ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
UJI EFEK ANTIINFLAMASI GEL EKSTRAK DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII L) TERHADAP JUMLAH SEL MAKROFAG PADA GINGIVA TIKUS WISTAR JANTAN YANG MENGALAMI PERIODONTITIS
Periodontitis merupakan suatu kondisi inflamasi akibat mikroorganisme yang menyebabkan rusaknya jaringan ikat dan tulang alveolar. Proses inflamasi melibatkan peran pembuluh darah dan sel inflamasi seperti makrofag. Makrofag merupakan sel mononuklear yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh. Makrofag dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan destruksi pada jaringan periodontal. Daun Kari (Murraya koenigii L) merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat obat dan diketahui memiliki efek antiinflamasi yang dapat menekan inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antiinflamasi daun kari (Murraya koenigii L) terhadap jumlah sel makrofag pada tikus Wistar jantan yang mengalami periodontitis. Penelitian laboratoris ini menggunakan 9 ekor tikus Wistar jantan yang dibuat periodontitis dengan pemasangan wire ligature selama21 hari pada servikal gigi insisivus kiri rahang bawah. Pada hari ke 22 sampai hari ke 27, tikus Wistar diberi perlakuan yaitu pada kelompok perlakuan diaplikasikan gel ekstrak daun kari, kelompok kontrol positif diaplikasikann gel metronidazol dan kelompok kontrol negatif diaplikasikan gel aquades. Tikus di euthanasia pada hari ke 28 setelah pengaplikasian ekstrak dan dilakukan pengambilan jaringan gingiva untuk dijadikan preparat histologi dan diamati secara mikroskopis. Data hasil uji dianalisis dengan one way ANOVA yang menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok penelitian (p=0,002;
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN JENIS PEKERJAAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN PROTOKOL KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA BANDA ACEH
Tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sangat penting untuk dilakukan dalam upaya pencegahan dan pemutusan rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia, khususnya pada Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif observational dengan desain cross sectional. Teknik penentuan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden berjumlah 1903 orang. Uji analisis data pada penelitian ini menggunakan Chi-Square. Hasil uji statistik digambarkan sebanyak 1043 responden (54,8%) sangat patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19, sejumlah 853 responden (44,8%) patuh dan (0,4%) responden yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19. Uji analisis statistik menggunakan Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (p-value < 0,05). Terdapat pula hubungan antara jenis pekerjaan dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan (p-value < 0,05). Tingkat kepatuhan tertinggi dapat dilihat dari tingkat pendidikan Doktor (S3) sangat patuh terhadap protokol kesehatan COVID-19. Dapat dilihat berdasarkan jenis pekerjaannya, tingkat kepatuhan protokol kesehatan tertinggi diterapkan oleh IRT, PNS/BUMN dan Pensiunan PNS/BUMN, sedangkan tingkat kepatuhan protokol kesehatan yang jauh lebih rendah tampak pada jenis pekerjaan lainnya. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi dan jenis pekerjaannya turut serta mempengaruhi tingkat kepatuhan seorang individu dalam menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan.Kata kunci: Tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, tingkat kepatuhan, protokol kesehatan, COVID-1
ANALISIS JABATAN BERBASIS BEHAVIOURALLY ANCHORED RATING SCALES (BARS) DAN KEMAMPUAN APARATUR TERHADAP PENGEMBANGAN KARIR DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KINERJA PEGAWAI SETDAKAB ACEH SELATAN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen atau analisis jabatan berbasis Behaviourally Anchored Rating Scales (BARS) dan kemampuan aparatur terhadap pengembangan karir dan implikasinya terhadap kinerja pegawai Setdakab Aceh Selatan. Penelitian ini dilakukan di Setdakab Aceh Selatan. Objek penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara di Setdakab Aceh Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ASN Setdakab Aceh Selatan yang berjumlah 145. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah dengan teknik sensus dimana keseluruhan populasi akan dijadikan sebagai sampel. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan Structural Equation Analysis (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jabatan Berbasis BARS berpengaruh terhadap Pengembangan Karir, Kemampuan Aparatur berpengaruh terhadap Pengembangan Karir, Jabatan Berbasis BARS berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai, Kemampuan Aparatur tidak berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai, Pengembangan Karir berpengaruh terhadap Kinerja Pegawai, Pengembangan Karir memediasi secara parsial pengaruh Jabatan Berbasis BARS terhadap Kinerja Pegawai, dan Pengembangan Karir memediasi secara penuh pengaruh Kemampuan Aparatur terhadap Kinerja Pegawai pada Setdakab Aceh Selatan.Kata Kunci: Jabatan Berbasis Behaviourally Anchored Rating Scales (BARS), Kemampuan Aparatur, Pengembangan Karir, Kinerja Pegawa
