Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    Potensi Penerapan Kebijakan Carbon Tax Pada Industri Konstruksi Indonesia

    Full text link
    Abstrak Carbon tax merupakan kebijakan yang banyak diterapkan oleh berbagai negara sejak konvensi Protokol Kyoto. Kebijakan tersebut terbukti efektif untuk menurunkan emisi karbon yang saat ini menjadi permasalahan global. Saat ini, Indonesia berada pada tahap awal dalam penerapannya, ditandai adanya peraturan carbon tax yang resmi diberlakukan pada 29 Oktober 2021. Penelitian ini akan melihat pengaruh penerapan carbon tax khususnya pada industri konstruksi di negara-negara yang telah menerapkan sebelumnya dan melihat potensi penerapannya di Indonesia. Analisis SWOT digunakan  untuk mengetahui faktor-faktor internal maupun eksternal dalam penerapan kebijakan carbon tax. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan carbon tax dapat mendukung program pemerintah sebelumnya yaitu Skema Karbon Nusantara yang dapat mendukung pendanaan penerapan program pemerintah seperti green building dan infrastruktur berkelanjutan khususnya pada proyek-proyek pemerintah. Namun, perlu diperhatikan bahwa kebijakan carbon tax dapat berdampak buruk terhadap kondisi ekonomi sehingga diperlukan pemanfaatan sumber pendapatan pajak yang dapat mendukung usaha-usaha pencapaian target penurunan emisi GRK Indonesia. Kata kunci: carbon tax, emisi karbon, kebijakan karbon, emisi CO2, karbon konstruksi   Abstract A carbon tax is a policy that has been implemented by many countries since the Kyoto Protocol convention The policy is effectively implemented to reduce carbon emissions. Currently, Indonesia is in the early stages of implementing the policy, marked by the new carbon tax regulation which officially was enforced on 29 October 2021. This research aims to identify the effect of carbon tax implementation in the construction industry in several countries and analyze the potential for its application in Indonesia. The SWOT analysis was carried out to determine internal and external factors in the implementation of a carbon tax policy. The result shows that the policy can support the previous program by the Indonesian government, namely the Nusantara Carbon Scheme to promote the funding for other related programs such as green building and sustainable infrastructure. However, it should be noted that the policy may also have a negative impact on economics. Therefore, it is necessary to use tax revenue sources in achieving Indonesia\u27s GHG emission reduction targets. Keywords: carbon tax, carbon emissions, carbon policy, CO2 emissions, carbon construction Jeremiah

    Kajian Kuat Tekan Beton Beragregat Halus Pasir Pantai Pasca Bakar Dengan Variasi Waktu Water Curing

    Full text link
    Abstrak Material beton salah satu bahan penyusunnya adalah pasir (agregat halus). Pasir pantai sebagai bahan penyusun beton menjadi pilihan oleh masyarakat pesisir. Kebakaran meninggalkan kekhawatiran akan struktur beton yang mengakibatkan penurunan terhadap kekuatan beton. Untuk menggembalikan kekuatan beton pasca bakar perlu dilakukan proses pemulihan. Penelitian menggunakan pasir pantai sebagai pengganti agregat halus pada beton yaitu mengetahui besar kuat tekan untuk beton beragregat pasir pantai pasca bakar dan metode waktu water curing. Penelitian dilakukan di Laboratorium dengan metode eksperimental. Benda uji dibuat 15 sampel berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian kuat tekan beton dengan waktu 28 hari tanpa pembakaran, pasca bakar 350°C, dan pasca bakar 350°C dengan water curing pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil pengujian kuat tekan untuk beton beragregat halus pasir pantai sebesar 17,90 Mpa dan pasca bakar 350°C sebesar 10.41 Mpa. Perlakuan beton pasca bakar 350°C beragregat halus pasir pantai dengan water curring umur 7,14 dan 28 hari berturut-turut adalah 12,20 Mpa, 13,69 Mpa, dan 14,89 Mpa. Pemulihan beton pasca bakar 350°C dengan water curing 28 hari menunjukkan kenaikan kuat tekan beton yang maksimal bahwa pengaruh perawatan (curing) pada beton pasca pembakaran sangat mempengaruhi pengembalian kuat tekan beton beragregat halus pasir pantai. Kata kunci: kuat tekan beton, pasca bakar, waktu water curing, pasir pantai.   Abstract One of the materials for making concrete is sand (fine aggregate). Beach sand as a material for making concrete is the choice of coastal communities. The fire left a concern for the concrete structure which resulted in a decrease in the strength of the concrete. To restore the strength of post-combustion concrete, it is necessary to carry out a recovery process. Research using beach sand as a substitute for fine aggregate in concrete is to determine the compressive strength for post-burnt aggregated beach sand and the method of water curing time. The research was conducted in a laboratory with an experimental method. The test specimens were made of 15 cylindrical samples with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Testing the compressive strength of concrete with a time of 28 days without burning, post-burning 350°C, and post-burning 350°C with water curing at the age of 7, 14 and 28 days. The results of the compressive strength test for fine aggregated beach sand are 17.90 Mpa and post-burnt 350°C is 10.41 Mpa. The treatment of post-burned concrete at 350°C with fine aggregated beach sand with water curring at the age of 7.14 and 28 days, respectively, was 12.20 Mpa, 13.69 Mpa, and 14.89 Mpa. Recovery of post-burned concrete at 350°C with water curing 28 days showed an increase in the maximum compressive strength of concrete that the effect of curing on post-combustion concrete greatly affects the return of the compressive strength of fine-aggregated concrete on beach sand. Keywords: compressive strength of concrete, post burn, water curing time, beach sand

