Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    SINTESIS BAHAN UBAHAN GRADUAL ALUMINUM TITANAT/KORUNDUM DARI ALUMINA TRANSISI DENGAN PENAMBAHAN MgO

    Get PDF
    This article describes the results of research on the use of transition alumina for improving the performance of ceramics. Synthesis has been made of gradual changes materials (Functionally Graded Materials, FGM) aluminum titanate (AT) / corundum based on transition alumina powders with the addition of MgO as a stabilizer of AT as much as 2 wt.%. Samples without the addition of MgO was also made for comparison. Transition alumina with and without the addition of MgO were calcined at a temperature of 1100C for 1 hour to become ?-alumina. The powder mixture was compacted at a pressure of 49.3 MPa and then prasintered at a temperature of 1100C for 1 hour, then repeatedly infiltrated with infiltrator TiCl3 solution (20%) which prepared by dissolving the Ti metal powders into HCl. Furthermore, the material sintered at temperatures of 1500C with a holding time for 3 hours. Physical character of materials showed an increase in density and decrease in porosity of the material due to the addition of MgO. Phase identification results obtained from the content of AT and corundum phases which gradual in depth, indicating that FGM has been formed. These results were supported by analysis of x-ray diffraction pattern showing the formation of a solid solution Al2 (1-x) + MgxTi1 xO5 which marked by the shifting of the peak of AT phase in FGM samples with the addition of MgO.   Tulisan ini menjelaskan hasil penelitian tentang penggunaan alumina transisi untuk meningkatkan performa keramik. Telah dilakukan sintesis bahan ubahan gradual (Functionally Graded Material, FGM) aluminum titanat (AT)/korundum berbahan dasar serbuk alumina transisi dengan penambahan MgO sebagai penstabil AT sebanyak 2 wt.%. Sampel tanpa tambahan MgO juga dibuat sebagai pembanding. Alumina transisi dengan dan tanpa penambahan MgO dikalsinasi pada temperatur 1100C selama 1 jam sehingga menjadi ?-alumina. Serbuk campuran dikompaksi pada tekanan 49,3 MPa lalu diprasinter pada temperatur 1100C selama 1 jam, kemudian diinfiltrasi secara berulang dengan infiltran larutan TiCl3 (20%) yang dibuat dengan cara melarutkan serbuk logam Ti ke dalam HCl. Selanjutnya bahan disinter pada temperatur 1500C dengan holding time selama 3 jam. Karakterisasi fisik bahan memperlihatkan adanya kenaikan densitas dan penurunan porositas bahan akibat penambahan MgO. Dari hasil identifikasi fasa didapatkan kandungan fasa AT dan korundum yang gradual terhadap kedalaman, menunjukkan bahwa FGM telah terbentuk. Hasil ini didukung dengan analisis pada pola difraksi sinar-x yang memperlihatkan terbentuknya larutan padat Al2(1-x)MgxTi1+xO5 yang ditandai terjadinya pergeseran puncak fasa AT pada sampel FGM dengan penambahan MgO

    WEB-SUPLEMEN SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN E-LEARNING ILMU PERPUSTAKAAN

    Get PDF
    E-learning is a model of learning carried out through the utilization of information and communication technology services such as internet, video/audio conferencing, or CD-ROM. It is a technology-based learning design of computer networks known as the world wide web (www). The design was developed through designing learning materials under a multimedia package and was integrated in a full online interactivity. Any form of learning components such as teaching or evaluation materials were distributed to learners through a computer network (online), so that learners who attended the program must be an IT literate person. In its implementation, e-learning could be applied to various fields of science including library science. Librarians who do such work require the ability and expertise to cataloging, indexing and classification. Web-based learning material helped students understand those materials easily. E-learning merupakan model pembelajaran yang dilakukan melalui pemanfaatan informasi dan layanan teknologi komunikasi seperti internet, konferensi video/audio, atau CD-ROM. E-learning merupakan suatu desain pembelajaran berbasis teknologi jaringan komputer yang dikenal sebagai world wide web (www). Desain ini dikembangkan melalui rancangan materi pembelajaran berdasarkan suatu paket multimedia terintegrasi dalam interaktivitas online. Segala bentuk komponen pembelajaran seperti bahan pengajaran atau evaluasi dibagikan kepada peserta didik melalui jaringan komputer (online), sehingga peserta didik yang mengikuti program ini haruslah orang yang melek IT. Dalam pelaksanaannya, e-learning dapat diterapkan pada berbagai bidang ilmu pengetahuan termasuk ilmu perpustakaan. Pustakawan yang melakukan pekerjaan seperti ini membutuhkan kemampuan dan keahlian untuk katalogisasi, pengindeksan dan klasifikasi. Materi pembelajaran berbasis web membantu siswa belajar dengan mudah. &nbsp

