dilakukan dengan proteksi katodik.Kata kunci : Baja tulangan, korosi, selaput pasif, ion agresif, proteksi katodi
AKSESIBILITAS JEMBATAN PENYEBERANGAN ORANG (JPO) BAGI PENYANDANG DIFABEL DI KOTA BANDA ACEH MENURUT PERSEPSI MASYARAKAT
Transportasi merupakan kegiatan memindahkan orang/barang dari suatu tempat ke tempat lain. Fasilitas yang digunakan termasuk sarana dan prasarana transportasi yang fungsinya harus dapat digunakan oleh semua orang tanpa kecuali penyandang difabel. Untuk itu, studi tentang penyediaan kelengkapan prasarana untuk penyandang difabel dirasa perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana kelengkapan jembatan penyeberangan orang yang mudah digunakan oleh penyandang difabel serta mengetahui kondisi dan alternatif penanganan aksesibilitas jembatan penyeberangan orang terhadap penyandang difabel berdasarkan persepsi masyarakat dan instansi terkait. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapangan, membagikan kuesioner untuk mengetahui persepsi responden dan wawancara kepada para key informant. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara deskriptif. Data hasil kuesioner diolah menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jembatan penyeberangan orang di Jalan Tgk. Daud Beureueh dalam kondisi tidak baik bagi penyandang difabel. Hasil kajian juga menyarankan agar pada masa yang akan datang agar pengambil keputusan sudah seharusnya mengakomodasi kebutuhan akan para difabel untuk dapat menggunakan jembatan penyeberangan secara mandiri dengan memberikan akses sebaik mungkin dan melengkapi fasilitas.Kata-kata Kunci: Jembatan Penyeberangan Orang, Difabel, Aksesibilitas, Jalan Tgk. Daud Beureueh, Persepsi
SENSITIVITAS KELAYAKAN EKONOMI PADA RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAWE ALAS - PEDESI KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH
Abstrak Elemen-elemen dasar biaya dan manfaat dalam analisis kelayakan proyek jarang diwakili oleh hanya satu nilai yang benar dan pasti. Dengan demikian hasil studi kelayakan ekonomi proyek juga bukanlah kepastian. Untuk itu perlu dilihat sejauh mana perubahan elemen biaya dan manfaat terhadap kelayakan ekonomi proyek. Cara sederhana untuk melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan analisis sensitivitas. Pada analisis sensitivitas kelayakan ekonomi ini dilihat sejauh mana perubahan tingkat kelayakan jika terjadi perubahan pada komponen biaya dan manfaat. Analisis sensitivitas pada kajian ini dilakukan pada rencana proyek pembangunan jembatan Lawe Alas - Pedesi di Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. Skenario sensitivitas yang dilakukan di sini mencoba melihat pengaruh pertambahan biaya dan berkurangnya manfaat terhadap kelayakan ekonomi proyek pembangunan jembatan tersebut. Dengan demikian tingkat resiko kelayakan ekonomi dapat diketahui. Kata kunci: Study kelayakan, kelayakan ekonomi, analisis sensitivitas Abstract The basic elements of costs and benefits in a project feasibility analysis are not represented by a single one as a definite value. Consequently, the results of the project\u27s economic feasibility study are also uncertain. Based on that reason, it is necessary to see the influence of variability of the elements of costs and benefits to the economic feasibility of the project. A simple way to determine the feasibility variability is by doing sensitivity analysis scenario. In this feasibility sensitivity analysis, the variability of costs and benefitsare done by increasing the cost and lowering the benefit. The sensitivity analysis in this study was applied to the new Lawe Alas - Pedesi bridge construction project in Aceh Tenggara District Aceh Province. The sensitivity scenario done in order to determined the effect of increased costs and reduced benefits on the economic feasibility. Thus the level of risk of economic feasibility can be also determined. Keywords: feasibility study, economic feasibility, sensitivity analysi
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN JALAN TOL
