Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
1853 research outputs found
Sort by
The Role of Formulaic Expressions through Lesson Study in Improving Writing Skills of Islamic Elementary Students in Indonesian Language Subject
This study investigates the role of formulaic expressions in enhancing the writing skills of Islamic elementary students through the lesson study framework. It is due to the fact that many students in Islamic Elementary School (Madrasah Ibtidaiyah) deal with some challenges in developing writing fluency, coherence, and grammatical accuracy. This study aims to explore how formulaic expressions, combined with the iterative cycles of lesson study, can improve these skills. The method of this study uses classroom observations, interviews with teachers and students, and assessments of students' writing performance across two lesson study cycles. This study resulted a significant increase in student engagement, fluency, and overall writing competence due to the structured integration of formulaic expressions with lesson study. This study also highlights the effectiveness of using formulaic language to reduce cognitive load and enhance linguistic scaffolding in writing tasks. It also implies that this approach can be applied to various educational settings to support writing development in young learners
Implementasi Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Pemahaman Peserta Didik pada Materi Jaring-jaring Bangun Ruang Kelas IV SDN Mojopurno 01 Madiun
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman belajar peserta didik dalam pembelajaran jaring-jaring bangun ruang dengan mengimplementasi pendekatan TaRL (Teaching at The Right Level). Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan kelas dilakukan secara nyata di kelas setiap Tindakan yang diberikan dapat memberikan Tindakan yang tepat untuk kemajuan pembelajaran peserta didik. Subjek penelitian dengan menggunakan 1 kelas IV SD sebanyak 7 peserta didik di SD Negeri 01 Mojopurno. Penelitian Tindakan Kelas dengan observasi di kelas dan memberi angket pemahaman belajar peserta didik dalam pembelajaran jaring-jaring bangun ruang dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 69.10% peserta didik merasa senang pada saat proses pembelajaran jaring-jaring bangun ruang dengan Implementasi pendekatan TaRL karena dikelompokkan sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing dan peserta didik menyukai kerjasama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pendekatan TaRL dapat meningkatkan pemahaman belajar peserta didik
Implementasi Manajemen Pembiayaan dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran Era Kurikulum Merdeka di SDIT Yabis Bontang
Peningkatan mutu pembelajaran menjadi salah satu fokus utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berbasis projek, dan pengembangan karakter peserta didik. Di tengah transformasi tersebut, manajemen pembiayaan sekolah memegang peranan penting dalam mendukung terselenggaranya proses pembelajaran yang berkualitas. Penelitian bertujuan menguraikan 1). untuk mendeskripsikan perencanaan manajemen pembiayaan dalam upaya peningkatan mutu pembelajaran di SDIT Yabis Bontang, 2). Untuk mendeskripsikan pengorganisasian manajemen pembiayaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SDIT Yabis Bontang, 3). Untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pembiayaan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SDIT Yabis Bontang, 4). Untuk mendeskripsikan Evaluasi manajemen pembiayaan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SDIT Yabis Bontang. Penelitian Menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama implementasi manajemen pembiayaan yang dilakukan oleh kepala SDIT Yabis telah terlaksana secara sistematis dengan baik, kedua Pelaksanaan Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi pembiayaan dilakukan dengan melibatkan semua pemangku kepentingan untuk terlibat bekerja sama dalam mengelola manajemen pembiayaan sekolah untuk peningkatan mutu pembelajaran
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berdiferensiasi Guna Meningkatkan Kualitas dan Hasil Belajar di SMK Iptek Kota Tangerang Selatan
Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMK IPTEK melalui pengembangan kemampuan guru dalam menyusun dan mengimplementasikan modul ajar berdiferensiasi, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa, selain itu dari hasil kegiatan melalui workshop yang dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dan dilanjutkan dengan shareing informasi dan pengalaman selama kegiatan diskusi yakni untuk bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada guru mengenai konsep dan prinsip pembelajaran berdiferensiasi, sehingga mereka dapat lebih efektif menerapkannya dalam proses pembelajaran, meningkatkan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi untuk guru dilatih untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa yang beragam. Ini termasuk penyesuaian materi, metode pengajaran, dan alat evaluasi yang tepat untuk berbagai tingkat kemampuan siswa, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan penyusunan modul ajar yang lebih baik dan relevan, workshop ini bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan menantang bagi siswa sesuai dengan potensi masing-masing, meningkatkan hasil belajar siswa dengan modul ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi siswa, diharapkan hasil belajar siswa meningkat. Siswa yang merasa lebih didukung dan tertantang sesuai dengan kemampuan mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan untuk target luaran pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah direncanakan untuk publish jurnal pada jurnal pengabdian kepada masyarakat
Preposisi Aroma dalam Membangun Branding Pariwisata Indonesia yang Berkelanjutan
Penelitian ini mengeksplorasi potensi dan efektivitas komoditas aroma dalam membentuk identitas merek pariwisata Indonesia yang unik dan khas, serta merumuskan strategi pemasaran berbasis aroma untuk segmen pariwisata berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan desain deskriptif, penelitian ini mengkaji aroma sebagai elemen unggulan yang dapat menjadi kekuatan kompetitif dalam memperkuat brand identity. Empat destinasi utama pariwisata yaitu: Bali, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta dipilih dengan melibatkan narasumber dari kalangan pemerintah, pelaku bisnis, dan akademisi, yang dipilih melalui metode triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, FGD, observasi langsung, serta kuesioner terstruktur. Penelitian ini menggunakan teori Resource Based View (RBV) dan analisis Meta-SWOT. Untuk faktor internal (IFAS), penelitian mengacu pada kriteria VRIO (Valuable, Rare, Inimitable, Organization Support), sementara faktor eksternal (EFAS) dianalisis menggunakan pendekatan PESTLE (Political, Economic, Social, Technological, Legal, Environmental) yang diperkaya unsur Sejarah dan Budaya. Penentuan bobot indikator Meta-SWOT dilakukan dengan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasilnya menunjukkan bahwa aroma memiliki potensi besar untuk menjadi keunggulan kompetitif Indonesia dalam menarik minat pasar pariwisata berkelanjutan, serta dapat berperan sebagai identitas merek yang kuat. Strategi pemasaran yang disarankan adalah strategi WO (Weakness-Opportunity), yang menekankan pentingnya memperbaiki kelemahan internal sebelum memanfaatkan peluang di pasar sustainable tourism.
Implementasi Nilai Moderasi Beragama sebagai Dasar Pendidikan Karakter Anak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Moderasi beragama dalam penanaman pendidikan karakter siswa di RA Nawa Kartika Ngarengan Kabupaten Ngawi. Peran pembelajaran tentang nilai-nilai moderasi beragama terhadap pendidikan karakter siswa sangat pentig diterapkan sejak dini karena menjadi dasar dan pedoman kehidupan supaya menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas serta mampu berkontribusi dalam pembangunan Nasional. Implementasi nilai-nilai moderasi beragama terhadap Pendidikan Karakter siswa adalah merupakan sarana dan media dalam pemahaman dalam sikap toleransi serta cinta tanah air. Studi ini mendeskripsikan tentang implementasi nilai-nilai moderasi beragama di RA Nawa Kartika Ngarengan. Hasil penelitian menunjukkan Bahwa Implementasi nilai moderasi beragama sebagai dasar pendidikan karakter siswa RA Nawa Kartika Ngarengan dilaksanakan dengan metode pembiasaan dan penggunaan media pembelajaran. Metode pembiasaan dilakukan dengan cara mebiasakan pada siswa untuk mengucap salam saat masuk dan keluar kelas, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, mencuci tangan sebelum makan dam membuang sampah pada tempatnya. Sedangkan media pembelajaran yang digunakan adalah berupa banner bergambar yang mencerminkan nilai-nilai moderasi yang penggunaanya seperti bermain ular tangga. Implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam menanam pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan sikap bullying antar teman sebaya. Penerapan pembiasaan dan media pembelajaran yang menarik dan inovatif menjadikan pemahaman tentang konsep moderasi beragama dapat menjadi landasan dalam membangun dan menanamkan pendidikan karakter siswa. Akan tetapi, masih diperlukan Pembinaan dan pelatihan untuk guru dalam penguasaan materi dan media inovatif untuk mengatasi tantangan dalam implementasi nilai-nilai moderasi beragama, serta komitmen bersama, kolaboratif dengan pihak orang tua untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai hak tanpa adanya perbedaan
Pengaruh Penggunaan Multimedia terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Fikih di Madrasah Ibtida’iyah Muhammadiyah Randualas