    DAMPAK FOREIGN DIRECT INVESTMENT TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA; Studi Makroekonomi Dengan Penerapan Data Panel

    Get PDF
    FDI (Foreign Direct Investment) is believed to be one important source of financing for developing countries including Indonesia. The presence of FDI is expected to provide a substantial contribution to development through the transfer of assets, technology and managerial skills to improve an economic growth. This research analyzes the effect of FDI on economic growth in Indonesia in the period 2006 to 2010. The method of analysis used Pooled Least Square (PLS). The variables employed in this study are economic growth, growth of FDI, growth of export and growth of import. By applying the panel data model is expected to be known to what extent the presence of FDI in promoting economic growth in Indonesia. Calculation results showed that the growth of FDI and import growth have a negative impact on economic growth in Indonesia, while the growth of exports has a positive effect on economic growth. These results indicate that the main driver of economic growth still depends on exports.   FDI (Foreign Direct Investment) diyakini menjadi salah satu sumber penting pembiayaan bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Kehadiran FDI diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan melalui transfer aset, teknologi dan keterampilan manajerial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menganalisis pengaruh FDI terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada periode 2006 hingga 2010. Metode analisis yang digunakan Pooled Least Square (PLS). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan FDI, pertumbuhan ekspor dan pertumbuhan impor. Dengan menerapkan model data panel ini diharapkan akan diketahui sejauh mana kehadiran FDI dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pertumbuhan FDI dan pertumbuhan impor berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sedangkan pertumbuhan ekspor memiliki efek positif pada pertumbuhan ekonomi. Hasil ini menunjukkan bahwa pendorong utama pertumbuhan ekonomi masih tergantung pada ekspor

    MODEL PENGEMBANGAN PROFESIONALSIME GURU BAHASA INGGRIS BERBASIS EVALUASI PROGRAM MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN

    Get PDF
    This R & D-based study aims to (i) create a model of professional development of English Language Teacher (PDELT model), and (ii) identify the effectiveness of the model. The development procedure is based on the theory of Borg and Gall (1983), comprises 4 steps, namely (i) preliminary study, (ii) development of prototype, (iii) field test, and (iv) dissemination of results. Subjects were teachers of English Language as PDLET program participants, students involved, and 4 high school principals located in the district of Sragen, Central Java as represented public high school (SMAN) and Private High School. Results showed that the PDLET program should not rely on teacher training activities only, but should considered the non-training aspects, such as climate and working conditions in the school, group dynamics, and teacher's perception toward the program PDLET. Those aspects can create a conducive atmosphere that acts as a catalyst to improve the effectiveness of implementation model MGMP. The combination of training and educational activities simultaneously affect the change of teacher professionalism. Penelitian R & D-base ini bertujuan untuk (i) menciptakan model pengembangan profesional guru Bahasa Inggris (PDELT model), dan (ii) mengidentifikasi efektivitas model. Prosedur pengembangan didasarkan pada teori Borg dan Gall (1983), terdiri dari 4 langkah, yaitu (i) studi pendahuluan, (ii) pengembangan prototipe, (iii) uji lapangan, dan (iv) diseminasi hasil. Subyek penelitian adalah guru Bahasa Inggris sebagai peserta program PDLET, siswa yang terlibat, dan 4 kepala sekolah tinggi yang terletak di distrik Sragen, Jawa Tengah yang diwakili sekolah menengah umum (SMAN) dan Sekolah Tinggi Swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PDLET tidak harus bergantung pada kegiatan pelatihan guru saja, tetapi harus dianggap sebagai non-pelatihan aspek, seperti iklim dan kondisi kerja di sekolah, dinamika kelompok, dan persepsi guru terhadap PDLET program. Aspek-aspek dapat menciptakan suasana kondusif yang bertindak sebagai katalis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan model MGMP. Kombinasi pelatihan dan kegiatan pendidikan secara simultan mempengaruhi perubahan profesionalisme guru. &nbsp

