ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN DENGAN ENTREPRENEURIAL RESILIENCE PADA PELAKU UMKM BANDA ACEH DI ERA NEW NORMAL
ABSTRAKKondisi new normal akibat pandemi covid-19 membuat pelaku UMKM dihadapkan pada tantangan dan perubahan baru dalam proses usaha. Entrepreneurial resilience adalah kapasitas diri dan sumber daya yang dimiliki wirausahawan untuk beradaptasi dalam menghadapi situasi sulit dan mampu untuk melihat peluang dari kondisi yang dialami. Entrepreneurial resilience bermanfaat untuk menjaga kestabilan fungsi psikologis dan emosional dalam menghadapi kondisi sulit yang terjadi. Salah satu konsep yang ada dalam diri saat menghadapi masalah yang sulit adalah konsep syukur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebersyukuran dengan entrepreneurial resilience pada pelaku UMKM Banda Aceh di era new normal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang melibatkan 66 pelaku UMKM di Banda Aceh dan memiliki usia usaha minimal 5 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Bersyukur Indonesia (SBI) dan Connor and Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang telah disesuaikan dengan konteks pelaku usaha. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi Pearson yang menunjukkan bahwa kebersyukuran dan entrepreneurial resilience memiliki hubungan yang positif (p=0,002, r=0,380). Artinya, semakin tinggi rasa syukur maka semakin tinggi entrepreneurial resilience, begitu pula sebaliknya.Kata Kunci: Kebersyukuran, Entrepreneurial resilience, New Normal, UMK
PROTECTION FOR REGISTERED TRADEMARK UNDER INDONESIAN TRADEMARK LAW AND THE TRIPS AGREEMENT
PENGGUNAAN TANAH PASIR SEBAGAI SALAH SATU MATERIAL PADA CAMPURAN PEMBENTUK BATA INTERLOCK
ABSTRAK Bata interlock sering juga disebut bata berkait, bertautan atau saling mengunci,karena memiliki bentuk seperti Lego sehingga ada bagian saling mengunci danmenguatkan. Bata intelock juga tidak membutuhkan mortar pada pemasangannya,dan tidak perlu dilakukan plasteran karena bata interlock memiliki tampilan yangmenarik. Penelitian ini merupakan pengembangan meterial bangunan yaitu batainterlock yang menggunakan campuran yang berbeda, yaitu dengan penambahantanah pasir. Tujuan dari penelitian ini juga untuk menguji kelayakan mekanis yangdilihat dari uji kuat tekan untuk memenuhi mutu SNI 03-0349-1989. Bata interlockyang berukuran 26 cm x 10 cm x 8 cm yang telah dicetak dan dirawat selama 28hari dan dipotong menjadi ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dan menggunakanperbandingan campuran 1:2:3 (1 semen : 2 tanah : 3 pasir) menghasilkan nilai kuattekan rata-rata sebesar 117,53 atau 11,53 MPa, sehingga bata interlock dapatdiklasifikasikan dalam mutu beton berlubang tingkat I yang digunakan untukpekerjaan dinding struktur yang mampu memikul beban dan tidak terlindungi(diluar atap). Kata Kunci: Kuat Tekan, Tanah pasir, Bata interloc
EVALUASI KETERAMPILAN BERMAIN SEPAK BOLA MAHASISWA PENJASKESREK USK YANG MENGIKUTI MATA KULIAH SEPAK BOLA PADA MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2021
KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN TERPADU (SPT) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA
KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM SISTEM PENDIDIKAN TERPADU (SPT) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 PEUKAN BADAOleh: Kiki FajarianiNPM: 2009200050021Komisi Pembimbing :1.Dr. Khairuddin, M. Pd.2.Prof. Dr. Yusrizal, M. Pd.ABSTRAKKinerja manajerial kepala sekolah yakni proses pengelolaan dari kepala sekolah dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, evaluasi dan pengawasan kegiatan yang ada di sekolah secara efektif dan efisien. Kendala yang dihadapi kepala sekolah maupun guru, merupakan kendala yang umum dirasakan dan dihadapi oleh setiap guru. Kepedulian dan perhatian orang tua menjadi permasalahan utama dalam program ini mengingat bahwa untuk menjadikan siswa berkarakter sesuai dengan tujuan program SPT maka sangat perlu dukungan orang tua dengan memperhatikan aspek ibadah dan minat belajar siswa dirumah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui deskripsi mengenai program, pelaksanaan dan kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) di SMP Negeri 1 Peukan Bada. