Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    Public Official Perception of Digital Human Resource Management in Karanganyar, Indonesia

    No full text
    This study investigates user perceptions of Digital Human Resource Management through the MySAPK application in Karanganyar, Indonesia, using the Unified Model of Electronic Government Adoption (UMEGA). UMEGA includes seven key variables: performance expectancy, effort expectancy, social influence, facilitating conditions, perceived risk, user attitude, and behavioral intention. The study adopts a quantitative, associative research approach, employing a survey method with a structured questionnaire for data collection. The sample consists of 124 civil servants (ASN) in Karanganyar Regency who actively use the MySAPK application. Data were analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS 3.0. The results reveal that effort expectancy, social influence, and user attitudes significantly influence ASN perceptions and behavioral intentions toward MySAPK. In contrast, performance expectancy, facilitating conditions, and perceived risk do not significantly affect users’ behavioral intentions. Furthermore, user attitude is a mediating variable, successfully transmitting the influence of social influence and effort expectancy on behavioral intention. This study contributes to the growing literature on digital government adoption by offering empirical evidence from a local Indonesian context, highlighting the behavioral dynamics influencing civil servant engagement with digital HRM tools. The findings underscore the urgency for public sector organizations to provide reliable digital infrastructure and foster positive user attitudes and supportive environments to enhance adoption. Policymakers and system developers are advised to focus on usability, social reinforcement, and user engagement strategies to ensure the successful and sustainable implementation of digital HRM systems like MySAPK

    Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Mitigasi Bencana Menggunakan Model Problem Based Learning di Kelas X Keperawatan SMK Bhakti Pertiwi Indonesia

    No full text
    Dalam pembelajaran abad 21 ini salah satu kemampuan yang berpengaruh adalah kemampuan bepikir kritis. Rendahnya keterampilan peserta didik disebabkan pembelajaran yang monoton dan guru hanya sebagai pusat pembelajaran dengan menggunakan meodel pembelajaran satu arah seperti ceramah. Tujuan penelitian ini yaitu dapat meningkatkan ketmampuan bepikir krits peserta didik dalam menggunakan model PBL pada materi mitigasi bencan di kelas X Keperawatan. Metode yang digunakan pada penelelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dengan dua siklus. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas X Keperawatan yang berjumlah 28 orang. Lembar penilaian yang digunakan berupa lembar kerja peserta didik serta 10 soal formatif. Setelah dilaksanakannya penelitian, penggunaan model PBL ini mampu mengembangkan keterampilan berpikir krtis peserta didik yang ditunjukkan saat diskusi kelompok, kemampuan peserta didik menganalisis dan memberikan solusi, penyampaian materi secara baik. Hasil penelitian ini juga menunjukkan pada siklus satu didapatkan persentase rata rata ketuntasan 70% dengan kategori cukup. Sedangkan pada siklus dua terdapat peningkatan 10%, dengan rata rata ketuntasan yaitu 80%. Dengan penelitian tersebut bahwa penerapan pembelajaran berbasis masalah ini dapat meengasah kemampuan berpikir kritis untuk peserta didik pada materi mitigasi bencana di kelas X Keperawatan SMK Bhakti Perti Indonesia. Model pembelajaran tersebut juga dapat membuat suasana pembelajaran lebih aktif dan parsipatif

    Pengaruh Media Konkret Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Biologi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Mesuji

    No full text
    Riset ini bermaksud untuk mengeksplorasi pendayagunaan media konkret dalam menelaah pelajaran Biologi dikelas VII terhadap hasil belajar peserta didik. Riset ini diterapkan dengan dua siklus serta menggunakan pendekatan tindakan kelas. Sampel riset ini adalah siswa kelas VII SMP yang terdiri dari 13 perempuan dan 12 laki-laki. Perbandingan antara siklus pertama dan siklus kedua menunjukkan peningkatan signifikan selama pencapaian belajar siswa setelah implementasi media benda konkret. Pada siklus pertama, skor rata-rata perolehan pembelajaran peserta didik mencapai 68,84, yang menunjukkan bahwa peserta didik belum meraih Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Setelah melakukan refleksi pada siklus pertama, perbaikan dilakukan pada siklus kedua dengan mengimplementasikan media benda konkret dalam pembelajaran. Pada siklus kedua, adanya kenaikan signifikan dalam perolehan pembelajaran peserta didik, dengan skor rata-rata mencapai 88,24. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan media konkret dalam pembelajaran Biologi memiliki dampak konstruktif terhadap perolehan pembelajaran peserta didik. Peningkatan signifikan terjadi pada siklus kedua setelah implementasi media benda konkret. Oleh sebab itu, diusulkan supaya media konkret terus digunakan selama penelaahan Biologi guna memajukan persepsi teori dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajara

