Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
    2167 research outputs found

    EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT-BASED LEARNING (PjBL) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA POKOK BAHASAN FLUIDA

    Get PDF
    The purpose of this study is to obtain information about learning through the ability of inquiry in tracing how scientists discover fluid laws, and how to avoid  misconception in understanding the law of Archimedes in particular and fluid in general. This research was conducted in class XI IPA SMA N 11 Kabupaten Tangerang by integrating project Based Learning Model (PjBL), and the topic is about fluid. The competence measured includes  analyzing the relationship of laws in static and dynamic fluids, and their application in everyday life. The results showed, there is an increase in the understanding of learners in learning Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang hasil belajaryang diperoleh peserta didik melalui kemampuan inkuiri dalam menelusuri bagaimana ilmuwan menemukan hukum-hukum fluida. Sehingga tidak terjadi miskonsepsi dalam memahami hukum Archimedes pada khususnya dan fluida pada umumnya. Penelitian ini dilakukan di kelas XI IPA SMA N 11 Kabupaten Tangerang dengan mengintegrasikan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dengan pokok bahasan fluida, berorientasi pada kompetensi dasar: menganalisis hubungan hukum-hukum dalam fluida statis dan fluida dinamis serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat peningkatan pemahaman peserta didik dalam mempelajari fluida

    PEMODELAN ANGKA KEMATIAN IBU DI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN GEOGRAPHICALLY WEIGHTED POISSON REGRESSION

    Get PDF
    Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of a country's health development and is one of the targets of achieving Sustainable Development Goals (SDGs). This study aims to develop a model on the relationship of MMR with provincial health development variables using the Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) method; as well as mapping the model to the provincial map. Estimation of model parameters using PODES data for 2011 and the projected health and projection profile of 2010-2013. The obtained model consists of four variables that influence the number of maternal deaths: (1)  the ratio of health facilities, (2) the ratio of midwives, (3) the percentage of deliveries assisted by health personnel, and (4) the percentage of pregnant women received Fe tablets. The mapping of the four variables into the provincial map yields three groups of regions with different levels of significance of variables. The AIC value and the GWPR model deviance are lower than Poisson regression, indicated that the AKI model with GWPR is better than Poisson regression.   Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator penting pembangunan kesehatan suatu negara danmenjadi salah satu target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian ini bertujuan menyusun model hubungan AKI dengan variabel-variabel pembangunan kesehatan provinsi menggunakan metode Geographically Weighted Poisson Regression (GWPR) dan memetakan model tersebut kedalam peta provinsi. Estimasi parameter model menggunakan data PODES tahun 2011 dan profil kesehatan dan proyeksi penduduk tahun 2010-2013. Model yang diperoleh terdiri dari empat variabel yang mempengaruhi jumlah kematian ibu yaitu rasio sarana kesehatan, rasio bidan, persentase persalinan ditolong tenaga kesehatan, dan persentase ibu hamil mendapat tablet Fe. Pemetaan empat variabel tersebut ke dalam peta provinsi menghasilkan tiga kelompok wilayah dengan tingkat signifikansi variabel yang berbeda-beda. Nilai AIC dan deviance model GWPR lebih rendah dari regresi Poisson menunjukkan bahwa model AKI dengan GWPR lebih baikdari regresi Poisson

    PENJADWALAN PROYEK PEMBANGUNAN JARINGAN DISTRIBUSI LISTRIK PERDESAAN

    Get PDF
    This study aims to analyze the causes of the delay in the completion of the Banten Rural Distribution Network development project in 2015 undertaken by PT. X, and analyzed forecasts of delays in project completion and costs that contracting companies should issue in project completion. Analytical techniques used in this study using CPM and EVM approach. From the results of the study, it was identified that project scheduling planning was not yet optimal. Based on the analysis there are three jobs that are not listed in the scheduling planning of the project, so that the effect on the completion of the project completion time. The results of calculations performed using CPM, PT. X can shorten the time for 12 days from the realization of the project completion at a cost of Rp 1,786,244,000. If based on the EVM calculation, the cost incurred by PT. X amounting to Rp 1,703,909,250.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya keterlambatan penyelesaian proyek Pembangunan Jaringan Distribusi Listrik Perdesaan Banten tahun 2015 yang dikerjakan oleh PT. X, dan menganalisis prakiraan keterlambatan penyelesaian proyek dan biaya yang sebaiknya dikeluarkan perusahaan pengembang kontrak dalam penyelesaian proyek.Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan CPM dan EVM. Dari hasil penelitian teridentifikasi perencanaan penjadwalan proyek yang masih belum optimal. Berdasarkan analisis terdapat tiga pekerjaan yang tidak tercantum dalam perencanaan penjadwalan pada proyek tersebut, sehingga berpengaruh pada pertambahan waktu penyelesaian proyek. Hasil perhitungan yang dilakukan menggunakan CPM, PT. X dapat mempersingkat waktu selama 12 hari dari realisasi penyelesaian proyek dengan biaya sebesar Rp 1.786.244.000. Jika berdasarkan hasil perhitungan EVM, biaya yang dikeluarkan PT. X sebesar Rp 1.703.909.250