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala sekolah, Guru SPT mata pelajaran tahfizh dan diniyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Program kepala sekolah dalam melaksanakan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) di SMP Negeri 1 Peukan Bada program yang diusungkan berupa Diniyah dan Tahfizh, Pelaksanaan kepala sekolah dalam Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) di SMP Negeri 1 Peukan Bada, yakni menjamin ketersediaan guru SPT, mengawasi program SPT serta mengevaluasi program SPT. Bentuk manajerial lain oleh kepala sekolah yaitu melaksanakan rapat rutin dengan guru SPT membahas mengenai proses, capaian hasil serta kendala yang dihadapi guru, dan kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) di SMP Negeri 1 Peukan Bada, yakni kepedulian dan perhatian orang tua menjadi permasalah utama dalam program ini mengingat bahwa untuk menjadikan siswa berkarakter sesuai dengan tujuan program SPT maka sangat perlu dukungan orang tua dengan memperhatikan aspek ibadah dan minat belajar siswa dirumah.Kata Kunci: Kinerja Manajerial dan Pembentukan Karakte
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE BERBANTUAN MEDIA KARTU KUARTET BERGAMBAR UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X IPS SMA NEGERI 2 SIGLI
ANALISIS NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SYAIR NANDONG DI SIMEULUE TIMUR
Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam syair nandong di Simeulue Timur. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah syair nandong di Simeulue Timur yang merupakan salah satu Kabupaten di Simeulue. Sumber data didapatkan dari hasil wawancara dan dokumentasi penandong yang ada di Simeulue Timur. Data dalam penelitian ini adalah nilai-nilai yang terkandung dalam bait nandong di Simeulue Timur. Nilai-nilai yang dimaksud adalah nilai religius, nilai sosial, nilai individu, nilai budaya, dan nilai pendidikan. Jumlah data yang diteliti sebanyak sembilan syair nandong. Penelitian ini mendeskripsikan nilai-nilai yang terkandung dalam syair nandong di Simeulue Timur antara lain: (1) nilai religius, berkaitan dengan aspek fiki berupa sunah dari Nabi (2) nilai sosial, berkaitan dengan komunikasi dan interaksi keterkaitan antar individu maupun masyarakat (3) nilai individu, berupa kepribadian seseorang, keteguhan, keegoisan, penderitaan, dan kesedihan (4) nilai budaya, berupa adat istiadat dan kebiasaan suatu masyarakat yang diturunkan secara turun temurun dari generasi ke generasi (5) dan nilai pendidikan, berupa pendidikan budi pekerti, pendidikan sosial, dan pendidikan esetetika. Dari hasil penelitian yang telah ditemukan, nilai yang paling dominan adalah nilai pendidikan.Kata kunci: nilai-nilai, karya sastra, syair nandong di Simeulue Timur
KEMAMPUAN SISWA SMP NEGERI 19 PERCONTOHAN BANDA ACEH DALAM MEMECAHKAN MASALAH LUAS BANGUN DATAR TAK BERATURAN
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu kemampuan matematis yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu materi yang dapat melatih kemampuan pemecahan masalah siswa adalah materi bangun datar. Pada materi bangun datar, banyak objek dalam kehidupan sehari-hari yang bentuknya beragam selain dari bentuk bangun datar yang dipelajari di sekolah, sehingga untuk menghitung luasnya diperlukan pendekatan yang berbeda selain dari rumus-rumus bangun datar yang diajarkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah luas bangun datar tak beraturan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian dipilih sebanyak 6 dari 26 siswa yang mewakili kategori tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen pada penelitian ini selain peneliti sebagai instrumen utama, dibantu juga dengan instrumen pendukung berupa lembar tes dan pedoman wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes dan wawancara. Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi metode. Data dianalisis dengan konsep Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa subjek kategori tinggi, sedang maupun rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah yang berbeda. Subjek penelitian dengan kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan pemecahan masalah. Subjek dengan kategori sedang mampu memenuhi indikator memahami masalah dan merencanakan penyelesaian. Subjek dengan kategori rendah belum mampu memenuhi indikator memeriksa kembali pada setiap soal. Oleh karena itu, perlunya peranan dari guru untuk membiasakan siswa dengan soal-soal yang dapat mengasah kemampuan pemecahan masalah siswa selain dari soal-soal rutin yang ada pada buku paket sekolah.Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Luas Bangun Datar Tak Beratura
