Jurnal Online Universitas Terbuka
Not a member yet
2167 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERILAKU GURU SMP MENGGUNAKAN TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN ONLINE: STUDI KASUS DI PROVINSI RIAU
The purpose of this research is to investigate factors that influence the intent of behavior using technology in online learning. The study uses structural equation modeling using a partial least square approach to test the hypotheses. Respondents selected using purposive sampling, and the questionnaires were distributed through online surveys and received a response of 96 respondents. Results show that latent variables, performance expectations, business expectations, and facility conditions have a positive and significant relationship with the intent of individual behaviour in the use of technology in online learning. The latent variable "condition facility" is the most influential factor. This research provides an important overview and understanding for policymakers in designing frameworks to pay attention to facility conditions. Further research is suggested in the future covering samples from various provinces in Indonesia. This study adds to the literature primarily on factors affecting behavioral intent to use technology in online learning.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi niat perilaku guru menggunakan teknologi dalam pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan pemodelan persamaan struktural dengan menggunakan pendekatan partial least square untuk menguji hipotesis. Berdasarkan purposive sampling, kuesioner disebarkan melalui survei online dan mendapat tanggapan dari 96 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel laten, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan kondisi fasilitas memiliki hubungan positif dan signifikan dengan niat perilaku individu dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran online. Variabel laten “fasilitas kondisi†merupakan faktor yang paling berpengaruh. Penelitian ini memberikan gambaran dan pemahaman penting bagi pembuat kebijakan dalam merancang kerangka kerja untuk memperhatikan kondisi fasilitas. Penelitian lebih lanjut disarankan di masa depan mencakup sampel dari berbagai provinsi di Indonesia. Studi ini menambah literatur terutama pada faktor-faktor yang mempengaruhi niat perilaku untuk menggunakan teknologi dalam pembelajaran online
Evaluasi Pelaksanaan Edukasi Kesiapan Belajar Mandiri (EKBM) Pada Mahasiswa Pembelajar Jarak Jauh Di Universitas Terbuka
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tentang evaluasi pelaksanaan Edukasi Kesiapan Belajar Mandiri pada mahasiswa pembelajar jarak jauh di UT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1. pelaksanaan EKBM di UPBJJ-UT, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Edukasi Kesiapan Belajar Mandiri. 3. Kendala yang ditemui dalam pelaksanaan Edukasi Kesiapan Belajar Mandiri dan solusi yang harus dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut, 4. Persepsi tentang dampak yang dirasakan oleh mahasiswa terhadap pelaksanaan Edukasi Kesiapan Belajar Mandiri. Teknik pengumpulan data menggunakan Forum Group Discussion (FGD) dengan mahasiswa dan petugas UPBJJ-UT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan EKBM pada umumnya berjalan dengan lancar walaupun ada beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan EKBM yaitu dari sudut instruktur sendiri, motivasi yang rendah, kedisiplinan, waktu, lingkungan, kebiasaan dan usia. Akan tetapi semua itu bisa diatasi.Persepsi mahasiswa tentang dampak pelaksanaan EKBM sangat bagus. Pelatihan EKBM perlu untuk dipertahankan karena mahasiswa sangat terbantu dalam mempelajari modul, mereka menjadi tahu cara belajar yang lebih baik
PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA MELALUI PENGOLAHAN ASAM TIMOR (TAMARINDUS INDICA) DI DESA BAUMATA UTARA, KECAMATAN TAEBENU, KABUPATEN KUPANG
The Timor island is famous with Timor Acid plants which is if it processed properly, it have good economic value. So far the people and the government is less on giving attention to timor acid so that it is only used as a food spice. This matter becomes reason for doing training in timor acid processing. Partners in this activity are Narwastu Women's Group in Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, kab. Kupang. The Problems that faced by partners (women's groups) is related with the abundance yields of timor acid and the people don’t know how to process after harvest in order to increase economic value. Write in 1 paragraph. The target and outputs that want to be achieved by the people especially women's groups which is able to process Timor Tamarind Fruit into Juices, tamarind paste and able to carry out preservation so that it can be save it for a long time. The method used are training and demonstration. All activities carried out of four visits on one the period from June to December 2018 . The activities namely training, mentoring, and monitoring and evaluation. The results of the PkM activities in Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, Kupang Regency is the Narwastu is Women's Group able to process acids into Tamarind Juice, Tamarind Turmeric Juice, Tamarind Pasta, and can carry out the acid storage process well so that it is durable. The result of PKM activity in Desa BAUMATA Utara, Kec. TAEBENU, Kab. Kupang is the women's group able to process Timor Tamarind Fruit into Juices, tamarind paste and able to carry out preservation so that it can be save it for a long time.
