Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
1853 research outputs found
Sort by
Pembimbingan dan Pendampingan Jama’ah Haji Untuk Meningkatkan Kemandirian Jama’ah Menuju Haji Mabrur Sepanjang Umur
Pembimbingan dan pendampingan jama’ah haji dilakukan sejak dari tanah air sampai di tanah suci dan kembali lagi ke tanah air. Pembimbingan dan pendampingan dilakukan dengan tujuan agar jama’ah mampu melaksanakan ibadah secara mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, selain itu pendampingan juga bertujuan untuk mengawal ibadah jama’ah agar sesuai dengan tuntunan manasik, sehingga jama’ah dapat meraih haji yang mabrur sepanjang umur. Kegiatan pembimbingan dan pendampingan dilakukan dengan tiga metod, yakni ceramah, simulasi atau praktik, dan pengawalan atau pendampingan terhadap jama’ah. Hasil pembimbingan dan pendampingan adalah jama’ah bisa melaksanakan ibadah sesuai ketentuan agama mulai dari umrah wajib, pelaksanaan puncak haji di arafah, muzdalifah, dan mina, ibadah di Masjidil Haram yaitu thawaf dan sa’i, serta ibadah di Masjid Nabawi. Selain itu jama’ah juga lebih meningkat ibadahnya selama di tanah suci yang ditandai dengan rajin shalat jama’ah, membaca al-qur’an dan kesunnahan lainnya yang merupakan salah satu tanda diterimanya ibadahnya
Pemanfaatan Limbah Kulit Kemiri Menjadi Briket Arang di Desa Sarinembah, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo
Pengelolaan sampah merupakan persoalan penting yang tengah dihadapi oleh masyarakat Desa Sarinembah, Kecamatan Munte, Kabupaten Karo. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan hasil kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan sampah menjadi briket di Desa Sarinembah. Upaya ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sosialisasi langsung kepada masyarakat Desa Sarinembah. Tim pelaksana menjelaskan mengenai manfaat pengolahan sampah menjadi briket, teknik yang dapat diterapkan, serta potensi ekonomi yang muncul dari kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Sebagian besar masyarakat memperlihatkan antusiasme dan ketertarikan dalam mengadopsi teknik pembuatan briket dari sampah. Pendekatan ini juga terbukti mampu membuka kesempatan kerja baru serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian desa. Namun demikian, terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program, seperti keterbatasan infrastruktur dan perlunya sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, serta pihak-pihak terkait lainnya. Pemanfaatan teknologi tepat guna dengan menggunakan mesin sederhana yang efektif menjadi salah satu solusi yang dibahas agar program dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan positif dalam memberdayakan masyarakat Desa Sarinembah untuk mengelola sampah secara berkelanjutan. Selain itu, hasil kajian ini juga dapat dijadikan rujukan oleh pemerintah desa maupun lembaga non-pemerintah dalam menyusun program sejenis di wilayah lain
Kajian Takhrij Hadis Tentang Zuhud dan Implikasinya Terhadap Fenomena Hustle Culture
Perubahan sosial yang pesat akibat arus globalisasi dan kemajuan teknologi telah menciptakan tatanan kehidupan modern yang serba cepat dan kompetitif. Dinamika ini mengubah perspektif masyarakat terhadap nilai kerja dan definisi kesuksesan yang kemudian memunculkan fenomena hustle culture. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri kualitas hadis tentang zuhud, spesifik pada hadis riwayat Ibnu Majah no. 4102 serta mengaitkan nilai zuhud dengan fenomena hustle culture. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (libary research). Sumber data primer berasal dari kitab-kitab hadis, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur pendukung seperti kitab takhrij, buku, dan artikel jurnal terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hadis riwayat Ibnu Majah no.4102 tentang zuhud berstatus ḥasan lighairihi dengan syawahid dari jalur periwayatan Abu Ya’la al-Khalili. Konsep zuhud dalam hadis ini memunyai beberapa implikasi terhadap fenomena hustle culture, di antaranya redefinisi terhadap tujuan kerja dan makna kesuksesan sejati, pemutus rantai kompetisi material dan pengakuan sosial, menghargai keseimbangan dan kesejahteraan diri
Tafsir Audiovisual M. Quraish Shihab: Mengungkap Makna Sosial Qs. al-Ma'un dalam Program Acara “Shihab & Shihab”
Artikel ini membahas mengenai penafsiran ayat-ayat al-Qur’an oleh M. Quraish Shihab dalam program acara “Shihab dan Shihab” pada konten youtube “Najwa Shihab”. Media digital yang semakin berkembang menjadikan para pendakwah juga memanfaatkan ini untuk memperluas jaringan dakwahnya. Program acara “shihab dan shihab” dikemas oleh M. Quraish Shihab dan Najwa Shihab yang menerangkan penafsiran ayat-ayat al-Qur’an. Penelitian ini secara spesifik membahas penafsiran M. Quraish Shihab mengenai QS. Al-Maun dengan menggunakan Metode Maudu’i yakni metode penafsiran al-Qur’an secara tematis. Penelitian ini menemukan bahwa penafsiran M. Quraish Shihab memiliki karakteristik penafsiran yang bercorak sosial-kemasyarakatan dengan mendeskripsikan fenomena komunikasi dakwah audiovisual yang dikemas dengan konsep kekinian sehingga lebih mudah dipahami dan dinikmati oleh audiens. Dalam QS al-Maun menerangkan tentang urgensi kepedulian pada kaum lemah, terlebih pada anak yatim dan orang miskin, dan poin inti dari shalat yang didirikan bukan hanya sekedar ibadah ritual semata namun lebih pada sikap sosial, kepedulian dan keikhlasan dalam berbagi kepada sesama. Hal-hal yang mempengaruhi penafsiran tersebut adalah referensi dari kitab tafsir klasik hingga modern, potret singkat M. Quraish Shihab serta relevansinya dengan situasi masyarakat Indonesia saat ini
