Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
OPTIMALISASI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN DIGITAL DI SMP NEGERI 2 KARANGMALANG SRAGEN
Perpustakaan merupakan salah satu sarana belajar bagi siswa siswi di sekolah SMP Negeri 2 Karangmalang. Melalui pengembangan teknologi tepat guna, perpustakaan juga mengembangkan menjadi perpustakaan digital dengan tujuan meningkatkan minat baca siswa siswi di sekolah. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa optimal perpustakaan digital tersebut dimanfaatkan oleh siswa siswi SMP Negeri 2 Karangmalang. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah deskriptif kualitatif, dengan responden siswa-siswi, dan guru. Hasil dari pengumpulan data dapat dinyatakan bahwa perpustakaan digital temanfaatkan dengan baik, seperti tampilan katalog bentuk digital dan cara penelusuran sangat memudahkan pemustaka dalam hal ini sivitas akademika sekolah.
The library is one of the learning facilities for students at SMP Negeri 2 Karangmalang. Through the development of appropriate technology, the library is also developing into a digital library with the aim of increasing students' interest in reading at school. This scientific paper aims to find out how optimally the digital library is used by students at SMP Negeri 2 Karangmalang. The method used in writing this scientific paper is descriptive qualitative, with student and teacher respondents. The results of data collection can be stated to show that digital libraries are well utilized, such as by displaying digital catalogs and allowing users to search very easily, in this case the school's academic community
Penggunaan Media Sosial untuk Promosi Perpustakaan Tambah Ilmu SD Negeri Tambahmulyo 01 Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati
Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan media sosial untuk promosi di Perpustakaan Tambah Ilmu SD Negeri Tambahmulyo 01, yang terletak di Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Memasuki zaman digital yang berkembang pesat, media sosial sudah menjadi salah satu platform utama bagi organisasi untuk menyebarluas jangkauan promosi dan berinteraksi dengan masyarakat. Dilaksanakannya penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana perpustakaan memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk promosi. Pendahuluan karya ini menyoroti pentingnya promosi dalam konteks perpustakaan sebagai usaha untuk membuat kesadaran masyarakat tentang layanan dan kegiatan yang ditawarkan lebih meningkat. Dengan pesatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari, perpustakaan tidak dapat mengabaikan peluang besar yang dimiliki oleh platform-platform ini untuk menggapai tujuan berpromosi. Metode kualitatif dipilih untuk penelitian ini karena kemampuannya untuk menyediakan wawasan mendalam tentang pengalaman dan persepsi subjektif terkait penggunaan media sosial. Metode ini dipakai karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara rinci bagaimana staf perpustakaan memanfaatkan media sosial, serta memahami dinamika interaksi antara perpustakaan dan pengikut mereka di platform tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengerti dengan baik bagaimana media sosial digunakan oleh Perpustakaan Tambah Ilmu sebagai alat promosi, serta untuk mengevaluasi efektivitas strategi promosi yang mereka terapkan. Lewat pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan media sosial oleh perpustakaan, penelitian ini dilakukan agar dapat memberikan wawasan yang berharga bagi perpustakaan lainnya yang ingin meningkatkan visibilitas mereka melalui platform media sosial. Dengan begitu, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan wawasan yang komprehensif tentang bagaimana media sosial digunakan oleh Perpustakaan Tambah Ilmu, tetapi juga untuk memberikan kontribusi pada literatur tentang promosi perpustakaan dan fungsi media sosial dalam memajukan pendidikan dan literasi di masyarakat. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang bagaimana perpustakaan dapat memanfaatkan media sosial dengan lebih efektif untuk mencapai tujuan promosi mereka.
