Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
    1853 research outputs found

    Penggunaan Platform Merdeka Mengajar: Pengalaman dan Pemahaman Guru Sekolah Dasar

    Get PDF
    Platform Merdeka Mengajar (PMM), diluncurkan melalui Merdeka Belajar Episode 15, merupakan inovasi penting dalam transformasi pendidikan di sekolah dasar. PMM dirancang untuk membantu guru dalam belajar, mencari sumber ajar, berbagi karya, melakukan penilaian kinerja, dan berkolaborasi. Penelitian ini bertujuan menggali pengalaman dan pemahaman guru dalam menggunakan PMM. Dengan pendekatan kualitatif dan desain fenomenologi, penelitian melibatkan 21 guru di Kabupaten Sumedang, baik dari daerah pedesaan maupun perkotaan, menggunakan metode wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara guru di perkotaan dan pedesaan. Guru di perkotaan memiliki pengalaman positif, seperti peningkatan kesadaran belajar mandiri, kolaborasi antar guru, perencanaan berbasis data, berbagi karya, serta mencari inspirasi mengajar. Pemahaman mereka terhadap PMM memungkinkan pemanfaatan fitur secara maksimal, menghasilkan perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, guru di pedesaan mengalami kesulitan, karena kurangnya pemahaman dan keterampilan menggunakan PMM, sehingga mereka merasa terbebani. Banyak guru di pedesaan hanya mampu membuka aplikasi tanpa dapat memanfaatkan fiturnya secara optimal.Penelitian ini menyimpulkan bahwa manfaat PMM bergantung pada pemahaman guru dalam menggunakannya. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan intensif sangat diperlukan agar PMM dapat memberikan dampak positif secara merata

    Materi Pendidikan Islam dalam Perspektif Hadis

    Get PDF
    Penelitian ini membahas materi pendidikan Islam dari perspektif hadis, sebagai sumber ajaran yang memberikan fondasi spiritual, intelektual, dan moral dalam sistem pendidikan Islam. Dalam konteks ini, hadis Nabi Muhammad SAW tidak hanya berfungsi sebagai penguat Al-Qur’an, tetapi juga sebagai panduan praktis dalam merancang materi pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kepustakaan dengan analisis isi terhadap teks-teks hadis klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi pendidikan Islam yang berlandaskan hadis mencakup tiga aspek utama: tauhid, fiqih, dan tasawuf. Ketiganya memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, memiliki kedalaman spiritual, serta pemahaman agama yang utuh. Tauhid mengajarkan nilai keesaan Allah dan membentuk fondasi iman, fiqih memberikan pemahaman hukum syariat, sementara tasawuf menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan kesadaran spiritual. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual dalam kurikulum pendidikan Islam. Integrasi hadis dalam materi ajar bukan hanya memperkuat landasan normatif pendidikan, tetapi juga memperkaya metode dan tujuan pembelajaran agar lebih kontekstual dan aplikatif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini penting untuk dijadikan referensi dalam pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter Islami secara menyeluruh

    Analisis Teori Legitimasi Max Weber dalam Akun Youtube Kajian Tafsir Al-Ma’rifah-Ustadz Musthafa Umar

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis penerapan teori legitimasi Max Weber dalam kanal YouTube Kajian Tafsir Al-Qur’an Al-Ma’rifah Ustadz Musthafa Umar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, mengumpulkan data melalui observasi video, analisis komentar audiens, serta kajian literatur terkait legitimasi keagamaan dan digitalisasi dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelusuran terhadap Ustadz Mustafa Umar memperoleh legitimasi melalui kombinasi tiga otoritas Weberian: tradisional, karismatik, dan legal-rasional. Otoritas tradisionalnya berasal dari latar belakang keluarga dan pendidikan keagamaan, otoritas karismatiknya dibangun melalui gaya dakwah yang santun dan mudah dipahami, sementara otoritas legal-rasional diperkuat oleh jabatan keagamaan serta karyanya dalam bidang tafsir. Kehadiran kanal YouTube tidak hanya mempertahankan legitimasi tersebut tetapi juga memperluas jangkauan dakwah tafsir al-Qur’an kepada audiens yang lebih luas. Kesimpulannya, media digital bukanlah ancaman bagi otoritas keagamaan tradisional, melainkan alat yang memperkuatnya melalui adaptasi komunikasi yang lebih interaktif dan luas. Serta implikasinya terhadap jamaah adalah pemahaman terhadap al-Qur’an yang lebih luas serta semakin kokohnya akidah ahlussunah wal jamaah

