Huma Jurnal Itah UIN Palangka Raya Open Journal System (OJS)
Not a member yet
1723 research outputs found
Sort by
Penerapan Pembelajaran Project Based Learning dalam Fiqh untuk pembiasaan Ubudiyah di MA Al Hikam Diwek Jombang.
Learning Fiqh in Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah/MA) often faces a gap between theoretical understanding and practical worship (ubudiyah), where students struggle to internalize the values of worship in their daily lives. The research question posed is: How does the application of the Project Based Learning (PBL) model in Fiqh subjects improve the ubudiyah habits of students at MA Al Hikam Diwek Jombang? This study uses a qualitative approach with a case study design at MA Al Hikam Diwek Jombang, East Java. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with teachers and students, and analysis of curriculum documents. Data analysis followed the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that PBL successfully enhanced students\u27 discipline and intrinsic awareness, with 85% of participants able to accurately explain the conditions for valid worship. However, unequal participation in group work and limited resources remain major challenges. The novelty of this research lies in the integration of PBL with daily worship practices (e.g., documenting congregational prayers), which has not been explored in previous studies.ABSTRAK (Bahasa) & ABSTRACTLearning Fiqh in Islamic Senior High Schools (Madrasah Aliyah/MA) often faces a gap between theoretical understanding and practical worship (ubudiyah), where students struggle to internalize the values of worship in their daily lives. The research question posed is
Penerapan Program Pembelajaran Muatan Lokal Sirah Nabawiyah Dalam Pembentukan Karakter Islami Di SDN Puspanegara 08
This study investigates how the Sirah Nabawiyah learning program affects students\u27 religious character. One of the important elements in Islamic teachings is religious character, which demonstrates a person\u27s closeness to Allah through their daily attitudes, words, and actions. The purpose of this study is to determine: 1) This learning plan begins with needs analysis, setting learning objectives, selecting teaching methods, choosing materials, and designing activities. 2) The implementation of learning begins with classroom management, teacher-student interaction, and the use of methods and media. 3) The evaluation of this learning uses tests, assignments, observations, and portfolios. This research uses a qualitative approach with a case study type. This research was conducted at a public elementary school. Data was collected through interviews and observation and documented for interactive model data analysis. Research shows that learning more about the life of Prophet Muhammad can help people learn Islamic values such as monotheism, honesty, patience, compassion, and obedience to Allah. The study of Sirah Nabawiyah also helps strengthen students\u27 Islamic identity and character. Therefore, learning Sirah Nabawiyah is very helpful in building a generation with noble character, high morality, and the ability to practice Islamic teachings with full awareness and responsibility. This is a strategic step towards building strong Islamic character in students.Studi ini menyelidiki bagaimana program pembelajaran Sirah Nabawiyah mempengaruhi karakter religius siswa. Salah satu elemen penting dalam ajaran Islam adalah karakter religius, yang menunjukkan kedekatan seseorang kepada Allah melalui sikap, ucapan, dan tindakan mereka sehari-hari.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Perencanaan pembelajaran ini dimulai dengan melakukan analisis kebutuhan, menetapkan tujuan pembelajaran, memilih metode pembelajaran, memilih materi, dan merancang kegiatan. 2) Pelaksanaan pembelajaran dimulai dengan pengelolaan kelas, interaksi guru-siswa, penggunaan metode dan media. 3) Evaluasi pembelajaran ini dengan menggunakan tes, tugas, observasi, dan portofolio. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar negri. Data dikumpulkan melalui wawancara observasi dan didokumentasikan untuk analisis data model interaktif.Penelitian menunjukkan bahwa mengetahui lebih banyak tentang kehidupan Nabi Muhammad dapat membantu orang belajar nilai-nilai keislaman seperti ketauhidan, kejujuran, kesabaran, kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah. Pelajaran Sirah Nabawiyah juga membantu memperkuat karakter identitas keislaman siswa. Oleh karena itu, pembelajaran Sirah Nabawiyah sangat membantu membangun generasi yang berakhlak mulia, memiliki moralitas tinggi, dan mampu menjalankan ajaran Islam dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Ini adalah langkah strategis untuk membangun karakter islami yang kuat pada siswa
Islam dan Kolonialisme Inggris pra-Malaysia dan Singapura
