Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
Not a member yet
    1853 research outputs found

    Determinants of Islamic Social Reporting in Indonesian Islamic Commercial Banks

    No full text
    The purpose of this study is to analyze the effect of firm size, firm age, board of commissioners size, and leverage on the level of disclosure of Islamic Social Reporting (ISR) at Islamic Commercial Banks in Indonesia in the period 2018-2023. The method applied in this research is a quantitative approach with panel data regression analysis, which adopts a regression model known as the Random Effect Model (REM). Sampling through purposive sampling, with the criteria that Islamic Commercial Banks are consistently registered with the OJK from 2018-2023 and banks that provide complete annual reports during that period, and obtained the results of 10 banks with a total of 60 data observations. The data used is taken from the annual reports published on the official website of each bank for 2018-2023. The analysis shows that firm size and board of commissioners size have a positive influence on ISR disclosure. In contrast, firm age has a negative influence, while leverage does not show a significant influence on ISR. The limitations of this study are that it only focuses on several factors that influence the disclosure of Islamic Social Reporting. Future research can consider other factors to obtain comprehensive results

    Genealogy of the Concept of Wasathiyyah in Islamic Education: A Critical Analysis of Classical and Digital Texts

    No full text
    This research aims to examine the conceptual dynamics of wasathiyyah (Islamic moderation) in the context of Islamic education by conducting a genealogical exploration of classical texts and a critical analysis of current digital representations. The method used is qualitative, with a literature study and critical discourse analysis of two main corpora. First, classical Islamic literature, including tafsir, hadith, and works of authoritative scholars. And secondly, digital content such as online articles, social media, and da'wah videos. The findings show that in classical texts, wasathiyyah is understood as an epistemological principle that harmonizes reason and revelation and rejects extremism. In the digital space, that meaning is often simplified or even distorted due to the influence of ideological interests and populist communication patterns. The challenge for Islamic education in maintaining its scientific authority and transformative value arises from this phenomenon. Thus, the integration of classical scientific heritage and critical religious digital literacy is a key strategy in building a contextual, reflective, and value-rooted Islamic education paradigm based on the principle of rahmatan lil-‘alamin

    Strategies for Overcoming Stereotypes and Prejudice in Multicultural Arabic Language Education Nātiq International Arabiyah Pare Kediri

    No full text
    In a multicultural educational environment, stereotypes and prejudices can be challenges that affect the effectiveness of learning, including in Arabic language education. Naatiq International Arabic Course Pare Kediri, as an Arabic language learning center that accommodates students from various cultural backgrounds, faces complex social dynamics. This study aims to identify the forms of stereotypes and prejudices that occur in Arabic language education at the Naatiq International Arabiyah Course Pare Kediri, analyze the causal factors, and formulate effective strategies to overcome these problems. The research method used is a qualitative approach with observation and interview techniques. The results of this study are that to overcome stereotypes and prejudices in multicultural education at the Naatiq International Arabiyah Course Pare Kediri, they not only adhere to knowledge and introduction to Arabic culture through the cultural introduction curriculum but also dare to speak and socialize with each other in discussions between classes to make it comfortable to learn without fear of making mistakes in pronouncing the language. So that Arabic language learning will be absorbed and cultural introduction will be more easily accepted. on the concept that differences in culture, ethnicity, and background are riches that enrich learning, not threats

    Kajian Stilistika Uslūb Tafḍīl dalam Khutbah Imam Ali: Studi pada Nahjul Balaghah Jilid 1

