Jurnal Kajian Peradaban Islam (JKPIs)
Not a member yet
    133 research outputs found

    Tantangan dan Antisipasi Pendidikan Agama Islam di Tengah Arus Globalisasi

    Full text link
    Perkembangan zaman yang begitu cepat tidak dapat dipungkiri lagi akan mempengaruhi kehidupan manusia. Globalisasi yang terjadi sudah mengubah pola kehidupan manusia, dimana dampaknya bukan hanya efek positif melainkan dapat menghadirkan efek negatif pula. Pengaruh globalisasi saat ini sudah melarutkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam mulai dari tatanan kebudayaan, adat istiadat dan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Padahal Pendidikan Agama Islam mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia sebagai pendidikan yang bersifat mutlak, Pendidikan Agama Islam perlu dioptimlkan sebagai usaha pengembangan potensi diri agar tidak mudah terjerumus dalam gelapnya kehidupan di era globalisasi. Untuk itu, perlu diketahui berbagai macam tantangan dan antisipasi yang dapat dilakukan melalui Pendidikan Agama Islam di tengah arus globalisasi. Tujuan artikel ini untuk menjelaskan permasalahan Pendidikan Agama Islam saat ini dan bagaimana cara mengantisipasinya dalam menghadapi era globalisasi. Data dalam tulisan ini menggunakan studi literatur yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Pendidikan Agama Islam. Arus globalisasi bukan sebagai kawan ataupun lawan bagi Pendidikan Agama Islam, melainkan sebagai dinamisator. Ketika Pendidikan Agama Islam tidak mengikuti arus globalisasi  maka akan mengalami hambatan intelektual. Sebaliknya, ketika Pendidikan Agama Islam mengikuti arus globalisasi tanpa berlandaskan pada keislaman maka akan terlindas dan tidak tahu arah. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam harus memposisikan diri di tengah arus globalisasi  dalam arti yang sesuai dengan pedoman dan ajaran nilai-nilai Islam agar dapat diadopsi dan dikembangkan pada kehidupan manusia   The development of the era is so fast undeniably it will affect human life, Globalization has changed the pattern of human life, where the impact is not only a positive effect but can also bring adverse consequences. The influence of globalization now has dissolved the values ​​of Islamic religious education, starting from the social order, customs, and ethical values ​​of Islamic teachings. Even though Islamic education has an essential role in human life, as a comprehensive education, Islamic religious education needs to be optimized as an effort to develop self-potential, so as not to fall prey to the darkness of life in the era of globalization. For this reason, we need to know various kinds of challenges and anticipation that can be done, through Islamic religious education amid globalization. The purpose of this article is to explain the current issue of Islamic religious education and how to anticipate it in the face of the era of globalization. The data in this paper uses literature studies which are analyzed descriptively. The results of the survey show that globalization can be an opportunity as well as a challenge for Islamic religious education. The current of globalization is neither a friend nor an opponent for Islamic religious education but as a dynamism. When Islamic religious education does not follow the flow of globalization, it will experience mental obstacles. Conversely, when Islamic religious education follows the flow of globalization without being, based on Islam. It will get run over and don't know the direction. Therefore, Islamic religious education must position itself in the midst of globalization. in a sense that is by the guidelines and teachings of Islamic values ​​so that they can be adopted and developed in human lif