GAMBARAN KLINIS SPASMOFILIA PADA PASIEN DENGAN KELUHAN KARDIOVASKULAR DI RSUDZA
Spasmofilia merupakan sebuah gangguan yang disebabkan oleh tidak seimbangnya elektrolit terutama ion kalsium dan ion magnesium. Ketidakseimbangan elektrolit tersebut meningkatkan iritabilitas otot dan saraf sehingga timbulah kontraksi otot secara involunter. Manifestasi yang ditimbulkan sangat kompleks dan bervariasi, yang salah satunya adalah gejala kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manifestasi klinis pasien berkeluhan kardiovaskular dengan EKG dalam batas normal di RSUDZA. Penelitian ini dilakukan dengan metode quota sampling kepada 41 orang pasien rawat jalan Poliklinik Jantung dan Pembuluh Darah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pasien dengan keluhan kardiovaskular terbanyak mengalami hanya nyeri dada yaitu 14 orang (34,1%). Keluhan tersebut disusul dengan nyeri dada yang dirasakan sekalius dengan palpitasi sebanyak 8 orang (22,0%) dan hanya palpitasi sebanyak 7 orang (17,1%).Kata kunci : Spasmofilia, Keluhan Kardiovaskular, EKG, Nyeri Dada, Palpitasi, Sesak Nafa
PERBANDINGAN TITER ANTIBODI ANTI-SPIKE SERUM SEBELUM DAN SESUDAH DOSIS HETEROLOG BOOSTER DENGAN VAKSIN COVID-19 BERBASIS MRNA
Wabah coronavirus disease 2019 (COVID-19) pertama kali muncul pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China. Wabah ini disebabkan oleh infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang menyerang sistem pernapasan manusia. Dengan munculnya varian baru SARS-CoV-2 menyebabkan perlindungan setelah pemberian vaksin dosis kedua berkurang maka pemberian dosis ketiga (booster) diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan titer neutralizing antibody yang terbentuk sebelum dan sesudah vaksinasi dosis booster berbasis mRNA dan untuk menilai faktor apa saja yang mempengaruhi titer neutralizing antibody sesudah menerima dosis booster vaksin COVID-19. Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Melalui teknik purposive sampling, penelitian ini merekrut 158 responden yang telah menerima vaksinasi mRNA dosis ketiga dalam jangka waktu 1?12 bulan sebelum penelitian. Pemeriksaan titer neutralizing antibody menggunakan ELISA dan informasi lain dikumpulkan menggunakan kuesioner.Uji Wilcoxon digunakan untuk melihat perbandingan antara titer sebelum dan setelah dosis booster sedangkan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney digunakan untuk melihat faktor yang mempengaruhi titer neutralizing antibody. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan titer neutralizing antibody sebelum dan sesudah menerima vaksin dosis booster berbasis mRNA (CoronaVac vs mRNA, dengan nilai
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA TERKAIT COMPUTER VISION SYNDROME
Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan salah satu masalah pada mata yang ditandai dengan kumpulan gejala pada mata dan penglihatan berupa kelelahan mata, mata kering, penglihatan ganda dan pandangan kabur yang berhubungan dengan aktivitas penglihatan jarak dekat dan berlangsung selama atau setelah penggunaan komputer, tablet, e-reader, dan telepon seluler dalam waktu yang lama. Prevalensi kejadian CVS pada mahasiswa teknik mencapai 81,9%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan prevalensi kejadian CVS pada mahasiswa kedokteran yaitu sebesar 78,6%. Kasus CVS diketahui memengaruhi sekitar 90% orang yang menghabiskan waktu selama 3 jam atau lebih di depan komputer. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala terkait CVS. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan teknik non-probability sampling berupa quota sampling. Pengambilan data dilakukan melalui survei online dengan menyebarkan kuesioner yang berisi 9 soal pilihan ganda kepada mahasiswa aktif Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala angkatan 2019. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang computer vision syndrome pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala angkatan 2019 dikategorikan cukup, yang mana 56 responden (56%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 43 responden (43%) lainnya memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Sedangkan sisanya adalah 1 responden (1%) memiliki tingkat pengetahuan yang buruk terkait CVS.Kata kunci: tingkat pengetahuan, computer vision syndrome, Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kual
PRARANCANGAN PABRIK SORBITOL DENGAN PROSES HIDROGENASI KATALITIK GLUKOSA KAPASITAS PRODUKSI 80.000 TON/TAHUN