    Strategi Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Indonesia di Edinburg Dalam Menghadapi Perbedaan Budaya

    No full text
    This research aims to analyze the communication challenges and cultural adaptation process experienced by Indonesian students in Edinburgh, Scotland. Using a qualitative method, this research involved in-depth interviews with two postgraduate students at Edinburgh University. The findings show that international students face major communication challenges related to cultural differences, accents, social norms, and punctuality. Nonetheless, they managed to overcome these challenges through adaptation strategies, such as observation, communication skill development, and support from the international student community and social media. This adaptation process not only introduced them to the local culture, but also strengthened their Indonesian cultural identity. This research provides insights into how international students can overcome communication challenges and utilize cross-cultural experiences to enrich their understanding of local and global cultures. In addition, this study also suggests the role of universities in supporting international students through cultural orientation programs and communication training. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan komunikasi dan proses adaptasi budaya yang dialami oleh mahasiswa Indonesia di Edinburgh, Skotlandia. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan dua narasumber yang merupakan mahasiswa pascasarjana di Edinburgh University. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa internasional menghadapi tantangan utama dalam komunikasi yang terkait dengan perbedaan budaya, aksen, norma sosial, serta ketepatan waktu. Meskipun demikian, mereka berhasil mengatasi tantangan ini melalui strategi adaptasi, seperti observasi, pengembangan keterampilan komunikasi, dan dukungan dari komunitas mahasiswa internasional serta media sosial. Proses adaptasi ini tidak hanya memperkenalkan mereka pada budaya lokal, tetapi juga memperkuat identitas budaya Indonesia yang mereka bawa. Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana mahasiswa internasional dapat mengatasi tantangan komunikasi dan memanfaatkan pengalaman lintas budaya untuk memperkaya pemahaman mereka tentang budaya lokal dan global. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan adanya peran universitas dalam mendukung mahasiswa internasional melalui program orientasi budaya dan pelatihan komunikasi

    Analisis Komunikasi Pemasaran Pada Sektor Manufaktur Produk Cat : (Studi Kasus PT Meitu Paint Indonesia)

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pelaksanaan strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk cat di PT Meitu Paint Indonesia. penelitian ini didasari oleh kemajuan teknologi informasi, inovasi dalam pengembangan produk dan bahan baku cat yang memberikan kinerja serta estetika yang lebih baik. PT Meitu Paint Indonesia menerapkan bauran pemasaran 4P (produk, harga, tempat, dan promosi) untuk meningkatkan daya saing di pasar cat yang kompetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan manajer perusahaan, observasi dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang dijalankan oleh PT Meitu Paint Indonesia, seperti distribusi brosur ke took cat melalui tim sales, terbukti efektif dalam memperluas jangkauan konsumen. Strategi tersebut memberikan khazanah pengetahuan tentang cara meningkatkan visibilitas merek. Hasil penelitian ini memiliki implikasi dalam penerapan bauran pemasaran yang efektif dalam menghadapi persaingan pasar, khususnya di industri cat

    Pemanfaatan Media Digital sebagai Alat Kehumasan Pemerintah Kabupaten Cirebon

    No full text
    Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan kehumasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media digital oleh Pemerintah Kabupaten Cirebon, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi optimalisasi dalam mendukung pelayanan publik dan keterbukaan informasi. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, situs web resmi, dan aplikasi daring telah digunakan untuk memperluas diseminasi informasi dan meningkatkan interaksi dua arah dengan masyarakat. Namun, terdapat sejumlah hambatan seperti kesenjangan akses internet, rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, dan tingkat kepercayaan publik terhadap kanal digital pemerintah. Strategi optimalisasi yang diusulkan meliputi penguatan literasi digital masyarakat, peningkatan kapasitas SDM, perluasan infrastruktur digital, serta adopsi strategi komunikasi berbasis storytelling dan interaktivitas. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam membangun pemerintahan digital yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan

