ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
    92391 research outputs found

    PENGGUNAAN ASAM SUNTI DALAM PAKAN UNTUK PENGENDALIAN BAKTERI PATOGEN EDWARDSIELLA TARDA DAN AEROMONAS SALMONICIDA PADA BENIH IKAN LELE (CLARIAS GARIEPINUS)

    No full text
    ABSTRAKBudidaya ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah salah satu usaha yang diminati di Indonesia. Keberhasilan budidaya mulai ditentukan dari penyediaan benih. Benih yang sehat tentu menyebabkan kelulusan hidup tinggi dan benih yang tidak sehat akibat serangan penyakit akan menyebabkan tingkat kematian tinggi, sehingga meyebabkan kerugian dalam usaha budidayanya. Penyakit infeksi bakteri Edwardsiella tarda dan Aeromonas salmonicida dapat menyebabkan kelangsungan hidup benih ikan lele menjadi rendah bahkan tingkat kematiannya dapat mencapai 100%. Asam sunti adalah olahan dari Aceh yang terbuat dari buah belimbing (Averrhoa bilimbi). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menentukan dosis terbaik penambahan asam sunti dalam pakan untuk mengendalikan infeksi bakteri patogen Edwardsiella tarda dan Aeromonas salmonicida pada benih ikan lele. Pemberian asam sunti dilakukan melalui pakan dengan dosis perlakuan yang berbeda yaitu 0% (K), 0,5% (P1), 1% (P2), 2% (P3) dan 4% (P4) selama 14 hari sesudah diinfeksi bakteri patogen. Pengaruh pemberian asam sunti diukur dengan pengamatan kelangsungan hidup benih ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam sunti dapat mengendalikan penyakit bakteri E. tarda dan A. salmonicida pada benih ikan lele. Berdasarkan uji Duncan 0.05, tingkat kelangsungan hidup rata-rata ikan lele setelah diinfeksi bakteri E. tarda dan A. salmonicida secara berurut K yaitu 0% dan 3,33%, P1 yaitu 16,67% dan 10 %; P2 yaitu 40% dan 26,67%; P3 yaitu 66,67% dan 56,67%; P4 yaitu 90% dan 76,67%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan dosis penggunaan asam sunti 4% merupakan dosis terbaik untuk kelangsungan hidup benih ikan lele, dengan nilai tingkat kelangsungan hidup benih ikan lele pada bakteri patogen E. tarda 90 % sedangkan pada bakteri A. salmonicida 76,67 %.Kata kunci: Aeromonas salmonicida, asam sunti, Clarias gariepinus, Edwardsiella tarda

    EFEKTIVITAS TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) PADA PAKAN FERMENTASI TERHADAP PROFIL ORGAN PENCERNAAN AYAM BROILER

    No full text
    ABSTRAKNutrisi dalam ransum dapat ditingkatkan dengan penambahan feed additive salah satu feed additive yang digunakan adalah tepung daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun kelor yang difermentasi terhadap profil organ pencernaan ayam broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 kelompok perlakuan dan 5 ulangan yaitu; P0 diberikan pakan komersial 100%; P1 diberikan pakan komersial 90% dan fermentasi tepung daun kelor 10%; P2 diberikan pakan komersial 85% dan fermentasi tepung daun kelor 15%, dan P3 diberikan pakan komersial 80% dan fermenrasi tepung daun kelor 20%. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ayam broiler. Pemberian dilakukan secara ad libitum. Parameter yang diamati adalah berat akhir ayam broiler, berat organ proventrikulus dan ventrikulus serta panjang usus halus (duodenum, jejenum dan ileum). Data dianalisis menggunakan uji ragam (One Way Anova) dan jika berpengaruh dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung daun kelor pada level 10-20% tidak berpengaruh terhadap parameter organ yang diukur. Kesimpulannya bahwa pemberian tepung daun kelor yang difermentasi dan ditambahkan pada pakan komersial pada level 10-20% tidak mempengaruhi ukuran berat proventriculus, ventriculus, panjang duodenum, jejenum dan ileum serta bobot badan ayam yang diberikan selama 28 hari.Kata kunci : Daun kelor (Moringa oleifera), fermentasi daun kelor, panjang usu

    IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO CONTRACTUAL CHANGE ORDER PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI KOTA BANDA ACEH