    Keberlanjutan Keberkahan pada Komunitas Bisnis Kuliner: CDA

    Full text link
    Tujuan penelitian  ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai religius sebagai sebab keberkahan bisnis.  Orientasi bisnis biasanya hanya  pada tujuan profit, benefit,  pertumbuhan, dan keberlanjutan/ keberlangsungan. Dalam artikel ini diungkapkan konsep keberlanjutan bisnis yang berkah. Data diambil dari komunitas bisnis kuliner sebagai contoh empiris yang terdapat di kabupaten Bandung, kecamatan Cileunyi.  Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif analisis. Agar hasil penelitiannya akurat, maka ditempuh dalam tiga langkah. Pertama, penyediaan data dengan metode simak-cakap dengan teknik kuisioner dan wawancara. Kedua, metode analisis  yang digunakan secara eklektik antara  Critical Discourse Analysis (CDA) pada tataran makro dan analisis prosentase. Ketiga, hasil analisis disajikan dalam tabel dan diberikan penjelasan secara deskriptif pada  istilah-istilah ekonomi berbasis nilai-nilai religius. Nilai-nilai religious penyebab keberkahan adalah keimanan dan ketaqwaan. Dalam Al-Qur'an ada empat  tema  'keberkahan', yaitu: (1) Mengimani Al-Qur'an dan mengamalkannya; (2)  semua tempat orang yang beriman-bertaqwa, dan saling mendoakan; (3) Mu'jizat para Nabi; dan (4) mengikuti Sunnatu Allah.   Rekomendasi dalam penelitian ini adalah perlunya revitalisasi nilai-nilai religious dalam aplikasi bisnis di masyarakat kabupaten Bandung, antara lain  pada komunitas bisnis Cipacing, Cileunyi.   The purpose of this study is to describe religious values as a factor of business blessing. Business orientation is usually only for profit, benefit, growth, and sustainability goals. In this article, the concept of business sustainability is revealed. The data is collected from the culinary business community as an empirical example found in Bandung regency, Cileunyi district. This study also applies descriptive analysis method. In order to have accurate results, the steps of method are conducted in three steps. First, the provision of data with the method of conversation with questionnaire and interview techniques. Second, the analytical method used eclectically between Critical Discourse Analysis (CDA) at the macro level and percentage analysis. Third, the results of the analysis are presented in a table and given a descriptive explanation on economic terms based on religious values. The religious values that cause blessing are faith and devotion. In Qur'an there are four themes of 'blessing', namely: (1) Believing in Qur'an and practicing it; (2) all places are faithful, and pray for one another; (3) Miracles of the Prophets; and (4) following the Sunnatu Allah. The recommendation in this study is the need to revitalize religious values in business applications in Bandung regency community, including business community in Cipacing, Cileunyi

    Prinsip Dasar Falsafah Akhlak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany dan Implikasinya dalam Pendidikan di Indonesia

    Full text link
    Tulisan ini bertujuan membahas prinsip-prinsip dasar falsafah akhlak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany dan implikasinya dalam pendidikan di Indonesia. Pendekatan pembahasan menggunakan metode kualitatif dan studi literatur. Berdasarkan hasil pembahasan, prinsip dasar akhlak Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany terdiri dari 6 prinsip. Pertama, percaya  pentingnya akhlak dalam hidup. Kedua, percaya bahwa akhlak itu sikap yang mendalam dalam jiwa. Ketiga, percaya bahwa akhlak ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan masyarakat. Keempat, percaya tujuan akhlak ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan masyarakat. Kelima, percaya akhlak itu sesuai dengan fitrah manusia. Keenam, percaya teori akhlak tidak sempurna kecuali ditentukan sebagian konsep-konsep asas seperti akhlak hati nurani, paksaan akhlak, hukum akhlak, tanggung jawab akhlak, dan ganjaran akhlak. Implikasinya, pendidikan akhlak sangat penting untuk dijadikan instrumen pokok dalam menentukan kebijakan pada semua jenjang pendidikan di berbagai institusi pendidikan. This paper aims to discuss the basic principles of akhlaq philosophy of Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany and its implications in education in Indonesia. The discussion approach uses qualitative methods and literature studies. Based on the results of the discussion, Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany’s basic prinsiples of akhlaq consist of 6 principles. First, believe in the importance of akhlaq in life. Second, believe that akhlaq is a deep attitude in the soul. Third, believe that akhlaq are to achieve world and the hereafter happiness for individuals and society. Fourth, believe the goal of akhlaq is to achieve happiness of the world and the hereafter for individuals and society. Fifth, believe akhlaq is accordance with human nature. Sixth, believe akhlaq theory is imperfect unless it is determined in part by basic concepts such as akhlaq conscience, akhlaq coercion, akhlaq law, akhlaq responsibility, and akhlaq rewards. The implication is that akhlaq education is very important to be used as the main instrument in determining policy at all levels of education in various educational institutions

    Negara Modern, dan Utopia Negara Khilafah(?)

