Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
1853 research outputs found
Sort by
Implementasi Metode Sabaq, Sabqi, Manzil dalam Pembelajaran Tahfizhul Qur'an pada Salah Satu Sekolah Dasar di Bekasi
Institusi pendidikan formal dan nonformal menawarkan pelajaran dalam berbagai bidang akademik. Menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2003, pendidikan didefinisikan sebagai upaya terencana dan sadar untuk menciptakan proses pembelajaran dan lingkungan belajar di mana siswa dapat secara aktif mengembangkan potensi diri mereka sendiri. Kekuatan spiritual dan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan adalah beberapa dari potensi ini. Salah satu Sekolah Dasar di Bekasi adalah subjek penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai elemen sesuai dengan rumusan masalah, seperti persiapan pembelajaran, proses pembelajaran, dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat program sabaq, sabqi, dan manzil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan di rancang sebagai studi kasus. Penelitian ini berlangsung pada salah satu Sekolah Dasar yang terletak di Bekasi. Data yang dikumpulkan dari guru atau pembina tahfizh Al-Qur'an di kelas 5 Sekolah Dasar di Bekasi. Beberapa metode pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, studi dokumen, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program menghafal Al-Qur'an seperti sabaq, sabqi dan manzil merupakan metode efektif yang digunakan dalam pembelajaran tahfizh Al-Quran di sebuah Sekolah Dasar di Bekasi. Metode ini membantu meningkatkan hafalan siswa dan mengajarkan mereka disiplin serta manajemen waktu. Meskipun memiliki kelebihan, seperti memperkuat memori penghafal dan membuat hafalan melekat dalam ingatan, metode ini juga memiliki kelemahan, seperti membutuhkan banyak waktu dan menyebabkan kebosanan
Pengaruh Strategi Direct Reading Thinking Activity (DRTA) Berbantuan Media Cerita Bergambar Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV
Pengaruh strategi Direct Reading Activity (DRTA) berbantuan media cerita bergambar akan dikaji dalam penelitian ini, serta apakah strategi DRTA berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV dengan tujuan untuk mengkaji efektivitas strategi Directed Reading Thinking Activity (DRTA) yang didukung oleh media cerita bergambar dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 68 siswa, yang terdiri dari 35 siswa kelas IV SDN Pasanggrahan III sebagai kelompok eksperimen dan 33 siswa kelas IV di SDN Pasanggarahan I sebagai kelompok kontrol, kedua sekolah tersebut berlokasi di kecamatan Sumedang Selatan. Data kemampuan membaca pemahaman dikumpulkan dengan berbentuk soal esai. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif, uji Paired Sample Test. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa strategi Direct Reading Activity (DRTA) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Pasanggarahan III yaitu diperoleh dari hasil perhitungannya. Dan dapat dilihat dari (2 tailed) = 0,00 < 0,05, ini menunjukkan bahwa HO ditolak dan HI diterima
Teacher's Reflective Thinking Model in Overcoming Students' Problems at Schools Through Digital Communication
This study aims to find "Teachers' Reflective Thinking Model in Overcoming Student Problems at School Through Digital Communication". This study is considered important considering that there are still many student problems at school that are resolved by teachers in a reactive and spontaneous manner, without involving a reflective thinking approach. So instead of being able to resolve student problems, it can actually create new problems. This study uses a research and development method, so that it focuses more on the activity of developing a product through testing to see its effectiveness and usefulness before being socialized. The subjects of this research were teachers at SMP Negeri 1 Kedung Waringin, Bekasi Regency. Data collection through interviews, surveys, questionnaires and literature studies. Data analysis techniques used quantitative descriptive analysis. The results of the study showed that the teacher's reflective thinking model in overcoming student problems through digital communication is very feasible to use or can be a reference for teachers related to the stages in overcoming student problems at school. Through this model, the teacher's attitude can be more controlled and empathetic in dealing with student problems, so that they are able to take more controlled, measurable and effective actions
The Influence of Organizational Culture on Organizational Citizenship Behavior through Organizational Commitment
