ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
GAMBARAN STATUS NUTRISI DAN ASUPAN SODIUM PADA LANSIA DI KOTA BANDA ACEH
Status nutrisi lansia dengan hipertensi perlu diperhatikan salah satunya dengan melakukan pembatasan asupan sodium untuk kondisi yang lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status nutrisi dan asupan sodium pada lansia dengan hipertensi di Kota Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel non probability sampling menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah responden 200 lansia hipertensi di Kecamatan Syiah Kuala. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara terpimpin. Analisa data yang digunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan status nutrisi dari aspek skrinning lansia yang memiliki status nutrisi normal (78,5%), beresiko mengalami malnutrisi (21,0%), malnutrisi (0,5%). Dan aspek assessment dari 43 responden memiliki status nutrisi normal yaitu (9,3%), beresiko mengalami malnutrisi (88,4%), malnutrisi (2,3%). Hasil pembatasan asupan sodium nilai rendah (30,5%), nilai tinggi (0,5%). Aspek sikap pembatasan asupan sodium nilai rendah, (2,0%), nilai tinggi (36,0%), aspek norma subjektif pembatasan asupan sodium nilai rendah (3,0%), nilai tinggi (53,0%), dan aspek kontrol perilaku pembatasan asupan sodium dengan nilai rendah (1,0%), nilai tinggi (0,5%). Kesimpulan bahwa status nutrisi lansia mayoritas memiliki status nutrisi normal, dan pembatasan asupan sodium pada lansia baik. Peneliti menyarankan bagi puskesmas Kopelma Darussalam dan Jeulingke agar memberikan edukasi kepada lansia tentang diet hipertens
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGADAAN BECAK PATROLI SAMPAH DALAM MEWUJUDKAN BANDA ACEH BEBAS SAMPAH 2025 (STUDI KASUS: KECAMATAN BAITURRAHMAN)
Rezim Pemerintah Kota Banda Aceh yang dipimpin Aminullah Usman mengesahkan Peraturan Walikota Banda Aceh No. 46 Tahun 2018 yang mana merupakan turunan dari Pepres No. 97 Tahun 2017. Kebijakan ini berhubungan dengan penanganan dan pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga yang menjadi masalah di Indonesia, spesifik Kota Banda Aceh. Berdasarkan Perwal No. 46 Tahun 2018 ini, Pemerintah Kota Banda Aceh menggagas program pengadaan becak patroli sampah (PPBPS) untuk menangani sampah di lorong-lorong desa yang tidak dapat diakses oleh mobil. Namun, terdapat masalah dalam pengimplementasian PPBPS seperti penyalahgunaan becak, minimnya pengetahuan pemangku kebijakan dan pelaksanaan lapangan terhadap program, hingga tidak adanya monitoring dan evaluasi (monev) program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berhasil atau tidaknya implementasi PPBPS dan untuk mengetahui kendala-kendala yang ada dalam pengimplementasian PPBPS. Teori yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan publik Merilee S. Grindle. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi PPBPS tidak berhasil yang disebabkan oleh pemahaman pemangku kebijakan yang rendah hingga tingkat kepatuhan pelaksana lapangan. Sedangkan kendala PPBPS sangat terkait dengan faktor kegagalan program. Saran penelitian ini adalah pemerintah Banda Aceh ke depannya harus mampu menyusun program dengan lebih matang.Kata Kunci: Kebijakan Publik, Implementasi Kebijakan, Program Penanganan dan Pengurangan Sampah, Kota Banda Ace
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG
Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam pengendalian COVID-19. Namun masyarakat masih menunjukan sikap yang tidak menerima yang ditunjukan dengan ketidakantusiasan untuk mengikuti programvaksinasi lengkap. Beberapa alasan yang membuat masyarakat tidak mengikuti program vaksinasi disebabkan oleh pengaruh pengetahuan dan informasi yang diterima oleh masyarakat mengenai vaksin COVID-19. Tujuan penelitian iniadalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan deskriptif korelasional dan pendekatan crosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh (n=110). Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 yang terdiri dari 18 item pernyataan dan kuesioner sikap terhadap vaksin yang terdiri dari 6 item pertanyaan. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 pada kategori baik sebanyak 66 orang (60%), sikap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 menunjukan sikap positif menerima sebanyak 72 orang (65,5%), dan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dengan nilai r 0,309 dan p 0,001. Pengetahuan masyarakat tentang vaksinasi COVID-19 masih perlu ditingkatkan agar masyarkat memiliki pengetahuan yang baik terhadap vaksinasi COVID-19, sehingga meningkatkan sikap penerimaan terhadap vaksinasi
