ETD - Unsyiah Central Library
Not a member yet
92391 research outputs found
Sort by
GAMBARAN KEPERCAYAAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH
Kepercayaan pasien adalah salah satu elemen yang penting bagi perawat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan. Tanpa adanya kepercayaan maka keberhasilan dalam menangani masalah yang dihadapi pasien akan sulit dan akan memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepercayaan pasien terhadap pelayanan asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini deskriptif ekspoloratif dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di ruang rawat inap dengan kriteria inklusi minimal berusia 18 tahun, telah dirawat inap minimal 1 hari, dan kesadaran penuh. Jumlah sampel sebanyak 127 responden dengan cara pengambilan sampel menggunakan total sampling dari 10 ruang rawat inap dan analisa statistik deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepercayaan pasien dengan nilai reliabilitas 0,966. Hasil penelitian didapatkan kepercayaan pasien 61 responden (48.0%) termasuk dalam kategori baik, 66 responden (52.0%) dalam kategori cukup. Dilihat dari dimensi kemampuan (ability) kategori cukup 89 responden (70,1%), kebaikan hati (benevolence) 89 responden (70,1%), dan integritas (integrity) perawat 79 responden (62,2%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa kepercayaan pasien terhadap pelayanan asuhan keperawatan di ruang Rawat Inap Rumah Sakit Meuraxa Kota Banda Aceh memiliki kepercayaan dalam kategori cukup. Direkomendasikan agar instansi rumah sakit meningkatkan pelayanan di ruang rawat inap guna meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan keperawatan, salah satunya dengan memfasilitasi kotak saran disetiap ruang rawat untuk menampung aspirasi pasien dan keluarga. Hal yang harus ditingkatkan perawat dalam memberikan pelayanan adalah dimensi kemampuan, kebaikan hati, dan integritas
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN MOBIL TOYOTA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TECHNIQUE FOR ORDER PREFERENCE BY SIMILARITY TO IDEAL SOLUTION (TOPSIS) (STUDI KASUS: PT. DUNIA BARUSA BANDA ACEH)
Era globalisasi menuntut masyarakat modern melakukan mobilitas yang tinggi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Tingkat mobilitas yang tinggi tersebut mendorong kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi terus meningkat, terutama transportasi darat yaitu mobil. Tingginya minat masyarakat menggunakan mobil sebagai sarana transportasi merupakan peluang bagi industri otomotif di Indonesia untuk meningkatkan jumlah penjualannya. Umumnya konsumen sebagai pembeli mobil sering merasa kesulitan dalam menentukan pilihan mobil sehingga perusahaan dapat meningkatkan angka penjualan mobil dengan merekomendasikan mobil terbaik berdasarkan kriteria yang ditentukan. MPV (Multi Purpose Vehicle) adalah jenis mobil keluarga yang sangat diminati masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Pada penelitian ini, peneliti memilih mobil MPV yang terdiri dari 5 jenis mobil yaitu Avanza, Sienta, Innova, Voxy dan Alphard dengan beberapa kriteria yang ditentukan dari perusahaan yaitu harga, pemakaian bahan bakar, kapasitas penumpang, kapasitas bagasi, kapasitas mesin dan jumlah warna yang diproduksi. Dari kelima jenis mobil tersebut, selanjutnya peneliti memilih satu jenis mobil terbaik yang paling direkomendasikan perusahaan kepada masyarakat dengan teknik pengambilan keputusan menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) yang memiliki ide dasar yaitu alternatif pilihan merupakan alternatif yang mempunyai jarak terkecil dari solusi ideal positif dan jarak terbesar dari solusi ideal negatif serta mampu melakukan perangkingan terhadap alternatif terbaik dengan kriteria tertentu. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa mobil Sienta menempati urutan pertama, kemudian disusul mobil Avanza, mobil Innova, mobil Voxy, dan mobil Alphard. Sehingga mobil Sienta merupakan mobil yang paling direkomendasikan perusahaan kepada masyarakat karena memiliki keunggulan dari kriteria pemakaian bahan bakar, kapasitas penumpang dan jumlah warna yang diproduksi. Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai bahan acuan bagi perusahaan untuk meningkatkan angka penjualan dan menyediakan mobil Sienta dengan unit yang tepat.Kata kunci: Transportasi, Mobil, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution, Sistem Pendukung Keputusa
