ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
MODEL MATEMATIKA PERILAKU BELAJAR SISWA
RINGKASAN Perilaku belajar dapat didefinisikan sebagai bentuk kesiapan mental yang dimiliki oleh siswa dalam mengadopsi bentuk dan metode pembelajaran baik secara teoritis maupun praktis berupa kecakapan, keaktifan, kreativitas, motivasi belajar yang dikembangkan secara stabil baik di dalam kelas maupun melalui interaksi sosial siswa di luar kelas. Hasil kajian systematic literature review dari 10 database elektronik terhadap 504 artikel diketahui bahwa perilaku belajar siswa dipengaruhi oleh 19 faktor seperti motivasi belajar, sikap terhadap pembelajaran, fleksibilitas strategi pembelajaran, kesempatan belajar, hambatan perubahan siswa, gaya belajar, pembelajaran mandiri, kemampuan akademik, latar belakang pendidikan, umur, intervensi negatif, kontrol perilaku, emosi, keadaan internal siswa, paparan lingkungan digital, lingkungan belajar, keterlibatan dalam pembelajaran, ketekunan, dan efikasi diri. Intervensi untuk dapat menilai perilaku belajar siswa membutuhkan alat ukur yang valid. Validitas isi diuji menggunakan Aiken Index [V], dilanjutkan dengan analisis konstruk dengan uji Exploratory Factor Analysis (EFA) dan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil validasi isi diperoleh nilai rata-rata validitas Necessity of Items (CVR) = 0,803, Relevancy of Items (S-CVI) = 0,824, dan Clarity of Items (I-CVIs) =0,826. Hasil uji EFA mengungkapkan KMO masing-masing 0,805, 0,789, dan 0,759. Hasil akhir uji CFA menghasilkan 48 item yang valid dan menunjukkan model yang fit. Sub skala A berupa perilaku belajar di dalam kelas terdiri dari 17 item (RMSEA = 0.062; GFI= 0.922; CFI=0.953; NFI=0.919; dan TLI=0.939). Subskala B terdapat 19 item terkait motivasi belajar siswa (RMSEA = 0,037; GFI= 0,940; CFI=0,971; NFI=0,911; dan TLI=0,964) dan subskala C terkait interaksi sosial siswa di luar kelas terdapat 12 item (RMSEA = 0,035; GFI= 0,967; CFI=0,987; dan TLI=0,983). Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha masing-masing sebesar 0,851 (baik), 0,723 (dapat diterima), dan 0,685 (sedang).Model dibangun melalui analogi penyebaran perilaku belajar dengan penularan penyakit menular yaitu dengan model Susceptible-Exposed-Infectious-Recovered (SEIR). Pembentukan model matematika dilakukan dalam dua bentuk model yaitu model 1 berupa model matematika yang menggambarkan perilaku belajar siswa secara umum dan model 2 berupa model matematika yang menunjukkan perilaku belajar siswa Boarding School dan Non-Boarding School. Pada pemodelan 1, populasi siswa dibagi kedalam enam kompartemen, sedangkan pada pemodelan 2 populasi siswa dibagi ke dalam delapan kompartemen. Pembentukan model matematika perilaku belajar digunakan model persamaan differensial biasa tidak linear, dengan ketentuan jika R_01 maka perilaku menyimpang sangat mungkin untuk mempengaruhi populasi. Analisis kestabilan ditentukan berdasarkan nilai eigen dari Matriks Jacobian. Hasil pengujian didapat titik ekuilibrium bebas perilaku menyimpang E_1 merupakan stabil asimtotik lokal.Hasil model simulasi model 1 menunjukkan bahwa puncak kerentanan pada kelompok siswa yang tidak berinteraksi sosial di luar kelas meningkat pesat pada dua hari pertama dan mulai stabil ketika melewati hari ke-150. Berbeda dengan kelompok siswa rentan yang berinteraksi sosial di luar kelas mengalami peningkatan setelah melewati hari ke-1 dan mulai stabil setelah hari ke-250. Selain itu, nilai T_i kasus penambahan siswa terpengaruh perilaku menyimpang di SMP N 6 Banda Aceh turun menjadi 0 pada hari ke-21, sedangkan di SMP N 19 Percontohan Banda Aceh turun menjadi 0 pada hari ke-25. Hasil simulasi model menyimpulkan bahwa penyebaran perilaku belajar menyimpang yang terjadi di SMP SMP N 19 Percontohan Banda Aceh lebih lambat dan lebih tahan lama. Sebaran perilaku belajar