Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
    1853 research outputs found

    Model Inovasi Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Era 4.0 Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Model Inovasi Pengembangan Kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam Era 4.0 Sekolah Dasar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan tipe literatur review. Pengumpulan informasi dilakukan dengan mencari beberapa sumber penting diantaranya meliputi sumber primer dari sumber literatur yang membahas tentang motivasi kerja dan beberapa sumber literatur lain yang berkaitan dengan penelitian. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis sehingga memperoleh hasil kajian yang menunjukkan bahwa Penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran PAI, seperti aplikasi interaktif dan e-learning, berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan peserta didik, serta mempermudah pemahaman materi yang sulit. Pendekatan berbasis nilai, seperti proyek kebersihan dan keberagaman budaya, membuat pembelajaran agama lebih relevan dengan kehidupan nyata. Program pelatihan teknologi bagi guru meningkatkan kompetensi mereka, meski tantangan tetap ada, terutama di daerah dengan akses terbatas. Inovasi kurikulum PAI meningkatkan hasil belajar, karakter, dan literasi digital peserta didik. Tantangan utama termasuk kendala teknologi, resistensi terhadap perubahan, dan beban kurikulum yang padat, dengan solusi berupa peningkatan infrastruktur, sosialisasi, dan kurikulum yang lebih fleksibel

    Penerapan Model Pembelajaran Kelas Rangkap Untuk Meningkatkan Kedisiplinan dan Hasil Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan dan hasil belajar peserta didik engan bentuk mix aged classroom dengan menggunakan model Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kelas rangkap dalam meningkatkan kedisiplinan dan hasil belajar peserta didik di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari beberapa pertemuan dan model penelitian yang dipilih adalah model penelitian dari Kemmis yang telah direvisi oleh John Cresswell yaitu terdiri dari perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Implementing), Pengamatan (Reviewing), dan Evaluasi (Evaluation). Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik dari kelas I, II, dan III di salah satu sekolah di Jakarta yang menerapkan mix aged classroom. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan mendapatkan hasil bahwa model pembelajaran kelas rangkap ini dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, hal ini dapat diketahui dari hasil tes pada kelas I yaitu dengan rata-rata 73 dan persentase ketuntasan 60% meningkat menjadi 87 dengan persentase ketuntasan 100%, kelas II dengan rata-rata 70 dengan persentase ketuntasan 50% meningkat menjadi 86 dengan persentase 100%, dan kelas III dengan rata-rata 69 dan persentase 40% menjadi 87 dengan persentase 100%. Selain dilihat dari sisi hasil belajar penelitian ini juga meneliti mengenai kedisiplinan peserta didik dengan hasil rata-rata pada kelas I yang semula 54% meningkat menjadi 85%, kelas II yang semula 56% meningkat menjadi 89%, dan pada kelas II yang semula 62% meningkat menjadi 92%. Hal ini sejalan dengan dilakukannya penelitian ini, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kelas rangkap dapat meningkatkan hasil belajar dan kedisiplinan peserta didik kelas I, II, dan III untuk mencapai nilai ketuntasan minimal (KKM)

    Pengelolaan Kelas di sekolah Dasar: Hambatan-Hambatan yang Dihadapi Guru dan Solusinya dalam Manajemen Kelas di SD Sana Tengah 1

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi pendidik dalam mengelola kelas serta solusi yang diterapkan di SD Sana Tengah 1. Pengelolaan kelas menjadi elemen penting dalam membentuk lingkungan belajar yang tenang bagi siswa. Beberapa hambatan yang ditemukan meliputi faktor guru, siswa, fasilitas, dan kurikulum. Faktor guru mencakup kepemimpinan, metode pengajaran yang monoton, serta kurangnya pemahaman tentang perkembangan siswa. Faktor siswa terkait dengan perilaku siswa yang tidak tertib, kurangnya kesadaran akan hak dan kewajiban, serta dominasi atau favoritisme dari orang tua. Fasilitas sekolah yang kurang memadai, seperti ruang kelas yang kecil dan minimnya alat pendukung, juga menjadi penghalang dalam manajemen kelas. Di sisi lain, kurikulum yang kurang fleksibel menambah tantangan dalam menciptakan proses belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen untuk mengumpulkan data. Solusi yang diterapkan mencakup tindakan preventif, seperti memberikan pemahaman tentang disiplin kepada siswa dan menciptakan suasana belajar yang inklusif. Selain itu, tindakan korektif dilakukan untuk mengatasi perilaku menyimpang melalui bimbingan dan pemberian sanksi yang mendidik. Kolaborasi dengan pihak sekolah dan komite juga berperan penting dalam memperbaiki pengelolaan kelas. Peneliti berharap hasil penelitian ini dapat menyumbangkan pemikiran bagi peserta didik dalam meningkatkan manajemen kelas dan memberikan masukan kepada sekolah untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kerja sama antara pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal

    Hubungan Fanatisme dan Kesehatan Mental pada Komunitas BTS ARMY Indonesia Amino Bandung

    Get PDF
    Manusia modern saat ini mengalami kesulitan dalam mencapai kesehatan mental dan spiritualnya. Yayasan Korea melaporkan, penggemar Hallyu tidak selalu mempertimbangkan bagaimana sang idola K-pop mengelola kesehatan mental mereka. Para idola seringkali mengalami ketidaksehatan mental yang lebih buruk lagi melakukan percobaan bunuh diri. Semenjak maraknya kasus kematian idola tersebut banyak fans khawatir, terkejut dan bersedih, bahkan ada yang mencoba melakukan bunuh diri. Fanatisme diartikan sebagai sebuah bentuk loyalitas unik yang dikarakteristikkan melalui komitmen, kesetiaan, pengabdian, semangat, keterikatan emosional, antusiasme dan keterlibatan yang kuat, intens dan cenderung ekstrim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fanatisme dengan kesehatan mental pada komunitas BTS Armi Indonesia AMINO Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan jenis penelitian korelasional. Kemudian alat ukur yang digunakan merujuk pada teori kesehatan mental yang dikemukakan oleh Syamsu Yusuf serta teori fanatisme yang dikemukakan oleh Anastasia Seregina, dkk. Kemudian analisis data menggunakan pengolahan statistik dengan program SPSS 16.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang signifikan antara fanatisme dengan kesehatan mental penggemar BTS di komunitas BAIA Bandung, dengan hasil signifikansi (p) sebanyak 0,046, maka nilai (p) 0,046 < 0,05, hal ini dapat diartikan bahwa adanya hubungan antara fanatisme dengan kesehatan mental. Kemudian hasil pearson correlation sebesar 0,302 yang diartikan bahwa arah hubungan fanatisme dengan kesehatan mental bersifat positif. Dengan kata lain semakin tinggi skor perilaku fanatisme maka akan sama tingginya dengan kesehatan mental para anggota BAIA Bandung. Nilai koefisien korelasi yang menunjukkan hasil 0,302, jika dilihat di tabel derajat hubungan, maka termasuk kategori hubungan yang lemah atau korelasi lemah

    Konsep Pembelajaran Howard Garden dalam Pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    Pendidikan merupakan salah satu indikator perkembangan suatu negara dan penting bagi perkembangan individu sesuai dengan tuntutan global. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran di Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama di tingkat MI. Hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman pendidik dalam proses pembelajaran, terutama dalam memperhatikan aspek internal peserta didik, seperti kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Setiap peserta didik memiliki karakter kecerdasan yang berbeda, dan penting bagi pendidik untuk memahami perbedaan tersebut. Konsep pembelajaran Howard Garden tentang multiple intelligence menjadi salah satu alternatif dalam merencanakan dan mendesain pembelajaran di MI. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pembelajaran Howard Garden yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembelajaran dapat difokuskan pada pengembangan potensi peserta didik secara tepat sasaran. Artikel ini menggunakan metode Library Research, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Pendidik dapat lebih memahami konsep pembelajaran Howard Garden dalam konteks pembelajaran IPS di MI. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsep ini, diharapkan pendidik dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif dan relevan bagi peserta didik di MI

    Pengaruh Strategi SQ3R Berbantuan Mind Map Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh strategi SQ3R berbantuan Mind Map terhadap kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas V. Desain penelitian yang digunakan adalah Post-test Only Control Group Design. Strategi SQ3R berbantuan Mind Map diterapkan pada kelompok eksperimen, sementara strategi SQ3R tanpa Mind Map diterapkan pada kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dari dua sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tes membaca pemahaman yang diberikan setelah intervensi pada kedua kelompok. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik untuk membandingkan hasil posttest antara kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kontrol yang menggunakan strategi SQ3R tanpa Mind Map memiliki hasil posttest yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok eksperimen yang menggunakan strategi SQ3R berbantuan Mind Map. Namun, perbedaan skor antara kedua kelompok tidak signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Mind Map sebagai tambahan dalam strategi SQ3R tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V. Penggunaan Mind Map dalam pembelajaran membaca diduga merupakan kasus distraksi yang menyebabkan pengaruh yang tidak signifikan. Temuan ini harus ditindaklanjuti dengan penelitian lebih lanjut

    Application of the PQ4R Method to Improve Reading Comprehension Ability of Grade IV Students at Wanajaya 02 Elementary School

