Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    Analisis Lendutan Perkerasan Kaku Pada Tanah Lempung Menggunakan Metode Elemen Hingga

    Get PDF
    Abstrak Perkerasan kaku menjadi struktur perkerasan yang banyak digunakan di atas tanah dasar dengan daya dukung rendah dikarenakan konstruksi dari perkerasan kaku memiliki sifat kekakuan yang mampu menahan beban roda kendaraan dan meneruskan secara lebih luas ke tanah dasar. Analisis lendutan yang terjadi akibat beban yang bekerja perlu dilakukan agar tidak melampaui persyaratan lendutan izin. Hal tersebut dikarenakan lendutan yang terjadi dapat mempengaruhi stabilitas struktur, kinerja dari perkerasan kaku, dan umur rencana jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lendutan pada perkerasan kaku dengan variasi tebal pelat dan variasi posisi pembebanan. Metode penelitian ini menggunakan analisis metode elemen hingga. Variasi tebal pelat yang digunakan adalah 150 mm; 200 mm; 250 mm; 300 mm; dan 350 mm dengan posisi pembebanan tengah, ujung, dan tepi. Lendutan perkerasan untuk pembebanan tengah dan pembebanan tepi memenuhi persyaratan lendutan izin, sedangkan untuk pembebanan ujung hanya tebal pelat 150 mm saja yang memenuhi persyaratan lendutan izin. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh daya dukung tanah yang rendah. Tebal pelat berpengaruh pada nilai lendutan; semakin tebal pelat, kekakuan pelat semakin tinggi maka nilai lendutan akan semakin kecil. Kata kunci: lendutan, metode elemen hingga, perkerasan kaku, tanah lempung   Abstract Rigid pavement is widely used on low bearing capacity subgrade because the construction has a rigidity that can withstand vehicle wheel loads and transmit more widely to the subgrade. The analysis of the deflection that occurs due to the load needs to be carried out so that it does not exceed the permit deflection requirements because the deflection can affect the stability of the structure, the performance of rigid pavement, and the design life of the road. The purpose of this study was to determine the deflection of rigid pavement with variations in plate thickness and variations in loading positions. This research method uses the finite element method. The variation of plate thickness used is 150 mm; 200 mm; 250 mm; 300 mm; and 350 mm with center, end, and edge loading positions. Pavement deflection for center loading and edge loading meets the permit deflection requirements, while for end loading, only 150 mm thick slabs meet the permit deflection requirements. That can be caused by the low bearing capacity of the soil. Plate thickness is influential on the deflection; the thicker the plate, the higher the stiffness of the plate, the smaller the deflection will be. Keywords: deflection, finite element method, rigid pavement, cla

    Evaluasi Perkuatan Eksisting Bronjong Pada Kasus Kelongsoran Jalan Cisasawi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat

    Get PDF
    Abstrak Jalan Cisasawi mengalami kelongsoran pada tahun 2020. Usaha penanganan kelongsoran telah dilakukan oleh warga, menggunakan Bronjong. Hanya saja, perencanaan perkuatan tersebut tidak memperhitungkan persyaratan yang berlaku. Agar tidak terjadi kejadian serupa, perlu dilakukan evaluasi terhadap perkuatan tersebut. Evaluasi dimulai dengan pengumpulkan data dengan cara pengukuran geometri lereng dan pengujian tanah. Analisis stabilitas dilakukan menggunakan software Geostudio. Evaluasi dilakukan di akhir untuk mengetahui apakah konstruksi perkuatan lereng eksisting tersebut cukup aman atau tidak. Dari hasil analisis didapatkan bahwa nilai SF dari lereng eksisting (sebelum adanya bronjong) sebesar 0,504. Kondisi ini sesuai dengan lapangan yaitu lereng mengalami kelongsoran. Hasil analisis stabilitas lereng setelah diperkuat dengan Bronjong adalah SF sebesar 1,014. Nilai SF ini tidak memenuhi yang disyaratkan SNI 8460-2017 faktor keamanan dalam kondisi gempa SF lebih besar dari 1,1 sehingga diperlukan alternatif perkuatan tambahan lereng. Alternatif perkuatan tambahan lereng dilakukan memperbesar dimensi bronjong. Dari hasil analisis perkuatan tambahan didapatkan SF sebesar 1,277. Kata kunci: Perkuatan lereng, longsor, bronjong, angka keamanan  Abstract Cisasawi Road experienced a landslide in 2020. Landslide handling efforts have been carried out by residents, in the form of strengthening gabions. However, the retrofitting plan does not take into account requirements. In order to avoid similar incidents, it is necessary to evaluate the reinforcement. This evaluation begins with collecting data by measuring slope geometry and soil testing. Stability analysis was performed using GeoStudio software. Evaluation is carried out at the end of the analysis to determine whether the existing slope reinforcement construction is safe enough or not. From the results of the analysis, it was found that the SF value of the existing slope (before the gabions) was 0.504. This condition is in accordance with the field, namely the slope is sliding. The result of slope stability analysis after reinforced with Gabions is SF  1.014. This SF value does not meet the required SNI 8460-2017 safety factor in earthquake conditions SF > 1.1 so that additional slope reinforcement alternatives are needed. An alternative to additional slope reinforcement is to increase the gabion dimensions. From the results of the additional reinforcement analysis, it was found that SF 1,277. Keywords: Slope reinforcement, landslide, gabion, safety facto