 
UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA JUDI ONLINE STUDI KASUS POLRES SUKOHARJO: UPAYA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA JUDI ONLINE
In general, efforts to deal with online gambling crimes are carried out preventif and represif. Data from the Sukoharjo Police, from 2017 to 2023, 35 cases of online or conventional gambling have been handled. Most of the people who do gambling are teenagers. Online gamblers use information and communication technology as a means of modern gambling.This research aims to determine the efforts taken by the Sukoharjo Police to tackle online gambling in the jurisdiction of the Sukoharjo Police. Research data consists of primary data and secondary data. In collecting data, the author used the interview method from the Sukoharjo Police Specific Crime Unit. Meanwhile, in the analysis the author uses qualitative analysis methods.Based on the results of research conducted by the author, it can be concluded that the efforts made by the Sukoharjo Police in tackling online gambling are by using preventive measures (prevention) and repressive measures (enforcement). The Sukoharjo Polres prioritizes preventive efforts, namely by conducting patrols and outreach to the community. As for the inhibiting factors, namely the lack of mastery of information technology by investigators in uncovering perpetrators, information leaks before carrying out raids, lack of facilities and infrastructure in uncovering and lack of public awareness to report to the Police.Keywords: Efforts to control, Online GamblingSecara umum upaya penanggulangan tindak pidana judi online dilakukan secara preventif dan Represif. Dari data Polres Sukoharjo pada kurun waktu 2017 sampai 2023 telah menangani 35 perkara perjudian online ataupun konvensional. Sebagian besar orang yang melakukan perjudian adalah remaja. Pelaku judi online menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana perjudian modern.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanggulangan Kepolisian Sukoharjo dalam menanggulangi judi online di wilayah hukum Polres Sukoharjo. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode wawancara dari Unit Tindak Pidana Tertentu Polres Sukoharjo. Sedangkan dalam analisisnya penulis menggunakan metode analisis kualitatif.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan Polres Sukoharjo dalam menanggulangi judi online adalah dengan menggunakan upaya preventif (pencegahan) dan upaya represif (penindakan). Polres Sukoharjo lebih mengutamakan upaya preventif (pencegahan) yaitu dengan melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Sedangkan untuk faktor penghambat yaitu kurangnya penguasaan teknologi informasi oleh penyidik dalam mengungkap pelaku, adanya kebocoran informasi sebelum melakukan razia, kurangnya sarana dan fasilitas dalam mengungkap dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kepada Kepolisian.
Kata Kunci : Upaya Penanggulangan, Judi Onlin
The Level of students' mathematical creative thinking skills as measured by their self-confidence
High self-confidence and creative mathematical thinking skills will change students from having difficulty with mathematics to active learners who can solve mathematical problems. But the facts show that the achievement of both abilities is still quite low. The purpose of this research is to analyze how students' creative mathematical thinking skills are viewed from the perspective of self-confidence in social arithmetic material. Social arithmetic material is used because it allows them to abstract mathematical processes into their daily lives, thereby developing their creativity. The research method is descriptive qualitative. The sample was 3 people, namely 1 person for each level of self-confidence (high, medium, and low). They are selected through purposive sampling. The data collection techniques used include questionnaires, tests, interviews, and field notes. The data analysis techniques employed are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that students' self-confidence levels in social arithmetic material affect their creative mathematical thinking skills. It was found that students with high self-confidence were able to meet three indicators of creative mathematical thinking skills: fluency, flexibility, and elaboration. However, students with high self-confidence were not able to meet the originality indicator. Students with moderate self-confidence were able to meet one indicator of creative mathematical thinking skills, namely fluency, but were not able to meet the flexibility and elaboration indicators. Meanwhile, students with low self-confidence were not able to meet any indicators of creative mathematical thinking skills. Thus, self-confidence can be increased to improve mathematical creative thinking skills
Analisis Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) di Desa Karangkemojing Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Tahun 2022