JAbstrak Jalan Tol Pemalang-Batang merupakan bagian dari jalan tol Tans Jawa yang terbentang sepanjang 39,2 kilometer (km). Jalan Tol merupakan jalan berbayar dan pelayanan harusnya lebih baik dari pada jalan non tol. Selama periode 2019 terdapat kecelakaan sebanyak 182 kejadian dan sempat terjadi jalan retak sepanjang 30 meter. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan jalan dan apakah ada pengaruh antara Pavement Condition Index (PCI) dan International Roughness Index (IRI) dengan jumlah kejadian kecelakaan. Metode yang digunakan adalah Pavement Condition Index (PCI) atau indeks kondisi perkerasan dan International Roughness Index (IRI) atau indeks ketidakrataan jalan. Hasilnya dengan metode PCI mempunyai nilai rata-rata 94,93 dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 16. Sedangkan metode IRI menghasilkan nilai IRI rata-rata 2,48 dengan nilai tertinggi 8,62 dan nilai terendah 0,66. PCI mempunyai pengaruh 16,67% terhadap kejadian kecelakaan sedangkan IRI mempunyai pengaruh 0%, dan tidak ada hubungan antara kecelakaan dengan kerusakan jalan khususnya di jalantol Pemalang-Batang..Kata kunci: Jalan Tol,PCI dan IRI, Kecelakaan, Keselamatan Jalan Abstract Pemalang-Batang Toll Road is part of the Trans Java toll road that stretches 39.2 kilometers (km). Toll roads are paid roads and services should be better than non-toll roads. However, in the field, the condition of toll roads is no better than non-toll roads. Accidents happen almost every day with various causes. The purpose of this study was to determine whether there is an influence between the Pavement Condition Index (PCI) and the International Roughness Index (IRI) on the number of accidents, especially on the Pemalang-Batang toll road. The method used is the Pavement Condition Index (PCI) or the index of pavement conditions and the International Roughness Index (IRI) or the road unevenness index. The PCI analysis method shows that the Pemalang-Batang Toll road has an average PCI value of 94.93, the highest PCI is 100 and the lowest PCI is 16. Whereas in the IRI analysis method it results that the average IRI value is 2.48, the highest IRI is 8, 62 and the lowest IRI was 0.66. And the relationship with accidents is that PCI has an effect of 16.67% while IRI has an effect of 0%. The causes of accidents are lack of anticipation, drowsiness, and tire burst Keywords: Toll road,PCI and IRI, accident, road safet
PERBANDINGAN PERILAKU PERBAIKAN TANAH METODE PRELOADING VAKUM DAN PRELOADING TIMBUNAN DENGAN ELEMEN HINGGA 2D
Abstrak Perbaikan tanah lunak dengan pra-beban (preloading) dimaksudkan untuk mereduksi penurunan pada masa operasional dan meningkatkan kekuatan tanah. Preloading dalam perbaikan tanah lunak biasanya dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) guna mempercepat proses disipasi air pori. Metode preloading dapat dilakukan dengan cara konvensional menggunakan timbunan ataupun dengan tekanan vakum. Untuk mengetahui perilaku preloading dengan tekanan vakum ini digunakan metode elemen hingga 2D menggunakan program bantu ABAQUS (berasal dari nama alat hitung Abacus). Hasil analisis menunjukan pada hari ke 217 perbaikan preloading vakum menghasilkan penurunan sebesar 1,23 m dan preloading timbunan menghasilkan penurunan sebesar 1,18 m, namun pola penurunan yang terjadi dengan preloading vakum terlihat lebih besar pada 35 hari pertama perbaikan. Pada perubahan tekanan air pori preloading vakum menunjukan reduksi tekanan air pori, sedangkan dengan preloading timbunan tekanan air pori meningkat pada masa konstruksi dan tereduksi pada masa perbaikan. Lebih lanjut pada perilaku deformasi lateral di kaki timbunan, metode preloading vakum menunjukan pergerakan lateral ke arah dalam area perbaikan sedangkan dengan preloading konvensional pergerakan lateral tanah terjadi ke arah luar area perbaikan. Kata kunci: ABAQUS, Elemen Hingga 2D, Perbaikan Tanah, Vakum Preloading Abstract Improvement of soft soil by preloading is intended to lower the settlement of operation time and increasing soil strength. Preloading in the improvement of soft soil usually combined with Prefabricated Vertical Drain (PVD) to accelerate the pore water dissipation process. The preloading method can be done in a conventional way using the embankment or vacuum pressure. To find out the behaviour of preloading with this vacuum pressure, we used the finite element method 2D by using the ABAQUS support program. The result of the analysis shows on the 217th day, vacuum preloading improvement produces a settlement by 1.23 m and the embankment preloading produce 1.18 m, but the settlement pattern that occurs with preloading vacuum was seen to be greater in the first 35 days of improvement. In terms of changes in pore water pressure on vacuum preloading shows that the pattern of pore water pressure is reduced, while with pore eater pressure on preloading heap increased during construction and reduced during improvement. Further on the lateral movement behaviour in the toe of the embankment, the vacuum preloading method shows the lateral movement towards the improvement area while embankment preloading shows the lateral movement occurs towards the outside of the improvement area. Keywords: ABAQUS, Finite Element 2D, Soil Improvement, Vacuum Preloadin