    Pembelajaran Al-Qur’an Menggunakan Metode Tilawati dan Ummi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pembelajaran Al-Qur’an melalui dua metode yang populer dan banyak digunakan di Indonesia, yaitu metode Tilawati dan metode Ummi. Fokus penelitian ini adalah pada efektivitas pendekatan masing-masing metode, struktur pembelajaran, serta sistem evaluasi yang diterapkan dalam membentuk kemampuan membaca Al-Qur’an yang sesuai dengan kaidah tajwid dan makharijul huruf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, laporan, dan literatur lain yang relevan dengan topik pembelajaran Al-Qur’an menggunakan kedua metode tersebut. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan karakteristik, keunggulan, dan kekhasan dari masing-masing metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Tilawati memiliki sistem pembelajaran bertingkat melalui enam jilid dan tahapan lanjutan dengan pendekatan klasikal dan individual baca simak, serta evaluasi melalui munaqosyah. Sementara metode Ummi menekankan pada 10 pilar mutu, pendekatan klasikal dan individual, serta evaluasi berjenjang yang sistematis. Keduanya efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik secara berkesinambungan. Namun, metode Ummi lebih terstruktur dari sisi manajemen mutu dan pelaporan, sementara metode Tilawati unggul dalam fleksibilitas pendekatan pengajaran. Kedua metode dapat diterapkan secara luas dalam pendidikan Islam di Indonesia dengan adaptasi sesuai kebutuhan lembaga

    Hadis Tentang Akhlak Dan Kebajikan: Sebuah Analisis Etnografi Menggunakan Metode Spradley

    Get PDF
    Penelitian ini menganalisis hadis tentang akhlak dan kebajikan melalui lensa etnografi, mengadaptasi metode Spradley untuk memahami sistem makna budaya yang terkandung di dalamnya. Hadis, sebagai sumber hukum dan pedoman hidup kedua dalam Islam, tidak hanya memuat ajaran normatif tetapi juga merefleksikan praktik dan nilai-nilai sosial masyarakat Nabi Muhammad SAW. Dengan menggunakan pendekatan etnografi Spradley, penelitian ini berupaya mengungkap kategori-kategori budaya, hubungan antar kategori, dan tema-tema dominan seputar akhlak dan kebajikan sebagaimana tergambar dalam hadis. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka mendalam terhadap berbagai riwayat hadis yang relevan. Analisis dimulai dengan identifikasi domain semantik (misalnya, jenis-jenis akhlak, bentuk-bentuk kebajikan), diikuti dengan analisis taksonomi untuk mengklasifikasikan elemen-elemen dalam setiap domain. Selanjutnya, analisis komponensial dilakukan untuk mengidentifikasi atribut-atribut yang membedakan antar kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis menampilkan kekayaan konsep akhlak dan kebajikan yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mencakup dimensi personal, sosial, dan spiritual. Hadis tidak hanya memerintahkan perbuatan baik, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku yang berlandaskan moralitas Islam. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana nilai-nilai akhlak dan kebajikan dikonstruksi dan diinternalisasi dalam masyarakat Muslim awal, menawarkan relevansi bagi pendidikan karakter dan pembinaan etika

    Pemaknaan Yatāmā dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Al-Ibrīz Karya Bisri Mustofa)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran K.H Bisri Mustofa dalam menafsirkan ayat-ayat yatim melalui salah satu karyanya Tafsīr Al-Ibrīz Fī M‘arifah Tafsīr Al-Qur’a>n Al-‘azīz. Tafsir ini adalah tafsir lokal yang ditulis dengan menggunakan arab pegon Jawi. Jenis penelitian ini adalah penelitian library research. Penelitian ini menggunakan metode penelitian maud}hu’ī. Bisri mendefinisikan al-yatīm sebagai anak yang kehilangan bapaknya sebelum berusia baligh. Di samping itu, Bisri Mustofa sangat meyakini bahwa Islam merupakan agama kasih sayang yang saling mengasihi, terutama terhadap anak yatim, bahkan Allah memerintahkan kita untuk berhubungan baik dengan anak yatim seperti hubungan persaudaraan. Dalam menafsirkan ayat tentang yatim Bisri Mustofa menggunakan tingkatan bahasa jawa (unggah-ungguh) yakni: Krama Inggil (sangat halus), Krama (halus), Madya (biasa), Ngoko (kasar). Penggunaan  kehalusan dan kekerasan diksinya bergantung pada pihak-pihak yang berdialog. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pembaca untuk memahami dan mengungkapkan maksud ayat yang ditafsirkanya

    Entrepreneurship-Based School Management Model to Increase Entrepreneurial Interest of Vocational Education Students at SMK Negeri 5 Padang