    Aplikasi Teknologi Pemanenan Air Hujan (PAH) Sebagai Sumber Air Bersih di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)

    Get PDF
    Abstrak PPI di desa Meunasah Keudee kecamatan Mesjid Raya kabupaten Aceh Besar sejak pembangunannya tahun 2013 sampai saat ini belum tersedia fasilitas air bersih yang dibutuhkan nelayan saat pendaratan. Kebutuhan air untuk membersihkan diri (sanitasi), mencuci bagian dalam kapal, dan mencuci hasil tangkapan sulit diperoleh dan sangat minim. Akibat dari keterbatasan tersebut para nelayan harus membeli air bersih melalui depot penjualan yang datang khusus saat kapal mendarat. Hal ini tentu saja cukup memberatkan nelayan dan mengurangi hasil pendapatan mereka. Tujuan dari kegiatan ini adalah penyediaan air bersih dengan menerapkan teknologi tepat guna berupa pemanenan air hujan (PAH) dari atap salah satu bangunan PPI yang ada dan ditampung ke tandon air berkapasitas 1000l. Dari hasil diskusi dan musyawarah informal dengan Perangkat Desa disepakati, tidak hanya menggunakan talang air sebagai pemanen air hujan tetapi juga dilengkapi sumur dangkal. Sehingga kekurangan air bila musim kemarau dapat diatasi. Kata kunci: pemanenan air hujan (PAH), tandon air, sumur dangkal, teknologi tepat guna.  Abstract PPI located at Meunasah Keudee Village, Mesjid Raya District, Aceh Besar Regency, since its construction in 2013 has not yet provided clean water facilities needed by fishermen when their ships landing. The need of water for sanitation is difficult to obtain and quite scarce. As a result, they have to buy water that comes specifically when the ship lands. This of course is quite burdensome for fishermen and reduces their income. The purpose of this activity is the provision of clean water by applying appropriate technology in the form of rainwater harvesting (PAH) from the roof of one of the existing PPI buildings and accommodated into a water tank with a capacity of 1000l. After informal discussion with the Village Head and Panglima Laot, it was agreed that both gutters and shallow well are used to fillup the tank. Hence the lack of water during the dry season can be overcome. Keywords: rainwater harvesting (PAH), water tanndon, shallow wells, appropriate technolog

    Development of Soil & Water Assessment Tool Application In Krueng Aceh Watershed Review