PERBANDINGAN MODEL PROBLEM SOLVING (PS) DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN FISIKA
Model pembelajaran problem solving dan model problem based learning sama-sama merupakan model pembelajaran yang menekankan pada pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat pemahaman konsep siswa pada pembelajaran fisika dengan menggunakan model problem solving dan model problem based learning. Model yang digunakan adalah model kuantitatif. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan eksperimen dengan desain eksperimen semu. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Montasik. Penelitian dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Montasik. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel kelas dipilih oleh kelas X IPA 2 dan siswa X IPA 3. Instrumen yang digunakan yaitu observasi, angket, dan tes. Berdasarkan hasil analisis observasi keterlaksanaan model pembelajaran yang dilakukan oleh dua pengamat diperoleh rata- rata persentase pada model problem solving adalah 83% dan pada model problem based learning adalah 85% termasuk kedalam kategori sangat baik, dan untuk data pemahaman konsep menggunakan N- Gain pada kelas eksperimen 1 rata-rata nilai pretest 28,5 dan posttest 70,5 serta nilai N-Gain 0,60 tergolong dalam kategori sedang, hasil respon siswa diperoleh yaitu 658 termasuk kategori tidak efektif. Sedangkan pada kelas eksperimen 2 diperoleh nilai rata-rata pretest 33,2 dan posttest 81 serta nilai N-Gain 0,72 tergolong dalam kategori tinggi didukung dengan hasil respon siswa 727 termasuk dalam kategori efektif, sehingga disimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara model problem solving dan problem based learning terhadap pemahaman konsep pada pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Montasik.Kata kunci: Model Pemecahan Masalah, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pemahaman Konsep
PERAN PEMERINTAH KAMPUNG DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (STUDI TERHADAP PENINGKATAN STATUS INDEKS DESA MEMBANGUN DI KAMPUNG TINGKEM BERSATU KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH)
ABSTRAKDana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/ Kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Dana Desa dianggarkan setiap tahun sebagai salah satu sumber pendapatan desa. Dengan adanya Dana Desa, diharapkan agar desa dapat mengelola potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta kemandirian desa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan status Indek Desa Membangun (IDM). Karena itu diperlukan inovasi, kreasi dan kerjasama dari berbagai pihak. Baik itu dari aparat desa sendiri, maupun dukungan serta peran aktif dari masyarakat desa. Pada tahun 2021 kecamatan Bukit menjadi kecamatan dengan total desa mandiri terbanyak di kabupaten Bener Meriah, diantaranya: Blang Sentang, Serule Kayu, dan Tingkem Bersatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah kampung Tingkem Bersatu dalam pengelolaan Dana Desa serta dampak atas peningkatan status Indeks Desa Membangun tehadap desa tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori Penta helix, yaitu teori yang didasarkan pada lima jenis pemangku kepentingan (pemerintah, pembisnis/swasta, akademisi, komunitas, dan media) yang saling bersinergi dalam mewujudkan sebuah pembangunan atau inovasi dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa sangat berperan dalam pengelolaan dana desa. Pemerintah Kampung Tingkem Bersatu telah melaksanakan tahapan Pengelolaan Dana Desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 20 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa yang tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Pengelolaan dana desa yang baik dapat meningkatkan status IDM sehingga cukup memberikan dampak positif terhadap desa tersebut. Adapun ke depannya, pemerintah desa diharapkan dapat memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan dana desa agar program yang diusulkan dapat tepat sasaran.Kata Kunci: (Pemerintah Desa, Pengelolaan Dana Desa, Indeks Desa Membangun