Penggunaan multimedia dalam proses pembelajaran sangat penting, hal tersebut dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan multimedia terhadap motivasi belajar siswa di MI Muhammadiyah Randualas. Dengan metode kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 33 siswa sebagai sampel yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang mengukur dua variabel: penggunaan multimedia dan motivasi belajar, dengan skala Likert. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan rumus Product Moment Pearson untuk menghitung koefisien korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara penggunaan multimedia dan motivasi belajar siswa, dengan koefisien korelasi r 0.92 Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa penggunaan multimedia dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, sehingga disarankan agar guru lebih banyak menerapkan multimedia dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan metode pembelajaran di MI Muhammadiyah Randualas
Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman Cerita Jataka melalui Penerapan Metode CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, Composition)
Tujuan penelitian yaitu; (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca pemahaman cerita jataka melalui penerapan metode CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, Composition); (2) penerapan metode CIRC (Cooperative, Integrated, Reading, Composition) dalam pembelajaran pendidikan agama Buddha pada meteri jataka. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas. Tempat pelaksanaan penelitian yaitu di Homeschooling Kusalamitra, Gunung Kidul. Penelitian ini berfokus pada peningkatan keterampilan membaca pemahaman cerita jataka siswa kelas X pada pembelajaran agama Buddha. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara, dokumen, serta tugas atau tes. Data yang sudah terkumpul lalu divalidasi dengan teknik triangulasi data dan review instrumen kunci untuk selanjutnya dianalisis, direduksi, dan disimpulkan. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan metode CIRC mampu meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa kelas X Homeschooling Kusalamitra pada pembelajaran agama Buddha dalam materi Jataka. Rata-rata nilai keterampilan membaca pemahaman siswa pada saat pra tindakan yaitu 57,63. Pelaksanaan siklus 1 nilai-nilai rata meningkat menjadi 71. Hasil pelaksanaan siklus 2 meningkat menjadi 78,25. Penerapan metode CIRC mengkondisikan siswa aktif membaca, menemukan ide pokok dari cerita jataka, dan terlibat diskusi kelas
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Augmented Reality (AR) Berbasis Tradisi Nyiwak terhadap Kemampuan Literasi Level B Siswa Kelas 2 SD Negeri 2 Senyiur
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangan Media Buku Cerita Bergambar Augmented Reality (AR) Berbasis Tradisi Nyiwak Terahadap Kemampuan Literasi Level B siswa Kelas 2 SD Negeri 2 Senyiur. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Desain, Development, Implementation, Evaluation). Pembeda dari buku cerita yang lain yaitu buku cerita tersebut menggunakan teknologi Augmented Reality dan menggunakan cerita budaya lokal tradisi Nyiwak di desa Senyiur. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas 2 Sekolah Dasar dengan jumlah 9 siswa sebagai pengguna. Instrumen pengembangan ini menggunakan lembar validasi ahli media ,ahli materi dan angket respon pengguna. Hasil penelitian yaitu dari validator ahli media mendapat skor 80% dengan kategori “Layak”. Sedangkan dari validator ahli materi mendapat skor 81% dengan kategori ”Sangat Layak”. Hasil angket respon siswa mendapat skor 97% dengan kategori “Sangat Layak” dari 9 siswa sebagai pengguna. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dapat di simpulkan bahwa media Buku Cerita Bergambar Augmented Reality (AR) Berbasis Tradisi Nyiwak Terhadap Kemampuan Literasi Level B siswa Kelas 2 SD Negeri 2 Senyiur sangat layak digunakan dalam pembelajaran literasi di Sekolah Dasar
Pengaruh Pola Asuh Otoriter dan Self-Esteem terhadap Bullying pada Siswa SMA
Tujuan penelitian ini ialah untuk pengaruh pola asuh otoriter dan self esteem terhadap bullying pada siswa sma Metode riset menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda dengan SPSS. Teknik Sample yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah 213 Siswa. alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala Pola Asuh otoriter , Self Esteem dan Bullying. Hasil Penelitian ini menyatakan ada Pengaruh Pola Asuh Otoriter terhadap bullying dengan nilai 4,65% pola asuh dapat mempemgaruhi bullying pada seorang siswa. Ada pengaruh Self Esteem terhadap Bullying dengan besar nilai 7,9%. Ada pengaruh pola asuh otoriter dan self esteem terhadap bullying siswa