ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADA MAHASISWA DENGAN TUGAS AKHIR DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
KEMENTRIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGIUNIVERSITAS SYIAH KUALA FAKULTAS KEPERAWATANSKRIPSI27 Desember 2022XIV + VI BAB + 89 halaman + 9 tabel + 1 skema + 16 lampiran NURA ZAIYATI1912101010080 HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KUALITAS TIDUR PADAMAHASISWA DENGAN TUGAS AKHIR DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA ABSTRAK Mahasiswa tingkat akhir merupakan mahasiswa yang berada di penghujung tahappendidikan, serta dituntut untuk dapat segera menyelesaikan tugas akhir (skripsi).Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pola tidur, serta penurunan kualitas tiduryang didasari oleh adanya stres yang ditandai dengan rasa lelah dan gelisah yangberlebihan, tidak bersemangat, merasa takut dan cemas, serta merasa tertekan, yangdirasakan oleh mahasiswa dalam proses selama penyusunan tugas akhir. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur padamahasiswa dengan tugas akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala.Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan teknikpengambilan sampel total sampling sebanyak 131 responden. Pengumpulan datadilakukan menggunakan angket dengan cara membagikan link google form yangterdiri dari instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10) dengan 10 item pertanyaan,serta instrumen Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dengan 19 item pertanyaandan menggunakan skala Likert. Analisa data menggunakan Spearman RankCorrelation Coefficient. Hasil penelitian didapatkan mayoritas respondenmengalami tingkat stres sedang sebanyak 106 orang (80,9%), dan mayoritasresponden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 87 orang (91,6%). Hasil jugamenunjukkan nilai p-value < 0,005, dan nilai r = 0,477. Dapat disimpulkan bahwaterdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kualitas tidur padamahasiswa dengan tugas akhir. Disarankan kepada mahasiswa yang sedangmenyelesaikan tugas akhir (skripsi) agar dapat mengelola stres dengan baik, sepertimanajemen waktu, tidak memaksakan diri, meluangkan waktu untuk beristirahat,dan membuat target, sehingga dapat menghasilkan kualitas tidur yang baik pulaguna untuk menunjang kelancaran dalam tahap penyelesaian tugas akhirnya. Kata Kunci : Stres, Kualitas Tidur, Mahasiswa, Tugas AkhirDaftar Bacaan : 43 Buku + 52 Jurnal + 1 Artikel + 5 Skripsi (1989-2022
ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI UMUM DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dana alokasi umum dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Metode analisis data pada penelitian ini yakni metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan model Panel Autoregressive-distributed Lag (ARDL) dalam interval tahunan mulai dari tahun 2011 sampai tahun 2020. Hasil penelitian ini diketahui bahwa pada jangka panjang dana alokasi umum berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan belanja modal berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada jangka pendek variabel dana alokasi umum negatif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pada belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Artinya apabila belanja modal meningkat 1 persen maka akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pemerintah daerah agar dapat mengoptimalkan pengalokasian belanja modal untuk kepentingan belanja pembangunan dan pengalokasian tersebut harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.Kata Kunci : Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, dan Pertumbuhan Ekonom
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERKAIT COMPUTER VISION SYNDROME
Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan salah satu masalah pada mata yang ditandai dengan kumpulan gejala pada mata dan penglihatan berupa kelelahan mata, mata kering, penglihatan ganda dan pandangan kabur yang berhubungan dengan aktivitas penglihatan jarak dekat dan berlangsung selama atau setelah penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan telepon seluler dalam waktu yang lama. Prevalensi kejadian CVS pada mahasiswa teknik mencapai 81,9%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan prevalensi kejadian CVS pada mahasiswa kedokteran yaitu sebesar 78,6%. Kasus CVS diketahui memengaruhi sekitar 90% orang yang menghabiskan waktu selama 3 jam atau lebih di depan komputer. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala terkait CVS. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik non-probability sampling berupa quota sampling. Pengambilan data dilakukan melalui survei online dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 9 soal pilihan ganda kepada mahasiswa aktif Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang computer vision syndrome pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala angkatan 2019 dikategorikan cukup, yang mana 56 responden (56%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 43 responden (43%) lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Sedangkan sisanya adalah 1 responden (1%) memiliki tingkat pengetahuan yang buruk terkait CVS.Kata kunci: tingkat pengetahuan, computer vision syndrome, Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kual
MODEL MATEMATIKA PERILAKU BELAJAR SISWA