    Studi Perilaku Pasta Geopolymer Ordinary Portland Cement Hybrid

    Full text link
    Abstrak Kuat tekan awal pada pasta geopolymer akan tinggi jika menggunakan bantuan perawatan panas. Hal ini karena reaksi geopolimer bersifat endotermik. Ini adalah salah satu hambatan aplikasinya. Paper ini bertujuan memaparkan karakteristik pasta geopolimer-OPC hybrid tanpa perawatan panas. Pasta geopolimer-Portland semen hybrid diperoleh dengan memvariasi prosentase subtitusi OPC terhadap fly ash yaitu 0%, 5%. 10% dan 15%. Parameter yang ditinjau adalah konsistensi, Setting time dan kuat tekan. Hasil pengujian menunjukan karakteristik pasta geopolimer-OPC hybrid bahwa Nilai konsistensi lebih kecil dari konsistensi normal OPC, Semakin tinggi prosentase subtitusi fly ash setting time awal dan akhir semakin singkat kurang dari 1 jam, namun kuat tekan semakin meningkat. Hal menunjukkan bahwa geopolimer-OPC hybrid dapat digunakan untuk pekerjaan pengecoran yang membutuhkan waktu pengikatan awal yang singkat misalnya paving blok atau lapisan perkerasan jalan. Kata kunci: Karakteristik, Pasta, Geopolimer, Ordinary Portland Cement, Hybrid    Abstract Heat treatment on the geopolymer paste can result in high early compressive strength because the geopolymer reaction is endothermic. This condition is one of the obstacles to its application. This article describes the characteristics of geopolymer-Portland cement hybrid pastes without heat treatment. The hybrid geopolymer-Portland cement paste was obtained by varying the percentage substitution of Portland cement to fly ash, namely 0%, 5%, 10%, and 15%. Parameters observed are consistency, setting time, and compressive strength. The results show the characteristics of the hybrid geopolymer-Portland cement paste  Its consistency is smaller than standard Portland cement. The higher the percentage of substitution, the initial and the final setting time are shorter, less than one hour, but the compressive strength increases. This shows that hybrid geopolymer-Portland cement can be used for the works that require a short initial setting time, such as paving blocks or road pavement layers. Keywords: Characteristic, Paste, Geopolymer, Ordinary Portland Cement, Hybri

    Komparasi Kuat Tekan Beton Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash Dengan Metode Curing Oven dan Suhu Ruang