ABSTRAKPrarancangan pabrik sorbitol ini menggunakan metode hidrogenasi glukosa secara katalitik. Kebutuhan akan sorbitol diprediksi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri di Indonesia, karena penggunaan senyawa sorbitol yang sangat luas di berbagai jenis industri. Perancangan pabrik ini memiliki kapasitas produksi 80.000 ton/tahun dengan hari kerja 330 hari/tahun. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan metode struktur garis dan staf. Kebutuhan tenaga kerja untuk menjalankan perusahaan ini berjumlah 116 orang. Lokasi pendirian pabrik berada di Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Kota Cilegon, Banten dengan luas tanah 26.400 m2. Sumber air pabrik sorbitol ini berasal dari air sungai Cidanau, sedangkan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator diesel dengan daya 3.378,09 kW. Hasil analisa ekonomi yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1.Fixed Capital Investment (FCI)= Rp. 317.633.354.833,89,-2.Working Capital Investment (WCI)= Rp. 35.292.594.981,54,-3.Total Capital Investment (TCI)= Rp. 352.925.949.815,44,-4.Total Production Cost (TPC)= Rp. 1.484.684.025,535,55,-5.Sales Cost (SC)= Rp. 1.649.273.600.000,-6.Laba Bersih= Rp. 123.415.180.848,34,-7.Pay Out Time (POT)= 4,15 tahun8.Break Event Point (BEP)= 48,03 %9.Internal Rate of Return (IRR)= 24,76 %10.Rate of Return (ROR)= 35 %Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomis diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Prarancangan Pabrik Sorbitol ini layak untuk dilanjutkan ke tahap rancangan
PENGGUNAAN METODE FUZZY ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (FAHP) DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAHAN KAIN PEMBUATAN JILBAB POLOS
Dalam dunia bisnis, salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan yaitu kualitas bahan baku. Kualitas bahan baku kain yang bagus menjadi salah satu penentu kualitas jilbab. Umumnya memilih jenis kain jilbab nyatanya sangat diperlukan agar tetap nyaman melakukan aktivitas. Kain sendiri memiliki karakteristik yang berbeda serta kelebihan dan kekurangannya. Penentuan kualitas kain dilakukan berdasarkan beberapa kriteria, seperti kenyamanan, serat kain, perawatan, dan ketebalan. Dari banyaknya jenis bahan kain yang beredar terdapat 4 bahan kain yang cocok digunakan sehari-hari dan mudah untuk dikombinasikan yaitu Ima, Hycon, Katun, Voile. Tujuan dari penelitian ini yaitu pemilihan salah satu jenis bahan baku kain yang paling direkomendasikan dalam pembuatan jilbab polos dengan menggunakan metode Fuzzy Analytic Hierarchy Process (FAHP) yang memiliki perhitungan validitas sampai batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambilan keputusan sampai pada sub-sub kriteria yang paling detail. Metode ini merupakan gabungan dari metode AHP dengan pendekatan konsep fuzzy. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan metode FAHP ini diperoleh bahwa jenis bahan kain Hycon (A2) mempunyai nilai paling optimal yaitu sebesar 40.66% dibandingkan dengan jenis bahan kain Voile (A4) yaitu sebesar 39.26%, jenis bahan kain Ima (A1) sebesar 20.08% dan jenis bahan kain Katun (A3) sebesar 0%. Dari persentase tersebut dapat disimpulkan bahwa jenis bahan kain Hycon (A2) adalah yang paling direkomendasikan dalam keputusan pemilihan jenis bahan kain jilbab untuk diproduksi, kemudian diikuti jenis bahan kain Voile, jenis bahan kain Ima dan jenis bahan kain Katun. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai bahan pertimbangan dan acuan pemilik usaha dalam pengambilan keputusan terkait pemilihan bahan baku kain jilbab polos.Kata kunci: bahan kain, jilbab, Fuzzy Analytic Hierarchy Process, Sistem Pendukung Keputusa
PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK BUDIDAYA IKAN KERAPU
Lebih dari 55% masyarakat Aceh bergantung kepada sektor kelautan dan perikanan. Sebesar 295.370 km2 merupakan luas perairan Provinsi Aceh dan memiliki potensi yang cukup tinggi dalam sumber daya kelautan dan perikanannya. Jika dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan memajukan produksi komoditas perikanan di Aceh. Untuk mendukung agenda pembangunan nasional pemerintah yang tertuang pada UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil, maka melakukan kegiatan berbudidaya ikan kerapu adalah salah satu cara untuk mewujudkannya. Dimana pertumbuhan komoditas ikan kerapu sebesar 14,7% per tahun. Ikan kerapu merupakan salah satu species ikan biak yang sangat bergantung terhadap kondisi ekologi pada laut. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk meneliti kelayakan perairan untuk budidaya ikan kerapu pada kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Weh. Citra satelit Lansdat 9 digunakan untuk mengekstraksi Konsentrasi Klorofil-a, Suhu Permukaan Laut (SPL), dan Muatan Padatan Tersuspensi (MPT) sedangkan Data Batimetri Nasional (BATNAS) digunakan untuk mengekstraksi data Batimetri. Adapun proses citra tersebut dijalankan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Penelitian yang telah dilakukan menghasilkan tingkat kesesuaian yang dikategorikan sebagai Sangat Sesuai (S1), Sesuai (S2), Cukup Sesuai (S3) dan Tidak Sesuai (TS). Hasil terhadap tingkat kesesuaian yang telah didapatkan melalui penelitian terkait menunjukkan bahwa kelas S1 sebesar 0,35373 km2, S2 sebesar 35,70999 km2, S3 sebesar 10,93015 km2 dan kelas TS sebesar 5,85402km2.Kata kunci: Ikan Kerapu, Google Earth Engine, Budidaya