    STUDENTS PERCEPTION ON QUALITY ASSURANCE SYSTEM OF DISTANCE EDUCATION AT UNIVERSITAS TERBUKA

    Get PDF
    This paper addresses the Universitas Terbuka (UT) students perception on quality assurance (QA) system of distance education, using an online survey method involving 306 students. The UT students perception on QA system is analyzed in terms of profile of respondents, perception on important values of QA, students satisfaction on the quality of the distance education programs and courses. The profile of the respondents shows that most of them are within the age of 25 to 30 years old. They study at UT mostly by means of reading printed materials and interactive online studies at home and at no particular place in the evenings. Students difficulties in distance related to conflicts with work responsibilities, lack of time and self motivation. Students said that they needed both academic and social psychological support. Students perception on important values in QA was expressed in terms of the availability and clear guidelines for QA system in the institution. In terms of institutional credibility, students stated that external accreditation and qualified staff are key factors to institutional quality. In terms of learning process, students valued highly the importance of well structured courses and interactivity in the learning process. Students also stated that media technology supports, faculty support, and fair assessment are important in the quality of teaching learning at a distance. In terms of learning experience, they perceived that protection of student rights, course content, and technology infrastructure were well facilitated by the institution.   Makalah ini membahas persepsi mahasiswa Universitas Terbuka (UT) terhadap sistem penjaminan mutu (QA) pendidikan jarak jauh, dengan menggunakan metode survei online yang melibatkan 306 siswa. Persepsi mahasiswa dianalisis berdasarkan profil responden, persepsi pada nilai-nilai penting dari QA, kepuasan pada kualitas program pendidikan jarak jauh. Profil responden menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka berusia 25 sampai 30 tahun. Mereka belajar di UT sebagian besar dengan cara membaca materi cetak dan interaksi online di rumah dan di tempat lainnya pada malam hari. Permasalahan yang dihadapi mahasiswa terkait pada konflik dengan tanggung jawab pekerjaan, kurangnya waktu dan motivasi diri. Mereka membutuhkan dukungan secara psikologi, akademik, dan sosial. Persepsi mahasiswa pada nilai-nilai penting dalam QA diekspresikan dalam hal ketersediaan pedoman yang jelas untuk sistem QA yang berlaku. Dalam hal kredibilitas kelembagaan, mahasiswa menyatakan bahwa akreditasi eksternal dan staf yang berkualitas merupakan faktor kunci untuk kualitas kelembagaan. Dalam hal proses pembelajaran, mahasiswa menilai sangat pentingnya program terstruktur dan interaktifitas dalam proses belajar. Mahasiswa juga menyatakan bahwa dukungan media teknologi, fakultas, dan penilaian yang adil adalah penting dalam kualitas belajar mengajar secara jarak jauh. Dalam hal pengalaman belajar, mereka memandang bahwa perlindungan hak-hak siswa, materi matakuliah, dan infrastruktur teknologi telah difasilitasi dengan baik oleh lembaga