RINGKASAN Perilaku belajar dapat didefinisikan sebagai bentuk kesiapan mental yang dimiliki oleh siswa dalam mengadopsi bentuk dan metode pembelajaran baik secara teoritis maupun praktis berupa kecakapan, keaktifan, kreativitas, motivasi belajar yang dikembangkan secara stabil baik di dalam kelas maupun melalui interaksi sosial siswa di luar kelas. Hasil kajian systematic literature review dari 10 database elektronik terhadap 504 artikel diketahui bahwa perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh 19 faktor seperti motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, fleksibilitas strategi pembelajaran, kesempatan belajar, hambatan perubahan siswa, gaya belajar, pembelajaran mandiri, kemampuan akademik, latar belakang pendidikan, umur, intervensi negatif, kontrol perilaku, emosi, keadaan internal siswa, paparan lingkungan digital, lingkungan belajar, keterlibatan dalam pembelajaran, ketekunan, dan efikasi diri. Intervensi untuk dapat menilai perilaku belajar siswa membutuhkan alat ukur yang valid. Validitas isi diuji menggunakan Aiken Index [V], dilanjutkan dengan analisis konstruk dengan uji Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil validasi isi diperoleh nilai rata-rata validitas Necessity of Items (CVR) = 0,803, Relevancy of Items (S-CVI) = 0,824, dan Clarity of Items (I-CVIs) =0,826. Hasil uji EFA mengungkapkan KMO masing-masing 0,805, 0,789, dan 0,759. Hasil akhir uji CFA menghasilkan 48 item yang valid dan menunjukkan model yang fit. Sub skala A berupa perilaku belajar di dalam kelas terdiri dari 17 item (RMSEA = 0.062; GFI= 0.922; CFI=0.953; NFI=0.919; dan TLI=0.939). Subskala B terdapat 19 item terkait motivasi belajar siswa (RMSEA = 0,037; GFI= 0,940; CFI=0,971; NFI=0,911; dan TLI=0,964) dan subskala C terkait interaksi sosial siswa di luar kelas terdapat 12 item (RMSEA = 0,035; GFI= 0,967; CFI=0,987; dan TLI=0,983). Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,851 (baik), 0,723 (dapat diterima), dan 0,685 (sedang).Model dibangun melalui analogi penyebaran perilaku belajar dengan penularan penyakit menular yaitu dengan model Susceptible-Exposed-Infectious-Recovered (SEIR). Pembentukan model matematika dilakukan dalam dua bentuk model yaitu model 1 berupa model matematika yang menggambarkan perilaku belajar siswa secara umum dan model 2 berupa model matematika yang menunjukkan perilaku belajar siswa Boarding School dan Non-Boarding School. Pada pemodelan 1, populasi siswa dibagi kedalam enam kompartemen, sedangkan pada pemodelan 2 populasi siswa dibagi ke dalam delapan kompartemen. Pembentukan model matematika perilaku belajar digunakan model persamaan differensial biasa tidak linear, dengan ketentuan jika R_01 maka perilaku menyimpang sangat mungkin untuk mempengaruhi populasi. Analisis kestabilan ditentukan berdasarkan nilai eigen dari Matriks Jacobian. Hasil pengujian didapat titik ekuilibrium bebas perilaku menyimpang E_1 merupakan stabil asimtotik lokal.Hasil model simulasi model 1 menunjukkan bahwa puncak kerentanan pada kelompok siswa yang tidak berinteraksi sosial di luar kelas meningkat pesat pada dua hari pertama dan mulai stabil ketika melewati hari ke-150. Berbeda dengan kelompok siswa rentan yang berinteraksi sosial di luar kelas mengalami peningkatan setelah melewati hari ke-1 dan mulai stabil setelah hari ke-250. Selain itu, nilai T_i kasus penambahan siswa terpengaruh perilaku menyimpang di SMP N 6 Banda Aceh turun menjadi 0 pada hari ke-21, sedangkan di SMP N 19 Percontohan Banda Aceh turun menjadi 0 pada hari ke-25. Hasil simulasi model menyimpulkan bahwa penyebaran perilaku belajar menyimpang yang terjadi di SMP SMP N 19 Percontohan Banda Aceh lebih lambat dan lebih tahan lama. Sebaran perilaku belajar siswa di SMP N 6 Banda Aceh stabil pada hari ke-198, sedangkan di SMP N 19 Percontohan Banda Aceh stabil pada hari ke-201.Hasil simulasi model 2 model matematika matematika perilaku belajar antara SMP Boarding School dan SMP Non-Boarding School diketahui perubahan perilaku belajar siswa rentan dari kedua sekolah tersebut dimulai pada hari pertama pengecekan simulasi dan mencapai titik 0 pada hari ke-120. Kondisi awal simulasi dipketahui bahwa siswa yang terpengaruh perilaku belajar menyimpang di SMP Boarding lebih sedikit dibandingkan dengan SMP Non-Boarding School. Namun, kondisi akhir siswa terpengaruh perilaku belajar menyimpang di di SMP Boarding School lebih banyak dibandingkan dengan siswa di SMP Non-Boarding School. Pada saat simulasi terlihat bahwa pergerakan grafik pada SMP Boarding School mengalami peningkatan lebih lambat. Hal inilai yang menyebabkan penyebaran perilaku belajar menyimpang yang terjadi di SMP Boarding School lebih stabil dibandingkan dengan SMP Non-Boarding School.Kata Kunci: Perilaku Belajar, SEIR, Motivasi Belajar dan Interaksi Sosia
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU CUCI TANGAN SEBAGAI PENCEGAHAN COVID-19 DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 70 BANDA ACEH
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN LABIRINRNPADA PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XIRNSMAN UNGGUL BINAAN BENER MERIAH
ABSTRAK Wike Nindi Puspita Sari 2022. Pengembangan Media Pembelajaran Papan Labirin Pada Pembelajaran Sejarah Siswa kelas XI SMAN Unggul Binaan Bener Meriah.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan dan mengetahui kelayakan media pembelajaran Papan Labirin pada materi Dampak Kolonialisme dan Imperialisme di SMAN Unggul Binaan Bener Meriah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Devolopment (R&D). Dengan mengadopsi model Borg and Gall. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS SMAN Unggul Binaan Bener Meriah yang berjumlah 20 siswa. Istrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian menggunakan lembar validasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Analisis, pada tahap ini peneliti menemukan permasalahan bahwa guru jarang menggunakan media pembelajaran, jika menggunakan media hanya menggunakan media Power Point. Oleh karena itu peneliti menetapkan bahwa media Papan Labirin sebagai salah satu media untuk mengatasi permasalahan tersebut; (2) Pengembangan Media Pembelajaran Papan Labirin mengalamin perbaikan sesuai saran dari validator; (3) Implementasi, siswa terlihat bersemangat dan proses pembelajaran yangberlangsung pun sangat menyenangkan dengan menggunakan media Papan Labirin dan (4) Evaluasi, pada tahap ini diketahui bahwa media pembelajaran Papan Labirin layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajara, Papan Labirin, Pembelajaran Sejara
UJI AKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA TEKI (CYPERUS ROTUNDUS L.) TERHADAP PERTUMBUHAN GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS L.)
