Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    PROFIL KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD NEGERI (PENILAIAN TEMAN SEJAWAT DAN SISWA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENJAS SD DI UPT PURWOREJO, BANYUURIP, DAN KUTOARJO)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penilaian teman sejawat dan siswa terhadap kinerja guru pendidikan jasmani (Penjas) SD Negeri di Kabupaten Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo terkait dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Artikel ini hanya membahas kompetensi pedagogik dari guru penjas tersebut. Desain penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada teman sejawat dan siswa. Populasi adalah seluruh guru penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo dengan sampel sebanyak 200 guru yang diambil dengan teknik random sampling. Penelitian dilakukan mulai tanggal 31 Maret 2012 sampai dengan akhir Oktober 2012. Kuesioner yang kembali sebanyak 164 eksemplar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik persentase untuk memudahkan pemaparan dan mendeskripsikannya secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian besar teman sejawat menilai bahwa kompetensi pedagogik guru Penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo sudah baik (88%) atau sangat baik (29,2%). Sedangkan siswa menilai kompetensi pedagogik guru Penjas mereka dengan sangat baik 33,9%, baik 16,8% dan cukup baik 14,8 %. Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian ini adalah bahwa guru Penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip, dan Kutoarjo harus terus meningkatkan kemampuannya dalam segala hal terutama kompetensi pedagogiknya karena penilaian siswa masih belum optimal

    PENDIDIKAN ETIKA UNTUK ANAK JALANAN DI KOTA MADIUN

    Get PDF
    The aim of inventory the factors of street children and identify appropriate handling by ethics education. Survey method of data collecting technique is by questioner and limited interview. Data were analyzed by descriptive qualitative. The result showed that the dominant factor of street children are economic and parental education low levels and their job street musician, construction waiter, pedicab driver and casual laborers. Right now street children work as the rental canvas shelters, deliverying drink and foods singing in door to door in their vilages, and in the bus. Their income per day is about Rp20.000 just for their need, such as, to pay the play station, buy cigarettes, eat, and alcohols drink.Based on the result of the study showed that 100% of street children agree to behave good ethics, such as, maintain their good health, maintain their ethics in the street, when they work, execute commands with good faith, instill their self confidence, avoid malicious behavior, stealing, hurting others, and fight.   Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi faktor adanya anak jalanan (anjal) dan mengidentifikasi bentuk penanganannya melalui pendidikan etika. Metodenya survei, teknik pengumpulan data dengan angket dan wawancara terbatas. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan adanya anak jalanan adalah faktor ekonomi dan pendidikan orang tua yang rendah, pekerjaannya sebagai pengamen, kuli bangunan, tukang becak dan pekerja serabutan. Sekarang, anak jalanan ada yang bekerja di persewaan terop, mengantarkan makanan itik, mengamen di kampung dan di Bus. Penghasilan sekitar Rp.20.000 per hari untuk kebutuhan sendiri, seperti; biaya main playstation, membeli rokok, membeli miras, dan makan. Penanganan dengan pengarahan, mengisi angket. Hasilnya 100% anjal setuju melakukan etika yang baik misalnya menjaga kesehatan, etika waktu mengamen, waktu di jalan, waktu di tempat kerja, dan yang berkaitan dengan agama menanamkan kepercayaan diri menghindari perilaku jahat, mencuri, menyakiti orang lain, dan berkelahi

