Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
1853 research outputs found
Sort by
Testing The Scientificity of Progressive Legal Theory Through Karl Popper's Falsification: A Study of the Philosophy of Science
The development of scientific knowledgestarting from a problem that often arises because the existing theory is seen as unable to solve or is no longer adequate to overcome the problem. The progressive legal theory initiated by Satjipto Rahardjo was born when the existing legal theory was seen as no longer adequate to overcome legal problems in Indonesian society. However, the problem with the progressive legal theory that has not been seriously touched on so far is the scientific nature of the progressive legal theory as a theory from the perspective of the philosophy of science. According to Popper, a theory is scientific if and only if it can be refuted by an event that can be imagined. Falsification for Popper is a demarcation criterion that provides a distinction between scientific and non-scientific theories or pseudoscience. Therefore, it is important to conduct research on whether the progressive legal theory is a scientific, non-scientific, or pseudoscience theory? so that the progressive legal theory undergoes corroboration (confirmation). This study uses a library research method with a qualitative approach, using a descriptive method (descriptive-analytical). The results of this study are based on the application of falsification to the progressive legal theory, which has a theoretical corein the form of a hypothesis“law is not just a matter of rule, but also of behavior”, isNofalsifiable, thus non-scientific. However, this does not mean that progressive legal theory is not enlightening or meaningless.
The Effect of Organizational Intelligence on Workforce Agility with Psychological Empowerment as a Mediating Variable on Employees of PT. X Medan
Organizations need employees who are able to proactively and adaptively improve, learn, and solve problems from their daily work.Workforce agilitycan help organizations with the agility of their workforce in facing changes, companies or organizations need to have agile members/personnel to form a team that has work agility. The above problems need to be developed throughorganizational intelligence(OI) is the ability to mobilize an organization to move in accordance with the desired development direction. The purpose of the research is to examine the influenceorganizational intelligencetoworkforce agilitywithpsychological empowermentas a mediating variable. The sampling technique used ispurposive sampling. The results of the study showed that there was an influenceorganizational intelligencetopsychological empowerment, with a CR value (t-count) of 5.223 > 1.96 and/or P-value with a *** sign (very significant) 0.000 < 0.05. There is an influencepsychological empowermenttoworkforce agilitywith a CR value (t-count) of 9.472 > 1.96 and a P-value with the *** sign (very significant) 0.000 < 0.05. There is an influenceorganizational intelligencetoworkforce agilitywith a CR value (t-count) of 6.057 > 1.96 or a P-value with the *** sign (very significant) 0.000 < 0.05. There is an influenceorganizational intelligencetoworkforce agilitywithpsychological empowermentas a mediating variable with the Sobel test calculation it is known that the Two-tailed P-value (significance) is 0.000 < 0.05 or the Sobel test statistic value is 4.578 > 1.96
Pengembangan Media Disiar (Diorama Siklus Air) Untuk Materi IPA di Sekolah Dasar
Penelitian ini dilakukan berdasarkan sebuah temuan di lapangan bahwa belum sepenuhnya guru sekarang menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif di dalam kelas pada saat pembelajaran berlangsung. Kurangnya pemangfaatan media pembelaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan membuat siswa menjadi cenderung mudah bosan, kurang bersemangat, dan sulit memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran yang diberi nama DISIAR (Diorama Siklus Air) pada pembelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Penelitian model ADDIE adalah model yang melibatkan prosedur atau Langkah-langkah yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evalutation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media DISIAR (Diorama Siklus Air) dinyatakan layak digunakan berdasarkan hasil validasi ahli media mendapatkan persentase akhir sebesar 92,1% dengan kategori “sangat layak” dan validasi ahli mareri mendapatkan persentase akhir sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Hasil Respon mendapatkan persentase akhir sebesar 97% dengan kategori “sangat baik” dan hasil respon siswa sebanyak 30 siswa mendapatkan persentase akhir sebesar 95% dengan kategori “sangat baik”
Penafsiran Ilmiah Ayat Al-Qur’an Tentang Gunung Sebagai Pasak: Perspektif Geologi pada Q.S. An-Naba’ Ayat 7