This study aims to analyze the relationship between Islam and British colonialism before thefounding of Malaysia and Singapore. The era of British colonialism in this region had asignificant impact on the development of the Islamic religion and Muslim society in the region.In this analysis, we look at the period of British colonialism from the 18th century to theearly 20th century, during which the British controlled areas such as the Malay Peninsulaand Singapore Island. The British adopted a different approach to Islam in Malaysia andSingapore. In Malaysia, the British used the existing traditional Islamic legal system, whilein Singapore, the British introduced a more secular British legal system. In the Malaysiancontext, British colonialism influenced the development of Islamic law and religiousinstitutions. The British introduced a more secular English legal system, which limited therole of Islamic law in public life. Despite this, Islam remained an important religion for theMuslim community in Singapore, and the British were not able to completely eradicate thereligion's influence. This research uses a historical approach and document analysis toinvestigate changes that occurred in religious practices and the influence of British colonialismon Islam before the founding of Malaysia and Singapore
Makna Qarar dalam Al-Qur
In the Qur'an there are many words that have various meanings, one of which is synonymouswith a place of residence, namely qarār which can be used for a solid place, an eternal placeand the worst place. When they are in different sentences, they have different meanings. Thisis influenced by the context that surrounds it. This uniqueness motivates the author toresearch and try to analyze the meaning of qarār contained in several related verses. Based onthe background, the formulation of the problem in this study is: How does qarār in theQur'an use Muhammad Syahrur's semantic analysis? The purpose of this study was todetermine the meaning of qarār in the Qur'an from Muhammad Syahrur's semanticapproach. This research is qualitative or library research. By using descriptive-analysis/thematic methods, and using Muhammad Syahrur's semantic approach with twosteps of use, namely paradigmatic syntagmatic analysis. The results of the findings of theword qarār which means the origin of the place of residence or determination. Basedon Muhammad Syahrur's semantic analysis at the paradigmatic level compared tothe word Maskan the meaning of Qarār is a fixed place that does not move around,then at the syntagmatic level analysis it is associated with the words Makiin, ardho,Dar, Bi'sa, ma'iin, and lahaamin meaning Qarār is a solid place, namely thewomb, a place for human beings to live, namely the earth, an eternal place, namelythe hereafter, a bad place, namely hell, a high place, namely Damascus, BaitulMaqdis, Palestine, and has no foothold, then with diachronic synchronic analysis itcan be It is known that in the pre-Qur'anic period the meaning of Qarār was themost comfortable seat like sitting on a camel, during the Qur'anic period it was aplace to live, in the post-Qur'anic period or today it is a place that Allah has createdto live in it and not will move around again if it enters that place. So the word qarārwill always be connected with the vocabulary that surrounds the verse through theparadigmatic and syntagmatic relations. So that the word qarār can be understoodproperly and correctly by the reader
Haji Mochamad Sanusi: Biografi dan Jejak Perjuangan
Penelitian ini memaparkan peran Haji Mochamad Sanusi pada masa pergerakan nasional yang mana pada saat itu lagi gencar-gencarnya organisasi masyarakat yang menjunjung tinggi kemerdekaan Indonesia yang disebarkan keseluruh provinsi sebagai sarana penduduk gerakan tersebut sebagai aksi perlawanan kepada penjajah belanda yang membuat situasi masyarakat Indonesia menjadi sangat miris yang terjadi dimana-mana, sehingga diperlukan nya suatu gerakan yang terorganisir yang mana munculnya berbagai kelompok organisasi yang berkonsep nasionalisme, Haji Mochamad Sanusi terdata dalam organisasi Sarekat Islam yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah organisasi pergerakan nasional di nusantara pada awal abad ke-20 dengan terbentuknya kelompok ini, perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Belanda memasuki babak baru. Sebelumnya, perlawanan hanya terjadi secara fisik di tingkat lokal setelah itu berkembang menjadi gerakan nasional kontemporer. Tujuan bersama kelompok-kelompok ini adalah untuk melepaskan diri dari kolonialisme sehingga dengan kata lain, biografi Haji Mochamad Sanusi dapat menginspirasi generasi muda melalui perjuangan dan dakwahnya.Penelitian ini memaparkan peran Haji Mochamad Sanusi pada masa pergerakan nasional yang mana pada saat itu lagi gencar-gencarnya organisasi