Indonesia menerapkan otonomi daerah sejak tahun 2002. Dengan adanya otonomi daerah maka pemerintahan daerah termasuk pemerintahan desa berhak menyelenggarakan pemilihan kepala desa. Ada dua model pelaksanaan pemilihan kepala desa yaitu serentak dan antar waktu (PAW). Pemilihan kepala desa serentak diselenggarakan jika jabatan kepala desa selesai dan pemilihan kepala desa antar waktu (PAW) dilakukan apabila masih ada sisa jabatan minimal 1 tahun sementara kepala desa meninggal, terlibat kasus hukum pidana atau mengundurkan diri. Salah satu desa yang menyelenggarakan PAW yaitu desa Karangkemojing sebagai desa pertama di kabupaten Banyumas yang melaksanakan pemilihan kepala desa antar waktu tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara mendalam seperti BPD Karangkemojing, Sekretaris Kecamatan Gumelar, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyumas, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banyumas serta panitia pemilihan kepala desa antar waktu Karangkemojing. Analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala desa antar waktu berjalan cukup baik akan tetapi terdapat kelebihan jumlah suara ketika penghitungan suara sebanyak satu suara. Padahal total jumlah pemilih pemilihan kepala desa antar waktu di desa Karangkemojing sebanyak 68 orang akan tetapi hasil perhitungan suara sebanyak 69 suara. Rekomendasi yaitu monitoring lebih masif dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyumas, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Banyumas
Penerapan Model Pembelajaran Make a Match untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Materi Sistem Reproduksi Manusia
Proses pendidikan di Indonesia sebagian besar berpusat pada guru, yang dikenal sebagai Teacher Center Learning, yang mengarah pada implikasi potensial pada prestasi pendidikan peserta didik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran kognitif peserta didik melalui penerapan pendekatan pembelajaran make a match yang berfokus pada topik sistem reproduksi manusia. Penelitian dilakukan dengan peserta didik kelas XI IPA MAN 2 Pasuruan dan melibatkan proses terstruktur yang terdiri dari dua siklus yang meliputi fase perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Metode pengumpulan data termasuk pemanfaatan penilaian pembelajaran kognitif melalui evaluasi pretest dan postest. Hasil dari penelitian menunjukkan dampak positif dari penggunaan model pembelajaran make a match pada hasil pembelajaran kognitif peserta didik di XI IPA MAN 2 Pasuruan dalam kaitannya dengan topik sistem reproduksi manusia. Awalnya, ada peningkatan minimal 2,8% dalam kinerja pelajar selama pretest di siklus 1, yang secara signifikan meningkat menjadi 61,1% pada postest siklus 1, dan akhirnya mencapai 100% pada siklus 2. Akibatnya, sangat disarankan, berdasarkan hasil penelitian ini, bagi pendidik agar mempertimbangkan untuk mengintegrasikan model pembelajaran make a match untuk meningkatkan prestasi pembelajaran kognitif peserta didik di berbagai mata pelajaran.
Kata Kunci: Hasil Belajar, Kognitif, Make a Match, Sistem Reproduksi 
Studi Pola Kemitraan Petani Padi Dharma Nina Ayu (DNA) pada CV Re Agro Lestari Kabupaten Indramayu
Kemitraan Padi Dharma Nina Ayu (DNA) dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar modern terhadap beras DNA yang produksinya banyak dikembangkan di Kabupaten Indramayu melalui kemitraan antara petani dengan CV Re Agro Lestari. Namun, pola dan implementasi pelaksanaan kemitraan seringkali masih menjadi isu yang kurang baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemitraan CV Re Agro Lestari yang telah berjalan, menganalisis pola kemitraan yang terbentuk, menjelaskan keunggulan dan kelemahan kemitraan serta faktor-faktor yang mempengaruhi ketertarikan petani dalam mengikuti kemitraan. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode wawancara, observasi lapangan dan studi literasi, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sebagai sentra Padi DNA. Jumlah sampel adalah 30 petani yang bermitra dengan CV Re Agro Lestari. Hasil penelitian menunjukkan CV Re Agro Lestari sejak 2021 telah menjalin kemitraan budidaya Padi DNA seluas 694,6 hektare tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Indramayu. Pola kemitraan yang terbentuk adalah kemitraan inti plasma, petani sebagai produsen yang menghasilkan padi DNA dan CV Re Agro Lestari sebagai perusahaan menyediakan bantuan permodalan, pembinaan budidaya dan offtacker. Selain itu, pola kemitraan yang terjalin juga mengadopsi pola kemitraan Closed Loop agribisnis yaitu mengkolaborasikan semua unsur mulai dari petani, kelembagaan petani, kios tani, offtaker dan pemerintah daerah. Kemitraan ini memiliki keunggulan seperti akses pembiayaan tanpa perbankan, jaminan harga dan pasar, pendampingan budidaya, dan pengadaan pupuk obat pertanian yang terjangkau, sedangkan kelemahannya antara lain pembayaran tempo tujuh hari kerja, infleksibilitas harga kontrak, lemahnya strandarisasi hasil panen, serta pupuk dan obat pertanian yang kurang efektif. Ketertarikan petani dalam mengikuti kemitraan dipengaruhi oleh faktor adanya jaminan pasar dan harga
Pengembangan Teknologi Fermentasi Pakan Berbasis Hijauan untuk Peningkatan Kualitas Nutrisi pada Ternak Kambing (Rojokoyo Farm)
