Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    Analisis Penetapan Harga Jual Air Bersih Pada SPAMDES Tirto Sari, Kulon Progo

    Get PDF
    Abstrak Pengelolan SPAMDes Tirtosari masih memperhitungkan biaya operasional dan harga pokok produksi berdasarkan perkiraan dan kesepakatan bersama, belum mempertimbangan biaya produksi. Metode full costing untuk memperhitungkan harga pokok produksi, kemudian digunakan metode cost plus pricing dan rumus berdasarkan Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 untuk menentukan harga jual air. Dari hasil analisis, biaya operasional terbesar terjadi pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp. 64.273.209. Selain itu diperoleh nilai harga jual air per m3 yang lebih tinggi dibandingkan harga pokok produksinya. Seperti pada tahun 2022, harga pokok produksi yang dihasilkan sebesar Rp. 1.899 dan harga jual yang dihasilkan sebesar Rp. 2.713. Hasil perhitungan harga jual air per m3 yang mengacu pada metode cost plus pricing dan Permendagri Nomor 71 Tahun 2016 dengan menambahkan nilai laba pada perhitungannya juga menunjukkan nilai yang lebih besar dibanding harga pokok produksi air yang telah dihitung sebelumnya yaitu berkisar antara Rp. 3.940 - Rp. 9.158. Jika perusahaan menetapkan harga jual air sesuai hasil perhitungan, maka perusahaan sudah mampu untuk menutupi biaya operasional air serta mendapatkan laba. Kata kunci: Biaya operasional, harga pokok produksi, full costing, harga jual, cost plus pricing  Abstract Management of SPAMDes Tirtosari still takes into account operational costs and cost of production based on estimates and mutual agreement, not considering production costs. The full costing method is used to calculate the cost of production, then the cost plus pricing method and the formula based on Permendagri Number 71 of 2016 are used to determine the selling price of water. From the results of the analysis, the largest operational costs occurred in 2018 which amounted to Rp. 64,273,209. In addition, the selling price of water per m3 is obtained which is higher than the cost of production. As in 2022, the cost of production produced is Rp. 1,899 and the resulting selling price is Rp. 2,713. The results of the calculation of the selling price of water per m3 which refers to the cost plus pricing method and Permendagri Number 71 of 2016 by adding the profit value to the calculation also shows a value that is greater than the cost of water production that has been calculated previously, which ranges from Rp. 3.940 - Rp. 9,158. If the company determines the selling price of water according to the calculation results, then the company is able to cover the operational costs of water and earn a profit Keywords: Operational cost, cost of production, full costing, selling price, cost plus pricing

    Pengaruh Abu Sekam Kayu Pada Nilai Unconfined Compression Strength Lempung Plastisitas Tinggi Terstabilisasi Semen Kapur

    Get PDF
    Abstrak Perbaikan lempung dengan semen, kapur, dan abu sekam (RHA) terbukti meningkatkan kuat geser dan daya dukung. Kandungan silika abu sekam kayu (ASK) hampir sama dengan RHA. Penelitian melihat pengaruh ASK pada lempung terstabilisasi semen dan kapur. Pengujian Tekan bebas (UCS) dilakukan untuk membandingkan nilai kuat tekan bebas (qu) lempung asli, lempung distabilisasi semen, dan kombinasi semen dan kapur dan/atau ASK. Sampel diuji pada empat kondisi. Hasil UCS tanpa pemeraman, nilai qu seragam. Pada kondisi tanpa pemeraman dan perendaman, nilai qu semua variasi relatif sama. Pada kondisi pemeraman dan tanpa perendaman, nilai qu berkisar 365 kPa sampai dengan 485 kPa untuk campuran dengan ASK dan kombinasi kapur dengan ASK. Penambahan kapur 10% meningkatkan nilai qu lebih 1100 kPa. Hasil UCS membuktikan, kapur lebih optimal meningkatkan nilai qu dibanding ASK. Penggantian kapur dengan ASK 4% sampai 6% meningkatkan nilai qu menjadi 485 kPa (rendaman) dan menjadi 475 kPa (tanpa rendaman). Kata kunci: Abu sekam Kayu, Kapur, lempung, semen, stabilisasi  Abstract Clay stabilized with cement, lime, and rice hush ash (RHA) has been increasing shear strength and bearing capacity. The silica content of wood husk ash (ASK) is almost the same as RHA. The study seen effect of ASK on clay-cement and lime. Unconfined Compression Strength (UCS) is performed and compare unconfining strength values (qu) of clay, clay-cement, and cement and lime and/or ASK. Sampel was tested on four conditions. UCS results without watering, uniform qu value. Conditions non-curing and soaked, the qu values of all variations are relatively the same. In curing and unsoaked conditions, qu values range from 365 kPa to 485 kPa for ASK and lime with ASK. Adding 10% lime increases qu value more than 1100 kPa. Stabilized with lime is more optimal than ASK to increase qu. Subtitution lime with ASK 4% to 6% increases qu value to 485 kPa (soaked) and to 475 kPa (unsoaked). Keywords: clay, cement, lime, sawdust ash, stabilization