    No full text
    This study investigates the stylistic deployment of uslūb at-tafḍīl (comparative-superlative constructions) in selected sermons of Imam ʿAlī contained in Nahjul Balaghah, Volume I, as rendered into Indonesian by Muhammad Halabi. Employing a qualitative, stylistic-textual method, it maps how Arabic linguistic devices—especially ism tafḍīl—convey rhetorical force, ethical exhortation, and spiritual resonance, and examines the extent to which these effects survive translation. The data set comprises sermons that employ uslūb at-tafḍīl explicitly or implicitly; each is analysed for its grammatical form, rhetorical function (moral persuasion, social criticism, performative oath), and the shifts that occur in the target text. The findings reveal that tafḍīl transcends mere grammatical comparison, functioning as an evaluative, ideological, and pragmatic resource. The lexical and syntactic constraints of Indonesian attenuate certain nuances, especially moral intensity and emotive colouring, while Halabi's translation captures most of the expressive load. The article contributes to Arabic stylistics, Islamic rhetoric, and translation studies by underscoring the need to preserve stylistic integrity when mediating sacred discourse

    Efektivitas Penggunaan Media Papan Pintar Perkalian Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    Studi ini didorong oleh pemahaman siswa yang tidak memadai tentang perkalian, yang disebabkan oleh pendekatan pedagogis tradisional yang hanya bergantung pada hafalan dan penggunaan alat bantu pengajaran yang tidak memadai. Studi ini bertujuan untuk menilai kemanjuran penggunaan media Multiplication Smart Board yang berasal dari bahan bekas dalam meningkatkan pemahaman konsep perkalian di antara siswa sekolah dasar kelas empat. Metodologi yang digunakan adalah pra-eksperimental, menggunakan desain pra-tes-pasca-tes satu kelompok. Subjek penelitian terdiri dari tujuh siswa kelas IV. Tes isian digunakan untuk menilai pemahaman konsep perkalian sebelum dan sesudah intervensi. Pemeriksaan data menggunakan Matched T-Test mengungkapkan perbedaan yang cukup besar antara skor pra-tes dan pasca-tes, dengan skor pra-tes rata-rata 65,00 dan skor pasca-tes rata-rata 93,43. Nilai signifikansi sebesar 0,003 (<0,05) menunjukkan bahwa media papan pintar perkalian yang berasal dari barang bekas bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Penelitian ini menganjurkan penerapan bahan konkret yang kreatif dan ramah lingkungan dalam pendidikan matematika untuk meningkatkan hasil belajar siswa

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Media WEB di SDN 02 Sungai Talang

    No full text
    Media pembelajaran berbasis web dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa dalam belajar hal ini penting karena sebagian besar hasil belajar siswa di SD Negeri 02 Sungai Talang kelas IV cendrung menurun pada materi menganalisis pesan dan informasi dalam media digital. Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media web. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model spiral Kemmis-Mc Taggart yang terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Penelitian ini dilakukan pada 24 siswa kelas IV di SD Negeri 02 Sungai Talang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Instrumen pengumpulan data menggunkan lembar observasi, asesmen formatif, jurnal refleksi dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data untuk menganalisis hasil belajar siswa menggunakan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke Siklus II dengan penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media web. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa telah menunjukkan kesungguhan dalam pembelajaran sehingga penelitian ini mampu untuk meningkatkan hasil belajar

    Tanggung Jawab Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Perspektif Tafsir Maudhu’i

    No full text
    Pendidikan karakter anak merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan generasi yang berakhlak mulia dan berkualitas. Dalam Islam, orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak, baik dalam aspek agama, moral, maupun intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tanggung jawab orang tua dalam membentuk karakter anak berdasarkan perspektif tafsir Maudhu’i. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis tafsir Maudhu’i (tafsir tematik), yang mengkaji ayat-ayat Al-Qur'an terkait dengan tema tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak. Jenis penelitian ini bersifat kepustakaan (library research), dengan sumber utama Al-Qur'an dan tafsir-tafsir klasik serta kontemporer, seperti Tafsir Al-Maraghi dan Tafsir Ibnu Katsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak dapat dibagi menjadi tiga aspek utama: pertama, mendidik anak sesuai dengan fitrah yang telah Allah tanamkan dalam diri mereka, kedua, pendidikan akhlak yang berbasis pada keteladanan orang tua, dan ketiga, pendidikan intelektual yang mengajarkan berpikir kritis dan memahami ajaran agama. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam era digital, di mana paparan informasi dan media sosial dapat mempengaruhi karakter anak. Oleh karena itu, orang tua diharapkan bijaksana dalam mendampingi anak-anak mereka agar tetap berada pada nilai-nilai Islami. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan penguatan peran orang tua dalam mendidik anak, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di dunia digital