    Get PDF
    The purpose of this research project is to ascertain how the entrepreneurial-based managerial model that will be applied at SMK Negeri 5 Padang is seen by learners, educators, and administrators, as well as their expectations for how it will boost students' interest in business management. case study methodology combined with qualitative research. Data sources included learners, professionals, and administrator questionnaires at SMK Negeri 5 Padang as well as observation. It is thought that the entrepreneurship-based management approach can foster an environment in the classroom that encourages the growth of an entrepreneurial mindset. However, in order to increase student interest in entrepreneurship, dedication and support from all stakeholders—including better facilities—are required. Students' interest might be piqued in entrepreneurship by implementing a complete management model centered on entrepreneurship and bolstering infrastructure support

    Peran Guru Inovator pada Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Untuk Mengembangkan Kreativitas Peserta Didik Kelas V di MIN 5 Nganjuk

    Get PDF
    Kebijakan Merdeka Belajar adalah memberikan kemerdekaan kepada setiap satuan pendidikan untuk melakukan inovasi. Pada hakekatnya, Merdeka Belajar hadir untuk menggali potensi yang ada pada guru, sekolah dan peserta didik untuk berinovasi dalam meningkatkan kualitas secara mandiri. Mandiri bukan hanya mengikuti proses birokrasi pendidikan yang sudah ada, tetapi yang sangat diperlukan adalah kegiatan untuk berinovasi. Guru dan peserta didik diberi kebebasan untuk mengakses ilmu pengetahuan, serta metode pembelajaran yang berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai inovator dalam pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka untuk mengembangkan kreativitas peserta didik kelas V di MIN 5 Nganju. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis dalam penelitian ini adalah studi kasus (Field research). Lokasi penelitian ini dilakukan di MIN 5 Nganjuk. Sumber data dalam penelitian ini ada 3 yaitu (Person), (Place) dan, (Paper). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan wawancara,observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa guru sudah berperan sebagai innovator dalam pembelajaran berbasis kurikulum Merdeka ini. Hal ini terlihat dari guru yang berperan aktif terhadap perubahan dan pembaharuan dengan cara mengikuti kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah

    Implementasi Baamboozle Game pada Materi Keanekaragaman Hayati di SDN Mojopurno 01 Kabupaten Madiun

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meneliti implementasi Baamboozle Game pada materi keanekaragaman hayati di kelas V SDN Mojopurno 01 Kabupaten Madiun. Keanekaragaman hayati sering dianggap sulit oleh siswa karena melibatkan banyak konsep dan pengetahuan yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan total 9 peserta didik sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Baamboozle Game secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa. Pada pra siklus, 44,4% siswa mencapai KKM dengan rata-rata nilai 70,89%. Pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 66,7% dengan rata-rata nilai 76,89%. Selanjutnya, pada siklus II, ketuntasan mencapai 88,9% dengan rata-rata nilai 83,33%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa Baamboozle Game efektif dalam membuat pembelajaran keanekaragaman hayati lebih menarik dan membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih baik. Kesimpulannya, implementasi Baamboozle Game dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, motivasi, dan hasil belajar siswa dalam memahami konsep keanekaragaman hayati

    Peran Guru Sebagai Edukator dalam Menanamkan Karakter Religius Peserta Didik di SD/MI

    No full text
    Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan suatu pembelajaran untuk mengembangkan potensi peserta didik. Karakter merupakan watak yang ada pada pribadi seseorang. Jadi, karakter religius merupakan sikap atau perilaku seseorang yang didasari iman dan takwa yang berlandaskan al-Qur’an dan Hadits.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru sebagai edukator dalam menanamkan karakter religius pada peserta didik. Penulisan artikel ini menggunakan metode Library Research menelaah literature yang berkaitan dengan judul. Karakter religius peserta didik harus ditanamkan sejak kecil, karena semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka juga harus diimbangi dengan karakter religius. Peran guru sebagai edukator dalam penanaman karakter religius ini cukup besar terutama yang berkaitan dengan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Perencanaan penanaman karakter religius ini dimulai dari visi misi suatu lembaga itu sendiri dan juga tujuan pendidikan yang disinkronkan dengan tujuan pembelajaran di dalam kelas. Pelaksanaan di dalam kelas dapat melalui metode keteladanan, metode nasehat, dan sebagainya sedangkan penanaman karakter religius di luar kelas salah satunya dengan pembiasaan mengucapkan salam, berdo’a, sholat dhuha dan duhur berjama’ah dan lain sebagainya. Evaluasi penanaman karakter religius dapat dilakukan melalui observasi dan penilaian sikap religius peserta didik

    973

    full texts

    1,853

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