    Get PDF
    Abstract The problem of the water availability has become a global issue so that it needs a tool for water management such as the Soil and Water Assessment Tool (SWAT). This study aims to measure how far the uses and developments of the SWAT model in the Krueng Aceh watershed. This paper reviewed applications of SWAT Model in Krueng Aceh Watershed. The developments data were obtained from five publications. This study has limitations in assessing the performance of the SWAT developed in the Krueng Aceh watershed/sub-watershed because not all publications report on the calibration or validation process. From the search results, there is one modeling application that performs the calibration process with statistical parameters on a daily scale and the other three papers on monthly data. The availability of observation data has not had a long time series makes researchers face limitations in improving the model performances. Keywords: SWAT, Hydrological Model, Water, Soil  Abstrak Masalah ketersediaan air telah menjadi isu global sehingga diperlukan suatu alat untuk pengelolaan air seperti Soil and Water Assessment Tool (SWAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemanfaatan dan perkembangan model SWAT di DAS Krueng Aceh. Artikel ini mengulas penerapan Model SWAT di DAS Krueng Aceh. Data perkembangan diperoleh dari lima publikasi mengenai Model SWAT. Kajian ini memiliki keterbatasan dalam menilai kinerja SWAT yang dikembangkan di DAS/sub-DAS Krueng Aceh karena tidak semua publikasi melaporkan proses kalibrasi atau validasi. Dari hasil pencarian, terdapat satu aplikasi pemodelan yang melakukan proses kalibrasi dengan parameter statistik pada skala harian dan tiga aplikasi lainnya pada data bulanan. Ketersediaan data lapangan yang belum memiliki data time series yang panjang membuat peneliti menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan perfoma model. Kata Kunci: SWAT, Model Hidrologi, Air, Tana

    Substitusi Limbah Low Density Polyethylene (LDPE) Pada Campuran AC-WC Dengan Perendaman Kotoran Sapi Terhadap Parameter Marshall

    Get PDF
    Abstrak Tingginya temperatur permukaan jalan, curah hujan dan beban lalu lintas merupakan beberapa penyebab kerusakan lapisan aspal. Pada jalan di daerah Aceh banyak dijumpai kotoran sapi berserakan di jalan. Kotoran sapi mengandung sangat banyak unsur hara dan kadar air yang cukup tinggi dan dapat diduga merupakan faktor penyebab kerusakan perkerasan jalan. Salah satu cara dalam mengatasi kerusakan perkerasan jalan adalah dengan memodifikasi aspal menggunakan bahan tambah yaitu polimer. Polimer yang digunakan berupa limbah plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai pensubstitusi aspal. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui karakteristik marshall campuran Laston (AC-WC) dengan tambahan irisan limbah plastik LDPE 2%, 4%, dan 6% pada aspal pen. 60/70 terhadap berat aspal, serta mengetahui pengaruh rendaman kotoran dan urine sapi dengan variasi waktu 30 menit, 24 jam, dan 48 jam terhadap stabilitas aspal modifikasi LDPE. Dari hasil penelitian didapatkan nilai stabilitas dengan rendaman kotoran sapi yaitu 1181,93 kg, stabilitas terbaik untuk LDPE pada persentase 6% dengan cara basah 2213,72. Nilai parameter untuk tanpa dan dengan substitusi LDPE yang dihasilkan berupa stabilitas, flow, MQ, density, VIM, VMA, dan VFA masih memenuhi persyaratan spesifikasi Bina Marga tahun 2014. Kata kunci: Laston Lapis Aus, Limbah Plastik LDPE, Rendaman Kotoran Sapi.  Abstract High road surface temperatures, rainfall, and traffic loads are some of the causes of asphalt layer damage. On roads in the Aceh, you can find cow dung scattered on the road. Cow dung contains a lot of nutrients and a fairly high water content and can be suspected as a factor causing road pavement damage. One way to overcome the damage to the pavement is to modify the asphalt using added materials, namely polymers. The polymer used is Low-Density Polyethylene (LDPE) plastic waste as a substitute for asphalt. The main purpose of this study was to determine the characteristics of the marshall mixture of Laston (AC-WC) with the addition of 2%, 4%, and 6% LDPE plastic waste slices on the asphalt pen. 60/70 on the weight of asphalt, as well as knowing the effect of soaking cow dung and urine with variations in time of 30 minutes, 24 hours, and 48 hours on the stability of LDPE modified asphalt. From the results of the study, it was found that the stability value with cow dung bath was 1181.93 kg, the best stability for LDPE was at a percentage of 6% by wet method 2213.72. Parameter values for without and with substitution of LDPE produced in the form of stability, flow, MQ, density, VIM, VMA, and VFA still meet the requirements of the 2014 Highways specification. Keywords: Laston Lapis Aus, LDPE Plastic Waste, Cow Manure Soak.