Pulau Timor terkenal dengan tanaman Asam Timor yang jika diolah dengan baik memiliki nilai ekonomi yang baik. Sejauh ini masyrakat dan pemerintah kurang memperhatikan asam timor sehingga hanya digunakan sebagai bumbu dapur. Hal ini yang menjadi landasan untuk melakukan pelatihan pengolahan asam timor. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Narwastu Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, Kabupaten Kupang. Permasalahan yang dihadapi mitra (kelompok wanita) berkaitan dengan melimpahnya hasil panen asam timor dan masyrakat belum mengetahui cara pengolahan setelah panen agar dapat meningkatkan nilai ekonomi. Target dan luaran yang ingin yang dicapai adalah masyarakat khususnya kelompok wanita dapat mengolah Buah Asam Timor menjadi Jus, pasta asam dan bisa melakukan pengawetan sehingga bisa disimpan dalam waktu yang lama. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan demonstrasi. Seluruh kegiatan dilaksanakan sebanyak 4
kali kunjungan dalam kurun waktu bulan Juni sampai Desember 2018 yaitu pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan PkM di Desa Baumata Utara, Kec. Taebenu, Kabupaten Kupang adalah Kelompok Wanita Narwastu bisa mengolah asam menjadi Jus Asam, Jus Kunyit Asam, Pasta Asam, dan bisa melakukan proses penyimpanan asam dengan baik sehingga tahan lama
Implications of Sea Toll Programs to National Development Economy: Reinterpretation of Marine Verses In Al-Quran
Indonesia, as an archipelago with a coastline of 81,000 km, is a coastal and marine area that has a variety of vast and diverse resources. With the unique potential and economic value of development, coastal areas are also faced with a high threat, so special handling is needed so that this region can be managed sustainably. Economic development in this framework is realized through the sea toll program. This article will aim to discuss how the sea toll program has an impact on the national development economy and the reinterpretation of marine verses in Al-Quran. This study uses qualitative research methods that are literature research. The sources of data in this study were sourced from books, journals, scientific articles, research reports, laws, and internet websites related to the sea toll program. After all, data have been collected, the data are analyzed by data analysis methods, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Findings. The results showed that the use of marine wealth by humans is justified in Al-Quran even it is recommended for the benefit of humans. On the other hand, the development of defense forces requires strong economic capabilities as a form of an effort to realize Indonesia’s ideals as a world maritime nation. Indonesia’s maritime potential can create a dominant economic development power for the Indonesian state to face global or international competition
Librarian E-Readiness in the Disruption 4.0 Era
In the era of disruption of the industrial revolution 4.0 as it is today, there are almost no difficulties in meeting information needs. Both information that is educational or information that is entertainment. A librarian is a profession whose job is to provide and present information to its users. how is the level of readiness of higher education librarians in the era of disruption including what factors affect the readiness of librarians and how librarians adjust to the era of disruption 4.0. In this study using the method of Quantitative Research. This method was chosen by the author because the author wanted to know the level of readiness to implement the development of information technology with the basis or tools on the model developed by Mutula and Brakel. E Readiness, shows a value of 3.393. The value can mean “Readyâ€. This average calculation is obtained from the average results for each sub-indicator which then becomes the value for each segment or indicator and then is averaged again to find the value of readiness information for the era of disruption 4.0.