Penelitian ini mengkaji makna ayat Al-Qur’an tentang gunung sebagai pasak (rawāsiya/awtād) dalam Q.S. An-Naba’ ayat 7 melalui pendekatan tafsir ilmiah dan perspektif geologi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menjembatani pemahaman antara teks-teks keagamaan dengan temuan ilmiah modern, khususnya dalam ilmu kebumian. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik dan tafsir ilmiah, serta analisis data geologi terkini mengenai struktur dan fungsi gunung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran klasik memahami gunung sebagai penyeimbang bumi secara simbolik maupun fungsional. Sementara itu, kajian geologi modern menjelaskan bahwa gunung terbentuk melalui proses tektonik dan berperan dalam menstabilkan kerak bumi serta meredam gaya horizontal lempeng tektonik. Dengan demikian, istilah “pasak” yang digunakan dalam Al-Qur’an menunjukkan kesesuaian makna secara konseptual dengan fungsi geologis gunung dalam menopang kestabilan litosfer. Temuan ini menunjukkan adanya harmoni antara teks wahyu dan ilmu pengetahuan, serta membuka ruang dialog antara sains dan tafsir Al-Qur’an. Penelitian ini juga menegaskan bahwa pendekatan ilmiah terhadap ayat-ayat kauniyyah dapat memperkaya pemahaman keislaman secara rasional dan kontekstual
Islamic Education Methods in the Book Taṭawwur Mafhûm an-Naẓariyyah al Tarbawiyyah al-Islâmiyyah Karya Mâjid Irsân al-Kailâny
This study aims to analyze: (1) the biography of Mâjid Irsân Al-Kailâny, the author of Taṭawwur Mafhûm An-Naẓariyyah Al-Tarbawiyyah Al-Islâmiyyah, (2) the Islamic educational methods found in Taṭawwur Mafhûm An-Naẓariyyah Al-Tarbawiyyah Al-Islâmiyyah, and (3) the relevance of the development of Islamic educational methods in this book to contemporary educational methods today. This research is a qualitative study with a library research approach. The primary data source in this study is Taṭawwur Mafhûm An-Naẓariyyah Al-Tarbawiyyah Al-Islâmiyyah by Mâjid Irsân Al-Kailâny, supported by scholarly books and journals related to the discussion in this research as secondary sources. The data analysis technique used is content analysis. The results of this study indicate that Taṭawwur Mafhûm An-Naẓariyyah Al-Tarbawiyyah Al-Islâmiyyah by Mâjid Irsân Al-Kailâny contains various Islamic educational methods that are highly relevant to the development of contemporary Islamic education. He applies a variety of methods, sometimes using the lecture method, dialogue method, advice method, and discussion method. These methods are used depending on the conditions and circumstances of the learners. The Islamic educational methods in this book have strong relevance to the development of Islamic educational methods in the modern era. The relevance of the development of Islamic educational methods in Taṭawwur Mafhûm An-Naẓariyyah Al-Tarbawiyyah Al-Islâmiyyah to contemporary educational methods remains highly applicable, not only within households but also in classrooms and schools. In general, these methods complement and support each other
Ekologi dalam Al-Quran dan Hadis: Implikasinya Terhadap Kurikulum Pendidikan Islam
Ekologi dalam konteks pendidikan Islam merupakan kajian penting yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Al-Quran dan Hadis mengandung banyak ajaran yang mendukung perlindungan dan pelestarian alam. Artikel ini membahas bagaimana prinsip-prinsip ekologi yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadis dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Dengan mengedepankan konsep khalifah (pemelihara) dan amanah (tanggung jawab). Metode penelian yang digunakan adalah metode research library, yang objeknya dicari dengan berbagai informasi pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, majalah, koran, dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an dan Hadis memberikan panduan yang kuat mengenai pentingnya menjaga alam sebagai amanah dari Allah SWT. Nilai-nilai ini mencakup kewajiban untuk menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah kerusakan lingkungan, dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. Integrasi nilai-nilai ini ke dalam kurikulum pendidikan Islam diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan, sesuai dengan ajaran Islam. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya bertujuan membangun akhlak yang baik, tetapi juga kesadaran lingkungan yang tinggi sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual manusia
Tafsir Ilmiah Tentang Siang dan Malam dalam Q.S. Al-Isra’ Ayat 12
