ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERAPAN KEBIJAKAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR TERHADAP PENINGKATAN PENERIMAAN PAJAK DAERAH PADA PEMERINTAH ACEH PERIODE 2017-2021
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimanapenerapan kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor (pemutihan) dalam meningkatkanpenerimaan pajak Daerah pemerintah Aceh periode 2017-2021 serta untukmenganalisis seberapa besar persentase kontribusi PKB dan BBNKB terhadap Pendapatan Asli Aceh (PAA). Pada penelitian ini peneliti menggunakanpendekatan deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan olehpeneliti berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Narasumber dalampenelitian ini yaitu terdiri dari Kepala Bidang Pendapatan , Badan PengelolaanKeuangan Aceh, Sub Bidang Pengembangan Pendapatan Asli Aceh, dan satu orangstaf bidang pendapatan. Data sekunder yang digunakan adalah Laporan RekapPemutihan tahun 2017-2021, Laporan Target Realisasi Anggaran PKB danBBNKB 2017-2021, serta Laporan Realisasi Pendapatan Asli Aceh (PAA) tahun2017-2021. Hasil analisis dari penelitian ini memperlihatkan bahwa selama tahun2017-2021 terdapat efek atau dampak dari kebijakan pemutihan yang cukup besarterhadap penerimaan pajak kendaraan bermotor. Hasil penelitian ini jugamenunjukkan bahwa persentase tingkat kontribusi PKB dan BBNKB terhadapPendapatan Asli Aceh dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 mengalamifluktuasi (naik turun).Kata Kunci: Penerapan Kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor, PenerimaanPajak Daerah, Pendapatan Asli Aceh (PAA)
STUDI PEMANFAATAN LIMBAH BUBUK KOPI MENJADI BAHAN KERAMIK
Keramik dibentuk dari proses pengeringan dan pemanasan, berisikan sedikitnya sebuah logam dan nonlogam atau kombinasi sekurang-kurangnya dua unsur nonlogam. Pengembangan pengolahan kopi skala kecil dan industri akan menghasilkan produk sampingan yang disebut limbah kopi. Keramik dapat dibuat dari bahan limbah seperti ampas kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi ampas kopi terhadap sifat fisis dan mekanik keramik. Pada penelitian ini komposisi ampas kopi dan tanah liat divariasikan sebagai berikut (0:100, 5:95, 10:90, 15:85 dan 20:80) %wt dengan ukuran partikel ampas kopi yang diantara 80 dan 100 mesh. Sifat fisis (densitas, porositas, kadar air) diuji menggunakan standar pengujian SNI-03-4164-1996 dan sifat mekanil kuat tekan diuji menggunakan standar pengujian SNI 7275-2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan menurun dengan bertambahnya komposisi partikel ampas kopi. Sedangkan daya serap air meningkat seiring dengan bertambahnya komposisi partikel ampas kopi. Nilai yang diperoleh untuk densitas, porositas, dan kadar air yaitu pada komposisi partikel tanah liat dengan ampas kopi sebesar 95:5 %wt masing-masing adalah 1,52 g/cm3, 31%, dan 22%. Sifat mekanik menunjukkan bahwa kuat tekan diperoleh pada komposisi partikel tanah liat dengan ampas kopi berkisar sebesar 0,81 MPa dan 0,03 MPa. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa komposisi ampas kopi akan mempengaruhi nilai parameter sifat fisis dan mekanik keramik.Kata kunci : Keramik, Tanah Liat, Ampas Kopi, Sifat Fisis, Sifat Mekani
MODAL SOSIAL BAGI KEBERLANJUTAN BADAN USAHA MILIK GAMPONG DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI GAMPONG TAMPANG KECAMATAN SAMADUA KABUPATEN ACEH SELATAN
Gampong Tampang merupakan salah satu desa yang tidak aktif dalam melakukan program BUMG. Dulunya terdapat program yang diselenggarakan oleh BUMG Gampong Tampang tahun 2015 yaitu program kursus menjahit, namun program tersebut terpaksa dihentikan dikarenakan masyarakat tidak mau mengikuti program tersebut. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui modal sosial yang ada di Gampong Tampang sehingga terjadinya ketidaktertarikan masyarakat dalam keikutsertaan pengelolaan badan usaha milik gampong yang ada di Gampong Tampang Kecamatan Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Dalam menganalisis fenomena tersebut, maka penelitian ini menggunakan Teori Modal Sosial Robert D. Putnam. Metode penelitian ini yakni menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan sosial yang dimiliki oleh BUMG Gampong Tampang yakni masyarakat Gampong Tampang itu sendiri, pelatih menjahit pada program kursus menjahit juga merupakan masyarakat Gampong Tampang. Pemilihan pelatih menjahit