    Evaluasi Jari-Jari Tikungan Jalan (Studi Kasus Simpang Dama Kecamatan Tanah Pasir Kabupaten Aceh Utara)

    Get PDF
    Abstrak Jalan Propinsi di wilayah Kabupaten Aceh Utara terdapat banyak tikungan yang dibuat sejak zaman penjajahan dan disainnya tidak sesuai dengan ketentuan disain tikungan yang ditetapkan oleh Bina Marga karena pada saat itu tidak terlalu penting kesesuaian disain kar ena yang diutamakan adalah adanya jalan dengan tikungan apa adanya untuk keperluan transportasi dan mobilitas masyarakat. Salah satu tikungan yang ada terdapat pada Simpang Dama, Kecamatan Tanah Pasir. Pada penelitian ini ingin diketahui kondisi eksisting tikungan dan kondisi tikungan standar sesuai dengan yang diatur pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil penelitian menggambarkan bahwa kecepatan rata-rata pada daerah tikungan adalah 28-45 km/jam dengan panjang lengkung (Lc) adalah 20 meter. Jari-jari tikungan pada kondisi eksisting yang diukur menggunakan alat Global Positioining System (GPS) Hiper II adalah 33,80 m, sedangkan jari-jari tikungan yang diperlukan adalah 80 m sesuai dengan kecepatan rencana sebesar 50 km/jam, hal ini menggambarkan bahwa jari-jari tikungan kondisi eksisting di Simpang Dama tidak memenuhi persyaratan Bina Marga 1997. Kata kunci: Evaluasi, Jalan Raya, Jari-jari tikungan, Kenyamanan  Abstract The provincial road in the North Aceh Regency area has many bends made since the colonial era and the design is not in accordance with the bend design provisions set by Bina Marga because at that time the suitability of the design was not too important because the priority was the existence of a winding road for public transportation purposes. and mobility. One of the bends is located at Simpang Dama, Tanah Pasir District. In this study, we want to know the existing bend conditions and standard bend conditions as regulated in the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI). The results of the study illustrate that the average speed in the bend area is 28-45 km/hour with a bend length (Lc) of 20 meters. The bend radius in the existing condition as measured using the Global Positioning System (GPS) Hiper II is 33.80 m, while the required bend radius is 80 m according to the design speed of 50 km/hour. - The bend radius at Simpang Dama does not meet the 1997 Highways requirements. Keywords: Evaluation, Highway, Radius of bend, Comfor

    Analisis Kelayakan Ekonomi Bangunan Bronjong Tebing Sungai Dalam Upaya Pengendalian Erosi