STRATEGI PENGAWAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA (IKM) PADA SMA PENGGERAK DI KOTA BANDA ACEH
STRATEGI PENGAWAS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA (IKM) PADA SMA PENGGERAK DI KOTA BANDA ACEHOleh : Dedek Mulyani NPM : 2009200050014Komisi Pembimbing :1.Dr. Niswanto, M. Pd2.Dr. Bahrun, M. PdABSTRAKPeran pengawas sebagai supervisor di sekolah sangat diharapkan untuk membina guru terutama dalam meningkatkan kompetensi pedagogiknya. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan: program, strategi, evaluasi, tindak lanjut serta faktor pendukung dan penghambat pembinaan pengawas terhadap kompetensi pedagogik guru di SMA penggerak Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode deskriptif kualitatif yang dilakukan di sekolah penggerak, yaitu SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 7 Kota Banda Aceh dengan teknik ?wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Penyusunan program tahunan dan program semester supervisi akademik pengawas di kedua SMA dilaksanakan diawal tahun ajaran dengan melibatkan kepala sekolah dan komite pembelajaran untuk bermusyawarah. (2) Hasil penelitian menunjukkan pengaruh IKM yang dilakukan di SMAN 3 tidak menunjukkan perubahan yang drastis karena sudah sering dilakukan sejak pelaksanaan K-13, namun sebaliknya di SMAN 7 ditemukan pengaruh yang sangat signifikan di dibuktikan oleh prestasi yang di raih oleh siswa di tahun 2022, (3) Evaluasi program supervisi akademik di kedua sekolah digunakan sebagai acuan pembinaan guru di tahun depan. Program tindak lanjut terdiri dari pelaksanaan bimbingan dan latihan di sekolah, pelatihan, sharing di dalam MGMP. (4) Faktor pendukung: motivasi guru untuk terus meg-update ilmu di kedua SMA, sarana elektronik dan inisiasi kepala sekolah untuk melakukan refleksi di SMA 7. Faktor penghambat: kurangnya fasilitas elektronik seperti AC dan in focus yang tidak disiapkan pada tiap kelas di SMAN 3.Kata Kunci: Strategi, Kompetensi Pedagogik, dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN ASET PADA PERUSAHAAN ASURANSI JIWA SYARIAH DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Premi, Klaim dan Hasil Investasi terhadap Pertumbuhan Aset pada perusahaan Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia periode 2017-2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang digunakan berbentuk data panel yaitu gabungan antara data runtut waktu (time series) dan data silang (cross section) bersumber dari masing-masing laporan keuangan perusahaan asuransi jiwa syariah. Berdasarkan hasil dari uji parsial menunjukkan bahwa variabel premi dan klaim tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset, sedangkan variabel hasil investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset. Berdasarkan hasil dari uji simultan menunjukkan bahwa variabel premi, klaim dan hasil investasi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan aset. Kata Kunci: Premi, Klaim, Hasil Investasi, Pertumbuhan Aset
STRATEGI DINAS PARIWISATA ACEH SELATAN DALAM MEMPROMOSIKAN DESTINASI KREATIF ANJUNGAN TAPAK TUAN TAPA DALAM ANUGERAH PESONA INDONESIA 2021
Anjungan Tapak Tuan Tapa merupakan bangunan yang bersifat tambahan yang berdekatan dengan situs Tapak Tuan Tapa, dalam rangka pengembangan objek wisata Pemerintah Aceh Selatan memasukkan Anjungan Tapak Tuan Tapa kedalam Nominasi API (Anugerah Pesona Indonesia) Award, dengan strategi yang digunakan oleh pemerintah Anjungan Tapak Tuan Tapa berhasil memenangkan API Award. Namun tindakan pemerintah yang untuk menunjukkan dan membanggakan Anjungan Tapak Tuan Tapa, berbanding terbalik dengan keadaan yang ada di lapangan seperti tidak adanya kejelasan di dalam pengelolaan objek wisata hingga banyak fasilitas yang sudah rusak dan tidak layak untuk dipakai oleh wisatawan yang berkunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi Pemerintah dalam mengelola objek wisata dan kendala Pemerintah dalam mengelola objek wisata Anjungan Tapak Tuan Tapa. Pendekatan penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dipilih oleh pemerintah dalam pengelolaan objek wisata Anjungan Tapak Tuan Tapa terbagi atas tiga jenis strategi yaitu pemberian edukasi kepada masyarakat, melakukan promosi berskala nasional dan melakukan penambahan dan pembangunan infrastruktur. Sedangkan yang menjadi hambatan di dalam pengelolaan objek wisata Anjungan Tapak Tuan Tapa secara garis besar terbagi atas dua jenis hambatan yaitu tidak adanya pengelola yang profesional dan adanya permasalahan sosial yang terjadi di dalam pengelolaan Anjungan Tapak Tuan Tapa. Strategi pengelolaan pariwisata yang dimiliki oleh pemerintah secara besar terbagi atas tiga strategi yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat, melakukan promosi berskala nasional dan pembangunan serta penambahan infrastruktur. Hambatan di dalam pengelolaan Anjungan Tapak Tuan Tapa yaitu dari tidak adanya tenaga profesional dan permasalahan sosial yang dialami pada kawasan wisata Anjungan Tapak Tuan Tapa.Kata Kunci: Anjungan Tapak Tuan Tapa, Pariwisata
TINGKAT KEPUASAN PEMILIK KAPAL TERHADAP PELAYANAN DOKUMEN PERIZINAN BERLAYAR DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KUALA PEUKAN BARO, PIDIE
Pelabuhan perikanan penting keberadaannya untuk dapat memberikan pelayanan administrasi terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan dan untuk mendaratkan hasil tangkapan. Dokumen perizinan berlayar wajib diperhatikan sebelum nelayan melakukan aktivitas penangkapan untuk mencegah terjadinya aktivitas penangkapan ikan yang illegal (illegal fishing). Tidak sedikit nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kuala Peukan Baro, Pidie melakukan aktivitas berlayar tanpa dokumen perizinan berlayar, ada juga yang berlayar dengan dokumen yang sudah mati namun tidak diperbaharui lagi dan minimnya waktu pelayanan yaitu hanya dibuka setiap hari jumat saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana jenis dan proses pelayanan dokumen perizinan berlayar yang tersedia di PPI Kuala Peukan Baro, Pidie dan menilai tingkat kepuasan pemilik kapal terhadap kualitas pelayanan penerbitan dokumen perizinan berlayar di PPI Kuala Peukan Baro, Pidie. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2022 yang bertempat di PPI Kuala Peukan Baro, Pidie. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan analisis deskriptif, kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling dengan respondennya adalah pemilik kapal dan petugas pelabuhan. Pengolahan data menggunakan analisis Chi-Square dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan 5 variabel yang di uji (bukti fisik, kehandalan, ketanggapan, jaminan dan kepedulian), yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pemilik kapal adalah variabel bukti fisik (p-0,04
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KUWE (CARANX SP.) YANG DIBERI PAKAN KOMBINASI IKAN RUCAH DAN MAGGOT (HERMETIA ILLUCENS)
ASAS ITIKAD BAIK DALAM TRANSPARANSI PENGEMBALIAN BIAYA OPERASI PADA KONTRAK BAGI HASIL MINYAK DAN GAS BUMI DI INDONESIA
NILAI TARGET STRENGTH UPENEUS SP. DAN NEMIPTERUS SP. MENGGUNAKAN SIMRAD EK-15 YANG DITANGKAP DI PERAIRAN UTARA BANDA ACEH
Target strength (TS) merupakan kemampuan objek dalam memantulkan kembali gelombang yang datang dan merupakan salah satu unsur penting dalam metode hidroakustik. Penggunaan metode hidroakustik dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai TS dari ikan Kurisi (Nimepterus sp.) dan ikan Biji Nangka (Upeneus sp.) yang tertangkap dari perairan utara Banda Aceh. Analisis data dilakukan untuk mendapatkan hubungan panjang-berat ikan dan hubungan panjang-TS ikan. Akusisi data dilakukan di laboratorium Akustik Kelautan, Fakutas Kelautan dan Perikanan. Analisis data akustik dilakukan menggunakan aplikasi Sonar-5 pro. Hasil penelitian pada kedua jenis ikan diperoleh panjang rata-rata ikan Kurisi 18,46 cm, berat rata-rata 78,55 g dan nilai TS rata-rata -47,82 dB, dan pada ikan Biji Nangka diperoleh panjang rata-rata 19,18 cm, berat rata-rata 18,17 g dan nilai TS rata-rata -45,73 dB. Hubungan panjang berat ikan dapat dilihat dari hasil analisis regresi, yg menunjukkan nilai determinasi ikan Kurisi 0,902 atau mendekati 1 menunjukkan bahwa panjang ikan mempengaruhi nilai berat ikan secara signifikan. Sedangkan hubungan panjang TS ikan memiliki nilai determinasi sebesar 0,293 yg menunjukkan adanya pengaruh panjang terhadap nilai TS. Sedangkan pada ikan Biji Nangka hubungan panjang berat ikan memiliki nilai determinasi sebesar 0,447 yang menunjukkan adanya pengaruh panjang terhadap berat ikan, sedangkan hubungan panjang TS memiliki nilai determinasi sebesar 0,047 menunjukkan panjang ikan tidak berpengaruh terhadap nilai TS ikan