Pada era disrupsi revolusi industri 4.0 seperti saat ini, hampir tidak ada kesulitan dalam hal pemenuhan kebutuhan informasi. Baik informasi yang bersifat pendidikan ataupun informasi yang bersifat hiburan. Pustakawan salah satu profesi yang bertugas menyediakan dan menyajikan informasi bagi penggunanya. bagaimana tingkat kesiapan pustakawan peguruan tinggi dalam era disrupsi termasuk faktor apa saja yang mempengaruhi kesiapan dari pustakawan dan bagaimana pustakawan dalam menyesuaikan diri dalam era disrupsi 4.0. Dalam penelitian ini menggunakan metode Quantitative Research. Metode ini dipilih penulis karena penulis ingin mengetahui tingkat kesiapan implementasi perkembangan teknologi informasi dengan dasar atau tool pada model yang dikembangkan mutula dan brakel. E Readiness, menunjukan nilai 3,393. Nilai tersebut dapat berarti “Siapâ€. Perhitungan rata – rata ini didapatkan dari hasil rata – rata pada setiap sub indikator yang kemudian menjadi nilai pada setiap segmen atau indikator dan kemudian di rata – rata kembali untuk menemukan nilai keterangan kesiapan terhadap era disrupsi 4.0
Pengaruh Komunikasi Internal dan Gaya Kepemimpinan terhadap Motivasi Kerja ASN
Internal conditions and leadership style seem to affect the work motivation of employees of ASN Human Resources Development Agency of the Ministry of Communication and Informatics, this is seen from several changes of the head of the agency at the Human Resources Development Agency. The problem formulation for this study is: How much influence internal communication has on work motivation; How much influence leadership style has on work motivation; and How much influence internal communication and leadership style has on work motivation. The results showed that internal communication and leadership style influenced work motivation. The correlation coefficient value is 0.727, indicating a strong relationship between the two category research variables. The coefficient of determination value indicates 52.8%, interpreted as internal communication and leadership style has an influence on work motivation and the other 47.2% is influenced by other factors outside of internal communication and leadership style. Internal communication has a positive effect, the communication created between leaders and employees has been very good. Leadership style affects work motivation, leadership style shows an open attitude. Internal communication and leadership style affect work motivation.
Kondisi internal dan gaya kepemimpinan tampak mempengaruhi motivasi kerja karyawan ASN Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika, hal ini terlihat dari beberapa kali pergantian kepala badan pada Badan Litbang SDM. Rumusan masalah untuk penelitian ini yakni: Seberapa besar pengaruh komunikasi internal terhadap motivasi kerja; Seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja; dan Seberapa besar pengaruh komunikasi internal dan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja. Nilai koefisien korelasi 0,727, menunjukkan hubungan kedua variabel penelitian kategori kuat. Nilai koefisien determinasi menunjukkan 52,8%, ditafsirkan komunikasi internal dan gaya kepemimpinan memiliki pengaruh terhadap motivasi kerja dan 47,2% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar komunikasi internal dan gaya kepemimpinan. Komunikasi internal berpengaruh positif, komunikasi yang diciptakan antara pimpinan dan karyawan sudah sangat baik. Gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja, gaya kepemimpinan memperlihatkan sikap terbuka. Komunikasi internal dan gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja
How far are the benefits of the Islamic Philanthropy and Social Entrepreneurship movement?
