Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
Not a member yet
    395 research outputs found

    Eksperimen Laboratorium Pengaruh Hidung Pilar Jembatan Terhadap Kedalaman Gerusan Lokal Setimbang

    Full text link
    Abstrak Gerusan lokal yang terjadi disekitar pilar jembatan sangat mempengaruhi stabilitas struktur atas jembatan yang dapat menyebabkan kegagalan struktur jembatan. Salah satu modifikasi hidrolika aliran untuk mereduksi besaran gerusan lokal pada pilar jembatan dapat dilakukan dengan merubah geometri pilar jembatan. Penelitian ini difokuskan pada pengaruh hidung (nose) pada struktur pilar terhadap kedalaman gerusan lokal (scouring) setimbang yang terjadi. Eksperimen laboratorium dilakukan dengan menggunakan perangkat saluran terbuka (set circulating flume) dengan dimensi panjang 740 cm, lebar 28 cm, dan tinggi 40 cm. Asumsi aliran yang digunakan adalah aliran tetap (steady flow) dengan debit sebesar 0,0252 m3/det, sementara geometri pilar yang digunakan dalam penelitian ini berupa pilar dengan radius 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Pengukuran kedalaman gerusan dilakukan di sekitar pilar dengan interval waktu 30 menit hingga kedalaman scouring setimbang tercapai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan semakin kecil nose pilar maka semakin kecil pula scouring yang terjadi, serta nose pilar juga mampu mereduksi waktu terjadinya scouring setimbang. Kata kunci: Gerusan lokal, modifikasi hidung pilar, kedalaman gerusan setimbang   Abstract Local scour that occurs around the bridge pillars affects significantly the stability of the bridge superstructure, where it will generate the bridge structure failure. Modifications the geometry of the bridge pillars is one of the effort inorder to reduce the depth of local scouring. This research conducted the effect of geometry pllars modification, particularly on nose pillar, against the the depth of local scouring at the equilibrium state. Laboratory experiments were carried out by using an open channel device/a set circulating flume, with dimensions of 740 cm in length, 28 cm in width and 40 cm in height. The flow assumption used is a steady flow with a discharge of 0.0252 m3/s, while the pillar geometry used in this study is a oblong pillar with a radius mayor at nose are 1 cm; 1.5cm; and 2 cm. Scouring depth measurements were carried out around the pillars at intervals of 30 minutes until an equilibrium scouring depth was reached. The results of this study indicate that the smaller of nose pillar, the smaller the scouring that occurs, and the nose pillar is also able to reduce the time of equilibrium local souring. Keywords: Local scouring, nose pillar modification, depth scouring equilibriu