siswa di SMP N 6 Banda Aceh stabil pada hari ke-198, sedangkan di SMP N 19 Percontohan Banda Aceh stabil pada hari ke-201.Hasil simulasi model 2 model matematika matematika perilaku belajar antara SMP Boarding School dan SMP Non-Boarding School diketahui perubahan perilaku belajar siswa rentan dari kedua sekolah tersebut dimulai pada hari pertama pengecekan simulasi dan mencapai titik 0 pada hari ke-120. Kondisi awal simulasi dipketahui bahwa siswa yang terpengaruh perilaku belajar menyimpang di SMP Boarding lebih sedikit dibandingkan dengan SMP Non-Boarding School. Namun, kondisi akhir siswa terpengaruh perilaku belajar menyimpang di di SMP Boarding School lebih banyak dibandingkan dengan siswa di SMP Non-Boarding School. Pada saat simulasi terlihat bahwa pergerakan grafik pada SMP Boarding School mengalami peningkatan lebih lambat. Hal inilai yang menyebabkan penyebaran perilaku belajar menyimpang yang terjadi di SMP Boarding School lebih stabil dibandingkan dengan SMP Non-Boarding School.Kata Kunci: Perilaku Belajar, SEIR, Motivasi Belajar dan Interaksi Sosia
ANALISIS KERENTANAN EKONOMI PELAKU USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) PADA MASA PANDEMI CORONA VIRUS DISEASE (COVID) -19 DI KOTA BANDA ACEH
Pandemi Covid-19 di seluruh dunia merupakan musibah non alam yang sedang terjangkit di seluruh wilayah kota dan pedesaan. Virus ini sulit untuk dikendalikan dan belum didapatkan obat atau vaksin sebagai penawarnya. Sulitnya mendeteksi penyakit ini dan mudah penularannya belum didapatkan cara pencegahan yang paling efektif untuk menghindar dan secara masiv terus tertular antara personal ke personal. Kota Banda Aceh yang merupakan salah kota di Indonesia yang terdampak virus ini melalui Tim Gugus Tugas Penanggulangan dan Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 terus berupaya dan berusaha untuk meminimalkan pergerakan penularan virus tersebut dengan langkah-langkah yang tepat agar masyarakatnya dapat menghindari diri dari kerumunan keramaian dan tetap berada dirumah. Dampak dari pandemi tersebut mempengaruhi semua sektor kehidupan manusia. Salah satu sektor yang dampak pandemi Covid-19 ialah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang pada tahun 1998 terbukti dapat bertahan pada saat terjadi krisis moneter dan dapat membangkitkan kembali pertumbuhan ekonomi Indonesia, namum berdasarkan data dari kementerian koperasi yang menggambarkan bahwa 1.785 koperasi dan 163.713 pelaku UMKM terdampak Pandemi Covid-19 Kebanyakan koperasi yang terkena dampak pandemi Covid-19 bergerak pada bidang kebutuhan sehari-hari, sedangkan sektor UMKM yang paling terdampak yakni makanan dan minuman. Saat ini terdapat sekitar lima belas ribuan pelaku UMKM yang terdata dan berberusaha diberbagai sektor usaha di Kota Banda Aceh dan hampir keseluruhannya terdapat dari kebijakan pemerintah dalam hal pembatasan social (Social Distancing) untuk mengurangi penyebaran virus ini. Penelitian ini mencoba melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kerentanan ekonomi pelaku UMKM pada masa Pandemi Covid -19, bagaimana tingkat kerentanan ekonomi UMKM pada pada masa Pandemi Covid- 19 dan apa strategi pelaku UMKM menghadapi Pandemi Covid-1
PERANCANGAN RUMAH SAKIT REHABILITASI MEDIK DI BANDA ACEH
Jumlah pembangunan di Indonesia terus bertambah seiring perkembangan zaman. Salah satu indikator yang menentukan keberhasilan daerah dalam melakukan pembangunan adalah pembangunan dalam bidang kesehatan. Kehadiran rumah sakit merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, terlebih rumah sakit dengan bentuk pelayanan yang lebih spesifik. Dari data yang ada, kebutuhan dan isu yang berkembang di Aceh mengerucut kepada kebutuhan rumah sakit yang lebih spesifik di bidang rehabilitasi medik. Rumah sakit khusus rehabilitasi medik masih sangat jarang di Indonesia terutama di daerah Aceh, terlebih