    KOMPARASI NILAI GIZI SAYURAN ORGANIK DAN NON ORGANIK PADA BUDIDAYA PERTANIAN PERKOTAAN DI SURABAYA

    Get PDF
    The developing of urban agriculture is having an important contribution in food supply to the citizen. One of urban agriculture commodity which is marketable is leaf vegetable, as the sources of protein, vitamin, minerals, essential amino acids that is cheap and available everydays. Even though the developing of urban agriculture commodity in the marginal land condition, but the result is a good product. This research conducted to make a comparison of nutrition value the leaf vegetable which planted in surabaya urban agriculture, such as Kangkung (Ipomea aquatic forsk), Mustard green (Brassica rapa), and Spinach (Spinacea oleracea L.), with its similar products which are produced organically. The method  used is descriptive quantitative. The total chlorophyll content and carotenoids are be measured by using spectrophotometric method at a wavelength of 480 nm, 645nm, and 663 nm.The content of vitamin C be measured by using the titration methods solution of Dichlorophenol Indophenol (DCPIP). The findings indicated that vegetable which planed in non organic agriculture, or organic, is having high enough in water content, more than 80%. The high vitamin C level is in non organic Mustard green (2,45 µg/g) and the lowest one in organic spinach (0,68 Âµg/g). The high chlorophyll level is in non organic spinach (23,81 mg/L) and the lowest one in non organic kangkung (3,29 mg/L). Likewise, the high carotene level is in non organic spinach (263,52 Î¼mol/L) and the lowest one in non organic mustard green (168,02 Î¼mol/L). The results of this study indicate that there is no particular type of leaf vegetables that has all the best nutrition value, both organic and non-organic. Pertanian perkotaan dikembangkan agar dapat memiliki kontribusi penting dalam memasok bahan pangan penduduk kota. Salah satu komoditi pertanian perkotaan yang cukup marketable adalah sayuran daun. Sayuran daun adalah sumber protein, vitamin, mineral, dan asam amino esensial paling murah dan tersedia setiap saat. Meskipun komoditi pertanian perkotaan dikembangkan di lahan yang marjinal, namun menghasilkan produk yang cukup baik. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan nilai gizi sayuran daun yang ditanam di pertanian perkotaan kota Surabaya, yaitu kangkung (Ipomea aquatic Forsk), sawi hijau (Brassica rapa), dan bayam (Spinacea oleracea L.), dengan produk serupa yang dihasilkan secara organik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Kandungan klorofil total dan karotenoid diukur dengan menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 480 nm, 645 nm, dan 663 nm. Kandungan vitamin C diukur dengan metode titrasi larutan Dichlorophenol Indophenol (DCPIP). Hasil penelitian menunjukkan sayuran yang ditanam pada pertanian non organik, maupun organik, memiliki kadar air yang cukup  tinggi, yakni lebih dari 80%. Kadar vitamin C tertinggi pada Sawi non organik (2,45 µg/g) dan terendah pada bayam organik (0,68 µg/g).  Kadar klorofil tertinggi pada bayam non organik (23,81 mg/L) dan terendah pada kangkung non organik (3,29 mg/L). Demikian juga kadar karoten tertinggi pada bayam non organik (263,52 μmol/L) dan yang terendah pada sawi non organik (168,02 μmol/L). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada jenis sayuran daun tertentu yang memiliki seluruh nilai gizi terbaik, baik yang organik maupun yang non organik