    PENILAIAN TINGKAT KETERBACAAN MATERI MODUL MELALUI EVALUASI FORMATIF

    Get PDF
    Printed materials are the primary source in open and distance learning (ODL). In presenting the material, printed materials are divided into several sections of learning, called modules. To develop the quality of printed materials and their literacy, formative evaluation should be done. This article is aimed to analyze modules literacy through formative evaluation. The research design is a formative evaluation through qualitative approach. The research was conducted through the following steps: assessment of module literacy by one-to-one evaluation with 3 learners, and a small group evaluation with 9 learners. Object of study is Module of Training Management (contained 2 credits, divided into 6 modules) that have been revised based opinion of subject matter expert and design instructional expert. Parts that were evaluated are Module 1 and Module 5 because they are considered to be the most important parts. The findings indicated that results of one-to-one evaluation with students are module materials were understood, but it should be made clear on several parts. Explanation of the material is too long; the question phrase needs to be reduced, and the use of difficult words and foreign words should be avoided. The results of the small group evaluation are that module materials in the learning process are effectively. It's just that there are some errors: some sentences that are too long; still found difficult words; materials less attractive because less module displays images; lack of motivation for the students sentences; few pictures not clear; examples are too general not specific in agribusiness area.   Bahan ajar cetak (BAC) merupakan sumber belajar utama dalam penyelenggaran proses belajar jarak jauh di Universitas Terbuka (UT). Dalam menyajikan materi, BAC dibagi menjadi beberapa bagian pembelajaran yang disebut modul. Untuk mengembangkan BAC yang berkualitas dari segi materi dan tingkat keterbacaan, perlu dilakukan evaluasi formatif terhadap BAC yang sudah ada. Tujuan penulisan artikel adalah untuk menganalisis tingkat keterbacaan modul melalui evaluasi formatif sebagai bahan masukan untuk revisi modul. Rancangan penelitian adalah evaluasi formatif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan melalui tahapan sebagai berikut: penilaian tingkat keterbacaan modul melalui evaluasi satu-satu dengan 3 mahasiswa; dan evaluasi oleh sekelompok kecil (9 orang) mahasiswa. Objek kajian adalah modul mata kuliah Manajemen Pelatihan yang sudah direvisi sesuai dengan pendapat pakar materi dan pakar desian instruksional, berbobot 2 sks, terbagi menjadi 6 modul. Bagian yang dievaluasi adalah modul 1 dan 5 karena dianggap sebagai dua bagian yang paling penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum materi modul dapat dimengerti, namun perlu diperjelas pada beberapa bagian, di antaranya adalah penjelasan materi terlalu panjang, kalimat pertanyaan perlu dikurangi jumlahnya, serta penggunaan kata-kata sulit dan asing perlu dihindari. Hasil evaluasi oleh sekelompok kecil mahasiswa adalah materi modul cukup efektif dalam proses pembelajaran. Hanya saja masih terdapat beberapa kelemahan, di antarnya adalah: ada beberapa kalimat yang terlalu panjang; masih ditemukan kata-kata sulit; materi modul kurang menarik karena kurang menampilkan gambar; kurangnya kalimat motivasi untuk mahasiswa; beberapa gambar tidak terlihat jelas; contoh yang diberikan terlalu umum tidak spesifik dalam bidang agribisnis

    MODEL PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS KEMANDIRIAN UNTUK MEWUJUDKAN KETAHANAN EKONOMI DAN KETAHANAN PANGAN (Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pada Masyarakat Dieng Di Propinsi Jawa Tengah)

    Get PDF
    Research on the development and empowerment of community-based self-reliance to increase community food security Dieng in Central Java province is descriptive investigative research to gain an overview of the problems of economic development community, especially regarding food security. The output of this research program and the completion of strategic activities (strategic plan) an integral and comprehensive in order to improve food security and economic empowerment Dieng community. This research method to apply multiple methods of analysis (multi-methods analysis) is by applying several methods that Quotion Loqation method (LQ), SWOT analysis, trend analysis, and analysis of the Economic Empowerment of the agricultural sub-sector. This study has value and strategic objectives as well as provide important information to improve community food security in particular Dieng and underserved communities in Indonesia in general. Penelitian mengenai pengembangan dan pemberdayaan masyarakat yang berbasis kemandirian untuk peningkatan ketahanan pangan masyarakat Dieng di provinsi Jawa Tengah merupakan penelitian deskriptif investigatif untuk memperoleh gambaran tentang permasalahan pembangunan ekonomi masyarakat khususnya menyangkut ketahanan pangan. Output dari kegiatan penelitian ini yaitu tersusunnya program dan kegiatan strategik (strategic plan) secara integral dan komprehensif dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Dieng. Metode penelitian ini menerapkan beberapa metode analisis (multi-methods analysis) yaitu dengan mengaplikasikan beberapa metode yaitu metode Loqation Quotion (LQ), analisis SWOT, analisis Trend, dan analisis Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat pada sub-sektor pertanian. Penelitian ini memiliki nilai dan tujuan strategis disamping memberikan informasi penting untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat Dieng khususnya dan masyarakat tertinggal di Indonesia pada umumnya

    PENCAPAIAN KOMPETENSI MATA KULIAH PRAKTIKUM TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI MELALUI KOMBINASI DRY LAB DAN WET LAB