    EFEKTIFITAS STRUKTUR ORGANISASI UPBJJ UT KUPANG

    Get PDF
    This study was made to illustrate the effectiveness of UPBJJ UT Kupang’s organizational, with the aim of reviewing the UPBJJ UT Kupang’s organizational structure which include reporting relationships, allocating of tasks and responsibilities and grouping by function. Results of research conducted qualitatively show that the UPBJJ UT Kupang’s organizational structure was not reflect the reporting relationship, allocating of tasks and responsibilities, and grouping by function. Work unevenly among staff UPBJJ UT Kupang caused not reflect the organizational structure for equity and provide space for stacking work on certain staff. Therefore, the evaluation needs to be done so that there harmony in work. Penelitian ini dibuat untuk menggambarkan efektifitas struktur organisasi UPBJJ  UT Kupang, dengan tujuan untuk  mengkaji struktur organisasi UPBJJ UT Kupang yang meliputi hubungan pelaporan, alokasi tugas dan tanggung jawab dan pengelompokan menurut fungsi. Hasil penelitian yang dilakukan secara kualitatif menunjukkan bahwa struktur organisasi UPBJJ UT Kupang belum mencerminkan adanya hubungan pelaporan, alokasi tugas dan tanggung jawab, dan  pengelompokkan menurut fungsi. Pekerjaan belum merata diantara staf UPBJJ UT Kupang yang disebabkan struktur organisasi yang belum mencerminkan adanya pemerataan dan memberikan ruang terhadap menumpuknya pekerjaan pada staf tertentu.  Oleh karena itu evaluasi perlu dilakukan sehingga terjadi keselarasan dalam bekerja

    PERILAKU KONSUMSI DAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA SERANG

    Get PDF
    Anak usia sekolah dasar merupakan aset negara dalam bentuk sumber daya manusia yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan bangsa. Anak usia sekolah dasar memerlukan perhatian khusus dalam hal kecukupan gizi sesuai kebutuhannya. Anak dengan gizi kurang yang kronis memiliki IQ lebih rendah dibandingkan anak yang tidak mengalami masalah gizi. Masalah gizi anak usia sekolah saat ini tidak hanya pada masalah gizi kurang, namun berkembang dengan meningkatnya prevalensi gizi lebih berupa overweight dan obesitas. Kebiasaan jajan makanan dan minuman yang berenergi tinggi namun kekurangan zat gizi lainnya menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian, karena kelebihan energi memicu anak mengalami kelebihan berat badan dan berpotensi menderita obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan perilaku konsumsi terhadap status gizi anak sekolah dasar di Kota Serang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, mencakup data kebiasaan konsumsi pangan utama dan makanan serta minuman jajanan, pengukuran antropometri dan status gizi anak SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan sebelum berangkat ke sekolah berkorelasi positif sangat nyata terhadap status gizi siswa, dengan r =0,263**. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar siswa sekolah dasar membiasakan diri sarapan setiap pagi serta harus memperhatikan jumlah dan jenis makanan dan minuman jajanan untuk menghindari risiko kelebihan berat badan karena mengonsumsi makanan yang kandungan gizinya tidak berimbang

    IDENTIFIKASI GEN ENTEROTOKSIN DAN EXFOLIATIF ISOLAT Staphylococcus aureus ASAL SUSU SAPI PERAH DAN SUSU KAMBING DARI BOGOR

    Get PDF
    In humans, Staphylococcus aureus is an important pathogen as the cause of many cases of diseases such as food poisoning, skin infections, endocarditis, pneumonia, osteomyelitis, septic arthritis, and enshefalitis. The experiment was conducted at  the Laboratory Biotrop SEAMEO, Bogor aims to detect enterotoxin and exfoliative genes from Staphylococcus aureus isolates origin dairy cow milk and goat milk from the village of Cijeruk, Bogor. Research methods include preparation of DNA, 23S rRNA gene amplification, enterotoxin gene amplification and exfoliative gene amplification. Results of enterotoxin gene amplification (sea, seb) and exfoliative gene amplification (eta) against 2 isolates of S. aureus showed positive results, but negative for the exfoliative gene (etb). A positive result was indicated by the appearance of DNA fragments that have a specific length (121 bp sea, seb 477 bp, and 119 bp eta) according to the PCR products of reference and GeneBank database. It is concluded that the gene has been detected enterotoxin (sea, seb) and exfoliative (eta) on isolates of S. aureus origin dairy cow milk and goat milk from the village of Cijeruk, Bogor. Pada manusia, Staphylococcus aureus merupakan patogen penting sebagai penyebab timbulnya berbagai kasus penyakit seperti keracunan makanan, infeksi kulit, endokarditis, pneumonia, osteomielitis, sepsis artritis, dan enshefalitis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Seameo Biotrop, Bogor bertujuan mendeteksi gen enterotoksin dan exfoliatif isolat Staphylococcus aureus asal susu sapi perah dan susu kambing dari Desa Cijeruk, Bogor. Metode penelitian meliputi preparasi DNA, amplifikasi gen 23S rRNA, amplifikasi gen enterotoksin dan exfoliatif. Hasil amplifikasi gen enterotoksin (sea, seb) dan exfoliatif (eta) terhadap 2 isolat S. aureus menunjukkan hasil positif, tetapi negatif terhadap gen exfoliatif (etb). Hasil positif tersebut ditandai dengan munculnya fragmen DNA yang memiliki panjang spesifik (sea 121 bp, seb 477 bp, dan eta 119 bp) sesuai dengan produk PCR dari referensi dan database GeneBank.  Disimpulkan bahwa telah dideteksi  gen enterotoksin (sea, seb) dan exfoliatif (eta) pada isolat S. aureus asal susu sapi perah dan susu kambing dari Desa Cijeruk, Bogor

    EVALUASI KUALITAS SUBSTANSI BUKU MATERI POKOK (BMP) FISIP-UT

    Get PDF
    Updating learning materials is an activity that must be carried out by UT to ensure the quality accordancing with the development of science and knowledge. The process of updating learning materials involves content experts (external reviewesr), instructional designer experts, and media experts. This article is aimed at  explaining  the instructional design quality associated with clarity, completeness and systematic, as well as consistent and systematic presentation of the learning materials from the standpoint of external experts and students. Expert testimony and input from students showed that the quality of learning materials at FISIP developed by appling the Instructional Design Development Model (MPI) in developing the learning materials has met the standard for autonomous and independent learning activities as well as the structured and guided learning activities Pemutakhiran bahan ajar (BA) merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh UT untuk menjamin kualitas BA sesuai dengan perkembangan ilmu dan pengetahuan. Proses pemuktahiran materi pembelajaran melibatkan para pakar materi (external reviewers), ahli desain instruksional, dan ahli media. Tulisan ini bertujuan menggambarkan standar kualitas desain instruksional yang mencakup  kejelasan, kelengkapan dan sistematika, serta konsistensi dan kelogisan sistematika penyajian BMP FISIP-UT dari sudut pandang para pakar eksternal dan mahasiswa. Testimoni pakar  dan mahasiswa menunjukkan bahwa kualitas BMP pada FISIP yang dikembangkan dengan menerapkan Model Pengembangan Desain Instruksional (MPI) dalam penulisan BMP, telah memenuhi standar kualitas akademik sehingga  mampu menjamin pencapaian kompetensi mata kuliah dan standar proses pembelajaran mahasiswa yang dilakukan secara mandiri dan independen. &nbsp