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji beton geopolimer yang diproduksi menggunakan fly ash dan bersumber dari hasil pembakaran batubara PLTU Tanjung Jati, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Indonesia. Fly Ash yang digunakan dikategorikan jenis F. Alkali aktivator berbentuk sodium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na‚‚SiO‚ƒ) dengan molaritas (10M). Riset ini bertujuan mengetahui perbandingan kuat tekan maksimum binder dan beton geopolimer diumur 28 hari melalui 2 metode perawatan, dibiarkan didalam suhu ruangan dan di oven pada temperatur 60°C selama 24 jam. Rangkaian pengujian yang dilakukan berupa uji material fly ash metode X-Ray Flourence (XRF), slump, kuat tekan binder dan beton geopolimer. Perbandingan aktivator yang digunakan pada pengujian binder dan beton geopolimer adalah 1:2 dan 1:3. Hasil riset menunjukkan nilai kuat tekan binder dan beton maksimum umur 28 hari sebesar 37,48 Mpa dan 60,09 Mpa terdapat pada variasi binder 10-3CR (curing oven) dengan rasio perbandingan NaOH terhadap Na‚‚SiO‚ƒ sebesar 1:3. Dari hasil analisa disimpulkan bahwa perawatan beton curing time 24 jam pada suhu 60°C memberikan kuat tekan maksimal dibandingkan dengan udara terbuka, hal ini disebabkan karena tipe material pembentuk fly ash proses hidrasinya sangat lambat, jika perawatan menggunakan oven maka proses hidrasi berlangsung lebih cepat sehingga tingkat kekerasan beton geopolimer akan lebih cepat pula. Disamping itu meningkatkan temperatur curing bisa mempercepat reaksi polimerisasi sehingga kuat tekan beton semakin meningkat akan tetapi pada suhu tertentu kuat tekan tersebut akan mengalami penurunan disebabkan sebagian air telah menguap sehingga kualitas beton geopolimer menjadi berkurang.Kata kunci: fly ash, geopolimer, sodium hidroksida, sodium silikat, curing tim

    Analisa Studi Kelayakan Properti Proyek Pembangunan Perumahan Subsidi di Kecamatan Taktakan Kota Serang

    Full text link
    Abstrak Perumahan adalah sekumpulan rumah yang berfungsi sebagai tempat tinggal, dilengkapi dengan prasarana. Dalam merencanakan pembangunan hunian tidak boleh dianggap remeh, karena pembangunan perumahan menyangkut keselamatan penghuninya. Untuk membangun rumah harus memenuhi standar peraturan pemerintah. Proyek Perumahan Subsidi di Kecamatan Taktakan, Kota Serang, dibangun di atas lahan seluas ±103.870 m2, terdiri dari 913 unit dengan tipe 27. Untuk menilai biaya investasi dan manfaat yang akan diperoleh pengembang, perlu dilakukan studi kelayakan. Studi kelayakan perumahan dianalisis dari berbagai aspek meliputi aspek teknis, kebijakan pemerintah dan aspek keuangan. Analisis aspek keuangan penelitian ini menggunakan NPV, BCR, PI dan IRR mengacu pada Rencana Tata Ruang Kota Serang (Pedoman RTRWK) 2010-2030. Dari analisis diketahui bahwa pedoman RTRWK yang diterapkan dalam studi kelayakan perumahan ini sepenuhnya sesuai. Studi Kelayakan Finansial, Proyek Perumahan Subsidi di Kecamatan Taktakan, Kota Serang layak dengan nilai Rp54.819.094.152, PP terjadi pada tahun 1, dengan BCR 1,12 dan PI sebesar 2,00 dan IRR 20%. Kata kunci: Kelayakan, Perumahan, Konstruksi, Properti  Abstract Housing is a group of houses that function as a place to live or a living environment, equipped with environmental infrastructure and equipment. In planning residential development, this should not be underestimated, because apartment construction involves the safety of its residents. To build a house in a residential area, it must also meet government regulatory standards. The Subsidized Housing Project in Taktakan District, Serang City, was built on an area of ±103.870 m2, consisting of 913 units of type 27. To assess the investment costs and benefits to be obtained by the developer, a feasibility study is necessary. The housing feasibility study was analyzed from various aspects including technical aspects, government policies and financial aspects. Analysis of the financial aspects of this study using Net Present Value (NPV), Cash Benefit Ratio (BCR), Profitability Index (PI) and Internal Rate of Return (IRR) referring to the Serang City Spatial Plan (RTRWK Guidelines) 2010-2030. From the analysis, it is known that the RTRWK guidelines applied in this housing feasibility study are fully appropriate. Financial Feasibility Study, Subsidized Housing Project in Taktakan District, Serang City is feasible with a value of Rp54.819.094.152, the payback period occurs in year 1, with BCR value of 1,12 and PI value of 2.00 and IRR value of 20%. Keywords: Feasibility, Housing, Construction, Propert