ANALISIS HYBRID KOMPOSIT FRP
Hybrid komposit FRP merupakan suatu material hasil rekayasa yang terdiri dari gabungan komponen fiberglass dan komponen lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan kekuatan maksimal dari material yang digabungkan. Diharapkan material komposit ini dapat mengurangi penggunaan serat fiberglass yang harganya relatif mahal sebagai material penguat pada pembuatan kapal. Pasir merupakan salah satu jenis material yang digunakan pada bahan baku dasar pembuatan bangunan karena memiliki karakteristik yang kokoh pada bangunan. Sehingga dalam penelitian ini digunakan sebagai material gabungan dari material serat fiberglass. Proses pembuatan spesimen komposit FRP dalam penelitian ini menggunakan metode Hand lay-up. Selanjutnya spesimen akan di uji dengan alat uji tarik standar ASTM D638 dan alat uji bending dengan standar ASTM D790. Hasil pengujian spesimen dilakukan analisis kekuatan tarik dan kekuatan bending komposit FRP. Kemudian dari hasil pengujian dibandingkan dengan nilai kekuatan yang di syaratkan oleh Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) sebagai tolak ukur standar pengujian. Hasil pengujian spesimen menunjukkan bahwa kekuatan tarik dan kekuatan bending dari Hybrid komposit FRP sudah memenuhi syarat standar kekuatan tarik dan kekuatan bending yang disyaratkan oleh BKI yaitu untuk nilai kekuatan tarik tertinggi dan kekuatan bending tertinggi pada spesimen nomor 16 dengan ukuran butiran pasir 1.190 mm yaitu sebesar 49.50 Mpa dan untuk nilai kekuatan bending terbesar pada nomor spesimen 12 yaitu sebesar 1856.36 Mpa.Kata Kunci : komposit, pasir, kekuatan tarik, kekuatan bendin
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS LOKASI PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP PELABUHAN PENYEBERANGAN DI ACEH BERBASIS WEBGIS
Data pemantauan lingkungan hidup pelabuhan penyeberangan merupakan data yang diperlukan agar dapat mengetahui tingkat keberhasilan upaya pengelolaan lingkungan hidup yang terdapat dalam Dokumen Lingkungan Hidup Pelabuhan Penyeberangan. Data lokasi pemantauan lingkungan hidup ini belum disajikan secara optimal dimana hanya terbatas pada gambar peta di dalam Dokumen Lingkungan Hidup Pelabuhan Penyeberangan yang belum dimiliki oleh seluruh Pelabuhan Penyeberangan di Aceh sehingga informasi spasial maupun non spasial terkait lokasi dan hasil pemantauan lingkungan hidup pelabuhan penyeberangan masih belum tersorot dengan baik. Penyajian data menggunakan sistem manual seperti ini juga menyebabkan akses informasi menjadi terbatas bagi masyarakat, begitu pula dengan proses pengelolaan data lokasi pemantauan lingkungan hidup menjadi sulit untuk dilakukan. Berdasarkan masalah tersebut, peneliti terdorong untuk membangun WebGIS Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Pelabuhan Penyeberangan di Aceh yang dapat menyajikan lokasi pemantauan lingkungan hidup menggunakan peta interaktif serta menyajikan data komponen lingkungan hidup dan data hasil pemantauan lingkungan hidup pelabuhan penyeberangan. Adanya fitur Administrator pada webGIS ini akan memudahkan proses pengelolaan data, termasuk menambahkan data lokasi pemantauan lingkungan hidup untuk pelabuhan penyeberangan yang baru memiliki dokumen lingkungan hidup. Penelitian ini dilakukan menggunakan framework CodeIgniter dan library Leaflet JS. Pengujian webGIS dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 50 responden yang terdiri dari kalangan Masyarakat dan Pegawai Dinas Perhubungan Aceh menggunakan metode USE Questionnaire. Berdasarkan hasil pengukuran usability untuk menguji kelayakan webGIS, diperoleh skor sebesar 90.13% yang menunjukkan bahwa WebGIS Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Pelabuhan Penyeberangan di Aceh termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan.Kata kunci: pemantauan lingkungan hidup, pelabuhan penyeberangan, webGIS, USE Questionnair
RANCANG BANGUN APLIKASI KUESIONER ONLINE BERBASIS WEB UNTUK PENGUJIAN USABILITY PADA BERBAGAI APLIKASI
Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan perancangan perangkat lunak adalah usability yang dibutuhkan dalam menguji kegunaan perangkat lunak. Pengujian usability digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah perangkat lunak sudah sesuai dengan kebutuhan pengguna atau belum. Pengujian usability biasanya dilakukan dengan kuesioner tertentu, namun penyebaran dan pengukuran hasilnya dilakukan secara terpisah. Hal ini membuat para peneliti menghabiskan lebih banyak waktu dalam pengujian aplikasinya. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan solusi dengan merancang dan membangun aplikasi berbasis web untuk mengukur usability suatu rancangan atau produk perangkat lunak dengan kuesioner SUS, UMUX, dan UMUX-lite. Metode pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rapid Application Development (RAD) dengan tahapan pengerjaannya yang dimulai dengan identifikasi masalah, studi literatur, perencanaan kebutuhan, workshop desain RAD, implementasi, dan penulisan laporan. Aplikasi dibangun dengan menggunakan framework Laravel dan basis data dengan menggunakan MySQL. Fitur utama pada aplikasi kuesioner online adalah buat kuesioner dan analisis hasil kuesioner. Pengujian aplikasi menggunakan metode pengujian Black Box untuk pengujian fungsionalitas dan pengujian usability untuk pengujian kegunaannya. Hasil pengujian usability aplikasi menggunakan metode SUS, UMUX, dan UMUX-Lite didapatkan skor akhir masing-masing 88; 91,28 dan 82,05 di mana ke semua nilai tersebut bermakna aplikasi dapat diterima dan digunakan. Kata Kunci : Pengujian Usability, Rapid Application Development, Pengujian Black Bo
PENGARUH PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA TERHADAP KEBERHASILAN PROYEK KONSTRUKSI
Proyek konstruksi dinyatakan berhasil bila sasaran yang telah ditetapkan dengan berbagai kesesuaian biaya, waktu, dan mutu tercapai. Maka dalam mencapai dan mempertahankan keberhasilan proyek, perusahaan harus menempatkan aspek sumber daya manusia sebagai faktor penting, salah satunya yang terkait langsung dengan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan dan pengaruh produktivitas tenaga kerja terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan kontraktor di Kota Banda Aceh yang memiliki pengalaman dalam menangani proyek konstruksi gedung. Perusahaan yang dituju merupakan perusahaan yang tergabung dalam asosiasi Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (GAPENSI). Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penyebaran kuesioner kepada responden yang merupakan Project Manager (PM) pada perusahaan tersebut. Tenaga kerja pada penelitian hanya dibatasi pada tukang atau buruh kerja. Instrumen kuesioner disiapkan untuk informasi terkait hubungan dan pengaruh dari produktivitas tenaga kerja terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Variabel bebas terdiri dari manajemen sumber daya manusia, komunikasi, teknis, fisiologi, penerapan K3, lingkungan kerja, kepemimpinan, pengelolaan waktu, cuaca, dan kualitas tenaga kerja. Teknik analisis data menggunakan metode statistik deskriptif, analisis korelasi, dan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen sumber daya manusia, komunikasi, fisiologi, penerapan K3, kepemimpinan, pengelolaan waktu, cuaca, dan kualitas tenaga kerja secara keseluruhan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan proyek konstruksi di Kota Banda Aceh yaitu sebesar 91,1%. Sedangkan secara parsial, variable kualitas tenaga kerja menempati urutan pertama yang mempengaruhi keberhasilan proyek konstruksi yaitu sebesar 94,7%. Penelitian ini hanya ditinjau di Kota Banda Aceh, diharapkan dapat dilanjutkan penelitian untuk lingkup yang lebih luas sehingga dapat meningkatkan kevalidan terkait topik ini
HISTOPATOLOGI DEFEK HUMERUS KELINCI YANG DIIMPLAN HIDROKSIAPATIT ALAMI DISERTAI PENAMBAHAN PLASMA KAYA TROMBOSIT