Gulma adalah tumbuhan yang hidup di sekitar tanaman yang dibudidayakan yang keberadaannya tak diharapkan serta sangat merugikan bagi tanaman yang di budidayakan dan mempengaruhi hasil pertanian yang diusahakan manusia. Teki adalah gulma yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai bioherbisida, dengan adanya senyawa kimia yang dikandung oleh teki yang dapat mengendalikan tumbuhan gulma lainnya. Penelitian ini diharapkan mampu mengetahui pengaruh ekstrak n-heksana teki pada berbagai konsentrasi bagi pertumbuhan bayam duri. Penelitian ini dilangsungkan di Laboratorium Ilmu Gulma Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian, Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) serta Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, dari Desember 2021 sampai Maret 2022. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap pola non faktorial dengan 6 perlakuan yaitu 2,4 D 0,686 kg b.a ha -1 (kontrol positif); aquades (kontrol negatif); ekstrak etil asetat teki 5%; 10%; 15%; 20%, dengan 3 kali ulangan, total terdapat 18 satuan percobaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya aplikasi ekstrak n-heksana teki menghasilkan pengaruh yang sangat nyata bagi tinggi gulma, diameter batang, jumlah daun, serta persentase pengendalian gulma. Ekstrak n-heksana teki 20% mempunyai nilai persentase pengendalian gulma sebesar 53,33% dengan memberikan efek sedang terhadap pertumbuhan gulma bayam duri, namun berbeda dengan aplikasi herbisida sintesis (2-4D) yang memberikan nilai sebesar 100%.Kata Kunci: Bayam duri, gulma, n-heksana, teki
PENGARUH BENTUK BUOY WAVE ENERGY CONVERTER (WEC) MODEL PROTOTYPE PADA KARAKTERISTIK SERAPAN GAYA
ISOLASI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SRIKAYA (ANNONA SQUAMOSA L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOKSISITAS DAN ANTIKANKER
Daun srikaya (Annona squamosal L.) diekstraksi dengan metanol sehingga diperoleh ekstrak metanol. Ekstrak metanol dipartisi dengan n-heksana sehingga diperoleh ekstrak n-heksana. Ekstrak metanol diekstraksi kembali dengan etil asetat sehingga diperoleh ekstrak etil asetat. Ekstrak etil asetat dipisahkan komponen kimia-kimianya dengan kromatografi gravitasi menggunakan fase diam silika gel G60 (70-230 mesh) dan fase gerak n-heksana:etil asetat (elusi gradien), diperoleh empat fraksi gabungan (ASE 1-ASE 4). ASE 3 mempunyai aktivitas antioksidan yang kuat sehingga selanjutnya dire-kromatografi menggunakan fase gerak n-heksana:etil asetat (elusi gradien) diperoleh empat fraksi gabungan (ASE 3.1-ASE 3.4). ASE 3.4 direkromatografi sampai diperoleh isolat murni (ASE 3.4.4). Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH terhadap ASE 3.4.4 diperoleh nilai IC50 84,2 ppm dengan IC50 dari asam askorbat sebesar 6,65 ppm, uji toksisitas dengan metode BSLT terhadap ASE 3.4.4 diperoleh nilai LC50 22,85 ppm dan uji antikanker terhadap sel MCF-7 dengan metode MTT assay diperoleh nilai IC50 1,81 ppm. Berdasarkan hasil pengujian antioksidan, toksisitas dan antikanker dapat diketahui isolat ASE 3.4.4 sangat potensial sebagai bahan baku obat. Komponen aktif yang terdapat pada ASE 3.4.4 berdasarkan data GC-MS adalah 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester. Kata kunci : Annona squamosa L, ekstrak etil asetat, antioksidan, sitotoksik dan antikanke