masyarakat yang menjunjung tinggi kemerdekaan Indonesia yang disebarkan keseluruh provinsi sebagai sarana penduduk gerakan tersebut sebagai aksi perlawanan kepada penjajah belanda yang membuat situasi masyarakat Indonesia menjadi sangat miris yang terjadi dimana-mana, sehingga diperlukan nya suatu gerakan yang terorganisir yang mana munculnya berbagai kelompok organisasi yang berkonsep nasionalisme, Haji Mochamad Sanusi terdata dalam organisasi Sarekat Islam yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah organisasi pergerakan nasional di nusantara pada awal abad ke-20 dengan terbentuknya kelompok ini, perlawanan terhadap kekuasaan kolonial Belanda memasuki babak baru. Sebelumnya, perlawanan hanya terjadi secara fisik di tingkat lokal setelah itu berkembang menjadi gerakan nasional kontemporer. Tujuan bersama kelompok-kelompok ini adalah untuk melepaskan diri dari kolonialisme sehingga dengan kata lain, biografi Haji Mochamad Sanusi dapat menginspirasi generasi muda melalui perjuangan dan dakwahnya
Analisis Living Qur’an pada Tradisi Banyu Pelungsur dalam Persalinan
Penelitian ini bertujuan menggali proses penggunaan, pemaknaan serta diperolehnya ayat yang dijadikan sebagai bacaan dalam tradisi Banyu Pelungsur. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif analisis. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggunakan Teori Resepsi Ahmad Rafiq. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Adapun lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, dengan jumlah subjek 14 bidan kampung yang masuk dalam syarat dan kriteria penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa bidan kampung mengobati pelancar persalinan mengunakan ayat Al-Qur’an dengan alternatif air sebagai pengobatan. Selanjutnya, ayat yang digunakan dalam bacaan pelancar persalinan dengan membaca surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat kursi, At-Takasur, Al-Fil, do’a Nabi Yunus yang ditelan Ikan Nun yang terdapat dalam surah Al-Anbiya dan do’a siti Maryam pada saat melahirkan Nabi Isa AS. Dalam tradisi Banyu Pelungsur ini terdapat resepsi fungsional dimana ayat tersebut berfungsi sebagai pelancar persalinan. Tradisi ini berasal turun-temurun dari orang tua, guru dan ustadz. Penelitian ini bertujuan menggali proses penggunaan, pemaknaan serta diperolehnya ayat yang dijadikan sebagai bacaan dalam tradisi Banyu Pelungsur. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode deskriptif analisis. Pendekatan dalam penelitian ini adalah fenomenologi dengan menggunakan Teori Resepsi Ahmad Rafiq. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Adapun lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, dengan jumlah subjek 14 bidan kampung yang masuk dalam syarat dan kriteria penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini bahwa bidan kampung mengobati pelancar persalinan mengunakan ayat Al Qur’an dengan alternatif air sebagai pengobatan. Selanjutnya, ayat yang digunakan dalam bacaan pelancar persalinan dengan membaca surah Al Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat kursi, At-Takasur, Al-Fil, do’a Nabi Yunus yang ditelan Ikan Nun yang terdapat dalam surah Al-Anbiya dan do’a siti Maryam pada saat melahirkan Nabi Isa AS. Dalam tradisi Banyu Pelungsur ini terdapat resepsi fungsional dimana ayat tersebut berfungsi sebagai pelancar persalinan. Tradisi ini berasal turun-temurun dari orang tua, guru dan ustadz
Kajian Etnobotani Famili Zingiberaceae yang Dimanfaatkan oleh Masyarakat Desa Raut Muara Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat
Kajian etnobotani ini bertujuan untuk mendokumentasikan pemanfaatan tumbuhan dari Famili Zingiberaceae oleh masyarakat Desa Raut Muara, Kabupaten Sanggau. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif, melakukan observasi ke tempat penelitian secara langsung dan melakukan wawancara pada informan. Informan adalah ibu-ibu PKK, pengobat tradisional dan masyarakat yang menggunakan tumbuhan Famili Zingiberacea yang berdomisili di Desa Raut Muara. Data dikumpulkan dengan cara triangulasi yaitu mewawancarai informan, melakukan observasi, dan dokumentasi, dilakukan pada bulan Juni-Juli 2024. Tujuh spesies tumbuhan didapatkan dari Famili Zingiberaceae yaitu Kunyit (Curcuma domestica Val.), Kencur (Kaempferia galanga L.), jahe putih (Zingiber officinale Rosc.), Jahe merah (Zingiber officinale Roxb. Var. Rubra), Entemu (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Temu kunci (Boesenbergia rotunda. L dan Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat, baik sebagai bahan obat tradisional, bumbu masakan, maupun dalam upacara adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tumbuhan memiliki beragam manfaat, terutama dalam pengobatan tradisional, di antaranya untuk mengatasi gangguan pencernaan, peradangan, batuk, dan sebagai obat penyakit kulit. Kunyit dan Lengkuas, misalnya, sering digunakan dalam ramuan obat untuk mengatasi batuk dan pilek, sementara Cekur dan Laih bedayau dikenal sebagai bahan untuk memperbaiki stamina tubuh. Pemanfaatan tumbuhan ini menunjukkan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan perlu dilestarikan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian tanaman obat tradisional dan kearifan lokal masyarakat Desa Raut Muara