Material bone graft yang disintesis dari hidroksiapatit alami cangkang Faunus ater mengandung CaCO3 yang dapat digunakan untuk penanganan defek tulang. Penelitian ini menggunakan 6 ekor kelinci yang dibuat defek pada diaphysis humerus terdiri dari 2 perlakuan. Kelompok (PI) diimplan menggunakan hidroksiapatit (HA) disertai penambahan plasma kaya trombosit (PKT), dan kelompok (PII) diimplan hidroksiapatit (HA) tunggal. Tulang humerus dikoleksi dihari ke-90 untuk pengamatan histopatologi pada sel osteoblas, osteosit, osteoklas, arteri nutrient, proliferasi bone marrow, nekrosis, dan orientasi kolagen. Sediaan dibuat dengan teknik pewarnaan hemaktosilin dan eosin (HE). Hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji multivariate menunjukan penggunaan material (HA) disertai penambahan (PKT) memperlihatkan gambaran histopatologi yang signifikan (
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR EXCUSABLE DAN NON EXCUSABLE DELAYS YANG MENYEBABKAN KETERLAMBATAN WAKTU PENYELESAIAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN ACEH UTARA
Proyek konstruksi memiliki sifat unik dan dinamis yang pada proses pelaksanaannya dipengaruhi oleh produktifitas tenaga kerja, peralatan, material, anggaran biaya dan metode pelaksanaan, sehingga memungkinkan adanya ketidakpastian pada proses pelaksanaannya yang dapat mengakibatkan terjadinya keterlambatan. Keterlambatan waktu penyelesaian pelaksanaan proyek adalah permasalahan yang paling umum terjadi pada proyek konstruksi. Hal ini bermula dari kenyataan bahwa kegiatan dan operasi terlalu lama yang dapat mengganggu penyelesaian pekerjaan, mengarah pada perselisihan dan tindakan hukum. Sehingga dalam rangka meminimalisir risiko terjadinya keterlambatan, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor jenis excusable delays dan non excusable delays yang paling signifikan terhadap penyelesaian pelaksanaan proyek konstruksi di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis frekuensi, analisis relative importance index, dan analisis korelasi rank spearman. Hasil yang diperoleh untuk faktor jenis excusable delays, didapatkan 2 (dua) faktor yang paling signifikan, yaitu faktor adanya intervensi dari owner dengan nilai RII sebesar 0,81 dan faktor change order dengan nilai RII sebesar 0,80. Kemudian hasil yang diperoleh untuk faktor jenis non excusable delays, didapatkan 5 (lima) faktor yang paling signifikan, yaitu faktor keterlambatan pengantaran material ke lokasi dengan nilai RII sebesar 0,82; faktor mobilisasi peralatan/alat berat lamban dengan nilai RII sebesar 0,82; faktor kesulitan keuangan kontraktor dengan nilai RII sebesar 0,81; faktor produktivitas tenaga kerja rendah dengan nilai RII sebesar 0,80; serta faktor perencanaan dan penjadwalan proyek tidak tepat dengan nilai RII sebesar 0,80.Kata kunci: excusable delays, non excusable delays, proyek konstruksi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI TUMBUHAN SARANG SEMUT ACEH (HYDNOPHYTUM FORMICARUM) TERHADAP PERUBAHAN KADAR KOLESTEROL TIKUS PUTIH JANTAN (RATTUS NORVEGICUS) DIABETES MELITUS TIPE-2
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK UMBI TUMBUHAN SARANG SEMUT ACEH (Hydnophytum formicarum)TERHADAP PERUBAHAN KADAR KOLESTEROL TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) DIABETES MELITUS TIPE-2ABSTRAKHiperkolesterolemia merupakan keadaan meningkatnya konsentrasi kolesterol dalam darah yang melebihi nilai normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak tumbuhan sarang semut (Hydnophytum formicarum) terhadap perubahan kadar kolesterol tikus putih jantan (Rattus norvegicus) diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 25 ekor tikus putih jantan, sehat, berumur 3-4 bulan dengan berat badan antara 150-200 gram. Tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan. Kelompok P1 sebanyak 5 ekor diberi pakan biasa dan air, sedangkan kelompok P2, P3, P4, dan P5 diinjeksi aloksan secara intraperitoneal dosis tunggal 120 mg/kg bb serta diberi pakan tinggi lemak dan dibiarkan selama 14 hari untuk membuat tikus diabetes melitus. Pada hari ke 22 dilakukan pemeriksaan kadar kolesterol dengan easy touch GCU. Tikus kelompok P3 diberi Metformin dengan dosis 50 mg/kg bb, untuk kelompok P4 dan P5 diberi perlakuan terapi ekstrak tumbuhan sarang semut dengan dosis 100 mg/kg bb dan 200 mg/kg bb. Pemberian terapi dilakukan selama 14 hari secara oral dua kali sehari. Parameter yang diamati adalah perubahan kadar kolesterol pada tikus putih jantan. Analisis data yang digunakan ialah statistik One way ANOVA dengan uji lanjutan Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa pemberian ekstrak tumbuhan sarang semut berpengaruh nyata (