    Get PDF
    Abstrak Studi Kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan seperti investor atau pemerintah. Salah satu program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat adalah dengan membangun fasilitas atau konstruksi yang dapat berpengaruh pada perekonomian masyarakat atau untuk keselamatan masyarakat, salah satunya yaitu bronjong. Pembangunan bronjong sebagai tebing sungai di Desa Padang Mancang, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat diharapkan dapat memberikan keselamatan bagi warga yang tinggal di sekitar sungai dikarenakan pengikisan tebing sungai yang semakin parah. Pembangunan bronjong ini disarankan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Dinas PU Pengairan untuk mengetahui tentang studi kelayakan ekonominya. Biaya modal yang dikeluarkan untuk pembangunan bronjong adalah sebesar Rp. 8.684.106.116,- dan biaya tahunan yang dikeluarkan (biaya operasional dan pemeliharaan) adalah sebesar Rp. 37.111.565,-. Manfaat yang diperoleh dengan adanya pembangunan bronjong didapat senilai Rp. 7.214.000.000,-. Studi Kelayakan Ekonomi Pada Pembangunan Bronjong Tebing Sungai bertujuan untuk mengetahui layak atau tidak proyek tersebut dijalankan dengan menggunakan metode NPV (Net Present Value), dan BEP (Break Even Point). Studi kelayakan ini menggunakan suku bunga 5% dan umur ekonomi bangunan 65 tahun. Hasil nilai NPV yang diperoleh sebesar Rp. 397.600.237,- atau NPV > 0 dan BEP terjadi pada tahun ke-60 bulan ke-6, sehingga waktu pengembalian modal kurang dari umur ekonomis proyek, yaitu 65 tahun. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proyek pembangunan bronjong ini layak dilaksanakan dan dibangun untuk menghindari erosi pada tebing sungai. Kata kunci: Studi Kelayakan, bronjong, NPV, BEP.  Abstract A feasibility study is needed by many groups such as investors or the government. One of the government\u27s programs for the welfare of the community is to build facilities or construction that can affect the economy of the community or for the safety of the community, one of which is the gabion. The construction of gabions as river cliffs in Padang Mancang Village, Kaway XVI District, West Aceh Regency is expected to provide safety for residents living around the river due to the increasingly severe erosion of river cliffs. The construction of gabions is suggested to be used as evaluation material for the Dinas PU Pengairan to find out about its economic feasibility study. The capital cost spent for the construction of gabions is Rp. 8,684,106,116, - and the annual cost incurred (operational and maintenance costs) is Rp. 37,111,565, -. The benefits obtained from the construction of gabion are valued at Rp. 7,214,000,000, -. The Economic Feasibility Study on the Development of the River Cliffs Gabion aims to determine whether the project is feasible or not to be carried out using the NPV (Net Present Value) and BEP (Break Even Point) methods. This feasibility study uses primary data, secondary data and assumptions to be used in the calculation of cash flow analysis. By using an interest rate of 5% and an economic age of 65 years, the NPV value obtained is Rp. 397,600,237, - and BEP occurs in the 60th year of the 6th month. The results of the three methods indicate that the gabion construction project is feasible to implement or build. Keywords: Feasibility Study, Gabion, NPV, BE

    Efektivitas Penggunaan Difa SS Pada Soil-Bottom Ash Dan Soil Cement Dalam Meminimalkan Kerusakan Sub-Grade Jalan

    Get PDF
    Abstrak Salah satu penyebab kerusakan jalan adalah seringnya struktur perkerasan jalan terendam air saat musim hujan. Tanah lempung berplastisitas tinggi mempunyai sifat fisik dan teknik yang kurang baik jika digunakan sebagai lapisan tanah dasar (sub grade), karena mempunyai sifat kembang susut yang tinggi dan nilai CBR yang rendah jika terendam air. Stabilisasi menggunakan chemical additive dan limbah pabrik merupakan salah satu cara untuk memperbaiki sifat fisik dan teknik tanah, di mana akan memberikan hasil yang memadai jika komposisi campuran yang digunakan sesuai dan tepat. Oleh sebab itu akan diteliti efektifitas penggunaan aditif Difa SS pada Soil-Bottom ash dan Soil-Cement dengan melakukan pengujian CBR laboratorium unsoaked dan soaked. Hasil penelitian didapatkan bahwa penambahan Difa SS tidak memberikan peningkatan nilai CBR soaked pada Soil-bottom ash. Nilai CBR soaked Soil-Cement menunjukkan peningkatan dan lebih besar dibandingkan nilai CBR unsoaked sehingga Difa SS lebih efektif digunakan sebagai chemical additive pada Soil-Cement dalam usaha meminimalkan kerusakan jalan. Kata kunci: tanah-bottom ash, tanah-semen, Difa soil stabilizer.  Abstract One of the causes of road damage is that the pavement structure is often submerged in water during the rainy season. High plasticity clays soils have poor physical and technical properties when used as a subgrade layer, because they have high sweeling and shrinkage properties and low CBR values when submerged in water. Stabilization using chemical additives and factory waste is one way to improve the physical and engineering properties of the soil, which will give adequate results if the composition of the mixture used is appropriate and appropriate. Therefore, the effectiveness of the use of Difa SS additive in Soil-Bottom ash and Soil-Cement will be investigated by conducting unsoaked and soaked laboratory CBR testing. The results showed that the addition of Difa SS did not increase the soaked CBR value in soil-bottom ash. Soil-Cement soaked CBR value shows an increase and is greater than the unsoaked CBR value so that Difa SS is more effectively used as a chemical additive in Soil-Cement in an effort to minimize road damage. Keywords: soil-bottom ash, soil-cement, Difa soil stabilizer