lagi kebanyakan rumah sakit swasta yang mengambil pangsa pasar golongan menengah ke bawah masih sangat jarang.Perancangan pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik dengan pendekatan Healing Architecture diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan kesehatan yang ada di Aceh. Pemilihan lokasi perancangan akan mengikuti peraturan yang ada. Perancangan ini juga tidak terlepas dari standar kesehatan dan keamanan. Hal ini bertujuan untuk menjamin kelayakan bangunan tersebut dalam pengoperasiannya. Bangunan rumah sakit merupakan salah satu bangunan yang mengedepankan fungsi. Oleh karena itu utilitas rumah sakit (infrastruktur) yang baik akan memaksimalkan pelayanan yang diberikan, karena pelayanan kesehatan yang baik dapat mempengaruhi proses penyembuhan.Perancangan Rumah Sakit ini berlandaskan pada sebuah konsep Healing Architecture dimana dalam perancangan ini, proses penyembuhan pasien tidak hanya didapatkan melalui pihak medis tetapi juga didapatkan dari bangunan yang digunakan oleh pasien sebagai objek rancangan. Rancangan Rumah Sakit Kelas B berkonsep Healing Architecture ini bertujuan untuk menggali dan merumuskan masalah yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan Rumah Sakit melalui survei yang dilakukan, sehingga dapat diwujudkan suatu landasan yang konseptual bagi perancangan Rumah Sakit yang nyaman dengan menerapkan unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam pembangunan Rumah Sakit Rehabilitasi Medik.Kata Kunci: Rumah Sakit, Rehabilitasi Medik, Healing Architectur
PREVALENSI TINGKAT ANSIETAS MENJELANG UJIAN BLOK BERDASARKAN FAKTOR RESIKO PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Latar Belakang: Program Studi Pendidian Dokter Universitas Syiah Kuala menerapkan metode problem-based learning (PBL) dimana pembelajaran dibagi menjadi sistem blok dan di setiap akhir blok diadakan ujian blok sebagai evaluasinya. Dalam menghadapi ujian blok mahasiswa kedokteran rentan mengalami ansietas yang dapat menghambat fungsi kognitif dan berpengaruh pada performa ketika ujian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi tingkat ansietas menjelang ujian blok berdasarkan faktor risiko pada mahasiswa pendidikan dokter Universitas Syiah Kuala. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif observasional dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala angkatan 2020 yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 153 responden. Pengambilan sampel dengan metode total sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum sebanyak 52,3% responden berada pada tingkat ansietas normal. Berdasarkan jenis kelamin, didominasi oleh perempuan yaitu 32,7% sedangkan berdasarkan tempat tinggal, ansietas lebih tinggi pada responden yang tinggal di kos yaitu sebanyak 29,4%. Kesimpulan yang diperoleh adalah mayoritas mahasiswa Pendidikan Dokter Angkatan 2020 lebih banyak tidak mengalami ansietas menjelang ujian blok. Kata Kunci: tingkat ansietas, ujian blok, mahasiswa kedokteran
PENGARUH SERTIFIKASI HALAL VAKSIN TERHADAP SIKAP PENERIMAAN VAKSIN COVID-19 PADA MASYARAKAT DESA TERTINGGAL KECAMATAN KUTA COT GLIE
Dari awal kemunculan vaksin COVID-19 di Indonesia menjadi objek perbincangan publik yang hangat di berbagai lini media di tanah air hingga bermunculan hastag #tolak vaksin dimana sebagian kelompok masyarakat bersikap pro dan kontra disisi lain pemerintah terus berjibaku dengan mengeluarkan berbagai regulasi mengenai vaksin dan kesehatan masyarakat termasuk Emergency Use Authorization (EUA) dan Fatwa MUI No. 02 Tahun 2021 tentang vaksin covid-19 dari Sinovac Life Sciences Co Ltd China dan PT Biofarma (Persero) kehadiran regulasi tersebut untuk menjawab isu mengenai vaksin yang bertebaran di kalangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sertifikasi halal terhadap sikap penerimaan vaksin pada masyarakat desa tertinggal Kecamatan Kuta Cot Glie sebagai lokasi penelitian. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif deskriptif dengan jenis metode survei instrumen skala Likert sampel diambil dengan teknik Disproportionate Stratified Random Sampling dengan Rumus Slovin diperoleh sampel sebesar 124. Penelitian ini menggunakan Planned Behavior Theory (PBT) dari Martin Fishbein dan Icek Ajzen yaitu termasuk teori Komunikasi Massa, dalam PBT terdapat tiga indikator independen yaitu sikap individu, norma subjektif dan kontrol perilaku yang mana ketiga unsur tersebut digunakan untuk menguji keabsahan teori PBT. Hasil uji statistik parametrik IBM SPSS 25 uji T didapati angka konstan dari (y) adalah 17,241 dan koefisien regresi dari (x) adalah 0,374 yang bermakna kenaikan satu-satuan yang positif dan signifikan dengan p-value sertifikasi halal sebesar 0.00
BAURAN PEMASARAN BLUE MINT SYRUP DI BANDA ACEH
RINGKASANPerkembangan bisnis di Indonesia belakangan ini semakin lama semakin menonjol akan kompleksitas, persaingan, perubahan dan ketidakpastian. Keadaan ini menimbulkan persaingan yang tajam antara perusahaan, baik karena pesaing yang semakin bertambah, volume produk yang semakin meningkat, maupun bertambah pesatnya perkembangan teknologi. Hal ini memaksa perusahaan untuk lebih memperhatikan lingkungan yang dapat mempengaruhi perusahaan, agar perusahaan mengetahui strategi pemasaran seperti apa dan bagaimana yang harus diterapkan dalam perusahaan.Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui bagaimana bauran pemasaran produk Blue Mint Syrup yang dijalankan tepatnya di Banda Baru Jl. Kepiting no 1, Lampriet, Kuta Alam. Objek dan ruang lingkup tugas akhir membahas tentang bauran pemasaran. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan studi pusaka. Metode analisis data yang digunakan untuk menulis tugas akhir ini ialah dengan menggunakan metode analisis yang digunakan adalah deskriptif.Bauran pemasaran dari produk blue mint syrup yaitu menggunakan 4p: Product: Blue Mint Syrup yaitu produk inovasi dengan menggunakan bahan baku dari daun mint dan bunga telang diolah menjadi sirup yang sehat dan kaya manfaat. Price: harga Blue Mint Syrup dijual dengan harga 20.000/botol dengan persentase dapat dilihat bahwa persentase keuntungan nya adalah 16,6%. Place: tempat pemasaran Blue Mint Syrup di lampriet banda aceh. Promotion: promosi produk blue mint syrup dilakukan dengan 2 cara; yaitu secara langsung dengan mendatangi konsumen untuk membeli produk.dan promosi secara tidak langsung yaitu melalui media sosial seperti Instagram dan whatshapp. Place: Tempat pemasaran Blue Mint Syrup di lampriet banda aceh. Strategi pemasaran pada produk Blue Mint Syrup dengan menggunakan penentuan stp yaitu Segmentasi: untuk produk Blue Mint Syrup ini berdasarkan profil konsumen, konsumen dari kalangan muda sampai yang tua, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, status pekerjaan dan masih mahasiswa yang menyukai minuman sehat seperti blue mint syrup. Targeting: target dari usaha Blue Mint Syrup ini adalah mahasiswa dan masyarakat. Positioning: keunggulan dari produk Blue Mint Syrup ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet dan penggental sehingga baik dan sehat untuk di konsumsi
DETEKSI KONDISI SENDI DAN TERAPI PADA KASUS TEMPOROMANDIBULAR DISORDER BERBASIS APLIKASI INFRARED THERMOGRAPHY
EFEKTIVITAS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI GAMPONG LAMGUGOB KECAMATAN SYIAH KUALA BANDA ACEH DALAM PENANGGULANGAN WABAH COVID-19