    No full text
    Proses pelaksanaan proyek konstruksi gedung seringkali dihadapkan dengan risiko dan ketidakpastian, salah satunya adalah terjadinya perubahan-perubahan. Salah satu dari perubahan tersebut adalah pekerjaan tambah kurang (change order). Contractual Change Order (CCO) disebabkan adanya risiko ketidakpastian seperti penambahan, pengurangan, serta penggantian item pekerjaan yang berpengaruh terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek. CCO memiliki faktor-faktor risiko yang akan sangat berpengaruh pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang menyebabkan CCO, serta menganalisis dampak risiko CCO terhadap pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada 36 perusahaan kontraktor di Kota Banda Aceh pada tahun anggaran 2019-2022. Uji data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis Frequency Index (FI), dan analisis Severity Index (SI). Dari hasil penelitian ditemui 44 variabel risiko dengan 4 faktor risiko CCO yang berdampak terhadap waktu dan biaya pada pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Variabel risiko yang sering ditemui yaitu kesalahan dalam perhitungan estimasi volume dan biaya dengan nilai FI 0,800. Variabel risiko yang berdampak tinggi terhadap waktu adalah variabel risiko bencana alam dengan nilai SI yaitu 0,761. Sedangkan variabel risiko yang berdampak tinggi terhadap biaya adalah variabel kesalahan dalam perhitungan estimasi volume dan biaya dengan nilai SI yaitu 0,772

    PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENJAGA KERUKUNAN UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN ACEH SINGKIL

    No full text
    Kerukunan umat beragama adalah kondisi dimana sesama manusia hidup berdampingan secara damai dan menerima perbedaan lain dalam setiap kelompok. Menghormati, menghargai, saling menerima seperti apa adanya, Aceh salah satu Provinsi yang berada di Indonesia yang menerapkan pelaksanaan syariat Islam. Meskipun Aceh berpenduduk mayoritas muslim, akan tetapi banyak juga umat beragama non muslim yang ada di Aceh. Salah satunya di Kabupaten Aceh Singkil yang memiliki keberagaman agama yang sering terjadi konflik salah satunya konflik pendirian rumah ibadah, maka perlu Peran Pemerintah daerah untuk menjaga kerukunan umat bergama di Aceh Singkil agar tidak mengulan konflik kemabali. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan peran pemerintah daerah Aceh Singkil dalam menjaga kerukunan umat beragama, serta menjelaskan hambatan pemerintah daerah Aceh Singkil dalam menjaga kerukunan umat beragama. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan Reduksi Data, Penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Peran pemerintah daerah Aceh Singkil dalam menjaga kerukunan umat beragama meliputi; a) sebagai Fasilitator terlihat dari pemerintah menfasilitasi, menyelenggarkan program-program dan megesahkan kepengurusan forum-forum yang berkaitan dengan kerukunan beragama dikabupaten Aceh Singkil. b) sebagai koordinator, Pemerintah Aceh Singkil menjelaskan serta menjamin informasi kepada masyarakat Aceh Singkil terkait progres seperti memberikan arahan pada rapat forum kerukunan umat beragama dan koordinasi penyelesain persilisihan konflik tentang pendirian rumah ibadah. c) sebagai regulator dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama berarti pemerintah memberikan perizinan terkait pendirian rumah ibadah sesuai dengan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh sipemohon. 2) Hambatan pemerintah dalam memelihara kerukunan umat beragama yakni: Adanya Pandangan dan Respon tidak baik Terhadap Pemerintah, kurangnya sosialisasi pemerintah terhadap peraturan atau qanun yang berlaku dikarena minimnya distribusi anggaran serta pemberitaan media massa yang berlebihan yang mengatakan bahwa Aceh Singkil Intoleransi.Kata Kunci : Peran, Pemerintah Daerah, Kerukunan, Umat Beragama

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PROVINSI ACEH TAHUN 2022

    No full text
    PROGRAM STUDI MAGISTER KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALATesis, Mei 2023 Faridah HusniFaktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Provinsi Aceh Tahun 202347 Halaman + 22 Tabel + 8 lampiranABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan tekanan darah diastolik ?90 mmHg. Pada umumnya hipertensi sering terjadi tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Adapun faktor risiko terjadinya hipertensi dapat dibedakan atas faktor risiko yang tidak dapat diubah (seperti keturunan atau genetik, jenis kelamin, dan umur) dan faktor risiko yang dapat diubah seperti kegemukan atau obesitas, kurang olahraga atau aktivitas fisik, merokok, stres, konsumsi alkohol dan konsumsi garam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko kejadian hipertensi di Rumah Sakit Ibu dan Anak provinsi Aceh Tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan jenis penelitian survei analitik dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif yang berjenis observasional analitik dengan desain studi Case control (retrospektif). Populasi pada penelitian ini adalah Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang berkunjung di poli rawat jalan Rumah Sakit Ibu Anak provinsi Aceh yang berjumlah 2.740 jiwa dan sampel kasus berjumlah yaitu 97 semnatara sampel kontrol sebanyak 97 orang. Data diolah secara univariat, bivariat dan multrivariat. Hasil : Hasil penelitian didapatkan ada hubungan anatar riwayar genetik (P value 0.005), Obesitas (P value 0.000), Pola makan (P value 0.002), sementara aktifitas fisik (P value 0.23) yang berarti tidak ada hubungan terhadap kejadian hipertensi (P value 0.23). Kesimpulan : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan kejadian hipertensi adalah variabel obesitas.Kata Kunci: Hipertensi, Genetik, Obesitas, Pola Makan, Aktifitas Fisik