    Analisis Galian Dalam Dengan Perkuatan Angkur dan Strut Menggunakan Model 3D di Jakarta Utara

    Get PDF
    Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk meninjau performa galian pada tanah lunak yang diperkuat dua jenis sistem perkuatan, yaitu strut dan angkur. Galian dilakukan sedalam 8,5 m menggunakan metode full open cut dengan dua tipe diaphragm wall. Sisi galian dengan perkuatan strut dalam konfigurasi menyudut menghasilkan deformasi yang sangat besar dibandingkan dengan sisi galian dengan perkuatan angkur. Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan, deformasi sebesar 15 cm pada sisi galian dengan strut yang berbatasan dengan Hotel tidak menyebabkan kegagalan pada galian. Sementara sisi galian dengan angkur menunjukan nilai deformasi sebesar 3.5cm pada tahap akhir galian. Analisa balik pemodelan 3D dilakukan untuk mengetahui performa aktual dari galian dan kedua jenis sistem perkuatan. Berdasarkan hasil analisis galian, pemodelan 3D dengan model konstitutif tanah Hardening Soil dapat memodelkan karakteristik galian dengan baik. Deformasi pada sisi dinding galian dengan tebal 80 cm dan perkuatan strut menghasilkan deformasi dinding yang lebih besar disbanding dinding galian dengan tebal 60 cm dan perkuatan 2 level angkur. Deformasi pada sudut galian jauh lebih kecil dibandingkan sepanjang dinding galian. Kata kunci: Galian Dalam, Strut, Angkur, Model 3D   Abstract This study aims to analyze the performance of excavation on soft soil reinforced by two types of supports; the strut and anchor. Excavation depth was 8.5 meters using full open cut method with two types of diaphragm walls. Excavation sides supported by struts in angular configuration resulted in a significantly larger deformation compared with sides supported by anchors. Anchor-supported sides produced 3.5 centimeters of deformation. Meanwhile, although the strut-supported sides adjacent to hotel produced a large, 15-centimeters deformation, it did not result in excavation failure. Three-dimensional model back analysis was carried out to analyze the actual performance of the two types of excavation supports. Based on the results of the excavation analysis, 3D modelling with soil constitutive model of Hardening Soil can model the characteristics of the excavation well. Deformation on the excavation wall with a thickness of 80cm and strut reinforcement resulted in greater wall deformation than the excavation wall with a thickness of 60cm and 2-level anchor reinforcement. The deformation at the excavation corner is much smaller than along the excavation wall. Keywords: Deep Excavation, Strut, Anchor, 3D Modellin

    Kinerja Campuran Asphalt Concrete Wearing Course Mengunakan Aspal Modifikasi Dengan Limbah Plastik

    Get PDF
     Abstrak  Perkerasan jalan terutama pada perkerasan lentur sering mengalami kerusakan yang lebih cepat akibat beban muatan kendaraan. Penggunaan bahan tambah (additive) menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) dan mendapatkan kinerja VIM, VMA dan VFA campuran lapisan AC-WC dengan penambahan limbah plastik High Density Polyethylene (HDPE). Metode yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada Spesifikasi Teknis Bina Marga 2018 Revisi 2 Divisi 6. nilai KAO dengan metode marshall sebesar 6,45% pada variasi 0% penambahan limbah plastik, 6,3% pada variasi 1% penambahan limbah plastik, 6,25% pada variasi 1,5% penambahan limbah plastik dan 6,2% pada variasi 2% penambahan limbah plastik. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium nilai KAO Marshall yang didapatkan semakin menurun dengan penambahan limbah plastik dan penambahan limbah plastik 2% merupakan kadar terbaik yang dapat digunakan dalam campuran beraspal karena memiliki nilai VIM dan VMA yang rendah dan nilai VFA yang tinggi. Kata kunci: 1, Aspal 2, AC-WC 3, Limbah Plastik 4, HDPE 5 Marshall     Abstract   Road pavements, especially flexible pavements, often experience faster damage due to vehicle loads. The use of additives is one of the alternatives used to get a good quality pavement layer. This study aims to obtain the value of Optimum Asphalt Content (KAO) and to obtain the performance of VIM, VMA and VFA of a mixture of AC-WC layers with the addition of High Density Polyethylene (HDPE) plastic waste. The method used in this study refers to the Technical Specifications of Bina Marga 2018 Revision 2 Division 6. the KAO value with the Marshall method is 6.45% at 0% variation of addition of plastic waste, 6.3% to variation of 1% addition of plastic waste, 6, 25% in the 1.5% variation of the addition of plastic waste and 6.2% in the 2% variation of the addition of plastic waste. Based on the results of laboratory testing, the value of KAO Marshall obtained decreases with the addition of plastic waste and the addition of 2% plastic waste is the best level that can be used in asphalt mixtures because it has low VIM and VMA values and high VFA values.   Keywords: 1, Asphalt 2, AC-WC 3, Plastic Waste 4, HDPE 5 Marshal