Analisis Pemaknaan Konsep Nasikh dan Mansukh dalam Qs. Al-Baqarah Ayat 106: Studi Komparatif Antara Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab
Penelitian ini berupaya untuk mengkaji dan membandingkan pemaknaan konsep nasikh dan mansukh pada Q.S Al-Baqarah ayat 106 berdasarkan dua corak tafsir; klasik diwakili oleh Ibnu Katsir, dan kontemporer oleh Quraish Shihab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan dan analisis komparatif pada Tafsir al-Qurʾan al-ʿAẓim karya Ibnu Katsir dan Tafsir al-Misbaḥ karya Quraish Shihab, serta didukung oleh literatur sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur terkait. Temuan penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan pandangan. Persamaannya, mereka mengakui adanya nasikh dan mansukh, menegaskan bahwa konsep ini hanya terjadi pada ahkam, serta sama-sama menekankan pentingnya kronologi turunnya wahyu dalam menentukan nasikh dan mansukh. Perbedaannya, Ibnu Katsir memahami ayat ini secara tekstual, dengan menekankan nasikh sebagai penghapusan hukum lama diganti dengan hukum baru, serta merujuk pada riwayat sahabat dan tabi’in. Sedangkan Quraish Shihab menafsirkan dengan coraf tahlili yang sifatnya kontekstual dan rekonsiliatif, menekankan bahwa nasikh tidak selalu berarti penghapusan total, melainkan bentuk penyesuaian hukum sesuai perkembangan masyarakat. Selain itu, keluasan penetapan pada ayat mansukh; Ibnu Katsir mengikuti tradisi klasik yang cenderung banyak, Quraish Shihab lebih selektif dan hati-hati. Relevansi perbandingan ini merupakan tanda hadirnya dialog antara tafsir klasik dan kontemporer, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan hukum Islam yang dinamis, tetap berpijak pada otoritas teks namun responsif terhadap tantangan masyarakat modern
Basic Concepts of Learning Evaluation in the Perspective of the Qur'an and Hadith
This study aims to explore in depth the fundamental concept of evaluation from the perspective of the Qur'an and Hadith, focusing on three main aspects: the definition of learning evaluation in the Qur'an and Hadith, the objectives of learning evaluation in the Qur'an and Hadith, and the principles of learning evaluation derived from these two primary foundations of Islamic teachings. The background of this study stems from the awareness that the evaluation process in education is not merely intended to assess students' learning achievements but also serves as a means of nurturing moral character and strengthening spiritual values in accordance with Islamic law. Therefore, a comprehensive understanding is required of how learning evaluation is positioned within the framework of the values of the Qur'an and Hadith, so that its implementation is not only technical in nature but also embodies moral and spiritual dimensions. This study employs a qualitative approach using a library research method, which involves reviewing, examining, and analyzing data from various relevant primary and secondary literature sources, including Qur'anic exegesis, Hadith commentaries, and scholarly books on Islamic education. The results of the study indicate that learning evaluation from the perspective of the Qur'an and Hadith is not solely oriented toward cognitive learning outcomes but also encompasses affective and psychomotor aspects, emphasizing the formation of Islamic character, honesty, responsibility, and diligence in learning
Negotiating Text and Context: The Hadith on the Prohibition of Women’s Travel Without a Maḥram in the Social and Legal Histories of Saudi Arabia and Indonesia
This study investigates the differing interpretations and applications of the hadith prohibiting women from traveling without a maḥram in Saudi Arabia and Indonesia. Through a comparative analysis grounded in historical, legal, and socio-cultural contexts, the research reveals that Saudi Arabia traditionally applies the hadith in a strict, textualist manner, rooted in the Ḥanbalī legal tradition and guardianship system. Indonesia, influenced by pluralistic scholarship and social realities, adopts a more flexible, contextualist approach through ijtihād by religious organizations. Despite these differences, the study affirms that the original ruling remains valid: a woman traveling without a maḥram is impermissible (ḥarām) unless in rare, necessity-based exceptions. The presence of a maḥram is not merely ideal but a critical safeguard upheld throughout Islamic legal history to protect women’s dignity (ʿirḍ) and safety (nafs). In modern contexts where security may seem assured, Muslim women must still prioritize obedience to Allah and His Messenger, over social convenience or personal autonomy. Modern adaptations must not override divine directives. Thus, the hadith's relevance continues, and contextual flexibility must remain within the bounds of Sharīʿah—aimed at upholding the protective purpose of Islamic law rather than promoting unrestricted freedom