    Get PDF
    Researchers implemented the PQ4R method to improve reading comprehension skills in fourth-grade students. This study used the Classroom Action Research (CAR) method, which was conducted in two cycles. In its implementation, researchers inserted innovations in the form of the use of image media as a supporting tool for learning activities. This was done because researchers found that students tended to be less enthusiastic in reading texts that only consisted of writing without images. In addition, students quickly became bored with individual learning methods without any interesting variations. The application of the PQ4R method (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) with the support of image media aimed to motivate students to be more active in learning and understanding the material presented. The results of the study showed a significant increase in students' reading comprehension skills. In cycle 1, only about 60% of students showed good understanding, while in cycle 2, this figure increased to 94%. This increase indicates that the use of image media in learning can help students understand the material better and increase their interest in reading. Therefore, the application of the PQ4R method accompanied by image media has proven effective in improving the reading comprehension skills of fourth-grade students. Thus, this research can be concluded as successful, and can be used as a reference for similar learning methods in other classes

    Analysis of Student Satisfaction Index on the Quality of Practical Guidance Services by Lecturers of the D-III Medical Laboratory Technology Study Program, East Kalimantan Ministry of Health Polytechnic

    Get PDF
    Poltekkes Kemenkes East Kalimantan is the only state university in the health sector that has several departments. One of the departments at Poltekkes East Kalimantan is D-III Medical Laboratory Technology (TM). The vision of the TLM department is to become a study program that produces quality D-III TLM personnel, superior in the field of health microbiology, competitive at the national level and with a global perspective. Students' practical abilities are directly proportional to teacher services in classroom practical guidance. Vocational education at Poltekkes focuses on developing practical abilities through a skills-based approach and practices such as health centers, hospitals, laboratories, and clinics. The purpose of the practice is to obtain technical competencies that are relevant to industry needs, especially in the health sector. The purpose of this study was to measure the student satisfaction index towards the practical services of the D-III Medical Laboratory Technology Study Program. This research method is a quantitative approach using a descriptive method with a total sampling of 229 students. The results of the study showed a very satisfactory level of student satisfaction with all aspects with values of 88.21%, 94.32%, 91.27%, 89.52%, 91.79%, 90.74%, 89.69%, 89.52%, 90.22% and 93.54% with an average of 90.88% included in the dangerous category okay. The IKM value obtained was 81.5, which means it has a quality value of "A" or its performance is very good

    Teacher Performance Evaluation: A Study of Discipline, Creativity, and Cooperation in the Learning Process

    Get PDF
    This study aims to evaluate the performance of teachers at Tahfidz Nurul Musthofa Junior High School through a study of discipline, creativity, and cooperation in the learning process. The evaluation model used is CIPP (Context, Input, Process, Product), which allows a comprehensive analysis of the four main components in teacher performance evaluation. This study adopts a qualitative approach with a case study method, where data is collected through interviews, observations, and documentation. The results of the study show that from the aspect of discipline, most teachers have shown a high commitment in maintaining discipline both in time management and classroom management. However, there are some challenges in ensuring consistent discipline among students. In terms of creativity, teachers at this school have made efforts to implement varied and innovative learning methods, although there is still a need for improvement in the use of educational technology. The cooperative aspect is also a strength in this school, with teachers actively collaborating in designing learning materials and supporting student development. Through the evaluation of CIPP, this study provides recommendations to improve professional training for teachers, as well as further development in the use of technology in learning. This research is expected to contribute to improving teacher performance and improving the quality of learning at Tahfidz Nurul Mustofa Junior High School

    The Influence of Transformational Leadership Style on Work Motivation and Its Implications for Teacher Performance in the Implementation of MTSS (Multi-Tier System of Support) at Lazuardi GCS School, Depok

    Get PDF
    Teacher performance plays an important role in the success of inclusive education, especially in the implementation of the Multi-Tier System of Support (MTSS). MTSSis an approach that aims to provide academic, social-emotional, and behavioral support through tiered interventions. This study examines the effect of transformational leadership style on work motivation and its implications for teacher performance at Lazuardi Global Compassionate School (GCS) Depok. The research approach used is quantitative, with Smart Partial Least Square (SmartPLS) analysis. Data were collected from 35 teachers through a structured questionnaire. The results of the study indicate that: (1) transformational leadership style has a positive and significant effect on teacher work motivation, (2) transformational leadership style has a positive but insignificant effect on teacher performance, (3) work motivation has a positive and significant effect on teacher performance, and (4) transformational leadership style has a significant effect on teacher performance when mediated by work motivation. Considering that the direct effect of transformational leadership style on teacher performance is not significant, these results confirm the complete mediation of motivation on teacher performance. The results of this study recommend that school leaders provide professional development programs, as well as implement transparent performance evaluations to improve teacher effectiveness in inclusive education. Future research could explore additional variables, such as job satisfaction, school environment, and parental support, to gain a more comprehensive understanding of the factors that influence teacher performance in inclusive educational environments

    973

    full texts

    1,853

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