Portal Jurnal Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Not a member yet
12648 research outputs found
Sort by
Kontekstualisasi Pendidikan Keluarga dalam Hadits Tarbawi
Pendidikan anak adalah proses multidimensional yang menempatkan orang tua sebagai elemen utama dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak. Orang tua bukan hanya bertindak menjadi pendidik saja, melainkan sebagai contoh teladan dalam mempengaruhi nilai moral, etika, dan sikap hidup anak. Ajaran dan hadits Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya komitmen orang tua ketika mendidik anak supaya memiliki pribadi muslim yang berakhlak mulia dan maslahah bagi masyarakat. Dalam Islam, kasih sayang dan empati yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam mendidik keluarga menjadi pondasi utama dalam mengintraksikan hubungan yang harmonis. Di era modern, tantangan baru bagi orang tua muncul seiring perkembangan teknologi, yang memerlukan perhatian khusus agar anak terhindar dari pengaruh negatif. Selain itu, penanaman nilai-nilai agama sejak dini, seperti anjuran Rasulullah SAW dalam mengajarkan ibadah, membekali anak dengan fondasi iman yang kokoh. Dengan teladan, kasih sayang, dan bimbingan bijaksana, orang tua dapat membantu membentuk generasi unggul secara akademis, tetapi juga berkarakter dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pendidikan dalam keluarga, yang berpijak pada nilai-nilai Islam, menjadi fondasi kuat bagi perkembangan anak sebagai generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi dunia
Relevansi Pemikiran Fazlur Rahman terhadap Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Kurikulum Merdeka
Pemikiran Fazlur Rahman sangat penting dipelajari khususnya dalam lingkup pendidikan Islam sebagai upaya untuk mengatasi dualisme dalam lingkup pendidikan dan kurikulum pendidikan Islam. Fazlur Rahman dikenal dengan pemikirannya yang cerdas sehingga dijuluki sebagai sosok intelektualisme Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode analisis isi. Sumber utamanya adalah buku-buku primer Fazlur Rahman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Fazlur Rahman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam di antaranya: a) Integrasi Ilmu dan Agama, b) Pendidikan sebagai proses yang dinamis, c) Kontekstualisasi, d) Pendidikan untuk semua. Kemudian dalam kaitannya dengan kurikulum merdeka di antaranya: a) Profil Pelajar Pancasila, b) Mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis, c) Menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin dan tanggung jawab, d) Integrasi ilmu di berbagai mata pelajaran, e) Pengembangan kemampuan berpikir kritis kreatif dan kolaboratif, f) Menggunakan metode pembelajaran yang dapat memperkuat pemahaman ajaran Islam, g) Pelatihan dan pengembangan kompetensi guru. Sementara itu, relevansi pemikiran Fazlur Rahman terhadap nilai-nilai pendidikan Islam dalam kurikulum Merdeka diharapkan dapat membuat pribadi peserta didik menjadi sosok yang kreatif.
Pengaruh Keimanan Terhadap Subjective Well-Being Pada Ibu-Ibu Pengajian
Penelitian yang melibatkan 98 subjek yang direkrut dari sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara perilaku keimanan dan Subjective Well-Being (Safaria, 2018). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana pengaruh keimanan terhadap kesejahteraan subjektif jika responden penelitian adalah ibu-ibu yang terlibat aktif mengikuti pengajian. Sebanyak 74 ibu-ibu pengajian dipilih sebagai sampel penelitian menggunakan teknik snowball sampling. Data penelitian dikumpulkan melalui skala perilaku keimanan yang disusun oleh Safaria (2018) dan skala Subjective Well-Being adaptasi ke dalam bahasa Indonesia oleh Khairudin & Mukhlis (2019). Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak smartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara keimanan dan kesejahteraan subjektif pada ibu-ibu yang aktif mengikuti pengajian (koefisien jalur = 0,293, nilai p-value = 0,020 < 0,05, nilai t hitung = 2,328). Ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat keimanan, semakin tinggi pula kesejahteraan subjektif, begitu pula sebaliknya. Temuan ini menemukan hasil berbeda dengan penelitian Safaria (2018) sebelumnya. Ketika responden secara aktif mengikuti pengajian, diduga mempengaruhi tingkat keimanan sehingga dapat mempengaruhi secara positif Subjective Well-Being . Dengan demikian, pengajian diduga dapat memperkuat keimanan yang pada gilirannya berdampak pada Subjective Well-Being pada ibu-ibu yang aktif mengikuti pengajian.Kata Kunci: Keimanan, Subjective Well-Being, Ibu-ibu Pengajian
Relationship Between Parents' Social Support And Students' Learning Motivation At Smkn 4 Purworejo
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar siswa sekolah menengah kejuruan. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan positif antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah kejuruan. Subjek penelitian ini adalah 483 siswa kelas X dan XI SMKN 4 Purworejo yang berusia 14-16 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Orang Tua (35 aitem, α = 0,914 ) dan Skala Motivasi Belajar (25 aitem, α = 0,806). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Spearman-Rho dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,441 dengan p=0,001 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi belajar pada siswa sekolah menengah pertama, begitu juga sebaliknya
Literatur Review: Pengaruh Smartphone Addiction Terhadap Psychological Well-Being