The Contribution of H. Mukhtar Gami Zebua in the Development of Islamic Education in Gunungsitoli
This study aims to explore and analyze the contribution of H. Mukhtar Gami Zebua in the development of Islamic education in Gunungsitoli City, Nias Island. The background of this research is the reality that Gunungsitoli, a region with a Muslim minority population, has successfully established and developed Islamic educational institutions, largely due to the contributions of local figures such as Mukhtar Gami Zebua. The main focus of the research includes his biography, his role in da'wah and education, and the relevance of his contributions to the current condition of Islamic education. This research employs a descriptive qualitative method with a historical approach to Islamic education. Data collection techniques included document analysis, observation, and interviews with relevant informants. Data analysis was carried out based on historical analysis, content analysis, and contextual analysis , which were the combined into a crtitical historical synthesis, so that the final result is a conclusion and the relevance of the figure for the present. The findings reveal that H. Mukhtar Gami Zebua was a pioneer of modern Islamic education in Gunungsitoli. He founded and developed institutions such as Ibtidaiyah Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 32 Gunungsitoli, and the Aisyiyah Bustanul Athfal Kindergarten. He also played an active role in nurturing da’wah cadres and teachers, implementing an inclusive and contextual Islamic education system, and promoting Islamic values that are moderate, tolerant, and transformative. His legacy remains relevant today, particularly in fostering social harmony and strengthening Islamic identity through education
Optimalisasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi, bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru, serta peranan pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan literasi numerasi siswa kelas V di SD Negeri 02 Brujul, Jaten, Karanganyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam dengan guru kelas V, observasi pembelajaran matematika, dan dokumentasi berupa perangkat ajar dan hasil pekerjaan siswa. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik, peningkatan ketekunan, serta member check kepada informan. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil asesmen diagnostik awal, dengan penyesuaian pada konten, proses, dan produk pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan meliputi pembiasaan membaca kontekstual, diskusi kelompok kecil, refleksi pembelajaran, serta pemanfaatan pojok baca matematika. Pembelajaran berdiferensiasi berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep numerasi, serta memberikan ruang belajar
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Creativity Thinking Skill pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V Sekolah Dasar Se-Gugus 8 Bukittinggi
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) guna meningkatkan keterampilan berpikir kreatif (creativity thinking skill) siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas V Sekolah Dasar se-Gugus 8 Bukittinggi. Modul ini dikembangkan sebagai solusi atas rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Tahap Analysis dilakukan dengan menganalisis kebutuhan guru dan siswa terkait bahan ajar yang inovatif. Tahap Design merancang kerangka modul yang memuat tahapan PjBL, meliputi penentuan pertanyaan mendasar, perancangan proyek, penyusunan jadwal, pemantauan, penilaian, dan evaluasi pengalaman. Tahap Development menghasilkan produk berupa modul pembelajaran PjBL yang divalidasi oleh para ahli (ahli materi, ahli media, dan praktisi). Selanjutnya, tahap Implementation dilakukan melalui uji coba terbatas pada siswa kelas V. Tahap Evaluation dilakukan untuk mengukur efektivitas modul dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis PjBL ini sangat layak dan efektif untuk digunakan. Penilaian dari para validator menunjukkan kategori "sangat baik" dengan persentase rata-rata kelayakan di atas 90%. Uji coba pada siswa juga menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif mereka, yang ditunjukkan melalui hasil pre-test dan post-test. Modul ini terbukti mampu menstimulasi siswa untuk menghasilkan ide-ide baru, memecahkan masalah secara kreatif, dan berkolaborasi dalam menyelesaikan proyek. Dengan demikian, modul pembelajaran PjBL ini direkomendasikan sebagai salah satu alternatif bahan ajar yang inovatif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa