ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
    92391 research outputs found

    ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN TENTANG COVID 19 DI MEDIA ONLINE KOMPAS

    No full text

    MAKNA SIMBOLIK PAKAIAN ADAT PENGANTIN MASYARAKAT ACEH SINGKIL

    No full text

    PERBANDINGAN KINERJA METODE DEEP LEARNING DALAM PENDETEKSIAN KERUSAKAN BIJI KOPI

    No full text
    Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi saat ini. Biji kopi terlebih dahulu dilakukan penyortiran oleh petani. Hal ini dikarenakan banyaknya jenis biji kopi yang memiliki perbedaan dari segi bentuk dan tekstur. Setelah melakukan penyortiran, petani harus melakukan deteksi biji kopi apakah mengalami kerusakan atau tidak. Proses tersebut masih dilakukan secara manual oleh petani kopi sehingga membutuhkan waktu yang lama serta mengakibatkan terjadi kesalahan karena kurangnya pengetahuan tentang kopi. Selain itu, juga dilakukan upaya peningkatan kualitas terhadap biji kopi yang akan mempengaruhi nilai jual dari biji kopi tersebut. Adapun tujuan penelitian ini mengusulkan model deep learning dalam model klasifikasi yang dibangun menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) terhadap arsitektur ResNet-34, VGG-16, dan EfficientNetdan melakukan evaluasi model serta mengetahui bagian mana yang dideteksi pada kerusakan biji kopi. Setelah dilakukan penelitian hasil pengujian menunjukan bahwa model memiliki akurasi yang baik dimana model mampu membedakan antara biji kopi rusak dan biji kopi normal. Arsitektur ResNet-34 menghasilkan akurasi sebesar 90.13%, arsitektur VGG-16 sebesar 88.12%, dan arsitektur EfficientNet sebesar 89.75%, Selanjutnya dengan menggunakan Grad-CAM model mampu mendeteksi kerusakan biji kopi yaitu dilihat berdasarkan bentuk. Terdapat heatmap yang menyorot bagian yang biji kopi rusak. Sedangkan pada biji kopi normal heatmap tersebar dan tidak menyorot bagian tertentu pada citra biji kopi.Kata Kunci : Deteksi Biji Kopi, Deep Learning, Convolutional Neural Network, EfficientNet-B7, ResNet-34, VGG-16

    PENDUGAAN PARAMETER GENETIK PADA BEBERAPA GENOTIPE CABAI HIAS (CAPSICUM ANNUUM L.) IPB TAHAN TERHADAP BEGOMOVIRUS AKIBAT PERLAKUAN MIKORIZA

    No full text
    Salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dibudidayakan dalam skala rumah tangga adalah cabai hias. Permasalahan yang sering ditemui pada tanaman ini adalah adanya organisme pengganggu tanaman, salah satunya hama kutu kebul sebagai vektor penyebab penyakit Begomovirus pada cabai. Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan perakitan varietas yang tahan terhadap begomovirus. Dalam perakitan varietas, dibutuhkan informasi parameter genetik yang dapat menjadi karakter seleksi untuk mendapatkan varietas yang tahan terhadap Begomovirus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter pengamatan yang dapat dijadikan karakter seleksi pada beberapa genotipe cabai hias IPB tahan terhadap Begomovirus yang diberikan perlakuan mikoriza. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh. Penelitian dilaksanakan dari Juli 2022-November 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu faktor genotipe cabai hias IPB (Ayesha, Nazla, Violeta, dan Syakira), dan faktor dosis mikoriza (0 g/tanaman dan 10 g/tanaman). Data hasil pengamatan dianalisis dengan ANOVA, kemudian dianalisis ragam genetik, ragam fenotipe, ragam lingkungan, standar deviasi ragam genetik, koefisien keragaman genetik dan fenotipe, serta heritabilitas arti luas. Hasil penelitian menujukkan bahwa berdasarkan nilai heritabilitas, parameter yang efektif untuk seleksi ketahanan terhadap begomovirus adalah seluruh parameter pertumbuhan dan parameter penyakit, yaitu tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, panjang daun, lebar daun, luas daun, lebar tajuk, masa inkubasi, skor gejala, intensitas penyakit, dan kejadian penyakit. Genotipe Violeta memiliki kriteria ketahanan rentan, sedangkan genotipe Ayesha, Nazla, dan Syakira memiliki kriteria ketahanan yang sangat rentan

    DESAIN MOTIF KERAWANG GAYO PADA SERAGAM SEKOLAH

    No full text
    Nurul Ilmi (2023). Desain Motif Kerawang Gayo Pada Seragam Sekolah.Peraturan penggunaan seragam khas sekolah dan seragam pakaian adatditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang bertujuan menumbuhkannasionalisme dan saling menghargai diantara peserta didik. Oleh karena itu penelitimembuat pengembangan desain pada seragam sekolah yang dipadukan dengan motifkerawang Gayo yang merupakan motif khas suku Gayo yang perlu dilestarikan.Tujuan dari dari penelitian ini adalah mendesain motif kerawang pada seragamsekolah SMU, menganalisis model, bahan dan kenyamanan seragam sekolah sertamengetahui ketertarikan guru dan siswa/i SMU/sederajat terhadap desain seragamsekolah. Penelitian ini menggunakan motode eksperimen terapan, pendekatankualitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 4 orang siswa/i serta 3guru MAN 3 Banda Aceh. Pengumpulan data diambil melalui studi kepustakaan,wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahuibahwa 1) Perpaduan desain motif kerawang pada setiap desain sudah sesuai; 2)Desain model I sudah sesuai warna dan motifnya, namun untuk modelnya tidaksesuai untuk sekolah yang berada didaerah dengan cuaca panas. Desain model IIuntuk model, warna, bahan dan kenyamanannya sudah sangat sesuai. Desain modelIII dan IV sederhana namun model dan bahannya cocok dan nyaman digunakan olehpeserta didik dengan aktivitas yang sangat padat; 3) Desain model yang palingmenarik bagi responden adalah desain model II karena perpaduan model vest dankemeja sangat cocok digunakan untuk kegiatan formal, perpaduan warna navy danbaby blue memberikan kesan yang elegan, detail motif yang digunakan jugadianggap sangat pas karena tidak berlebihan ditambah menggunakan bahan katundan polyster sehingga siswa/i yang akan menggunakan model seragam seperti initidak akan merasa gerah serta tidak menghambat aktivitasnya sebagai pelajar yangaktif

    GAMBARAN WORKPLACE VIOLENCE PADA PERAWAT DI AREA KERJA KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Workplace violence menjadi fenomena dan masalah global yang dapat mempengaruhi sistem layanan kesehatan. Tenaga kesehatan khususnya perawat menjadi populasi rentan dalam menghadapi setiap tindak kekerasan. Perawat menganggap insiden workplace violence sebagai bagian dari rutinitas pekerjaan untuk meminimalkan terjadinya masalah di tempat kerja. Kurangnya kontribusi perawat dalam pelaporan, kebijakan manajemen rumah sakit, dan dukungan organisasi profesi keperawatan dapat menyebabkan tindakan kekerasan dalam bentuk penyerangan, pelecehan, intimidasi dan ancaman yang dapat mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, spiritual, budaya, dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian kekerasan fisik dan kekerasan non fisik pada perawat yang bekerja di area kerja Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat teregistrasi sebagai anggota PPNI Kota Banda Aceh sebanyak 4.131 perawat. Sampel penelitian ini sebanyak 172 perawat dengan metode snowball sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Workplace Violence Health Sector Bahasa Version (WPVHS_B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat tidak mengalami kekerasan fisik selama 12 bulan terakhir, tetapi perawat mengalami kejadian kekerasan non fisik sebanyak 15 (8,7%) perawat. Organisasi profesi keperawatan diharapkan untuk dapat memberikan informasi, kebijakan dan pelatihan tentang workplace violence sebagai antisipasi dini dan penangan dalam mengurangi tindak kekerasan

    ASOSIASI STRAIN ATRIUM KIRI MENGGUNAKAN SPECKLE TRACKING ECHOCARDIOGRAPHY (STE) DENGAN KADAR NT-PROBNP PADA PENDERITA GAGAL JANTUNG DENGAN FRAKSI EJEKSI NORMAL (HFPEF) YANG DISERTAI FIBRILASI ATRIUM

    No full text
    Ekokardiografi merupakan modalitas awal untuk mengevaluasi penderita dengan tanda dan gejala gagal jantung termasuk pada penderita gagal jantung dengan fraksi ejeksi normal (HFpEF), namun menjadi kendala pada penderita dengan fibrilasi atrium, dikarenakan pemeriksaan fungsi diastolik standar tidak dapat dilakukan sehingga pemeriksaan NT-proBNP menjadi standar baku. Pemeriksaan NT-proBNP yang masih mahal dan tidak dimiliki oleh semua rumah sakit, hal ini menjadi kendala dalam praktisi klinis dalam penegakkan diagnosis HFpEF. Strain atrium kiri yang mengukur Peak atrial longitudinal strain (PALS) dengan menggunakan speckle tracking echocardiography (STE) merupakan metode baru yang mungkin dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi diastolik pada penderita HFpEF yang disertai fibrilasi atrium. Penelitian ini merupakan uji asosiasi parametrik yang menilai asosiasi NT-proBNP terhadap strain atrium kiri dengan pengukuran PALS sebagai parameter penilaian fungsi diastolik pada penderita HFpEF yang disertai fibrilasi atrium. Sebanyak 36 subyek penelitian yang mengalami fibrilasi atrium dan dilakukan pemeriksaan ekokardiografi untuk menentukan fraksi ejeksi dan nilai PALS serta dilakukan pemeriksaan NT- proBNP. Didapatkan 26 subjek laki-laki dan 10 subyek perempuan yang mengikuti penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan data yang signifikan secara statistik mengenai asosiasi keduanya (P value < 0.001) bahkan jika dilakukan analisis pada tiap jenis kelamin juga menunjukkan hasil yang berasosiasi secara statistik (P value < 0.001). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan Strain atrium kiri yang mengukur Peak atrial longitudinal strain (PALS) dengan menggunakan speckle tracking echocardiography (STE) memiliki asosiasi yang signifikan secara statistik terhadap NT-proBNP pada penderita HFpEF yang disertai fibrilasi atrium

    IDENTIFIKASI PARASIT PADA IKAN BILIH (MYSTACOLEUCUS PADANGENSIS) YANG HIDUP DI DANAU SINGKARAK KABUPATEN TANAH DATAR PROVINSI SUMATERA BARAT

    No full text
    ABSTRAKIkan bilih (Mystacoleucus padangensis) adalah spesies ikan air tawar yang termasuk ke dalam Famili Cyprinidae. Ikan bilih merupakan ikan endemik danau Singkarak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis parasit yang menginfeksi ikan bilih serta menentukan tingkat prevalensinya. Sebanyak 100 sampel ikan bilih diambil dari empat tempat yaitu 25 ekor ikan di Nagari III Koto, 25 ekor ikan di Nagari Simawang, 25 ekor ikan di Nagari Padang Laweh dan 25 ekor ikan di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Sampel ikan bilih diperiksa di Laboratorium Parasitologi Balai Veteriner Bukittinggi untuk dilakukan pemeriksaan ektoparasit dan endoparasit dengan menggunakan metode natif. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan bilih (Mystacoleucus padangensis) yaitu Opisthorchis viverrini (metaserkaria) ditemukan pada lendir dan sirip dengan prevalensi 47%, Dactylogyrus sp. ditemukan pada insang dengan prevalensi 23%, Gyrodactylus sp. ditemukan pada lendir dengan prevalensi 8%, dan Transversotrema sp. ditemukan pada lendir dengan prevalensi 1%. Endoparasit yang ditemukan menginfeksi ikan bilih adalah Bothriocephalus acheilognathi yang ditemukan pada usus dengan prevalensi 9%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat lima jenis parasit pada ikan bilih beserta prevalensiya yang berhasil diidentifikasi yaitu Opisthorchis viverrini 47%, Dactylogyrus sp. 23%, Gyrodactylus sp. 8%, Transversotrema sp. 1% dan Bothriocephalus acheilognathi 9%.Kata kunci: Parasit, ikan bilih, Danau Singkara