Banyaknya manfaat yang ditawarkan dari penggunaan smartphone beriringan dengan berbagai masalah yang ditimbulkan, salah satunya masalah smartphone addiction (adiksi ponsel cerdas) dan dampaknya pada psychological well-being (kesejahteraan psikologis). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh smartphone addiction terhadap psychological well-being. Metode yang digunakan adalah systematic literature review menggunakan pedoman PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan menelusuri penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan topik penelitian. Pencarian artikel dilakukan melalui database Sciencedirect, SAGE Journals, Wiley Online Library, SpringerLink, dan Taylor & Francis Online dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu. Hasil menunjukkan bahwa smartphone addiction berkaitan dengan depresi, stres, kecemasan, pemikiran bunuh diri, ADHD, hubungan sebaya yang negatif, dan gangguan sosial-emosional. Selain itu, temuan mengenai prevalensi smartphone addiction dan gangguan psikologis serta mediator hubungan-hubungan yang berkaitan dengan smartphone addiction dan psychological well-being telah dijabarkan pada kajian ini
Teachers' Experience in Implementing the Independent Curriculum in Junior High Schools
Teachers nowadays face their own challenges in conducting teaching activities in their classrooms based on the Merdeka Curriculum. Investigating teachers' experiences in implementing the Merdeka Curriculum in Junior High Schools (SMP), focusing on the challenges faced and the benefits obtained. A qualitative research method was employed, with data obtained through the analysis of internal school documents and teacher reflections. The findings indicate that teachers encounter various challenges in adopting the Merdeka Curriculum, particularly in understanding its concepts. However, they also find benefits from the flexibility provided by the curriculum, enabling them to design more relevant and engaging learning experiences for students. Teachers also undergo a change in their roles, shifting from traditional instructors to facilitators of learning more oriented towards developing students' skills. These findings underscore the importance of appropriate support and training for teachers in implementing the Merdeka Curriculum. The implications of this research emphasize the need for better supportive.Keywords : Teacher, Independent Curriculum, Strateg
Model Teknologi Rumah Instan Baja Ringan Sebagai Alternatif Gudang Proyek Yang Praktis Dan Ekonomis
AbstrakGudang proyek memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran konstruksi, terutama dalam manajemen material agar proyek berjalan efisien dari segi waktu dan biaya. Namun, metode konvensional dalam pembangunan gudang proyek sering kali tidak optimal karena durasi pengerjaan yang lama dan biaya tinggi. Studi ini menawarkan alternatif model gudang proyek berbasis teknologi rumah instan dengan struktur baja ringan yang lebih cepat dibangun dan lebih ekonomis dibandingkan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif untuk menganalisis aspek mutu, biaya, dan waktu pembangunan gudang proyek. Data diperoleh melalui analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) serta kajian terhadap kombinasi material yang optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model gudang dengan struktur baja ringan, atap galvalum spandek, dan dinding GRC 6 mm memiliki efisiensi tertinggi dengan biaya konstruksi Rp 1.220.586,67 per meter persegi. Berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih fokus pada penerapan baja ringan dalam proyek hunian modular, penelitian ini menekankan efisiensi baja ringan dalam gudang proyek, yang masih jarang dikaji. Studi ini berkontribusi dalam menghadirkan solusi konstruksi yang lebih adaptif dan hemat biaya bagi industri konstruksi. Implikasi kebijakan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi rumah instan berbasis baja ringan dapat menjadi bagian dari strategi percepatan pembangunan infrastruktur, khususnya dalam konteks pengelolaan tata ruang wilayah untuk mendukung ketersediaan fasilitas penyimpanan material yang lebih efisien. Oleh karena itu, integrasi teknologi ini dalam standar perencanaan gudang proyek dalam sistem tata ruang perkotaan dan wilayah direkomendasikan guna meningkatkan efisiensi, mengoptimalkan penggunaan lahan, serta mengurangi pemborosan sumber daya dalam industri konstruksi.Kata Kunci : Baja Ringan, gudang proyek, biaya AbstractProject warehouses play a crucial role in ensuring smooth construction processes, particularly in material management to enhance time and cost efficiency. However, conventional methods of project warehouse construction are often suboptimal due to prolonged construction durations and high costs. This study proposes an alternative project warehouse model based on instant house technology with a lightweight steel structure, which offers faster construction and greater cost efficiency than conventional methods.This research employs a quantitative and descriptive qualitative approach to analyze the quality, cost, and time aspects of project warehouse construction. Data were obtained through unit price analysis (AHSP) and an evaluation of optimal material combinations. The findings indicate that a warehouse model with a lightweight steel structure, galvalume spandex roofing, and 6 mm GRC wall panels provides the highest efficiency, with a construction cost of Rp 1,220,586.67 per square meter. Unlike previous studies that primarily focused on the application of lightweight steel in modular housing projects, this research highlights its efficiency in project warehouse construction, an area that remains underexplored. This study contributes to the construction industry by presenting a more adaptive and cost-effective structural solution. The policy implications of this study indicate that the application of lightweight steel-based instant house technology can be part of the strategy to accelerate infrastructure development, especially in the context of maintaining regional spatial planning to support the availability of more efficient material storage facilities. Therefore, the integration of this technology into project warehouse planning standards in urban and regional spatial planning systems is recommended to increase efficiency, optimize land use, and reduce waste of resources in industrial construction.Keyword : light steel, project warehouse, cos