A teacher in a school is a benchmark for the advancement of an educational institution. This is because the participation of educators is very influential in improving school efficiency and improving accreditation. When students have good achievements, school accreditation is also good, and cannot be separated from the performance of teachers. This study was conducted on vocational high school teachers to determine the effect of OCB on organizational culture through organizational commitment. This study is a quantitative study with a total sampling technique of 135 respondents. The data collection technique uses the OCB research scale, organizational culture and organizational commitment. The analysis method used in this study is quantitative descriptive, the analysis test tool used is SmartPLS v.3.0 with the SEM (Structural Equation Modeling) analysis method. Based on the results of this study, it shows that organizational culture has a significant and positive effect on OCB, organizational culture has a positive and significant effect on organizational commitment, organizational commitment has a positive and significant effect on OCB, organizational culture has a positive effect on OCB through organizational commitment
Penggunaan Arabizi dalam Konten YouTube: Tinjauan Sosiolinguistik terhadap Proses Alih Bahasa
This study aims to analyze the features of language transfer found in the use of Arabizi on YouTube content, focusing on interference, borrowing, and code mixing. The method used is a qualitative approach through a literature review technique, examining various academic sources and scholarly journals to build a comprehensive analytical framework. The results show that Arabizi, as a writing system of the Arabic language using Latin letters, numbers, and symbols, reflects the complexity of language transfer in three main aspects. First, interference occurs through phonological adaptation, such as the use of numbers to represent Arabic letters that have no equivalent in the Latin alphabet. Second, borrowing is evident in the adoption of linguistic elements from the Latin alphabet and symbols to accommodate technical limitations in digital writing. Third, code mixing appears in the blending of Arabic and English, especially in informal communication on social media. This Arabizi phenomenon reflects how the Arabic language adapts to the demands of modern digital communication while still preserving the cultural identity of its users
Systematic Literature Review: Pemanfaatan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Literasi Siswa di Sekolah Dasar
Pemanfaatan Augmented Reality (AR) muncul sebagai teknologi inovatif yang berpotensi besar dalam meningkatkan literasi siswa melalui penggabungan elemen digital dan dunia nyata secara realtime. Dengan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan visual, Augmented Reality (AR) mampu memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih mendalam dan mengaktifkan keterlibatan siswa secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran dan dampaknya terhadap peningkatan literasi siswa di sekolah dasar. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang mengumpulkan dan mengevaluasi hasil penelitian terkait. Dari 379 artikel yang diidentifikasi, 8 artikel relevan digunakan sebagai sumber utama. Temuan menunjukkan bahwa Augmented Reality (AR) berkontribusi positif terhadap peningkatan literasi digital, numerasi, sains, dan membaca. AR mampu meningkatkan pemahaman konsep secara signifikan serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan guru, serta keterbatasan penggunaan Augmented Reality (AR) pada mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pengembang teknologi dalam menyediakan infrastruktur serta pelatihan intensif bagi pendidik. Dengan optimalisasi pemanfaatan AR, proses pembelajaran di sekolah dasar dapat lebih interaktif dan efektif dalam meningkatkan literasi siswa
Potensi Kesenjangan dalam Implementasi Standar Penilaian pada Madrasah Ibtidaiyah di Aceh Tenggara
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesenjangan dalam implementasi standar penilaian pada Madrasah Ibtidaiyah di Aceh Tenggara. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi berbagai faktor yang memengaruhi penerapan standar penilaian, termasuk perbedaan pemahaman di kalangan guru, keterbatasan fasilitas teknologi, dan beban kerja administratif yang tinggi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan dua guru, yang dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan yang bermakna dalam penerapan standar penilaian akibat interpretasi yang berbeda di antara guru, terutama terkait metode evaluasi siswa. Guru senior cenderung kesulitan mengadaptasi teknologi, sementara guru muda lebih responsif terhadap perubahan berbasis digital. Selain itu, keterbatasan fasilitas teknologi dan beban administratif memperburuk kesenjangan ini, sehingga memengaruhi keadilan dan konsistensi penilaian siswa. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan bagi guru, pendampingan teknis intensif, serta penyediaan fasilitas pendukung untuk menciptakan proses penilaian yang lebih adil dan merata sesuai dengan tujuan pendidikan