    KERAGAAN PROSES PEMBELAJARAN PENYULUH PERTANIAN DALAM PENDIDIKAN TERBUKA DAN JARAK JAUH

    Get PDF
    Agricultural extension workers who study at Universitas Terbuka (UT), which is a distance education institution,were to obtain the necessary competencies. By studying at UT, they can improve their competencies without leaving their duties. The purpose of this study was to analyze the profile of learning process of agricultural extension workers in distance education, particularly in terms of interaction with modules, tutorial activities,the scope of learning materials, independent learning, and learning facilities. Designed as an exploratory research, this study was supported by qualitative approach to obtain information that was not obtained through surveys. Respondents were agricultural extension workers in the regions of Bengkulu, Samarinda, Serang, Pontianak, Jambi, Jakarta, and Bogor. The data collected in this study were primary and secondary data. Primary data were collected using a questionnaire and indepth interviews using interview guidelines. Secondary data were obtained through the collection of documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistical analysis, while qualitative information was analyzed qualitatively. The results indicated that the profile of the learning process of agricultural extension workers graduated from distance education is quite good, as seen from the high-intensity interactions between agricultural extension workers with learning materials or modules. Their participation in tutorials were also good, especially in face to face tutorials. Online tutorials were generally not been widely used. The scope of learning materials also need to accommodate in accordance to the needs of their independent learning. However, to improve the quality of service, there are several things in the learning process that needs to be addressed, such as learning facilities and interaction with modules.   Para penyuluh belajar di Universitas Terbuka (UT), yang merupakan institusi pendidikan jarak jauh, untuk mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan. Dengan belajar di UT, penyuluh dapat meningkatkan kompetensinya tanpa meninggalkan tugas pekerjaannya. Tujuan penelitian adalah menganalisis keragaan proses pembelajaran penyuluh pertanian dalam sistem belajar jarak jauh, khususnya dalam hal interaksi penyuluh dengan modul, partisipasinya dalam kegiatan tutorial, cakupan materi dalam kurikulum, kemandirian belajar, dan pemanfaatan fasilitas belajar. Rancangan penelitian ini adalah exploratory research,  didukung dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh informasi yang tidak diperoleh melalui survei. Sampel penelitian ini adalah penyuluh di wilayah Bengkulu, Samarinda, Serang, Pontianak, Jambi, Jakarta, dan Bogor. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner melalui survei dan wawancara mendalam. Data sekunder diperoleh melalui pengumpulan dokumentasi dengan cara mencatat data yang tersedia di instansi-instansi, dan kajian pustaka yang relevan dengan penelitian. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis statistika deskriptif, sedangkan informasi kualitatif dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan proses pembelajaran penyuluh pertanian lulusan pendidikan jarak jauh UT cukup baik, yang terlihat dari  intensitas interaksi yang tinggi antara penyuluh dengan bahan belajar atau modul. Disamping itu, partisipasi penyuluh dalam kegiatan tutorial juga baik, khususnya pada kegiatan tutorial tatap muka. Tutorial onlineumumnya belum banyak dimanfaatkan penyuluh mengingat ketika mereka belajar dulu layanan tutorial online yang disediakan UT masih terbatas. Kurikulum yang digunakan juga sudah mengakomodasi kebutuhan penyuluh yang mendukung kemandirian belajar mereka. Namun demikian, untuk meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik, ada beberapa hal dalam proses pembelajaran yang perlu dibenahi, yaitu  fasilitas belajar dan interaksi dengan bahan ajar

    ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS PADA BANK PEMBANGUNAN DAERAH