tersebut juga hanya didasari tempat tinggal, bukan kualitas dari pelatih tersebut, sehingga program kursus menjahit Gampong Tampang tidak berjalan maksimal. Norma juga berperan penting dalam mempertahankan eksistensi suatu program, namun nyatanya pengelola BUMG Gampong Tampang belum memiliki norma atau aturan yang jelas pada program yang dijalankan. Sehingga tercipta suatu ketidak keteraturan pada program kursus menjahit di Gampong Tampang. Kemudian pengelola BUMG Gampong Tampang tidak memberikan sanksi terhadap pelatih, sehingga para peserta tidak memiliki kepercayaan lagi kepada pengelola BUMG Gampong Tampang dan memutuskan untuk berhenti tidak mengikuti pelatihan menjahit lagi. Dari fenomena BUMG Gampong Tampang ini terlihat jelas bahwa modal sosial sangat berperan penting dalam mempertahankan eksistensi suatu program. Kata Kunci: BUMG, Kursus Menjahit, Modal Sosia
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR PADA MATERI PERPANGKATAN DI KELAS X SMAN 3 BANDA ACEH
Pemahaman konsep merupakan kemampuan dasar yang perlu dikuasai siswa sehingga menjadi salah satu tujuan dari pembelajaran matematika di sekolah. Namun kenyataannya pemahaman konsep matematis di sekolah masih rendah. Salah satu aspek psikologis yang dapat mendorong motivasi keberhasilan belajar siswa dalam pembelajaran matematika adalah kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematis siswa ditinjau dari kemandirian belajar pada materi perpangkatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X. IPAS.2 SMAN 3 Banda Aceh sebanyak 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian angket kemandirian belajar, tes pemahaman konsep matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa berbeda-beda dari tiap tingkat kemandirian belajar. Siswa yang memiliki kemandirian belajar tinggi, memiliki pemahaman konsep dominan pada kategori tinggi sehingga mampu memenuhi keenam indikator pemahaman konsep matematis. Siswa yang memiliki tingkat kemandirian sedang, memiliki pemahaman konsep dominan pada kategori sedang sehingga mampu memenuhi kelima indikator pemahaman konsep matematis. Siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah, memiliki pemahaman konsep dominan pada kategori rendah sehingga hanya mampu memenuhi satu indikator pemahaman konsep matematis.Kata Kunci : Kemandirian Belajar, Pemahaman Konsep Matemati
KAJI EKSPERIMENTAL DEFORMASI PERMUKAAN PADA BEJANA TEKAN BERDINDING TIPIS MENGGUNAKAN METODE DIGITAL IMAGE CORRELATION
Bejana tekan merupakan salah satu komponen penting dalam dunia industri yang digunakan sebagai wadah penyimpan fluida baik yang memiliki karakteristik tertentu maupun perlakuan khusus. Dalam penggunaannya bejana tekan memiliki resiko yang tinggi, tak jarang bejana tekan mengalami kegagalan saat beroperasi. Diperlukan pengawasan dan pemeriksaan secara berkala pada dinding bejana untuk melihat deformasi yang diakibatkan dari tekanan fluida didalamnya. Dalam tugas akhir ini, benda uji merupakan bejana berdinding tipis dengan ketebalan dinding 0,9 mm dan diameter bejana 87.1 mm tekanan internal yang diberikan sebesar 0,1-0,5 MPa, yang dibangkitkan oleh alat pemampat udara (kompresor) yang tekanan maksimum 8 bar (0,8 MPa). Dalam penelitian tugas akhir ini adalah mengukur perubahan bentuk permukaan bejana dan menghitung tegangan dan regangan yang terjadi. Metode penelitian dilaksanakan secara eksperimental, dengan memanfaatkan teknologi Digital Image Correlation (DIC) 2-dimensi. Secara bersamaan pengukuran menggunakan strain gauge juga dilakukan pada benda uji yang sama. Berdasarkan hasil perhitungan tegangan dan pengkuran regangan metode DIC (?xx,?yy dan ?xy) pada tekanan 0.5 MPa tegangannya adalah 24.194 MPa, reganannya 0.000213072, 0.000195316, 0.000035512. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik ialah dengan memberikan fix support pada bagian bawah penampang bejana agar bejana tidak bergerak dari kedudukannya saat tekanan diberikan
PERBANDINGAN JUMLAH SEL FIBROBLAS PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYATAN TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) ANTARA PENGGUNAAN GEL EKSTRAK DAUN COCOR BEBEK (KALANCHOE PINNATA), HYALURONIC ACID, DAN KOMBINASI ALOE VERA-HYALURONIC ACID