    Analisis Pengambilan Air Tanah Di Kelurahan Sirnagalih Kota Tasikmalaya

    Full text link
    Abstrak Sampai saat ini kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Tasikmalaya sebagian dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sukapura. Masyarakat di Kelurahan Sirnagalih sebagian besar masih mengandalkan air tanah untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Sebagian kecil sudah terlayani oleh PDAM meskipun kualitas air masih perlu ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui banyaknya air tanah yang dimanfaatkan masyarakat di Kelurahan Sirnagalih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci pakaian, dan mencuci peralatan dapur. Air tanah yang diambil dari sumur umumnya menggunakan pompa otomatis dan dialirkan melalui pipa berdiameter 0,02 m. Lokasi penelitian di Kelurahan Sirnagalih Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Perhitungan aliran menggunakan persamaan energi dengan memperhitungkan kehilangan energi primer dan sekunder. Banyaknya air tanah yang digunakan rata-rata 130 liter/orang/hari. Kedalaman sumur rata-rata 6 m dan ketinggian reservoir rata-rata pada ketinggian 5 m. Debit yang dialirkan dari sumur ke reservoir sekitar 0,000627 m3/det sedangkan yang dialirkan dari reservoir ke bak mandi sekitar 0,00054 m3/det. Jumlah penduduk di Kelurahan Sirnagalih 8.301 jiwa, banyaknya air yang digunakan oleh masyarakat sekitar 1.079.130 liter per hari (1.079,13 m3/hari) setiap satu keran atau setara dengan menggunakan keran air sebanyak 23 buah. Penggunaan listrik hanya untuk penggunaan pompa air saja adalah 2,89 kW per hari. Kata kunci: Air tanah, kehilangan energi, pompa, reservoi   Abstract Until now, the need for clean water for the people of Tasikmalaya Municipality is partly served by the Regional Drinking Water Company (PDAM) Tirta Sukapura. Most of the people in Sirnagalih Urban Village still rely on groundwater to meet their daily needs. A small part has been served by PDAM although the water quality still needs to be improved. The purpose of this study was to determine the amount of groundwater used by the community in Sirnagalih Urban Village to meet their daily needs, such as bathing, washing clothes, and washing kitchen utensils. Groundwater taken from wells generally uses an automatic pump and flows through pipes with a diameter of 0.02 m. The research location is in Sirnagalih Urban Village, Indihiang Sub-district, Tasikmalaya Municipality. The flow calculation uses the energy equation by taking into account the primary and secondary energy losses. The amount of groundwater used is on average 130 liters/person/day. The average well depth is 6 m and the average reservoir height is 5 m. The discharge flowing from the well to the reservoir is about 0.000627 m3/s while that flowing from the reservoir to the bath is about 0.00054 m3/s. The population in Sirnagalih Urban Village is 8.301 people, and the amount of water used by the community is around 1079130 liters per day (1.079.13 m3/day) per one faucet or the equivalent of using 23 faucets. The use of electricity only for the use of water pumps is 2.89 kW per day. Keywords: Groundwater, head loss, pump, reservoir

    Pengaruh Variasi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik Rumah Tangga Terhadap Laju Infiltrasi Pada Daerah Rawan Banjir Di Kota Balikpapan

    Full text link
    Abstrak Kota Balikpapan akhir-akhir ini menjadi kota yang sering terjadi banjir khususnya di musim hujan. Daerah yang padat penduduk dan kurangnya daerah resapan air serta sistem pengelolaan air yang kurang baik menjadi titik langganan banjir di Kota Balikpapan. Infiltrasi memiliki kemampuan yang terbatas, hal ini diakibatkan oleh kemampuan tanah dalam menyerap air. Kapasitas infiltrasi di daerah perkotaan biasanya tergolong kecil dan menyebabkan genangan air di permukaan tanah setelah terjadi hujan. Penelitian ini akan melakukan pengujian dengan pemanfaatan lubang resapan biopori pada tanah asli dan pada tanah yang diberikan lubang resapan biopori dengan menggunakan alat double ring infiltrometer guna mengukur laju infiltrasi serta menggunakan metode horton. Pada lokasi 1 menunjukkan hasil nilai fc tanpa menggunakan biopori, menggunakan biopori 3 dan biopori 6 secara berturut-turut adalah 0,5 m/jam, 0,6 m/jam dan 0,8m/jam. Sedangkan pada lokasi ke 2 nilai fc tanpa menggunakan biopori, menggunakan biopori 3 dan biopori 6 secara berturut-turut 0.04 m/jam, 0.05 m/jam, fc = 0.07 m/jam. Hasil pengujian menunjukkan akumulasi laju infiltrasi tanah yang diberikan lubang resapan biopori lebih cepat dibandingkan tanah tanpa lubang resapan biopori. Kata kunci: Lubang resapan, metode horton, biopori, laju infiltrasi  Abstract Recently, Balikpapan City often experiences floods, especially in the rainy season. Densely populated areas and lack of water catchment areas as well as poor water management systems are the main causes for flooding in Balikpapan City. Infiltration has a limited ability due to the soil capacity to absorb water. Infiltration capacity in urban areas is usually relatively small and causes waterlogging on the ground surface after rain. This study will test examined the use of biopore  infiltration holes on the (non-treatment soil/original soil) ?? and in soils that are given biopore infiltration holes by using a double ring infiltrometer to measure the infiltration rate and using the Horton method. At location 1, the results of fc values without using biopore, using 3 and 6 biopore are 0.5 m/hour, 0.6 m/hour and 0.8 m/hour, respectively. While at location 2, the fc value without using biopore, using 3 biopore and 6 biopore respectively 0.04 m/hour, 0.05 m/hour, fc = 0.07 m/hour. The test results show that the accumulation of soil infiltration rate using biopore infiltration holes are faster than soil without biopore infiltration holes. Keywords: Absorption hole, horton method, biopore, infiltration rat