Islamic philanthropy and social entrepreneurship have created solutions in addressing the problems that occur for maximizing economic, social, and religious activity. In this study review, Islamic philanthropy links the elements of zakat, infaq, sadaqah, and waqf in terms of social entrepreneurship with elements of social value, civil society, innovation, and economic activity. The data was obtained using literature studies and interviews on Lazismu Bengkulu as an Islamic philanthropic movement and CV. Presidium on the social entrepreneurship movement. Then, data were processed using Nvivo and drawn conclusions through word similarity analysis. Findings. The synergy between employers and society plays a role in addressing problems against poverty alleviation, wealth equality, community welfare, creating social benefits, optimizing social capital, innovation in problem-solving efforts, building a balance between social activities and business activities. Integration of these two movements explains the dominant increase compared to the decline by presenting an impact on production, consumption, investment, economic growth, and economic stability. In the analysis of word similarity, efforts of synergy and integration concluded that both movements could be implemented in practice because they support each other and have close links to achieve goals and increase the dominant impact of social, economic, and religious activities
Issuance Value, Issuance Rating and Life of Sharia Bond on Sharia Capital Market Reaction
This study aims to examine whether the value of islamic bonds issuance, rating of islamic bonds issuance, and age of islamic bonds issuance to the capital market reaction. The value of islamic bonds issuance is proxied by sukuk equity ratio, rating of islamic bonds issuance, and age of islamic bonds are used as independent variables. The capital market reaction is proxied by abnormal return as the dependent variable on Companies Issuing Bonds on the Indonesia Stock Exchange. This study uses a descriptive quantitative approach, which is measured using a multiple regression analysis method with Eviews 10. The population of this study is Companies Issuing Bonds on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2017 to 2019. With a total sample size of 16 companies with the amount of islamic bonds as much as 135. The results of this study prove that (1) The value of islamic bonds issuance has an effect on the capital market reaction, (2) The rating of islamic bonds issuance has an effect on the capital market reaction, and (3) The age of islamic bonds has no effect on the capital market reaction on Companies Issuing Bonds on the Indonesia Stock Exchange 2017-2019
Upacara Adat Pakant Talunt oleh Suku Dayak Tunjung di Lereng Gunung Eno
Pakant Talunt adalah adat atau kepercayaan masyarakat Dayak Tunjung. Dalam bahasa Dayak Tunjung, pakan berarti memberi makan dan alunt berarti hutan. Pakant Talunt artinya memberi makan hutan. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai dan kearifan budaya lokal masyarakat Dayak Tunjung. Penelitian kualitatif ini menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan etnografi. Analisis penelitian selanjutnya berpedoman pada analisis etnografi Fielding yang diadopsi lebih sederhana dengan empat tahapan: (1) pengumpulan data, (2) validasi data, (3) analisis data, (4) interpretasi upacara pemberian makan talun oleh orang Dayak Tunjung. Hasil penelitian menunjukkan upacara pemberian makan talunt menggunakan beberapa sesaji berupa makanan seperti tara (lemang), tumpiq, ayam kampung, dan sagon. Sesajen . ini dipersembahkan untuk beberapa hal, yaitu (a) bentuk penghormatan terhadap penjaga hutan yang disebut penuguq talunt, (b) upaya masyarakat Dayak Tunjung menghindari bahaya saat membuka lahan atau mengunjungi tempat wisata yang dalam bahasa Tunjung disebut mogaq talunt, (c) perwujudan pengampunan kepada arwah leluhur atau dalam istilah bahasa setempat disebut tabeq. Dengan demikian, upacara Pakant Talunt memiliki makna bentuk penghormatan, permintaan maaf, dan doa agar terhindar dari segala mara bahaya yang datang dari hutan Gunung Eno
Strategi Pola Asuh Keluarga Sebagai Pendamping Anak pada Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19: (Studi Kasus Keluarga di Desa Kelanir Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat)
Penelitian ini berjudul “Gaya Parenting dalam Pembelajaran Online Anak Selama Pandemi Covid-19” (Studi Kasus Desa Kelanir, Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat). Desa Kelanir merupakan desa terpencil yang terletak di balik perbukitan. Oleh karena itu, sulit untuk mendapatkan sinyal yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh dalam pembelajaran online anak di era covid-19. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial Max Weber (Tindakan rasional-bertujuan, tindakan rasional-nilai, tindakan afektif dan tindakan tradisional). Metode penelitian ini adalah studi kasus kualitatif. Informan Partisipan adalah orang tua yang memiliki anak SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan pola asuh. Sebelum pandemi covid-19, orang tua menerapkan tiga pola asuh yaitu permisif, otoriter, dan demokratis. Namun, orang tua mengubah pola asuh menjadi pola asuh otoriter dan demokratis hanya dalam proses pembelajaran online di masa pandemi covid-19. Tantangan parenting selama pembelajaran online adalah kesulitan sinyal, kurangnya pengetahuan, dan masalah waktu