    No full text
    Tulisan ini merupakan suatu studi literatur atas konsep khilafah dengan mengkontekstualisasikan pada perkembangan negara modern. Konsep negara modern seperti yang sering dijadikan rujukan para akademisi saat ini lebih sering menggunakan konsepsi yang dibangun dalam peradaban barat terhadap proses bernegara. Metode yang digunakan pada penulisan naskah ini adalah studi literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa meski terdapat perbedaan yang fundamental antara khilafah dan negara modern, akan tetapi secara konseptual khilafah mencerminkan tatanan kenegaraan yang juga terbingkai oleh konsep negara modern. Kemudian, fondasi epistemologi yang berteologi tampak dengan jelas pada QS 24:55 bahwa kehilafahan akan diberikan kepada kaum muslim dengan melandaskan pada kedaulatan Tuhan. Dalam praktik ketatanegaraan khilafah sesungguhnya terbingkai dalam konsepsi negara modern saat ini. Sedikit yang membedakan tetapi fundamental adalah, bahwa khilafah sepenuhnya mendasarkan tatanan kenegaraannya pada pijakan kebenaran teologis. Dan pada kesimpulannya dapat dinyatakan bahwa, konsepsi khilafah dalam kajian kontemporer bukanlah sesuatu yang utopis. Kemudian konsepsi khilafah yang mendasarkan pada peradaban islam harus terus diwacanakan untuk menantang negara modern yang mengacu pada peradaban barat yang selama ini lebih sering dijadikan rujukan para akademisi kontemporer. This paper is a literature study of the concept of khilafah by contextualizing the development of a modern state. The concept of a modern state as often used as a reference for academics today more often uses the conception that was built in western civilization towards the process of the state. The method used in writing this script is the literature study. The results of the study show that although there are fundamental differences between the khilafah and the modern state, conceptually khilafah reflects the state order which is also framed by the concept of a modern state. Then, the epistemological foundation that has theology appears clearly in Quran Surah 24:55 that morality will be given to Muslims based on God's sovereignty. In the practice of khilafah constitutionalism is actually framed in the conception of the modern state today. A little that distinguishes but is fundamental is that khilafah fully bases its state order on the foundation of theological truth. And in its conclusion it can be stated that, the concept of khilafah in contemporary studies is not something utopian. Then the concept of khilafah based on Islamic civilization must continue to be discourse to challenge the modern state which refers to western civilization which has been used as a reference for contemporary academics

    WAR: Democracy's Lengthened Hand

    Full text link
    Democracy and monarchy are often considered counterparts, and people tend to choose the free-will-conserving democracy rather than the stiff monarchy. The United States of America gives all they have to spread democracy to the world, even using militaristic way. It is obvious that America forces their democracy to be played by countries of the world, through the war as a way, and politics as another way. In short, war is just a tool for America to spread democracy to the whole world. Demokrasi dan monarki sering dianggap bertentangan, dan orang-orang cenderung memilih demokrasi yang mempertahankan kebebasan memilih daripada monarki yang kaku. Amerika Serikat berupaya keras untuk menyebarkan demokrasi ke seluruh dunia, bahkan menggunakan cara militer. jelas bahwa Amerika memaksakan demokrasi mereka untuk digunakan negara-negara di seluruh dunia, melalui perang sebagai salah satu cara, dan politik sebagai cara lainnya. Singkatnya, perang hanyalah salah satu cara yang digunakan Amerika untuk menyebarkan demokrasi ke seluruh dunia