    PROSEDUR KELENGKAPAN ADMINISTRASI PENERBITAN FAKTUR PAJAK PADA PT INDONESIA COMNETS PLUS KANTOR PERWAKILAN ACEH

    No full text
    RINGKASANPenulis melakukan praktek kerja lapangan pada PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), Kantor Perwakilan Aceh yang berlokasi Jalan Nyak Adam Kamil III No.2, Neusu Jaya, Kec. Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh 23116. Praktek Kerja Lapangan berlangsung pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 31 Oktober 2022, selama praktek kerja lapangan penulis ditempatkan pada Bagian Admin Sales Corporate.Tujuan laporan kerja praktek ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur kelengkapan administrasi penerbitan faktur pajak pada PT Indonesia Comnets Plus, Kantor Perwakilan Aceh. Dalam hal pengumpulan data, penulis menggunakan metode field research (observasi), studi kepustakaan, dan wawancara.Berdasarkan hasil kerja praktek lapangan dapat disimpulkan bahwa PT ICON+ melakukan pemusatan PPN atau sentralisasi. Oleh karena itu, PT ICON+ Kantor Perwakilan Aceh yang merupakan perusahaan cabang tidak memiliki kewajiban menerbitkan faktur pajak atas setiap transaksi yang dikenakan pajak khususnya PPN. Namun, memiliki kewajiban atas tahap-tahap pengumpulan adminstrasi dan penginputan data konsumen untuk dikirim ke pusat nantinya atau disebut juga dengan QC Permohonan Billing melalui email

    POLITIK IDENTITAS ETNIS TIONGHOA DALAM PILKADA ACEH BARAT DAYA TAHUN 2017 (STUDI KASUS DESA PASAR BLANGPIDIE)

    No full text
    Sebagai negara yang menganut paham Demokrasi, Indonesia menyelenggarakan pemilu untuk memilih para pemimpinnya, antara lain pemilihan umum kepala daerah yang dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun sekali, setiap warga negara yang telah memiliki Kartu Tanda Penduduk memiliki hak untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan suara mereka dan menjadi anggota penyenggaraan pesta demokrasi, hal ini Tanpa ada pengecualian terhadap kaum minoritas seperti masyarakat Tionghoa. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalan mengapa bentuk partisipasi masyarakat Tionghoa hanya dalam pemberian hak suara serta faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat Tionghoa dalam Pemilihan umum kepala daerah di Desa Pasar Blangpidie kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya tahun 2017. penelitian ini menggunakan landasan teori partisipasi politik dan politik identitas etnis dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara, Observasi lapangan dan dokumentas, teknik analisis data yang dipakai yakni teknik analisis Interaktif dimana teknik ini memiliki beberapa langkah antara lain pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian telah menunjukkan Bentuk partisipasi masyarakat etnis Tionghoa dalam Pilkada 2017 adalah pemberian hak suara. Masyarakat etnis Tionghoa belum ikut berpartisipasi dalam donatur kampanye dan tim penyelenggara Pilkada, serta sebagai calon kandidat pemilu. Adapun faktor yang mendukung masyarakat etnis Tionghoa untuk ikut memberikan suara pada Pilkada 2017 adalah tidak adanya bentuk tindak diskriminasi pada masyarakat etnis Tionghoa selama pemberian hak suara di Pilkada, kesadaran diri sebagai warga negara Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam politik, dan rasa ingin tahu pemilih pemula etnis Tionghoa terhadap proses Pilkada. Sedangkan faktor yang menghambat Tionghoa untuk ikut berpartisipasi pada Pilkada ialah kesibukan kegiatan pribadi, ingin lebih fokus dalam bekerja, merasa politik bukan bagian dari mereka, kurangnya pemahaman dan anggapan ketidakpastian dalam politik. Dari hasil temuan penelitian maka diperlukan masyarakat etnis Tionghoa khususnya di desa Pasarblangpidie bisa aktif dalam partisipasi politik seperti meningkatkan kepedulian dan kesadaran dalam segala kegiatan politik tentu akan membawa dampak positif bagi mereka. Kata Kunci: Pilkada, Blanpidie, masyarakat Tiongho

    31,325

    full texts

    92,391

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ETD - Unsyiah Central Library
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