    Pengaruh Debit Limpasan Banjir Terhadap Kawasan Matangkuli Pada Subdas Krueng Keureuto

    Full text link
    Abstrak Banjir merupakan salah satu bencana alam di mana air yang berlebihan tidak mampu dialirkan ke sungai maupun saluran saluran yang ada (drainase). Kecamatan Matangkuli merupakan salah satu daerah terdampak banjir dari Krueng Keureuto. Hampir setiap tahun terjadi banjir yang merugikan aspek sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itusebagai studi awal terlebih dahulu perlu dilakukanperlu dilakukan analisa dampak banjir terhadap kawasan Matangkuli di sepanjang sungai Keureuto. Curah hujan rencana dianalisis dengan periode ulang 20, 50 dan 100 tahun. Analisis hidrograf banjir menggunakan persamaan Nakayasu. Untuk melakukan simulasi aliran sungai menggunakan software HEC-RAS Mapper. Hasil yang diperoleh pada lokasi tinjauan, sungai tidak dapat menampung debit banjir rencana. Selain itu, diprediksi genangan banjir sedalam 1-2 meter dengan klasifikasi bahaya banjir menengah hingga berat. Kata kunci: banjir, HEC-RAS, debit rencana Abstract Flood is one of the natural disasters where excessive water is not able to collected by existing channels (drainage). Kecamatan Matangkuli is one of the flood-prone areas around Krueng Keureuto. Almost every year there are floods that harm the community. Therefore, as a prior study, it is necessary to analyze the impact of Krueng Keureuto flood on the Matangkuli area. Planned rainfall was analyzed with return periods of 20, 50 and 100 years. Flood hydrograph analysis using the Nakayasu equation. HEC-RAS Mapper is used to perform river flow simulation. Results show that the river section cannot accommodate the planned flood discharge. In addition, hazard flood is classified medium to high with depth flood 1-2 meters. Keywords: flood, HEC-RAS, planned rainfal

    Analisis Perbandingan Mutu Eco Paving Block Berbahan Baku Limbah Plastik

    Full text link
    Abstrak Plastik merupakan sampah anorganik yang sulit terurai dan akan terurai dalam kurun waktu puluhan atau ratusan tahun kemudian. Paving block merupakan salah satu bahan bangunan dengan komposisi campuran dari semen portland atau perekat hidrolis lainnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu dari beton tersebut (SNI, 1996). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik paving block dengan campuran tanah lempung dan limbah plastik dan pengaruh dari jenis plastik yang digunakan terhadap mutu paving block yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan tertinggi paving block campuran tanah lempung dan plastik LDPE dengan perbandingan 75% : 25% yaitu 9,59 MPa kuat tekan tertinggi pada campuran tanah lempung dan plastik PP dengan perbandingan 100% : 0% yaitu 9,18 MPa. Jenis plastik yang dipergunakan mempengaruhi mutu paving block. Paving block pada penelitian ini termasuk dalam mutu D dapat   digunakan pada konstruksi taman berdasarkan SNI 03-0691-1996. Kata kunci: Plastik, tanah lempung, paving block   Abstract Plastik is inorganic waste that is difficult to decompose and will decompose within tens or hundreds of years later. Paving block is a building material with a mixed composition of portland cement or other hydraulic adhesives, water and aggregates with or without other additives that do not reduce the quality of the concrete. This study aims to determine the mechanical properties of paving blocks with a mixture of clay and plastik waste and the effect of the type of plastik used on the quality of the paving blocks produced. The results showed that the highest compressive strength value of paving blocks mixed with clay and LDPE plastik with a ratio of 75%: 25%, namely 9.59 MPa, the highest compressive strength was in a mixture of clay and PP plastik with a ratio of 100%: 0%, namely 9.18 MPa. . The type of plastik used affects the quality of paving blocks. Paving blocks in this study are classified as D quality and can be used in garden construction based on SNI 03-0691-1996 Keywords: Plastik, clay, paving bloc