    Get PDF
    Seiring dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum dapat diperoleh melalui kombinasi antara Dry Lab dengan Wet Lab. Di sisi lain, lokasi mahasiswa PS Biologi sangat tersebar dan biaya praktikum cukup tinggi. Hal ini dapat diatasi antara lain bila pelaksanaan praktikum dapat dilakukan secara mandiri sehingga mahasiswa tidak harus hadir di tempat praktikum. Namun demikian, tidak semua kompetensi praktikum dapat dilakukan secara mandiri, sehingga perlu kombinasi pelaksanaan praktikum. Tulisan ini menyajikan tentang penerapan praktikum Dry Lab dikombinasikan dengan Wet Lab untuk pencapaian kompetensi mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi. Kompetensi yang ditargetkan dalam mata kuliah praktikum taksonomi tumbuhan tinggi adalah mampu membandingkan karakteristik antara kelompok tumbuhan berpembuluh dengan beberapa contoh suku dan jenis anggotanya. Hasil kajian terhadap materi mata kuliah praktikum tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diinginkan dapat dicapai dengan memanfaatkan kombinasi Dry Lab dan Wet Lab. Dry Lab digunakan untuk memperkuat pengetahuan awal terhadap tumbuhan yang akan diamati dan untuk memperagakan langkah-langkah pelaksanaan praktikum di lapangan secara mandiri. Selain itu, Dry Lab memudahkan untuk pengklasifikasian tumbuhan. Sedangkan Wet Lab dimanfaatkan untuk kegiatan praktikum pengamatan organ tumbuhan yang membutuhkan peralatan khusus, perabaan, dan penciuman. Pelaksanaan praktikum kombinasi antara Dry Lab dan Wet Lab dapat mengurangi kunjungan mahasiswa ke tempat praktikum, sehingga biaya praktikum juga dapat dikurangi.   Along with the recent development of information technology, achieving competency practicum courses may be obtained through a combination of dry lab and wet lab. On the other hand, the locations of Universitas Terbuka biology students are very scattered and relatively high cost of lab work. This can be handled when the implementation of practical work can be done independently so that students do not have to be present in the lab. However, not all practicum competence can be done independently, so it needs a combination of practical implementations. This paper presents the practical application of dry lab combined with wet lab to achieve Vascular Plant Taxonomy Practicum Course competency. Competencies targeted in the Vascular Plant Taxonomy Practicum Course are to be able to compare characteristics between groups of vascular plants with a few examples of families and members type. The study of practicum subjects indicate that the competency requirements can be achieved by utilizing a combination dry lab and wet lab. Dry lab used to strengthen prior knowledge about the plants that will be observed and to demonstrate the steps of practicum implementation in the field independently. In addition, dry lab made easier to classify the plants. While wet lab can be used for practical observation activities on plant organs which require special equipment, as well as touching and smelling activities. The implementation of  combination on dry lab and wet lab practicum can reduce students’ visit to the laboratory, so that the cost of practical work can also be reduced

    PERSEBARAN DAN KARAKTERISASI INDUK JERUK KEPROK TAWANGMANGU ASLI (Citrus Reticulata Blanco Ssp Tawangmangu)

    Get PDF
    Information of original plants of Citrus reticulata Blanco ssp Tawangmangu is necessary to support breeding programs and efforts of conservation, since its massive population decreased because of CVPD infection in 1980s.This research was done in four villages in Kecamatan Tawangmangu: Banaran, Kalisoro, Blumbang, and Gondosuli by means of counting the plants with the right habitus and interviewed with the owner concerning its history. Geographical and morphological data were collected. Morphological data were analyzed by means of hierarchial cluster analysis. The result pictured as dendogram showed that 22 accession of original Citrus reticulata Blanco ssp Tawangmangu in 10 cultivation plot (9 plot in Blumbang and one plot in Gondosuli) were clustered in six groups, with 81,25% similarity.   Informasi mengenai induk jeruk keprok asli Tawangmangu (Citrus reticulata Blanco ssp Tawangmangu) sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan dan upaya konservasi tanaman tersebut, mengingat hampir punahnya jeruk keprok Tawangmangu akibat penyakit CVPD tahun 1980-an. Persebaran dan keberadaan tanaman induk jeruk keprok asli Tawangmangu merupakan hal penting sebagai dasar awal konservasi dan pengembangan tanaman tersebut. Penelitian dilakukan di empat desa di Kecamatan Tawangmangu, yaitu di Desa Banaran, Kalisoro, Blumbang, dan Gondosuli dengan menyusur area dan mendata keberadaan tanaman induk tersebut dengan melihat habitus, yang diperkuat wawancara dengan petani pemilik tanaman tersebut untuk mengetahui asal tanaman. Selanjutnya dicatat data lokasi dan morfologi dari tanaman. Data ini kemudian digunakan untuk analisis gerombol (cluster analysis). Selanjutnya pengelompokan ditampilkan dalam bentuk dendogram. Penelitian menghasilkan 22 aksesi induk jeruk keprok Tawangmangu yang tersebar dalam 10 plot penanaman di dua desa, yaitu Desa Blumbang dan Gondosuli. Analisis kelompok terhadap 22 aksesi induk jeruk keprok Tawangmangu memiliki tingkat kemiripan 81,25% dan menghasilkan enam kelompok aksesi