    Kajian Pengaruh Lubang Resapan Biopori (LRB) Terhadap Kapasitas Infiltrasi Pada Perumahan Kencana Damai Kota Palembang

    Get PDF
    Abstrak Permasalahan banjir di kawasan pemukiman padat penduduk merupakan permasalahan yang sering terjadi di wilayah perkotaan. Salah satu contohnya adalah banjir yang sering terjadi pada perumahan Kencana Damai yang terletak pada Kecamatan Sako, Kelurahan Sukamaju, Kota Palembang. Setiap musim penghujan, genangan atau banjir sering terjadi dengan durasi 2-3 jam. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui kapasitas infiltrasi dan mengetahui seberapa besar efektivitas LRB dalam meningkatkan laju infiltrasi.  Dalam pembuatan lubang biopori, diberikan jarak 60 cm (50-100 cm) karena disesuaikan dengan luas lahan yang terbatas. Lubang yang dibuat memiliki kedalaman sekitar 1 m dengan diameter lubang sebesar 4 inch. Kemudian dimasukkan sampah daun kering, dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan setelah sampah terdekomposisi selama 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa sifat fisik dan jenis tanah pada lokasi 1 dan 3 sama yaitu SW (pasir bergradasi baik), sedangkan pada lokasi 2 memiliki jenis tanah SP (pasir bergradasi jelek). Sifat fisik dan jenis tanah ini mempengaruhi kapasitas infiltrasi. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan laju infiltrasi yang besar pada lokasi 1 dan 3 (SW) yaitu 15,588 cm/jam atau 57,86% dan 14,971 cm/jam atau 55,57%. Berbeda dengan laju infiltrasi lokasi 2 dengan jenis tanah SP (pasir bergradasi jelek), kenaikan laju infiltrasi pada lokasi tersebut hanya sebesar 4,435 cm/jam atau 16,46%. Kata kunci: karakteristik tanah, LRB, infiltrasi, ekodrainase  Abstract The problem of flooding in densely populated residential areas is a problem that often occurs in urban areas. One example is the frequent flooding of Kencana Damai housing estates located in Sako District, Sukamaju Village, Palembang City. Every rainy season, puddles or floods often occur with a duration of 2-3 hours. This study was used to determine the infiltration capacity and to find out how much effective LRB is in increasing the infiltration rate.. In making biopore holes, a distance of 60 cm (50-100 cm) is given because it is adapted to the limited land area. The hole made has a depth of about 1 m with a hole diameter of 4 inches. Then, dry leaf litter was added, and the infiltration rate was measured after the waste had decomposed for 7 days, 14 days, and 28 days. Based on the research conducted, it is known that the physical properties and soil types at locations 1 and 3 are the same, namely SW (good graded sand), while at location 2 the soil type is SP (poorly graded sand). These physical properties and soil types affect the infiltration capacity. This is evidenced by the large increase in the infiltration rate at locations 1 and 3 (SW), namely 15.588 cm/hour or 57.86% and 14.971 cm/hour or 55.57%. In contrast to the infiltration rate at location 2 with SP soil type (poorly graded sand), the increase in infiltration rate at that location was only 4.435 cm/hour or 16.46%. Keywords: soil characteristics, LRB, infiltration, ecodrainag