    KARAKTERISTIK SEDIMEN PESISIR DAN RAWA GAMBUT KUALA BUBON, ACEH BARAT

    No full text

    PENGUKURAN INTENSITAS CAHAYA OPERATING LIGHT PADA DENTAL UNIT DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SYIAH KUALA

    No full text
    ABSTRAKNama : Mohd Fakhriza NaufalProgram Studi : Pendidikan Dokter GigiJudul Skripsi : Pengukuran Intensitas Cahaya Operating Light PadaDental Unit Di Rumah Sakit Gigi Dan MulutUniversitas Syiah KualaPencahayaan di dalam ruang kerja dokter gigi berasal dari dental operating lightyang berfungsi untuk menerangi rongga mulut. Dental operating light dirancanguntuk mendistribusikan, menyaring dan/atau mengubah cahaya yangditransmisikan dari sumber cahaya untuk membantu dokter gigi mendapatkanpandangan yang jelas pada gigi dan rongga mulut. Sistem pencahayaan di bidangkedokteran gigi ini telah diatur serta memiliki regulasi khusus terkait standarpencahayaan yang optimal. Pencahayaan yang memadai di area kerja harusdiperoleh untuk mengurangi kelelahan mata, sehingga operator dapat bekerjadengan maksimal dan memberikan perawatan yang optimal. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui mengetahui Intensitas Cahaya Dental Operating Lightpada dental unit Di RSGM USK berdasarkan masa pemakaian. Penelitian inibersifat deskriptif analitik untuk mengetahui seberapa besar intensitas cahayadengan desain cross sectional studi yang dilakukan dalam sekali penelitian. Seluruhoperating light pada dental unit RSGM USK yang sesuai dengan kriteria inklusidilakukan pengukuran intensitas cahayanya menggunakan luxmeter dengan jarak 1meter yang diukur dengan tingkat pengaturan cahaya terendah dan tertinggi. Hasilpenelitian menunjukkan pada pengukuran dengan pengaturan cahaya terendah,didapatkan rerata 3068 Lx, sedangkan pada tingkat pengaturan cahaya tertinggididapatkan rerata 16.663 Lx yang tergolong dalam kategori sedang dan 23.425 Lxdalam kategori tinggi. Berdasarkan masa pakai dental operating light pada dentalunit RSGM USK berada pada rentang 11-20 tahun masa pemakaian. Disimpulkanbahwa terdapat 31 dental unit dalam kategori sedang pada tingkat pencahayaanrendah, sedangkan pada tingkat pencahayaan tertinggi didapatkan 14 dental unittergolong dalam kategori sedang dan 17 dental unit tergolong dalam kategori tinggi.Kata kunci: Intensitas cahaya, dental operating light, dental unit, masa paka

    PEMODELAN DAN ANALISIS ANTENA MIKROSTRIP RECTANGULAR PATCH ARRAY 4 ELEMEN PADA FREKUENSI 2,3 GHZ UNTUK APLIKASI 5G

    No full text
    ABSTRAKAbstrak- Penelitian ini membahas tentang dampak teknologi elektronika pada berbagai bidang, terutama di sektor telekomunikasi. Evolusi teknologi komunikasi nirkabel, termasuk pengembangan teknologi 5G, telah merevolusi cara kita berkomunikasi. Teknologi 5G menjanjikan pengiriman data yang lebih cepat, latency yang lebih rendah, dan konektivitas yang lebih baik. Di Indonesia, kandidat spektrum untuk teknologi 5G termasuk pita frekuensi 700 MHz, 2,3 GHz, dan 26 GHz/28 GHz. Studi ini berfokus pada desain antena mikrostrip rectangular patch dengan array 4 elemen pada frekuensi 2,3 GHz. Antena harus memiliki profil rendah, ringan, dan bandwidth yang lebar untuk memenuhi permintaan tinggi aplikasi digital nirkabel pada 5G. Substrate yang digunakan untuk studi ini adalah FR4 dengan konstanta dielektrik 4,4, loss tangent 0,02, dan ketebalan 1,6 mm. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan gain antena dan mencapai kinerja yang lebih baik untuk jaringan 5G. Hasil gain yang didapat dari penelitian ini adalah 8,918 dBi dan badwidth 54 MHz, hasil ini menunjukkan bahwa antena pada penelitian ini cocok untuk 5G

    31,325

    full texts

    92,391

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    ETD - Unsyiah Central Library
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