    Evaluasi Penempatan Ruang Henti Khusus di Simpang Surabaya Kota Banda Aceh

    Full text link
    Abstrak Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang pesat tanpa diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana transportasi akan berdampak terhadap turunnya kinerja persimpangan dan mempengaruhi pergerakan arus lalu lintas. Salah satu persimpangan bersinyal dengan tingkat arus lalu lintas yang padat dan sering terjadi kemacetan adalah Simpang Surabaya Kota Banda Aceh. Saat ini fasilitas ruang henti khusus (RHK) sepeda motor telah dibangun di persimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas RHK di Simpang Surabaya. Tahapan penelitian meliputi survei geometrik persimpangan, volume, kinerja persimpangan, dan kondisi RHK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RHK belum efektif, namun keberadaan RHK telah mempengaruhi kapasitas persimpangan. Ditinjau dari tingkat keberhasilan dan kecukupan, penerapan RHK masih terbatas pada beberapa lengan persimpangan yang diakibatkan tingginya jumlah kendaraan sepeda motor, penumpukan sepeda motor yang tidak teratur, dan terjadi kemacetan panjang. Kata kunci: Persimpangan, penempatan, ruang henti khusus, sepeda motor   Abstract The rapid increase in the number of motorized vehicles without a corresponding improvement in transportation infrastructure will lead to a decline in intersection performance and affect traffic flow. One of the signalized intersections with high traffic volume and frequent congestion is Simpang Surabaya in Banda Aceh. Currently, advanced stop boxes (ASB) facility has been constructed at this intersection. This research aims to evaluate the effectiveness of ASB. The research stages includes a survey of intersection geometry, volume, intersection performance, and ASB conditions. The research findings indicate that the implementation of ASB is not yet effective, but the presence of ASB has influenced the intersection\u27s capacity. In terms of success rate and adequacy, the implementation of ASB is still limited to certain sections of the intersection due to the high number of motorcycles, irregular motorcycle accumulations, and prolonged congestion.  Keywords: Intersection, placement, advanced stop boxes, motorcycl

    Analisis Muka Air Banjir terhadap Tutupan Lahan di Sungai Bulok Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

    Full text link
    Abstrak Sungai Bulok menjadi salah satu Lokasi banjir di WS Seputih Sekampung yang berhasil diidentifikasi. Pada tahun 2017, terjadi banjir besar di Sungai Bulok sehingga mengakibatkan Bendung Gatel (STA 11+00 dari Muara Way Bulok) rusak berat dan juga menyebabkan kerusakan tanggul. Tujuan penelitian ini akan menganalisis Debit Puncak Banjir untuk mengetahui Tinggi Muka Air banjir dengan menggunakan HEC-RAS, serta membahas alternatif untuk mengurangi dampak banjir. Analisis banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayashu. Debit puncak banjir Sungai Bulok, untuk kala ulang 20 tahun sebesar 517,02 m3/dt. Profil muka air banjir pada sungai bulok untuk Kala Ulang 2, 5, dan 10 tahun aman dari banjir, sedangkan untuk kala ulang 20 tahun terdapat banjir dari Ruas 1 sampai dengan Ruas 8 sungai Bulok. Untuk alternatif jangka pendek dan menengah diperhitungkan panjang tanggul Untuk mereduksi limpasan yang terjadi dilakukan simulasi hidrolika dengan mengubah tutupan lahan sebanyak 10% sehingga dapat menurunkan Debit Banjir Kala ulang 20 tahun menjadi 313,35 m3/dt atau sebesar 39,39%. Kata kunci: Sungai Bulok, HEC-RAS, tata guna lahan, banjir  Abstract Bulok River is one of the identified flood locations in the Seputih Sekampung Watershed. In 2017, there was a major flood on the Bulok River, causing the Gatel Dam (STA 11+00 from Muara Way Bulok) to be heavily damaged and also causing damage to the embankment. The purpose of this study will be to analyze the Peak Flood Discharge to determine the Flood Water Level using HEC-RAS, as well as discuss alternatives to reduce the impact of flooding. Design flood analysis using the HSS Nakayashu method. The peak flood discharge of the Bulok River, for a 20-year return period, is 517.02 m3/sec. The profile of the flood water level in the bulok river for return periods 2, 5, and 10 years is safe from flooding, while for the 20 year return period there are floods from section 1 to section 8 of the Bulok river. For the short and medium term alternatives, the length of the embankment is calculated. To reduce the runoff that occurs, hydraulic simulations are carried out by changing the land cover by 10% so that it can reduce the 20 year return period flood discharge to 313.35 m3/s or 39.39%. Keywords: Bulok River, HEC-RAS, land use, floo