Isu Subordinasi Gender: Koloni Semut dalam Q.S. An-Naml: 18 Perspektif Tafsir Ilmi dan Teori Mubadalah
Artikel ini bertujuan untuk mengkonter penafsiran yang mensubordinasi peran perempuan dalam relasi gender melalui kajian terhadap Q.S. an-Naml: 18. Pemaknaan ayat-ayat al-Qur’an kerap bias terhadap dominasi laki-laki, seolah mengafirmasi superioritas gender tertentu. Namun, Q.S. an-Naml: 18 justru menampilkan semut betina sebagai pemimpin komunitasnya, sejalan dengan prinsip mubadalah yang menekankan ketersalingan peran tanpa subordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna ayat tersebut melalui Perspektif tafsir ilmi serta teori mubadalah Faqihuddin Abdul Qodir guna menegaskan bahwa Islam tidak mendukung relasi gender yang timpang. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan serta teknik analisis deskriptif, penelitian ini mengintegrasikan kajian tafsir dan sosial untuk menelaah pola kerja semut yang mencerminkan sistem kerja berbasis fungsi, bukan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial semut dalam ayat ini memberikan pelajaran berharga bagi manusia dalam membangun relasi yang adil dan setara, tanpa konstruksi hierarki yang menindas. Tafsir ilmi Kemenag juga menegaskan bahwa ayat ini bukan sekadar kisah hewan, tetapi mengandung isyarat mendalam mengenai keseimbangan peran dalam kehidupan sosial. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa Islam, sebagaimana tercermin dalam ayat ini, tidak mendukung relasi gender yang bersifat hegemonik, melainkan menekankan prinsip kesalingan yang adil dan harmonis
Men and the Responsibility of Restoring Women's Glory Perspective of Mutawalli Al-Sya'rawi in the Book of Tafsir Al-Mar'ah fĭ Al-Qur'ān Al-Karĭm
Acts of violence against women such as domestic violence (KDRT), harassment and other forms of violence are caused by the majority of men considering and positioning themselves as nobler and stronger than women. Many studies discuss men, women and gender equality from various points of view. However, research that emphasizes the full responsibility of men towards women from an interpretive perspective is still rare. This article aims to outline a discussion about men's responsibilities in maintaining and restoring the glory of women which is declining amidst the times. By using a contextual-based interpretive approach, this researcher explores the interpretation of Surah Al-Rūm verse 21 from Mutawalli Al-Sya'rawi's perspective in describing the significant roles of men and women. This research shows that men as human beings who are given superior strength and a higher status than women have the full responsibility throughout life to care for and glorify women both inside and outside the bonds of marriage, especially to restore the glory of women who are currently experiencing decline amidst the times. This study is useful as additional knowledge and theory to help awareness of the magnitude of men's responsibility in looking after women anytime and anywher
A Critical Narrative of Salafi–Wahhabi Discourse on Social Media
This article aims to explore the discourse narrative evolving from Salafi-Wahhabi scholars regarding Kalam (Islamic theology), including how this discourse is generated and disseminated. What was once a concern confined to a limited circle has now become a public issue accessible to anyone from diverse backgrounds. Thus, the discourse battle within Islamic thought has shifted its battleground, considering vastly different circumstances compared to its development in the past. This research falls under media studies utilizing content analysis. It delves deeply into the issues circulating on social media related to Salafi-Wahhabi preaching about Kalam (Islamic Theology). The findings of this article are twofold: Firstly, Salafi-Wahhabi groups often emphasize a discourse rejecting the use of theological speculation and philosophy in religious understanding. They argue that the Quran and Hadith as primary Islamic sources suffice as guidance in religious practices. They tend to reject rational and philosophical approaches in comprehending Islamic teachings, prioritizing a literal textual understanding. Salafi-Wahhabis stress literalism in religious interpretation and frequently view the understanding of Kalam (rational theology) as potentially confusing to creed and introducing concepts not found in sacred texts. Secondly, Salafi-Wahhabi groups have effectively utilized social media to disseminate their religious narrative. They possess significant financial support for producing high-quality religious content. Technological advancements have allowed them to reach broader and deeper audiences with their narrative. Social media has become a crucial tool in reinforcing their religious understanding and perspectives while also posing challenges in terms of social media literacy and religious tolerance