    Systematic Literature Review (SLR): Analisis Strategi Pembelajaran Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan

    No full text
    Membaca permulaan merupakan tahap penting dalam perkembangan literasi peserta didik yang berperan dalam membentuk kemampuan membaca yang lebih kompleks. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam penerapannya, seperti kurangnya metode yang tepat dan perbedaan kemampuan peserta didik dalam menyerap pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran membaca permulaan melalui kajian literatur guna mengidentifikasi pendekatan yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah jurnal, buku, dan publikasi akademik terkait. Analisis dilakukan terhadap metode fonik, metode global, pendekatan berbasis permainan, pemanfaatan teknologi, dan pendekatan multimodalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fonik efektif dalam meningkatkan kesadaran fonologis, sedangkan metode global lebih menekankan pemahaman makna kata. Pendekatan berbasis permainan dan teknologi meningkatkan motivasi serta keterlibatan anak dalam pembelajaran. Pendekatan multimodalitas, yang mengombinasikan berbagai media seperti gambar, video, suara, dan gerakan, terbukti memperkuat daya ingat serta pemahaman membaca peserta didik

    Pengaruh Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Penyajian Data pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh model pembelajaran berdiferensiasi berbasis masalah terhadap peningkatan pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar, khususnya pada materi piktogram dan diagram batang. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design. Subjek penelitian melibatkan siswa kelas IV dari dua sekolah dasar di wilayah Tasikmalaya. Satu kelas ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang memperoleh perlakuan pembelajaran berdiferensiasi berbasis masalah, sedangkan kelas lainnya menjadi kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan (pretest dan posttest). Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana rata-rata nilai N-Gain kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Hasil ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran berdiferensiasi berbasis masalah efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika, serta layak dipertimbangkan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang adaptif terhadap keberagaman karakteristik peserta didik di tingkat sekolah dasar

    Tindak Tutur Ilokusi Postingan Buzzer Paslon 02 pada Media Sosial Twitter

    Get PDF
    Sosial memungkinkan interaksi langsung antara paslon dan pemilih. Buzzer memainkan peran dalam Buzzer membantu memperluas jangkauan pesan kampanye, memungkinkan paslon untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang aktif di media sosial. Melalui postingan yang terencana, buzzer dapat mempengaruhi persepsi publik terhadap kandidat, menciptakan citra positif atau menyerang lawan politik. Media menjawab pertanyaan atau merespons isu-isu yang berkembang di masyarakat. Dalam era di mana informasi dapat dengan cepat menyebar, buzzer juga berfungsi untuk meluruskan informasi yang salah tentang paslon dan menjaga reputasi mereka. Oleh karena itu, peneliti akan menganalisis postingan akun buzzer paslon 02 ditinjau dari segi tindak tutur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur ilokusi berdasarkan fungsi ilokusi terdiri dari fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi komisif, fungsi ekspresif, dan fungsi deklaratif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan data penelitian secara deskriptif. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam menjalankan perannya, buzzer paslon 02 banyak melakukan  fungsi ilokusi fungsi asertif, fungsi ekspresif dan fungsi direktif. Fungsi asertif dilakukan ketika buzzer melaporkan  dan mengeluh tentang ketidakadilan dalam berkampanye yang dilakukan oleh paslon 02, fungsi ekspresif dilakukan ketika mengungkapkan perasaannya bahwa tidak bisa menerima pernyataan pendukung paslon lain menjatuhkan paslon 02 dan fungsi direktif dilakukan saat buzzer memerintah supaya berhati-hati dalam memilih Presiden, dan memesan bahwa supaya paslon 02 bisa tetap tenang di saat banyak berita hoax menyebar.Kata kunci: Postingan buzzer 02, tindak tutur, fungsi ilokusi

    973

    full texts

    1,853

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STIQ Amuntai (Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