    Analisis Optimasi Pola Tata Tanam Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Cidurian Tangerang Menggunakan Program Linier

    Get PDF
    Abstrak Daerah Irigasi Cidurian terus mengalami pengurangan lahan, disebabkan pembangunan yang pesat di daerah Kabupaten Tangerang. Volume ketersediaan air semakin terbatas dan musim kemarau yang panjang juga menjadi salah satu penyebab kekuranga air tanaman. Tanaman yang biasa dibudidayakan yaitu Padi dan Palawija dengan penyusunan pola tata tanam yang sudah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan air dan mengetahui luasan yang paling optimal dan keuntungan yang diperoleh dari berbagai alternatif yang dimodelkan.  Metode optimasi yang digunakan yaitu dengan menggunakan program linier, dengan bantuan program lingo. Hasil optimasi dari beberapa alternatif pola tanam yang dicoba dipilih alternatif ke II dan III dengan keuntungan maksimum mencapai 83%. Kata Kunci: Pola Tata Tanam, Irigasi, Optimasi Program Linier, Program Lingo.  Abstract Irrigation Area of cidurian is getting land reduction continuing. It causes by rapid development in Tangerang districts area. The volume of water availability is increasing limited and a long dry season is also one of the causes of plant water shortages. The commonly cultivated crops are Rice and Crops. The research aims to determine the availability of water and find out the most optimal area and the benefits obtained based on the various alternatives modeled. The optimization method used by a linear program that connected into the lingo application. The results of the optimization based on several alternative cropping patterns those are second and tried to be chosen are the third alternative which has a maximum profit for about 83%. Keywords: Cropping Pattern, Irrigation, Linear Programing Optimization, Lingo Program

    Kajian Panjang Loncatan Hidrolik Pada Model Fisik Kolam Olak Bendungan Krueng Kluet Kabupaten Aceh Selatan

    Get PDF
    Kolam olak merupakan bangunan utama pelimpah yang berfungsi meredam energi pada bendungan. Bangunan ini memanfaatkan pembentukan loncatan hidrolik dalam prinsip peredamannya. Loncatan ini terjadi akibat adanya perubahan aliran dari superkritis menjadi subkritis. Fenomena tersebut dapat menimbulkan turbulensi yang berpotensi menggerus bagian dasar dan hilir bangunan bila tanpa adanya kolam olak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik loncatan hidrolik yang terjadi di kolam olak bangunan pelimpah Bendungan Krueng Kluet Aceh Selatan secara model fisik. Bangunan tersebut menggunakan model tak distorsi dengan skala 1:60 di Laboratorium Sungai dan Pantai Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Observasi dan pengukuran dilakukan terhadap panjang loncatan hidrolik (Lj), kedalaman aliran (y1 dan y2), dan kecepatan aliran (v) pada variasi debit (Q) dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, 100 dan 1000 tahun. Pengujian dilakukan terhadap 2 seri bangunan, yaitu seri awal (S0) dan akhir (S1). Kolam olak S0 menggunakan tipe United States Bureau of Reclamation (USBR) III. Sedangkan S1 dibuat dengan menambahkan adversed slope dengan kemiringan 1:2 di hilirnya dan menurunkan elevasi dasarnya sedalam 4 m. Hasil observasi memperlihatkan bahwa model S1 menghasilkan rerata rasio Lj/y1 (panjang loncatan) < 20-40 % lebih pendek dibandingkan model S0. Selain itu pola disipasi energi yang terjadi pada S1 cenderung lebih meningkat seiring meningkatnya Q dengan kehilangan energi (ˆ†E/y1) maksimum yang diperoleh adalah sebesar 42,6 (lebih besar dari yang dihasilkan oleh S0­­). Sehingga dapat disimpulkan bahwa dasar dan hilir kolam olak model S1 lebih aman dibandingkan dengan model S0.Kata Kunci: Bendungan Krueng Kluet, Kolam Olak, Loncatan Hidrolik, Disipasi Energi, Model Fisi

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