    Get PDF
    This study aims to analyze the influence of internal and external factors on profitability (ROE) Regional Development Banks (BPD) using balanced panel data of 26 bank in the 2009-2013 period. Internal factors include: the size of the bank (total assets), capital ratio (CAR), the efficiency ratio (BOPO), liquidity ratio (LDR), and credit risk (NPL). While external factors consist of: income per capita (PDRB perkapita) and the inflation rate (INF). Test results show the fixed effect model was selected as the estimation model. Estimated fixed effects model was performed using estimator Driscoll-Kraay working under the assumption that heteroskedastic variant, there is serial correlation in some lag, and there is cross sectional dependence. The result indicates that the ROE only influenced by internal factors where the size of the bank, capital ratio, eficiency ratio, and liquidity ratio have a significant negative effect on ROE, while credit risk does not have a significant effect. The model is able to explain the variation ROE of 67,68%, the remaining 32,32% is explained by other factors outside the model.   Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap profitabilitas (ROE) Bank Pembangunan Daerah dengan menggunakan data panel seimbang dari 26 BPD pada periode 2009-2013. Faktor internal meliputi: ukuran bank (total aset), rasio modal (CAR), rasio efisiensi (rasio BOPO), rasio likuiditas (LDR), dan resiko kredit (NPL).Sedang faktor eksternal terdiri atas: pendapatan perkapita (PDRB perkapita) dan tingkat inflasi (INF). Hasil uji menunjukkan model efek tetap terpilih sebagai model estimasi. Estimasi model efek tetap dilakukan menggunakan estimator Driscoll-Kraayyang bekerja dibawah asumsi varian yang heteroskedastik, ada korelasi serial pada beberapa lag, dan ada ketergantungan antar individu. Hasil estimasi menunjukkan bahwa ROE BPD hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dimana:ukuran bank, rasio modal, rasio efisiensi, dan rasio likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap ROE, sedangkan risiko kredit berpengaruh negatif tidak signifikan. Model mampu menjelaskan sebesar 67,68% variasi ROE, sisanya 32,32% dijelaskan oleh faktor lain di luar model

    DAYA TERIMA MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS KLOROFIL DARI RUMPUT PAHIT (ANOXOPUS COMPRESSUS [SCWARTZ] BEAUV) DAN ANTOSIANIN DARI UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.)

    Get PDF
    A functional beverage made of chlorophyll extract from bitter grass and anthocyanin from purple sweet potato was formulated and evaluated. Chlorophyll was extracted using of NaHCO3solution with a concentrations of 0.1% (w / v) and then was stabilized with Cu2+ ions through the addition of CuSO4 as much as 100 mg Cu2+/L chlorophyll extract. Meanwhile, anthocyanin was extracted using a mixture of water and 25% acetic acid at a ratio of 30:0.5. Functional beverage was prepared by blending different ratios of chlorophyll and anthocyanin extracts(1: 1, 1: 2 and 1: 3). To increase the acceptance of the panelists, honey, banana flavorand menthol flavorwas added into the beverages. Sensory characteristic was evaluated by 28 panelists using hedonic test. Hedonic test found that the three types of functional beverages has a acceptance score between 3.4-3.8 or in the range rather like to like, both for the aspect of color, flavor, and aroma (p > 0.05). It can beconcluded that the bitter grass and purple sweet potato can be used as raw material in making of functional beverages. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari daya terima minuman fungsional kaya antioksidan dari ekstrak klorofil rumput pahit dan antosianin ubi jalar ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2016 di Laboratorium Rekayasa dan Analisis Boga, Fakultas Teknik UNJ. Ekstraksi klorofil dari rumput pahit dilakukan dengan menggunakan larutan NaHCO3 pada konsentrasi 0.1% (b/v). Ekstrak klorofil tersebut selanjutnya ditambah dengan ion Cu2+ dalam bentuk CuSO4 sebanyak 100 mg Cu2+/L ekstrak klorofil rumput pahit untuk mendapatkan ekstrak klorofil yang lebih stabil. Sementara itu, ekstraksi antosianin dari ubi jalar ungu dilakukan dengan menggunakan pelarut air dan asam asetat 25% pada perbandingan 30:0.5. Ekstrak klorofil dan antosianin kemudian dicampur dengan perbandingan 1:1, 1:2, dan 1:3 untuk mendapatkan tiga minuman fungsional. Agar dapat diterima panelis, ke dalam campuran tersebut ditambahkan pemanis madu serta flavor pisang dan menthol. Minuman yang dihasilkan selanjutnya dinilai oleh 28 orang panelis agak terlatih dengan menggunakan uji organoleptik (uji hedonik). Hasil uji organoleotik memperlihatkan bahwa ketiga jenis minuman fungsional memiliki tingkat penerimaan agak suka hingga suka (skor 3.4-3.8) untuk aspek warna, rasa, dan aroma. Tidak ada perbedaan nyata tingkat penerimaan panelis terhadap warna, rasa, dan aroma untuk ketiga jenis minuman tersebut. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa rumput pahit dan ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan minuman fungsional

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ELPSA DENGAN PERMAINAN KSD BAGI SISWA KELAS VII A SMPN 2 PATEAN KENDAL SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2015/2016