    Efektivitas Metode Calcite Precipitation Dengan Biocatalyst Bubuk Kedelai Sebagai Metode Biogrouting Untuk Mencegah Likuifaksi Tanah Pasir

    Get PDF
    Abstrak Likuifaksi merupakan fenomena perubahan konsistensi tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair akibat gempa bumi. Metode calcite precipitation merupakan salah satu metode inovatif untuk mitigasi likuifaksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode calcite precipitation dengan biocatalyst bubuk kedelai sebagai metode biogrouting pada tanah terlikuifaksi. Penelitian ini menggunakan sampel tanah berpotensi likuifaksi dengan variasi gradasi. Pengujian pengendapan kalsit diperlukan untuk menentukan komposisi optimum larutan calcite precipitation. Evaluasi efektivitas pada tanah dilakukan dengan pengujian distribusi kalsit dan penentuan nilai kekuatan tanah berdasarkan kurva hubungan antara kadar kalsit dan nilai UCS. Hasil pengujian pengendapan kalsit didapatkan konsentrasi bubuk kedelai 15 g/L sebagai komposisi optimum larutan calcite precipitation. Nilai kadar kalsit maksimum yang terbentuk di sampel pasir halus, sedang, dan kasar berturut-turut sebesar 4,96; 6,12; dan 1,32 % sehingga mampu menghasilkan nilai prediksi UCS sebesar 132, 172, dan 59 kPa. Hasil penelitian ini didapatkan metode calcite precipitation dengan biocatalyst bubuk kedelai terbukti efektif diaplikasikan pada sampel pasir untuk meningkatkan kekuatan tanah sehingga mampu mencegah terjadinya peristiwa likuifaksi. Kata kunci: bubuk kedelai, gradasi tanah, kalsit, likuifaksi Abstract Liquefaction was a phenomenon of change in soil consistency from a solid state to a liquid state due to the earthquake. Calcite precipitation method may be one of the innovative methods for liquefaction mitigation. The purpose of this research was to evaluate the effectiveness of the calcite precipitation method with soybean powder biocatalyst as a biogrouting method in liquefied soil. This research used potentially liquefied soil samples with various gradations. A precipitation test was needed to determined the optimum composition of the calcite precipitation solution. Evaluation of the effectiveness on soil was carried out by calcite distribution test and determining the value of soil strength based on the correlation curve between calcite contents and UCS values. The result of the precipitation test showed that 15 g/L soybean powder concentration was the optimum composition of the calcite precipitation solution. Maximum calcite content values had formed in fine, medium, and coarse sand sample was 4,96; 6,12; and 1,32 % so that able to produced UCS prediction values of 132, 172, and, 59 kPa.  The results of this research show that calcite precipitation method with soybean powder biocatalyst proved to be effective on sand samples to improved the strength of the soils so can prevented liquefaction. Keywords: calcite, liquefaction, soil gradation, soybean powder

    Kinerja Simpang Pendem Kota Batu di Era Pandemi Covid-19 (Jl. Ir. Soekarno - Jl. Dr. M. Hatta)