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna tafsir ilmiah dari fenomena siang dan malam sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Isra’ ayat 12 melalui pendekatan tafsir ilmiah. Ayat tersebut tidak hanya memuat petunjuk terjadinya siang dan malam, tetapi juga mengandung isyarat astronomi, kosmologi, dan fisika tentang keteraturan rotasi bumi dan pergantian waktu. Metode yang digunakan adalah metode maudhu’i atau tematik yang mana dalam penelitian ini mengungkap bahwa pergantian siang dan malam merupakan tanda kekuasaan Allah SWT. yang sekaligus menjadi dasar bagi aktivitas manusia dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pemahaman sains dan berbagai kajian tafsir ilmiah mulai klasik, modern hingga kontemporer. Data yang dikumpulkan berupa kajian literatur ilmiah terkait astronomi, fisika, dan fisika, serta kajian terhadap Q.S. Al-Isra’ ayat 12 yang menunjukkan adanya korespondensi antara teks Al-Qur'an dan temuan sains modern mengenai rotasi bumi pada porosnya. Studi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara teks wahyu dan pengetahuan ilmiah dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur'an di masa kini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah tafsir tematik ilmiah serta mendorong pengembangan pemahaman Al-Qur'an yang kontekstual dan integratif
Hadis Sebagai Pilar Deradikalisasi di Indonesia: Analisis Kurikulum Pendidikan Islam
Radikalisasi di Indonesia telah menjadi ancaman serius terhadap kestabilan sosial dan keamanan nasional. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan karakter generasi muda, sehingga pengintegrasian hadis sebagai pilar deradikalisasi dalam kurikulum pendidikan Islam menjadi sangat relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hadis dalam membentuk kurikulum pendidikan Islam yang efektif untuk mencegah dan melawan paham radikalisme. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis dokumen kurikulum yang ada di beberapa lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis yang menekankan moderasi, perdamaian, dan toleransi dapat menjadi landasan dalam membentuk materi ajar yang mampu menangkal paham ekstremisme. Selain itu, implementasi hadis ini dapat diperkuat dengan pelatihan guru yang mendalam tentang pemahaman hadis-hadis terkait deradikalisasi. Saran penelitian ini adalah perlunya penyusunan kurikulum berbasis hadis yang lebih komprehensif serta melibatkan para ulama, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan strategi pendidikan yang tepat untuk deradikalisasi di Indonesia
Membangun Karakter Religius dan Peduli Lingkungan di Sekolah Berbasis Pesantren
Pendidikan berperan penting dalam membentuk karakter manusia, melalui pendidikan karakter dapat membentuk sumber daya yang tidak hanya cerdas tetapi juga berperilaku baik. Sebab karakter tercermin dalam perilaku setiap individu. Salah satu karakter yang ditanamkan dalam pendidikan khususnya di Indonesia adalah karakter religius. Semantara dalam konteks global isu lingkungan semakin mendesak dan membutuhkan perhatian khusus, oleh karena itu penting untuk menanamkan karakter peduli lingkungan. Lembaga pendidikan berbsis pesantren berpotensi besar untuk mengintegrasikan kedua karakter tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana proses pendidikan di sekolah berbasis pesantren membangun karakter religius dan kepedulian terhadap lingkungan pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review. Teknik analisis data dalam systematic literature review yang digunakan yaitu meta sintesis dan meta analisis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses pembentukan karakter religious dan peduli lingkungan di sekolah berbasis pesantren dilakukan melalui metode (1) Penerapan kurikulum lingkungan hidup yang mengacu pada eco pesantren (2) Penerapan kurikulum lingkungan hidup yang diintegrasikan dengan nilai religious (3) penerapan visi-misi yang mengacu pada pembentukan karakter religious dan peduli lingkungan (4) Pembelajaran fiqih lingkungan (5) Metode keteladanan dan pembiasaan, dan (6) Praktik pengelolaan sampah yang sesuai
Pengaruh Penggunaan Metode PJBL (Project Based Learning) Terhadap Kreativitas dan Hasil Belajar Siswa di SDN Balongdowo 1 Candi
Pembelajaran yang dapat mendorong kreativitas untuk memberikan kesempatan untuk menciptakan ide-ide dalam mengekspresikan sesuatu yang baru. Dengan melibatkan siswa untuk mencari pengalaman yang dalam menyelesaikan pembelajaran dengan praktis serta mencari solusi yang unik dan inovatif. Kebebasan kepada siswa dalam hal pendekatan yang sesuai dengan minat bakat yang dapat mendorong kreativitas siswa. Tujuan penelitian ini adalah uji pengaruh penggunaan metode PJBL terhadap kreativitas dan belajar siswa, maka penelitian ini ingin mengetahui kemampuan belajar siswa dalam PJBL dan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh penggunaan metode PJBL. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini ialah metode kuantitatif menggunakan metode eksperimen. Metode kuantitatif eksperimen melibatkan proses sistematis pada peneliti untuk memanipulasi sat atau lebih variabel independen untuk mengamati dampaknya terhadap variabel dependen pada syarat yang terkontrol. Tingkat keefektifan pengaruh PJBL terhadap hasil belajar siswa pada saat di lapangan menunjukkan ada kenaikan yang signifikan pada pengukuran hasil pretest rata-rata 65% dan hasil postest rat-rata 85%. Karena nilai sig. (2-tailed) atau p-value uji t sebesar 0,00 yang artinya <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hal tersebut memiliki yang signifikan terhadap pengaruh PJBL terhadap kreativitas hasil belajar siswa