    EFEK PENAMBAHAN SERAT LIMBAH BOTOL PET DAN FLY ASH TERHADAP HASIL UJI ULTRASONIC PULSE VELOCITY PADA SELF COMPACTING CONCRETE

    Full text link
    Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen dengan fly ash dan penambahan serat plastik PET pada Self Compacting Concrete (SCC) terhadap karakteristik beton segar, kuat tekan beton, kecepatan rambat gelombang ultrasonik (UPV), dan modulus elastisitas dinamik. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimental yang dilakukan di laboratorium. Penambahan serat PET diberikan sebesar 0%; 0,25%; 0,50%; dan 0,75% berdasarkan volume fraction matriks beton. Sedangkan penggantian parsial semen dengan fly ash dilakukan sebesar 0% dan 15%. Terdapat delapan varian dalam penelitian ini. Masing-masing varian terdiri dari lima benda uji silinder berukuran 150×300 mm. Sehingga total terdapat 40 benda uji. Pengujian kuat tekan dan cepat rambat gelombang dilakukan saat benda uji berumur 56 hari. Pengukuran UPV dilakukan sebanyak lima titik setiap benda uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas campuran beton segar mengalami penurunan seiring dengan penambahan serat PET secara bertahap. Pada pengujian beton kondisi mengeras, penambahan serat PET cenderung menyebabkan penurunan kuat tekan, kecepatan gelombang ultrasonik, dan modulus elastisitas dinamik. Persentase penambahan serat PET pada campuran beton tanpa fly ash yaitu sebesar 0,50%, sedangkan pada campuran dengan subtitusi semen dengan 15% fly ash yaitu sebesar 0,25%. Kata kunci: Ultrasonic pulse velocity, kuat tekan, self compacting concrete, fly ash, serat plastik PETAbstractThis study aims to determine the effect of partial replacement of cement with fly ash and the addition of PET plastic fibers to Self Compacting Concrete (SCC) on the characteristics of fresh concrete, compressive strength of concrete, Ultrasonic Pulse Velocity (UPV), and dynamic modulus of elasticity. This research classified as experimental research conducted in the laboratory. The addition of PET fiber is given at 0%; 0.25%; 0.50%; and 0.75% based on the volume fraction of the concrete matrix. While the partial replacement of cement with fly ash was carried out at 0% and 15%. There are eight variants in this study. Each variant consists of five cylindrical specimens 150×300 mm. So in total there are 40 specimens. Tests for compressive strength and UPV were carried out when the specimens were 56 days old. UPV measurements were carried out at five points for each specimens. The results showed that the quality of the fresh concrete mix decreased with the gradual addition of PET fiber. In testing the hardened condition of concrete, the addition of PET fibers tends to cause a decrease in compressive strength, ultrasonic wave speed, and dynamic elastic modulus. The percentage of addition of PET fiber to the concrete mixture without fly ash was 0.50%, whereas in the mixture with cement substitution with 15% fly ash, it was 0.25%. Keywords: Ultrasonic pulse velocity, compressive strength, self compacting concrete, fly ash, PET plastic fiberSelf Compacting Concrete (SCC) merupakan beton khusus yang memiliki kemampuan mengalir cukup baik untuk mengisi cetakan. Botol plastik berbahan Polyethylene Terephthalate (PET) merupakan limbah yang sulit terurai dan belum diolah dengan baik. Selain botol plastik, fly ash merupakan limbah industri dengan deposit cukup besar. Beton dengan campuran serat botol PET dan fly ash merupakan upaya dalam mengurangi jumlah limbah. Namun penambahan limbah tersebut akan memengaruhi kualitas beton sehingga perlu adanya penelitian untuk mengetahui pengaruhnya. Pengujian kecepatan gelombang ultrasonik merupakan jenis pengujian non-destructive yang efektif untuk mengetahui homogenitas beton. Untuk mendukung hasil yang lebih akurat, perlu adanya pengujian beton saat fase segar dan pengujian merusak berupa uji kuat tekan beton. Terdapat delapan varian dalam penelitian ini dengan benda uji berupa silinder 150×300 mm. Penambahan serat PET diberikan sebesar 0%; 0,25%; 0,50%; dan 0,75% berdasarkan volume fraction matriks beton. Sedangkan penggantian parsial semen dengan fly ash dilakukan sebesar 0% dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat PET cenderung menyebabkan penurunan kualitas beton pada fase segar dan mengeras. Di sisi lain beton dengan campuran fly ash menghasilkan nilai kecepatan gelombang ultrasonik dan modulus elastisitas dinamik yang lebih tinggi dibanding beton tanpa fly ash