    PARTISIPASI KARYAWAN UNTUK KEBERLANJUTAN PRODUKSI CAT EMPLOYEE PARTICIPATION FOR SUSTAINABILITY OF PAINT PRODUCTION

    No full text
    Paint production generates hazardous and toxic waste. The amount of waste can be reduced if the paint factory employees, especially in the Production and Health Safety Environment & Security units, participates to reduce the amount of waste in accordance with the company's target for the sustainability of the paint production. Currently, PT. XYZ, a paint industry, has never conducted a survey to determine the role of its employees to reduce the amount of waste. This study was conducted to analyze the employee perception of their role to reduce the amount of waste. To analyze the perception of the role of employees, a survey of 93 respondents was conducted. The value of the role of respondents to reduce the amount of waste is 4.93 out of 6. In conclusion, the value of the role of respondent perception to reduce the amount of waste is 4.93 in six scales. Produksi cat menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Jumlah limbah pabrik cat dapat dikurangi apabila karyawan pabrik, khususnya di bagian Produksi dan Health Safety Environment & Security, berpartisipasi untuk menurunkan jumlah limbah sesuai dengan target perusahaan untuk keberlanjutan produksi cat. Saat ini PT. XYZ, sebuah industri cat, belum pernah melakukan survei untuk mengetahui peranan karyawannya untuk menurunkan jumlah limbahnya. Penelitian dilakukan untuk menganalisis persepsi karyawan tentang peranan mereka untuk menurunkan jumlah limbah. Untuk menganalisis persepsi peranan karyawan, telah dilakukan survei terhadap 93 responden. Nilai persepsi karyawan tentang peranan mereka untuk menurunkan jumlah limbah adalah 4,93 dari skor maksimum 6.  Kesimpulannya, nilai persepsi karyawan tentang peranan mereka untuk menurunkan jumlah limbah adalah 4,93 dari 6 skala

    PENENTU JUMLAH INTERNAL CONTROL COMPLIANCE COMMENT DAN PENGARUHNYA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA

    Get PDF
    The purpose of this study is to analyze factors that affect the numbers of ICCC received by local government and their association with financial reporting quality in Indonesia. This research develops a statistical model to report internal control compliance comments (ICCC) issued by Republic Indonesia Supreme Audit Board (BPK-RI) pursuant to audit  of Indonesian’s local government and has 454 selected samples to the local government for year 2011. This study uses data of local government financial statetements in the form of softcopy from Republic Indonesia Supreme Audit Board (BPK-RI) and other media publications. For testing the data, this study uses multiple regression to examine the factors that affect the numbers of ICCC received by local government and binary logistic regression to examine the association between ICCC and local government financial report quality in the next year.Result shows that unqualified audit opinion, government grade, and auditor education background  affect the number of ICCC received by local government while local government size, intenal audit capability and auditor profesional certification do not have any effect. This research also reveals that  number of ICCC received by local government is negatively associated with the financial reporting quality in the next period. It indicates that the local government has not been able to implement the auditor recommendations well.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah ICCC yang diterima pemerintah daerah dan pengaruhnya terhadap kualitas laporan keuangan di Indonesia. Penelitian mengembangkan suatu model statistik untuk melaporkan komentar dalam sistem pengendalian internal dan kepatuhan (ICCC) yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) berdasarkan audit pemerintah daerah di Indonesia dan menggunakan 454 sampel pemerintah daerah tahun 2011. Penelitian ini menggunakan data softcopy laporan keuangan pemerintah daerah yang diperoleh dari BPK dan media publikasi lainnya. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah ICCC yang diterima pemerintah daerah dan binary logistic regression untuk menguji pengaruh antara jumlah ICCC dengan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah satu tahun setelahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa opini wajar tanpa pengecualian, peringkat kinerja pemerintah daerah, dan latarbelakang pendidikan auditor berpengaruh terhadap jumlah ICCC yang diterima pemerintah daerah sementara ukuran pemerintah daerah, kapabilitas APIP dan sertifikasi profesi auditor tidak memiliki pengaruh. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa jumlah ICCC yang diterima pemerintah daerah berpengaruh negatif terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah satu tahun setelahnya. Hal ini mengindikasikan bahwa pemerintah daerah belum mampu melaksanakan rekomendasi auditor dengan baik