    Analisis Kelayakan Dimensi Landasan Pacu Bandar Udara Torea di Kabupaten Fakfak Propinsi Papua Barat

    Full text link
    Abstrak Perkembangan moda sektor transportasi khususnya moda transportasi udara dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan moda transportasi udara berupa pesawat terbang dapat membuat manusia berpindah tempat dengan sangat cepat, tidak seperti moda transportasi darat maupun laut yang memerlukan waktu yang lebih lama. Sehubungan hal tersebut maka dibutuhkan bandar udara yang memenuhi persyaratan dari segi keamanan dan keselamatan penerbangan. Tujuan penelitian untuk menganalisis dimensi landasan pacu (runway) serta mengevaluasi kelayakan dimensi landasan pacu (runway) Bandar Udara Torea di Kabupaten Fakfak Propinsi Papua Barat. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh dimensi panjang landasan pacu Bandar Udara Torea telah memenuhi persyaratan minimum yang ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) tahun 2016 dengan panjang landasan pacu Bandar Udara Torea sepanjang 1201,8 m tetapi dari segi persyaratan untuk jenis pesawat ATR 72-600 belum memenuhi persyaratan sedangkan untuk standar dimensi lebar landasan lacu dan lebar bahu landasan pacu Bandar Udara Torea sesuai Peraturan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor : KP 39 Tahun 2015 tentang Standar Teknis dan Operasi Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil. Kata kunci: Moda transportasi, landasan pacu, bandar udara, pesawat ATR 72-600.   Abstract The development of transportation sector modes, especially air transportation modes, is currently experiencing a very significant development. This is because the mode of air transportation in the form of airplanes can make people move very quickly, unlike land and sea transportation modes which require a longer time. In this regard, an airport that meets the requirements in terms of flight security and safety is needed. The aims of the study was to analyze the dimensions of the runway and evaluate the feasibility of the runway dimensions at Torea Airport in Fakfak Regency, West Papua Province. From the results of the research conducted, it was found that the dimensions of the runway length of Torea Airport have met the minimum requirements set by the International Civil Aviation Organization (ICAO) in 2016 with a runway length of 1201.8 m Torea Airport but in terms of requirements for the type of aircraft ATR 72- 600 does not meet the requirements while for the standard dimensions of the runway width and the width of the runway shoulder of Torea Airport according to the Regulation of the Ministry of Transportation of the Directorate General of Civil Aviation Number: KP 39 of 2015 concerning Technical and Operational Standards of Civil Aviation Safety Regulations. Keywords: Modes of transportation, runway, airport, ATR 72-600 aircraft 