Principles of Notary Caution in Preparing Inheritance Certificates So That It Eliminates The Position of Legal Heir
This study aims to determine and analyze the implementation of the Notary's precautionary principle in making a certificate of inheritance rights so that it eliminates the position of the legitimate Heirs, to determine and analyze the legal responsibility for Notaries if they do not implement the Notary's precautionary principle in making a certificate of inheritance rights so that it eliminates the position of the legitimate Heirs. The approach method in this study is the normative legal approach method. The research specification used is analytical descriptive research. The type of data uses secondary data. Data collection using the library study method. The data analysis method used is qualitative descriptive analysis. The results of the study indicate that the Implementation of the Notary's precautionary principle H.S., S.H., M.Kn. regarding the making of the certificate of inheritance rights Number: W.10.AHU.AHU.1-AH.06.09-318 did not implement the principle of caution as mandated by Article 16 paragraph (1) letter (a) UUJN, the notary should implement the guidelines of the law for each of his obligations to make legal products, the legal consequences of making the SKHW are the neglect of formal and material elements by not requesting KTP and KK documents from the heir because there was already a death certificate and divorce certificate brought by the parties, apart from that Notary H.S., S.H., M.Kn. did not conduct a search for the truth so that a haphazard legal product was formed against other heirs and harmed the interests of the first group of heirs as a result of which the heir's savings funds were successfully disbursed. Legal responsibility for notaries if they do not implement the principle of notarial caution regarding the making of the certificate of inheritance rights in this study Notary H.S., S.H., M.Kn. In fact, in fact, the law can be held accountable in civil and criminal cases for making a certificate of inheritance, but in this study, J.W's legal heirs only demanded the return of the inheritance that had previously been disbursed with a total of Rp. 1,207,196,341.86 (one billion two hundred and seven million one hundred and ninety-six thousand three hundred and forty-one point eighty-six rupiah). The legal consequences of the certificate of inheritance rights Number: l / SKHW / 2021 are null and void because it has eliminated the Plaintiff's position as an heir of the testator so that the form of legal responsibility arising from his actions above is imposed on administrative witnesses and civil sanctions
The Role of Notaries in the Process of Implementing Wakaf with Land Rights as the Object in Blora Regency
Abstract. The purpose of this study is to determine the role of notaries and land deed officials in the process of implementing waqf with land rights objects in Blora Regency, to determine the procedure for implementing waqf with land rights objects in Blora Regency. The type of research using Juridical Sociology is to emphasize research that aims to obtain legal knowledge empirically by going directly to the object with a qualitative approach method based on phenomenology and the constructivism paradigm in developing science. The data used are primary and secondary data obtained through interviews and literature studies, while the data analysis method is carried out using analytical descriptive analysis. This study produces 1. the role of notaries in the process of implementing waqf with land rights objects in Blora Regency. Notaries can be appointed as Waqf Pledge Deed Officials (PPAIW). The main requirements for a Notary to become a PPAIW must be Muslim, trustworthy and have a competency certificate in the field of Waqf issued by the Ministry of Religion, besides that notaries can help record or provide legal certainty for the waqf process and the land transfer process. 2. procedures for implementing waqf in Blora Regency. Blora with the object of land rights, efforts made to overcome problems that can hinder the waqf process require related communication between Notaries and the KUA and the Ministry of Religion as well as socialization in the notary association forum so that it leads to an understanding of the existing problems.Keywords: Notary; Provide; Role; Waqf
Analysis of Legal Protection for Land Rights Holders in Determining Compensation Related to Land Acquisition for Public Interest Based on Justice Values
Land acquisition for public interest often triggers conflicts and land problems, especially in the process of compensation for land rights holders which in its implementation tends to be inappropriate and unfair to land rights holders. The purpose of this study is to determine and analyze legal protection for land rights holders in determining compensation for land acquisition for public interest based on justice and to determine and analyze the legal consequences for land rights holders in determining compensation for land acquisition that is not in accordance with public interest based on justice. The type of research used in conducting this study is Normative juridical. Legal protection for land owners in land acquisition for public interest is realized through the provision of appropriate compensation based on Article 33 of Law No. 2 of 2012, with an assessment covering land, space above and below ground, buildings, plants, objects related to land, and other losses. However, the practice of compensation often harms land owners, so supervision is needed to ensure that the process is fair and in accordance with regulations. This supervision is important to prevent misappropriation and ensure the protection of land owners' rights legally