    Evaluasi Dan Penanganan Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Surface Distress Index Pada Ruas Jalan Ahmad Malawat Kota Tidore Kepulauan

    Full text link
    Abstrak Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang banyak digunakan di suatu wilayah, kondisi jalan mempengaruhi aktivitas setempat. Penelitian ini untuk mengidentifikasi sifat dan tingkat kerusakan di Jalan Ahmad Malawat dan cara mengatasinya. Panjang jalan yang disurvei adalah 2650 m dan metode yang digunakan adalah Surface Distress Index (SDI). Data yang dibutuhkan untuk penyelidikan ini adalah dimensi kerusakan panjang, lebar dan kedalaman kerusakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan tingkat kerusakan jalan adalah bekas roda kendaraan sebesar 50,57%, retak sebesar 28,64%, lubang sebesar 16,30%, dan amblas sebesar 4,49%. Penanganan kerusakan berdasarkan jenis kerusakan pada permukaan jalan adalah:STA.0+800 - STA.2+000 dan STA.2+600 - STA.2+650 dalam kondisi baik, maka penanganannya dengan pemeliharaan rutin. Kondisi jalan ditangani dengan pemeliharaan berkala Pada STA.0+000 - STA.0+200 dan STA.2+400 - STA.2+600. Perawatan harus dilakukan dengan rehabilitasi untuk STA.0+200 - STA.0+600 dan STA.2+000 - STA.2+400 serta STA.0+600 - STA.0+800 dengan rekonstruksi. Kata Kunci:  Surface Distress Indeks, Kerusakan Jalan, Jenis Penanganan   Abstract The Road is a means of land transportation widely used in an area, and road conditions affect local activities. This research is to identify the nature and level of damage on Ahmad Malawat Street and how to overcome it. The length of the surveyed road is 2650 m, and the method used is the Surface Distress Index (SDI).  The data needed for this investigation are the dimensions of the damage length, width, and depth of damage. The results showed that the type and level of road damage were vehicle ruts by 50.57%, potholes by 16.30%, cracks by 28.64%, and sinking by 4.49%. The handling of damage based on the type of damage to the road surface is STA.0+800 - STA 2+000 and STA.2+600 - STA.2+650 in good condition, so handling it with regular maintenance. Road conditions are handled with periodeic maintenance At STA.0+000 - STA.0+200 and STA.2+400 - STA 2+600. The treatment must be carried out with rehabilitation for STA.0+200 - STA.0+600 and STA.2+000 - STA.2+400, STA.0+600 - STA.0+800 with reconstruction. Keywords: Surface Distress Indeks, Road Damage, Handling Typ