    Get PDF
    The problems of classroom action research are for students of class VII A SMPN 2 Patean Kendal 2nd Semester Academic Year 2015/2016: (1) Is ELPSA learning with the game KSD can improve learning outcomes Mathematical quadrilateral material?, (2) What ELPSA learning with games KSD can increase the activity of learning mathematics quadrilateral material?, and (3) How to change the behavior of students of class VII A after following learning learning ELPSA with KSD game on material quadrilateral? The study was conducted in two cycles each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collected through observation activities, teacher journals, student questionnaire, and test. Subjects were increased activity and results study A class VII SMPN 2 Patean Kendal, amounting to 22 learners with a composition of 12 male students and 10 female student. The study was conducted in January to April 2016. The indicators in this study were (1) More than 75% of students are actively involved in the learning process; (2) The average grade formative test at least 75 to 75% of students reach the minimum KKM is 75; (3) At least 85% of students are well behaved during the learning process.   The results showed that (1) increased student learning outcomes seen from the highest value, lowest value, average, and mastery learning. In the first cycle the highest grade 86 increased 14 points to 100 in the second cycle, the lowest value of 54 increased 4 points to 58 in the second cycle, the average value of 74 increased by 12 points to 86, and the learning completeness 51% increase 35% to 86%; (2) All aspects of the students in learning activities is experiencing an increase in both activity visual, oral, listening, writing, drawing, metrics, mentally, and emotionally. The conclusions of this Class Action Research is a learning game ELPSA with KSD on quadrilateral materials can improve learning outcomes and activities as well as change the behavior of students of class VII A SMPN 2 Patean Kendal 2nd Semester Academic Year 2015/2016.   Rumusan masalah dalam Penelitian Tindakan Kelas di SMP2 kelas VII A tahunajaran 2015/2016 adalah (1) Apakah pembelajaran ELPSA dengan permainan KSD dapat meningkatkan hasil belajar Matematika materi segiempat Semester 2 Tahun Pelajaran?, (2) Apakah pembelajaran ELPSAdengan permainan KSD dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika materi segiempat?, dan (3) Bagaimana perubahan perilaku siswa Semester 2 setelah mengikuti pembelajaran pembelajaran ELPSA dengan permainan KSD pada materi segiempat? Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang  terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data, melalui pengamatan, jurnal guru, angket siswa, dan tes. Subjek penelitian adalah peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VII A SMPN 2 Patean Kendal yang berjumlah 22 siswa dengan komposisi 12 siswa putra dan 10 siswa putri. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2016. Indikator dalam penelitian ini adalah (1) Lebih dari 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran; (2) Rata-rata nilai tes formatif minimal 75 dengan 75% siswa mencapai batas minimal KKM yaitu 75; (3) Minimal 85% siswa berperilaku baik selama mengikuti proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa meningkat dilihat dari nilai tertinggi, nilai terendah, rata-rata, dan ketuntasan belajar. Pada Siklus I nilai tertinggi 86 meningkat 14 point menjadi 100 pada Siklus II, nilai terendah 54 meningkat 4 point menjadi 58 pada Siklus II, rata-rata nilai 74 meningkat 12 point menjadi 86, dan ketuntasan belajar 51% meningkat 35% menjadi 86%.; (2) Semua aspek aktivitas siswa dalam belajar mengalami peningkatan baik aktivitas visual, oral, mendengarkan, menulis, mengambar, metrik, mental, maupun emosional. Simpulannya adalah pembelajaran ELPSA dengan permainan KSD pada materi segiempat dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas serta mengubah perilaku siswa

    ANALISIS KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN: STUDI KASUS DI WILAYAH KECAMATAN PAMULANG, TANGERANG SELATAN

