Cakrawala (E-Journal)
Not a member yet
432 research outputs found
Sort by
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK USAHA KECIL MELALUI PROGRAM PEMBANGUNAN WILAYAH TERPADU ANTAR DESA (PPWTAD)
Program Pembangunan Wilayah Terpadu Antar Desa (PPWTAD) adalah suatu program penanggulangan kemiskinan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wilayah yang dilakukan dengan memanfaatkan potensi-potensi sumberdaya perdesaan secara terpadu. Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Program Pembangunan Wilayah Terpadu Antar Desa terhadap kelompok masyarakat usaha kecil yang ada di desa obyek studi. Menurut ketentuan BPS, yang diambil adalah sesuai hasil dari pendataan yaitu dua desa yang berdekatan berkategori merah (miskin) dan berkategori kuning (mendekati miskin) dua desa yang saling berdekatan. Setiap desa diambil 10 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 10 orang. Dan pendanaannya untuk program pembangunan wilayah terpadu antar desa masing-masing desa lokasi maupun biaya operasionalnya bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur
PENGEMBANGAN BUDIDAYA NILA SKALA RUMAH TANGGA UNTUK KETAHANAN PANGAN
Pengembangan budidaya Nila skala rumah tangga diarahkan untuk memenuhi gizi keluarga, memupuk hobi, menambah penghasilan sekaligus memperdayakan seluruh naggota keluarga untuk berperan aktif dalam kegiatan budidaya perikanan. Pengembangan budidaya Nila skala rumah tangga adalah alternatif usaha yang dapat dilakukan di perkotaan dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Dengan memelihara ikan Nila di kolan sekitar rumah maka bisa tersedia stock pangan dari ikan yang jika di lakukan secara kelompok dapat meningkatkan ketahanan pangan
SOSIALISASI KEBIJAKAN PEMBERDAYAAN SEKTOR INFORMAL PASCA PERUBAHAN TATA RUANG KAWASAN SURAMADU
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (a) Kondisi tata ruang sebelum dan sesudah pembangunan Jembatan Suramadu; (b) Kebijakan pemberdayaan sektor informal di wilayah Jembatan Suramadu; (d) Kondisi sosialisasi kebijakan penataan dan pengembangan sektor informal di kawasn Jembatan Suramadu
MEMBANGUN INDUSTRI PERBENIHAN BAWANG MERAH JAWA TIMUR
Hingga saat ini masih banyak permasalahn yang muncul dalam penyediaan benih bawang merah terutama belum terpenuhinya benih bersertifikat. Selain itu juga belum adanya jabalsim perbenihan antara instansi terkait dan penangkar benih. Untuk itu BPTP Jatim memulai memproduksi benih sumber kelas BS dari varietas unggul yang berkembang di Jawa Timur dan bekerjasama dengan UPT Perbenihan Hortikultura untuk regulasi hasilnya menjadi kelas FS serta UPTPSBTPH sebagai pengawas benih yang akan mensertifikasi. Dari pengalaman memproduksi benih sumber dan hasil wawancara dengan pemangku kepentingan maka diuraikanlah berbagai masalah dan penanganannya agar industri perbenihan bawang merah di Jawa Timur berjalan lancer. Untuk memproduksi benih sumber mengikuti SPO perbenihan sedangkan sertifikasi mengikuti standar mutu benih sesuai kelas benihnya. Masih diperlukan penanganan kelembagaan yang lebih baik sehingga proses produksi benih lebih efisien dan distribusi benih lancer
UPAYA MEMBERDAYAKAN PELABUHAN PASEAN PAMEKASAN
Penelitian ini bermaksud mengidentifikasi saran dan prasaran pelabuhan Pasean dengan tujuan untuk memberdayakan pelabuhan Pasean sebagai pintu gerbang ekonomi. Dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik dan teknis Pelabuhan Pasean cukup layak untuk dibangun. Namun aksesbilitas jalannya kurang layak untuk mendukung keluar masuk barang, jasa, dan orang dari dan ke Pelabuhan Pasean. Secara operasional Pelabuhan Pasean merupakan pelabuhan lokal milik pemerintah Kabupaten Pamekasan. Namun untuk urusan keselamatan pelayaran masih di bawah kendali Pelabuhan Branta
PERILAKU POLITIK PEMILIH MASYARAKAT PERKOTAAN PADA PEMILU LEGISLATIF 2009
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku politik pemilih pada pemilu legislatif 2009, mengetahui penyebab mereka golput serta mengidentifikasi isu-isu politik dan prioritas program yang menarik pemilih. Merupakan penelitian melalui pendekatan deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pilihan politik mereka antara lain faktor sosiologis berupa latar belakang agama, faktor psikologis berupa kedekatan emosional, kesalehan kandidat, popularitas kandisat, performen, integritas diri kandidat. Kemudian faktor-faktor rasionalitas berupa pengalaman kandidat, status pendidikan, kalangan profesional iklan politik, dan kredibilitas kandidat. Sedangkan yang menjadi penyebab golput di antaranya faktor kepercayaan pada kandidat dan rendahnya kepercayaan pada pihak pemerintah. Isu-isu politik dan prioritas program yang menarik pemilih antara lain, reformasi birokrsi, perbaikan pelayanan, kepastian hukum, pemberantasan KKN, lapangan kerja, dan pengangguran