    Get PDF
    Abstrak Pandemi Covid-19 yang berawal di tahun 2019 sampai sekarang yaitu tahun 2022, memberikan pengaruh yang cukup besar pada pergerakan manusia, barang, dan jasa. Terjadinya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan berbagai istilah yang ada sebelumnya, mengharuskan masyarakat membatasi kegiatannya di luar rumah sehingga mayoritas aktifitas masyarakat dilakukan dari rumah atau biasa disebut dengan work from home (WFH). Banyaknya sektor pariwisata yang tersebar di Kota Batu yang tutup berpengaruh besar pada jumlah volume kendaraan yang menuju arah Kota Batu. Penurunan jumlah kendaraan berpengaruh pada kinerja simpang Pertigaan Pendem. Metode yang digunakan untuk mengetahui kinerja simpang yaitu berdasarkan manual kapasitas jalan Indonesia tahun 1997. Parameter kinerja simpang adalah derajat kejenuhan, tundaan, probabilitas antrian. Dari perhitungan didapatkan nilai DS adalah 0,31 dengan nilai tundaan berkisar antara 2,39 sampai 7,06. Sehingga kinerja simpang berada pada level B yaitu Baik. Selama masa pandemic Covid 19, terutama pada saat diberlakukannya PPKM level 1-4, dan pada saat survei dilaksanakan, Malang Raya sedang berada pada PPKM Level 3. Hal ini menyebabkan penurunan tingkat volume kendaraan sebesar 83,7%. Penurunan volume kendaraan ini menyebabkan kinerja simpang Pendem juga berada pada level B dari sebelumnya level F. Kata kunci: Pertigaan Jl. Ir. Soekarno - Jl. Dr. M. Hatta, MKJI 1997, DS, tundaan, antrian Abstract The Covid-19 pandemic, which began in 2019 until now, in 2022, has considerably influenced the movement of people, goods, and services. The implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) requires the community to limit their activities outside the home so that most activities are carried out from home or work from home (WFH). The number of tourism sectors scattered in Batu City, which is closed, affects the volume of vehicles heading towards Batu City. The decrease in the number of vehicles affects the performance of the Pendem T-junction. The method used to determine the performance of the intersection is based on the 1997 Indonesian road capacity manual. The performance parameters of the intersection are the degree of saturation, delay, and queue probability. From the calculation, the DS value is 0.31, with a delay value ranging from 2.39 to 7.06. The performance of the intersection is at level B, which is Good. During the survei was conducted, Malang Raya was at PPKM Level 3. This condition caused a decrease in vehicle volume levels by 83.7%. This decrease in vehicle volume causes the performance of the Pendem intersection to be at level B from the previous level F. Keywords: Jl. Ir. Soekarno - Jl. Dr. M. Hatta Junction, MKJI 1997, degree of saturation, delay, queu

    Studi Optimasi Alokasi Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Sarangan Kabupaten Madiun Dengan Program Dinamik

    Get PDF
    Abstrak Daerah Irigasi Sarangan merupakan salah satu daerah irigasi yang memiliki permasalahan ketersediaan air, yaitu air yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan upaya pengelolaan air secara optimal dengan teknik optimasi. Teknik optimasi yang digunakan adalah program dinamik deterministik. Tujuan penelitian adalah mengoptimalkan alokasi air irigasi sehingga diperoleh keuntungan yang maksimum. Fungsi tujuan optimasi adalah keuntungan maksimum dengan fungsi kendala berupa luas lahan dan ketersediaan debit. Pola tata tanam yang digunakan sesuai dengan Rencana Tata Tanam Global (RTTG) periode 2021-2022. Berdasarkan hasil optimasi, diperoleh peningkatan luas tanam serta keuntungan pada Musim Tanam I sebesar 3%, pada Musim Tanam II sebesar 6%, dan pada Musim Tanam III sebesar 7%. Penelitian ini dapat bermanfaat bagi dinas terkait untuk mengetahui pemberian air optimal yang dapat menghasilkan keuntungan maksimum berdasarkan ketersediaan air yang ada pada Daerah Irigasi Sarangan. Kata kunci: optimasi, irigasi, program dinamik, deterministik    Abstract The Sarangan Irrigation Area has a problem, namely that there is not enough water to meet irrigation water needs. Optimization techniques are needed based on these problems optimal water management efforts are required. This research aims to optimize irrigation water allocation to obtain maximum profit. The optimization technique used is a deterministic dynamic program. The optimization objective function is the maximum profit with the constraint functions in the form of land area and the availability of discharge. The cropping pattern follows the Global Planting Plan (RTTG) for 2021-2022. Based on the optimization results, it was found that the increase in planted area and profits in the first planting season was 3%, in the second planting season it was 6%, and in the third planting season it was 7%. This research can be useful for the relevant agencies to find out the optimal water supply that can produce maximum profit based on water availability in the Sarangan Irrigation Area. Keywords: optimization, irrigation, dynamic programming, deterministi