Perbedaan Konsumsi Oksigen (O2) pada Proses Respirasi Tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae
Respirasi adalah salah satu proses metabolisme (katabolisme), reaksi ini menggunakan oksigen untuk memecah senyawa-senyawa yang kompleks menjadi molekul-molekul sederhana seperti yang digunakan sel sebagai energi untuk bertahan hidup. Angiospermae adalah tumbuhan dengan biji tertutup dan biasanya menghasilkan bunga dan buah, sedangkan Gymnospermae adalah tumbuhan dengan biji terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan laju respirasi, pengaruh lingkungan terhadap laju respirasi, peran struktur daun pada laju respirasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju respirasi tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae.. Alat yang diperlukan untuk kegiatan ini ada timbang analitik, respirometer, beaker glass, pipet tetes, jarum suntik, dan tisu. Bahan yang diperlukan KOH, vaselin, meltilen blue, Oryza sativa, Mimosa pudica, Cycas rumphii, Pinus merkusii. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kali ulangan percobaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis of Variance (ANOVA) untuk mengetahui perbedaan konsumsi oksigen dalam proses respirasi antara tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae. Hasil yang didapatkan rata-rata laju respirasi tumbuhan Gymnospermae 0,33 sedangkan Angiospermae 0,45. Kesimpulan penelitian ini adalah tumbuhan Gymnospermae memiliki laju respirasi yang rendah dibandingkan dengan tumbuhan Angiospermae
The influence of guided inquiry models on students\u27 science processing skills through reflex movement practicum
The importance of Science process skills (SPS) in education is that as SPS develops, essential competencies will also improve, including students\u27 scientific attitudes and problem-solving skills. SPS are still rarely assessed because teachers generally measure only cognitive learning outcomes. This research aims to determine the effect of the guided inquiry model on students\u27 science process skills through a reflex movement practicum at SMAN 1 Lohbener. This quantitative research uses a quasi-experimental method with a posttest-only control design. The population of this study consists of XI MIPA, with the sample being class XI MIPA 1 as the experimental group with 16 students and XI MIPA 2 as the control group with 20 students. The instrument used was an essay test sheet on SPS based on five indicators: observing, classifying, predicting, concluding, and communicating (Hastuti & Wiyanto, 2019). The research results showed that the average score for the experimental class was 13,56, while the control class scored 10,95, with a significant level (α) = 0,05, S2gab = 6,48, tcount = 3,06 and t-table = 2,03. Because tcount > table, thus, hypothesis (Ho) is rejected. That means the guided inquiry model affects students\u27 science process skills in the reflex movement practicum at SMAN 1 Lohbener
Gaming as Virtual Experience of Learning Arabic in Native Speakers’ Environment: Assassin’s Creed Mirage
Game-based learning has proven to be a good intersection between technology and education. This study investigates the potential of the Assassin\u27s Creed: Mirage video game as a tool for Arabic language learning. The game was chosen due to Ubisoft’s first Arabic-themed and fully Arabic dubbed and subbed Assassin’s Creed game, released in 2023, set in 9th-century Baghdad. By using qualitative content analysis and following Ishaq’s serious language game model, the study examined how the game fulfills the criteria from academic goals, educational settings, cultural elements, and usability. Through the analysis of two missions, the study identified 679 key findings. Assassin’s Creed: Mirage (ACM) provides a rich Arabic language learning environment through in-game audio, subtitles, cultural elements, and interactions between players and non-playable characters (NPCs). These features allow players to experience language learning in a natural and immersive context, especially for comprehension learning. The finding demonstrates how this triple-A video game can aid language acquisition or provide Arabic teaching materials, making it a unique tool for Arabic learning in an engaging way. While the game appears to meet the criteria of Ishaq’s model, further research is needed to fully assess its effectiveness as a learning tool for Arabic language learners