Luka merupakan kerusakan jaringan tubuh yang menyebabkan kulit kehilangan struktur kompleksnya. Untuk mempercepat penyembuhan luka, dapat menggunakan hidrogel dan tanaman herbal. Daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata) memiliki kandungan flavonoid, saponin, tanin, dan senyawa lainnya yang dapat mempercepat penyembuhan luka. Sementara itu, gel yang berbasis Aloe vera dan hyaluronic acid juga terbukti membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka sayatan tikus Wistar antara penggunaan gel ekstrak daun cocor bebek, hyaluronic acid gel, dan kombinasi Aloe vera-hyaluronic acid gel. Sampel pada penelitian ini adalah tikus Wistar jantan, berusia 2-3 bulan, dan berat badan 200-300 gram. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok perlakuan gel ekstrak daun cocor bebek, kelompok perlakuan kombinasi Aloe vera-hyaluronic acid gel, dan kelompok perlakuan hyaluronic acid gel. Tikus dianastesi, kemudian dibuat perlukaan pada gingiva labial di bawah kedua gigi anterior mandibula sepanjang 5 mm dengan kedalaman mencapai tulang alveolar. Gel diberikan 2 kali sehari pada pagi dan sore. Hasil uji statistik dua kelompok uji dengan uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan terhadap jumlah sel fibroblas pada dua kelompok uji, sementara hasil uji statistik tiga kelompok uji menggunakan One Way ANOVA menunjukkan terdapatnya perbedaan yang signifikan pada ketiga kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil analisis data ini, disimpulkan bahwa terdapatnya perbandingan jumlah sel fibroblas pada proses penyembuhan luka sayatan tikus Wistar antara kelompok gel ekstrak daun cocor bebek, kelompok kombinasi Aloe vera-hyaluronic acid gel, dan kelompok hyaluronic acid gel.Kata kunci: daun cocor bebek, hyaluronic acid, penyembuhan luka sayatan, sel fibroblas, tikus Wistar
PENERAPAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG PENGELOLAAN ASET DESA PADA BEBERAPA GAMPONG DI KECAMATAN KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana penerapan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa di beberapa gampong di kecamatan Krueng Barona jaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan situasi sosial dalam penelitian ini terdiri dari duabelas informan yang terbagi dalam empat posisi dalam tiga gampong. Penelitian ini dapat dianalisis dengan menyusun data yang telah diperoleh dan mengelompokkannya ke dalam beberapa kategori, memilih sesuai karakteristik dan menarik kesimpulan. Hasilnya, ketiga gampong tersebut belum sepenuhnya menerapkan aturan yang ada dalam mengelola asetnya. Penggunaan aset di ketiga gampong tersebut belum ditetapkan secara tertulis dalam keputusan keuchik tahunan. Masih terdapat aset di ketiga gampong yang belum memiliki bukti kepemilikan atas nama gampong dan inventarisasi aset di ketiga gampong tersebut masih berupa pencatatan sederhana dan belum diberi kode sesuai pedoman pada umumnya. Ketiga gampong tersebut belum membuat Laporan Harta Kekayaan Milik Gampong atau Neraca Gampong, dan masih terdapat kekurangan pada Laporan Hasil Inventarisasi Aset Gampong seperti nilai aset yang tidak tercatat dan aset yang tidak tercatat. Aparat gampong di ketiga gampong tersebut telah memahami kewenangan dan tanggung jawab dalam melakukan pengelolaan aset gampong sesuai dengan peraturan yang ada
EFEKTIVITAS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI GAMPONG LAMGUGOB KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH DALAM PENANGGULANGAN WABAH COVID-19
ABSTRAKBerdasarkan surat edaran PeraturanKementerian Dalam Negeri Nomor 20 Tahun2020 tentang percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 di lingkunganPemerintah Daerah. Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 diperlukanlangkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergis antara Pemerintah danPemerintah Daerah.Efektivitas Collaborative Governance di Gampong Lamgugobdalam Penanggulangan wabah COVID-19, dalam penanggulangannya denganpenerapan Collaborative Governance menuai kegagalan dalam programvaksinasi. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya satu pintu dalam penerimaandata COVID-19 yang konkret, sebagaimana permintaan Dinas Kesehatan KotaBanda Aceh kepada Keuchik Gampong Lamgugob. Untuk mencapai suatuefektivitas Collaborativeharusnya terdapat tiga indikator efektivitas, berupa:pencapain tujuan, integrasi dan adaptasi. Teori yang digunakan adalah teoriEfektivitas berdasarkan indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi.Kemudian metode yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan mengumpulkandata melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dan menganalisis Efektivitas Collaborative Governance diGampong Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala dalam penanggulangan wabahCOVID-19.Hasil penelitian menunjukan bahwa pencapaian tujuan dalampencegahan penyebaran wabah COVID-19 di Gampong Lamgugob melaluipencegahan penyebaran wabah COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatansudah dipatuhi dengan baik oleh masyarakat, pencegahan penyebaran wabahCOVID-19 dengan sistem isolasi bagi korban terpapar COVID-19, sertapencegahan penyebaran wabah COVID-19 dengan program vaksinasi yang rataratamasyarakatGampongLamgugobsudahmengikutivaksinasi1-2.Kesuksesanindikatorpencapain tujuan tersebut karena adanya integrasi dalam penyampaianinformasi yang dibangun melalui berbagai media informasi, salah staunya adalahWA Group yang dinahkodai oleh Kepala Dusun masing-masing. Indikatoradaptasi tercapai juga karena masyarakat dapat beradaptasi dengan kondisi yangada dan mematuhi berbagai kebijakan dari Pemerintah Gampong Lamgugob.Kata Kunci: Efektivitas, Collaborative Governance, COVID-19, GampongLamgugo
ANALISIS PROKSIMAT PADA PRODUK GURITA ASIN DI PULO BREUH, KABUPATEN ACEH BESAR
Pengolahhan produk perikanan merupakan upaya untuk meningkatkan nilai ekonomi dan umur simpan produk. Gurita asin merupakan salah satu produk unggulan yang berasal dari pulau breuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kandungan kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Penelitian ini menggunakan dua perlakuan yaitu lama pengeringan dan penyimpanan, alami dan control. Metode yang digunakan saat analisis proksimat menggunakan metode AOAC (Association of Official Analitycal Chemist). Hasil yang didapatkan pada gurita asin dengan kadar air tertiggi 34,7% pada sampel J3S6, sedangkan untuk gurita asin dengan kadar air rendah 11,60% pada sampel J5S1. Kadar abu pada gurita asin yang tertinggi 33,22% pada sampel J5S1 dan yang terendah 10,28% pada sampel J3S5. Kadar lemak di gurita asin yang tertinggi 6,46% pada sampel J5S1 dan yang terendah 0,14% pada sampel J3S6. Kadar protein yang tertinggi di gurita asin 43,81% pada sampel J5S1 dan yang terendah 19,25% pada sampel J3S6. Sampel yang rekomendasi di pasarkan terdapat pada sampel J4S1,J4S3. Produk yang berkualitas baik dan bagus dapat dikonsumsi oleh konsumen
ISOLASI DAN UJI TOKSISITAS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI EKSTRAK BUNGA BIDURI (CALOTROPIS GIGANTEA L.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak metanol kasar, n-heksana, etil asetat, residu, aseton, fraksi gabungan dan subfraksi gabungan hasil pemisahan serta mengetahui jenis senyawa kimia yang bersifat toksisitas dari fraksi dan subfraksi aktif bunga Calotropis gigantea. Toksisitas ekstrak metanol kasar, n-heksana, etil asetat dan residu ekstrak metanol bunga Calotropis gigantea diuji dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak metanol kasar, n-heksana, etil asetat dan residu ekstrak metanol bunga C. gigantea menunjukkan toksisitas terhadap larva Artemia salina dengan LC50 berturut-turut 37,67; 45,7; 0,308; 0,007 ppm. Residu ekstrak metanol bunga C. gigantea memiliki toksisitas yang paling tinggi sehingga dilakukan partisi dengan pelarut aseton dan diperoleh ekstrak aseton yang memiliki toksisitas dengan nilai LC50 sebesar 38,90 ppm. Ekstrak aseton bunga C. gigantea dilakukan pemisahan menggunakan kromatografi cair vakum dan menghasilkan 7 kelompok fraksi. Masing-masing kelompok fraksi diuji toksisitasnya terhadap larva A. salina dengan toksisitas paling tinggi ialah CGA 2 yang memiliki nilai LC50 sebesar 47,4 ppm, kemudian diikuti oleh CGA 3 dengan LC50 121,1 ppm. Selanjutnya CGA 2 dan 3 dilakukan pemisahan kembali dengan kromatografi kolom dan pengujian toksisitas masing-masing kelompok subfraksi terhadap larva A. salina. CGA 2.3 memiliki toksisitas yang lebih tinggi dibandingkan kelompok subfraksi lainnya dengan LC50 29,854 ppm. Analisis senyawa dari kelompok fraksi aktif CGA 2 menggunakan GCMS menghasilkan 22 komponen dengan konsentrasi tertinggi yaitu 1-Amino-2,6-dimetilpiperidin. Sedangkan analisis senyawa dari kelompok subfraksi aktif CGA 2.3 menghasilkan 31 komponen dengan konsentrasi tertinggi yaitu 5,6-epoxy-5,6-dihydro-retinoic acid (10,70%).Kata kunci:Calotropis gigantea, toksisitas, Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), Lethal Concentration 50 (LC50), isolasi