    Get PDF
    This study aimed to analyze borax content in food and the effects of food processing on the content of borax in food. This research adopted a survey method. Food samples were obtained from the traditional and modern markets, elementary schools, and supermarkets available in the region of Pamulang Subdistrict. Sampling was done by using a purposive technique. Each sample was qualitatively analyzed for its borax content using a borax test kit. The detected food was then analyzed by using a qualitative analysis (i.e., there are four categories of data); one sample per category was taken to be analyzed quantitatively using the HPLC method in the Laboratorium of Balai Besar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor. The treatment of food containing the highest level of borax) was conducted by boiling them during a certain period of time (i.e., 5 minutes, 15 minutes, and 30 minutes) and then frying them until well cooked (was not burnt). The collected data were then analyzed descriptively. The results showed that 54% of the samples obtained from the Elementary Schools positively contained borax; as much as 74% of the food samples obtained from traditional markets contained borax positively; while all samples coming from the supermarkets did not contain borax. The content of borax in the detected food in this research ranged between 560 mg/kg up to 17,640 mg/kg. The highest content of borax found in yellow wet noodles (17,640 mg/kg) was far above the maximum level specified by EFSA (2013), that is as much as 4,000 mg/kg. The boiling process was quite effective in lowering the level of borax in food, while the frying process did not actually reduce the level of borax in food. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan boraks pada makanan dan pengaruh pengolahan makanan terhadap kandungan boraks pada makanan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Jenis makanan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah jenis makanan yang diperoleh dari pasar tradisional dan modern, sekolah dasar, dan supermarket di wilayah Kecamatan Pamulang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Setiap sampel dianalisis kandungan boraksnya secara kualitatif menggunakan test kit boraks. Selanjutnya, makanan yang telah terdeteksi oleh analisis kualitatif (ada empat kategori data), diambil satu sampel per kategori untuk dianalisis secara kuantitatif menggunakan metode HPLC di Laboratorium Balai Besar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Bogor. Makanan yang terdeteksi mengandung boraks paling tinggi diperlakukan dengan cara direbus dalam beberapa rentang waktu (5 menit, 15 menit, dan 30 menit) dan digoreng sampai matang (tidak sampai gosong). Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% dari sampel makanan yang diperoleh dari Sekolah Dasar positif mengandung boraks; sebanyak 74% dari sampel makanan yang diperoleh dari pasar tradisional positif mengandung boraks; sementara semua sampel berasal dari supermarket tidak terdeteksi mengandung boraks. Kandungan boraks dalam makanan yang terdeteksi dalam penelitian ini berkisar antara 560 mg/kg sampai dengan 17.640 mg/kg. Kandungan tertinggi ditemukan dalam mie basah kuning (17.640 mg/kg) jauh di atas kadar maksimum yang ditentukan EFSA (2013) sebanyak 4.000 mg/kg. Proses perebusan cukup efektif dalam menurunkan kadar boraks dalam makanan, sedangkan proses penggorengan tidak mengurangi kadar boraks dalam makanan

    STATUS HARA MAKRO TANAH YANG DITUMBUHI POPULASI BINTANGUR (Calophyllum Spp.) (Studi Kasus Di Hutan Lindung Sei Tembesi Dan Bukit Tiban, Batam)

    Get PDF
    This research was conducted by the problem of population differences bintangur in Sei Tembesi and Bukit Tiban Protected Forest allegedly influenced by macro nutrient content in the soil. The study was conducted using a survey method. Samples were taken by purposive by following along a 100 m transect lines that divide the contour lines. Transect were initiated at least 50 m from the edge of the forest that are placed propossionally and prioritized on location around bintangur population. Soil sampling conducted on the soil surface of ± 5 cm to a depth of ± 25 cm from the soil surface. Based on the research that there are differences in soil organic matter content in the protected forest and macro nutrient in the soil. Soil pH is at the same relativity value, but that value is an extreme value when compared with the value according to criteria of Soil Chemical Properties. This soil conditions is able to inhibit the growth of bintangur. Bintangur population in both of the protected forest can be maintained through soil conservation biological. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perbedaan populasi bintangur di Hutan Lindung Sei Tembesi dan Bukit Tiban yang diduga dipengaruhi oleh kandungan hara makro di dalam tanah. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Sampel diambil dengan cara purposive dengan mengikuti jalur transek sepanjang 100 m yang membelah garis kontur. Jalur transek tersebut dimulai minimal 50 m dari tepi hutan yang ditempatkan secara proporsional dan diprioritaskan pada lokasi sekitar populasi bintangur. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada permukaan tanah ± 5 cm pada kedalaman ± 25 cm dari permukaan tanah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa terdapat perbedaan kandungan bahan organik tanah di kedua hutan lindung tersebut dan kandungan hara makro di dalam tanah. pH tanah berada pada nilai yang relatif sama, namun nilai tersebut merupakan nilai yang ekstrim bila dibandingkan dengan Kriteria Penilaian Sifat Kimia Tanah. Kondisi tanah seperti itu mampu menghambat pertumbuhan bintangur. Populasi bintangur di kedua hutan lindung tersebut dapat dipertahankan melalui konservasi tanah secara biologi

    1,630

    full texts

    2,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Universitas Terbuka
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