    EDUKASI PENCEGAHAN BLACK CAMPAIGN DI MEDIA SOSIAL KEPADA MASYARAKAT DESA SUMERTA KAUH

    No full text
    Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan proses di mana warga negara memilih wakil-wakilnya dalam pemerintahan melalui cara-cara demokratis. (Subiyanto, 2020: 358). Namun, menjelang Pemilu, masyarakat sering terpapar informasi tidak valid seperti black campaign dan hoax yang dapat mempengaruhi proses demokratis. (Kusuma, 2019: 134). Penyebaran black campaign dan hoax, terutama di era digital, menjadi krusial dan memerlukan penanganan serius. (Sandrawati, 2022: 232) Masyarakat dan pihak terkait memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran informasi yang salah serta memastikan kebenaran informasi yang disampaikan kepada publik. Black Campaign adalah tindakan melanggar etika kampanye politik dengan menyebarkan informasi menyesatkan, memfitnah lawan politik, bahkan berita bohong. (Djuyandi et al., 2018: 2). Media sosial memiliki peran besar dalam menyebarkan isu yang tidak benar sekaligus pula berpengaruh sangat massif dan signifikan terhadap masyarakat. Meskipun Black Campaign tidak efektif untuk meningkatkan popularitas calon, namun dapat meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan aturan tegas untuk menghadapi Black Campaign di media sosial. Sebuah program kerja sosialisasi dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi tentang pencegahan Black Campaign di media sosial kepada Masyarakat Desa Sumerta Kauh. Melalui program ini, kesadaran, pengetahuan, partisipasi aktif, keterampilan verifikasi informasi, dan responsif masyarakat terhadap isu politik meningkat secara signifikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sosialisasi edukasi pencegahan Black Campaign di media sosial berhasil meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat Desa Sumerta Kauh serta mengurangi kerentanan terhadap informasi palsu

    MENINGKATKAN KINERJA PROFESIONALISME PETUGAS KPPS MELALUI BIMBINGAN DAN PELATIHAN SECARA BERKALA

    No full text
    Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau disingkat dengan KPPS adalah salah satu penyelenggara Pemilu pada tingkat paling bawah dan dipilih oleh PPS atau Panitia Pemungutan Suara KPU Kabupaten/Kota. KPPS harus menjadi pelayan pemilih sehingga bisa memberikan hak pilihnya.  Di lapangan, banyak sekali permasalahan yang berkaitan dengan KPPS berupa ketidakpuasan peserta pemilu akan kinerjanya. Tuduhan ketidak profesional dan ketidak netralan KPPS selalu diajukan ke proses pengaduan dan peradilan pemilu, tanpa pernah memahami akan berbagai keterbatasan yang dihadapi mereka. Keterbatasan mulai dari pemahaman akan regulasi, teknis pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara pada Ketua dan Anggota KPPS. Belum lagi kondisi daya tahan fisik KPPS yang telah bekerja sejak beberapa hari sebelum hari pemungutan dan penghitungan suara. Hasilnya adalah ketika terdapat kesalahan-kesalahan dalam pemilihan umum, Kelompok Penyelenggara Pemungutan (KPPS) menjadi sorotan karena KPPS dianggap sebagai penentu dari pemilu yang berkualitas. Untuk memastikan kelancaran penghitungan suara, Petugas KPPS akan mendapatkan Bimbingan Teknis (BIMTEK) dan pelatihan secara mendalam agar menghindari potensi kesalahan dalam tugas mereka. Itulah mengapa disediakanlah bimbingan dan pelatihan secara berkala kepada KPPS agar hasil pemungutan suara bisa berjalan dengan baik

    Penerapan Media Augmented Reality dalam Meningkatkan Hasil Belajar Kearifan Lokal

    No full text
    Visual media has an important role in supporting the learning process of local wisdom. One form of media that can be applied to learning is Augmented Reality. This media offers an interesting interactive experience, so it has the potential to have a positive impact on its users. This study aims to analyze the application of Augmented Reality media in learning local wisdom in elementary schools and its effectiveness in improving students' understanding. This study uses a quantitative approach with an independent sample t-test analysis method and a pretest-posttest control group research design. The research subjects were students in two elementary schools in Pameungpeuk District, Bandung Regency. The results showed that the average posttest score of the experimental group reached 85.75, while the control group only obtained an average score of 55.04. Based on the hypothesis test, the result of t_count > t_table was obtained, so H₀ was rejected. Thus, there is a significant difference between the learning outcomes of the experimental and control groups. This study concludes that learning that utilizes Augmented Reality media is proven to be more effective than conventional learning methods

    Influence of peer learning, self-regulatory learning, and mathematics interest on mathematics performance

    No full text
    The current study examined the influence of peer learning, self-regulatory learning, and mathematics interest on mathematics performance. The study adopted descriptive survey using questionnaire for the data collection. 320 students were sampled from a total population of 1600 students using stratified sampling and simple random sampling techniques. The data collected was analysed using Structural equation modeling to examined the hypothesized paths. Based on the data analysis, peer learning, self-regulatory learning, and mathematics interest had a direct positive and statistically significant impact on mathematics performance. The study explores the impact of peer learning, self-regulatory learning, and mathematics interest on students' performance, offering insights for effective instructional strategies and policy interventions. Finally, the study suggests incorporating structured peer-learning activities, self-regulatory learning strategies, engaging mathematical contexts, and professional development programs for teachers to enhance student autonomy and interest in mathematics

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