Penggunaan pakan hijauan berkualitas dan bernutrisi tinggi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas ternak kambing. Namun, hijauan segar seringkali memiliki keterbatasan dalam hal ketersediaan nutrisi yang optimal dan daya simpan yang pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi fermentasi pakan berbasis hijauan guna meningkatkan kualitas nutrisi pada ternak kambing Rojokoyo Farm. Metode penelitian yang digunakan adalah desain eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Dengan dilakukannya pengamatan selama 60 hari dengan dua perlakuan selama pemeliharaan yakni A0 sebagai kontrol tanpa pemberian pakan fermentasi, dan perlakuan A1 dengan pemberiaan pakan fermentasi berbasis hijauan. Adapun parameter pengujian pada kualitas pakan fermentasi yakni analisa kimia (bahan kering, kadar protein, kadar lemak, kadar abu dan kadar serat kasar), sedangkan pada objek sampel dilakukan pengukuran nilai pertumbuhan bobot mutlak, konsumsi pakan dan efisiensi pakan. Hasil dari pemberian pakan dengan fermentasi berbasis hijauan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan bobot mutlak kambing dengan rata-rata selisih 0,656 kg, konsumsi pakan 134, 435%, efisiensi pakan 0,0656%, serta rata rata selisih bahan kering, protein, lemak, abu dan serat kasar antara pakan A1 dengan A0 secara berturut-turut adalah 0,633%, 4,418%, 1,76%, 0,1387% dan 0,122%
Meningkatkan Motivasi Belajar Unsur Siswa Kelas VIII SMPN 2 Telukjambe Barat melalui Model Pembelajaran STAD
Natural Sciences have many aspects that are difficult for students to understand, making it difficult for students to be motivated to study Science. Even though motivation is very important in learning activities because learning without or lacking motivation will not be optimally successful. The learning model is one of the factors that significantly influences learning motivation. One learning model that has been widely applied to improve the quality of learning is the student teams achievement division (STAD) type cooperative learning model. This research aims to improve the quality of science learning, specifically the elemental material in terms of increasing student learning motivation by implementing the STAD type cooperative learning model in 8th grade student of SMPN 2 Telukjambe Barat. The research methodology used is classroom action research with student evaluation sheets, Teacher Performance Assessment Tool forms, and observation sheets as research instruments. The results of data analysis revealed that there was an increase in the average student test score from 30.86 to 49.43. The value of teaching modules and the value of learning improvement practices also increased. On the observation sheet there are also additional criteria marked as existing (appearing). Based on this, it can be concluded that the student team’s achievement division (STAD) type cooperative learning model can increase the motivation to learn science material for 8th grade students at SMPN 2 Telukjambe Barat.Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki banyak aspek yang sulit dipahami siswa sehingga membuat siswa sulit termotivasi mempelajari IPA. Padahal motivasi sangatlah penting dalam kegiatan belajar karena belajar tanpa atau kurang motivasi tidak akan berhasil dengan maksimal. Model pembelajaran merupakan salah satu faktor yang secara signifikan memengaruhi motivasi belajar. Salah satu model pembelajaran yang telah banyak diaplikasikan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD). Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran IPA, tepatnya materi unsur dalam hal peningkatan motivasi belajar siswa dengan cara menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas VIII SMPN 2 Telukjambe Barat. Metodologi penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas dengan lembar evaluasi siswa, formulir Alat Penilaian Kinerja Guru, dan lembar observasi sebagai instrumen penelitian. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan nilai tes rata-rata siswa dari 30,86 menjadi 49,43. Nilai modul ajar dan nilai praktik perbaikan pembelajaran juga mengalami peningkatan. Pada lembar observasi juga terdapat penambahan kriteria yang ditandai ada (muncul). Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe student teams achievement division (STAD) dapat meningkatkan motivasi belajar IPA materi Unsur siswa kelas VIII G SMPN 2 Telukjambe Barat
Systematic Literatur Review: Model Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar
Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw telah terbukti menjadi metode yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Dalam pendekatan ini, siswa dibagi ke dalam kelompok kecil di mana setiap anggota kelompok diberikan bagian dari materi pembelajaran untuk dipelajari dan kemudian mengajarkannya kepada anggota lain. Proses ini menumbuhkan tanggung jawab individual sekaligus kerja sama tim, menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan kolaboratif. Penelitian literatur yang menggunakan 21 artikel berkualitas menunjukkan bahwa penerapan model Jigsaw mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, khususnya dalam keterampilan pemecahan masalah dan komunikasi. Pembelajaran kooperatif ini mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konseptual yang lebih baik karena siswa aktif berpartisipasi dalam diskusi dan saling mengajarkan materi. Hasil yang didapat juga memperlihatkan bahwa siswa cenderung lebih terlibat dalam pembelajaran, yang meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri mereka. Dengan interaksi antarsiswa yang lebih intensif, keterampilan sosial juga ikut berkembang. Dalam konteks sekolah dasar, di mana pembentukan dasar pemahaman matematika sangat penting, model Jigsaw memberikan pendekatan yang memfasilitasi penguasaan konsep yang mendalam serta memperkuat kolaborasi. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat dianggap sebagai alternatif efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, menjawab tantangan rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam metode konvensional