    PEMODELAN TARIKAN PERJALANAN PADA UNIVERSITAS AL MUSLIM BIREUEN

    Get PDF
    Sebagai salah satu area tata guna lahan, pusat kegiatan pendidikan mempunyai intensitas yang cukup tinggi dalam menarik pergerakan, Universitas Almuslim (Unimus) sebagai pusat pendidikan yang berada di kota Matang Glumpangdua Kabupaten Bireuen memberi pengaruh besar terhadap arus pergerakan manusia dan menimbulkan tarikan perjalanan yang berimplikasi pada peningkatan volume lalu lintas. Untuk itu diperlukan kajian mengenai besarnya tarikan perjalanan yang ditimbulkan oleh pusat pendidikan tersebut. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis angkutan dan memodelkan tarikan perjalanan menuju pusat pendidikan. Data primer diperoleh melalui survey tarikan perjalanan, sedangkan data sekunder diperoleh dari administrasi pusat pendidikan berupa data variabel indepeden yaitu luas total lahan, luas lantai aktivitas, luas areal parkir, jumlah mahasiswa, dan jumlah karyawan dan dosen. Hasil analisis penggunaan jenis angkutan menuju Unimus menunjukkan 97,41% menggunakan jenis angkutan sepeda motor, 1,92% mobil, dan 0,67 becak. Dari hasil analisis regresi diperoleh persamaan untuk tarikan perjalanan 1 hari yaitu Y1 = 451,28 + 0,07 .X4 (R2 = 0,960), untuk satu jam puncak pagi Y2 = 43,96 + 0,02 .X4 (R2 = 1,000), dan untuk satu jam puncak siang/sore Y3 = 67,15 + 0,08 .X4 (R2 = 0,887) dimana ketiga persamaan tersebut dipengaruhi oleh variabel independen X4 (jumlah mahasiswa).Kata Kunci: tarikan perjalanan, bangkitan perjalanan, pusat pendidika

    HUBUNGAN NILAI CBR DAN SAND CONE LAPISAN PONDASI BAWAH PADA PERKERASAN LENTUR JALAN

    Get PDF
    Lapisan podasi bawah konstruksi sebuah jalan merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam menentukan kestabilan (kekuatan) dari kostruksi jalan. Besaran nilai daya dukung lapis pondasi bawah sangat dipengaruhi (ditentukan) oleh besar atau kecilnya nilai CBR dari lapis tersebut. Nilai daya dukung subbase didapat dengan menggunakan alat uji CBR. Sand cone digunakan untuk menguji kepadatan dari lapisan lapisan pondasi bawah. Metode yang digunakan adalah dengan cara melakukan pengujian langsung di lapangan untuk memperoleh nilai CBR lapangan. Sedangkan untuk memperoleh nilai sand cone dengan cara mengambil langsung material dari lapangan yang telah dipadatkan dengan menggunakan alat uji sand cone kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Pelaksanaan pengujian mengikuti prosedur-prosedur pengujian sesuai standar yang berlaku baik yang dikeluarkan oleh bina marga maupun oleh AASTHO. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan (kolerasi) nilai CBR dan nilai Sand cone terhadap ketebalan lapisan pondasi bawah pada sebuah kontruksi jalan. Berdasarkan hasil tes CBR nilai yang didapat antara 60,27 % s.d 72,87 % sedang Sand Cone antara 59,88 % s.d 62,71 %. Setelah dirata-ratakan nilai CBR dan Sand Cone menjadi 62,48 % dan 60,44 %. Dari hasil pengujian korelasi Product Moment diperoleh nilai korelasi sebesar -0,225. Hal ini menunjukkan hubungan yang negatif antara nilai CBR dan Sand Cone. Selanjutnya dari hasil uji signifikansi koefisien korelasi diperoleh nilai t hitung = -0,730, nilai t hitung ini lebih kecil dari t tabel = 2,228 dengan derajat kebebasan 12 -2 = 10 dan taraf kesalahan 5 % untuk uji 2 pihak, jadi dapat disimpulkan Ho diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan antara nilai CBR dan Sand Cone.Kata kunci: CBR, Sand Cone, dan Korelasi Product Momen

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