    Urgensi Perubahan Pola Pikir dalam Membangun Pendidikan Bermutu

    Full text link
    Harapan untuk menghasilkan keluaran yang bermutu sesuai dengan keinginan masyarakat merupakan dambaan semua pihak. Institusi pendidikan seiring dengan tantangan dan persaingan global berlomba untuk memberikan nilai tambah dari lulusan yang dibinanya dan memberikan pengaruh positif (outcome) terhadap kemajuan peradaban masyarakat. Berturut-turut pendidikan Indonesia belum dapat berbicara banyak dalam kompetisi regional dan internasional sebagaimana rilis PISA. Begitu pula guru sebagai ujung tombak dalam pelayanan pendidikan dipandang belum memiliki kompetensi yang memadai untuk memberikan pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan jaman. Pengguliran konsep pendidikan abad 21 dipandang menjadi jalan keluar (way out) dalam mengakomodasi potensi pembelajar yang adaptif dengan perubahan dan digital. Keterampilan dalam berpikir kritis, kolaborasi serta penajaman kemampuan literasi diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan. Tentu saja perubahan pola pikir (mindset) terhadap hakikat pendidikan menjadi prasyarat mutlak dalam upaya menghadirkan pendidikan bermutu di tengah masyarakat. Hope for creating a qualified outcome which meets people need is every person expectation. Educational institution in the era of global competition attempts to give added values and positive outcome towards its graduation in enhancing civilization. Education of Indonesia has not got achievement in regional and international competition as PISA released. At the same time, a teacher as a front liner in giving educational service is regarded not to have an adequate qualification in up to date teaching activity. The concept of education in the 21 century is considered as a way out in accommodating a learner which is adaptive with a change and digital. Skills in critical thinking, collaboration, and shaping literacy competence are expected to improve the quality of education. The change of mindset towards the nature of education is an important requirement in presenting a good education in society.   &nbsp

    Proses Pengambilan Keputusan Efektif Islami di Sekolah (Studi Kasus di MTs al-Imam Cikembar Kab. Sukabumi)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu menemukan prinsip-prinsip dalam proses pengambilan keputusan yang efektif dan Islami. Penelitian ini menggunakan metode studi lapangan (field research) dan studi pustaka (library research). Dari kajian lapangan di MTs Al- Imam peneliti menemukan masalah dalam proses pengambilan keputusan berupa tidak ada pembagian kewenangan yang jelas sehingga terjadi dualisme kepemimpinan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan struktural MTs Al-Imam yaitu: (1) Pembagian kewenangan yang jelas, (2) Pengelolaan akademik sekolah/madrasah itu percayakan pada ahli/praktisi, (3) Menjadikan hukum Islam sebagai pedoman pengambilan keputusan agar tidak terjadi kejanggalan kebijakan (4) Menggali informasi akademik dari praktisi, (5) Menjalankan musyawarah mufakat. The purpose of the research is to discover principles in the decision-making process is effective and Islami. This research using the method of the study field (field research) and studies library (library research). Whereas through fieldwork in MTs Al-Imam researchers found the problem in the decision-making process of which there is no clear division of authority so dualism leadership. So there are some things to watch out for structural MTs Al-Imam, namely: (1) there is a clear division of authority, (2) in the management of madrasah school/academic trust in experts/practitioners, (3) make Islamic law as the guideline retrieval the decision to keep policy gaffe occurred (4) academic information Dug from practitioners, (5) Discussion consensus