    Pengaruh Filler Abu Cangkang Kerang Terhadap Campuran Aspal Daerah Pesisir Pantai

    Full text link
    Abstrak Penyebab utama jalan rusak di Indonesia karena genangan air, proses oksidasi, tanah yang tidak stabil dan kendaraan yang melampaui kapasitas. Air yang dimaksud umumnya air tawar, namun bagaimana pengaruhnya apabila air yang dimaksud adalah air laut. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya peningkatan stabilitas campuran AC-WC dengan penggantian sebagian filler menggunakan abu cangkang kerang dengan perendaman air laut. Penelitian dilakukan beberapa tahapan diantaranya pengujian mutu bahan, penentuan KAO variasi abu cangkang kerang 4%, 6% dan 8% dari berat filler, dilanjutkan perendaman air laut selama 24 jam dengan metode pengujian Marshall, terakhir melakukan analisis pembahasan penarikan kesimpulan. Nilai stabilitas pada persentase 4% sebesar 1337.2 kg, persentase 6% nilai stabilitasnya sebesar 1497.2 kg, dan nilai stabilitas tertinggi pada presentase 8% sebesar 1531.3 kg. Peningkatan terjadi karena cangkang kerang mengandung CaCO3, memberikan pengaruh positif pada rongga di dalam aspal semakin kecil, dan campuran semakin padat. Nilai flow mengalami penurunan dengan bertambahnya persentase abu cangkang kerang, dikarenakan abu cangkang kerang memiliki berat jenis lebih tinggi dari agregat halus sehingga aspal yang menyelimuti agregat semakin tipis dan membuat kelelehan semakin menurun. Untuk flow pada campuran abu cangkang kerang persentase 4% dan 6% nilainya sebesar 2,3 mm, nilai terendah ada pada persentase 8% sebesar 2 mm. Kata kunci: Abu cangkang kerang; air laut; filler; Marshall, stabilitas Abstract The main causes of damaged road conditions in Indonesia are stagnant water, oxidation processes, unstable soil and vehicles that exceed capacity. The water in question is generally fresh water, but how does it affect if the water in question is seawater. The aim of the study was to determine the efforts to increase the stability of the AC-WC mixture by partially replacing the filler using shell ash with seawater immersion. The research was carried out in several stages including testing the quality of the material, determining the KAO variations of shell ash 4%, 6% and 8% of the filler weight, followed by immersion in seawater for 24 hours, using the Marshall test method, finally conducting an analysis discussing drawing conclusions. The stability value at a percentage of 4% is 1337.2 kg, for a percentage of 6% the stability value is 1497.2 kg, and the highest stability value is at an 8% percentage of 1531.3 kg. The increase occurs because the shells contain CaCO3 which has a positive effect on the voids in the asphalt getting smaller and the mixture getting denser. The flow value decreased with increasing percentage of shell ash, this is because the shell ash has a higher specific gravity than fine aggregate so that the asphalt covering the aggregate is thinner and causes melting to decrease. For flow in the mixture of shell ash, the percentage of 4% and 6% is 2.3 mm, the lowest value is in the percentage of 8%, which is 2 mm. Keywords: Shell Ash; Sea water; Fillers; Marshall, stabilit

    Faktor Keterlambatan Proses Pengadaan Tanah Terhadap Pencapaian Kinerja Proyek Strategis Nasional (PSN) Jaringan Irigasi Aceh