    TRACER STUDY PADA PROGRAM STUDI S1 AGRIBISNIS FMIPA-UNIVERSITAS TERBUKA

    Get PDF
    A tracer study is intended to know the success of educational process of graduates. The purposes of this study is to describe: (1) the profile of graduates, (2) their learning experience, (3) the quality of their performance, competence and competitiveness, (4) their satisfactionwhen study at Universitas Terbuka (UT), (5) their willingness for further studies, (6) stakeholders perceptions on graduate, and (7) their participation on UT Alumni Association. This study was conducted by a survey of 124 respondents, through questionnaires and interviews. Data were analyzed descriptively and presented in the form of tabulated frequencies and percentages. The findings indicated that most respondents have educational background on high school level, GPA below 2.75, with study duration of 8 years, as well as following the lessons at UT for affordability and convenience in carrying out their work. In terms of learning experience , learning material was considered sufficient to provide empirical and practical knowledge. Study at UT was considered as capable of increasing independence and improving skills in applying theory and communication. In the aspect of quality of performance, most stated that they have responsibilities in doing their tasks. Majority considered that their competence was increased, except in using the Internet and foreign language. In the aspect of competitiveness, they claimed a similar quality with other college graduates. Their satisfaction of UT service was considered as good , particularly on credit transfer service and Program Final Task (TAP). Their willingness for further studies was low, but high in attending training activities. The manager considered their learning experience, performance, competencies and competitiveness was good, and stated that their study result had quite impact on their career development . The communication among UT alumni wass still low due to the ineffectiveness of UT alumni association.   Tracer study merupakan studi penelusuran terhadap lulusan suatu perguruan tinggi untuk mengetahui keberhasilan proses pendidikan yang telah dilakukan. Tujuan tracer study Program Studi (PS) Agribisnis adalah untuk mendeskripsikan: (1) profil lulusan, (2) pengalaman belajar lulusan, (3) kualitas kinerja, kompetensi dan daya saing lulusan, (4) kepuasan lulusan terhadap sistem belajar di Universitas Terbuka (UT), (5) keinginan lulusan untuk studi lanjut, (6) penilaian stakeholders terhadap lulusan, dan (7) partisipasi lulusan dalam Ikatan Alumni (IKA) UT. Penelitian tracer study dilakukan dengan metode survey terhadap 124 responden, melalui kuesioner dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif, dan disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berlatar belakang pendidikan setingkat SLTA, memiliki IPK di bawah 2,75, dengan lama studi 8 tahun, dan mengikuti pembelajaran di UT dengan alasan keterjangkauan biaya dan kemudahan dalam menjalankan pekerjaan. Terkait pengalaman belajar, materi perkuliahan dianggap cukup memberikan pengetahuan empiris dan bersifat praktis. Belajar di UT dianggap mampu memupuk kemandirian serta mengasah keterampilan dalam menerapkan teori dan berkomunikasi. Pada aspek kualitas kinerja, sebagian besar responden menyatakan memiliki tanggung jawab yang baik dalam mengerjakan tugas. Pada aspek kompetensi, sebagian besar responden merasa mengalami peningkatan kompetensi setelah lulus kuliah di UT, kecuali dalam menggunakan internet dan berbahasa asing. Pada aspek daya saing, lulusan mengaku memiliki kualitas yang tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi lain. Kepuasan responden terhadap layanan UT bernilai baik, terutama pada layanan alih kredit dan Tugas Akhir Program (TAP). Keinginan lulusan untuk studi lanjut tergolong rendah, namun untuk mengikuti kegiatan pelatihan tergolong tinggi. Atasan menilai baik terhadap aspek pengalaman belajar, kinerja, kompetensi dan daya saing lulusan. Menurut atasan, hasil studi yang ditempuh lulusan cukup berdampak pada pengembangan karir lulusan di tempat kerja. Adapun komunikasi antar alumni UT masih rendah karena tidak efektifnya keberadaan IKA UT di daerah serta kurangnya pertemuan bersama rekan sesama alumni

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