    Kewajiban Adanya Kepemimpinan Politik dalam Perspektif Fikih

    Full text link
    Islam merupakan Din yang Allah turunkan mengatur segala aspek kehidupan manusia, dengan seperangkat aturan yang agung dan paripurna, mencakup perkara akidah maupun hukum syari’ah. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dan disusun dengan maksud untuk mengkaji fakta politik Rasulullan dan Khulafaurrasyidin, bagaimana islam yang merupakan sebuah kepemimpinan yang harus ditegakkan. Oleh karena itu, dapat kita saksikan bahwa Khilafah, terang benderang sebagai bagian dari ajaran Islam yang mulia, memuliakan mereka yang mengemban dan memperjuangkannya seterang mentari terbit tak terhalang awan bagi ia yang teguh meniti jalan Rasul-Nya. Secara praktis, penegakan konsep khas kepemimpinan Islam ini sebagaimana ditunjukkan oleh sunnah Rasulullah Saw, ‎yang menegakkan institusi politik Islam berpusat di Madinah al-Munawwarah, diteruskan oleh ‎para sahabat al-khulafâ’ al-râsyidûn pada periode yang disebut Rasulullah Saw dalam hadits hasan riwayat Imam Ahmad, sebagai periode al-khilâfah ’alâ minhâj ‎al-nubuwwah. Ditegaskan para ulama dalam turats mereka yang menguraikan kewajiban ‎menegakkan institusi Khilafah ini dalam kehidupan, sebagai ajaran Rasulullah Saw dan disepakati para sahabat dengan konsensus (ijma’) mereka

    Peran Sains dan Teknologi dalam Membangun Peradaban Islam

    Full text link
    Peradaban adalah suatu susunan masyarakat yang kompleks yang dicirikan oleh pembangunan perkotaan, stratifikasi sosial yang diterapkan oleh elit budaya, sistem komunikasi simbolik (misalnya, sistem penulisan), dan pemisahan yang dirasakan dari dan dominasi atas lingkungan alam.  Peradaban Islam adalah peradaban yang dibangun di atas dasar aqidah Islam, bertujuan sesuai maksud-maksud (maqashid) syariah, dan diwujudkan dengan mencontoh perbuatan (sunnah) Nabi Muhammad, para shahabatnya serta rambu-rambu halal dan haram.  Islam berada di puncak peradaban saat sistem Khilafah masih tegak, meski mengalami pasang surut.  Pada tulisan ini dibahas kondisi dunia sains dan teknologi terkini di Indonesia dan dunia, komparasinya dengan sistem Islam saat berada di puncak peradaban, dan tawaran solutif pengembangan sains dan teknologi saat ini

    Urgensi Transformasi Pemerintahan Demokrasi Menuju Pemerintahan Islam

    Full text link
    Transformasi sering dipakai dalam arti suatu upaya perubahan agar terjadi penyesuaian hukum dengan kebutuhan masyarakatnya. Mentransformasikan hukum baik dalam bentuk sistem maupun Peraturan Perundang-undangan yang baik dibutuhkan sekurang-kurangnya empat landasan yakni: landasan filosofis, sosiologis, yuridis. Di Indonesia, pergolakan pemikiran tentang hukum sebenarnya sudah dimulai pada saat berdirinya kerajaan-kerajaan primitif di nusantara. Namun demikian, hal ini sulit dilacak keberadaannya, kecuali dengan pendekatan arkeologi yang ketat dan memakan waktu tak sedikit itu. Penelitian deskriptif ini akan memaparkan bagaimana implementasi hukum positif di indonesia pada pra dan pasca kemerdekaan untuk dikomparasikan dengan hukum Islam. Meskipun hukum adat yang mencirikan khas keindonesiaan pernah menjadi salah satu tawaran terbaik, pada kenyataannya juga masih mudah terjebak pada paradigma yang lama, yakni positivisme hukum. Hukum tersebut tidak semestinya terjebak pada paradigma positivistik-legalistik-formalistik, yang menempatkan hukum sebagai benda mati. Secara teoretis memang sangat dimungkinkan hukum Islam sebagai sumber hukum utama dalam pembangunan dan pengembangan hukum di Indonesia, namun secara praktis hukum Islam hanya dijadikan landasan untuk mengatur hukum keluarga saja. Hukum Islam akan menjadi sumber utama hukum bila negara itu memiliki sistem pemerintahan Islam, tidak lain sistem khilafah

    114

    full texts

    133

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kajian Peradaban Islam (JKPIs)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