    PROFIL KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD NEGERI

    Get PDF
    This study aims to determine the results of peer and student assessment of the performance of physical education teachers (Penjas) Elementary School in Purworejo, Banyuurip and Kutoarjo associated with pedagogical, professional, personal and social. This article only discusses the pedagogical competence of the physical education teacher. The study design was a survey with data collection by distributing questionnaires to colleagues and students. The population is the entire physical education teacher at the elementary school in the area Purworejo, Banyuurip and Kutoarjo with a sample of 200 teachers were taken by random sampling technique. Questionnaires were returned as many as 164 copies. The collected data were then analyzed by using percentages to facilitate exposure and describe in narrative. The results showed that most of the peers judge that pedagogical competence of teachers in elementary schools in Region Penjas Purworejo, Banyuurip and Kutoarjo is good (88%) or very good (29.2%). While students assess their pedagogical competence Penjas teachers with excellent 33.9%, 16.8% good and 14.8% is good enough. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penilaian teman sejawat dan siswa terhadap kinerja guru pendidikan jasmani (Penjas) SD Negeri di Kabupaten Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo terkait dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Artikel ini hanya membahas kompetensi pedagogik dari guru penjas. Desain penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada teman sejawat dan siswa. Populasi adalah seluruh guru penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo dengan sampel sebanyak 200 guru yang diambil dengan teknik random sampling. Kuesioner yang kembali sebanyak 164 eksemplar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik persentase untuk memudahkan pemaparan dan mendeskripsikannya secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian besar teman sejawat menilai bahwa kompetensi pedagogik guru Penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo sudah baik (88%) atau sangat baik (29,2%). Siswa menilai kompetensi pedagogik guru Penjas mereka dengan sangat baik 33,9%, baik 16,8% dan cukup baik 14,8 %

    PENGEMBANGAN MODUL E-LEARNING FISIKA BERBASIS CAPTIVATE

    Get PDF
    This paper describes the development process of Adobe Captivate  based e-learning teaching modules. The subject matter and the topic is Physics for high school students class X. There are five process in the development, firstly is information collection to determine the need of the developement process. Second is design phase includes determining topics of subject matter, designing multimedia and flowchart, and development of storyboard. Third is integration of storyboard into Adobe Captivate program and disigning multimedia such as  illustrations (picture, images), visualization (animation, video and audio), as well as packing an evaluation tool. Fourth is module evaluation. This stage involves review process of the content and media program by experts. Fifth is one to one tryout process. This process conducted in SMAN 83 East Jakarta for physics teacher in small group. The results showed that the topics in module quite good and suitable for high school students. Furthemore, the expert of media stated that the visual, animation, videos, sounds and interactivity Adobe Captivate based e-learning teaching module is very good. Meanwhile, teacher opinion about the trial of this module is quite suitable as evaluaton tool to assess the students achievement. Artikel ini menggambarkan proses pengembangan bahan ajar (modul) e-learning berbasis adobe captivate. Modul ajar yang dikembangkan adalah untuk mata pelajaran fisika dengan topik guru untuk siswa SMA kelas X. Pengembangan modul ajar berbasis Adobe Captivate meliputi beberapa proses tahapan yaitu: pertama, mengumpulkan informasi yang berguna untuk menentukan kebutuhan akan pengembangan modul ajar e-learning. Kedua adalah tahap disain yang meliputi pengembangan garis besar multimedia dan naskah mata pelajaran fisika yang akan dijadikan modul e-learning. Ketiga adalah tahap pengembangan modul ajar berupa pengintegrasian ke dalam program captivate dengan menentukan sistematika penyajian materi, ilustrasi (gambar), visualisasi (animasi, video dan audio), serta perancangan alat evaluasi. Keempat adalah tahap evaluasi yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Kelima adalah tahap ujicoba dalam skala kecil kepada guru fisika di SMA. Hasil menunjukkan bahwa sajian materi berdasarkan review ahli materi adalah cukup bagus, sedangkan penilaian ahli media menyatakan bahwa tampilan visual, suara, format penyajian dan interaktivitas modul ajar berbasis Adobe Captivate adalah bagus. Sementara itu uji coba kepada guru SMA menggambarkan bahwa modul ajar berbasis Adobe Captivate dapat dijadikan sebagai materi ajar terutama dalam pengembangan bank soal sebagai alat evaluasi untuk menilai pemahaman siswa

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