    Full text link
    Abstrak Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) membutuhkan kersediaan luas lahan cukup besar sehingga diperlukan pembebasan lahan. Beberapa penelitian memperlihatkan permasalahan pembebasan lahan yang terus ada dalam pembangunan Infrastruktur. Permasalahan pengadaan tanah secara internal antara lain dana, alokasi penambahan dana, data administrasi tanah, sumber daya manusia, pemahaman Panitia Pengadaan tanah (P2T), koordinasi dan pemilik tanah. Sementara secara ekternal meliputi peraturan, keuangan, harga, status tanah, faktor lingkungan, faktor geografis dan keterlibatan instansi dari luar. Provinsi Aceh dalam beberapa tahun terakhir sedang melaksanakan beberapa PSN diantaranya pembangunan dua jaringan irigasi yaitu Lhok Guci dan Jambo Aye Kanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dampak proses pengadaan tanah terhadap pencapaian kinerja PSN Jaringan Irigasi Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner terhadap 115 orang responden. Jawaban kuisioner kemudian diolah dengan analisis korelasi. Hasil analisis data diperoleh tiga faktor utama dari proses pengadaan tanah yang berhubungan dengan pencapaian kinerja proyek yaitu sumber daya manusia, koordinasi dan harga. Kata Kunci: Pengadaan tanah, kinerja proyek, keterlambatan, analisis korelasi  Abstract The implementation of the National Strategic Project (PSN) requires the availability of a large enough land area so that land acquisition is required. Several studies show that land acquisition problems continue to exist in infrastructure development. Internal land acquisition issues include funding, allocation of additional funds, land administration data, human resources, understanding of the Land Acquisition Committee (P2T), coordination and land owners. While externally it includes regulations, finance, prices, land status, environmental factors, geographical factors and the involvement of outside agencies. Aceh Province in recent years has been carrying out several PSNs including the construction of two irrigation networks namely Lhok Guci and Jambo Aye Kanan. This research was conducted to examine the impact of the land acquisition process on the performance achievement of the Aceh Irrigation Network PSN. Data collection was carried out using a questionnaire to 115 respondents. Questionnaire answers were then processed by correlation analysis. The results of data analysis obtained three main factors of the land acquisition process that are related to the achievement of project performance, namely human resources, coordination and price. Keywords: land acquisition, project performance, delays, correlation analysi

    Identifikasi Karakteristik Agregat Terhadap Nilai Stabilitas Lapis Perkerasan Aspal Beton AC-BC (Laston)

    Full text link
    Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi terbaik dari penggunaan agregat kasar dari Kedak dan Pasir Lumajang, sehingga mampu meningkatkan nilai stabilitas jalan. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan pembuatan benda uji jenis lapis aspal beton yaitu AC-BC dengan variasi campuran 4,2% aspal. Beberapa pengujian untuk mendapatkan karakteristik agregat yaitu uji gradasi ayakan, uji abrasi, uji berat jenis sementara pengujian untuk mendapatkan hasil stabilitas adalah uji Marshall (Stabilitas, Flow, volumetric). Kesimpulan dari hasil pengujian Marshall dengan penggunaan agregat kasar koral Kedak Kediri dan agregat halus pasir Lumajang didapatkan nilai stabilitas rata-rata sebesar 4.843 kg hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap nilai stabilitas lapis perkerasan lentur normal sebesar 800 kg sehingga hasil tersebut menunjukkan penggunaan agregat kasar koral Kedak Kediri dan agregat halus pasir Lumajang meningkatkan nilai stabilitas yang akan berdampak pada daya tahan lapis perkerasan jalan kondisi lalu lintas tinggi dan tingkat umur layanan jalan yang direncanakan akan tercapai. Kata kunci: Aspal, Jalan, Marshall, Stabilitas Abstract The purpose of this research is to get the best composition from the use of coarse aggregate from Kedak and Lumajang Sand, so as to increase the road stability value. The method used is the experimental method by making asphalt concrete type specimens, namely A.C-B.C with a mixture of 4.2% asphalt. Several tests to obtain aggregate characteristics are sieve gradation test, abrasion test, specific gravity test. While testing to obtain stability results is the Marshall test (Stability, Flow, volumetric). The conclusion from the Marshall test results using Kedak Kediri coarse coral aggregate and Lumajang sand fine aggregate obtained an average stability value of 4,843 kg. This shows that there is a significant influence on the stability value of the normal flexible pavement layer of 800 kg. Thus, these results indicate that the use of Kedak Kediri coarse coral aggregate and Lumajang sand fine aggregate increases the stability value which will have an impact on the durability of the road pavement under high traffic conditions and the service life level of the planned road will be achieved. Keywords: Asphalt, Marshall, Road, Stabilit

    365

    full texts

    395

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Teras Jurnal (Jurusan Teknik Sipil)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