    Manajemen Lalu Lintas Akibat Pembangunan Trans Studio Mall Banda Aceh

    Full text link
    Abstrak Trans Studio Mall merupakan salah satu mall di Kota Banda Aceh yang terletak di jalan T. Panglima Nyak Makam, tepatnya di samping Hermes Hotel. Mall ini memiliki luas lahan mencapai 13.302 m². Daerah ini memiliki intensitas kegiatan yang cukup tinggi, karena Jalan T. Panglima Nyak Makam merupakan komersil. Beroperasinya Trans Studio Mall juga dapat menimbulkan dampak lalu lintas di beberapa ruas jalan di Kota Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memberikan skenario manajemen lalu lintas seperti melakukan penanganan terhadap jalinan jalan (weaving) dengan mengalihkan pintu keluar kendaraan Trans Studio Mall ke jalan Mon Kuta menuju ke arah Lambhuk serta pengaturan marka jalan salah satunya dengan menutup arah putar balik (U-Turn) dan mengalihkannya ke arah putar balik berikutnya. Perhitungan kinerja jalan, weaving dan U-turn menggunakan metode MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kinerja lalu lintas pada kondisi eksisting di jalan T. P. Nyak Makam dengan tingkat pelayanan D, maka dilakukan Skenario I yaitu penanganan weaving dengan mengalihkan pintu keluar kendaraan Trans Mall, hal ini diperlihatkan dengan nilai DS sebelum dilakukan penanganan adalah sebesar 0,82 menjadi 0,71 dengan tingkat pelayanan D menjadi C, skenario II Perancangan median tanpa bukaan di depan Hermes Hotel dapat memperbaiki manajemen lalu lintas dari tingkat pelayanan pada kondisi eksisting rata-rata D menjadi tingkat pelayanan jalan B. Kata kunci: Kinerja lalu Lintas, MKJI 1977, Weaving, U-Turn   Abstract Trans Studio Mall is one of the malls in Banda Aceh City, which is located on Jalan T. Panglima Nyak Makam, right next to the Hermes Hotel. This mall has a land area of 13,302 m². This area has a fairly high activity intensity, because Jalan T. Panglima Nyak Makam is commercial. The operation of Trans Studio Mall can also cause traffic impacts on several roads in Banda Aceh City. The purpose of this study is to analyze and provide traffic management scenarios such as handling the road (weaving) by diverting the exit of the Trans Studio Mall vehicle to Jalan Mon Kuta towards Lambhuk and setting road markings, one of which is by closing the U-turn direction. Turn) and redirects it in the direction of the next turn. Calculation of road performance, weaving and U-turn using the 1997 MKJI method. Based on the results of research that has been carried out on traffic performance on the existing condition on the TP Nyak Makam road with service level D, Scenario I was carried out, namely handling weaving by diverting the exit of the Trans Mall vehicle , this is shown by the DS value before handling is 0.82 to 0.71 with service level D to C, scenario II The design of the median without openings in front of the Hermes Hotel can improve traffic management from the service level to the average existing condition D being the road service level B. Keywords: Traffic Performance, MKJI 1977, Weaving, U-Tur

    Evaluasi Karakteristik Air Limbah Hasil Pengolahan Waste Stabilazion Pond di Kota Jakarta

    Full text link
    Abstrak Kota Jakarta merupakan kota metropolitan yang tidak lepas dari permasalahan lingkungan seperti adanya timbulan air limbah domestik. Air limbah domestik di kota Jakarta salah satunya diolah dengan waste stabilization pond (WSP) dan dengan sistem terpusat. Peningkatan jumlah pelayanan dan berubahnya karakteristik air limbah dapat mempengaruhi kinerja WSP. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi kinerja pengolahan air limbah dengan WSP di kota Jakarta. Adapun pengukuran dilakukan pada inlet dan outlet sistem WSP dan pengukuran berdasarkan parameter dari Biological Oxygen Demand (BOD5), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), pH dan amonia. Berdasarkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, semua parameter tersebut telah memenuhi baku mutu. Efisiensi penyisihan parameter BOD, COD, TSS, amonia masing-masing adalah 96,22%; 88,66%, 96,19%, 98,62%. pH hasil pengolahan juga berada pada kondisi netral yaitu 6,5-8,5. Hasil dari pengolahan dengan WSP dapat dikatakan berjalan dengan baik dan diperlukan upaya untuk peningkatan yang berkelanjutan seperti perencanaan penggunaan ulang air hasil pengolahan. Kata kunci: waste stabilization pond, air limbah, efisiensi, parameter Abstract The city of Jakarta is a metropolitan city that cannot be separated from environmental problems such as the generation of domestic wastewater. One of the domestic wastewaters in the city of Jakarta is treated with a centralized system and treated with a waste stabilization pond (WSP). Increasing the number of services and changing wastewater characteristics can affect WSP performance. The purpose of this study is to evaluate the performance of wastewater treatment with WSP in the city of Jakarta. The measurements were carried out at the inlet and outlet of the WSP system and based on the parameters of Biological Oxygen Demand (BOD5), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solids (TSS), pH and Ammonia. Based on the standards set by the Indonesian government, all of these parameters have met the quality standards. Efficiency of removal of parameters BOD, COD, TSS, ammonia is 96.22% respectively; 88.66%, 96.19%, 98.62%. The pH of the processing is also in a neutral pH condition, namely 6.5-8.5. The results of the treatment with WSP can be said to be going well and efforts are needed for continuous improvement such as planning for the reuse of treated water. Keywords: waste stabilization pond, wastewater, efficiency, parameter

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