ABSTRAKBerdasarkan surat edaran PeraturanKementerian Dalam Negeri Nomor 20 Tahun2020 tentang percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 di lingkunganPemerintah Daerah. Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 diperlukanlangkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergis antara Pemerintah danPemerintah Daerah.Efektivitas Collaborative Governance di Gampong Lamgugobdalam Penanggulangan wabah COVID-19, dalam penanggulangannya denganpenerapan Collaborative Governance menuai kegagalan dalam programvaksinasi. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya satu pintu dalam penerimaandata COVID-19 yang konkret, sebagaimana permintaan Dinas Kesehatan KotaBanda Aceh kepada Keuchik Gampong Lamgugob. Untuk mencapai suatuefektivitas Collaborativeharusnya terdapat tiga indikator efektivitas, berupa:pencapain tujuan, integrasi dan adaptasi. Teori yang digunakan adalah teoriEfektivitas berdasarkan indikator pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi.Kemudian metode yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan mengumpulkandata melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dan menganalisis Efektivitas Collaborative Governance diGampong Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala dalam penanggulangan wabahCOVID-19.Hasil penelitian menunjukan bahwa pencapaian tujuan dalampencegahan penyebaran wabah COVID-19 di Gampong Lamgugob melaluipencegahan penyebaran wabah COVID-19 melalui penerapan protokol kesehatansudah dipatuhi dengan baik oleh masyarakat, pencegahan penyebaran wabahCOVID-19 dengan sistem isolasi bagi korban terpapar COVID-19, sertapencegahan penyebaran wabah COVID-19 dengan program vaksinasi yang rataratamasyarakatGampongLamgugobsudahmengikutivaksinasi1-2.Kesuksesanindikatorpencapain tujuan tersebut karena adanya integrasi dalam penyampaianinformasi yang dibangun melalui berbagai media informasi, salah staunya adalahWA Group yang dinahkodai oleh Kepala Dusun masing-masing. Indikatoradaptasi tercapai juga karena masyarakat dapat beradaptasi dengan kondisi yangada dan mematuhi berbagai kebijakan dari Pemerintah Gampong Lamgugob.Kata Kunci: Efektivitas, Collaborative Governance, COVID-19, GampongLamgugo
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR INTERNAL PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PEMBIAYAAN UMKM DI INDONESIA
ABSTRAKANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR INTERNAL PERBANKAN SYARIAH TERHADAP PEMBIAYAAN UMKM DI INDONESIA Oleh : Yudiansyah ShalehNPM : 1901201010010Pembimbing 1 : Dr. Srinita, S.E., M.Si.Pembimbing 2 : Dr. Suriani. S.E., M.Si.Kontribusi UMKM sangat berperan terhadap pertumbuhan PDB di Indonesia dalam satu dekade ini yang pada tahun 2021 mencapai 61,97 persen, sedangkan penyerapan tenaga kerja dari sektor UMKM pada tahun 2021 mencapai 97 persen. Penelitian ini bertujuan menguji faktor-faktor internal perbankan syariah terdiri dari Financing to Deposit Ratio, Capital Adequacy Ratio, Non-performing Financing total pembiayaan dan Non-performing Financing UMKM terhadap pembiayaan UMKM pada populasi perbankan syariah dengan tiga cross-section yaitu Bank Umum Syariah, Unit Usaha Syariah, dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia berdasarkan data bulanan dari Januari 2015 sampai Desember 2021 menggunakan data sekunder dengan 252 observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Generelized Least Squares (GLS) dengan menggunakan panel data dan pendekatan random effect model. Berdasarkan Uji F menunjukkan secara keseluruhan variabel bebas; Financing to Deposit Ratio, Capital Adequacy Ratio, Non-performing Financing dan Non-performing Financing UMKM secara simultan berpengaruh terhadap pembiayaan UMKM pada perbankan syariah di Indonesia. Uji parsial atau Uji t didapatkan bahwa Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan kepada pertumbuhan pembiayaan UMKM, sedangkan Financing to Deposit Ratio dan Non-performing Financing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan UMKM, dan Non-performing Financing UMKM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan UMKM pada bank syariah di Indonesia. Kata Kunci: FDR, CAR, NPF, NPF UMKM dan Pembiayaan UMKM Bank Syariah di Indonesi